cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
sakina@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sakina@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sakina: Journal of Family Studies
ISSN : -     EISSN : 25809865     DOI : -
Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 432 Documents
Upaya Pasangan Buruh Brambang Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Perspektif Gender (Studi Di Desa Pehserut Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk) Bayu Krisna Efendi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 3 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pasangan buruh brambang di Desa Pehserut dalam mewujudkan keluarga sakinah perspektif gender serta faktor penghambat dan pendukungnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pasangan buruh brambang dalam mewujudkan keluarga sakinah antara lain saling memahami pasangan, selalu bersyukur, dan menjaga komunikasi. Mengenai pembagian peran dalam perspektif gender dilakukan secara adil berdasarkan teori keadilan dan kesetaraan gender. Sedangkan untuk faktor penghambat antara lain ekonomi yang semakin susah karna kebutuhan semakin mahal, dan perbedaan pendapat antar pasangan. Kemudian dari faktor pendukung antara lain dari keluarga, anak-anak yang mengerti keadaan keluarga, dan keadaan rumah yang menjadi motivasi untuk memberikan tempat yang layak bagi keluarga.
E-Litigasi pada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 terhadap pandangan Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang Akhmad Wildan Al Fariz
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 3 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknolologi yang pesat membuat Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Peneliti mengangkat tema mengenai pandangan hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang terhadap pelaksanaan persidangan secara elektronik. Peneliti menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dan pendekatan yuridis sosiologis. Kemudian melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi. Sedangkan dalam proses pengolahan data menggunakan teknik edit, klasifikasi, analisis, dan kesimpulan. Pandangan Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang terhadap pelaksanaan Persidangan secara Elektronik yakni memberikan kemudahan bagi pencari keadilan serta majelis hakim dalam proses persidangan. Pengadilan secara umum sudah siap, tapi dalam pelaksanaan belum maksimal. Menurut Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang mengenai Asas Keadilan, Kemanfaatan, dan Kepastian hukum dalam persidangan secara elektronik sudah tercapai. Dalam persidangan, pihak yang beperkara wajib hadir ketika sidang pembuktian hal ini mencerminkan asas keadilan, selain itu asas kepastian hukum memenuhi unsur dalam persidangan secara elektronik karena sesuai aturan dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019. Kemudian asas kemanfaatan ditemukan dalam asas cepat, sederhana dan biaya ringan.
Strategi Keluarga dalam Mencegah Perkawinan di Usia Anak Gita Citra Anggrainy
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 3 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan anak merupakan perkawinan yang dilakukan oleh seseorang yang yang masih berusia anak baik itu salah satunya saja maupun keduanya. Perkawinan anak ini boleh saja dilakukan asalkan mendapat izin (dispensasi nikah), dalam hal ini adalah Pengadilan Agama. Angka permohonan dispensasi nikah mengalami peningkatan yang sangat pesat setelah adanya perubahan batas minimal usia menikah dalam Undang – Undang Perkawinan. Salah satu daerah dengan angka dispensasi nikah tertinggi adalah Kabupaten Malang. Namun di sebuah wilayah di Kabupaten Malang yakni Desa Sukonolo mampu menekan angka perkawinan anak dengan mengoptimalkan fungsi keluarga dan menikahkan anak – anak mereka di usia matang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data hasil temuan peneliti dipaparkan dalam bentuk deskripsi berdasarkan fakta yang terjadi dilapangan menggunakan analisis. Lokasi penelitian berada pada Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sumber data primer didapat dari hasil wawancara terhadap keluarga yang mengalami perkawinan anak dan memiliki anak berusia remaja, sedangkan untuk data pendukung didapat dari buku-buku, jurnal, undang-undang, dan skripsi yang berkaitan dengan perkawinan anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya penjagaan yang dilakukan oleh keluarga yang ada di desa sukonolo yang pertama adalah memberi bekal pengetahuan agama kepada anak.
