cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
KEPUASAN PELANGGAN INTERNAL TERHADAP PELAYANAN LABORATORIUM KLINIK Destu Satya Widyaningsih; I Wayan Kurniawan
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.401 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.18

Abstract

Gamping Sleman yang mengedepankan pelayanan prima kepada pelanggan eksternal atau internal. Pelayanan kepada pelanggan eksternal lebih sering diperhatikan dan dilakukan penelitian dibandingkan pelayanan kepada pelanggan internal yang masih sering diabaikan serta berdasarkan hasil observasi pada tanggal 24 Januari 2019 di laboratorium klinik RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman pengukuran kepuasan pelanggan internal belum pernah dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan pelanggan internal terhadap pelayanan laboratorium di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi  pada penelitian ini adalah dokter yang bertugas di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman yaitu sebanyak 49 dokter. Teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan Accidental sampling sebanyak 20 dokter yang bertugas di RS PKU Muhammadiyah Sleman. Analisa data dengan menggunakan rumus yang tercantum dalam pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi pemerintah. Hasil penelitian didapatkan bahwa Kepuasan Pelanggan Internal Terhadap Pelayanan di Laboratorium Klinik RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman mendapatkan hasil penilaian sebesar 98.5 dengan kategori A yang mengandung arti sangat memuaskan.Kata Kunci: Kepuasan, pelanggan internal, layanan laboratorium.  ABSTRACTThe clinical laboratory unit belongs to one of the supporting health services at the PKU Muhammadiyah Gamping Hospital which aims to provide excellent service to both external and internal customers. External customer satisfaction is more commonly evaluated compared to that of internal customers. According to the preliminary observatory study, internal customer satisfaction has never been evaluated previously at the PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Current study aims to evaluate internal customer satisfactory rate with clinical laboratory services at the PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The descriptive study was conducted by using cross sectional design in 49 medical doctors of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Accidental sampling method was used in determining the 20 final respondents. Data analysis was performed according to the standard index on measurements of satisfactory rate in government institutions. The study demonstrated high satisfactory rate of 98.5, of which belonged to very satisfied under category A.Keywords: satisfaction, internal customer, laboratory service
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA STRES KERJA PADA PEKERJA WANITA Muslimin Muslimin; I Gede Kartika
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.03 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.13

Abstract

Semakin banyak terbukanya peluang kerja yang saat ini terjadi, tidak menutup kemungkinan masuknya wanita ke dalam dunia kerja. Dari meningkatkanya wanita yang terlibat dalam dunia kerja sebagai salah satu prestasi bagi wanita tersebut, ternyata wanita bekerja dikabarkan memiliki ancaman cukup serius untuk terkena stres kerja. Stres kerja memiliki beberapa dampak negatif, diantaranya dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menurunkan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja wanita di PT. Shoetown Majalengka Provinsi Jawa Barat Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah wanita bekerja yang bekerja di PT Shoetown Majalengka periode bulan Juni 2019 sebanyak 1785 orang dengan sampel berjumlah 95 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari perusahaan terkait dan data primer yang diperoleh melalui wawancara kepada responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuisioner dan dianalisa menggunakan uji chi square. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan kejadian stres kerja (p value 0,040), ada hubungan yang bermakna antara kejenuhan kerja dengan kejadian stres kerja (p value 0,035), ada hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja dengan kejadian stres kerja (p value 0,046).Kata kunci :Stres, Beban, Kejenuhan, Lingkungan, Pekerja  ABSTRACTThe more open job opportunities that currently occur, do not rule out the entry of women into the world of work. From increasing the number of women involved in the workforce as an achievement for these women, it turns out that working women are reported to have a serious enough threat to be exposed to work stress. Job stress has several negative impacts, including can cause health problems and reduce work productivity. This study aims to determine the factors associated with work stress on female workers at PT. Shoetown Majalengka, West Java Province in 2019. This research is a quantitative study with cross sectional research design. The population of this study was working women who worked at PT Shoetown Majalengka for the period of June 2019 with 1785 people with a sample of 95 respondents. The data used in this study are secondary data from related companies and primary data obtained through interviews with respondents. Research data collection using questionnaires and analyzed using chi square test.From the results of the study found that there is a significant relationship between workload and work stress events (p value 0.040), there is a significant relationship between work burnout and work stress events (p value 0.035), there is a significant relationship between work environment and work stress events (p value 0.046)Keywords       : Stress, Workload, Saturation, Environment, Workers
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT Rokhmatul Hikhmat; Melinda Melinda
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.135 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.19

