cover
Contact Name
Wening Sri Wulandari
Contact Email
jurnal.phh@gmail.com
Phone
+628129427717
Journal Mail Official
jurnal.phh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610, Indonesia. Tlp. : +62-251-8633378 Fax. : +62-251-8633413
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hasil Hutan
ISSN : 02164329     EISSN : 24428957     DOI : 10.20886/jphh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan adalah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan tulisan yang telah dicermati oleh Dewan Redaksi dan Mitra Bestari di bidang hasil hutan. Tulisan dalam Jurnal Penelitian Hasil Hutan mencerminkan inovasi dan hasil penelitian dasar dan terapan yang berkualitas di bidang hasil hutan. Topik tulisan penelitian hasil hutan meliputi: 1. Anatomi bahan berlignoselulosa 2. Sifat fisik dan mekanik bahan berlignoselulosa 3. Teknologi serat bahan berlignoselulosa 4. Papan komposit bahan berlignoselulosa 5. Biodeteriorasi dan pengawetan bahan berlignoselulosa 6. Teknologi pengeringan hasil hutan 7. Penggergajian dan pemesinan kayu 8. Pengolahan hasil hutan kayu dan bukan kayu 9. Pengolahan kimia dan energi hasil hutan 10. Ilmu kayu dan teknologi hasil hutan Keteknikan hutan 12. Pemanenan hasil hutan kayu dan bukan kayu
Articles 1,297 Documents
AN OPTIMAL HARVESTING MODEL TO EVALUATE THE INDONESIAN SELECTIVE CUTTING SYSTEM (TPI) (Model pemanenan yang optimal untuk mengevaluasi tebang pilih Indonesia (TPI)) Apul Sianturi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.7.267-281

Abstract

Pendapatan dari hutan alam dalam duapuluh tahun terakhir sangat berpengaruh dalam peningkatan pendapatan masyarakat Indonesia. Hal ini akan terus berlangsung bila hutan alam dapat dikelola dengan berkesinambungan atau lestari. Salah satu elemen penting agar hutan alam dapat lestari dalam memberikan hasil adalah dengan meninggalkan cukup tegakan tinggal yang sehat pada setiap kali mengadakan tebang pilih.Tujuan dari study ini adalah untuk mengevaluasi sistim Tebang Pilih Indonesia (TPI), terutama dalam kaitannya dengan rotasi tebang, banyaknya pohon yang ditebang, dan banyaknya pohon sehat yang ditinggalkan. Dalam menentukan pilihan yang terbaik digunakan maksimalisasi nilai hutan yang didapat dengan menyusun model program linear (linear programing). Pertumbuhan (growth) dari hutan alam setelah diadakan penebangan diproyeksikan dengan model matrik transisi. Pohon dlkategorikan dalam dua grup yaitu diptrocarp dan non-diptrocarp, serta dalam 7 kelas diameter.Model program linear digunakan untuk mensimulasi 7 macam rotasi tebang, 3 tingkat suku bunga, 3 tingkat kerusakan tegakan, dan 6 macam sistim royalty,Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa rotasi tebang yang optimal ditentukan oleh besarnya suku bunga serta tingkat kerusakan tegakan tinggal. Makin besar suku bunga yang digunakan makin pendek rotasi tebangan yang memberikan nilai hutan tertinggi, yang berarti bahwa penggunaan suku bunga yang tinggi memaksa untuk memanfaatkan sumber daya alam lebih cepat. Sebaliknya, bila kerusakan tegakan tinggal besar maka rotasi tebang harus lebih panjang,Dalam pada itu jumlah pohon tinggal yang sehat, serta jumlah pohon yang ditebang ditentukan oleh rotasi tebang serta tingkat kerusakan tegakan tinggal. Makin panjang rotasi tebang makin banyak jumlah pohon yang dapat ditebang dan ditinggalkan.Sebaliknya, makin besar kerusakan tegakan tinggal yang diperbolehkan, makin sedikit jumlah pohon yang dipungut dan yang ditinggalkan sebagai tegakan tinggal.
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS ENAM JENIS KAYU UNTUK HUTAN TANAMAN INDUSTRI Rodjak Memed; M I Iskandar; Paribotro Sutigno
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1990.7.4.139 - 145

