cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "No 34 (2008): Juni, 2008" : 8 Documents clear
Pengaruh Ukuran Anakan Terhadap Pertumbuhan Bibit Sagu Ronny Bernhard Maliangkay; Nurhaini Mashud; Engelbert Manaroinsong; Yulianus Matana
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.211 KB) | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi dalam pengembangan sagu adalah penyediaan bibit dalam jumlah yang banyak. Untuk mendapatkan bibit-bibit tersebut, ukuran anakan sagu akan dijadikan bibit perlu diketahui. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian pengaruh ukuran anakan terhadap pertumbuhan bibit, di desa Tatengesan, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, Propinsi Sulawesi Utara pada bulan April sampai Juni tahun 2007. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan ukuran anakan sagu yang memiliki daya tumbuh yang tinggi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah ukuran anakan sagu, yang terdiri atas         (1) ukuran besar (3.1 kg – 5. kg), (2) ukuran sedang (2.1 kg – 3,0 kg) dan (3) ukuran kecil (0.5 kg – 2 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anakan sagu berukuran sedang memiliki daya tumbuh yang tinggi dari pada anakan berukuran besar dan kecil.
Pengaruh Pupuk Organik Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Maliangkay Ronny Bernhard
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk organik kotoran sapi terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa Dalam Mapanget (DMT). Penelitian dilaksanakan mulai Oktober 2007 hingga Juni 2008 di Kebun Percobaan Kayuwatu Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado, Sulawesi Utara. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dengan ulangan 3 kali.  Bibit kelapa yang sudah mempunyai satu buah daun terbuka penuh dalam polibag diberi perlakuan pupuk kotoran sapi dengan takaran, yaitu 0; 250; 500; 750; 1.000 dan 1.250 g dan pupuk anorganik dalam bentuk campuran pupuk Urea, SP36 dan KCl dengan perbandingan berturut-turut 10; 7,5 dan 15 g tiap bibit serta tanpa pupuk (Kontrol). Diamati tinggi bibit, lingkar batang dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa.  Pertumbuhan tinggi bibit, lingkaran batang dan jumlah daun tertinggi pada takaran 500 g/tiap bibit.
Budidaya Tanaman Sagu (Metroxylon sp.) di Lahan Pasang Surut Engelbert Manaroinsong; Ronny Bernhard Maliangkay; Nurhaini Mashud
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Tanaman sagu sangat potensial dikembangkan karena merupakan sumber karbohidrat sehingga dapat berfungsi sebagai pangan alternatif sesudah beras. Disamping itu sagu dapat diolah sebagai bahan baku industri makanan, industri kimia dan farmasi. Sebagian besar areal sagu di Indonesia masih dalam bentuk hutan sagu. Eksploitasi hutan sagu tanpa diiringi dengan usaha pemulihan populasi akan berdampak negatif bagi masyarakat yang mengandalkan sagu sebagai sumber pokok pangan. Meskipun tanaman sagu dapat tumbuh pada lahan rawa dan daerah pasang surut akan tetapi teknik budidaya pada lahan pasang surut belum diterapkan oleh petani atau masyarakat luas. Tulisan ini diharapkan dapat dipedomani oleh masyarakat dalam pengusahaan budidaya sagu dilahan pasang surut.