Abstract

Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh perawat selama tugas disuatu unit pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang bertujuan untuk menguji hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat. Populasi penelitian ini adalah perawat pelaksana yang berjumlah 60 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk beban kerja dan kepuasan kerja perawat. Analisa hubungan variabel yang digunakan menggunakan  Chi Square. Hasil Penelitian tentang hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat menunjukkan bahwa beban kerja perawat dengan frekuensi terbanyak adalah kategori beban berat (96,7%). Kepuasan kerja perawat dengan frekuensi terbanyak adalah kategori puas (81,7%). Analisa Bivariat menunjukkan ada hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat (p=0,031).Kata Kunci: Beban  kerja, kepuasan kerja, perawat   ABSTRACTNurses work load is all activities or activities undertaken by the nurse during the duty of a unit of nursing service. This study aims to identify the relationship between workload and nurse job satisfaction This research is quantitative research with descriptive correlation design which aims to test the relation of work load with job satisfaction of nurse. The population of this study is nurse implementer which amounts to 60 people, by using total sampling technique. Data collection using interview techniques.  The instruments used in this study are questionnaires for work load and nurse job satisfaction. Analysis of variable relationships used using Chi Square. Results of research on the relationship between workload and nurse job satisfaction showed that the workload of the nurses with the highest frequency was weight category (96.7%). Job satisfaction of nurses  with the highest frequency is satisfied category (81,7%). Bivariate analysis showed that there was a relation between work load and nurse job satisfaction (p = 0,031). Key word: work load, work satisfaction, nurses
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEDIAAN BIDAN DESA UNTUK TINGGAL DI DESA Yosi Yusrotul Khasanah
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.984 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.14

Abstract

Strategi pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 mengisyaratkan bahwa pembangunan kesehatan ditujukan pada upaya menyehatkan bangsa. Indikator keberhasilannya antara lain ditentukan oleh angka mortalitas dan morbiditas, angka kematian  ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).Salah satu upaya penting yang sedang ditempuh oleh pemerintah untuk mempercepat penurunan angka kematian  ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia adalah dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang antara lain dilakukan melalui penempatan bidan di desa (BDD). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  faktor–faktor yang berhubungan dengan kesediaan bidan desa untuk tetap tinggal di desa di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian analitik Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah bidan desa yang ada di Kabupaten Cirebon sejumlah 424 orang. Teknik pengambil sample menggunakan total sampling,  yang bersedia mengisi kuesioner berjumlah 353 bidan desa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan.instrumen yang digunakan adalah kuesioner, analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunujukkan variabel umur  (p=0,00), variabel status perkawianan  (p = 0,00), variabel lama kerja (p= 0,00), variabel lama kerja (p= 0,00) ada hubungan dengan kesediaan bidan tinggal di desa, sedangkan variabel ketersediaaan polindes (p=0,57) menunjukkan tidak adanya hubungan kesediaan bidan tinggal di desa.Kata kunci : Faktor kesediaan bidan Desa   ABSTRACTThe heath deveplopment strategis towards a healhty Indonesia 2010 implies that health development is aimed at making the nation healhty indicator of success are determined by mortality and morbidity and morbidity,maternal mortality (MMR) and infant mortality (IMR). One of the important effort being pursued by the government to accelerate the reduction of maternal mortality (MMR) and Infant mortality (IMR) in Indonesia is to bring healh service closser to the community, which among other is done by placing midewifes in the village. The pupose of this study was to determine the factors related to willingness of village midwives to say in village in Cirebon Regency. This is cross secsional analytical study with a population of research that is village midwife in Cirebon District with a total of 242 village midewive, sampling technique using random sampling technique of 353. The results of this study indicate factors related to the willingness of village midwives to stay in the village are 25-34 years of age, marital status is married, tenure of more than 10 years, civil servant employment status, with additional income excluding salary.  The result of the study addressed the age vaeriabel (p=0,00)  the  marriage status variable (p =0,00), variable leght of employment (p=0,00) there was a relationship with the willingness of midewives to live in the village while the polindes availability variable (p=0,57) relationship with the willingness of midewives to live in the village.Key word : village midewife’s willingness, availability of Polindes 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SADARI Fauziah Fauziah; Sri Lestari
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.253 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.20

