cover
Contact Name
Euis Kurniati
Contact Email
euiskurniati@upi.edu
Phone
+62818630149
Journal Mail Official
edukid@upi.edu
Editorial Address
Departemen Pedagogik Program Studi PGPAUD Universitas Pendidikan Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 16935284     EISSN : 26856409     DOI : https://doi.org/10.17509/edukids.v18i1
Core Subject : Education,
Jurnal Edukids bertujuan untuk memfasilitasi penyebaran penelitian tentang isu-isu yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini untuk menyelesaikan masalah dalam pendidikan dan pembelajaran. Jurnal ini berisi artikel penelitian yang diproses melalui blind peer review. Jurnal Edukids menerima artikel tentang pendidikan anak, perkembangan anak, kurikulum dan pembelajaran, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk anak-anak, kebijakan yang berkaitan dengan anak-anak, pendidikan guru untuk anak usia dini, pengasuhan anak, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk anak-anak, dan bidang lain yang berkaitan dengan anak usia dini. Jurnal Edukids dapat mengakomodasi para peneliti, dosen, pengamat pendidikan anak-anak, mahasiswa, praktisi di bidang pendidikan anak usia dini untuk mempublikasikan pekerjaan mereka secara luas.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP BILANGAN ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA PUZZEL Amalia, Ayu; Syaodih, Ernawulan; Gustiana, Asep Deni
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.212 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.21531

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penguasaan konsep bilangan sederhana anak usia dini di kelompok A Abu Bakar Sidiq Cimahi. Permasalahan yang muncul terkait penguasaan konsep bilangan sederhana diantaranya (1) mengenai pemahaman konsep matematika, contohnya anak hanya mampu menyebutkan bilangannya saja tanpa memahami bagaiman lambang bilangan tersebut. (2) anak belum mampu mengurutkan bilangan angka. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menerapkan media pembelajaran berupa alat permainan edukatif puzzel. Penelitian ini dilakukan di kelompok A Abu Bakar Sidiq RA Al-Kautsar Cimahi, dengan jumlah subjek 22 anak. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis yang terdiri dari empat tahap yaitu: 1) perencanaan. 2) pelaksanaan, 3) observasi, 4) refleksi. Instrument penelitian yang digunakan berupa lembar observasi kemampuan penguasaan konsep bilangan sederhana, catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Analisis data pada kemampuan penguasaan konsep bilangan sederhana melalui penggunaan media pembelajaran APE puzzel ini mengacu pada kurikulum 2013 yang dijabarkan pada kisi-kisi instrument. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus yang terdiri dari 2 pertemuan. Hasil kemampuan penguasaan konsep bilangan  sederhana terdiri dari 8 indikator dengan kategori baik saat pra-siklus 0%, akhir siklus I 9% menjadi 77% di akhir siklus II. Kategori cukup 27% saat pra-siklus, dan 68% akhir siklus I menjadi 23% pada siklus II. Kategori Kurang 73% pra-siklus, dan 23% pada akhir siklus I menjadi 0% saat akhir siklus II. Dengan begitu dapat dikategorikan bahwa penerapan penggunaan media pembelajaran APE puzzel dapat meningkatkan kemampuan penguasaan konsep bilangan sederhana anak usia dini di kelompok A Abu Bakar Sidiq RA Al-Kautsar Cimahi.
KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI MENURUT PANDANGAN GURU DAN ORANG TUA Rizkyani, Fatimah; Adriany, Vina; Syaodih, Ernawulan
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.271 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.19805

Abstract

Pembentukan kemandirin pada usia dini sangatlah penting dipahami oleh guru dan orang tua. Sebab orang tua dan gurulah yang sangat berperan dalam pembentukan kemandirian anak.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dan tindakan apa sajakah yang diberikan dan terjadi pada anak yang dapat membentuk kemandirian anak, bagaimana kemandirian anak usia dini, dan hambatan apa sajakah yang dapat menghambat kemandirian anak usia dini. Subjek pada penelitian ini berjumlah enam partisipan yang terdiri dari tiga orang guru dan tiga orang tua. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian studi kasus dengan teknik analisis data menggunakan grounded theory. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bagaiamana guru dan orang tua memiliki pandangan bahwa kemandirian anak itu penting dikembangkan karena dengan itu anak dapat melakukan segala sesuatunya sendiri dan tidak tergantung pada orang lain serta guru dan orang tua berpandangan kemandirian anak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor pendorong meliputi adik, kekompakan orang tua, konsistensi dan teman akan membentuk kemandirian anak, sedangkan nenek yang telalu memanjakan cucunya, lingkungan keluarga yang tidak mandiri serta telepon genggam merupakan faktor yang dapat menghambat kemandirian anak. Rekomendasi ditujukan kepada guru dan orang tua agar dapat bekerjasama dalam membentuk kemandirian anak dengan memberikan banyak kegiatan yang positif agar anak dapat terbentuk kemandiriannya.
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI LEMBAGA PAUD Azizah, Annisa Nur; Adriany, Vina; Romadona, Nur Faizah
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.92 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.19830

