cover
Contact Name
Agus Mulia
Contact Email
agus.mulia@yahoo.com
Phone
+628126373423
Journal Mail Official
agus.mulia@yahoo.com
Editorial Address
Balai Bahasa Sumatera Utara Jalan Kolam (Ujung) Nomor 7 Medan Estate, Sumatera Utara 20225?
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 18299237     EISSN : 27212955     DOI : 10.26499
Artikel dari hasil penelitian maupun kajian kebahasaan dan kesastraan, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing maupun pembelajaran bahasa/sastra Indonesia.
Articles 251 Documents
GENRE TULIS PEMBELAJAR SEKOLAH DASAR DALAM SISTEM PERSEKOLAHAN INDONESIA DI SUMATRA UTARA Amrin Saragih; Isli Iriani Pane; Anggraini Thesisia Saragih
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 11, No 1 (2013): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v11i1.1013

Abstract

Ketika menulis sesuatu (karya), pembelajar terlibat dalam kegiatan menghasilkan genre. Akan tetapi, menulis genre dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing merupakan keterampilan berbahasa yang sangat sukar bagi pembelajar Indonesia untuk mencapainya. Keterampilan menulis dikembangkan secara bersahaja ketika anak memasuki sistem pendidikan formal, yang berbeda dengan keterampilan berbicara yang dapat diperoleh anak secara alamiah. Dengan demikian, kesukaran menulis yang dialami oleh pembelajar SD di Sumatra Utara diasumsikan diakibatkan oleh pengaruh konteks sosial persekolahan, masyarakat atau kedua-duanya. Makalah ini menampilkan hasil kajian tentang genre tulis yang terkembang dan potensial berkembang pada pembelajar SD. Selanjutnya, dibahas konteks sosial persekolahan dan masyarakat yang menghambat pengembangan menulis genre itu dengan sumber data (subjects) 352 pembelajar SD (kelas IV sampai VI) di enam sekolah di Sumatra Utara dan dengan penggunaan desain penelitian kualitatif. Temuan penelitian adalah pembelajar SD telah kompeten menulis sejumlah genre tetapi masih banyak genre yang terpendam. Hambatan dalam pembelajaran genre adalah kompetensi guru yang terbatas dalam genre itu. Selanjutnya, dengan rujukan ke kompetensi genre yang terkembang di kalangan pembelajar SD dan konteks sosial persekolahan, ancangan model pembelajaran genre diajukan.Kata kunci: pengembangan, genre, tulis, SD
KOSAKATA TANAMAN TRADISIONAL OBAT-OBATAN DALAM BAHASA BATAK TOBA KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Tomson Sibarani
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 14, No 2 (2016): Vol. 14, No. 2, Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v14i2.1199

Abstract

Cultural studies and languages is Antropolinguistics study. Toba Batak language will change if the ecological support having changed anyway. Language Batak Toba area of research is in three sub-districts, Samosir, Laguboti, Porsea in Toba Samosir. The problem is, how the extinction of medicinal plants caused lexical sosial¬-cultural changes, the benefits of medicinal plants, community efforts to conserve medicinal plants in Toba Batak society? The goal is to describe the medicinal plants due to socio-cultural changes, the benefits of medicinal plants, medicinal plant conservation in Toba Batak society. This research was conducted using qualitative and quantitative. In analyzing the data in the study of medicinal plants vocabulary Batak Toba Match method is used. Use of drugs like this are usually relegated to the younger generation in a way put the drugs directly. The treatment process is usually done for generations, from parent to child by practicing or teaching the treatment process.
Budaya Sumatera Utara dalam Kaca Mata Budayawan Jawa Subanindyo Hadiluwih
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 1 (2008): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v5i1.798

Abstract

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu dialek Djohor-Riau. (Abdul Rahman, 1985). DaIam Kongres Bahasa Indonesia II di Medan tahun 1954 telah dirumuskan bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu. Dengan kata lain, dasarnya ialah bahasa Melayu yang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat. Tetapi dalam perkembangannya kemudian, bahasa Indonesia selalu menerima unsur serapan dari mana saja untuk perubahan dan kemajuannya. Ternyata unsur serapan yang masuk bukan saja dari bahasa serumpun tetapi juga dari bahasa asing sebagai upaya penyesuaian pada keadaan dan situasi masyarakat modern. Dengan demikian, pada asasnya bahasa Indonesia masih tetap menggunakan bahasa Melayu akan tetapi tidak terikat secara ketat pada tata bahasa itu. Adaptasi pada pembaharuan dan modernisasi bahasa menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa modern dalam arti sesungguhnya. Berbagai pengaruh dari bahasa serumpun atau bahasa asing telah mengubah bentuk dan memperkaya struktur bahasanya. Akibatnya, bahasa Indonesia telah berbeda coraknya dengan bahasa Melayu. Bahasa Indonesia yang statusnya sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara adalah bahasa yang hidup serta tunduk pada hukum perubahan bahasa. Berlakunya perubahan tersebut disebabkan oleh pemakainya memasukkan pengaruh dari bahasa-bahasa daerah seperti bahasa Jawa, Sunda, Madura, Bali ataupun pengaruh dari bahasa asing seperti Belanda dan Inggris. Sebenarnya termasuk Arab dan Cina. Pengaruh bahasa daerah meliputi pinjaman kata-kata, struktur kata dan kalimat. Di samping berlakunya proses pinjaman, muncul pula pembentukan kata-kata baru yang istimewa, penerimaan gugus konsonan rangkap (kluster) dan vocal fe/pepet pada suku kata akhir.Kata Kunci: budaya, etnisitas, bahasa lokal
FENOMENA BAHASA PADA RUANG PUBLIK SEPANJANG JALAN PROTOKOL KOTA PONTIANAK Wahyu Damayanti
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 17, No 2 (2019): Medan Makna Desember
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v17i2.2135