Abstract

Masa remaja akan diwarnai dengan perubahan fisik salah satunya adalah payudara   membesar.  Payudara   ini   memiliki   kemungkinan   akan   timbulnya penyakit salah satunya adalah kanker payudara. Namun kurangnya minat remaja dalam  mencari  informasi  mengenai  deteksi  dini  kanker payudara,  menjadikan remaja tidak paham akan penyakit kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui peer group terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI. Jenis penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre and post test without control group. Dengan jumlah populasi 1028 remaja putri, sehingga jumlah sampel didapatkan sebanyak 91 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Data diperoleh dengan cara wawancara, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Wilcoxon signed ranktest diperoleh   nilai   probabilitas  (p-value)  sebesar 0,000  (p<   0,05)   sehingga kesimpulan uji adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui peer group terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Peer Group, Remaja   ABSTRACT Adolescence will be colored by physical changes, one of which is enlarged breasts. This breast has the possibility of disease, one of which is breast cancer. But the lack of interest in adolescents in seeking information about early detection of breast cancer, makes teenagers do not understand breast cancer.The purpose of this study was to determine the effect of health education through peer groups on the knowledge and attitudes of young women about their awareness. This type of research uses a quasi experiment design with a pre and post test without control group approach. With a population of 1028 young women, so the number of samples was 91 respondents. The sampling technique used in this study used simple random sampling. Data obtained by interview, data collection tools using questionnaires and statistically analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results of hypothesis testing using the Wilcoxon signed ranktest test obtained a probability value (p-value) of 0,000 (p <0.05) so that the conclusion of the test was that there was an effect of health education through peer groups on the knowledge and attitudes of young women.Keywords : Knowledge, Attitude,Peer Group, Adoloscence
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, BEBAN KERJA FISIK, DAN FAKTOR LAIN DENGAN KELELAHAN KERJA PERAWAT Erny Elviany Sabaruddin; Zahroh Abdillah
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.852 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.15

