p-Index From 2021 - 2026
10.473
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika) Jurnal Pengajaran MIPA Journal of Education and Learning (EduLearn) Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Prima Edukasia Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Usia Dini Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI AWLADY Jurnal Pendidikan Anak JURNAL IQRA´ Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan UNIGA MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JPI Proceedings of the 1st UR International Conference on Educational Sciences Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Journal of Dedicators Community Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Aulad : Journal on Early Childhood Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) PrimaryEdu - Journal of Primary Education Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik) Jurnal Educatio FKIP UNMA Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini UTAMAX : Journal of Ultimate Research and Trends in Education These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Basicedu Journal of Innovation and Research in Primary Education Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research Jurnal Elementaria Edukasia PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Progresif Exploration In Early Childhood Research
Claim Missing Document
Check
Articles

A Four-Tier Diagnostic Test to Assess Pre-service Elementary Teachers’ on Electricity Magnetism Hermita, Neni; Suhandi, Andi; Syaodih, Ernawulan; Samsudin, Achmad
Proceedings of the 1st UR International Conference on Educational Sciences Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Proceedings of the 1st UR International Conference on Educational Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article reports on the calculation procedure which is to recover and to device a four-tier test diagnostic instrument, which has not been defined in the literature. It is an enhanced arrangement of the two-tier test substances. As in two-tier tests, its answer and reason tiers extent pre-service elementary teachers’ contented knowledge and clarifying knowledge, separately. The two added tiers quantity the level of confidence of pre-service elementary teacher in the accurateness of their selected choices for the answer and reason tiers separately. The four-tier diagnostic test was focussed on electricity magnetism concept. It was measured to 40 pre-service elementary teachers later. They were correctly trained on the preceding topics. The substantial corporate of the respondents was established to have an unfortunate kind and misconceptions of the subjects tested. We have already described that the test able to investigate and categorize students into student conception of electricity magnetism concepts. Research result with four tier tests showed scientific conception 5%, which was likely to have misconceptions 44.89%, and the students were lack of knowledge the concept of 46.52%, and had an error amounted to 3.59%. The pre-service elementary teachers inclined to be unwell aware among what they diagnosed and what they do not diagnosed. Kindsof question tested was connected by enhanced percentage of pre-service teacher substantial accurate responses, established buoyancy and enhanced perception calculation. 23 truthful misconceptions were predictable. It might be determined that a Four-Tier Diagnostic Test which has previously been established be able to assess pre-service elementary teachers’ conception on electricity magnetism.
BETWEEN FORMAL AND INFORMAL THINKING: THE USE OF ALGEBRA FOR SOLVING GEOMETRY PROBLEMS FROM THE PERSPECTIVE OF VAN HIELE THEORY Jupri, Al; Syaodih, Ernawulan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 21, No 2 (2016): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v21i2.817

Abstract

This study investigated primary education master program students’ problem solving strategies and their for-mal and informal thinking ability when dealing with geometry problems that require the use of algebra in its solution processes. In order to do so, an explorative study through individual written test, observation, and field notes, involving 47 primary education master program students was carried out. The perspective of Van Hiele theory on the development of geometric thought was used to interpret student formal and informal thinking strategy when dealing with geometry problems. The results showed that more than half of the stu-dents used informal rather than formal algebraic strategies in solving geometry problems; when students used algebraic strategies, their work were imperfect as they still made mistakes in applying the strategies. In the light of Van Hiele theory, it can be concluded that students’ level of thinking are still in between formal and informal thinking when dealing with geometry problems.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN MAKRO Dinawati, Yuli Dinawati; Syaodih, Ernawulan; Rudiyanto, Rudiyanto
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.23 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v15i1.20148

