cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024)" : 15 Documents clear
Women in Sexual Harassment News in Indonesian Online Media Fianto, Latif; Kusufa, Fendiyatmi; Ghofur, M. Abdul; Askiyanto, Mohammad
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2221

Abstract

Sexual violence experienced by women is nothing new. However, reports in various mass media have left women in an increasingly worse position. This research is intended to uncover and analyze in depth the position of women in online media news texts. This research was operated using quality research, which specifically uses the discourse analysis method which was coined or developed by Sara Mills. The research results explain that the subject position explains the event or thing that is the object. Different from the subject-object position, the writer-reader position explains the writer's position when writing news text and the reader's position when reading the news text that has been written. The reader's position describes what kind of position the author wants to control the reader when reading the text. From this analysis it emerged that the position of women in the subject-object relationship in news texts is still placed as an object, where the existence of women is still ignored. Their existence in the text is represented by other parties who are men, so that women cannot represent themselves, either in social reality or in the text. Abstrak Kekerasan seksual yang dialami perempuan sudah bukan hal baru. Akan tetapi pemberitaan di berbagai media massa telah menyebabkan perempuan berada di posisi yang semakin buruk. Penelitian ini dimaksudkan untuk membongkar sekaligus mengalisa secara mendalam posisi perempuan dalamm teks berita media online. Penelitian ini dioperasikan dengan menggunakan penelitian kaulitas, yangs ecara khusus menggunakan metode analisis wacana yang dicetuskan atau dikembangkan oleh Sara Mills. Hasil penelitian menjelaskan bahwa posisi subjek menjelaskan peristiwa atau sesuatu hal yang menjadi objek. Berbeda dengan posisi subjek-objek, posisi penulis-pembaca menjelaskan bagaimana posisi penulis ketika menulis teks berita dan bagaimana posisi pembaca ketika membaca teks berita yang sudah ditulis tersebut. Posisi pembaca menggambarkan posisi seperti apa yang ingin dikendalikan oleh penulis terhadap pembaca ketika membaca teks. Dari analisis ini kemudian dihasilkan bahwa posisi Perempuan dalam relasi subjek-objek dalam teks berita masih ditempatkan sebagai objek, di mana keberadaan Perempuan masih terabaikan. Keberadaannya di dalam teks diwakili oleh pihak lain yang notabene laki-laki, sehingga Perempuan tidak bisa merepresentasikan diri mereka sendiri, baik di realitas sosial maupun di dalam teks.
Kemampuan Literasi Digital Orang Tua Milenial pada Aktivitas Sharenting di Instagram Chasanah, Nuri Fitrianingrum; Alamiyah, Syifa Syarifah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.431

Abstract

Sharenting is the behavior of parents who share information about their children on social media. One of the causes of sharenting practices on Instagram is the lack of digital literacy in parents. The purpose of this study is to describe the digital literacy skills of millennial parents in their sharenting activities on Instagram social media. The method used in this research is qualitative with descriptive research with Steve Wheeler's digital literacy concept. Wheeler said that there are nine components in digital literacy, namely, social networking, transliteracy, maintaining privacy, managing digital identity, creating content, organising and sharing content, reusing/repurposing content, filtering and selecting content, and self broadcasting. The results of this study show that the digital literacy skills of millennial parents who do sharenting activities on social media Instagram have proficiency in digital literacy, especially in the aspects of the ability to use Instagram and utilize the features available for sharenting activities, aspects of the ability to manage children's privacy, aspects of digital identity management, aspects of the ability to create and manage children's content, while in the aspect of filtering and sorting children's content, parents still do not have sufficient awareness. Abstrak Sharenting merupakan perilaku orang tua yang membagikan informasi mengenai anak-anak di media sosial. Salah satu penyebab adanya praktik sharenting di Instagram adalah kurangnya literasi digital pada orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi digital orang tua milenial pada aktivitas sharenting yang mereka lakukan di media sosial Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan konsep literasi digital Steve Wheeler. Wheeler menuturkan bahwa terdapat sembilan komponen dalam literasi digital yakni, Kehadiran sosial, transliterasi, menjaga privasi, mengelola identitas digital, membuat konten, mengelola dan membagikan konten, memanfaatkan ulang konten, menyaring dan memilih konten, dan siaran mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital orang tua milenial yang melakkukan aktivitas sharenting di media sosial Instagram memiliki kecakapan dalam literasi digital, terutama pada aspek kemampuan penggunaan Instagram dan pemanfaatan fitur yang tersedia untuk aktivitas sharenting, aspek kemampuan pengelolaan privasi anak, aspek pengelolaan identitas digital, aspek kemampuan pembuatan dan pengelolaan konten anak, sementara pada aspek penyaringan dan pemilahan konten anak, orang tua masih belum memiliki awareness yang cukup.
Pengelolaan Manajemen Media Sosial Instagram dan Youtube Pemerintah Kota Semarang Kusumaningrum, Dwi Nugrahini Tri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.539

