cover
Contact Name
Ni Wayan Ariyani
Contact Email
jikpolkesden01@gmail.com
Phone
+6281239744087
Journal Mail Official
jikpolkesden01@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Puputan Renon No. 11 A Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)
ISSN : 2338669X     EISSN : 27218864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) yang diterbitkan oleh Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan menyebarluaskan berbagai tulisan ilmiah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) terbit dua kali dalam setahun yaitu edisi Mei dan Oktober. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) pertama kali diterbitkan tahun 2007 dengan nama ARIMBI, dan mulai tahun 2013 berganti nama menjadi Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) yang didukung oleh para ahli baik sebagai reviewer maupun dewan redaksi. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) menerima naskah yang berasal dari hasil penelitian atau tinjauan pustaka tentang : 1. Ilmu kebidanan 2. Kesehatan masyarakat 3. Kesehatan reproduksi 4. Kesehatan ibu dan anak
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 12 Documents clear
Gambaran Kejadian Infeksi Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Tahun 2020 Ni Wayan Metriani; Ni Wayan Ariyani; Ni Luh Putu Sri Erawati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1522

Abstract

Angka Kematian Bayi merupakan salah satu indikator penting  derajat kesehatan dan keberhasilan pelayanan kesehatan suatu negara. AKB Dinas Kesehatan Kota Denpasar tahun 2019 sebesar 0,6 per 1000 kelahiran hidup. Infeksi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kejadian infeksi bayi baru lahir di Ruang Perinatologi RSUD Wangaya Kota Denpasar Tahun 2020 dilihat dari usia ibu, pendidkan, pekerjaan dan paritas. Jenis penelitian ini observasional deskriptif. Data diambil dari register bayi dan rekam medis ibu bayinya mengalami infeksi. Dari 145 bayi baru lahir mengalami infeksi  memenuhi kriteria inklusi 125 sampel.  Hasil penelitian 92 bayi (73,6%) bayi baru lahir mengalami infeksi ringan dan 33 bayi (26,4%) infeksi berat. Ibu usia 20-35 tahun 106 bayi (84,4%)  mengalami infeksi dan terendah pada usia 20 tahun  7 bayi (5,6%). Ibu pendidikan dasar/menengah bayinya mengalami infeksi 120 bayi (96%) dan 5 bayi (4%) ibu pendidikan tinggi. Ibu tidak bekerja 73 bayi (58,4%) mengalami infeksi dan 52 bayi (41,6%)  ibu bekerja. Ibu  multipara 67 bayi (53,6%)  mengalami infeksi dan 58 bayi (46,4%) ibu primipara. Kejadian infeksi bayi baru lahir sebagian besar terjadiibu usia 20-35 tahun, pendidikan dasar/menengah, tidak bekerja dan multipara. Untuk peneliti selanjutnya agar desain penelitian lebih detail dalam  pemilihan sampel.Kata Kunci: Kejadian infeksi, bayi baru lahir, karakteristik ibu Infant Mortality Rate is an important indicator of health status and success of a country's health services. IMR of the Denpasar City Health Office in 2019 was 0.6 per 1000 live births. Infection is a major cause of morbidity and mortality in newborns. The purpose of the study was to describe the incidence of infection in newborns in the Perinatology Room of Wangaya Hospital, Denpasar City in 2020 in terms of maternal age, education, occupation and parity. Type of research is descriptive observational. Data were taken from the baby register and the medical record of the baby's mother experiencing infection. From 145 newborns with infection met the inclusion criteria of 125 samples. Results of the study 92 infants (73.6%) newborns had mild infections and 33 infants (26.4%) had severe infections. Mothers aged 20-35 years 106 infants (84.4%) had infection and lowest was at age 20 years 7 infants (5.6%). Mothers with primary/secondary education had 120 infants (96%) and 5 babies (4%) mothers with higher education. Mothers did not work 73 infants (58.4%) had infections and 52 infants (41.6%) were working mothers. Multiparous mothers 67 infants (53.6%) had infection and 58 infants (46.4%) were primiparous. Incidence of infection in newborns mostly occurs in mothers aged 20-35 years, primary/secondary education, unemployed and multiparous. For further researchers, the research design is more detailed in sample selection.Keywords: incidence of infection, newborn, maternal characteristics
Karakteristik Akseptor Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Wanita Usia Subur Ni Luh Putu Lisa Dewi Cahyani; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Gusti Kompiang Sriasih
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1527

