cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
sakina@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sakina@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sakina: Journal of Family Studies
ISSN : -     EISSN : 25809865     DOI : -
Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 432 Documents
Studi Kritis Fatwa Lajnah Bahtsul Masa’il Nahdatul Ulama’ Nomor 400 Tentang Menitipkan Sperma dan Indung Telur Kepada Rahim Perempuan Lain (Sewa Rahim) Solihin, Ahmad
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surrogate Mother merupakan salah satu altenatif memiliki keturunan. Setiap tahun suami istri yang menggunaka jasa Surrogate Mother terus mengalami kenaikan. Namun prakteknya masih ilegal di beberapa negara termasuk indonesia. Di indonesia pernah terjadi beberapa kasus Surrogate Mother. Dalam hukum islam (Fiqih) terdapat perbedaan pendanpat, ada yang melarang ada yang memperbolehkan. Nadlatul Ulama’ (NU) seabagai organisasi keagamaan melalui lembaga Lajnah Bahsul Masa’il (LBM) mengharamkan Surrogate Mother dan status anak hasil Surrogate Mother hanya bernasab pada ibunya. Ibu yang maksud ada dua. Pertama, ibu yang mengandung. Kedua, ibu pemilik sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fatwa LBM NU tentang sewa rahim dengan realitas masa sekarang. Penelitian ini menggunakan metode Kajian Kepustakaan (Library Reseacrh) dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menyatakan fatwa LBM NU tentang sewa rahim perlu untuk dikaji ulang dengan pertimbangan realitas Surrogate Mother yang didukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemeriksaan HIV bagi Calon Pengantin dalam Perundang-undangan dan Hukum Islam Kurniawan, Mochamad Afif
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Islam, pernikahan merupakan komponen penting, dengan tujuan mulia yakni menciptakan ikatan yang Mitsaqan Ghaliidha. Agar dapat tercapainya tujuan tersebut maka diperlukan kesiapan dari masing-masing calon pengantin baik dari segi mental, finansial maupun kondisi kesehatan, karena dalam membangun keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah pasti akan menjumpai rintangan bahkan masalah yang perlu diminimalisir. Dalam hal ini, tes HIV merupakan bekal penting yang dianjurkan bagi calon pengantin sebagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah problematika pasangan kedepannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab permasalahan mengenai bagaimana pandangan dari perundang-undangan Republik Indonesia serta Hukum Islam terhadap Tes HIV bagi calon pengantin. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dengan metode pengumpulan data telaah pustaka dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah tes HIV merupakan bentuk tindakan preventif yang diupayakan oleh pemerintah sesuai dengan perundang-undangan dan juga selaras dengan konsep sadd al-dzari’ah dalam hal menutup kemungkinan buruk yang akan datang.
Tradisi Larangan Menolak Khitbah Dalam Tinjauan ‘Urf Annashofi, M Ilzam
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok pembahasan dalam penelitian ini mengupas tentang pandangan masyarakat di Desa Larangan Sorjan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan terhadap tradisi larangan menolak khitbah bagi perempuan dan juga tinjauan ‘urf terhadap tradisi larangan menolak khitbah. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, dan hasilnya dijabarkan dalam bentuk deskriptif analitis. Data primer didapatkan melalui wawancara terhadap Sekretaris Desa, Sesepuh Desa, Tokoh Agama, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, tesis dan artikel penunjang lainnya. Hasil penelitian ini menurut pandangan masyarakat tradisi larangan menolak khitbah bagi perempuan ada sejak zaman dahulu mengikuti adat istiadat leluhur atau sesepuh yang sampai sekarang tradisi tersebut masih dipercaya. Masyarakat sekitar tidak ingin melanggar aturan tersebut karena adanya keraguan dan juga rasa takut untuk menolak khitbah. Jika ada yang melanggar akan menjadi omongan masyarakat setempat dan disangka tidak menghormati ketentuan sesepuh atau leluhur adat di desa tersebut. Hasil tinjauan ‘urf menurut syarat dan macamnya larangan menolak khitbah telah memenuhi tiga syarat ‘urf shahih tetapi tidak memenuhi syarat yang keempat yaitu tidak bertentangan dengan dalil syara’. Sedangkan tradisi larangan menolak khitbah menurut peneliti menjadi ‘urf fasid sebab masyarakat setempat mempercayai menolak khitbah seorang laki-laki dapat mendatangkan musibah seperti sulit mendapat jodoh bahkan dapat menjadi perawan tua. Tradisi larangan menolak khitbah termasuk ‘urf fasid karena dapat mengandung unsur kesyirikan.