Abstract

The priority of the country's language becomes a reflection that the city upholds Indonesian language. This does not rule out the possibility of the Pontianak city government. This paper tries to explain the phenomenon of language in public spaces along the Pontianak city protocol. The aim is to describe the use of language and find out the level of language control in Pontianak city public spaces. This research method uses a combination of quantitative methods and qualitative methods. Quantitative method is used as a method of processing the number of population and corpus of data to determine the number of data samples. The qualitative method is used as a method of analyzing the linguistic features of data samples which include the type of language landscape and language use of data samples. The data source of this research is the primary data source directly collected directly from the area along the Pontianak city protocol streets. Data were classified and analyzed according to the study. Data analysis in this study was presented using descriptive analytic methods. The results of the study are the existence of language shifts that can be seen from the emergence of complete foreign language interference, grammatical interference, the use of foreign terms in the structure of language and code-switching in foreign language. The level of language control along the protocol road in the public sphere has a significant result, B, which means that the state language is still controlled at the level of public space.
Medan Makna Persyaratan Naskah
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 1 (2007): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v4i1.841

Abstract

Sampul Dalam Bagian Belakang
AFIKS DERIVATIF PADA LAGU ED SHEERAN DALAM ALBUM DIVIDE: SUATU KAJIAN MORFOLOGIS Afni Devita
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 18, No 1 (2020): Medan Makna Juni
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v18i1.2307

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses afiks derivatif dan untuk mendeskripsikan jenis derivasi pada lirik lagu-lagu Ed Sheraan dalam album Divide. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data diambil dari lirik lagu Ed Sheeran album Divide. Teori yang digunakan adalah proses afiks derivatif dan jenis-jenis derivasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 20 lirik yang mengandung afiks derivatif. Dari 20 data tersebut terdapat 3 jenis prefiks dan 6 sufiks. Sementara itu, terdapat dua jenis derivasi yaitu derivasi fungsi dan transposisi. Derivasi fungsi terdiri atas 4 data dan transposisi terdiri atas 16 data.
SIKAP MULTIBAHASAWAN ORANG MEDAN DAN ANCAMAN PUNAHNYA BAHASA LOKAL T. Syarfina
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 12, No 2 (2014): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v12i2.1188

Abstract

The less endangered language used by speakers of the overall too little, with a shift of functions which are gradually replaced by other languages. Language shift that occurred in the community in the field led to the extinction towards the Malay language. There are two indicators as facts and data that revealed a language shift to this, the pressure of the weight of the larger language isIndonesian, and early loss of speakers of children. On the other hand, the Malay language speakers (ethnic Malay) did not object when the community in North Sumatra has moved into Indonesian. This, given the forerunner of Indonesian is Malay.
Medan Makna Daftar Isi
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2006): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v3i1.775

Abstract

KEMAMPUAN MEMBACA DAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS VIII SMP BUDI AGUNG MEDAN Maladina Sariyosa
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 13, No 1 (2015): Vol. 13, No. 1, Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v13i1.1224

Abstract

The issues raised in this research is the role of literacy in the ability to speak class VIII SMP Budi Agung Medan academic year 2013/2014. While the purpose of this study was to determine a clear picture of the role of literacy in the ability to speak in class VIII SMP Budi Agung Medan 2013/2014 school year. This research is a descriptive study, research subjects were all students of class VIII SMP Budi Agung Medan academic year 2013/2014. The sample in this study were all students of class VIII A SMP Budi Agung Medan totaling 37 students. Data were analyzed by descriptive quantitative. Based on the results of the analysis can be taken, among others: a) The role of literacy in the ability to speak class VIII SMP Budi Agung Medan academic year 2013/2014 as a whole was moderate with an average of 7.5. (B) Orientation reading skills to speech class VIII SMP Budi Agung Medan 2013/2014 academic year, judging from the amount of the sample of 37 students as follows: high-ability students numbered 15 people. Students are capable of being numbered 17 people, and low-ability students amounted to 5 people. The conclusions from the results of this study indicate that the role of reading ability affects the ability to speak class VIII SMP Budi Agung Medan academic year 2013/2014 and can affect students in thinking and develop his talents.
Fungsi Umpasa pada Masyarakat Simalungun Baharuddin Purba
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 1 (2007): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v4i1.832

Abstract

Abstrak:Simalungun memiliki potensi untuk mengembangkan kebahasaan dan kesastraannya. Di antaranya, melalui tradisi lisan umpasa. Di kalangan masyarakat Simalungun, umpasa sering digunakan di dalam keluarga yang mematuhi adat istiadat setempat. Seni tradisi lisan yang mirip pantun dalam tradisi Melayu ini, memiliki nilai sosial yang tinggi. KATA KUNCI : umpasa, tradisi lisan, sastra

Page 2 of 26 | Total Record : 251