Peran Tradisi Adu Tumper Pada Masyarakat Osing Dalam Membangun Keluarga Sakinah Ibtihal Ibrahim
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 3 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi adu tumper merupakan adat yang digunakan dalam pernikahan masyarakat Osing apabila calon laki-laki adalah anak sulung dan calon pengantin perempuan adalah anak bungsu. Ritual ini diyakini dapat menghilangkan kesialan, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, serta membawa berkah di kehidupan rumah tangga. Sebab itu, masyarakat Osing tidak pernah meninggalkan tradisi adu tumper dalam prosesi ritual pernikahannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa persepsi masyarakat Osing apakah benar bila melakukan tradisi adu tumper akan menghilangkan balak dan menjadi keluarga sakinah dalam kehidupan perkawinannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tradisi adu tumper dan kaitannya bagi masyarakat Osing mempunyai pandangan beraneka ragam. Masyarakat Osing mempercayai bahwa tradisi ini mendatangkan berkah, menghilangkan balak, takut sial, untuk menghargai nenek moyang, serta menjalankannya karna tidak ingin mencari masalah dengan mambantah tradisi ini yang sudah turun-temurun. Kaitannya dengan pembentukan keluarga sakinah masyarakat Osing mempercayai bahwa kebahagian yang didapat dalam kehidupan rumah tangganya dapat dari melakukan tradisi adu tumper. Mereka menghargai dan percaya pada tradisi tersebut akan terhindar dari kesialan. Sedangkan kesialam yang dialami terjadi sebab saat menjalankan tradisi ini tidak melakukan dengan hati yang ikhlas dan karna keterpaksaan. Terbukti bahwa rumah tangga para tetua Osing memilki keluarga harmonis karna melaksanakan tradisi perkawinan dengan hati yang lapang. Sedangkan masyarakat sekarang cenderung banyak perceraian sebab melaksanakannya dengan keterpaksaan dari ketua Osing atau orang tua mereka.
Pandangan Perempuan Tentang Hak Menolak Kehamilan Perspektif KH. Husein Muhammad Imam Syaifudin
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 3 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas hak reproduksi perempuan dengan mengambil topik utamanya tentang implementasi dari hak menolak kehamilan menurut pandangan KH. Husein Muhammad. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi perempuan dalam cakupan wilayah penelitian mengenai hak reproduksi menolak kehamilan yang telah dikemukakan oleh KH. Husein Muhammad. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara kepada sepuluh informan perempuan yang pernah mengalami proses reproduksi dan dilengkapi dengan catatan lapangan serta foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman perempuan di Kelurahan Klojen mengenai kesehatan reproduksi masih cukup rendah. Perempuan belum sepenuhnya mengetahui akan adanya hak yang mereka miliki terlebih dalam hak kesehatan reproduksi. Mengenai hak menolak kehamilan, banyak diantara informan yang setuju dengan adanya hak reproduksi tersebut. Hal ini didukung oleh beberapa alasan yang mempengaruhi, diantaranya alasan ekonomi, usia, serta kesehatan. Lebih lanjut terdapat juga informan yang kurang sependapat dengan adanya hak menolak kehamilan yang telah dikemukakan oleh KH. Husein Muhammad. Dalam hal pemenuhan dari hak reproduksi menolak kehamilan melalui jalan program Keluarga Berencana didapatkan hasil bahwa sebagian besar dari informan setuju dengan solusi yang ditawarkan dalam pemenuhan hak menolak kehamilan. Hal ini dianggap mampu dalam mengatasi serta mengatur kehamilan. Adapun demikian terdapat pula informan yang tidak setuju dengan hal tersebut dikarenakan alasan lain.