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang berkaitan dengan kemampuan interaksi sosial anak di kelompok A2 TK Negeri Pembina Sadang Serang. Permasalahan tersebut adalah anak yang memiliki kecenderungan anak bermain sendiri, kurangnya anak dalam bergaul, tidak saling tegur sapa, masih jarang melakukan kontak mata saat bercakap- cakap, dan saat proses pembelajaran sering menggunakan Lembar Kegiata Siswa (LKS). Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai penerapan metode bermain peran makro dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak kelompok A2 TK Negeri Pembina Sadang Serang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang kolaboratif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 13 anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Pencapaian kemampuan interaksi sosial anak mengalami peningkatan pada setiap indikator diantaranya anak mampu menyapa, anak mampu berkomunikasi secara verbal, anak mampu meminta bantuan, anak mampu menyimak, anak mampu bertanya dan anak mampu bercakap-cakap. Rekomendasi yang diberikan untuk pendidik anak usia dini yaitu penerapan metode bermain peran makro ini dapat dijadikan sebagai alternatife untuk meningkatkan interaksi sosial anak sebagai metode yang menarik, dan memotivasi dan melibatkan anak secara langsung.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN ANAK MELALUI PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING Rahayu, Alni Fitri; Syaodih, Ernawulan; Romadona, Nur Faizah
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.634 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i1.20725

Abstract

Latar belakang dilakukan penelitian ini didasarkan karena perlu adanya perbaikan da1am mengenal konsep bilangan pada anak. Permasalahan tersebut menuntut adanya suatu pendekatan untuk menanganinya. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Anak melalui Pendekatan Experiential Learning pada anak usia 4-5 tahun terdapat pada kelas A TK Labschool UPI Cibiru. Model penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian ini berjumlah 12 orang. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif kualitatif dengan presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak. pada pra siklus terdapat 49,7 %. Mengalami peningkatan pada siklus 1 tindakan 1 sebesar 61,1% dan meningkat kembali pada siklus 2 tindakan 2 sebesar 91.1%. Disimpulkan bahwa pendekatan Experiential Learning sangat kecil kemungkinan diterapkan untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis angka dan menghubungkan lambang bilangan dengan benda, karena tidak terdapat perubahan yang signifikan dalam penerapannya. Pendekatan Experiential Learning sangat cocok diterapkan dalam perbandingan benda. adapun rekomendasi bagi pendidik: pendekatan Experiential Learning dapat digunakan sebagai a1ternatif pendekatan da1am meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Labschool UPI Cibiru.
MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP BILANGAN ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA PUZZEL Amalia, Ayu; Syaodih, Ernawulan; Gustiana, Asep Deni
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.212 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.21531

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penguasaan konsep bilangan sederhana anak usia dini di kelompok A Abu Bakar Sidiq Cimahi. Permasalahan yang muncul terkait penguasaan konsep bilangan sederhana diantaranya (1) mengenai pemahaman konsep matematika, contohnya anak hanya mampu menyebutkan bilangannya saja tanpa memahami bagaiman lambang bilangan tersebut. (2) anak belum mampu mengurutkan bilangan angka. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menerapkan media pembelajaran berupa alat permainan edukatif puzzel. Penelitian ini dilakukan di kelompok A Abu Bakar Sidiq RA Al-Kautsar Cimahi, dengan jumlah subjek 22 anak. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis yang terdiri dari empat tahap yaitu: 1) perencanaan. 2) pelaksanaan, 3) observasi, 4) refleksi. Instrument penelitian yang digunakan berupa lembar observasi kemampuan penguasaan konsep bilangan sederhana, catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Analisis data pada kemampuan penguasaan konsep bilangan sederhana melalui penggunaan media pembelajaran APE puzzel ini mengacu pada kurikulum 2013 yang dijabarkan pada kisi-kisi instrument. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus yang terdiri dari 2 pertemuan. Hasil kemampuan penguasaan konsep bilangan  sederhana terdiri dari 8 indikator dengan kategori baik saat pra-siklus 0%, akhir siklus I 9% menjadi 77% di akhir siklus II. Kategori cukup 27% saat pra-siklus, dan 68% akhir siklus I menjadi 23% pada siklus II. Kategori Kurang 73% pra-siklus, dan 23% pada akhir siklus I menjadi 0% saat akhir siklus II. Dengan begitu dapat dikategorikan bahwa penerapan penggunaan media pembelajaran APE puzzel dapat meningkatkan kemampuan penguasaan konsep bilangan sederhana anak usia dini di kelompok A Abu Bakar Sidiq RA Al-Kautsar Cimahi.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK MELALUI PERMAINAN BOLA KASTI MODIFIKASI Lestari, Ayu; Syaodih, Ernawulan; Gustiana, Asep Deni
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.433 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v15i2.20516