Abstract

Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Tujuan penelitian ini adalah diketahui persentase kelelahan kerja tinggi dan dibuktikan adanya hubungan kelelahan kerja perawat dengan asupan energi,beban kerja fisik, pencahayaan, psikososial dan masa kerja di RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi Bogor tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam  penelitian ini merupakan seluruh karyawan RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi Bogor yang berjumlah 154 orang  dan  yang  menjadi sampel yaitu perawat berjumlah  35 orang dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Melakukan wawancara dengan  menggunakan kuesioner dari International Fatigue Research Commite (IFRC) untuk mendapatkan data kelelahan kerja, kuesioner untuk mendapat kandata psikososial, asupan kalori dikumpulkan dengan melakukan  metode food recall- 24 jam, pengukuran beban kerja fisik dengan stop watch dan pengukuran intensitas pencahayaan dengan lux meter. Uji statistic untuk menganalisis  korelasi antara variable independen dan variable dependen menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang bermakna antara kelelahan kerja dengan beban kerja, pencahayaan dan psikososial. Beberapa saran bagi rumah sakit diantaranya menyesuaikan jumlah ketenagakerjaan perawat sesuai metode perhitungan seperti Metode Gillies, memberikan tunjangan atau insentif kepada perawat sesuai kebijakan rumah sakit, memberikan reward bagi perawat teladan serta mengganti dan melakukan perawatan pada lampuKata kunci : Kelelahan Kerja, Asupan Energi, Beban Kerja Fisik   ABSTRACTFatigue is a mechanism for protecting the body to avoid further damage resulting in recovery after rest. The purpose of this study is to know the percentage of high work fatigue and proven thecorrelation in nurse work fatigue based on energy intake,physical workload, lighting, psychosocial and years of work at RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi Bogor in 2019. This research was quantitative analytical with cross-sectional design.The population was the entire employee of RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi Bogorwas 154 employees and samplewas35 nurses that taken by purposive sampling method. The work fatigue data were gathered by conducting interviews by using questionnaires from International Fatigue Research Commite, using questionnaires to get psychosocial data, the calory intake data were gathered by conducted a food recall 24 hours method, physical workload measurements with stopwatch and lighting intensity measurements with lux meter. A statisctic test was used to analyze the correlation between independent variables and dependent variable is chi square test. The results of this study prove that there were significant differences in work fatigue based on workload, lighting and psychosocial. Some suggestions for hospitals include adjusting the number of nurses in accordance with calculation methods such as the Gillies Method, providing benefits or incentives to nurses according to hospital policies, giving rewards to exemplary nurses and replacing and maintaining lights.Keywords: Work Fatigue, Energy Intake, Physical Workload 
PENGARUH KONSELING PERSONAL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU Uun Kurniasih; Arif Rakhmat
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.353 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.16

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberculosis.Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri atau kuman Mycrobacterium Tuberculosis.Kuman ini mudah menular lewat udara sehingga penyakit ini sering dikaitkan dengan penyakit paru walaupun sebenarnya kuman ini tidak hanya menyerang paru-paru saja.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan perilaku sebelum dan sesudah diberikan konseling personal terhadap perilaku pencegahan penularan TB paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon. Desain penelitian ini quasi eksperimen yang digunakan adalah one group Pretest Postest. Subyek penelitian ini adalah penderita TB paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon tahun 2019. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampel dengan jumlah 24 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar angket perilaku pencegahan penularan TB paru. Metode analisa data yang digunakan adalah uji paired t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum diberikan konseling personal dengan niali rata-rata 66,7% dengan kategori perilaku pencegahan penularan  rendah, dan sesudah diberikan konseling personal didapatkan hasil nilai rata-rata 100% dengan kategori memiliki perilaku tinggi terhadap perilaku pencegahan penularan TB paru. Dari uji paired t test didapatkan nilai p value adalah signifikan 0,000 (a < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling personal terhadap perilaku pencegahan penularan TB paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon Tahun 2019.Kata kunci    : Konseling Personal, TB Paru, Perilaku Pencegahan Penularan    ABSTRACTTuberculosis is an infectious disease caused by Mycrobacterium Tuberculosis. Tuberculosis is caused by bacteria or Mycrobacterium Tuberculosis bacteria. This bacterium is easily transmitted through the air so that the disease is often associated with lung disease even though these germs do not only attack the lungs. The purpose of this study is to knowing changes in behavior before and after personal counseling on the prevention behavior of pulmonary TB transmission in the Work Area of the UPT Plumbon Health Center in Cirebon Regency. The design of this quasi-experimental study used was one group pretest posttest. The subjects of this study were pulmonary TB patients in the Work Area of the UPT Plumbon Public Health Center in Cirebon Regency in 2019. The sampling technique used a total sample of 24 respondents. The research instruments used were questionnaires. prevention behavior of pulmonary TB transmission. The data analysis used is the paired t test. The results showed that before being given personal counseling with an average score of 66.7% with the category of low transmission prevention behavior, and after being given personal counseling the results of the average score were 100% with the category having high behavior towards the prevention behavior of pulmonary TB transmission. The statistical test results obtained with a significant value of 0,00 can be concluded that there is an effect of personal counseling on the prevention behavior of pulmonary TB transmission in the Work Area of the Cirebon District Plumbon Public Health Unit in 2019.Keywords : Personal Counseling, Pulmonary TB, Behavior Prevention of Transmission
HUBUNGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DENGAN TUMBUH KEMBANG BAYI (0-1 TAHUN) Nuniek Tri Wahyuni; Selly Oktaviany Prasetya
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.188 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.11