Kedudukan Kiai Sebagai Wali Muhakkam Dalam Pernikahan Perspektif Maslahah Mursalah dan Kompilasi Hukum Islam Mohammad Manaf Badri
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 3 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya penggunaan kiai dalam pernikahan sebagai wali hakim yang terjadi di Desa Jung Torok Dajah, perempuan kerap menjadi obyek dengan adanya pernikahan tersebut, kejadian ini disebabkan kerena suami sebagai pekerja musiman seperti nelayan, permasalahan yang dibahas adalah kedudukan kiai sebagai wali muhakkam studi kasus di Desa Jung Torok Dajah. Jenis penilitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian empiris. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengatahui bagaimana pandangan kiai terhadap wali muhakkam dalam pernikahan, bagaimana kedudukan kiai sebagai wali muhakkam perspektif maslahah mursalah dan perspektif kompilasi hukum islam. Sedangkan obyek penelitiannya adalah pasangan suami istri yang menggunakan kiai sebagai wali hakim dalam pernikahan. Metode penelitian menggunakan pedekatan yuridis empiris. Sedangkn dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara dan dokomentasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dengan wali muhakkam terjadi karena calon suami istri terhalang menikah dengan landasan wali nasab enggan (‘adal) dan tidak ada restu dari wali nasab, tetapi tidak mau berurusan dengan wali hakim dan ingin mengambil jalan mudah dalam melangsungkan pernikahan. Dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat pandangan ulama terkait pernikahan dengan wali muhakkam, ada yang menghukumi pernikahan ini tidak sah karena pemerintah telah melarang menikah dengan wali muhakkam, dan sah apabila menyerahkan urusannya kepada orang yang ahli fiqh
Kriteria Pasangan Ideal Perspektif Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang Berdasarkan Hadis Riwayat Al-Bukhari No. 4700 Kha’mim Baydlowi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 3 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anjuran dalam memilih pasangan (calon istri) ideal seringkali terabaikan oleh kaum muslimin. Sebagian mereka terjerumus dalam perbuatan pacaran yang berakibat mereka menikah dengan kekasihnya tanpa memperhatikan agamanya. Sebagian lagi memilih pasangan hanya dengan pertimbangan fisik. Dalam hadis riwayat Al-Bukhori No.4700 telah dijelaskan ciri-ciri pasangan (calon istri) ideal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kriteria pasangan ideal prespektif mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang dan praktek mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang tentang hadis empat kriteria pasangan ideal dalam kehidupan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris, dikarenakan penelitian dilakukan secara langsung terhadap subjek penelitian yaitu mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggunakan metode wawancara. Penelitian ini juga menggunakan metode living hadis. Lokasi penelitian berada di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini ditulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui wawancara terhadap tujuh Mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah menempuh mata kuliah fikih munakahat dan sudah menikah. Data tersebut dilengkapi dengan bukti wawancara melalui media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang yang telah mengetahui dan memahami hadis riwayat Al-Bukhori No.4700 dalam praktek kehidap terdapat tiga mahasiswa memiliki kriteria pasangan ideal yaitu agama sebagai prioritas pertama, dua mahasiswa memiliki kriteria pasangan ideal kecantikan sebagai prioritas pertama, dua mahasiswa tidak memiliki kriteria khusus melainkan atas dasar cinta dan menerima apa adanya.
Harta Waris Pusaka Tinggi Adat Minangkabau Perspektif Maslahah Mursalah Asy-Syathibi Noviardi, Adri
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 4 (2020)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kewarisan Minangkabau dengan sistem matrilineal yaitu harta warisannya hanya untuk perempuan dari golongan nenek dan ibu kebawah. Seperti pusaka tinggi semua ahli waris tidak ada hak milik individu pada harta pusaka tinggi, hanya hak penguasaan secara individu. Hal ini berbeda dengan kewarisan dalam syari’at yang tidak membedakan ahli waris laki-laki atau perempuan dan keahliwarisannya bersifat individual. Dari dua sistem kewarisan yang berbeda ini banyak yang berpendapat kewarisan Minangkabau keluar dari syari’at, pendapat sebagiannya Minangkabau tidak keluar dari hukum syari’at, karena falsafah adatnya sendiri adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah artinya adat di Minangkabau beratasdasarkan syari’at dan kitabullah. Tujuan penelitian untuk mengetahui lebih mendalam lagi dan maslahah mursalah dari kewarisan Minangkabau dan bertengtangan tidaknya dengan syari’at. Jenis penelitian termasuk yuridis normative dan data lansung dari buku dengan pendekatan filosofis logis atau pemikiran Ulama seperti konsep maslahah mursalah Asy-Syathibi. Adapun hasil penelitian sepintas kewarisan Minangkabau berbeda dengan syari’at, namun dalam pelaksanaan dan perkembangannya tidaklah demikian. Sebab harta pusaka tinggi adalah hak milik bersama, sedangkan menurut syari’at harta bisa diwariskan adalah harta milk roqobah. Kesimpulannya tidaklah bertentangan hukum waris pusaka tinggi dengan syari’at, karena harta pusaka tinggi tidak memenuhi syarat hukum syaria’at, kemudian kemaslahatan yang ada memenuhi syarat seperti yang disyaratkan Asy-Syathibi.