Abstract

Social media offers various conveniences in communication to build interactive relationships between citizens and government because it has the potential for four strengths, namely: collaboration, participation, empowerment and time. The use of social media by local governments in Indonesia is still not optimal, including in the Semarang area. The aim of this research is to see the success and provide an in-depth understanding of how Instagram @pemkotsemarang and the Semarang City Government YouTube account can be managed well so that they can become a representation of the Semarang City government. This research uses a qualitative research method using a case study approach and is carried out in a naturalistic manner. Data collection techniques using interviews, observation and literature study. The research results show that the management of social media in the Semarang city government, both Instagram @pemkotsemarang and the Semarang city government's YouTube platform as information media can be managed well and receive a good response from the public. This is proven by the high level of engagement or interaction with followers of their social media accounts and the educational and informative content that makes researchers want to explore their social media management strategies. Abstrak Media sosial menawarkan berbagai kemudahan berkomunikasi untuk membangun hubungan yang interaktif antara warga negara dan pemerintah karena memiliki empat kekuatan potensial yaitu: collaboration, participation, empowerment and time. Penggunaan media sosial oleh pemerintah daerah di Indonesia masih belum optimal, termasuk di wilayah Semarang. Penelitian ini bertujuan yaitu ingin melihat keberhasilan dan menyajikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana Instagram @pemkotsemarang dan akun youtube Semarang Pemkot dapat dengan baik dikelola dengan baik sehingga dapat menjadi representasi pemerintahan Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan dilakukan secara naturalistik. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan manajemen social media di pemerintahan kota Semarang baik instagram @pemkotsemarang maupun platform Youtube Semarang Pemkot menjadi media informasi dapat dikelola dengan baik dan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan tingkat engagement atau interaksi dengan pengikut akun media sosial mereka yang tinggi dan konten-konten edukatif nan informatif membuat peneliti ingin menggali bagaimana strategi pengelolaan media sosial mereka.
Impelementasi Media Relations dalam Citra Positif Polres Batu Pada Pengamanan Wilayah Hukum Kota Wisata Batu Jeharut, Delagracia Monika; Rinata, Asfira Rachmad; Widodo, Herru Prasetya
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2124

