Buletin KKN Pendidikan
Lingkup kajian Buletin KKN-Dik adalah kegiatan pengabdian masyarakat dan/atau KKN Dik yang dapat berupa: (a) penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat pendidikan; (b) pemahaman kondisi pendidikan masyarakat di lingkungan masyarakat pendidikan terpencil, untuk menumbuhkan kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat pendidikan yang memerlukan bantuan pendidikan; (c) pelatihan dan pengembangan soft skills dan karakter mahasiswa di perguruan tinggi dan/atau peserta didik di sekolah; (d) pelatihan dan pengembangan life-skills mahasiswa di perguruan tinggi dan/atau peserta didik di sekolah; (e) penyiapan kader-kade muda untuk mengembangkan Amal Usaha (khususnya Amal Usaha Muhammadiyah; (f) penyiapan calon pemimpin bangsa yang berpihak kepada kejujuran, keadilan, kebenaran, dan kaum dhuafa; (g) pelatihan-pelatihan mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berkehidupan bermasyarakat dalam konteks Pendidikan, dan; penyiapan lulusan FKIP sebagai inisiator dan pejuang pendidikan.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No. 1, Juli 2019"
:
15 Documents
clear
MITOS DAN BUDAYA KAAPUNAN MASYARAKAT GANTUNG, BELITUNG TIMUR DI TENGAH MASYARAKAT GLOBAL-MULIKULTURAL
Alfarisi, Alyza Satria;
Firdayani, Farras Astri;
Safitri, Anita Ayu;
Ariyanti, Fifin;
Pradana, Arga Bagus Handi
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.841 KB)
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9283
Budaya adalah salah satu bentuk keragaman yang sangat erat kaitannya dengan suatu daerah dan masyarakat tertentu. Budaya banyak memiliki daya tarik bagi siapapun yang mengilhaminya. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang memiliki budaya yang sangat luar biasa indahnya. Dusun Rasau Desa Gantung Belitung Timur memiliki budaya yang unik serta menimbulkan rasa tidak percaya bagi siapapun yang baru mendengarnya. Dusun Rasau Desa Gantung senidri memiliki banyak mitos-mitos yang banyak menimbulkan rasa tak percaya, namun memberikan banyak pesan moral serta pelajaran hidup. Dari banyaknya mitos yang ada diceritakan, ada satu mitos atau kepercayaan masyarakat Desa Gantung yang ampuh dan benar-benar bias memberikan imbal balik. Mitos tersebut adalah ?kaapunan? yaitu tidak boleh menolak, tidak boleh takabur, tidakboleh mengatakan sesuatu dengan dilisankan atau diucapkan secara terang-terangan. Apabila hal tersebut dilanggar maka orang yang telah melanggar akan mendapatkan suatu musibah, entah itu jatuh, tenggelam atau musibah lain. Mitos tersebut amat sangat ditakuti oleh masyarakat disana, namun bukan dengan maksud yang negatif, masyarakat disana menghormati dengan apa yang ada, bahwa memang bersifat takabur adalah dilarang oleh agama.
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAVI (SOMATIK AUDITORI VISUAL INTELEKTUAL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SDN DONOYUDAN
Aini, Sura Ichsanul Yusri Ima Nugrah;
Firdiansyah, Bayu Arditya;
Desta, Desta;
Tamarani, Farditia Dora;
Sistiasih, Vera Septi
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.203 KB)
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9285
Tidak hanya kecerdasan, sikap mulia dan kekuatan spiritual, Pendidikan juga menekankan untuk membentuk keterampilan yang nantinya dapat berguna bagi siswa. Supaya pembelajaran berjalan dengan baik guru harus mampu memahami karakteristik siswanya yang berbeda-beda begitu pula dengan gaya belajar yang dimiliki setiap siswanyasalah satunya dengan penerapan Pendekatan SAVI untuk dapat meningkatkan keterampilan proses siswa dalam belajar terutama pada pembelajaran Sains. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Peneliti mengumpulkan data yang bersumber dari buku-buku, jurnal dan skripsi Selanjutnya Peneliti akan membandingkan mencari kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan apakah Pendekatan SAVI efektif digunakan dalam pembelajaran dan apakan Keterampilan Proses Sains dapat ditingkatkan melalui penggunaan Pendekatan SAVI.
KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI KELURAHAN BOLONG KARANGANYAR
Prasetya, Ikrama;
Ulima, Elmira Tita;
Jayanti, Ira Dwi;
Pangestu, Septia Gendis;
Anggraeni, Riska;
Arfiah, Sri
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.274 KB)
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9286
Bimbingan Belajar sangat berperan penting bagi perkembangan belajar anak, karena tidak hanya apa yang diperoleh di sekolah saja, pembelajaran diluar sekolah mempunyai dampak yang cukup besar dan berpengaruh bagi motivasi belajar siswa. Pendidikan Non Formal diharapkan dapat menambah minat atau ketertarikan siswa dalam belajar. Didalam pendidikan non formal siswa di ajak belajar dengan metode yang berbeda dengan pendidikan formal pada umumnya, pendidikan non formal lebih santai dan atraktif dengan mengenalkan suatu hal baru atau apa yang mereka tidak paham dengan hal menarik, berbeda dengan pendidikan formal, belajar lebih menyenangkan dengan bermain game sebagai selingan dan juga sisipan dalam belajar. Siswa tidak hanya dituntut bisa menghafal tetapi juga harus paham dan tertarik, karena dengan tertarik siswa dengan sendirinya mencari tahu apa yang mereka tidak tahu. Untuk itu diterapkannya pembelajaran dengan metode belajar dan bermain sehingga dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran agar menjadi individu yang lebih kreatif dan juga aktif dalam berfikir dan juga memecahkan masalah.
REALISASI LITERASI LINGKUNGAN MELALUI WORKSHOP MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL)
Kusmanto, Hari;
Darmawan, Rohmad;
Kisnaria, Bella;
Setiyadi, Yulianto Bambang
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.249 KB)
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9281
Studi ini bertujuan untuk mendekripsikan strategi, pengaruh, dan kelebihan serta kekurang MOL sebagai pupuk cair. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi: (1) persiapan meliputi (a) Persiapan Media; (b) Persiapan Tanaman. (2) Penanaman; (3) Pemberian MOL Bonggol Pisang Dan Buah; (4) Pemeliharaan; dan (5) Pemanenan. Hasil studi menunjukkkan (1) strategi yang dapat dilakukan untuk menekan biaya produksi pertanian dengan cara pemanfaatan MOL sebagai penguat pupu kimia; (2) meningkatkan kualitas tanaman Tanaman menjadi lebih kuat, sehat, daun tanaman menjadi lebih hijau sehingga tidak memerlukan pupuk daun; akar menjadi lebih kuat; memperbanyak jumlah bulir padi sehingga hasil panen lebih banyak; menyiapkan tanaman berbungan dan berbuah agar buah bagus (3) kelebihan MOL diantaranya (a) Meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi biologi, fisika dan kimia tanah sehingga unsur-unsur hara dalam tanah bisa dimanfaatkan tanaman secara maksimal; (b) Membantu peningkatan hasil panen 20-30% gabah kering per 100 bata; (c) Dapat menghemat penggunaan pupuk kima 25-50%; (d) Membantu penguraian racun dalam tanah; dan (e) Membantu meningkatkan kesuburan tanah. (4) Kekurangan mol diantaranya sebagai berikut (a) belum adanya penjual yang menjual MOL sehingga petani harus membuat sendiri; (b) Manfaat MOL dapat di peroleh setelah penggunaan mol secara bertahap artinya dalam satu kali penggunaan mol kemungkinan besar dampaknya atau pengaruhnya belum terlihat atau belum dapat dirasakan.
REVITALISASI RUMAH PINTAR LASKAR PELANGI DI GANTUNG MELALUI BUDAYA LITERASI HUMANITAS
Kurniawan, Kiky Rizki Adi;
Latif, Nizar;
Suparno, Rahmat Riandi;
Oktaviani, Anis;
Zharifa, Alfira Fiska;
Aryanti, Safitri Zuliana
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.626 KB)
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9282
Kegiatan untuk meningkatkan kegemaran membaca dan menulis yang sedang diterapkan di Indonesia saat ini adalah kegiatan literasi. Kegiatan literasi ini dilaksanakan di Desa Lenggang Kabupaten Belitung Timur sebagai upaya untuk merevitalisasi kembali Rumah Pintar yang tidak digunakan sesuai dengan fungsinya. Tujuan yang akan dicapai dalam rancangan penelitian ini adalah meningkatkan budaya literasi kepada anak-anak yang berada di sekitar rumah pintar Gantung Belitung Timur. Menentukan Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan budaya literasi anak-anak dilingkungan rumah pintar Gantung, Belitung Timur melalui penumbuhan minat baca dan tulis. Tahaptahap penelitian ini adalah sebagai berikut: tahap input, kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan survey kelapangan dan mengumpulkan data primer untuk diidentifikasi, sehingga ditemukan potensi-potensi yang ada serta kendala apa yang dihadapi oleh mitra, merumuskan masalah yang dihadapi mitra, kemudian menyusun solusi untuk mengatasi masalah. Pada tahap proses, kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan-pelatihan dan implementasi dari hasil pelatihan membaca dan menulis, sesuai dengan rincian program solutif di atas. Terakhir adalah output, pada tahapan ini kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja tim pustakawan cilik setelah diberikan pelatihan-pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian anak-anak di desa Lenggang memiliki minat belajar yang sangat tinggi. Hal tersebut dapat kami simpulkan berdasarkan kegiatan yang telah kami lakukan di sana selama kurang lebih satu setengah bulan. Melalui kegiatan revitalisasi ini anak-anak dapat meningkatkan kemampuan menyimaknya dan memberi tanggapan terhadap cerita yang diberikan. Berdasarkan kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan literasi tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak-anak.