Abstract

Penggunaan non metode kontrasepsi jangka panjang oleh wanita usia subur (WUS) cukup tinggi (89,73%) jika dibandingkan dengan metode jangka panjang (10,27%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan non metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di Praktek Mandiri Bidan wilayah Kecamatan Kuta Selatan Tahun 2021. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling Probability Sampling jenis Proportionate Random Sampling. Penelitian dilakukan tanggal 4 sampai 11 Mei 2021 di tujuh Praktek Mandiri Bidan Wilayah Kecamatan Kuta Selatan. Instrumen menggunakan kuisioner. Responden adalah akseptor non metode kontrasepsi jangka panjang sejumlah 68 orang. Penelitian menunjukkan bahwa responden yang menggunakan non metode kontrasepsi jangka panjang dengan lama penggunaan 3 tahun (57,3%), paling banyak berumur 20-35 tahun (55,9%), pendidikan Dasar (51,4%), sebanyak 76,5% dengan paritas multipara, sumber informasi utama dari tenaga kesehatan (76,5%), pengambilan keputusan secara bersama (60,3%), mempunyai pengalaman efek samping ringan (73,5%), sebelumnya menggunakan suntik 3 bulan (47,1%), dan (52,9 %) mempertimbangkan efek samping dalam pemilihan suntik dan pil. Bidan dalam praktiknya lebih meningkatkan kualitas konseling dan pelayanan kontrasepsi jangka panjang, sehingga dapat menarik minat masyarakat khususnya dengan tingkat pendidikan dasar.Kata kunci: Kontrasepsi, Non MKJP, Wanita usia subur The use of non-long-term contraceptive methods in women fertile age has increased (89,73%) compared to long-term contraceptive (10,27%). The purpose of this study was to describe the factors behind the selection of non-long-term contraceptive methods in women of childbearing age in the Independent Midwife Practice in the South Kuta District in 2021. The research method was descriptive quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique is Probability Sampling, the type of Proportionate Random Sampling. The study was conducted from 4 to 11 May 2021 in seven Independent Midwife Practices in the South Kuta District. The instrument using quisioner. Respondents are 68 non long-term-contraceptive acceptors. Research shows that respondents who use Non LTM the duration of 3 years (57,2%), are mostly aged 20-35 years (55.9%), basic education (51.4%), as many as (76.5%) with multipara parity, the main source of information from health workers (76 .5%), shared decision making (60.3%) and had mild side effects (73.5%), previously using injections for 3 months (47.1%), and (52.9%) considering side effects in choosing Non-long-term-methods. In practice, midwives more improve the quality of long-term contraceptive counseling and services, so that they can attract public interest, especially those with basic education levels.Keywords: Contraception, Non LTM, Women fertile age
Gambaran Karakteristik Ibu Dengan Bayi Yang Mengalami Kelainan Kongenital Di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Tahun 2020 Ni Ketut Ayu Murtini; Ni Gusti Kompiang Sriasih; Ni Wayan Suarniti
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1419