Keanekaragaman Hayati dan Komposisi Musuh Alami Hama Kelapa Brontispa longissima di Kecamatan Parigi, Provinsi Sulawesi Tengah Novalisa Lumentut
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Kompleks musuh alami hama Brontispa longissima Gestro (Coleoptera : Chrysomelidae),  keanekaragaman hayati dan komposisi artropoda telah di pelajari pada ekosistem kelapa di Desa Toboli, Pelawa, Bambalemo, Lemusa, Olo Baru dan Olaya, Kecamatan Parigi Provinsi Sulawesi Tengah dari bulan November 2007 sampai dengan Pebruari 2008. Daun pucuk yang terserang diambil dari 10 pohon pada setiap desa secara acak dengan metode transek pada setiap jarak 300 m. Musuh alami yang ditemukan dikelompokkan sebagai predator, parasitoid dan entomopatogen. Musuh alami yang potensial, yaitu predator cocopet Chelisoches morio Ferrier (Dermaptera: Chelisochidae), semut (Hymenoptera: Formicidae) parasitoid Tetrastichus brontispae Ferrier (Hymenoptera: Eulopidae) dan cendawan Metarhizium anisopliae var. anisopliae (Moniliales: Hypomycetes) sebagai entomopatogen pada larva, pupa, dan imago. Indeks Shannon ordo 0,272 sampai 0,373 dan rata-rata 0,314 ± 0,038, famili 0,297 sampai 0,436 dan rata-rata 0,366 ± 0,054, menunjukkan diversitas artropoda yang rendah (<1) seperti terjadi pada kondisi eksplosi hama. Pada saat penelitian populasi hama Brontispa pada kondisi eksplosi, selain diversitas rendah komposisi artropoda didominasi oleh hama (74,7%), selebihnya predator (24,5%), parasitoid (0,73%) dan polinator (0,03%).
Evaluasi Keragaman Plasma Nutfah Kelapa Dalam di Gorontalo Miftahorrachman Miftahorrachman
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Evaluasi keragaman plasma nutfah kelapa Dalam di Gorontalo menggunakan unweighted Pair-Group Method Arithmatic (UPGMA) melalui program Numerical Taxonomy ang Multivariate System versi 2.02 (NTSys).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan keragaman genetik plasma nutfah yang ada untuk dimanfaatkan dalam perbaikan kultivar kelapa. Observasi dilakukan di tiga kabupaten sentra pertanaman kelapa, yaitu Kabupaten Pohuato, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo. Obervasi dilakukan terhadap 15 karakter vegetatif dan generatif meliputi lingkar batang pada 20 cm dari permukaan tanah, panjang batang pada 11 bekas daun,  panjang pinak daun, panjang tangkai daun (petiole), jumlah daun, panjang rachis (tulang daun), jumlah tandan, jumlah buah, berat buah, berat buah tanpa sabut, berat buah tanpa air, berat daging buah, tebal daging buah, berat kopra per butir, dan potensi produksi kopra per hektar per tahun. Data dianalisis menggunakan analisis pengelompokan data matriks (Cluster Analysis) dan pembuatan dendogram dengan mengguna-kan metode unweighted Pair-Group Method Arithmatic (UPGMA) melalui program Numerical Taxonomy ang Multivariate System versi 2.02 (NTSys). Hasil analisis menunjukkan empat aksesi plasma nutfah kelapa Gorontalo membentuk dua kelompok besar dengan perbedaan genetik yang cukup besar, yaitu 98,0 persen atau hanya memiliki kemiripan genetik sebesar 2.0 persen. Hasil observasi juga menemukan 2 aksesi plasma nutfah kelapa yang memiliki potensi genetik (produksi) yang besar, yaitu kelapa Dalam Coklat Pontolo (DCP) dan Dalam Pontolo (DPO) dengan produksi kopra per ha per tahun berturut-turut 4,1 ton dan 4,7 ton. Kedua aksesi ini bisa dijadikan sebagai tetua untuk perbaikan tanaman dan sumber benih untuk pengembangan kelapa di Gorontalo.
