cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 547 Documents
PENGARUH PEMBERIAN SARI KURMA (Phoenix dactylifera) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL Elmarossa Dinda Sephia
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnant women is a problem that often occurs in Indonesia. Anemia can occur at any age. In Indonesia, the prevalence of anemia is still high, the incidence of anemia is 40.5% in children under five, 47.2% at school age, 57.1% in adolescent girls and 50.9% in pregnant women. Anemia is a condition with a blood hemoglobin (hb) level that is lower than normal as a result of the inability of the tissues forming red blood cells to produce to maintain hemoglobin levels at normal levels. Dates are high in carbohydrates so they can provide sufficient energy. Some of the sugar content consists of glucose, fructose and sucrose. According to data from the Hajj health ministry, it was explained that the iron level in dates is also quite high, namely 0.90mg / 100g dates (11% RDA), where iron is a component in the blood to carry oxygen in the blood, to maintain iron balance. in the body, thereby reducing the risk of bleeding in pregnant women. Giving date palm juice has an effect on hemoglobin levels in anemic rats. These results indicate that date juice which is rich in iron can increase hemoglobin levels.
Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kadar Cluster of Differentiation 4 (CD4) pada Pasien HIV/AIDS Renata Aurelina
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh yang sel targetnya adalah CD4. Infeksi HIV dapat berlanjut menjadi AIDS yang ditandai dengan munculnya berbagai penyakit yang dapat diatasi sistem imun orang sehat tanpa HIV/AIDS. Kadar CD4 adalah parameter terbaik untuk mengukur imunodefisiensi dan dapat menjadi petunjuk dini progresivitas penyakit. Jumlah CD4 dapat berfluktuasi secara berbeda pada setiap pasien. Beberapa penelitian telah menilai faktor-faktor yang memberikan efek terhadap kadar CD4, baik itu efek negatif maupun positif.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA KEDOKTERAN Renatd Apriana
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi adalah sumber pendorong untuk mencapai kesuksesan. Berbanding lurus dengan makna pembelajaran, agar pembelajaranberlangsung motivasi itu penting. penting untuk pembelajaran yang mendalam, kinerja akademis yang baik dan untuk menjadi pembelajaryang mandiri. Dalam hal pendidikan kedokteran, motivasi adalah atribututama yang berkontribusi terhadap siswa menjadi dokter yang lebihbaik. Paradigma motivasi saat ini dalam pendidikan kedokteranmenunjukkan bahwa komponen lingkungan belajar seperti gayakomunikasi, kurikulum, dan metode penilaian tidak hanyamempengaruhi seberapa besar usaha yang dikedepankan siswa, tetapijuga sifat jangka panjang dari bagaimana mereka termotivasi dalamkarir mereka. Jika terus membuat kurikulum sekolah kedokteran dan alat penilaian tanpa meningkatkan pemahaman tentang sifat motivasi, maka berpotensi menyebabkan kerugian yang signifikan bagi siswa. Karena motivasi intrinsik untuk belajar pada mahasiswa kedokteranmembantu mahasiswa untuk menghargai profesinya dan meningkatkankepuasan karirnya,. Adakah kemungkinan motivasi belajar kedokteranbisa berubah? Argumen tersebut penting karena jika motivasi dapatberubah selama periode waktu tertentu, motivasi intrinsik dapat dipupukuntuk mendorong pembelajaran yang mendalam, kinerja akademis yang lebih baik, dan kesejahteraan yang positif.
Penggunaan Nicotinamide Sebagai Terapi Akne Vulgaris Natasya Mesensy
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilihan terapi yang aman dan efektif untuk akne vulgaris diperlukan untuk mengatasi efek samping dan peningkatan resistensi terhadap terapi antibiotik sekarang ini. Nicotinamide adalah vitamin dengan efek anti-inflamasi yang mempunyai potensial menjadi alternatif pilihan terapi baru. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan nicotinamide sebagai terapi akne vulgaris, dengan menggunakan metode yaitu studi literatur dari jurnal baik nasional maupun internasional dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Nicotinamide sebagai terapi tunggal maupun terapi kombinasi efektif sebagai terapi akne vulgaris, tetapi studi tambahan diperlukan sebelum nikotinamida dapat dianggap sebagai alternatif atau tambahan untuk rejimen terapi akne vulgaris saat ini. Masih perlu dilakukan penelitian tambahan lebih lanjut dengan periode waktu yang lebih lama dan sumber yang lebih lagi untuk membandingkan nicotinamide dengan terapi akne lini pertama lainnya dan mengevaluasi efektifitas serta berbagai efek samping dari nicotinamide.