Abstract

Kelainan kongenital adalah kelainan yang sudah ada sejak lahir yang dapat disebabkan oleh faktor genetik maupun non genetic. Kelainan kongenital dapat diklasifikasikan berdasarkan International Clasification of Diasease (ICD)10. Penelitian ini untuk bertujuan mengetahui proporsi dan mengidentifikasi ibu yang melahirkan bayi yang mengalami kelainan kongenital berdasarkan usia, pendidikan, paritas dan kebiasaan merokok. Bayi  yang dirawat sebanyak 791 bayi, 153 kasus (19,3%) mengalami kelainan bawaan. Jenis kelainan ditemukan yaitu sistem percernaan sebanyak 59 kasus (40%), sistem sirkulasi  42 kasus (28,6%),  kelainan kromosom 17 kasus (11,6%), sistem saraf 15 kasus (10,2%), sistem muskeloskeleton 6 kasus (4,1%), sistem perkemihan dua kasus (1,4%), system pernafasan satu kasus (0,7%) dan malformasi kongenital lain satu kasus (0,7%). Subjek penelitian berdasarkan karakteristik ibu yang melahirkan bayi dengan kelainan bawaan, sebagian besar berada pada rentang usia 20-35 tahun sebanyak 111 orang (75,5%), paling banyak dengan multipara 93 orang (63,3%), tingkat pendidikan menengah paling dominan sekitar 76 orang  (51,7%) dan sebagian tidak merokok sekitar 67 orang (89,5%).  Hasil penelitian ini menunjukkan faktor ibu mempunya peran penting terjadinya kelainan bawaan pada bayi.Kata kunci: Kelainan kongenital, Karakteristik Ibu, Rumah Sakit  Congenital disorders are disorders that have been present since birth which can be caused by genetic or non-genetic. Congenital abnormalities can be classified based on Clasification of Diasease (ICD)10. This study aims to determine the proportion and identify mothers who gave birth to babies with congenital abnormalities based on age, education, parity and smoking habits. 791 babies were treated, 153 cases (19.3%) had congenital abnormalities. The types of abnormalities found were the digestive system in 59 cases (40%), the circulatory system 42 cases (28.6%), chromosomal abnormalities in 17 cases (11.6%), the nervous system in 15 cases (10.2%), the muskeloskeleton system 6 cases (4.1%), urinary system in two cases (1.4%), respiratory system in one case (0.7%) and other congenital malformations in one case (0.7%). Research subjects based on the characteristics of mothers who gave birth to babies with congenital abnormalities, most of them were in the age range of 20-35 years as many as 111 people (75.5%), the most with multipara 93 people (63.3%), secondary education was the most dominant about 76 people (51.7%) and some do not smoke about 67 people (89.5%). The results of this study indicate that maternal factors have an important role in the occurrence of congenital abnormalities in infants.Keywords: Congenital disorder, Mother characteristic, Hospital
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Umur 12-59 Bulan di Puskesmas Banjar I Tahun 2021 Luh Herry Novayanti; Ni Wayan Armini; Juliana Mauliku
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1413

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dimana panjang badan anak kurang dari 2 standar deviasi. Stunting dipengaruhi pemenuhan nutrisi di awal kehidupan, salah satunya melalui ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita umur 12-59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Banjar I pada bulan April 2021.  Sampel penelitian ini berjumlah 110 orang, yang diambil dengan menggunakan stratified random sampling. Hasil penelitian ditemukan 22 balita mendapatkan ASI eksklusif (20%) dan 88 balita lainnya (80%) tidak mendapatkan ASI eksklusif. Prevalensi stunting adalah 30,91%. Dari 34 kasus stunting yang ditemukan 26 responden tidak mendapatkan ASI eksklusif (88%) dan 8 responden dengan riwayat ASI eksklusif (22%). Analisis bivariat menggunakan chi-square didapatkan nilai p = 0,536 (p 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting.Kata kunci: ASI eksklusif, stunting, balita Stunting is a growth disorder that the child’s body length is less than -2 standard deviations. Stunting is associated with nutritional adequacy in the first day of life, one of which is exclusive breastfeeding. The aim of this study is to investigate the   relationship between exclusive breastfeeding and incidence of stunting among Childs aged 12-59 months. This study was analytical observational with cross sectional design and conducted in Primary Health Center of Banjar I on April 2021. The sample of 110 Children was chosen through stratified random sampling. The results of revealed that 20% respondents were breastfed and 80% were not exclusively breastfed. The prevalence of stunting were 30, 91%. Of 34 cases of stunting, 26 respondents did not get exclusive breastfed (88%) and 8 respondents got exclusive breastfed history (22%). Bivariate analysis using Chi-square obtained p = 0,536 (p 0,05), showed that there was no relationship between exclusive breastfeeding and the prevalence of stunting.Keywords: Exclusive breastfeeding; Stunting; Childs
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Pencegahan Coronavirus Disease 19 Luh Widiastini; Ni Ketut Somoyani; Juliana Mauliku
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1530

