Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III Dengan Antropometri Bayi Baru Lahir di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2018 Natalia, Lia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.491 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i2.926

Abstract

Kadar Hb rendah pada ibu hamil ini bisa berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan bayi yang dilahirkan. Jumlah ibu hamil dengan kadar haemoglobin rendah di UPTD Puskesmas Sumberjaya tahun 2016-2017 mengalami kenaikan sebesar 1,67% yaitu dari 10,5% pada tahun 2016 menjadi 12,17% pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar haemoglobin ibu hamil pada trimester III dengan antropometri bayi baru lahir di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka tahun 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka pada bulan Februari-April tahun 2018 sebanyak 54 orang dengan teknik accidental sampling. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya (51,9%) bayi baru lahir antropometrinya tidak normal, sebagian kecil (25,9%) ibu hamil trimester III mengalami anemia sedang. Ada hubungan antara kadar haemoglobin ibu hamil trimester III dengan antropometri bayi baru lahir di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2018 (r value = 0,001). Bagi petugas kesehatan perlu memotivasi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, memberi konseling tentang konsumsi tablet Fe serta memberi tahu ibu agar segera berkonsultasi apabila mengalami keluhan pada masa kehamilan. Dan bagi ibu hamil agar melakukan kontak dengan petugas kesehatan setiap trimester sesuai dengan standar yaitu minimal 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimester III, mengkonsumsi tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan dengan air putih atau air jeruk dan hindari minum dengan air teh, serta berkonsultasi ke petugas kesehatan jika mengalami keluhan. Kata kunci: Hemoglobin, Antropometri, Ibu Hamil, Bayi Baru Lahir
Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) Pada Akseptor MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukahaji Kabupaten Majalengka Tahun 2019 Natalia, Lia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.758 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i3.978

Abstract

Berdasarkan hasil survey penduduk antar sensus (Supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2019 sekitar 266,91 juta jiwa. Jumlah yang menggunakan IUD di Puskesmas Sukahaji sebesar 4,80% pada tahun 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device). Rancangan penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control. Kasus adalah akseptor KB IUD dengan jumlah 128 responden. Kontrol adalah akseptor KB implan dan MOW dengan jumlah 128 responden, cara pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis yang dilakukan meliputi univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan bermakna dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD yaitu pengetahuan (p = 0,001), pendidikan (p = 0,001), pekerjaan (p = 0,001), paritas (p = 0,001), umur (p = 0,001), sosial ekonomi (p = 0,001), budaya (p = 0,001), tarif pelayanan (p = 0,026), informasi oleh petugas lapangan KB (p = 0,002,), penyedia pelayanan (p = 0,001) dan dukungan suami (p = 0,001), dan faktor yang tidak berhubungan adalah ketersediaan alat (p = 0,617) dan ketersediaan tenaga (p = 0,142). Hasil analisis multivariat, variabel yang paling dominan berhubungan dengan alat kontrasepsi IUD adalah dukungan suami (p = 0.001, OR = 5,638). Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan terus kualitas pelayanan KB dengan memberikan penyuluhan melibatkan suami, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kata kunci : Keluarga Berencana, IUD, akseptor, perdesaan
Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif, Status Sosial Ekonomi, Riwayat Penyakit ISPA Pada Balita Stunting Dan Non Stunting Natalia, Lia; Evitasari, Desi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.119 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i10.1665

Abstract

Salah satu masalah status gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini adalah gizi pendek atau stunting. Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs). Target yang ditetapkan untuk menurunkan angka stunting hingga 40% pada tahun 2025 (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI eksklusif, status sosial ekonomi, riwayat penyakit ISPA pada balita stunting dan non stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cigasong Kabupaten Majalengka Tahun 2020. Jenis penelitiannya adalah penelitian analitik dengan case control. Jumlah sampel adalah 90 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitiannya dilakukan di UPTD Puskesmas Cigasong Kabupaten Majalengka April-Mei 2020. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi proporsi kasus dan kontrol dan analisis bivariat dengan uji chi square dan OR. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan proporsi balita stunting dengan pemberian ASI tidak eksklusif sebesar 40,0%, proporsi balita stunting dengan status sosial ekonomi rendah sebesar 57,8%, proporsi balita stunting dengan pernah mengalami penyakit ISPA 37,8%, Terdapat perbedaan pemberian ASI Eksklusif (r value = 0,010 dan OR = 3,619)., status sosial ekonomi (r value = 0,020 dan OR = 5,421), terdapat perbedaan riwayat penyakit ISPA pada balita stunting dan non stunting di UPTD Puskesmas Cigasong Kabupaten Majalengka Tahun 2019 (r value = 0,008 dan OR = 7,067). Petugas kesehatan bekerja sama dengan kader untuk melaksanakan kegiatan posyandu secara rutin setiap bulan, memotivasi ibu untuk membawa anaknya ditimbang ke posyandu, memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif, pola hidup bersih dan sehat
HUBUNGAN SENAM HAMIL DAN STATUS GIZI DENGAN PARTUS LAMA Natalia, Lia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.343 KB)