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jumlah ABK yang semakin meningkat dan penyelenggaraan pendidikan inklusi di lembaga PAUD yang masih sedikit serta penelitian terdahulu yang masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penanganan ABK di PAUD berbasis alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara pada tiga partisipan yaitu: kepala sekolah, fasilitator kelas, dan GPK. Analisis data menunjukkan adanya permasalahan dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi yaitu: fasilitas dan SDM yang belum tersedia termasuk dana dalam salary untuk shadow teacher dilakukan oleh orangtua dan ekgiatan evaluasi yang belum terlaksana akibat kendala lainnya. Lalu adanya tantangan dalam menangani ABK yaitu: kebutuhan ABK sesuai dengan kemampuan ABK (anak mampu latih dan anak mampu didik), kerjasama orangtua yang diatasi dengan melakukan komunikasi yang baik untuk menyampaikan program khusus yang dimiliki dan melibatkan orangtua untuk komitmen dalam membantu penangan dan terakhir tantangan dalam merekrut SDM yang siap dengan memberikan pembinaan berupa pelatihan oleh psikolog dan kegiatan parenting . Selain itu adanya penanganan ABK dengan metode green tehrapy yaitu kegiatan berkaitan dengan fasilitas alam namun belum sepenuhnya berkaitan dengan alam. Dan adanya pemberian stimulus selama 24 jam yang dilakukan selama di sekolah maupun di rumah dengan melibatkan orangtua. Dan treatment selanjutnya dengan memberikan kesempatan pada ABK untuk belajar dalam satu kelas yang sama dengan anak pada umunya.
UPAYA ORANG TUA UNTUK MENCEGAH KETERGANTUNGAN ANAK TERHADAP PENGGUNAAN GADGET Nurfadilah, Fathia; Zaman, Badru; Romadona, Nur Faizah
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.813 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.21532

Abstract

Abstrak : Penelitian ini berdasarkan temuan,  bahwa saat ini mulai marak penggunaan gadget oleh anak usia dini yang tidak banyak dibatasi waktunya oleh orang tua sehingga menimbulkan ketergantungan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan dan upaya orang tua dalam mencegah ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 2 orang ibu dari anak usia dini yang sering menggunakan gadget. Hasil penelitian  menunjukan bahwa pandangan orang tua terhadap penggunaan gadget untuk anak terdapat pendapat positif dan pendapat negatif. Adapun upaya orang tua untuk mencegah ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget meliputi: 1) Bersikap tegas dengan melarang anak apabila sudah bermain terlalu lama; 2) tidak mencontohkan  menggunakan gadget di depan anak sehingga harus bersembunyi saat menggunakan gadget; 3) mengajak anak untuk bermain diluar dan berinteraksi dengan tetangga dan mengalihkan perhatiannya dengan kegiatan lain; 4) memasukan anak kesekolah agar mengurangi frekuensi anak menggunakan gadget; 5) memberhentikan akses wifi dirumah. Adapun pihak yang membantu dalam pencegahan yaitu dari pihak keluarga yang membantu mengingatkan. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian lanjutan dengan memperdalam ketergantungan gadget pada anak usia dini ini, dengan desain penelitian lain atau menggunakan sampel yang lebih banyak.
PERAN ORANG TUA DALAM MELAKUKAN FINANCIAL EDUCATION PADA ANAK USIA DINI Pujianti, Tiara; Syaodih, Ernawulan; Djoehaeni, Heny
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.811 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.19796

Abstract

Tingkat literasi keuangan di Indonesia, menurut hasil survei yang dilakukan oleh OJK menunjukkan sebesar 29.7%. Untuk meningkatkan financial education perlu diawali oleh orang tua yang menjadi pendidik pertama di keluarga dalam memberikan pengetahuan mengenai financial education pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam melakukan financial education pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan empat responden yang berdomisili di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam melakukan financial education meliputi: 1) kegiatan yang dilakukan orang tua berupa persiapan diskusi antara ayah dan ibu, persiapan untuk sumber materi, menyampaikan materi diantaranya konsep tentang uang, menabung, kebutuhan dan keinginan, dan lembaga keuangan, cara orang tua melakukan financial education, waktu dalam pelaksanaan financial education, penggunaan media, serta tujuan melakukan financial education pada anak; 2) kendala-kendala yang dialami dalam pelaksanaan financial education diantaranya pengetahuan yang kurang, mood anak, dan faktor lingkungan. Adapun solusinya adalah mengalihkan perhatian anak, adanya peran ayah sebagai mediator, dan mengkomunikasikan apa yang diajarkan. Direkomendasikan bagi orang tua untuk memperhatikan dan mengkaji kembali mengenai materi financial education yang dapat dijadikan pedoman dalam mengenalkan financial education. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menggunakan variasi teknik penelitian yang lain dengan cakupan yang lebih luas.
PENATAAN KELAS PADA PAUD INKLUSI Yusra, Shofie Rizqita; Mariyana, Rita; Djohaeni, Henny
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.84 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.21530

Abstract

Abstrak: Penerapan program sekolah inklusi pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini dirasa masih kurangnya kesiapan sekolah dalam menyenlenggarakan sistem inklusi. Salah satunya adalah penataan kelas di sekolah inklusi yang belum sepenuhnya inklusif. Penataan kelas inklusi baiknya yaitu dapat menciptakan dan menjaga komunitas kelas yang hangat, menerima keanekaragaman, dan menghargai perbedaan. Akan tetapi kemampuan guru dalam mengatur suasana kelas yang ramah untuk anak berkebutuhan khusus maupun anak regular seringkali masih kurang optimal. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penataan kelas dan hambatan dalam penataan kelas inklusi di Taman Kanak-kanak Mutiara Bunda. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Taman Kanak-kanak Mutiara Bunda. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun sebagai hasil temuan di lapangan sebagai berikut, penataan kelas indoor yang inklusi di PAUD yang inklusi yaitu adanya ruang stimulus sebagai tempat anak berkebutuhan khusus mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhannya, penataan kelas outdoor yang inklusi di PAUD yang inklusi yaitu adanya ruang,bahan yang aman dan aksesibilitas untuk anak berkebutuhan. Lingkup- lingkup yang terkait berupa pihak yang terlibat, desain dan sarana prasaana yang digunakan dalam penataan kelas serta SOP penataan kelas yang dimiliki TK Mutiara Bunda.

Page 1 of 1 | Total Record : 6