Abstract

Severe Acute Respiratory Sindrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) adalah kasus yang menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas terus terjadi di Indonesia. Ibu hamil merupakan populasi yang sangat rentan terhadap Covid-19. Sampai saat ini, pengetahuan tentang infeksi Covid-19 dalam hubungannya degan kehamilan dan janin masih terbatas. Pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pencegahan Covid-19 merupakan faktor penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan Covid-19 di poliklinik kebidanan UPTD RSUD Bali Mandara. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskiptif observasional. Penelitian dilakukan di UPTD RSUD Bali Mandara pada tanggal 13-30 April 2021 dengan responden ibu hamil yang berjumlah 43 orang. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Analisa Univariat yang dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, 93% sampel memiliki pengetahuan yang baik, 7% sampel memiliki pengetahuan cukup dan tidak ada memiliki pengetahuan kurang. Seluruh sampel yaitu 100% memiliki sikap yang positif tentang pencegahan Covid-19.  Sangat diharapkan edukasi yang optimal dari tenaga kesehatan bagi ibu hamil agar dapat menjalani masa kehamilannya dengan sejahtera sehingga ibu dan janin tetap sehat selama masa pandemi Covid-19. Anjuran untuk ibu hamil untuk pencegahan Covid-19 adalah dengan menunda dan membatasi kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, kecuali terdapat keadaan darurat atau emergency.Kata kunci: Ibu hamil, kehamilan, Covid-19, pengetahuan, sikap Coronavirus Disease (Covid-19) caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) is a case that causes morbidity and mortality to continue to occur in Indonesia. Pregnant women are a population that is very vulnerable to Covid-19. Until now, knowledge about Covid-19 infection in relation to pregnancy and the fetus is still limited. Knowledge and attitudes of pregnant women towards the prevention of Covid-19 are important factors for pregnant women because it can affect their behavior during pregnancy. The purpose of this study was to describe the knowledge and attitudes of pregnant women about the prevention of Covid-19 in the midwifery polyclinic of Bali Mandara Hospital. The study used was observational descriptive design. The research was conducted at Bali Mandara Hospital on April 13rd -April 30rd , 2021 with 43 pregnant women as respondents. The data used in this study are primary data using a questionnaire. Data analysis used Univariate Analysis which was carried out on each variable from the research results. Based on the data that has been collected, 93% of the samples have good knowledge, 7% of the samples have sufficient knowledge and none of the samples have insufficient knowledge. All of the sample (100%) had a positive attitude about the prevention of Covid-19. It is hoped that optimal education from health personnel for pregnant women so that they can live their pregnancy in a prosperous manner so that the mother and fetus remain healthy during the Covid-19 pandemic. The recommendation for pregnant women to prevent Covid-19 is to postpone and limit visits to health service facilities, unless there is an emergency.Keywords: Pregnant women, pregnancy, Covid-19, knowledge, attitude
Hubungan Tingkat Motivasi Wanita Usia Subur Dengan Keikutsertaan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat di Desa Bajera Ni Luh Lanny Suartini; Gusti Ayu Marhaeni; Ni Nyoman Suindri
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1523

Abstract

Kanker servik merupakan penyakit yang menduduki peringkat ketiga kematian di Indonesia, kasus baru setiap tahunnya mengalami peningkatan. Angka kematian oleh kanker servik pada tahun 2020 adalah sembilan persen. Tingginya angka kematian ini disebabkan karena 70% kasus ditemui pada stadium lanjut. Kanker servik dapat dideteksi dengan metode inspeksi visual asam asetat (IVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat motivasi wanita usia subur (WUS) tentang pemeriksaan IVA dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA di desa Bajera. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah WUS yang ada di desa Bajera. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik proposional simple random sampling jumlah sampel 94 orang. Instrument pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan koefisen kontigensi (x2) dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p = 0.01). Desa diharapkan memberi perhatian pada WUS terhadap keikutsertaan pemeriksaan IVA, bagi tenaga kesehatan untuk memperluas sosialisasi tentang IVA.
Manfaat Penyuluhan Dengan Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Inisiasi Menyusu Dini Ni Nengah Supriani; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi; I Gusti Ayu Surati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1529