Abstract

Partus lama merupakan persalinan yang berjalan lebih dari 24 jam untuk primigravida dan atau 18 jam untuk multigravida. Partus lama memiliki dampak yang dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi ibu, janin atau keduanya sekaligus. Kejadian partus lama di RSUD Cideres pada tahun 2014 sebesar 16,03% dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan kejadian partus lama di RSUD Majalengka pada tahun 2014 sebesar 11,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan senam hamil dan status gizi dengan partus lama di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka tahun 2015. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka pada bulan Maret-April tahun 2015 sebanyak 71 orang dengan pengambilam sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis datanya terdiri dari analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian, diketahui bahwa sebagian kecil ibu bersalin mengalami partus lama (16,9%), kurang dari setengahnya ibu bersalin tidak melakukan senam pada masa kehamilan (35,2%) dan sebagian kecil ibu bersalin dengan status gizi kurang baik (16,9%). Ada hubungan antara status gizi dengan partus lama (r = 0,001) dan tidak ada hubungan antara senam hamil dengan partus lama (r = 0,608) di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2015. Petugas kesehatan di RSUD Cideres perlu memberikan informasi dan penyuluhan mengenai senam hamil dan makanan yang bergizi dengan menu seimbang, dan bagi ibu hamil perlunya melakukan kontak dengan petugas secara teratur agar mendapatkan informasi mengenai makanan yang bergizi serta cara dan waktu pelaksanaan senam hamil yang baik. Kata Kunci : Senam Hamil, Status Gizi, Partus Lama
PENGETAHUAN MENINGKATKAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELEPASAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUANG ISOLASI COVID-19 RUMAH SAKIT X JAKARTA Margaretha, Evi Maria; Natalia, Lia
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i1.689

Abstract

Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berisiko terhadap penularan Covid-19. Pelepasan alat pelindung diri (APD) yang benar diharapkan mampu mengurangi penularan dari pasien ke perawat. Pengetahuan dan kepatuhan perawat sangat penting dalam pelepasan APD sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelepasan alat pelindung diri di Ruang Isolasi Covid-19 Rumah Sakit X Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 60 perawat. Data dikumpukan dengan kuesioner pengetahuan dengan alpha cronbach 0,975 dan kepatuhan dengan alpha cronbach 0,885. Hasil analisis univariat didapatkan hasil sebagian besar perawat di ruang isolasi Covid-19 di Rumah Sakit X Jakarta berusia 25-35 tahun (63,3%), perempuan (90,0%) pendidikan D3 keperawatan (60,0%) masa kerja <5 tahun (53,3%) pengetahuan baik (61,7%), dan kepatuhan cukup (51,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik kendall tau b didapatkan hasil ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat yang merawat pasien Covid-19 dalam pelepasan APD dengan p value: 0,000 (p value < 0.05). Kesimpulan penelitian ini semakin baik pengetahuan perawat akan meningkatkan kepatuhan dalam pelepasan APD. Saran bagi rumah sakit dapat meningkatkan pengetahuan perawat dengan melakukan pelatihan rutin tentang pelepasan APD dan melakukan monitoring evaluasi secara berkala terhadap kepatuhan perawat dalam pelepasan APD agar penularan Covid-19 dapat terkendali.
PENGARUH FOOT AND HAND MASSAGE TERHADAP TINGKAT NYERI IBU POST SECTIO Nuraeni, Rina; Lisnawati, Diny; Natalia, Lia; Wahyuni, Yuyun Sri
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 6, No 3 (2023): Journal of Maternity Care Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v6i3.12275