Abstract

This research aims to analyze the media relations built by the Public Relations (PR) department of the Batu Police Resort (Polres Batu) with the mass media, particularly journalists. Media relations is a key function of public relations, aimed at maintaining good communication between an organization and the media. This relationship is not only focused on institutional image-building but must also consider the public interest. As a law enforcement institution, Polres Batu requires a strong relationship with the media to ensure that the information delivered to the public is accurate, appropriate, and well-received. Therefore, fostering good relations with journalists can positively impact the Batu Police Resort in rebuilding public trust in the police. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method, collecting data through interviews with the Public Relations department of Polres Batu and local media journalists. The results show that Polres Batu has established good relations with the media by implementing various forms and strategies needed to build relationships with the media, though there are challenges in maintaining the continuity of information and transparency. Trust and openness are essential elements in enhancing the effectiveness of media relations between the Public Relations department of Polres Batu and the mass media. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan media (media relations) yang dibangun oleh Humas Kepolisian Resor (Polres) Batu dengan media massa, khususnya wartawan. Media relations merupakan salah satu fungsi penting dalam kehumasan yang bertujuan untuk menjaga komunikasi yang baik antara organisasi dan media. Hubungan ini tidak hanya berorientasi pada pencitraan lembaga, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan publik. Polres Batu sebagai institusi penegak hukum membutuhkan hubungan yang baik dengan media untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tepat, akurat, dan dapat diterima dengan baik. Maka dari itu membangun hubungan yang baik dengan wartawan dapat memberikan dampak yang baik bagi kepolisian resor Kota Batu dalam hal membangun Kembali kepercayaan publik terhadap kepolisian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak Humas Polres Batu dan wartawan media lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polres Batu telah membangun hubungan yang baik dengan media dengan menerapakn bentuk dan strategi apa saja yang harus dilakukan dalam membangun hubungan dengan media, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam menjaga kesinambungan informasi dan transparansi. Faktor kepercayaan dan keterbukaan menjadi elemen penting dalam meningkatkan efektivitas media relations antara Humas Polres Batu dan media massa.
Digital Religion Practices in The Generation Native and Immigrant Fajrie, Mahfudlah; Muslimin, Khoirul; Arianto, Dwi Agung Nugroho
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2222

Abstract

This research aims to analyze digital religion practices carried out by digital natives and digital immigrants. The research method used was qualitative with a phenomenological approach, data collection using observation, interviews and virtual documentation via social media accounts and digital platforms. The practice of digital religion is online religious activity. However, in reality digital natives and digital immigrants actually choose to take part in learning or religious studies directly face to face with ustadz or kyai, rather than through online media. The practice of digital religion is only considered as a complement and helps fulfill the need for religious knowledge. In a religious context, social media or digital platforms have not been able to replace the direct religious learning process between ustadz or teachers and their students. This research contributes to media and communication studies, specifically Islamic communication to understand the perceptions of teenagers and parents in responding to digital religion practices which are widespread in various circles of society and other religions. The research is a study of media and religion with a phenomenological perspective with virtual ethnographic supporting data to understand people's religious practices both directly and through digital platforms. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik keagamaan digital yang dilakukan oleh digital natives dan digital imigran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi virtual melalui akun media sosial dan platform digital. Praktik agama digital adalah kegiatan keagamaan secara online. Namun pada kenyataannya, para digital native dan digital imigran justru memilih mengikuti pembelajaran atau kajian agama secara langsung dengan bertatap muka dengan ustadz atau kyai, dibandingkan melalui media online. Pengamalan agama digital hanya dianggap sebagai pelengkap dan membantu pemenuhan kebutuhan akan ilmu agama. Dalam konteks keagamaan, media sosial atau platform digital belum mampu menggantikan proses pembelajaran agama secara langsung antara ustadz atau guru dengan santrinya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian media dan komunikasi khususnya komunikasi Islam untuk memahami persepsi remaja dan orang tua dalam menyikapi praktik keagamaan digital yang marak di berbagai kalangan masyarakat dan agama lain. Penelitian tersebut merupakan kajian media dan agama berperspektif fenomenologis dengan data pendukung etnografi virtual untuk memahami praktik keagamaan masyarakat baik secara langsung maupun melalui platform digital.
Pengaruh Pesan Kampanye #FORESPONSIBLE Terhadap Brand Image Fore Coffee Pada Followers Instagram @FORE.COFFEE Putra, Aditya Eka; Sembiring, Yosua; Fianto, Latif
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2239