Abstract

Imunisasi dasar yang terdiri atas BCG, DPT, Hepatitis B, polio, dan campak sangat penting diberikan pada bayi berusia 0-12 bulan untuk memberikan kekebalan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) antara lain Tuberkulosis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Hepatitis B dan Campak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengalisis hubungan pemberian imunisasi dasar dengan tumbuh kembang pada bayi (0-1 Tahun). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kartu Menuju Sehat (KMS), antropometri status gizi dan Denver II. Jumlah sampel yang digunakan 58 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling.Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian imunisasi dasar dengan pertumbuhan dan pemberian imunisasi dasar dengan perkembangan bayi. Analisis penelitian ini menunjukkan hasil pertumbuhan p value = 0,034 dan perkembangan p value = 0,046 (α ≤ 0,05).Artinya pada penelitian ini terdapat hubungan pemberian imunisasi dasar dengan pertumbuhan dan terdapat hubungan pemberian imunisasi dasar dengan perkembangan bayi.Kata Kunci : Imunisasi Dasar, Tumbuh Kembang   ABSTRACTBasic immunization consisting of BCG, DPT, Hepatitis B, polio, and measles is very important given to infants aged 0-12 months to provide immunity from diseases that can be prevented by immunization (PD3I) including Tuberculosis, Diphtheria, Pertussis, Tetanus, Polio , Hepatitis B and measles. The purpose of this study was to analyze the relationship between basic immunization and growth and development in infants (0-1 years). This type of research used in this research is analytic descriptive using a cross sectional approach. The instruments used in this study were the Card to Health (KMS), anthropometry of nutritional status and Denver II. The number of samples used 58 respondents with a sampling technique that is accidental sampling. The analysis used in this study is univariate analysis and bivariate analysis. The results of this study indicate that there is a significant relationship between basic immunization with growth and basic immunization with infant development. The analysis of this study shows the results of the growth of p value = 0.034 and the development of p value = 0.046 (α ≤ 0.05). This means that in this study there is a relationship between basic immunization and growth and there is a relationship between basic immunization and infant development.Keywords: Basic Immunization, Growth and Development
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.997 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.17