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang berkaitan dengan keterampilan sosial anak pada kelas B1 RA PRIMA. Permasalahan tersebut adalah anak yang memiliki kecenderungan anak tidak mampu bersosialisasi dengan baik, cepat gelisah, mudah tersinggung, pili-pilih teman dan proses pembelajaran yang masih mengacu kepada lembar kerja anak. Dengan demikian upaya selanjutnya diperlukan stimulasi pembelajaran yang dapat menunjang keterampilan sosial, salah satunya melalui permainan bola kasti modifikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah permainan bola kasti modifikasi dapat meningkatkan keterampilan sosial anak pada kelas B1 RA PRIMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif antara guru kelas dan peneliti dengan lokasi penelitian di RA PRIMA dengan partisipan sebanyak 11 anak yang terdiri dari 6 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Hasil penelitian yang diperoleh meningkat secara signifikan pada siklus II dengan perbaikan yang dihasilkan ini dapat disimpulkan bahwa permainan bola kasti modifikasi dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial anak sehingga penelitian dirasa cukup dan diberhentikan. Rekomendasi bagi penelitian berikutnya lebih memahami macam-macam permainan yang dapat menstimulasi keterampilan sosial anak, selain itu hal yang harus diperhatikan bagi peneliti adalah mengenai aspek perkembangan yang lain yang harus dipotimalkan dengan baik seperti aspek keterampilan moral dan agama, kognitif dan memunculkan gagasan yang kreatif serta inovatif.
KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI MENURUT PANDANGAN GURU DAN ORANG TUA Rizkyani, Fatimah; Adriany, Vina; Syaodih, Ernawulan
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.271 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.19805

Abstract

Pembentukan kemandirin pada usia dini sangatlah penting dipahami oleh guru dan orang tua. Sebab orang tua dan gurulah yang sangat berperan dalam pembentukan kemandirian anak.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dan tindakan apa sajakah yang diberikan dan terjadi pada anak yang dapat membentuk kemandirian anak, bagaimana kemandirian anak usia dini, dan hambatan apa sajakah yang dapat menghambat kemandirian anak usia dini. Subjek pada penelitian ini berjumlah enam partisipan yang terdiri dari tiga orang guru dan tiga orang tua. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian studi kasus dengan teknik analisis data menggunakan grounded theory. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bagaiamana guru dan orang tua memiliki pandangan bahwa kemandirian anak itu penting dikembangkan karena dengan itu anak dapat melakukan segala sesuatunya sendiri dan tidak tergantung pada orang lain serta guru dan orang tua berpandangan kemandirian anak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor pendorong meliputi adik, kekompakan orang tua, konsistensi dan teman akan membentuk kemandirian anak, sedangkan nenek yang telalu memanjakan cucunya, lingkungan keluarga yang tidak mandiri serta telepon genggam merupakan faktor yang dapat menghambat kemandirian anak. Rekomendasi ditujukan kepada guru dan orang tua agar dapat bekerjasama dalam membentuk kemandirian anak dengan memberikan banyak kegiatan yang positif agar anak dapat terbentuk kemandiriannya.
PERAN ORANG TUA DALAM MELAKUKAN FINANCIAL EDUCATION PADA ANAK USIA DINI Pujianti, Tiara; Syaodih, Ernawulan; Djoehaeni, Heny
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGPAUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.811 KB) | DOI: 10.17509/edukid.v16i2.19796

