cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2023)" : 13 Documents clear
PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMBERIAN ASI PADA IBU NIFAS Marsella, Nabila Dwi; Rini, Susilo; Hikmati, Arlyana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.335

Abstract

Asuhan masa nifas merupakan masa krisis baik ibu dan bayi. Hal ini dikarenakan adanya perubahan fisik dan psikologis pada ibu yang menimbulkan masalah pada masa nifas. Salah satu masalah yang biasa terjadi adalah pemberian ASI yang kurang maksimal. Upaya untuk menanggulangi permasalahan ini dilaksanakan melalui cara dalam pemberian pijat oksitosin. Sebagai salah satu alternatif mengatasi ketidaklancaran ASI yang merangsan hormon oksitosin serta prolaktin pasca proses persalinan. studi kasus ini bertujuan dalam memberikan gambaran pengaruh pemberian pijat oksitosin dalam peningkatan produksi dari ASI. Metode yang dipakai untuk penelitian berupa studi kasus, jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 9 ibu nifas dengan sampel 1 orang ibu nifas dengan kriteria tidak mengalami komplikasi. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar wawancara dan lembar observasi. Proses penghimpunan atas data dilakukan melalui wawancara, pengobservasian, pemeriksaan atas fisik dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dilakukan editing dan cleaning, selanjutnya dianalisis setiap tahapan manajemen varney. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan produksi ASI setelah dilakukan asuhan komplementer pijat oksitosin dibanding sebelum pijat okitosin. Hasil penelitian ini diharapkan bidan dapat menerapkan pijat oksitosin pada ibu nifas, sedangkan bagi ibu nifas diharapkan terus melakukan pijat oksitosin secara mandiri agar pengeluaran ASI lebih maksimal. Kesimpulan penelitian ini adalah pijat oksitosin efektif meningkatkan ASI.Kata kunci: Asuhan Kebidanan; Ibu Nifas; Pijat OksitosinAbstractThe postpartum period poses challenges for both the mother and the infant. These difficulties arise during the postpartum period as a result of physical and psychological changes experienced by the mother. One of the common problems is breastfeeding that is less than optimal. Efforts to overcome this problem can be done by giving oxytocin massage. As an alternative to overcome the non-fluency of breast milk which stimulates the hormones oxytocin and prolactin after giving birth. The objective of this case study is to outline the impact of providing oxytocin massage as a means to enhance lactation output. The approach employed in this research was a case study, the population in this study was 9 postpartum mothers with a sample of 1 postpartum mother with the criteria of not experiencing complications. The tools utilized in this study consisted of interview questionnaires and observation sheets. The process of gathering information through the utilization of interviews, observation, physical examination and documentation study. The data collected was edited and cleaned, then analyzed at each stage of varney management. The findings indicated a rise in breast milk production after oxytocin massage complementary care compared to before oxytocin massage. The anticipated outcomes of this study suggest that midwives have the potential to apply oxytocin massage to postpartum mothers, while postpartum mothers are expected to continue to do oxytocin massage independently so that milk production is maximized. The conclusion of this study is that oxytocin massage is effective in increasing breast milk.Keywords: Midwifery care; Postpartum Mothers; Oxytocin Massage
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA Natalia, Lia; Yuwansyah, Yeti; Fitriyani, Afifah
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.357