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam kehidupan di karenakan sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Tingginya angka kejadian HIV/AIDS dianggap berhubungan dengan rendahnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS. Pendidikan kesehatan pada remaja diperlukan untuk mencegah terjadinya penyakit HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di MA Pringgabaya Kabupaten Indramayu Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimental dengan one-group pretest- posttest design tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X-XI MA Pringgabaya Kabupaten Indramayu yang terdiri dari 90 remaja. Sampel diambil dengan teknik total sampling, sehingga jumlah responden 90 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji Paired Sampel T Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan menunjukkan nilai rata-rata 60,90 dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan menunjukkan rata-rata 85,16. Hasil uji statistik menggunakan uji Paired Samples T Test menunjukkan bahwa Asymp. Sig yang diperoleh sebesar 0,000 ɑ< 0,05, maka Ho ditolak, berarti terdapat perbedaan pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.Kata kunci : HIV/AIDS, pendidikan kesehatan, remaja    ABSTRACTHIV / AIDS is one of the health problems in the world that is very worrying and threatening life because until now there is no cure for HIV / AIDS. The high rate of HIV / AIDS is considered to be associated with low knowledge about HIV / AIDS. Health education in adolescents is needed to prevent the occurrence of HIV / AIDS. The purpose of this study was the effect of health education on the level of knowledge of adolescents about HIV / AIDS in MA Pringgabaya in Indramayu District in2019. The type of research used is a type of quantitative research using a pre- experimental study design design with one-group pretest-posttest design without a control group. The population in this study was class X-XI MA Pringgabaya Indramayu Regency consisting of 90 adolescents. The sample is taken by the Total Sampling technique, so the number of respondents is 90 respondents. The data analysis technique used is the Paired Sample T Test.The results showed that the knowledge of respondents before being given a health education intervention showed an average value of 60.90 and after being given a health education intervention it showed an average of 85.16. The results of statistical tests using the Paired Samples T Test show that Asymp. Sig obtained is 0,000 ɑ <0,05, so Ho is rejected and Ha is accepted, meaning there is a difference in health education to the level of adolescent knowledge about HIV / AIDS.Keywords: HIV / AIDS, health education, adolescents
HUBUNGAN DETERMINAN PERILAKU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Iin Kristianti; Nidya Tri Rosanty
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.96 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.12

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan  dan minuman lainnya kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan. Pemberian ASI secara eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor yang meliputi faktor pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, keterpaparan terhadap informasi, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pegambiran sebesar 54,7% dan belum memenuhi dari target 75%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara determinan perilaku dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Pegambiran Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pegambiran Kota Cirebon Tahun 2018. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 154  bayi yang berumur 7-11 bulan,  dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang diambil secara propotional random sampling.  Pengambilan data penelitian dengan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Uji analisis untuk melihat hubungan variabel bebas dan variabel terikat dengan uji Chi Square. Hasil uji statistik didapatkan bahwa pendidikan ibu (p value = 0,785), pekerjaan ibu (p value = 1.000), pegetahuan ibu (p value = 0,977), tidak ada hubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Pegambiran Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pegambiran Kota Cirebon Tahun 2018.  Keterpaparan terhadap informasi (p value = 0,014), dukungan keluarga (p value = 0,018) dan dukungan petugas kesehatan (pvalue= 0,006) ada hubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Pegambiran Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pegambiran Kota Cirebon Tahun 2018.Kata Kunci   : ASI eksklusif, determinan perilaku  ABSTRACTExclusive breastfeeding is the only granting exclusive breast milk alone without additional food and other drinks to infants from birth to 6 months old. Breastfeeding exclusively influenced by a variety of factors which include the factor of education, work, knowledge, exposure to information, family support and support for health workers. Scope of exclusive breastfeeding in Kelurahan Pegambiran UPT Clinic work area amounted to 54.7% and has not met the target of 75%. The purpose of this research is to know the relationship between the determinants of behavior with exclusive breastfeeding in Kelurahan Pegambiran UPT Clinic work area Pegambiran the city of Cirebon in the Year 2018. This research method using descriptive analytic study design with cross sectional approach. The population in this research totalled 154 7-11 months old baby with samples as many as 65 people were selected based on the method of propotional random sampling. Research data retrieval by using a questionnaire with interview techniques. Test analysis to look at the relationship of free variables and bound variables with the Chi Square test. Based on the results of the study, pointed out that there is no relationship between the mother's education (p value = 0.785), the work of the mother (p value = 1,000), mothers knowledge (p value = 0.977), exposure to information (p value = 0.014), family support (p value = 0.018) and support health workers (p value = 0.006) with exclusive breastfeeding in Kelurahan Pegambiran UPT Clinic work area Pegambiran the city of Cirebon in the year 2018.Keywords : Exclusive breastfeeding, determinant of behavior 

Page 1 of 1 | Total Record : 10