Abstract

Latar Belakang : Proses melahirkan janin dengan sectio caesarea, melibatkan sayatan perut (laparotomi) dan sayatan rahim (histerotomi). Di Indonesia persalinan secara caesar semakin meningkat baik di rumah sakit umum maupun di rumah sakit swasta. Nyeri adalah rasa sakit fisik yang dikomunikasikan secara subyektif oleh orang yang mengalaminya, penatalaksanaan non farmakologi terhadap nyeri post operasi SC diantaranya dengan  foot and hand massage. Tujuan penelitian : Mengetahui Pengaruh Foot and Hand Massage terhadap tingkat nyeri ibu post SC Di Ruang Walet RSUD Cideres. Metode Penelitian : Menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien SC di Ruang Walet RSUD  Cideres yaitu sebanyak 351 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 12 responden, dilaksanakan sesuai dengan etika penelitian, dengan pengukuran tingkat nyeri menggunakan lembar observasi numeric rating score (NRS). Hasil Penelitian : Terdapat pengaruh antara sebelum dan sesudah dilakukan Foot and Hand Massage dengan nilai mean dari tingkat nyeri 9.92 menjadi 8.25 setelah dilakukan Foot and Hand Massage dengan nilai Sig 2-tailed 000.  Kesimpulan : Metode Foot and Hand Massage pada penelitian ini bisa menjadi alternatif atau pilihan dalam penatalaksaan terapi non farmakologi untuk mengurangi tingkat nyeri   pada pasien post operasi SC, dari hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa terapi pijat tangan dan kaki dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan independen untuk mengatasi rasa nyeri  
Pengaruh Kompres Air Hangat Terhadap Nyeri Tulang Belakang Pada Ibu Hamil Trimester III Natalia, Lia; Amalia, Merlly; Nursyifa, Gina
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i2.134

Abstract

Ketidaknyamanan dalam kehamilan adalah perasaan kekurangan atau ketidaknyamanan pada kondisi fisik atau mental ibu hamil, termasuk nyeri tulang belakang. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri tulang belakang pada ibu hamil trimester III. Jenis penelitiannya quasy eksperiment menggunakan one group pretest-posttest design. Populasinya adalah ibu hamil trimester III di PMB Hj. Yuli Listiyani, Amd.Keb. Kabupaten Cirebon sebanyak 34 ibu bersalin dan sampel sejumlah 15 ibu dengan teknik purposive sampling. Instrumennya menggunakan kuesioner, lembar observasi dan SOP. Analisis datanya menggunakan uji t berpasangan. Rata-rata nyeri tulang belakang pada ibu hamil trimester sebelum kompres air hangat III adalah 4,93 dan sesudah kompres air hangat adalah 3,59. Ada pengaruh pemberian kompres air hangat terhadap nyeri tulang belakang pada ibu hamil trimester III. Disarankan bidan atau petugas kesehatan memberikan bimbingan dan konseling tentang kompres air hangat sebagai upaya alternatif mengatasi nyeri tulang belakang pada ibu hamil trimester III.
PENCEGAHAN HIV/AIDS MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI DESA SIDAMUKTI BLOK CURUG Natalia, Lia; Indriyani, Yuyun Wahyu Indah; Yuwansyah, Yeti; Putri, Amelia; Aini, Zahrotul; Salsabila, Reninda Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jirah.v2i1.367

Abstract

The number of cases of people with HIV AIDS is increasing from year to year. Adolescents infected with HIV AIDS in Indonesia show a number that tends to increase, triggered by ignorance of adolescents about reproductive health. Knowledge of how HIV AIDS is transmitted is very important to encourage youth to avoid HIV AIDS. It is hoped that empowering youth in building healthy lives, providing reproductive health counseling to adolescents, is expected to have an impact on reducing the incidence of HIV AIDS among adolescents. The purpose of the activity is to encourage young people to avoid HIV AIDS in Sidamukti village, Curug Block, Majalengka District, Majalengka regency which is able to provide health information to peers, especially about HIV and AIDS so that it will increase the knowledge of teenagers in the Curug block about reproductive health and the dangers of HIV AIDS. The type of activity carried out to overcome partner problems is by conducting reproductive health counseling to adolescents in the waterfall block of Sidamukti Village. The result of counseling from this activity is an increasing in adolescent knowledge about adolescent reproductive health.Keywords: Adolescent, HIV/AIDS, Adolescent Health Cadres Abstrak:Jumlah kasus penderita HIV AIDS semakin meningkat dari tahun ke tahun. Remaja yang terinfeksi HIV AIDS di Indonesia menunjukkan angka yang cenderung meningkat dipicu oleh ketidaktahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan cara penularan HIV AIDS sangat penting untuk mendorong remaja terhindar dari HIV AIDS. Pemberdayaan remaja dalam membangun hidup sehat penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja diharapkan dapat berdampak terhadap turunnya angka kejadian HIV AIDS di kalangan remaja. Tujuan kegiatan adalah mendorong remaja terhindar dari HIV AIDS di Desa Sidamukti, Blok Curug Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, yang mampu memberikan informasi kesehatan kepada teman sebaya khususnya tentang HIV AIDS sehingga akan meningkatkan pengetahuan remaja Blok Curug tentang kesehatan reproduksi dan bahaya HIV AIDS. Jenis kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah dengan melakukan melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja di Blok Curug Desa Sidamukti. Hasil penyuluhan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja.Kata Kunci: Remaja, HIV/AIDS, Penyuluhan Kesehatan Remaja
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA Natalia, Lia; Yuwansyah, Yeti; Fitriyani, Afifah
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.357

