cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 15 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSRTAK ETANOL 70% BANTANG KAYU ULAR (Srtychnos lucida) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT Satya Candra Indra
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.721 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1939

Abstract

Tumbuhan kayu ular (Strychnos lucida) adalah salah satu tumbuhan yang potensial dikembangkan sebagai bahan obat tradisional. Secara empiris, tumbuhan kayu ular (Strychnos lucida) merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang sudah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama masyarakat daratan Timor untuk mengobati berbagai penyakit. Maserasi menggunakan etanol 70% diperoleh rendemen 2,89%. Sementara uji fitokimia mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, dan glikosida. Flavonoid memiliki aktivitas antiinflamasi,  serta antioksidan sehingga dapat berkhasiat juga sebagai antipiretik. Efek antipiretik Ekstrak etanol 70% batang kayu ular (Strychnos lucida) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi vaksin DPT pada dosis 2,7 mg sangat lemah, Sedangkan dosis 5,4 mg masih lebih rendah dibanding parasetamol sementara dosis 8,1 mg mempunyai daya antipiretik yang hampir sama atau sebanding dengan parasetamol.Kata kunci : Antipiretik, Ekstrak etanol 70%,  Strychnos lucida, Vaksin DPT
PENAPISAN MAYA METABOLIT SEKUNDER TANAMAN OBAT INDONESIA TERHADAP XANTIN OKSIDASE Andrianopsyah Mas Jaya Putra
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.36 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1905

Abstract

Virtual screening (penapisan maya) merupakan salah satu metode komputasi untuk menemukan senyawa yang paling berpotensi mengikat protein target tertentu. Pada penelitian ini basis data struktur metabolit sekunder tanaman obat Indonesia yang telah dipreparasi ditapiskan pada model farmakofor yang telah divalidasi secara in silico. Hasil penapisan maya menunjukkan terdapat 10 metabolit sekunder yang dinyatakan sebagai hits dan direkomendasikan sebagai kandidat inhibitor xantin oksidase secara in silico, yakni Resorcinol, Phloroglucinol, Pyrogallol, Pyrocathechol, Butein, Benzyl Salicylate, Okanin, 7-Methoxycoumarin, 4-Hydroxybenzaldehyde dan 4-Hydroxybenzoic Acid. Kata kunci: penapisan maya, xantin oksidase, metabolit sekunder, farmakofor dan hits.
UJI AKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEREHAU (Callicarpa longifolia Lam.) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III Siringo-Ringo, Victor
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.079 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1927

Abstract

Bahaya pengunaan insektisida sintetik dalam upaya pengendalian vektor DBD dapat diminimalisir dengan menggunakan insektisida alami. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida ekstrak etanol 70% daun kerehau (Callicarpa longifolia Lam.) terhadap larva Aedes aegypti Instar III. Penelitian menggunakan metode post test only control design. Total sampel 600 larva uji yang terdiri dari 6 kelompok perlakuan (konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8%, kontrol negatif dan kontrol positif). Setiap kelompok berisi 25 larva dan 4 kali pengulangan. Larva uji diamati setiap 2 jam selama 24 jam kemudian dilakukan uji analisis. Uji yang digunakan adalah uji Shapiro-Wilk (p>0,05), uji ANOVA (α< 0,05) dan uji Probit untuk mencari nilai LC50. Nilai LC50 daun  kerehau sebesar 5,493 %. Hal ini menunjukkan bahwa daun kerehau memiliki aktivitas sebagai larvasida alami. Kata kunci : Callicarpa longifolia Lam.); Daun Kerehau; Larvasida
PENGARUH PENGGUNAAN PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI PENGIKAT TERHADAP SIFAT, STABILITAS FISIK DAN DISOLUSI TABLET VITAMIN B1 SECARA CETAK LANGSUNG Kadiwijati, Lilih Rinawasih
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.21 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1921

Abstract

Vitamin B1 (Thiamin HCl) adalah golongan vitamin yang digunakan untuk berbagai neuritis yang disebabkan oleh defisiensi tiamin. Pembuatan tablet Vitamin B1 dengan menggunakan pengikat pati biji alpukat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatan fungsi dan kegunaan pati biji alpukat dalam bidang farmasi. Telah dilakukan pembuatan tablet Vitamin B1 dengan menggunakan pati biji alpukat sebagai pengikat dengan tiga formula konsentrasi 5%, 10% dan 15% serta formula kontrol menggunakan HPC – LM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula tablet Vitamin B1 memenuhi persyaratan pengujian stabilitas selama 6 minggu, yaitu uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan , kerenyahan, waktu hancur dan zat aktif terlalut yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia dan United States Pharmacopeia. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa biji alpukat dapat digunakan sebagai pengikat pada pembuatan tablet Vitamin B1. Kata kunci: Pati biji alpukat, pengikat, tablet vitamin B1, cetak langsung
Telaah Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) sebagai sumber bahan alam berpotensi tinggi dalam upaya promotif kesehatan Rusdiana, Taofik
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.351 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.874

