cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
FORMULASI SIRUP EKSTRAK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) VARIETAS WARNA MERAH MUDA dan UJI AKTIVITAS MUKOLITIKNYA pada MUKUS SALURAN PERNAFASAN SAPI SECARA IN VITRO Mimiek Murrukmihadi
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.597 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v4i1.1946

Abstract

Tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) banyak digunakan dimasyarakat secara tradisional sebagai peluruh dahak (mukolitik). Sudah terbukti bahwa ekstrak etanolik bunga kembang sepatu varietas warna merah mempunyai aktivitas mukolitik secara in vitro dan mengandung golongan alkaloid sebagai marker. Tanaman kembang sepatu ini memiliki banyak varietas, antara lain kembang sepatu merah, putih, merah muda dan kuning. Perbedaan varietas ini memunculkan dugaan bahwa efek mukolitik yang dihasilkan pun berbeda antar varietas. Oleh karena itu, perlu penelitin lebih lanjut mengenai efek mukolitik yang dihasilkan varietas merah muda serta formulasinya dalam sirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar ekstrak bunga kembang bunga sepatu varietas warna merah muda dalam sirup terhadap aktivitas mukolitik secara in vitro (aktivitas pengenceran mukus) pada mukus saluran pernafasan sapi. Penelitian dilakukan dengan ekstraksi serbuk bunga kembang sepatu warna merah muda dalam etanol 70%. Sirup yang dibuat lalu diuji stabilitas fisik dan aktivitas mukolitik secara in vitro terhadap mukus sapi. Sirup tersebut dibuat dengan variasi kadar ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dan variasi pada komposisi gliserin dan sorbitol. Data yang didapat diuji dengan Kolmogorov-Smirnov dilanjutkan uji ANAVA dan uji t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup ekstrak etanolik bunga kembang sepatu warna merah muda konsentrasi 1,5% dan 2,0% secara in vitro menunjukkan adanya aktivitas pengenceran mukus saluran pernafasan sapi sebanding dengan aktivitas pengenceran mukus oleh sirup asetisistein 0,1%. Kata kunci: sirup, ekstrak, mukolitik, in vitro
UJI AKTIFITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis ) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN DENGAN INDUKSI OLEUM RICINI Rabima Rabima
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.753 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v4i1.1944

Abstract

Diare adalah suatu keadaan buang air besar dengan frekuensi tidak normal (meningkat) dan konsistensi tinja yang lembek atau cair. Berdasarkan beberapa literatur, kandungan metabolit berupa flavonoid, alkaloid, minyak atsiri dan tanin dalam Binahong mampu mengurangi angka kejadian diare. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antidiare dari ekstrak etanol 70% rimpang Binahong (Anredera cordifolia(Ten.) Steenis) terhadap mencit putih jantan yang diinduksi dengan oleum ricini. Penelitian yang dilakukan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan hewan uji masing-masing kelompok sebanyak 5 ekor mencit putih jantan. Pada kelompok kontrol negatif yaitu CMC Na 1%, kontrol positif yaitu Loperamid 0,52 mg/Kg BB, dan kelompok uji dengan dosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg/Kg BB. Pengamatan dilakukan tiap 30 menit selama 4 jam dan tiap 60 menit selama 6 jam setelah pemberian oleum ricini secara oral. Berdasarkan hasil  penelitian dapat disimpulkan bahwa EERB dosis 50 mg, 100 mg dan 200 mg/kg BB menunjukan perbedaan bermakna dalam mengurangi lama terjadinya (durasi) diare, sedangkan untuk mula terjadi diare dan frekuensi diare memiliki perbedaan tetapi tidak cukup bermakna yang dibandingkan dengan Loperamid 0,52mg/KgBB. Kata Kunci : Antidiare, Anredera cordifolia (ten.) Steenis, Rimpang Binahong, Oleum Ricini, Loperamid, Mencit Putih Jantan
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LANDEP (Barleria prionitis L.) DALAM FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI TERHADAP SIFAT FISIK, STABILITAS FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA BAKTERI Streptococcus mutans Lilih Rinawasih Kadiwijati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.816 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v4i1.1934