Abstract

The characteristics studied are peeling  properties, physical properties of  the  veneer,  gluing  properties  and  some physical   and  mechanical  properties of  the  plywood  (both   triplex and  multiplex).All logs from 6 wood species could be peeled satisfactorily in cold condition. Veneer  of  1.5 mm  thickness could be produced at cutting angle  between  90° 30’- 92°.Average shrinkage of  the  veneer is 6.52% and  average veneer  swelling  from  oven  dry to air dry condition is 4.11%. Water resistant bonding  strength for all wood species  studied meet  Indonesian, Japanese and German  standard. Average thichness  reduction  due to pressing in the plywood  manufacturing  process  is 0.31mm.  The mechanical  properties of plywood vary among  the wood  species.
PENGARUH UKURAN BILAH KAYU SENGON TERHADAP BEBERAPA SIFAT PAPAN BlOK l M Sulastiningsih; Paribotro Sutigno; M l Iskandar
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1995.13.5.186-195

Abstract

Experimental blockboards (5-ply)were made of sengon wood (Earaserianthes falcataria) glued with urea formaldehyde. Thickness of veneers were 2 mm for face and back layers and 3 mm for cross core layer. The dimension of strip (core layer) divided into two different thickness (I cm and 1.5 cm) and three different width (0.7 cm; 2.5 cm and 7.6 cm). The blockboard properties were tested according to the Indonesian Standard (SNI), Japanese Standard (JAS) and Germany Standard (DIN) included moisture content, density, bending strength, moisture resistant bonding strength and delamination. The objective of this study was to determine the effect of strip dimension on some properties of sengon blockboard.The result revealed that the average density of sengon blockboard was 0.33 g/m3. The width of strip affected the thickness swelling and the length expansion of sengon blockboard but the width expansion. The thickness of strip affected the width and length expansions however did not affect the thickness swelling of sengon blockboard. The moisture resistant bonding strength of sengon blockboard with all treatments based on tensile strength and delamination tests met the SNI and JAS requirements. Compared with DIN Standard the sengon blockboard that met the bending strength requirement only that made of strip with 0. 7 cm in width and 1 cm thick. Indonesian Standard for blockboard does not require bending strength test.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PEMASAKAN BIJI KEMIRI TERHADAP SIFAT MINYAKNYA Erra Yusnita; Bambang Wiyono; Dendi Setyawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1999.17.2.101-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu pemasakan biji kemiri terhadap sifat fisiko - kimia minyak kemiri, sehingga didapat kondisi pemasakan biji yang terbaik : Rancangan percobaan yang dipergunakan adalah Acak Lengkap Faktorial,yang terdiri dari dua faktor, yaitu suhu pemasakan (A) dan waktu pemasakan (B). Faktor A dalam 3 taraf yaitu 950C, 1050C, 1150C, sedangkan faktor B dalam 4 taraf yaitu 20, 30, 40, 50 menit.Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa suhu dan waktu pemasakan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rendemen, bobot jenis, indeks bias dan bilangan peroksida minyak kemiri. Waktu pemasakan  berpengaruh nyata pada viskositas dan kadar asam lemak bebas, tetapi berpengaruh  sangat  nyata  pada bilangan iod. Juga didapatkan bahwa suhu dan waktu pemasakan, serta interaksi kedua faktor  berpengaruh sangat nyata pada bilangan penyabunan minyak kemiri. Interaksi kedua faktor hanya berpengaruh terhadap kejemihan  (transmisi).Hasil menunjukkan bahwa  rendemen minyak  kemiri yang tinggi dengan sifat fisiko  kimia yang baik diperoleh dari kombinasi suhu 950C dan waktu pemasakan 30 menit, yaitu 52,72 %, dengan sifat fisiko kimia yang dapat bersaing dengan minyak biji rami yaitu : bobot  jenis 0,9268,  indeks bias 1,4739, viskositas 50,37 cp, transmisi 79,30 %, kadar asam  lemak bebas 1,6380%, bilangan iod 158,75, bilangan peroksida  1,1572 mg 02 per 100 gr, dan bilangan penyabunan 191.12.      Altematif  lain kombinasi suhu dan waktu pemasakan adalah pada suhu 105°C dan waktupemasakan 20 menit.
PEMBUDIDAYAAN JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) DENGAN MEDIA LIMBAH KAYU Sihati Suprapti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1987.4.3.50-53