Efektivitas Limbah Sagu dalam Menekan Pertumbuhan Gulma Berdaun Lebar (Borreria alata (Aubl) DC dan Mikania micrantha HBK) M Syakir; M H Bintoro; H Agusta; Muh Thamrin; D Hernita
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Limbah sagu mengandung bahan aktif berupa senyawa fenolat yang mempunyai sifat beracun untuk tanaman terutama gulma berdaun lebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas limbah sagu dalam menekan pertumbuhan gulma terutama gulma berdaun lebar. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Institut Pertanian Bogor,  Cikabayan, Darmaga, Bogor dan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik dari bulan September 2003 sampai April 2004. Penelitian menggunakan rancangan acak Kelompok dengan satu faktor, terdiri dari 14 perlakuan limbah sagu dan diulang tiga kali. Tipe gulma berdaun lebar yang dominan pada penelitian adalah Borreria alata (Aubl) DC dan Mikania micrantha HBK. Setiap perlakuan dari tiap jenis gulma terdiri dari empat polibag dan masing-masing polibag terdiri dari 6 gulma individu. Parameter pengembangan perlakuan diolah dengan menggunakan analisis statistik uji F dan jika ada perbedaan, ujinya akan dilanjutkan dengan analisa Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan limbah sagu segar 100% sebagai mulsa mampu mengurangi pertumbuhan dan dapat menyebabkan kematian B alata (Aubl) DC dan M. micrantha HBK masing-masing 23,10% dan 18,89%. Penggunaan limbah sagu sebagai herbisida organik adalah efektif dalam menekan pertumbuhan dan perkembangan gulma berdaun lebar. Limbah sagu sebagai herbisida organik mempunyai karakter yang lebih sebagai racun kontak dalam menekan pertumbuhan gulma
Penyakit Busuk Pucuk Kelapa : Sejarah, Penyebab dan Penyebarannya Hiasinta F.J Motulo
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Penyakit busuk pucuk kelapa (BPK) merupakan penyakit penting pada tanaman kelapa karena menyebabkan kematian tanaman. Gejala serangan yang dimulai dari terkulainya daun tombak nampak sangat jelas bila dibandingkan dengan gejala serangan hama Brontispa longissima atau Oryctes rhinoceros. Kejadian epidemik penyakit BPK pertama kali dilaporkan terjadi di  Pulau Luzon (Filipina) tahun 1919, setelah itu mulai dilaporkan di Pantai Gading (West Afrika) tahun 1984, dan pada pertanaman kelapa PB121 di Desa Pandu, Minahasa (Sulawesi Utara) tahun 1984. Penyebab penyakit busuk pucuk kelapa adalah Phytophthora palmivora yang tergolong dalam Stramenopila atau Chromista. P. palmivora dibedakan dari cendawan terutama oleh  beberapa faktor, yaitu memiliki dua jenis flagela dan miselium yang diploid. Dalam penyebarannya, P. palmivora memiliki lima propagul, yaitu miselium, sporangium, klamidospora, zoospora dan oospora yang digunakan untuk menginfeksi tanaman kelapa. Curah hujan dan kelembaban yang tinggi mempercepat proses perkembangan penyakit di lapangan.
Survei Hama Kumbang Kelapa Brontispa longissima (Gestro) dan Musuh Alaminya di Provinsi Sulawesi Utara Alouw, Jelfina C; Hosang, Meldy L.A
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Survei dilakukan dari Bulan Februari sampai Juni 2008 untuk mengetahui populasi hama Brontispa longissima dan musuh alaminya di Provinsi Sulawesi Utara.   Pohon kelapa yang diserang B. longissima di 10 desa di Sulawesi Utara dipilih secara acak untuk diamati.  Pinak daun yang diinfestasi oleh B. longissima diambil kemudian hama di dalamnya dipisah menurut tahap perkembangannya serta dipelihara di laboratorium.  Musuh alami yang menginfeksi hama tersebut dipelihara menurut jenisnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perkembangan hama yakni telur, larva, pupa dan imago berada di lapangan dengan populasi tertinggi terdapat pada larva (64,59 %)  kemudian diikuti oleh imago (20,84%) sebagai tahap perkembangan yang merusak.  Lima jenis musuh alami diidentifikasi sebagai parasitoid telur Ooencyrthus podontiae (Hymenoptera:  Encyrtidae), parasitoid larva tua dan pupa  Tetrastichus brontispae (Hymenoptera: Eulophidae), entomopatogen Metarhizium anisopliae var. anisopliae   dan Serratia spp. yang menyerang larva dan imago serta Celisoches  morio sebagai predator yang potensial untuk mengendalikan B. longissima.

Page 1 of 1 | Total Record : 8