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan sumber kekayaan melimpah masih memiliki sejumlah keterbatasan dalam memanfaatkan dan mengolah sendiri sumber-sumber daya alamnya tersebut. Ribuan tanaman yang berpotensi memiliki khasiat dalam dunia kesehatan masih belum tergali. Pada tulisan ini ditinjau salah satu tanaman yang tumbuh dan hidup subur di negeri khatulistiwa ini yang ternyata memiliki segudang potensi di bidang pengobatan dan kesehatan, yaitu seledri (Apium graveolens L.). Kajian ini didasarkan kepada review article yang tersebar di database penelitian maupun dari hasil penelitian penulis sendiri. Seledri memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid (apiin dan apigenin), saponin, minyat atsiri (olein) dan oleoresin, ptalida (n-butil ptalida dan sedalonida) dan falcarinol dan falcarindiol. Zat-zat tersebut dilaporkan memiliki khasiat farmakologi sebagai diuretik, peluruh batu ginjal, antihipertensi, antihiperlipidemia, antioksidan, antiinflamasi dan antikanker. Katakunci : Apium graveolens L., antikalkuli, antihipertensi, antihiperlipidemia, antiinflamasi, antioksidan
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR DARI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SUJI (Dracaena angustifolia (Medik) Roxb) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Zuraida Sagala
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.672 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1925

Abstract

Karies gigi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya suatu interaksi antara bakteri plak dan gigi, mikroorganisme yang terlibat dalam pembentukan karies gigi adalah bakteri Streptococcus mutans berperan dalam permulaan terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ekstrak etanol 70% daun Suji (Dracaena angustifolia (Medik) Roxb) dan sediaan ekstrak obat kumurnya memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Strptococcus mutans. Penguujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi pada kertas cakram dengan media tumbuh bakteri berupa agar darah. Digunakan ekstrak dengan konsentrasi 12,5%; 25%; 50%; dan 60%.  Uji antibakteri ekstrak daun Suji terhadap bakteri Streptococcus mutans didapatkan bahwa ekstrak dengan konsentrasi terkecil yang digunakan (12,5%) telah menunjukan adanya aktivitas antibakteri Streptococcus mutans dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 7,56 mm. Zona hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi dari ekstrak etanol daun Suji. Hal ini dikarenakan oleh adanya kandungan eksipien yang memiliki aktivitas antibakteri, seperti gliserin, menthol dan natrium benzoat. Sediaan kemudiaan dievaluasi selama 1 bulan untuk menguuji kelayakan sediaaan tersebut dan parameter yang dievaluasi meliputi: organoleptis, homogenitas dan pengukuran pH. Evaluasi dilakukan setiap minggunya selama 1 bulan periode penyimpanan. Hasil evaluasi menyatakan bahwa sediaan obat kumur memenuhi syarat.Kata kunci: Obat kumur, Antibakteri, Daun Suji, Streptococcus mutans
FORMULASI TABLET KUNYAH EKSTRAK AKAR MANIS (Succus liquiritae) DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISI SORBITOL-LAKTOSA TERHADAP PENGARUH SIFAT FISIK TABLET KUNYAH MENGGUNAKAN METODE KEMPA LANGSUNG Victor Siringo-Ringo
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.356 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1922

Abstract

Telah dilakukan penelitian formulasi sediaan tablet kunyah dengan zat aktif utama ekstrak akar manis (Succus liquiritae).Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut dan mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa tidak enak. Akar manis mengandung saponin yaitu asam glisirizinat yang memliki aktivitas sebagai ekspektoran dengan mengurangi kekentalan mukus sehingga memudahkan pengeluaran dahak. Pada penelitian ini dibuat dua formula. Setiap tablet kunyah ekstrak akar manis mengandung 170 mg dan kombinasi pengisi Sorbitol-Laktosa dengan perbandingan yaitu FI (70%:30%) dan FII (50%:50%). Pembuatan tablet kunyah ekstrak akar manis digunakan metode kempa langsung dengan pengujian stabilitas selama 6 minggu yaitu keseragaman bobot, uji kekerasan, uji kerapuhan, uji keseragaman ukuran dimana hasil pengujian tersebut semua tablet kunyah memenuhi persyaratan serta menunjukkan bahwa tablet kunyah dengan formula II (sorbitol 50% : laktosa 50%) menghasilkan tablet yang lebih baik dibandingkan tablet formula I (sorbitol 70% : laktosa 30%). Uji hedonik atau kesukaan pada formula II menghasilkan persentase nilai kesukaan lebih baik dibandingkan formula I yaitu 60% (cukup diterima). Kata kunci : Akar manis, sorbitol, laktosa, tablet kunyah, cetak langsung
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN JATI (Tectona grandiss Linn.F )DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Sogandi Sogandi
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.008 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1911