Abstract

Wood waste such as sawdust, leaves of legume plants  such as turi (Sesbania  grandiflora  Pers.) and lamtoro  gung (Leucaena   leucocephala (Lam.)  de Wit.)  were used as substrates for  oyster mushroom,  Pleurotus  ostreatus  cultivation. The substrate consisted of rubber wood sawdust (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) mixed  with turi  or lamtoro gung leaves containing  50%, 100%, 150%, 200%, by weight and distilled  water. The substrate was allowed to cool after autoclave sterilization  before  being inoculated  with pure  culture oyster  mushroom.The mushroom was harvested  every day after  the growth  of the fruiting body. The average yield  of  the entire  treatments  was 643.00 g (532. 29- 744. 69 g) per kg of dry weight of substrate.  The highest product  was obtained from  rubber wood sawdust substrate  mixed  with 10% turi leaf.
KARAKTERISTIK PUPUK ORGANIK LIMBAH PADAT INDUSTRI PULP PLUS ARANG SERBUK GERGAJI Sri Komarayati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2008.26.4.313-322

Abstract

Penelitian ini mengemukakan proses pembuatan pupuk organik dari limbah padat industri pulp dengan bahan baku kayu mangium (Acacia mangi11m). Proses pengomposan berlangsung dengan adanya penambahan aktivator sebesar 10% pada limbah padat industri pulp. Selain itu ditambahkan juga arang serbuk gergaji sebesar 10%. Campuran limbah padat, activator dan arang serbuk gergaji diaduk sampai homogeny dan dibiarkan selama 60 hari, Setelah selesai proses pengomposan, pupuk organik plus arang serbuk gergaji dijemur, digiling dan disaring, akhirnya siap untuk digunakan. Dari penelitian pembuatan pupuk organik plus arang serbuk gergaji diperoleh hasil sebagai berikut: kadar air 32,90-39,40%; pH 6,70-6,90; nisbah C/ 18,70-23,70; C organik 24,17-28,26%; N 1, 19-1,29%; P,05 total 0,53-0,63%; CaO total 0,27- 0,34%; MgO total 0,26-0,27%; K,O total 0,63-0,68% dan KTK 29,34-32,44meg/100 s Kandungan logam berat Pb 0,07-0,09 ppm dan Cd 0,02 ppm. Untuk meningkatkan kualitas pupuk organik plus arang serbuk gergaji dilakukan penambahan spora ektornikoriza dan tanah liat yang kemudian dicetak berbentuk tablet.
Ketahanan Papan Komposit dari Pelepah Sagu (Metroxylon sago Rottb.) terhadap Jamur Pelapuk dan Rayap Tanah Deni Zulfiana; Sukma S Kusumah
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2014.32.4.253-262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan papan komposit dari pelepah sagu menggunakan perekat polyurethane (PU)dan phenol formaldehyde (PF) terhadap jamur pelapuk dan rayap. Ukuran dan target kerapatan papan komposit adalah 30x30x1 cm3 dan 0,5 g cm-3. Papan komposit dibuat dari susunan pelepah sagu yang dikempa dingin untuk papan komposit menggunakan perekat PU dan kempa panas untuk papan yang menggunakan perekat PF dengan tekanan spesifik 25 kg cm-2 selama 24 jam untuk kempa dingin dan 10 menit untuk kempa panas pada suhu 140 °C. Kadar padatan dari perekat cair adalah 50% dengan variasi kadar perekat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 10%, 12% dan 14%. Pengujian berdasarkan standar JIS K 1571 2004. Berdasarkan persentase kehilangan berat, papan komposit menggunakan perekat PU (polyurethane) dan PF (phenol formaldehyde) tidak tahan serangan jamur pelapuk dan rayap.
PENGARUH SERANGAN KUMBANG AMBROSIA XYLEBORUS SP. TERHADAP KUALITAS KAYU TUSAM (PINUS MERKUSII). Paimin Sukartana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.6.217-221