Abstract

Seks pra nikah adalah aktivitas fisik, yang menggunakan tubuh untuk mengekspresikan perasaan erotis atau perasaan afeksi kepada lawan jenisnya diluar ikatan pernikahan. Sikap remaja terhadap Seks pra nikah perlu ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap seks pra nikah pada remaja di SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang Tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan quasy eksperimen (eksperimen semu) dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasinya seluruh siswa SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang tahun pelajaran 2021/2022 sebanyak 250 orang dan sampelnya 35 orang dengan teknik proportional to size. Instrumen yang digunakan kuesioner  dengan cara angket. Analisis data univariat menggunakan distribusi tendensi sentral, uji normalitas dan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap remaja mengenai seks pra nikah sebelum pendidikan kesehatan reproduksi (pretest) sebesar 68,17% dan sesudah pendidikan kesehatan reproduksi (posttest) sebesar 78,48%. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap seks pra nikah pada remaja di  SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang tahun 2022 dengan nilai p = 0,000.  Disarankan pihak sekolah untuk mengadakan kegiatan pendidikan kesehatan secara internal atau melibatkan pihak eksternal. Bagi remaja perlu aktif mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi khususnya tentang seks pra nikah agar mempunyai sikap dan terhindar dari perilaku yang berisiko.Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi; Remaja; Sikap; Seks Pra Nikah AbstractPremarital sex is a physical activity which uses the body to express erotic feelings or feelings of affection to the opposite sex outside of marriage. Adolescent attitudes towards premarital sex need to be improved through reproductive health education. This study aims to determine the effect of reproductive health education on attitude towards premarital sex among adolescents at Darul Fatwa DHS, Jatinangor, Sumedang Regency in 2022. This was a quasi-experimental study with a one group pretest-posttest approach. The population were all students of Darul Fatwa DHS, Jatinangor, Sumedang Regency for the academic year of 2021/2022 as many as 250 students. The samples involved were 35 students who were selected using the proportional to size technique. Data collection instrument used here was by means of a questionnaire. Univariate data analysis used the distribution of central tendency. Furthermore, normality test and bivariate analysis used the Wilcoxon test. The results of the study showed that the mean attitude of adolescents regarding premarital sex before reproductive health education (pretest) was 68.17% and after reproductive health education (posttest) it was 78.48%. There was an effect of reproductive health education on attitude towards premarital sex among adolescents at Darul Fatwa SHS, Jatinangor, Sumedang Regency in 2022 with a p value of 0.000. It is recommended that the school organize health education activities internally or involve external parties. For adolescents, it is necessary to actively participate in reproductive health education activities, especially regarding premarital sex so that they have an attitude and avoid risky behavior.Keywords: Reproductive Health; Adolescents; Attitude; Premarital Sex
STUDI KUALITATIF: ANALISIS INFORMASI ANATOMI PADA VARIASI SLICE THICKNESS MSCT SCAN ORBITA DENGAN MEDIA KONTRAS POTONGAN AXIAL MPR Utami, Hernastiti Sedya; Azizah, Atika Nur; Maulana, Andi Muh.; Susanto, Fani; Oviyanti, Pradana Nur
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.342

Abstract

Struktur anatomi orbita sangat kompleks sehingga memerlukan detail yang baik pada msct scan untuk melihat patologi orbita. Salah satu parameter pada msct scan orbita untuk mengetahui keakuratan struktur anatomi orbita adalah ketebalan irisan. menurut literatur ketebalan irisan untuk orbital 2mm. Sedangkan literatur lain mengatakan 3-5 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis informasi citra yang dihasilkan dengan variasi ketebalan irisan pada orbital ct scan.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi eksperimen. Populasi dan sampel adalah 15 pasien dengan citra MSCT scan orbita dengan rekonstruksi ketebalan irisan media kontras potongan MPR aksial yaitu 1 mm, 2 mm dan 3 mm. Informasi citra yang dinilai adalah akurasi, kejelasan struktur dan jaringan pada citra ct scan orbita potongan MPR aksial meliputi anatomi tulang hidung, saraf optik, sinus etmoidalis, sinus sfenoid, tulang lakrimal, kornea, lensa, bola mata dan sklera. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner kepada spesialis radiologi sebagai observer dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPPS uji Friedman test.Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara informasi citra pada variasi ketebalan irisan CT scan MPR aksial orbital dan ketebalan irisan yang dapat memberikan informasi anatomi yang optimal pada citra axial MSCT scan MPR orbital dengan media kontras yaitu 2 mm.Kata kunci : msct scan orbital; ketebalan irisanAbstract The anatomical structure of the orbit is so complex that it requires good detail on CT scan to see the pathology of the orbit. One of the parameters on the orbital ct scan to reveal the accuracy of the orbital anatomical structure is slice thickness. according to the slice thickness literature for orbital 2mm. Whereas other literature says 3-5 mm. the purpose of this study was to analyze the image information produced with slice thickness variations on ct scan orbitals. The method of this research is qualitative with a experiment study. Population and sample were 15 patients with orbital CT scan images with contrast media slice thickness reconstruction of axial MPR pieces that were 1 mm, 2 mm and 3 mm. Assessed image information is accuracy, clarity of structure and tissue on orbital ct scan images of axial MPR pieces including anatomy of nasal bone, optic nerve, ethmoidal sinus, sphenoid sinus, lacrimal bone, cornea, lens, globe and sclera.Data retrieval is done by observation radiologist and data analysis is carried out by SPSS Friedman test.The result of this research is there is a relationship between image information on slice thickness variations of axial MPR CT scans of orbital and slice thickness which can provide optimal anatomical image information on axial images of MPR CT scans of orbitals with contrast agent that is 2 mm.Keywords: orbital msct scan; slice thickness

Page 2 of 2 | Total Record : 13