Abstract

Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional telah lama dilakukan, hal ini terjadi sejak zaman nenek moyang yang melakukan pengobatan sendiri secara empiris. Salah satu bahan yang berpotensi adalah daun Jati. Daun jati diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin galat, tanin katekat, kuinon, dan steroid/triterpenoid, yang memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol dan fraksi daun jati dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli  dan Staphylococcus aureus.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Uji aktivitas anti bakteri dilakukan dengan difusi cakram (Kirby-bauer), dimana media Nutrien Agar yang sudah dibiakkan Escherichia coli dan Staphylococus aureus dan diinkubasikan selama 24 jam. Kelompok kontrol positif menggunakan ampicillin, kelompok kontrol negatif menggunakan aquabides, serta sampel uji yakni ekstrak etanol, fraksi etil dan fraksi N-Heksana. Zona hambat diukur menggunakan jangka sorong millimeter. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan  uji Kolmogorov, uji levene’s dan Two way annova. Uji lanjutan dengan mengukur KHM dari senyawa yang memiliki aktivitas tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri, dilakukan dengan metode dilusi cair. Media Nutrien Broth yang sudah dibiaakkan Escherichia coli dan Staphylococus aureus diberikan konsentrasi ekstrak masing-masing 5 %,10 %, 15 %, 20 % dan 25 %Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun jati memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri paling besar dengan rerata zona hambat 16,92 ± 0,32 mm untuk Escherichia coli dan 17,13 ± 0,08 mm untuk Staphylococcus aureus. Dilanjutkan dengan uji KHM dengan Nilai KHM 15 % untuk masing- masing bakteri. Uji kebocoran asam nukleat dan protein menunjukkan adanya kebocoran sel pada kedua bakteri pada nilai 1 KHM dan 2 KHM. Kata kunci : Ekstrak, Daun Jati, Tectona grandis Linn. f., Escherichia coli Staphylococcus aureus
THE EFFECT OF HOT WATER SUPPLY TO THE LEVEL OF FORMALIN AND PROTEIN IN THE TERI FISH Ira Oktaviani Rz
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.685 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1085

Abstract

Formalin (formaldehyde) is a colorless or almost colorless solution with a pungent odor, its vapor stimulates the membranes of the nose and throat liver, and burning. The use of Formalin as a food preservative is prohibited by the government, since this material is toxic. However, from the survey results are still found some types of foods containing formalin. Formalin has the ability to preserve food because aldehyde groups that are easy to react with proteins to form methylen compounds, so as to reduce protein levels in food. This study aims to examine the effect of long periods of hot water immersion on decreased levels of formalin and increased protein levels in anchovies. The qualitative test of formalin content in anchovy was done by color reaction method using Schiff reagent and quantitative assay of determination of formalin and protein content was done by Schiff and Biuret method as measured by UV-Vis spectrofometer. From the results of the study found that there is a decrease in formalin levels and increased protein content in anchovy with an increase in the time immersion with hot water.  
Uji Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol 70% Daun Bakungan (Hymenocallis littoralis (Jacq.) Salisb.) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) Yang di Induksi Putih Telur Widharto Prawirohardjono
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.756 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1923

Abstract

Daun bakungan biasa digunakan untuk mengobati bengkak oleh masyarakat.  Berdasarkan literatur, senyawa yang diduga memiliki aktivitas antiinflamasi adalah flavonoid.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek antinflamasi dari ekstrak etanol daun bakungan (Hymenocallis littoralis (Jacq.) Salisb.) berdasarkan penurunan volume radang pada telapak kaki tikus putih yang diinduksi larutan putih telur. Pengujian dilakukan dengan metode experimental atau pembentukan radang buatan pada telapak kaki kiri tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan 25 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok. yaitu kelompok kontrol negatif diberi CMC, kontrol positif diberi Natrium Diklofenak, dan kelompok uji diberi ekstrak daun tokulo 0,5 g/Kg, 1 g/Kg dan 2 g/Kg. Induksi dilakukan dengan menyuntikkan 0,2 ml larutan putih telur 5 % b/v secara subkutan pada telapak kaki tikus. Setelah 30 menit setiap kelompok diberi sediaan uji peroral sebanyak 2 ml/300gBB. Pengukuran volume radang dilakukan setiap 30 menit selama 6 jam dengan menggunakan alat plestinometer. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA one-way yang dilanjutkan dengan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95 %. Berdasarkan hasil  analisa dapat disimpulkan  bahwa  ekstrak  etanol  70%  daun bakungan  memiliki aktivitas antiinflamasi pada tiap kelompok dengan persen inhibisi yaitu dosis 1 = 20,43 %, dosis 2 = 29,8 %, dan dosis 3 = 45, 63 %.Kata kunci :   Daun Bakungan (Hymenocallis littoralis (Jacq.) Salisb.), Natrium Diklofenak, Antiinflamasi, Putih Telur

Page 1 of 2 | Total Record : 15