The Alternative Care of Children for Career Families for Fulfilling Children's Rights (Studies in Aisyiyah, Trenggalek Day care) Zahro, Fathin Aqidatus
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children are a gift from God Almighty and have inherent rights that must be recognized and fulfilled by parents, in particular, and by the community and also the state. However, as time progressed, the number of women working in the public sector increased, which in this case resulted in the child-rearing process at home not being optimal. In the end, they switched the child care from their parents to alternative caregivers. The purpose of this study is to find out the supporting and inhibiting factors for the implementation of parenting and how the strategy for Aisyiyah's Care Center is to fulfill children's rights. This research uses a qualitative approach and is a type of empirical research. This study obtained data from the field by means of interviews and documentation. The research subjects used were the Head of Caregivers, caregivers, and parents of foster children. The results of this study indicate that; (1) supporting factors for the implementation of care, namely: adequate support facilities for children, good communication between caregivers and parents of children; inhibiting factors for care, namely: the number of caregivers and children is not comparable, limited funds, and there is no separation of responsibilities for caregivers in providing care and education. (2) the strategy for implementing care in Aisyiyah Child Care Center, namely by instilling in children the principles of foster care, compassion, nurture, and forging in order for rights to be fulfilled properly and maximally
Pandangan Seniman di Masa Pandemi Covid-19 Tentang Keluarga Sakinah Ditinjau dari Perspektif Sakinah Muhammad Quraish Shihab Bisangadatika, Devia
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia mengharapkan kehidupan rumah tangganya berjalan dengan baik dengan berharap kebahagiaan duniawi ataupun kebahagiaan akhirat nanti. Sebuah keluarga adalah inti paling kecil dari lingkungan masyarakat yang di dalamnya dapat mengaktualisasikan makna hidup dengan menjadikan keluarganya sebagai keluarga yang sakinah hal itu merupakan impian. Jenis penelitian dalam penyusunan skripsi penulis menggunakan penelitian lapangan atau dalam bahasa Inggris disebut dengan field research, Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini diambil dari dua sumber tersebut, yakni data primer dan sekunder. Hasil Penelitian 1. Keluarga seniman sudah berusaha dan mengupayakan terobosan lain di masa pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan hidup yaitu terjaganya kestabilan ekomoni keluarganya walaupun mereka harus dihadapkan dengan kondisi wabah pandemi ini, akan tetapi mereka senantiasa berusaha untuk bisa bertahan menjaga keutuhan rumah tangga dengan terciptanya kondisi yang nyaman, tenang, serta bahagia lahir bathin. 2. Pandangan yang diungkapkan oleh beberapa keluarga seniman dalam mewujudkan keluarga sakinahnya memiliki kesamaan dengan konsep sakinah Muhammad Quraish Shihab, akan tetapi konsep sakinah yang di deskripsikan oleh Muhammad Quraish Shihab lebih memprioritaskan sakinah yang bersifat dinamis yaitu diperjuangkan di dalam keluarga.
The Role of SiapaPeduli.id in Realizing Family Health Resilience Alfayyedl, Dody
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to study the impact of the COVID-19 pandemic on family health resilience and the role of SiapaPeduli.id in realizing family health resilience. This research is included in the type of empirical research using a qualitative approach. This study obtained data from the field by means of interviews and documentation. Meanwhile, for processing data from the field using data editing, classification, verification, analysis, and conclusions. The research subjects used were employees of SiapaPeduli.id and registered patients of SiapaPeduli.id. The results of this study indicate that: (1) many families in Indonesia, especially the patients of SiapaPeduli.id, feel the bad impact when the COVID19 pandemic takes place, including basic needs that are increasingly difficult to obtain, reduced income, affected by the termination of employment, difficulty meeting health needs such as medicine, nutrition, and medical devices, difficulty finding work, and difficulty paying fees or expenses from the hospital. (2) The role of the SiapaPeduli.id philanthropic institution which aims to realize family health resilience has been realized, including helping the underprivileged and having health problems, making it easier for the community to access assistance with fast and convenient procedures, forms of assistance in the form of nutritional needs, medicines, financial donations for patient care needs, and making health insurance in collaboration with the government, Aiding in the treatment and care of patients in order for them to recover to a healthy state, as well as caring for people who have health and economic problems in order to create conditions for family health resilience.
Maqashid Syariah Putusan Nomor 378/Pdt.P/2019/PA.Tbn Tentang Pengangkatan Anak Dewasa Kamala, Arini Dina
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keabsahan pengangkatan anak dalam peraturan hukum Indonesia harus berdasarkan keputusan pengadilan. Dalam peraturan tentang persyaratan pengangkatan anak, ketentuan batas umur anak angkat yakni sebelum berusia 18 tahun termasuk bagian persyaratan yang harus dipenuhi dan telah diatur secara khusus dalam peraturan pemerintah nomor 54 tahun 2007 tentang pengangkatan anak dan peraturan menteri sosial nomor 110/ HUK/2009 Tentang Persyaratan Pengangkatan Anak sebagai bentuk implementasi amanah Undang-Undang Perlindungan Anak. Jika dikaji lebih luas, persyaratan tersebut memang telah sesuai dengan definisi anak pada Undang-Undang perlindungan anak yakni setiap anak yang belum berusia 18 dan termasuk padanya janin dalam kandungan. Namun faktanya, sekalipun telah diatur secara jelas batas umur anak angkat, masih terdapat putusan pengadilan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan seperti putusan Pengadilan Agama Tuban Nomor 378/pdt.p/2019/PA.Tbn yang mengesahkan pengangkatan anak terhadap anak perempuan berumur 23 tahun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan metode kajian pustaka dan pendekatan kasus sebagai pendekatan penelitian untuk menganalisa permasalahan tersebut dengan maqashid syariah Al-Syatibi dan kasus pengangkatan anak dewasa di Pengadilan Agama Tulungagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa putusan Pengadilan Agama Tuban sekalipun menyalahi ketentuan peraturan perundang-undangan akan tetapi berpeluang mencegah mafsadah dan mendatangkan maslahah lebih besar yang dipertimbangkan dari keadaan anak tersebut.