Efektifitas Pegagan (Centella asiatica) Sebagai Antioksidan Cindy Ayu Mareta
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa antioksidan sangat penting bagi tubuh, ketidakseimbangan kadar radikal bebas dan antioksidan didalam tubuh akan menyebabkan stress oksidatif yang akan menyebabkan penyakit karena radikal bebas akan merusak molekul disekitarnya (lipid, protein, dan asam nukleat) sehingga menyebabkan rusaknya jaringan dan sel. Pada zaman sekarang ini banyak penelitian yang menaruh minat pada penggunaan antioksidan alami pada makanan, minuman, kosmetik dan terapi yang bersumber dari tanaman, Pegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai sumber antioksidan karena mengandung senyawa-senyawa aktif seperti terpenoid, flavonoid, polyphenol, tanin, caroten dan vitamin C yang memiliki aktifitas antioksidan.
EFEKTIVITAS CHAMOMILE (Matricaria chamomilla) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA Ivytha Sugiarto
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur adalah proses fisiologis yang diatur dalam sistem saraf pusat dalam sebuah siklus bangun-tidur dan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia. Kualitas tidur dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia manusia karena berbagai faktor, diantaranya faktor fisiologis, faktor psikologis, dan faktor obat-obatan. Karena itu sangat rentan bagi lansia untuk mengalami penurunan kualitas tidur. Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar lansia mengalami penurunan kualitas tidur. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Namun belakangan ini kembali dikembangkan metode tradisional dengan bahan-bahan herbal. Salah satu bahan yang sudah digunakan sejak dahulu adalah bunga chamomile. Bunga chamomile diketahui mengandung senyawa apigenin yang memiliki fungsi seperti benzodiazepine. Senyawa apigenin pada chamomile akan mengikat reseptor GABA A yang kemudian merangsang timbulnya rasa kantuk dan merelaksasi otot.
Jurnal Hubungan Faktor Maternal Terhadap Kejadian Preeklampsia Pada Kehamilan Dian Pratiwi
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is an indicator of health and mortality of pregnant women where high MMR can indicate low economic conditions and health services in antenatal and obstetrics. AKI can be caused due to causes that occur directly or indirectly, the direct cause is usually due to birth or childbirth, while the indirect cause is due to a disease experienced during pregnancy or a history of disease. One of the indirect causes is preeclampsia which occurs during pregnancy and there are maternal factors that influence the occurrence of these complications. The content in this study uses the rivew literature method from 18 international journals and Indonesian journals through the media PubMed, NCBI, and Google Scolar. Several journals mention maternal factors that influence the occurrence of complications of preeclampsia, namely age, BMI, primigravida, and nutrition in the form of vitamins. In several journals it was found that age that affected was <20 and> 35 years old, and several journals also stated that the Body Mass Index (BMI) ≥ 25 kg / m2, primigravida factors can have an effect because pre-delivery stressors will increase blood pressure and if a deficiency of vitamin B12 and folic acid can be associated with a high level of hemosity in the body which can lead to preeclampsia. In conclusion, it can be seen that there are several maternal factors that most influence preeclampsia, namely age and BMI.
The Role and Effectivity of Face Mask in Preventing Transmission of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Cindy Gustavia Dwirusman
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a respiratory disease with an etiology of coronavirus (SARS-CoV-2). Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) was found in pneumonic patient in Wuhan City, Hubei Province, China in December 2019. 2019-nCoV infection causes various clinical manifestations such as fever, dry cough, dyspnoe, chest pain, fatigue and myalgia. Health and safety protocols plays a vital role in preventing COVID-19 transmission. Face mask is an example of preventive measure for coronavirus disease 2019. there are various types of mask made of different materials with different functions such as N95 mask, surgical or medical mask, and mask made of cloth. Every type of mask has its own effectivity as well as filtration capabilities. The effectivity of a mask is affected by several factors such as type of material, pandemic usage, healthcare workers and public usage, and other safety measures including hand washing, social distancing and the use of other Personal Protective Equipments (PPE). Acknowledging filtration effectivity of each mask is expected to increase the accurate of of mask to reduce the risk of COVID-19 transmission.