Abstract

Pengetahuan ibu mengenai inisiasi menyusu dini adalah salah satu faktor yang penting dalam kesuksesan pelaksanaan inisiasi menyusu dini. Inisiasi menyusu dini dapat mencegah kematian neonatal. Penyuluhan kesehatan melalui media video memiliki kelebihan dalam memberikan visualisasi yang baik sehingga memudahkan proses penyerapan pengetahuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat penyuluhan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang inisiasi menyusu dini. Jenis penelitian adalah pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-postest. Penelitian di lakukan di PMB I.G.A, PMB N.M, PMB S.A, PMB N.S dan PMB A. pada bulan April-Mei 2021. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian untuk pretest pengetahuan rata-rata adalah 46.77 dan posttest pengetahuan setelah mendapatkan penyuluhan melalui media video menjadi 74.88. Hasil uji paired t-test di peroleh p = 0,001 0,05. Terdapat pengaruh penyuluhan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III dtentang inisiasi menyusu dini di PMB I.GA, PMB N.M, PMB S.A, PMB N.S dan PMB A.Kata kunci: Penyuluhan, Media Video, Ibu Hamil Trimester III, Inisiasi Menyusu DiniMother's knowledge about early initiation of breastfeeding is one of the important factors in the successful implementation of early initiation of breastfeeding. Early initiation of breastfeeding can prevent neonatal death. Health education through video media has the advantage of providing good visualization so as to facilitate the process of absorbing knowledge. The purpose of the study was to determine the benefits of counseling with video media to increase the knowledge of third trimester pregnant women about early initiation of breastfeeding. This type of research is pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. The research was conducted at PMB I.G.A, PMB N.M, PMB S.A, PMB N.S, and PMB A. in April-May 2021. The sampling technique is cluster random sampling with a total sample of 31 people. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used paired t-test. The results of the research for the average knowledge pretest was 46.77 and the posttest knowledge after getting counseling through video media was 74.88. The results of the paired t-test were obtained p = 0.001 0.05. There is an effect of counseling with video media on increasing knowledge of third trimester pregnant women about early initiation of breastfeeding at PMB I.GA, PMB N.M, PMB S.A, PMB N.S, and PMB A.Keywords: Counseling, Video Media, Third Trimester Pregnant Woman, Early Initiation of Breastfeeding
Gambaran Ibu Bersalin Dengan Preeklampsia Di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Tahun 2020 Ni Luh Sri Winasih; Ni Wayan Armini; I Gusti Ayu Surati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1443

Abstract

Preeklampsia adalah hipertensi  pada kehamilan diatas usia 20 minggu disertai adanya gangguan organ dan proteinuria, yang merupakan salah satu penyebab kematian ibu di Indonesia. Angka kejadian preeklampsia di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2020 masih tinggi yaitu 20,23%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ibu bersalin dengan preeklampsia di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2020. Jenis penelitian deskriptif observasional. Pelaksanaan bulan Mei 2021 dengan teknik total sampling. Sampel berjumlah 209 orang. Pengumpulan data melalui pencatatan register dan rekam medik pasien. Analisis data menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi.. Hasil penelitian menunjukkan gambaran ibu bersalin dengan preeklampsia di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2020 mayoritas preeklampsia dengan gambaran berat (84,21%), umur ibu 20-35 tahun (67,94%), paritas 1-4 (57,42%), jumlah janin satu (97,61%), umur kehamilan matur (53,11%) dan tidak ada penyakit penyerta (84,69%). Kejadian preeklampsia mayoritas terjadi pada ibu dengan masa reproduksi sehat, sehingga tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan deteksi dini faktor resiko preeklampsia dengan asuhan antenatal terpadu dengan pelayanan “10 T”.Kata kunci: Preeklampsia;Ibu Bersalin;Karakteristik Preeclampsia is hypertension in pregnancy over the age of 20 weeks accompanied by organ disorders and proteinuria, which is one of the causes of maternal death in Indonesia. The incidence of preeclampsia at Sanglah General Hospital Denpasar in 2020 is still high at 20.23%. The purpose of this study was to determine the description of women giving birth with preeclampsia at Sanglah General Hospital Denpasar in 2020 . This type of research is descriptive observational. Implementation in May 2021 with total sampling technique. The samples amounted to 209 people. Collecting data through registers and patient medical records. Data analysis using univariate in the form of frequency distribution tables. . The results showed the overview of maternity mother with preeclampsia at  Sanglah General Hospital Denpasar in year 2020, the majority of preeclampsia with severe features (84.21%), maternal age 20-35 years (67.94%), parity 1-4 (57.42%), the number of fetuses is one (97.61%), gestational age is mature(53.11%)andthere are no comorbidities (84.69%). The majority of preeclampsia events occur in mothers with healthy reproductive periods, so health workers are expected to be able to carry out early detection of risk factors for preeclampsia with integrated antenatal care with the “10T” services.Keywords: Preeclampsia;Maternity:Characteristics
Perbedaan Pengetahuan Remaja Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Seks Pranikah dengan Media Video Putu Eka Mahayani; Ni Nyoman Suindri; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1512

