cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
MANFAAT SENYAWA KURKUMIN DALAM KUNYIT PADA PASIEN DIARE Rahmat Febriawan
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare adalah gangguan pada sistem pencernaan dimana terjadi peningkatan frekuensi buang air besar menjadi lebih dari atau sama dengan 3 kali sehari dan perubahan konsistensi tinja menjadi cair. Di Indonesia penyakit ini masih menjadi permasalahan berkaca pada prevalensi morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Dalam perkembangannya, banyak obat yang sudah di produksi dan dipergunakan luas untuk mengatasi diare, baik obat berbahan dasar kimia maupun berbahan dasar tanaman. Sebagai negara tropis Indonesia menjadi tempat yang cocok sebagai tempat tumbuhnya berbagai tanaman obat yang salah satunya adalah kunyit. Kunyit yang di dalam nya menyimpan senyawa kurkumin di sinyalir memiliki manfaat bagi kesehatan. Penelitian dengan metode studi literatur ini berujuan untuk melihat apakah senyawa kurkumin yang berasal dari kunyit memiliki manfaat kesehatan bagi penderita diare. Hasil dari sttudi literatur menunjukan bahwa kurkumin memiliki khasiat bagi penderita diare karena memiliki efek antibakteri yang dibuktikan dengan uji hambat bakteri.
Hubungan Pantangan Makanan terhadap Risiko Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil Desta Stallaza Alifka
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: A person's nutrition needs to be designed from an early age, especially in the first 1000 days of life (HPK). Nutrition during pregnancy is one of the important factors affecting the development of the embryo and fetus as well as the health status of pregnant women. Chronic Energy Deficiency (CED) is one of the four main problems with the nutritional status of pregnant women in Indonesia. Content: Chronic energy deficiency (CED) is defined a condition where there is an imbalance between nutrients intake mainly energy and nutritional needs which lasts for years (chronic). Diagnose of CED is based on LILA <23.5 cm. The prevalence rate of CED risk in pregnant women has the largest percentage in the 15-19 years age group is around 33.5% and based the population of pregnant women who live in rural areas is 19.3%. The incidence of CED in pregnant women is influenced by direct factors and indirect factors. These factors are influenced by several circumstances, one of which is cultural perception. One of the problems that occur due to cultural / belief perceptions is the dietary consumption patterns of pregnant women such as the prohibition of certain types of food. Conclusion: Several research results indicate that there is a significant relationship between food taboo and the incidence of CED for pregnant women, especially if the type of food contains high nutrients which can affect the nutritional status of pregnant women.
PENGARUH PEMBERIAN OBAT DOMPERIDONE TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) Fasya Az Zahra
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) memiliki peran yang cukup luas pada bayi khusus nya pada 6 bulan pertama pasca kelahiran. ASI selain dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, juga berperan dalam meningkatkan kemampuan baik sensorik maupun kognitif dari bayi, selain itu ASI dapat memberikan pertahanan terhadap infeksi. Namun, di Indonesia sendiri angka pemberian ASI Ekslusif masih jauh dalam mencapai target nasional. Salah satu faktor yang menyebabkan ibu memberhentikan atau tidak memberikan ASI adalah tidak tercukupi nya jumlah produksi ASI. Seiring perkembangan, banyak alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Baik secara alami ataupun menggunakan obat. Dengan mekanisme menghambat D2-receptor pada hipofisis anterior, selain digunakan pada penyakit gastroparesis, domperidone juga memiliki sifat prolactinemia. Menurut penelitian, domperidone efektif dalam peningkatan volume ASI dan memiliki efek samping yang sedikit.