Revitalisasi Rumah Pintar Laskar Pelangi di Gantung melalui Budaya Literasi Humanitas
Kurniawan, Kiky Rizki Adi;
Latif, Nizar;
Suparno, Rahmat Riandi;
Oktaviani, Anis;
Zharifa, Alfira Fiska;
Aryanti, Safitri Zuliana
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9282
Kegiatan untuk meningkatkan kegemaran membaca dan menulis yang sedang diterapkan di Indonesia saat ini adalah kegiatan literasi. Kegiatan literasi ini dilaksanakan di Desa Lenggang Kabupaten Belitung Timur sebagai upaya untuk merevitalisasi kembali Rumah Pintar yang tidak digunakan sesuai dengan fungsinya. Tujuan yang akan dicapai dalam rancangan penelitian ini adalah meningkatkan budaya literasi kepada anak-anak yang berada di sekitar rumah pintar Gantung Belitung Timur. Menentukan Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan budaya literasi anak-anak dilingkungan rumah pintar Gantung, Belitung Timur melalui penumbuhan minat baca dan tulis. Tahaptahap penelitian ini adalah sebagai berikut: tahap input, kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan survey kelapangan dan mengumpulkan data primer untuk diidentifikasi, sehingga ditemukan potensi-potensi yang ada serta kendala apa yang dihadapi oleh mitra, merumuskan masalah yang dihadapi mitra, kemudian menyusun solusi untuk mengatasi masalah. Pada tahap proses, kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan-pelatihan dan implementasi dari hasil pelatihan membaca dan menulis, sesuai dengan rincian program solutif di atas. Terakhir adalah output, pada tahapan ini kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja tim pustakawan cilik setelah diberikan pelatihan-pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian anak-anak di desa Lenggang memiliki minat belajar yang sangat tinggi. Hal tersebut dapat kami simpulkan berdasarkan kegiatan yang telah kami lakukan di sana selama kurang lebih satu setengah bulan. Melalui kegiatan revitalisasi ini anak-anak dapat meningkatkan kemampuan menyimaknya dan memberi tanggapan terhadap cerita yang diberikan. Berdasarkan kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan literasi tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak-anak.
Mitos dan Budaya Kaapunan Masyarakat Gantung, Belitung Timur di Tengah Masyarakat Global-Mulikultural
Alfarisi, Alyza Satria;
Firdayani, Farras Astri;
Safitri, Anita Ayu;
Ariyanti, Fifin;
Pradana, Arga Bagus Handi
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9283
Budaya adalah salah satu bentuk keragaman yang sangat erat kaitannya dengan suatu daerah dan masyarakat tertentu. Budaya banyak memiliki daya tarik bagi siapapun yang mengilhaminya. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang memiliki budaya yang sangat luar biasa indahnya. Dusun Rasau Desa Gantung Belitung Timur memiliki budaya yang unik serta menimbulkan rasa tidak percaya bagi siapapun yang baru mendengarnya. Dusun Rasau Desa Gantung senidri memiliki banyak mitos-mitos yang banyak menimbulkan rasa tak percaya, namun memberikan banyak pesan moral serta pelajaran hidup. Dari banyaknya mitos yang ada diceritakan, ada satu mitos atau kepercayaan masyarakat Desa Gantung yang ampuh dan benar-benar bias memberikan imbal balik. Mitos tersebut adalah “kaapunan” yaitu tidak boleh menolak, tidak boleh takabur, tidakboleh mengatakan sesuatu dengan dilisankan atau diucapkan secara terang-terangan. Apabila hal tersebut dilanggar maka orang yang telah melanggar akan mendapatkan suatu musibah, entah itu jatuh, tenggelam atau musibah lain. Mitos tersebut amat sangat ditakuti oleh masyarakat disana, namun bukan dengan maksud yang negatif, masyarakat disana menghormati dengan apa yang ada, bahwa memang bersifat takabur adalah dilarang oleh agama.