Abstract

According to Good Stats 2023 data, Fore Coffee ranked third among the most popular local coffee shops in 2023 with 7.5%. In contrast, its competitors, Kopi Kenangan and Janji Jiwa, ranked first and second with 39.7% and 39.5%, respectively. This significant gap in popularity indicates that Fore Coffee still lacks public attention. Despite this low level of attention, Fore Coffee launched the #FOREsponsible campaign, which promotes environmental sustainability. This research aims to examine the influence of the #FOREsponsible campaign on Fore Coffee's brand image as an environmentally conscious company and the extent of this influence. This research employs a quantitative explanatory causal method by distributing questionnaires to 100 respondents. The data was analyzed using the coefficient of determination test, Pearson Product Moment correlation test, and simple linear regression analysis. The analysis revealed a moderately strong positive influence (31.4%) of the #FOREsponsible campaign message on Fore Coffee's brand image as an environmentally conscious company. Abstrak Berdasarkan data dari Good Stats 2023, Fore Coffee menempati urutan ketiga kedai kopi lokal terpopuler 2023 dengan 7.5%. Sedangkan kompetitornya, Kopi Kenangan berada diurutan teratas dengan 39.7% dan Janji Jiwa diurutan kedua dengan 39.5%. Dapat dilihat terdapat perbandingan angka yang jauh antara Fore Coffee dengan kedua brand lokal tersebut, oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa atensi publik terhadap Fore Coffee masih sangat kurang karena memiliki popularitas yang rendah. Ditengah kurangnya atensi masyarakat Indonesia yang dapat dibuktikan dari tingkat popularitas yang rendah, Fore Coffee membentuk kampanye #FOREsponsible yang memliki pesan pelestarian lingkungan. Akan tetapi apakah pesan kampanye tersebut bisa membawa pengaruh terhadap brand image Fore Coffee ditengah atensi publik yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh antara pesan kampanye #FOREsponsible terhadap brand image Fore Coffee yang peduli terhadap lingkungan dan seberapa pesar pengaruhnya. Penelitian ini disusun menggunakan metode kuantitatif eksplanatif kausalitas dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Data yang dianalisis dengan menggunakan uji koefisien determinasi, uji korelasi Pearson Product Moment, dan uji regresi linier sederhana. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang cukup kuat sebesar 31,4% antara pesan kampanye #FOREsponsible terhadap brand image Fore Coffee yang peduli terhadap lingkungan.
Pengaruh Storytelling Marketing dalam Video Tiktok Pencarian Matcha ke Jepang Terhadap Minat Pembelian Followers Tiktok @bittersweetbynajla Fauziyyah, Dina Zulfa; Putri, Yuliani Rachma
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.294

Abstract

The pioneer of the number one dessert box in Indonesia Bittersweet By Najla has a marketing focus by utilizing social media, especially Tiktok. The content contained in TikTok @bittersweetbynajla has a marketing strategy using storytelling techniques. Storytelling is an effective technique for distracting various aspects such as action, communication, value transmission, and knowledge. The storytelling marketing strategy used often creates interaction with followers that has the potential to increase purchase intention in @bittersweetbynajla products. Purchase intention can be interpreted as a feeling of being attracted to a product and having the potential to buy. In this research, AIDA theory becomes an indicator of purchase intention variable. This research was conducted to find out the relationship and the magnitude of the influence of storytelling marketing on the purchase intention of @bittersweetbynajla TikTok followers using a quantitative method and involving 100 respondents to @bittersweetbynajla TikTok followers. The results of the study stated that storytelling marketing had a very strong influence on the purchase intention of 99.1% where 0.9% was influenced by other factors based on the calculation of the coefficient of determination. Based on the correlation coefficient test, the significance is 0.000 < 0.05 so there is a positive and very strong relationship between storytelling marketing and purchase intention. Abstrak Pelopor dessert box nomor satu di Indonesia Bittersweet By Najla memiliki fokus pemasaran dengan memanfaatkan media sosial khususnya Tiktok. Konten yang terdapat dalam Tiktok @bittersweetbynajla memiliki strategi pemasaran menggunakan teknik storytelling. Storytelling merupakan teknik yang efektif untuk mendistraksi berbagai aspek seperti aksi, komunikasi, transimisi nilai, dan pengetahuan. Strategi storytelling marketing yang digunakan seringkali menimbulkan interaksi dengan followers-nya. Interaksi tersebut berpotensi untuk meningkatkan minat pembelian terhadap produk @bittersweetbynajla. Minat pembelian dapat diartikan sebagai perasaan tertarik terhadap suatu produk serta berpotensi untuk membeli produk tersebut. Dalam penelitian ini teori AIDA dijadikan indikator variabel minat pembelian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh serta besaran pengaruh storytelling marketing terhadap minat pembelian pada followers TikTok @bittersweetbynajla dengan menggunakan metode kuantitatif dan melibatkan 100 responden followers TikTok @bittersweetbynajla. Hasil penelitian menyatakan bahwa storytelling marketing memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap minat pembelian sebesar 99,1% dimana 0,9% dipengaruhi oleh faktor lain berdasarkan perhitungan koefisien determinasi. Sedangkan berdasarkan uji koefisien korelasi, hasil signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga terdapat hubungan positif dan sangat kuat antara storytelling marketing dan minat pembelian.
Rekonsiliasi Komunikasi Antar Budaya pada Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender di Era Postmodern Rachmad, Teguh Hidayatul; Sasongko, Yohanes Probo Dwi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.364