HUBUNGAN PEMAKAIAN LENSA KONTAK LUNAK (SOFT CONTACT LENS) DENGAN DRY EYE SYNDROME Alda Putri Rahmadilla
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pemakaian lensa kontak semakin banyak di Indonesia dan banyak pemakai lensa kontak yang mengalami keluhan dari dry eye syndrome atau sindrom mata kering sehingga dapat menjadi suatu masalah yang perlu diperhatikan pada pengguna lensa kontak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan ringkasan informasi terkini mengenai hubungan pemakaian lensa kontak lunak (soft contact lens) dengan dry eye syndrome. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dari berbagai jurnal/artikel nasioanal maupun internasional. Hasil penelitian juga menggunakan studi literatur dari beberapa jurnal/artikel dimana beberapa penelitian telah membuktikan bahwa pemakaian lensa kontak lunak (soft contact lens) dapat meningkatkan kejadian sindrom mata kering atau dry eye syndrome
N-ACETYLCYSTEINE SEBAGAI TERAPI TOKSISITAS ACETAMINOPHEN Reghina Pratiwi Hidayat
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acetaminophen is an effective oral analgesic, with few side effects when used at the recommended dosage. However, acetaminophen poisoning is common and potentially fatal. Acetaminophen is the most widely used analgesic but also the leading cause of acute liver failure. Liver toxicity can occur even at therapeutic doses especially in alcoholic patients, in subjects with chronic liver disease, NAFLD, cardiopulmonary disease, malnutrition, or when acetaminophen is used concurrently with other drugs that stimulate the CYP pathway. Acetaminophen (APAP) is a drug that is widely used in the community with few side effects. Therefore, some patients affected by APAP hepatotoxicity have an excessive intake of APAP doses. This breakdown is mainly produced by one of the APAP metabolites: N-acetyl-para-benzo-quinone imine (NAPQI), which is highly toxic. The dose of drug taken and the length of time taken from APAP to N-acetylcysteine ​​(NAC) therapy are the most important determinants of the development and severity of APAP hepatotoxicity. NAC is an antidote to APAP poisoning, and can be given orally or intravenously. Finally, a multidisciplinary approach with support from the Psychiatry, Intensive Care Unit and the Department of Gastroenterology and Digestion will be needed, especially in the case of autolysis trials and severe liver failure.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BLACK GARLIC (Allium sativum) SEBAGAI PENGHAMBAT ATEROSKLEROSIS YANG DIINDUKSI MINYAK JELANTAH Inna Rahmayanti Perwisa
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The need for cooking oil is not supported by an affordable price. People choose to use waste cooking oil repeatedly to save costs. Repeated heating will cause the formation of free radicals which can facilitate the formation of atheroclerotic lesions. Black Garlic as a high antioxidant substance can inhibit and prevent oxidative reactions. Allicin or (+) S-(2-propenyl)-L-cysteine sulfoxide is a precursor to the substance allicin (alil 2-propenethiosulphinate atau dialil thiosulfinate). These compounds can be used in neutraceutical as well as medical applications such as antioxidant, antimicrobial and hypolipidemic activity. Black garlic which contains several bioactive compounds such as S-allyciysteine, vitamins, phenolic acids, and favonoid compounds as used cooking oilantioxidants can be an excellent natural candidate in preventing and repairing atherosclerotic lesions and also has the benefit of lowering triglyceride levels, total cholesterol, and LDL-cholesterol and increase HDL-cholesterol levels.
PENGARUH EFEK EKSTRAK SAMBILOTO TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Rhara Aulia Mardiansyah
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambiloto (A. paniculata) merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit Diabetes Mellitus (DM). Sambiloto memiliki aktivitas antidiabetes karena mengandung andrografolid yang dapat meningkatkan penggunaan glukosa dalam otot tikus yang diinduksi menderita diabetes melalui proses stimulasi transporter GLUT-4. Andrografolid menyebabkan meningkatnya jumlah ekspresi mRNA dan kadar protein GLUT-4 yang menembus sel. Ekstrak sambiloto juga dapat merangsang pelepasan insulin dan menghambat absorbsi glukosa melalui penghambatan enzim alfaglukosidase dan alfa-amilase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi ekstrak herba sambiloto terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini merupakan true experimental dengan post-test control only. Hewan uji yang digunakan dibagi 4 kelompok, kelompok 1: pemberian streptozotocin 40 mg/kgBB selama 5 hari dan tidak diberi obat antidiabetes (kontrol positif), kelompok 2: kelompok diberikan diet standar (kontrol negatif), kelompok 3: pemberian streptozotocin 40 mg/kgBB selama 5 hari dan diberikan metformin 45 mg/kgBB, kelompok 4: pemberian streptozotocin 40 mg/kgBB selama 5 hari dan diberi ekstrak herbal sambiloto. Hewan uji DM dibuat dengan pemberian streptozotocin 40 mg/kgBB selama 5 hari. Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan glukometer pada hari ke 1,5,7, dan 21. Hasil uji aktivitas antidiabetes pada kelompok 4 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antidiabetes terhadap penggunaan ekstrak sambiloto. Dari hasil di atas disimpulkan bahwa ekstrak sambiloto dapat mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah pada mencit. Keywords: Andrographis paniculata; Diabetes mellitus; Ekstrak Sambiloto; Andrografolid