Pemanfaatan Polifenol Teh Hijau (Camellia Sinensis) Sebagai Agen Kemopreventif Kanker Kulit Akibat Paparan Kronis Sinar Uvb Salsabila Nadhifa Akib
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As living things, of course, they need sunlight to live. However, chronic exposure to UV rays without protection can initiate the development of skin cancer. Skin cancer is the most common type of cancer. Skin cancer is divided into two categories of melanoma and non-melanoma skin cancer. This study aims to describe the mechanism of action of green tea polyphenols as chemopreventive agents. The research method used in writing is literature review using 16 articles which can be accessed free of charge at NCBI, ResearchGate, Semantic School from 1997 - 2019. Then, the articles used were analyzed using the systematic literature review method, namely by identifying, reviewing, evaluating, and interpreting all available research on the topic of the researcher's focus. The results showed that the oral and topical administration of green tea polyphenols can be used as a chemopreventive agent in melanoma and non-melanoma skin cancer. The mechanism of green tea polyphenols as chemopreventive agents is explained by their ability to increase the expression of specific nucleotide excision repair (NER) genes (XPA, XPC, RPA1). The NER mechanism will repair nuclear DNA damage in the epidermis and dermis related to the formation of cyclobutane pyrimidine dimers (CPD), inhibit immunosuppression, and inhibit the inflammatory response associated with increased inflammatory markers (COX2, PGE2), markers of epidermal cell proliferation (PCNA, cyclin D1). , and pro-inflammatory cytokine markers (TNF-α, IL-1β, and IL-6).
hubungan self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru Hafizil Arzit Hafiz
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 02 Januari (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kepatuhan merupakan ketaatan atau pasrah pada tujuan yang telah ditentukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan ialah self efficacy. Self efficacy adalah persepsi diri atau keyakinan diri mengenai kemampuan melakukan tindakan yang dihaarapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru. Penelitian ini menggunakan study kuantitatif dengan desain cros sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 45 orang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat meliputi umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, self efficacy dan kepatuhan minum obat, dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Kolmogorof Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 22,2% orang berusia remaja akhir dan lansia akhir, 62,2% orang berjenis kelamin laki-laki, 40,0% orang dengan status tidak bekerja, 48,9% orang dengan pendidikan SM, Sebanyak 51,1% orang dengan self efficacy tinggi dan 75,6% orang dengan kepatuhan minum obat yang sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru Pvalue 0,042 (<0,05). Bagi puskesmas diharapkan agar dapat melakukan promosi kesehatan terkait TB paru dalam melakukan pengobatan. Kata Kunci : Kepatuhan, Self Efficacy, Tuberkulosis Abstract Obedience is adherence or surrender on the purpose which has been determined. One of factors which affect obedience is self efficacy. Self efficacy is self perception or self belief about the ability of doing expected thing. This research aims to know the correlation between self efficacy and medication adherence on lung TB patients. This research used quantitative study with cross sectional design. The number of samples in this research were 45 people taken by using consecutive sampling technique. Data collection instruments was questionnaire. Data were analyzed by using univariate covering the age, gender, job, education, self efficacy, and medication adherence, and bivariate by using statistics test Kolmogorof Smirnov. The research results show that 22,2% teenage patients and elderly, 62,2% male, 40,0% unemployed, and 48,9% with high school education, 51,1% of them with high self efficacy and 75,6% of them with medium medication adherence. There is significant correlation between self-efficacy and medication adherence on lung TB patients with P value 0,042 (<0,05). Community health center is expected to promote the health about lung TB in handling the medication. References : 46 (2009 – 2018) Keywords : Obedience, Self Efficacy, Tuberculosis

Page 6 of 55 | Total Record : 547