Abstract

Remaja akan mengalami tahap kematangan organ seksual serta perspektif psikologis. Permasalah kenakalan remaja yang banyak terjadi adalah seks pranikah yang berisiko terhadap kehamilan dan penularan penyakit menular seksual yang disebabkan kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan seks pranikah dengan video. Metode yang digunakan adalah analitik komparatif dengan rancangan pre- eksperimental pretest-posttest design. Data yang digunakan adalah data primer menggunakan kuesioner. Penelitian  dilakukan di SMA Negeri 2 Amlapura pada bulan Maret sampai April 2021. Sampel penelitian merupakan remaja usia 15-16 tahun yang berjumlah 62 orang dengan menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu paired T- Test (α=0,05). Hasil dari penelitian ini pengetahuan sebelum diberikan pendidikan seks pranikah yaitu 64,58 dan setelah diberikan video menjadi 89,61. Hasil uji statistic paired T-Test diperoleh hasil p value 0,00. Hal ini menunjukan pα yang artinya terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan seks dengan media video. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan seks pranikah dengan media video. Saran dari penelitian ini diharapkan penelitian selanjutnya dapat menggunakan jenis penelitian yang berbeda untuk dapat menggali lebih dalam pengetahuan remaja tentang seks pranikah.Kata Kunci: Remaja, pengetahuan, seks pranikah, media video Adolescents will experience a stage of maturity of sexual organs as well as a psychological perspective. The problem of juvenile delinquency that often occurs is premarital sex which is at risk of pregnancy and the transmission of sexually transmitted diseases due to lack of knowledge. The purpose of this study was to determine the differences in adolescent knowledge before and after being given premarital sex education with video. The method used is comparative analytic with pre-experimental pretest-posttest design. The data used is primary data using a questionnaire. The study was conducted at SMA Negeri 2 Amlapura from March to April 2021. The research sample was teenagers aged 15-16 years, totaling 62 people using probability sampling with the simple random sampling method. The statistical test used is the paired T-Test (α = 0.05). The results of this study were knowledge before being given premarital sex education was 64.58 and after being given a video it became 89.61. The results of the statistical paired T-Test obtained the p value of 0.00. This shows pα which means that there is a difference before and after being given sex education with video media. The conclusion of this study is that there are differences in adolescent knowledge before and after being given premarital sex education with video media. Suggestions from this research are expected that further research can use different types of research to be able to dig deeper into adolescent knowledge about premarital sex.Keywords: Adolescents; Knowledge; Premarital Sex; Video
Pelatihan Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Perawatan Metode Kanguru Pada Ibu Hamil Di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Ni Nyoman Budiani; Gusti Ayu Surati; Made Widhi Gunapria Darmapatni; I Komang Lindayani; Gusti Ayu Eka Utarini
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1513

Abstract

Bayi berat badan lahir rendah berisiko mengalami hipotermi. Dalam kondisi tersebut, bayi harus segera dihangatkan. Pada fasilitas terbatas, dapat dilakukan metode kanguru. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang perawatan metode kanguru. Penelitian praeksperimen ini dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester II hingga III, hamil fisiologis. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan, di wilayah kecamatan Sukawati. Pengetahuan sebelum diberikan pelatihan perawatan metode kanguru, median 63, sedangkan setelah diberikan pelatihan, diperoleh median 80. Keterampilan sebelum diberikan pelatihan Perawatan Metode Kanguru (PMK) diperoleh nilai median 45, sedangkan setelah diberikan pelatihan diperoleh median 91. Terdapat perbedaan bermakna pengetahuan dan keterampilan sasaran antara sebelum dengan sesudah diberikan pelatihan PMK, p value 0,000. Simpulan. Pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang PMK. Kata Kunci: ibu hamil, pelatihan, perawatan metode kanguru Low birth weight babies are at risk for hypothermia. In these conditions, the baby should be warmed immediately. In limited facilities, the kangaroo method can be used. This study aims to prove that training can improve the knowledge and skills of pregnant women about kangaroo methods care. This pre-experimental research was designed with one group pretest posttest. The study population was pregnant women in the second to third trimesters, physiologically pregnant. The research was carried out for 6 months, in the Sukawati sub-district. Knowledge before being given kangaroo method care training, a median of 63, while after being given training, a median of 80 was obtained. Skills before being given Kangaroo Method Care training obtained a median of 45, while after being given training a median of 91. There was a significant difference in the knowledge and skills between before and after being given training, p value 0.01. Conclusion: The training is able to increase the knowledge and skills of pregnant women about Kangroo Method Care.Keywords: pregnant women, training, kangaroo method care

Page 1 of 2 | Total Record : 12