cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2005): Juli" : 7 Documents clear
MENGENAL MAKNA LAMBANG 3 ANGGOTA PERGURUAN HISTORIS YANG BERPUSAT DI YOGYAKARTA Siswantoyo Siswantoyo
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 1, No 2 (2005): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.374 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v1i2.6871

Abstract

Yogyakarta di sebut sebagai kota budaya memang sangat tepat. Dari salah satu budaya tradisional yaitu pencak silat, munculnya 3 perguruan silat yang tergabung dalam perguruan historis. Historis ini memiliki makna perguruan yang turut membangun dan mengembangkan pencak silat. Perguruan historis menyimpan sejarah yang sangat panjang, yang terdiri dari 10 perguruan, dan yang lahir di yogyakarta terdapat tiga perguruan yaitu Perguruan Pencak Indonesia (PerPI) Harimurti, PS Phashadja Mataram, PS Tapak Suci. PerPi Harimurti yang lahir dari pendopo Tedjokusuman Ngayogyakarta hadiningrat yang diasuh oleh RM Rio Harimurti, dalam perkembangannya menggunakan lambang perguruan yang berprinsip pada sumber kehidupan, dengan menggunakan unsur air, api, tanah, angin, dimana hal tersebut merupakan ciptaan Tuhan dan digunakan dalam kehidupan manusia. Phashadja Mataram menggunakan bahasa sansekerta Pha: puasa-laku, Sha: Senjata-Kemampuan (lahir-batin), Dja: Jumedhul-kelakone, yang memiliki makna ilmu iku biso kelakone kanthi laku. Pada PS Tapak Suci, dari keseluruhan lambang tersimpul dengan nama TAPAK SUCI yang mengandung arti Bertekad bulat mengagungkan asma Alloh Subhanahu wataala, kekal dan abadi. Dengan keberanian menyerbakan keharuman dengan sempurna, dengan kesucian menunaikan rukun islam dan rukun iman, mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati. Makna filosofis dari lambang perguruan silat kebanyakan mendasarkan pada, ke Tuhan-an dan kehidupan, yang diwujudkan dengan berbagai makna dari warna, makna bunga, anggota badan, tatasurya, senjata tradisional seperti keris, tombak, trisula, toya dan lainnya. Diantara titik-titik kecil perbedaan makna yang ada, namun masih terdapat sebuah kesamaan garis yang lebih tebal tentang tujuan yang diharapkan, yang antara lain turut serta dalam membangun generasi muda yang bermoral tinggi, Taqwa, Tanggap, Tanggon, Tangguh, Trengginas dan disiplin serta bertanggung jawab. Dari makna lambang ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengungkap perguruan silat yang lahir di yogyakarta dan mendapat julukan sebagai perguruan Historis yang akhirnya julukan tersebut diubah menjadi Perguruan Khusus.
MELATIH SIKAP DAN GERAK DASAR PENCAK SILATBAGI PESILAT PEMULA Agung Nugroho, A.M.
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 1, No 2 (2005): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.668 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v1i2.6859

Abstract

Ajaran dalam pencak silat meliputi empat aspek, yaitu aspek mental spiritual, aspek seni, aspek beladiri, dan aspek olahraga. Setiap aspek memiliki penekanan teknik yang berbeda. Untuk itu diperlukan kemampuan pelatih dalam menguasai teknik dasar sehingga proses berlatih melatih dapat efektif dan efisien.Bagi pesilat yang baru belajar pencak silat sering mengalami kesulitan bila langsung diajarkan teknik pukulan, tendangan, maupun jatuhan tanpa diberikan sikap dan gerak dasar terlebih dahulu. Hal ini dikarena teknik pukulan, tendangan, maupun jatuhan memerlukan koordinasi yang tinggi. Disamping itu pesilat pemula belum siap otot-otot lengan, tangan, tungkai kaki, dan panggul. Sehingga sering mengakibatkan pesilat cedera pada persendian pergelangan tangan, tungkai kaki, maupun pinggul. Oleh karena itu perlu pemberian materi yang tepat bagi pesilat pemula sebelum mereka latihan pukulan, tendangan, dan jatuhan.Materi latihan yang baik bagi pesilat pemula adalah sikap dan gerak dasar yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk serangan dan pembelaan. Sikap dasar adalah: sikap berdiri tegak, sikap kuda-kuda, sikap duduk, dan sikap pasang. Sikap gerak dasar meliputi: arah delapan penjuru mata angin, langkah, dan pola langkah.Kata Kunci: kuda-kuda, pasangan, dan pola langkah
PRINSIP-PRINSIP POLA BERMAIN TENIS LAPANGAN Sukadiyanto, Sukadiyanto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 1, No 2 (2005): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.333 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v1i2.6872