Abstract

Tingkat literasi keuangan di Indonesia, menurut hasil survei yang dilakukan oleh OJK menunjukkan sebesar 29.7%. Untuk meningkatkan financial education perlu diawali oleh orang tua yang menjadi pendidik pertama di keluarga dalam memberikan pengetahuan mengenai financial education pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam melakukan financial education pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan empat responden yang berdomisili di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam melakukan financial education meliputi: 1) kegiatan yang dilakukan orang tua berupa persiapan diskusi antara ayah dan ibu, persiapan untuk sumber materi, menyampaikan materi diantaranya konsep tentang uang, menabung, kebutuhan dan keinginan, dan lembaga keuangan, cara orang tua melakukan financial education, waktu dalam pelaksanaan financial education, penggunaan media, serta tujuan melakukan financial education pada anak; 2) kendala-kendala yang dialami dalam pelaksanaan financial education diantaranya pengetahuan yang kurang, mood anak, dan faktor lingkungan. Adapun solusinya adalah mengalihkan perhatian anak, adanya peran ayah sebagai mediator, dan mengkomunikasikan apa yang diajarkan. Direkomendasikan bagi orang tua untuk memperhatikan dan mengkaji kembali mengenai materi financial education yang dapat dijadikan pedoman dalam mengenalkan financial education. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menggunakan variasi teknik penelitian yang lain dengan cakupan yang lebih luas.
PROFIL KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH ANAK USIA DINI DALAM PEMBELAJARAN PROYEK DI TAMAN KANAK-KANAK Syaodih, Ernawulan; Setiasih, Ocih; Romadona, Nur Faizah; Handayani, Hany
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 12 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 12 Nomor 1 April 2018
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.525 KB) | DOI: 10.21009//JPUD.121.03

Abstract

This research aims to identify problem-solving profile ability in an early-aged child using the project-based learning in kindergarten. Methods used in this research is through collaborative classroom action research.This research was done in 3 (three) kindergarten in Cimahi. The technique used to collect data was done through semi-structured observation technique of 1 (one) class from each kindergarten to discover children's problem-solving ability.Furthermore, 6 (six) teachers were interviewed to identify children's problem-solving ability and to discover the learning process using the project-based learning.Whereas the data analysis used in this research is thematic data analysis technique. Moreover, the next step is to construct the problem-solving profile ability in an early-aged child. Based on the research outcome, it is clear that children's problem-solving profile ability with the project-based learning is relatively well. Most of the problem-solving ability indicator can be met, such as the observing ability using their own senses and the ability to communicate, even though stimulus and motivation to ask and answer questions from the teachers are still needed. Keywords: Problem Solving Skills, Learning Project, Early Childhood Education Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan pemecahan masalah anak usia dini dengan menggunakan model pembelajaran proyek di taman kanak-kanak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah collaborative classroom action research. Penelitian ini dilaksanakan di tiga TK di Kota Cimahi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi semi terstruktur terhadap 1 (satu) kelas masing-masing TK untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah yang dimilikinya. Selain itu dilakukan wawancara terhadap 6 (enam) orang guru selain untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah anak dan untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran proyek. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data tematik, dan langkah selanjutnya menyusun profil keterampilan pemecahan masalah anak usia dini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa profil keterampilan pemecahan masalah anak dengan pembelajaran proyek rata-rata berada pada kategori baik. Sebagian besar indikator keterampilan pemecahan masalah dapat dipenuhi dengan baik, hal ini terlihat dari indikator keterampilan mengamati anak sudah mampu melakukann pengamatan dengan menggunakan inderanya dengan baik, begitu pula pada indikator keterampilan mengumpulkan informasi dan keterampilan mengkomunikasikan, akan tetapi masih perlu stimulus dan motivasi untuk lebih berani bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari guru Kata kunci: Keterampilan Pemecahan Masalah, Pembelajaran Proyek, Pendidikan Anak Usia Dini.
Teaching Good Character in Early Childhood Education through Construction Activites and Dramatic Play Romadona, Nur Faizah; Setiasih, Ocih; Syaodih, Ernawulan
International Conference on Elementary Education Vol. 2 No. 1 (2020): Proceedings The 2nd International Conference on Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.989 KB)