Abstract

When viewed openly, LGBT people are a separate behavior regarding sexual forms which consist of and focus on lesbian (sexual relations between women), gay (male-to-male sexual relations), bisexual (can have good sexual relations with male or female), and transgender (people who change gender because they feel they have found their identity). The existence of adherents of LGBT people in solving their problems can be seen and used by studying the theory of cultural convergence theory developed by Barnett & Kincaid. The theory of basic transformation theory can present a communication process that occurs by involving two or more individuals or groups sharing information that aims to create mutual understanding between them about something that exists in their lives. In the theory of cultural convergence, efforts to present a complete and comprehensive understanding between the LGBT community and those who are against LGBT people can present positive communication interactions with each other, argue, mutual understanding will be approached but never perfectly achieved. That is, some problems occur when two or more people exchange information, maybe some convergent people will be more able to present a comprehensive understanding between them in the community. Abstrak Para kaum LGBT bila dilihat secara terbuka merupakan sebuah perilaku tersendiri mengenai bentuk seksual yang terdiri dan terfokus untuk lesbian (hubungan seksual yang dilakukan antar perempuan), gay (hubungan seksual laki-laki dengan laki-laki), biseksual (bisa melakukan hubungan seksual baik dengan laki-laki maupun perempuan), dan transgender (orang yang melakukan perpindahan jenis kelamin karena merasa telah menemukan jati dirinya). Keberadaan para penganut kaum LGBT dalam memecahkan permasalahannya dapat melihat dan memakai kajian teori Teori konvergensi budaya dikembangkan oleh Barnett & Kincaid. Teori konvergensi budaya dapat menghadirkan adanya sebuah proses komunikasi yang terjadi dengan melibatkan dua atau lebih individu atau kelompok berbagai informasi yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian di antara mereka tentang sesuatu yang ada dalam kehidupan mereka. Di dalam teori konvergensi budaya tersebut, upaya untuk menghadirkan adanya pemahaman yang utuh dan menyeluruh antara masyarakat LGBT dan mereka yang kontra dengan para LGBT dapat saling menghadirkan interaksi komunikasi secara positip, berpendapat, saling pengertian akan dapat didekati namun tidak pernah sempurna dicapai. Artinya, beberapa ganjalan terjadi sewaktu dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi mungkin beberapa orang yang konvergen akan lebih saling dapat menghadirkan pengertian yang menyeluruh di antara mereka dalam komunitas masyarakat.
Dampak Social Media Marketing Instagrm Terhadap Brand Awareness: Studi Kasus Brand Pass The Trend Winanda, Khofifah; -Shabrina, Almira
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.368