Abstract

Perolehan angka dalam permainan tenis merupakan hasil dari serangkaian pukulan yang dilakukan oleh petenis. Pengulangan-pengulangan serangkaian pukulan tersebut secara akumulatif akan membentuk pola-pola permainan. Oleh karena itu, para pelatih tenis diharapkan selalu mencatat dan mempraktekkan semua bentuk materi latihan teknik untuk setiap sesi latihan. Proses dokumentasi tersebut sangat membantu para pelatih tenis dalam memilih materi untuk meningkatkan keterampilan sekaligus pola bermain.Berangkat dari akumulasi pola-pola latihan yang diciptakan oleh para pelatih bagi petenisnya, dapat sebagai strategi bermain dan memperkaya taktik bermain dalam menghadapi calon lawan. Dengan cara tersebut semua pola-pola bermain yang terdokumentasikan harus diujicobakan selama proses latihan maupun bertanding. Inilah salah satu tugas utama para pelatih adalah membawa dan mengamati para atletnya selama mengikuti suatu turnamen. Hal-hal yang diamati pelatih tentu yang berkaitan langsung dengan aspek-aspek yang mendukung dan yang menghambat kinerja atletnya dalam bertanding.Berdasarkan hasil observasi para pelatih dalam beberapa turnamen dapat sebagai umpan balik dalam memperbaiki program latihan dan menyusun materi latihan sesuai dengan yang diperlukan petenis dalam bertanding. Pada tingkat petenis yang aktif mengikuti turnamen, maka pola-pola bermain harus dilatihkan agar menjadi gerak yang otomatis. Untuk itu perlu dipahami mengenai prinsip-prinsip pola bermain dalam tenis lapangan. Beberapa prinsip dalam menerapkan pola bermain di antaranya (1) klasifikasi musuh petenis, (2) permainan tenis adalah permainan yang penuh dengan resiko kesalahan, (3) setiap pukulan berusaha membuka daerah lawan, (4) buatlah lawan selalu bergerak ke seluruh lapangan permainan, (5) pelajari permainan lawan, (6) pelajari kondisi lingkungan bermain, dan (7), perhatikan posisi tempat jatuhnya bola dengan posisi berdiri.Kata kunci: Pola bermain, tennis
STRES DAN PENGARUHNYA DALAM RENANG Supriyanto, Agus
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 1, No 2 (2005): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.478 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v1i2.6861

Abstract

Stres merupakan gejala psikologis yang pernah dialami oleh semua manusia dalam kehidupan maupun dalam olahraga. Hal-hal yang dapat menimbulkan stres antara lain rasa lapar, haus, takut, kebutuhan akan teman, tantangan, kegagalan dalam perlombaan, tuntutan pekerjaan, tuntutan masyarakat, tuntutan keluarga, dan lain-lain. stres tidak selalu mengandung pengertian yang negatif, karena dampak stres ada yang positif dan ada juga yang negatif.Stres dalam olahraga pada level tertentu diperlukan untuk mendapatkan perfoma maksimum, memperoleh keuntungan dari kewaspadaan dan aktivasi yang akan dibawa, dan mencapai keberhasilan dalam olahraga. Sebaliknya pada level stres yang berlebihan dapat merusak performa dan membahayakan dalam berolahraga. Kemampuan penyesuaian diri terhadap stres ini dapat ditingkatkan dengan latihan secara sistematis untuk mengembangkan prestasi dan menghindari atau menyesuaikan diri terhadap beban-beban yang penuh stres berlebihan.Dalam olahraga renang ada dua faktor stres yang menghambat, pertama adalah sindrom kelelahan dalam otak dan kelelahan fisik akibat proses latihan yang terlalu berlebihan (over training) serta kompetisi yang panjang, sedang faktor yang kedua adalah sistem kekebalan yang tidak efisien. Pengawasan diri perenang dalam keadaan stres sangat penting untuk memahami gangguan stres yang terjadi. Oleh karena itu perlu bagi pelatih untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan gejala-gejala stres, sehingga stres atau gangguan tersebut tidak akan menjadi gejala yang negatif dalam perkembangan atlet selanjutnya.Kata-kata kunci: Stres, pengaruh, renang
SUMBANGAN KEKUATAN OTOT-OTOT TUNGKAI, KELINCAHAN, KELENTUKAN PUNGGUNG TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN BOLA BASKET Dedy Sumiyarsono
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 1, No 2 (2005): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.063 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v1i2.6867