Abstract

Character values are believed to be solid roots in supporting the integrity of the nation and state. The collapse of a country is resulted by the weakening of the character's values in the life of the people. The Ministry of National Education implements character education at all levels of education, including in Early Childhood Education. Developing Children”s characters is an obligation on us all, including parents and teacher. Parents are the primary educators of character, but empirically research shows that all adults who have contact with their children need to contribute to such education, especially their children’s teachers. School has more influence later than parenting because of parents are much more emotionally salient in the first years of life, and many children do not experience full or even paart-time schooling until they are three, four or five years of age, when many aspect of character are already developing. In kindergarten, teacher can develop some values of character through learning, such as construction activities in a group and dramatic play. Construction activities involves manipulating one or multiple elements of the play environmet to construct something new. Dramatic play can be defined as a type of play where children accept and assign roles, and then act them out. In dramatic play, children negotiate and refine their growing understanding by consulting with other children and the teacher. Therefore, through construction activities and dramatic play, teacher can develop some values character such as discipline, tolerance, self-confidence, self-reliance, creative, helping others, cooperation, responsibility, hard-working and leadership
Co-Authors - Sapriya A. Suhandi Aan Listiana Abdul Hakam Abdul Jabbar Abdullah, Khairul Hafezad Achmad Samsudin Ade Setiawan Agus Muharam Agustin, Mitha Kirana Ahmad Wahid Fudhaily Ai Tita Puspitasari Ali, Ghaisania Amanda Andi Suhandi Ani Siti Anisah Ani Siti Anisah Ani Siti Anisah, Ani Ani Siti Anisah, Ani Siti Anisah, Ani Siti Ari Widodo Ari Widodo Ari Widodo Ari Yanto Arie Dharmawan Arie Dharmawan Ariesta, Freddy Widya Armelia Prakasa Aryanto, Sani Asih, Bimbi Lastri Prima Atep Sujana Awiria, Awiria Ayu Amalia AYU LESTARI Aziza, Ismi Babang Robandi Bin Mamat, Nordin Budi Iskandar Bunyamin Maftuh Bunyamin Maftuh Cahya Karisma Pertiwi Cahya Karisma Pertiwi casini, Casini Chandra Chandra Chandra Chandra Citra, Aliva Cucun Sutinah Dadan Rusdiana Saputra Dadan Rusdiana Saputra Dadan Setiawan Dadan Setiawan Dariyanto, Dariyanto Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Davi Sofyan Desyanti Kemalasari Nurisman Dianasari Dinawati, Yuli Dinawati Erna Yuliana Evi Juliyani Esa Putri F Febriyanti Fadillah, Nida Nur Farhana, Husna Gumala, Yosi Gustiana, Asep Deni Handayani, Hany Hanfyah, Lisna Hany Handayani Hany Handayani Hany Handayani Hayati Dahlan, Tina Heny Djoehaeni Herwina Herwina Idat Muqodas Ika Fitri Apriani Indra Suhendra Iskandar, Budi Jaenudin, Irfan Jaya, Aris Johar Permana Juwita, Resti Kama Abdulhakam Khabibur Rohman Khabibur Rohman Khabibur Rohman, Khabibur Kusmara, Eka Fitrianurddini Laili, Ilmi Nur LELI KURNIAWATI Lumbantobing, Panca Ma Arsenia Gomez Maftuh , Bunyamin Mahardika, Karla Mahshulah, Zulma Aimmatul Mamat, Nordin bin Maulinasari, Fani Mayumi N, Ema Morrison, Richard Mubiar Agustin Mubiar Mubiar Mubiar, Mubiar Muslim Muslim Muslim Mutiarasari, Airin Nana Supriatna Nana Supriatna Neni Hermita Ningtyas, Rani Kusuma Nordin Bin Mamat Nunuy Nurkaeti Nur Faizah Romadona Nuraly Masum Aprily Nurkholisoh, Diah Nurnaningsih A Nurul Fatonah Nurul Fatonah, Nurul Nury Yuniasih, Nury Ocih Setiasih Pitriadi, Adi Pauji Prana Dwija Iswara Prana Dwija Iswara, Prana Dwija Pujianti, Tiara Puspitasari, Wina Dwi Rahayu, Alni Fitri Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman Ratu Yustika Rini Risma Nuriyanti Rita Mariyana Rizki Hazazi Ali Rizkyani, Fatimah Rodiyana, Roni Rodiyana, Roni Roni Rodiyana Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Sapriya Sapriya Sapriya Sapriya Sapriya Katmajaya Siti Nadia Herdianti siti rahmah Sofyan, Davi Solahudin, M. Nizan Sulastri, Tati Sutinah, Cucun Syahrial, Ghina Saniyah Turmudi Turmudi Turmudi Vina Adriany Vismania S. Damaianti, Vismania S. Wahyu Sopandi Wihana, Hari Wishfa Laeli Zakiyyah Wiwi Pratiwi Yanto, Ari Yeni Rachmawati yohamintin, yohamintin Yosi Gumala Yulianto, Ade Zakir, Nordiana