Pandangan Nahdlatu Ulama dan Muhammadiyyah Tentang Pendistribusian dan Pengawetan Daging Kurban Dalam Bentuk Olahan Zain, Ghupron Ali Ibnu
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fatwa MUI menegaskan pendistribusian daging kurban dapat ditunda dengan diawetkan dan diolah dalam bentuk kemasan. Pada dasarnya daging kurban disunnahkan untuk didistribusikan secara langsung, mentah dan daerah terdekat. Adapun fokus yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah pertama pandangan Nahdlatul Ulama Kota Malang terkait fatwa MUI serta pandangan Muhammadiyah Kota Malang terkait fatwa MUI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris Hasil dari penelitian ini adalah fatwa yang dikeluarkan oleh MUI perihal pembolehan penundaan pendistribusian daging kurban menurut Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kota Malang adalah sesuatu hal yang baik dan maslahah, akan tetapi ada beberapa hal yang harus ditekankan dalam fatwa tersebut yaitu pembolehan pengawetan daging kurban hanya boleh dilakukan apabila terjadi penumpukan daging kurban setelah seluruh masyarakat Kota Malang hal tersebut sejalan dengan teori maslahah mursalah Imam al-Ghozali, dengan cara didistribusikan dikemudian hari ketika benar-benar ada yang sangat membutuhkan. Jika terjadi penumpukan daging kurban setelah seluruh masyarakat disekitar wilayahnya telah terdistribusi agar tujuan kurban tidak hilang yaitu kebahagian bersama dengan menikmati daging kurban di hari tersebut dan tetap menjaga salah satu disyariatkannya kurban dalam Islam, maka jika penundaan tersebut dilakukan tanpa ada pendistribusian sebelumnya dapat merusak salah satu tujuan syariat (maqhosid syariah) yaitu menjaga agama atau syari’at.
Mitos Ritual Tradisi Adus Gawan dan Implikasi dalam Mempertahankan Keluarga Sakinah Perspektif ‘Urf Chilmiyah, Risma Dehani
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adus Gawan adalah sebuah tradisi bagi anak kecil, pasangan suami istri yang salah satunya tidak berasal dari Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpnang, Kabupaten Tuban dan para pendatang untuk mandi di Sungai Bengawan Solo. Tradisi ini memiliki beberapa ritual serta berakibat buruk jika tidak menjalankan tradisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna adus gawan serta Implikasi dalam mempertahankan keluarga sakinah dan mendeskripsikan tinjaun hukum Islam dalam perspektif ‘urf. Penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengelolahan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian edit data, klarifikasi, verifikasi, analisis dan kesimpulan. Dalam hasil penelitian dijelaskan makna adus gawan adalah sebagai bentuk penyelamatan jiwa dari bala atau musibah, serta berimplikasi dalam mempertahankan keluarga sakinah yang didukung dengan ritual selametan yang menunjukan adanya upaya dalam memeprtahankan keluarga sakinah. Adapun dalam tinjaun ‘urf tradisi ini dalam pelaksanaanya tidak semua ritual termasuk‘urf ghayru shahîh namun, juga memiliki beberapa makna serta tujuan yang baik dan positif yaitu sebagai bentuk rasa syukur, sedekah serta menjaga adat istiadat. Adapun dalam kepercayaan akan dijadikannya tumbal dan memasukan koin untuk membeli air pada penjaga gawan tidak ada dalam al-qur’an maupun hadits maka hal ini harus ditinggalkan.
Eskalasi Pengajuan Dispensasi Nikah di Desa Gaji Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Ba’its, Binnuril Haqqil
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gaji adalah salah satu desa yang paling banyak mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Tuban daripada desa-desa lain di Kecamatan Kerek. Setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 usia minimal menikah bagi perempuan menjadi 19 tahun. Maka, atas kejadian itu semakin banyaklah perempuan di Desa Gaji yang mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Tuban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi meningkatnya pengajuan dispensasi nikah di Desa Gaji Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian di Desa Gaji Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara editing, classifying, verifying, analyzing dan concluding. Faktor-faktor yang menjadi latar belakang meningkatnya pengajuan dispensasi nikah di Desa Gaji Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban yang pertama, perjodohan antar orang tua. Kedua, kebiasaan yang mengharuskan untuk menikah setelah lulus SMP bagi perempuan. Ketiga, hubungan yang sudah sangat erat dan mendesak sehingga harus segera dinikahkan. Pendapat dari tiga tokoh masyarakat Desa Gaji yaitu Kepala Desa, Kepala Dusun dan Modin mengatakan bahwa usia ideal menikah untuk para perempuan di Desa Gaji sekitar umur 21 tahun.