Abstract

Permainan bolabasket merupakan salah satu cabang permainan yang dimainkan oleh lima orang setiap regu, baik putra maupun putri. Pada prinsipnya permainan ini mempunyai dasar teknik yang melandasinya yaitu oper mengoper (passing), menembak (shotting), menggiring (dribling). Akan tetapi yan tidak kalah pentingnya dasar fisik yang menunjang permainan bola basket tersebut. Untuk itu perlu diadakan penelitian sejauh mana sumbangan unsur fisik kekuatan otot-otot tungkai, kelicahan dan kelentukan punggung terhadap keterampilan bermain bola basket.Penelitian ini mengambil populasi mahasiswa putra FPOK IKIP Yogyakarta dari jurusan PKL, POR dan PKR yang terdaftar pada semester Januari – Juni 1989 serta telah mengambil mata kuliah teori dan praktek permainan bola basket sejumlah 347 orang mahasiswa. Penentuan sampelnya menggunakan Purposive random sampling dengna cara diundi. Sampel yang mempunyai data lengkap sebanyak 69 orang mahasiswa. Mahasiswa tersebut dikenai pengukuran otot-otot tungkai, kelincahan, kelentukan punggung dan keterampilan bermain bolabasket. Sedang satuan pengukurannya dari pengukuran tersebut adalah kilogram untuk kekuatan, detik untuk kelincahan, skala untuk kelentukan punggung dan keterampilan bermain bolabasket terdiri dari tiga macam tes yaitu memantulkan bola ke tembok, menggiring bola melewati bangku, serta menembakkan bola ke basket selama 60 detik. Tehnik analisis yang dipergunakan untuk menyelesaikan perhitungannya adalah tehnik tes retes, product moment, Hoyt dan analisis regresi. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan tehnik tes. Keputusan menerima dan menolak, dengan taraf signifikansi 5%.Hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah hubungan kekuatan otot-otot tungkai, kelincahan, kelentukan punggung terhadap keterampilan bermain bolabasket Ry (1.2.3) sebesar 6,88, Freg = - 22,134831 (Ft 5% = 2,74 maka tidak signifikan). Sumbangan yang diberikan dari kekuatan otot-otot tungkai terhadap keterampilan bermain bolabasket sebesar 38,3%, kelincahan terhadap keterampilan bermain
PERKEMBANGAN DAN PERANAN TAEKWONDODALAM PEMBINAAN MANUSIA INDONESIA Devi Tirtawirya
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 1, No 2 (2005): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.491 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v1i2.6869

Abstract

Manusia mempunyai kebutuhan yang sangat kompleks dalam kehidupannya. Pada dasarnya manusia mempunyai kelebihan dari mahkluk lain meliputi cipta, rasa dan karsa dengan tujuan perjuangan hidup, untuk mempertahankan diri dari serangan luar. Untuk itu manusia perlu beladiri dalam mempertahankan hidup.Taekwondo merupakan cabang olahraga beladiri yang menggunakan tangan, kaki dengan disiplin diri, sehingga taekwondo bermanfaat besar dalam kehidupan bermasyarakat. Taekwondo berasal dari Korea dan bermarkas besar di Kukkiwon Seoul Korea, sekarang mempunyai anggota lebih dari 165 negara dan berkembang di Indonesia sekitar tahun 1970.Taekwondo mengembangkan komponen-komponen biomotor yang sangat berguna bagi para anggota taekwondo yang latihan rutin. Komponen-komponen biomotor yang dikembangkan cabang olahraga taekwodo antara lain koordinasi, keterampilan, kecepatan, fleksibilitas, kekuatan otot, keseimbangan, postur, power, daya tahan.Taekwondo yang cenderung sebagai olahraga fisik secara psikologis sangat berperan dalam proses pelatihan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Berkaitan dengan psikologis ada dua hal yang diberikan saat belajar taekwondo, yaitu 1) moral, 2) mental. Berbicara masalah moral dan mental merupakan modal yang utama saat seseorang hidup bermasyarakat, dan semua diajarkan dalam taekwondo.Kata kunci: Taekwondo, Pembinaan Manusia.Taekwondo merupakan cabang olahraga bela diri yang menggunakan tangan dan kaki dikemas dengan baik menggunakan aturan serta etika kedisiplinan. Taekwondo banyak memberikan manfaat yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. Seperti halnya masalah kedisiplinan, seorang taekwondoin diajarkan bertanggung jawab
PROGRAM DIET UNTUK MENGENDALIKAN BERAT BADAN OLAHRAGAWAN MENUJU PUNCAK PRESTASI Djoko Pekik Irianto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 1, No 2 (2005): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v1i2.6870

Abstract

Olahragawan memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan fungsi tubuh meliputi : bergerak, membangun dan mengatur. Banyaknya makanan yang dikonsumsi sehari-hari perlu disesuaikan dengan kondisi fisik dan kebutuhan atlet secara individual, seorang petinju misalnya membutuhkan makanan lebih banyak dari pada seorang sprinter.Kelebihan makanan akan menyebabkan kegemukan sebagai akibat menumpuknya simpanan lemak yang akan mengganggu proses dalam tubuh dan menghambat pencapaian prestasi puncak, demikian halnya dengan konsusmsi makanan yang terlalu sedikit akan menyebabkan penurunan berat badan yang dapat berdampak pada penurunan prestasi.Upaya penurunan berat badan atlet perlu direncanakan dengan cermat, sebab cara penurunan berat badan yang salah seperti yang sering dilakukan atlet cabang olaraga beladiri dengan cara berlari-lari di tempat panas akan berdampak negatif terhadap kelangsungan fungsi tubuh dan akan menurunkan prestasi.Untuk mengendalikan berat badan secara efesien perlu disusun program diet sehingga olahragawan dapat mencapai puncak prestasi.Kata Kunci : diet, puncak prestasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7