Abstract

The presence of social media platforms today brings many benefits to people's lives, especially in the business world. Instagram is one of the social media platforms that occupies the highest position as the most used platform in Indonesia. With the various features offered by Instagram, it can help businesses do social media marketing. Marketing activity is one stimulus that can trigger awareness of a brand. This study aims to determine the influence and magnitude of Social Media Marketing via Instagram on Brand Awareness Pass The Trend. The method used in this research is quantitative with descriptive research type. The research was conducted on Instagram users who follow Instagram @pass.the.trend. Sampling using probability sampling method simple random sampling, with a total sample of 400 people. The results of the hypothesis test show that Social Media Marketing has a significant positive effect on Brand Awareness where the value of ????count 16.326 > ????????????????le 1.966 which means ????0 is rejected and ????1 is accepted. Based on the calculation of the coefficient of determination, Social Media Marketing via Instagram has an influence of 40.1% on Brand Awareness Pass The Trend. Suggestions for future researchers to conduct research on the same object using different variables and different analysis techniques. Abstrak Kehadiran platform media sosial saat ini membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam dunia bisnis. Instagram merupakan salah satu platform media sosial yang menempati posisi tertinggi sebagai platform terbanyak yang digunakan di Indonesia. Dengan berbagai fitur yang ditawarkan Instagram, dapat membantu pelaku bisnis dalam melakukan social media marketing. Kegiatan pemasaran merupakan salah satu stimulus yang dapat merangsang munculnya kesadaran terhadap sebuah merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besaran pengaruh Social Media Marketing melalui Instagram terhadap Brand Awareness Pass The Trend. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan kepada pengguna Instagram yang mengikuti Instagram @pass.the.trend. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling jenis simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 400 orang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Social Media Marketing memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Brand Awareness dimana nilai ????h???????????????????? 16,326 > ???????????????????????? 1,966 yang berarti ????0 ditolak dan ????1 diterima. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, Social Media Marketing melalui Instagram memberikan pengaruh sebesar 40,1% terhadap Brand Awareness Pass The Trend. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu melakukan penelitian mengenai objek yang sama dengan menggunakan variabel yang berbeda serta teknik analisis yang berbeda.
Gita Savitri dan Childfree Movement pada Media Sosial: Studi Netnografi pada Akun Instagram @Gitasav Pramesti, Sonia Indah; Dharma, Ferry Adhi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.474

Abstract

The phenomenon of the childfree campaign carried out by Gita Savitri via Instagram is very interesting to research because it dares to face negative labeling from netizens or Indonesian society. The aim of this research is to explore the childfree campaign strategy on Instagram @gitasav. In her campaign content, Gita Savitri often raises the issue of gender equality, so it is important for this research to use feminist theory to be able to analyze Gita Savitri's childfree campaign. The research method used is netnography on the social media Instagram @gitasav by observing the content, tags and comments uploaded by Gita Savitri as well as the reactions of her followers. The childfree movement strategy carried out by Gita Savitri is to tell the reality of the difficulties of being a mother. With this content, many netizens support Gita Savitri's statement and also feel that they have experienced the same thing, so this has become a form of campaign that is of interest to childfree adherents. In this research it was also found that Gita Savitri raised the issue of gender equality to justify that women have the right not to have children and also not be troubled by the problems of caring for children. Abstrak Fenomena kampanye childfree yang dilakukan oleh Gita Savitri melalui Instagram sangat menarik untuk diteliti karena berani berhadapan dengan pelabelan negatif dari netizen atau masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi strategi kampanye childfree pada Instagram @gitasav. Dalam konten kampanyenya, Gita Savitri sering mengangkat isu kesetaraan gender sehingga penting bagi penelitian ini menggunakan teori feminisme untuk dapat menganalisis kampanye childfree ala Gita Savitri. Metode penelitian yang digunakan adalah netnografi pada media sosial Instagram @gitasav dengan cara mengobservasi konten-konten, tag dan komentar yang diunggah oleh Gita Savitri maupun reaksi dari pengikutnya. Strategi childfree movement yang dilakukan oleh Gita Savitri adalah menceritakan realita susahnya menjadi seorang ibu. Dengan konten tersebut banyak netizen yang mendukung statement Gita Savitri dan juga merasa mengalami hal yang sama sehingga hal ini menjadi bentuk kampanye yang diminati oleh penganut childfree. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa Gita Savitri mengangkat isu kesetaraan gender untuk membenarkan bahwa perempuan memiliki hak untuk tidak memiliki anak dan juga tidak disusahkan dengan persoalan-persoalan merawat anak.

Page 1 of 2 | Total Record : 15