Penggunaan Pendekatan SAVI (Somatik Auditori Visual Intelektual) untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SDN Donoyudan
Aini, Sura Ichsanul Yusri Ima Nugrah;
Firdiansyah, Bayu Arditya;
Desta, Desta;
Tamarani, Farditia Dora;
Sistiasih, Vera Septi
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9285
Tidak hanya kecerdasan, sikap mulia dan kekuatan spiritual, Pendidikan juga menekankan untuk membentuk keterampilan yang nantinya dapat berguna bagi siswa. Supaya pembelajaran berjalan dengan baik guru harus mampu memahami karakteristik siswanya yang berbeda-beda begitu pula dengan gaya belajar yang dimiliki setiap siswanyasalah satunya dengan penerapan Pendekatan SAVI untuk dapat meningkatkan keterampilan proses siswa dalam belajar terutama pada pembelajaran Sains. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Peneliti mengumpulkan data yang bersumber dari buku-buku, jurnal dan skripsi Selanjutnya Peneliti akan membandingkan mencari kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan apakah Pendekatan SAVI efektif digunakan dalam pembelajaran dan apakan Keterampilan Proses Sains dapat ditingkatkan melalui penggunaan Pendekatan SAVI.
Kegiatan Bimbingan Belajar dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Kelurahan Bolong Karanganyar
Prasetya, Ikrama;
Ulima, Elmira Tita;
Jayanti, Ira Dwi;
Pangestu, Septia Gendis;
Anggraeni, Riska;
Arfiah, Sri
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9286
Bimbingan Belajar sangat berperan penting bagi perkembangan belajar anak, karena tidak hanya apa yang diperoleh di sekolah saja, pembelajaran diluar sekolah mempunyai dampak yang cukup besar dan berpengaruh bagi motivasi belajar siswa. Pendidikan Non Formal diharapkan dapat menambah minat atau ketertarikan siswa dalam belajar. Didalam pendidikan non formal siswa di ajak belajar dengan metode yang berbeda dengan pendidikan formal pada umumnya, pendidikan non formal lebih santai dan atraktif dengan mengenalkan suatu hal baru atau apa yang mereka tidak paham dengan hal menarik, berbeda dengan pendidikan formal, belajar lebih menyenangkan dengan bermain game sebagai selingan dan juga sisipan dalam belajar. Siswa tidak hanya dituntut bisa menghafal tetapi juga harus paham dan tertarik, karena dengan tertarik siswa dengan sendirinya mencari tahu apa yang mereka tidak tahu. Untuk itu diterapkannya pembelajaran dengan metode belajar dan bermain sehingga dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran agar menjadi individu yang lebih kreatif dan juga aktif dalam berfikir dan juga memecahkan masalah.
Realisasi Literasi Lingkungan Melalui Workshop Mikro Organisme Lokal (MOL)
Kusmanto, Hari;
Darmawan, Rohmad;
Kisnaria, Bella;
Setiyadi, Yulianto Bambang
Buletin KKN Pendidikan Vol 1, No. 1, Juli 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bkkndik.v1i1.9281
Studi ini bertujuan untuk mendekripsikan strategi, pengaruh, dan kelebihan serta kekurang MOL sebagai pupuk cair. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi: (1) persiapan meliputi (a) Persiapan Media; (b) Persiapan Tanaman. (2) Penanaman; (3) Pemberian MOL Bonggol Pisang Dan Buah; (4) Pemeliharaan; dan (5) Pemanenan. Hasil studi menunjukkkan (1) strategi yang dapat dilakukan untuk menekan biaya produksi pertanian dengan cara pemanfaatan MOL sebagai penguat pupu kimia; (2) meningkatkan kualitas tanaman Tanaman menjadi lebih kuat, sehat, daun tanaman menjadi lebih hijau sehingga tidak memerlukan pupuk daun; akar menjadi lebih kuat; memperbanyak jumlah bulir padi sehingga hasil panen lebih banyak; menyiapkan tanaman berbungan dan berbuah agar buah bagus (3) kelebihan MOL diantaranya (a) Meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi biologi, fisika dan kimia tanah sehingga unsur-unsur hara dalam tanah bisa dimanfaatkan tanaman secara maksimal; (b) Membantu peningkatan hasil panen 20-30% gabah kering per 100 bata; (c) Dapat menghemat penggunaan pupuk kima 25-50%; (d) Membantu penguraian racun dalam tanah; dan (e) Membantu meningkatkan kesuburan tanah. (4) Kekurangan mol diantaranya sebagai berikut (a) belum adanya penjual yang menjual MOL sehingga petani harus membuat sendiri; (b) Manfaat MOL dapat di peroleh setelah penggunaan mol secara bertahap artinya dalam satu kali penggunaan mol kemungkinan besar dampaknya atau pengaruhnya belum terlihat atau belum dapat dirasakan.