Abstract

Penyakit karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Bakteri tersebut dapat memproduksi asam dan polisakarida yang sangat lengket dari sisa makanan sehingga akan terbentuk plak pada gigi yang bersifat asam dan dapat menyebabkan demineralisasi gigi.  Salah satu cara dalam mencegah pembentukkan karies gigi adalah dengan menggosok gigi menggunakan pasta gigi. Kandungan kimia yang terdapat dalam daun Landep memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak dan sediaan pasta gigi ekstrak etanol 70% daun Landep (Barleria prionitis L.) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi 2%, 4%, 8% dan 16%.  Kontrol positif yang digunakan dalam penelitian ini adalah antibiotik klindamisin, sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun Landep dapat memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan  diameter zona hambat rata-rata sebesar 11,72 mm (2%), 13,62 mm (4%), 15,66 mm (8%), dan 17,52 (16%). Ekstrak yang diformulasikan dalam sediaan pasta gigi juga dapat memberikan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat  rata-rata 18,43 mm (2%), 20,10 mm (4%),  20,65 mm (8%), dan 23,83 mm (16%). Evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian organoleptis, pH, viskositas, homogenitas dan daya sebar serta pengujian stabilitas fisik pada suhu 4 ± 2˚C, 28 ± 2˚C, dan 40 ± 2˚C.Kata kunci: Pasta gigi; Daun Landep (Barleria prionitis L.); Karies Gigi; Streptococcus mutans
PENENTUAN TOTAL ANTOSIANIN DAN PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) DARI DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor L. Her.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS purwati, purwati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v4i1.4271

Abstract

ABSTRAKDaun adam hawa (Rhoeo discolor L. Her.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan antosianin. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kadar total antosianin dan menentukan nilai SPF (Sun Protection Factor) dari daun adam hawa dengan konsentrasi 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm, 1000 ppm. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi pigmen antosianin dengan metode maserasi. Penentuan total antosianin pada ekstrak digunakan metode perbedaan pH yang didapatkan kadar sebesar 40 mg/ 100g. Pada penentuan nilai SPF digunakan metode spektrofotometri dengan perhitungan menggunakan metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun adam hawa berfungsi sebagai SPF dengan konsentrasi terendah yaitu 200 ppm didapatkan nilai sebesar 2,45 (proteksi minimal) dan pada konsentrasi1000 ppm dihasilkan nilai SPF sebesar 7,02 (proteksi ekstra). Kata kunci: Daun adam hawa, antosianin, SPF (Sun Protection Factor). ABSTRACTAdam eve (Rhoeo discolor L. Her.) leaf is a plant that contains anthocyanin. The purpose of this study was to determine the total levels of anthocyanin and determine the value of SPF (sun protection factor) from leaves of adam eve with concentration 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm, and 1000 ppm. In this research, the extraction of anthocyanin pigmen with maseration method. The determination of total anthocyanin in extract used pH difference method that obtained level of 40 mg/100 g. On the determination of SPF value used spectrophotometric method with the calculation using Mansur method. The results showed that adam eve leaf had function as SPF with the lowest concentration 200 ppm obtained value of 2,45 (minimal protection) and at concentration 1000 ppm SPF value of 7,02 (extra protection). Keywords: Adam eve leaf, anthocyanin, SPF (Sun Protection Factor).
Uji Aktivitas Inhibisi Terhadap Enzim Tirosinase dari Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum americanum L.) Secara In Vitro Yunita Yunita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v4i1.4274

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh terluar dari manusia yang memiliki berbagai macam fungsi, salah satunya adalah melindungi tubuh dari paparan sinar ultra violet. Kulit yang terkena paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap kulit tubuh terutama pada kulit wajah. Sinar ultra violet (UV) ini akan merangsang enzim untuk bekerja sehingga melanosit meningkatkan jumlah melanin yang dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi. Proses pembentukan melanin terjadi dengan bantuan biokatalis yang berperan dalam reaksi pencokelatan adalah tirosinase. Inhibitor tirosinase digunakan dalam kosmetik sebagai pencegah hiperpigmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas inhibitor tirosinase ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum americanum L.) secara in vitro. Ekstrak etanol daun kemangi diperkirakan memiliki aktivitas inhibitor tirosinase karena mengandung senyawa flavonoid. daun kemangi diekstraksi secara maserasi dengan etanol 70%, hingga diperoleh ekstrak kental. Pengujian dilakukan dengan L-DOPA sebagai substrat, ekstrak etanol daun kemangi konsentrasi 20000, 10000, 5000, 2500, 1250, 625 dan 312,5 μg/ml serta kontrol positif asam kojat lalu diukur serapannya dengan menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 490 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi mengandung flavonoid sebesar 18,44 mg QE/gram ekstrak. Ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum americanum L.) memiliki aktivitas inhibitor tirosinase dengan nilai IC50 sebesar 2330,44 μg/ml dan potensi relatif 35,9 x 10-3 kali asam kojat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5