Strategi dan Pola Mediasi Para Moden Dalam Mendamaikan Permaasalahan Rumah Tangga Nurrohim, Riza Hana
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 4 (2020)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moden merupakan orang pertama yang berhadapan dengan masyarakat umum di desa dalam hal urusan keagamaan terlebih dalam urusan pernikahan. Oleh karena itu proses mediasi oleh moden merupakan proses non formal selain yang ada dalam peraturan mahkamah agung Nomor 1 Tahun 2016 tetang prosedur mediasi.Dalam penelitian ini ada dua rumusan masalah yaitu: 1.) Bagaimana Strategi Para Moden Dalam Mendamaiakan Permasalahan Rumah Tangga? 2.) Bagaimana Pola yang Digunakan Para Moden Dalam Mendamaikan Permasalahan Rumah Tangga?penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian yuridis empiris dan pendekatan yuridis sosiologis. Dengan cara memperoleh data melalui wawancara dan dokumentasi dan pengolahan data menggunakan teknik edit, klasifikasi, analisis, dan kesimpulan. Adapun strategi mediasi moden dalam mendamaikan masalah dengan menggunakan teknik mediasi dan prosedur mediasi sendiri dengan beberapa tahap tahap pertama di mintai keterangan satu per satu kemudian di mintai bukti dan saksi dari kedua belah pihak kemudian di pertemukan dan diberi nasihat setelah itu diberi solusi dan diawasi.Pola dalam mediasi ini moden mengklasifikasikan permasalahan dari sumber masalaha nya kemudian menganalisis sesuai permasalhannya seperti permasalahan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, orang ketiga, ketidak cocokan ataupun gaya hidup.
Upaya Pelaku Perkawinan Silariang Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Yasmin, Putri
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 4 (2020)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu ibadah kepada Allah dan juga salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW dan bagi siapa yang sudah siap maka segera untuk melaksanakan. Namun, ketika ada yang sudah siap untuk menikah harus terhalang dengan restu kedua orang tua mereka dan akhirnya mengambil jalan lain agar bisa menikah. Dari dulu sampai sekarang hal ini masih saja terjadi yaitu, Silariang. Dalam suku Bugis Makassar Silariang atau kawin lari merupakan perkawinan yang dilarang. Dari perkawinan Silariang tersebut banyak diantaranya yang harus berakhir dengan perceraian dikarenakan mendapat ancaman dari keluarganya tetapi masih ada dari pelaku Silariang yang dapat mempertahankan pernikahannya sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dari pasangan perkawinan Silariang yang berada di Desa Maradekaya dalam mewujudkan keluarga sakinah. Jenis penelitian ini adalah empiris dengan pendekatan empiris sosiologi. Hasil penelitian mengenai perspektif dari pelaku Silariang tentang keluarga sakinah adalah kenyamanan, kebahagiaan, saling berpengertian. Mengenai upaya dan langkah dalam mewujudkan keluarga sakinah dari pelaku perkawinan Silariang antara lain menjalankan tugas sebagai suami istri, bertanggung jawab, saling memahami, dan bermusyawarah untuk menyelesaikan sebuah masalah, selain itu juga menjalankan beberapa fungsi keluarga