DEFISIENSI VITAMIN B12 DAN GANGGUAN NEUROLOGIS Dea Muthia Salsabila
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The human body stores vitamin B12 for several years. Deficiency of this vitamin is very rare. The elderly are most at risk. However, vitamin B12 deficiency can occur due to not being able to use vitamin B12. The inability to absorb vitamin B12 from the intestinal tract can be caused by a disease known as pernicious anemia. In addition, strict vegetarians or vegans who do not consume the right amount of B12 are also prone to deficiency states. Vitamin B12 is a water-soluble vitamin that is naturally present in some foods, is added to other foods, and is also available as a dietary supplement. Vitamin B12 comes in several forms and contains the mineral cobalt, so compounds with vitamin B12 activity are collectively called "cobalamins". Methylcobalamin and 5 deoxyadenosylcobalamin are forms of vitamin B12 that are active in human metabolism. Some studies reveal that vitamin deficiency occurs mainly due to insufficient food intake resulting in a cluster of neurological symptoms in adults as well as infants. These neurological disorders including apathy, anorexia, irritability, growth retardation, and developmental regression may also involve delayed myelination or demyelination of neurons. It was concluded that vitamin B12 is a micronutrient that is vital for brain health in children, toddlers and the elderly. Various conditions cause B12 deficiency.
Risiko Kesehatan Akibat Perubahan Pola Makan dan Tingkat Aktivitas Fisik Selama Pandemi COVID-19 Karina Belinda Ardella
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit infeksi baru dengan kemampuan penularan yang tinggi. Belum ditemukannya vaksin dan terapi kausatif untuk COVID-19 menyebakan pemberlakuan pembatasan aktivitas di luar ruangan. Himbauan kepada masyarakat untuk tetap di rumah menyebabkan perubahan kebiasaan sehari – hari yang memengaruhi pola makan dan tingkat aktivitas fisik. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh perubahan pola makan dan tingkat aktivitas fisik selama pandemi COVID-19 dengan menggunakan metode studi literature review. Hasil yang didapatkan pada studi ini yaitu perubahan pola makan dan tingkat aktivitas fisik selama pandemi COVID-19 dapat memicu peningkatan berat badan, resistensi insulin, perubahan struktur otot, dan modifikasi imun sehingga meningkatkan risiko penyakit metabolik, penyakit sistem kardiovaskular, penyakit sistem neuromuskular, dan kerentanan terhadap penyakit infeksi. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan anjuran aktivitas fisik selama pandemi COVID-19, melakukan penyesuaian asupan kalori dengan tingkat aktivitas selama pandemi COVID-19, dan menerapkan diet mediterania.
DONOR DARAH SAAT PANDEMI COVID-19 Attisya Milenty Putri Djuardi
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 01 Oktober (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 is the new type of severe pneumonia caused by the SARS-CoV-2 virus. The spread of this virus occurs rapidly and WHO has been labelled the SARS-CoV-2 outbreak as a pandemic. The positive cases of COVID-19 is increasing everyday and giving negative impacts to various sectors including the health sector. One of the impacts that occur in the health sector is the lack of blood supply in blood bank. The lack of blood supply caused an imbalance between the higher demand compared to the blood supply. This article was written with purpose of knowing the impact of the COVID-19 pandemic on blood supply in various countries including Indonesia. The method used was literature review of 16 NCBI, Google Scholar and news articles from 2016-2020. The analytical method used was systematic literature review by identifying, assessing, evaluating, and developing research with a relevant topic focus. The result of this literature review showed that the amount of blood supply has been decreased drastically since the COVID-19 pandemic started and it happened because people are worried that they will be infected by COVID-19 when they donors their blood.

Page 4 of 54 | Total Record : 533