Abstract

Seks pra nikah adalah aktivitas fisik, yang menggunakan tubuh untuk mengekspresikan perasaan erotis atau perasaan afeksi kepada lawan jenisnya diluar ikatan pernikahan. Sikap remaja terhadap Seks pra nikah perlu ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap seks pra nikah pada remaja di SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang Tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan quasy eksperimen (eksperimen semu) dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasinya seluruh siswa SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang tahun pelajaran 2021/2022 sebanyak 250 orang dan sampelnya 35 orang dengan teknik proportional to size. Instrumen yang digunakan kuesioner  dengan cara angket. Analisis data univariat menggunakan distribusi tendensi sentral, uji normalitas dan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap remaja mengenai seks pra nikah sebelum pendidikan kesehatan reproduksi (pretest) sebesar 68,17% dan sesudah pendidikan kesehatan reproduksi (posttest) sebesar 78,48%. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap seks pra nikah pada remaja di  SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang tahun 2022 dengan nilai p = 0,000.  Disarankan pihak sekolah untuk mengadakan kegiatan pendidikan kesehatan secara internal atau melibatkan pihak eksternal. Bagi remaja perlu aktif mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi khususnya tentang seks pra nikah agar mempunyai sikap dan terhindar dari perilaku yang berisiko.Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi; Remaja; Sikap; Seks Pra Nikah AbstractPremarital sex is a physical activity which uses the body to express erotic feelings or feelings of affection to the opposite sex outside of marriage. Adolescent attitudes towards premarital sex need to be improved through reproductive health education. This study aims to determine the effect of reproductive health education on attitude towards premarital sex among adolescents at Darul Fatwa DHS, Jatinangor, Sumedang Regency in 2022. This was a quasi-experimental study with a one group pretest-posttest approach. The population were all students of Darul Fatwa DHS, Jatinangor, Sumedang Regency for the academic year of 2021/2022 as many as 250 students. The samples involved were 35 students who were selected using the proportional to size technique. Data collection instrument used here was by means of a questionnaire. Univariate data analysis used the distribution of central tendency. Furthermore, normality test and bivariate analysis used the Wilcoxon test. The results of the study showed that the mean attitude of adolescents regarding premarital sex before reproductive health education (pretest) was 68.17% and after reproductive health education (posttest) it was 78.48%. There was an effect of reproductive health education on attitude towards premarital sex among adolescents at Darul Fatwa SHS, Jatinangor, Sumedang Regency in 2022 with a p value of 0.000. It is recommended that the school organize health education activities internally or involve external parties. For adolescents, it is necessary to actively participate in reproductive health education activities, especially regarding premarital sex so that they have an attitude and avoid risky behavior.Keywords: Reproductive Health; Adolescents; Attitude; Premarital Sex
Gambaran Pola Pemberian Makan Dan Pola Asuh Pada Balita Stunting Natalia, Lia; Yuwansyah, Yeti; Andini, Andini
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v5i2.68

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth and development in children due to chronic malnutrition so that children have low height-for-age. Under-five children with stunting are thise with a z-score of less than -2SD/standard deviation (stunted) and less than -3SD (severely stunted). This study aims to describe the feeding and parenting patterns toward under-five children with stunting.This was a quantitative descriptive study. The populations in this study were mothers who had under-five children with stunting as many as 596 women and the samples were 86 women who were selected using purposive sampling technique. The data collection instrument was a questionnaire. Univariate data analysis was performed through frequency distribution. The results of study showed that a small proportion (15.1%) of under-five children with stunting were in the very short category, less than half (48.8%) of respondents performed inappropriate feeding pattern for under-five children with stunting and less than half (47.7%) of respondents performed ignorance in parenting pattern towards under-five children with stunting. For healthcare workers, it is necessary to increase counseling effort to mothers of under-five children about stunting along with its prevention, motivate mothers of under-five children to provide nutritional food and perform appropriate parenting pattern for their children. Furthermore, it is necessary to optimize the role of cadres and integrated healthcare post activities to monitor the development of under-five children continually. Mothers of under-five children are expected to actively participate in integrated healthcare post activities, attend counseling events and be diligent in seeking information either through the media or by asking to healthcare workers regarding stunting and how to prevent it. In addition, mothers of under-five children should manage time to care for their children so as to have optimal growth and development.