Abstract

Some  green   logs of  tusam   (Pinus  merkusii Jungh et de Vr.)  infested by the  ambrosia   beetle  Xyleborus  sp. were  obserbed.  About one thousand  lunnels  per-square  meter  were  shown  on  the  entire  surface of each  log.   The beetle  bored  direclly into  the  logs,   causing wood  damage.The damaged   grades  of sawntimbers  converted  from  the infested  logs showed   varied.   The  most  langential sawtimber  was  highly  affected,  bul by then  the damage decreased  very sharply  toward  the  radial  area  in accordance   with  a regression  equation :      Y = 1840. 70 - 546. 63. lnX       r  = 0.98where          X  = depth  of sawntimber surface  measured  fram  the most  tangential   area  (cm).       Y = number of tunnels per-square  meter.The  infested  area   of  the  wood  was  mostly  in the  peripheral   part  of the  logs.   Of an observed  log,  it  showed   thet  in  average   of 991,.48   lunnels  per-square  meter   appeared   in a 5 cm  thickness   of that part,   and then  231.54    and   9. 73 tunnels  per-square  meter   in the consecuuve   second   and third  5 cm  of the  inner pan. the wood part  of more  than  15  cm  in depth  remained  intack.
PRODUKTIVITAS TRAKTOR CATERPILLAR D7G DI SUATU PERUSAHAAN HAK PENGUSAHAAN HUTAN DI JAMBI Dulsalam Dulsalam; Sukanda Sukanda
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1989.6.6.368-372

Abstract

An  investigation   on  the  productivity  of  D7G  Caterpillar  tractors  was carried out  at a  forest  company   in Jambi  in 1985.   Three  tractors  were  selected   randomly   to  be  observed.   The productivity  of  these  tractors  was collected   through work   time  study.   The  purpose   is  to  find   the productivities   of  D7G  Caterpillar  tractors  so  that this  information   can  be used  by  forest  companies   in planning  skidding  operations.   This  investigation   results  reveal  that  : 1.  D7G  Caterpillar  tractors  can be used to skid  logs at dryland  forests  having easy and moderate topographies.  At  skidding distances  ranuine from   75 -   535  m  with  an average of 324  m these tractors can skid  logs having volumes  ranging from 5.01 -   16.88  m3/trip   with  an average of 9.08   m3/trip.2.  The  average productivities    of  A,  B and   C skidding   tractors  were  59.22,   89.81 and 123.69   m8.   hm/hour,  respectively.The  productivities    among  tractors  were significantly   different  due  to different skidding  distances,   tractor  conditions, driver  skills,  average stund   volume  per  ha,   soil conditions,   skidded   log volume  and  topography.   The  average produc- tivity  of  the  three  tractors  was  92.09   m3 hm/hour.
ANALISIS PRODUKTIVITAS KERJA EKSTRAKSI KAYU DENGAN SISTEM KABEL LAYANG DALAM SISTEM TEBANG HABIS DI HUTAN JAWA TIMUR Zakaria Basari; Djoko Sumanto; Wesman Endom
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.3.169-189

Abstract

Salah satu sistem pengeluaran kayu bulat yang lebih produktif di dalam kegiatan pembalakan di daerah pegunungan adalah sistem kabel layang. Alat sistem kabel layang yang diteliti adalah jenis mesin yarder merek Isuzu berkekuatan 115 HP. Penelitian bertujuan untuk mengetahui produktivitas kerja.biaya ekstraksi dan aspek ekologis.Produktivitas kerja dilakukan dengan cara menghitung prestasi kerja per jalur, biaya ekstraksi kayu mencakup biaya kepemilikan alat per jam dan biaya operasi per jam , aspek ekologis menghitung dampak keterbukaan lantai permukaan hutan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produktivitas kerja rata-rata 2.17 m3/jam atau 17.29 m3/hari dengan waktu kerja efektif 5,77 jam/hari. Biaya ekstraksi sebesar Rp 18,596/m3. Perusakan lapisan permukaan tanah sebesar 205,8 m2/ha atau hanya sebesar 1,75 %.

Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue