cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
Dampak Flu Burung Terhadap Produksi Unggas dan Kontribusi Usaha Unggas terhadap Pendapatan Peternak Skala Kecil di Indonesia Nyak Ilham; Yusmichad Yusdja
Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v28n1.2010.39-68

Abstract

EnglishThe impact of AI, either directly or indirectly, has caused a sharp decrease of chicken to 60 percent. Various issues should be considered to control bird flu outbreaks in integrative, effective and fair ways. This is important not only to avoid people’s fear, but also to deeply consider the farmer’s sustainability business along with all activities related to the poultry industry. For this objective, Indonesia must have an understanding on the socio-economic impacts of poultry industries, so that the program formulation of bird flu control would be more effective. The purposes of this study are: (1) to identify factors inhibiting and originator control of AI; (2) to analyze the impact of bird flu outbreaks on the continuation of poultry business; (3) to analyze the impact of bird flu on poultry business contribution to farmers’ household income; (4) to analyze the impact of bird flu outbreaks and production factors on poultry production, and (5) to formulate policy recommendation to control AI and to reduce the economic losses due to its epidemics. The research locations were selected based on the three levels of criteria, i.e., mild attack (Lampung), moderate (East Java) and heavy (West Java). In each of these provinces, 720 respondents were interviewed using structured questionnaires. Data and information were analyzed using descriptive and quantitative type approaches. The study concluded that: (1) bird cage location affects the level of AI infestations, (2) poultry business sustainability is affected by the level of assault, type of poultry and patterns of business; (3) at aggregate level, the impact of bird flu has caused a decrease in the share of income obtained from poultry business, (4) beside a source of income, the poultry business also create jobs and (5) the level of infestations, the infected conditions, and the time of AI infestations are all affecting the production of poultry meat and eggs. Some policy recommendations to consider are: (1) to standardize the operating procedures of the determination of business location, good farming practices, and control outbreaks of dangerous infectious diseases; (2) changes of marketed products are required from live chickens to carcass; and (3) to maintain poultry business and income from small-scale farm activity, the broiler breeders are suggested to join the partnership pattern of business and the farmers are encouraged to find other economic activities for their additional sources of income.IndonesianDampak flu burung secara langsung dan tak langsung telah menyebabkan produksi ayam turun sampai 60 persen. Banyak hal harus dipertimbangkan dalam mengendalikan wabah flu burung secara integratif, efektif, dan adil. Karena tidak hanya memberi rasa takut pada masyarakat umum, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan usaha peternak dan semua aktivitas yang terkait dengan industri perunggasan. Untuk mencapai itu, Indonesia harus mempunyai pemahaman tentang dampak sosial ekonomi pada industri peternakan, sehingga perumusan program pengendalian flu burung dapat lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi faktor-faktor pencetus dan penghambat pengendalian wabah flu burung, (2) menganalisis dampak wabah flu burung terhadap keberlanjutan usaha peternak, (3) menganalisis dampak wabah flu burung terhadap sumbangan usaha unggas dan pendapatan rumah tangga peternak, (4) menganalisis pengaruh wabah flu burung dan faktor produksi terhadap produksi unggas, dan (5) merekomendasikan kebijakan pengendalian flu burung untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat wabah dan pengendalian flu burung. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria tingkat serangan ringan (Lampung), sedang (Jawa Timur), dan berat (Jawa Barat). Pada masing-masing provinsi diwawancarai 240 responden dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dan informasi yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan ekonometrika. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) lokasi kandang unggas berpengaruh dengan tingkat serangan wabah flu burung, (2) keberlanjutan usaha unggas dipengaruhi oleh tingkat serangan, jenis unggas yang dipelihara, dan pola usaha yang dikembangkan, (3) secara agregat dampak wabah flu burung menyebabkan penurunan pangsa pendapatan dari usaha unggas, (4) selain sebagai sumber pendapatan, usaha unggas menciptakan lapangan kerja, (5) tingkat serangan, kondisi infeksi, dan waktu serangan wabah flu burung berpengaruh terhadap produksi daging dan telur unggas. Beberapa kebijakan yang perlu dipertimbangkan adalah (1) perlu prosedur operasional standar dalam menentukan lokasi usaha, berusaha, dan mengendalikan berbagai wabah penyakit menular berbahaya, (2) diperlukan perubahan produk yang dipasarkan dari ayam hidup menjadi karkas, (3) untuk menjaga keberlanjutan usaha unggas dan pendapatan peternak skala kecil disarankan agar peternak ayam pedaging bergabung dalam pola kemitraan dan peternak masih perlu cabang usaha lain.
Respon Penawaran Hasil dan Permintaan Masukan Usahatani Padi: Suatu Pendugaan Ulang Effendi Pasandaran; Pantjar Simatupang; nFN Supriyati
Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v14n2.1995.44-54

Abstract

Previous studies on rice farming output supply and input demand functions in Indonesia are considered not consistent anymore with present situation, and hence should be reestimated, because of two principle weaknesses: (1) hired tractor is not treated as a variable cost; (2) chemical fertilizers are not separated by their types. Reestimation is conducted using a quadratic profit function with crossprovincial-time series data 1986-1991. The analysis shows that TSP is a significant substitute for urea and complement with other chemical fertilizer. Human labor is substitutive with tractor and complementary with chemical fertilizers. As a whole, the findings are consistent with their theoretical expectation.
Formulir Komentar untuk Redaksi & Penulis nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Desain Pesan Video Instruksional terhadap Peningkatan Pengetahuan Petani tentang Pupuk Agrodyke Aida Vitalaya S. Hubeis
Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v25n1.2007.1-10

Abstract

EnglishThis research was conducted in Kendari City; Southeast Sulawesi on 60 cacao farmers selected using simple random method. The objective is to find the effect of video used and packaging messages to farmer’s knowledge on agrodyke fertilizer application. Experimental design used is one pre-test group and one post-test group. Pre-test and post-test were examined using Paired Sample t-Test;  The effect of video packaging was analyzed by multiple regression technique. Results show that using video as learning media is an effective way would by the higher post-test scores than pre-test scores.  Visual, audio, material, and show time factors in video were significantly give positive contribution to farmer’s knowledge, which significantly increase the knowledge of farmers on agrodyke application.IndonesianPenelitian ini dilakukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara terhadap 60 orang petani kakao yang dipilih secara acak sederhana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan video dan unsur-unsur kemasan pesan dalam video terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang penggunaan pupuk agrodyke. Desain penelitian adalah one group pre-test and design. Hasil skor pre-test dan post-test diuji dengan Paired Sample t-Test;  Pengaruh unsur kemasan video dianalisis dengan uji statistik regresi berganda. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan media video sebagai media pembelajaran peningkatkan pengetahuan petani tentang penggunaan pupuk agrodyke adalah efektif yang ditunjukkan dengan skor post-test yang lebih tinggi dari skor pre-test. Unsur visual, audio, materi, dan penggunaan waktu dalam penayangan penggunaan pupuk agrodyke melalui video sangat berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan petani yang ditunjukkan oleh skor post-test yang lebih tinggi dari skor pre-test. Unsur visual, audio, materi, dan penggunaan waktu dalam penayangan penggunaan pupuk agrodyke melalui video sangat berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan petani.
The Implication of Policy Reforms to East Java Agricultural Sector: A Price Endogenous Analysis Delima H. Azahari Darmawan
Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v10n1-2.1991.108-119

Abstract

IndonesianSektor pertanian memegang peranan yang penting di Jawa Timur, selama hampir 25 tahun ini. Untuk terus mempertahankan peranan tersebut, berbagai kebijaksanaan pertanian telah dilaksanakan di propinsi ini. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijaksanaan tersebut dan mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi apabila terjadi reformasi dan kebijaksanaan tersebut. "Price endogenous mathematical programming sector model" digunakan dalam kajian ini dengan memperhatikan perbedaan skala usahatani, tipe lahan, dan alternatif pola tanam. Model ini selanjutnya digunakan Untuk melihat efek dari perubahan kebijaksanaan yang berkaitan dengan situasi keuangan, harga dan kebijaksanaan subsidi. Selanjutnya, dibahas dampak perubahan-perubahan tersebut terhadap perekonomian di propinsi Jawa Timur. Hasil dari kajian ini, menunjukkan adanya perubahan yang cukup berarti dari reformasi kebijaksanaan di sektor pertanian terutama akan adanya distribusi yang berbeda terhadap pelaku-pelaku ekonomi di sektor pertanian. Hal yang terakhir, barangkali akan lebih menarik perhatian pengambil kebijaksanaan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pasar Jagung di Indonesia I. Ketut Kariyasa; Bonar M. Sinaga
Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v22n2.2004.167-194

Abstract

EnglishThe study focused on factors affecting market behavior of corn in Indonesia, and market responses. Data of the study are time series for the period of 1980-2001. Model used in the study was Two-Stage Least Squares  (2SLS). The results revealed that production technology improvement should get priority as the means of increasing corn production. Rupiah exchange rate was the main variable affecting Indonesia’s import volume of corn. Demand for corn for feed production was determined by own price of corn rather than feed price. Corn is inferiod food to most Indonesians. In the long term, world prices of corn will be determined mainly by its supply and demand. On the other hand, domestic price of corn in long term will be determined mainly by world price of corn rather than domestic corn market power.IndonesianPenelitian ini difokuskan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pasar jagung Indonesia, serta tingkat responsif pasar tersebut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan data time series periode 1980-2001. Pendekatan model ekonometrika persamaan simultan dengan metode pendugaan Two-Stage Least Squares (2SLS) telah digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini. Hasil pendugaan menunjukkan bahwa peningkatan produksi jagung sebaiknya diprioritaskan pada perbaikan teknologi produksi dibanding instrumen lainnya. Nilai tukar rupiah merupakan peubah utama yang berpengaruh terhadap volume impor jagung Indonesia. Permintaan jagung untuk pakan lebih banyak ditentukan oleh harga jagung itu sendiri dibanding harga pakan. Terutama dalam jangka panjang, harga jagung dunia secara kuat akan ditentukan oleh sisi penawaran dan permintaan. Sementara itu, harga jagung domestik dalam jangka panjang lebih banyak akan ditentukan oleh harga jagung dunia dibanding kekuatan pasar jagung domestik.
Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan: Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglas dan Translog Pantjar Simatupang
Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v7n1.1988.1-16

Abstract

EnglishUnderstanding the economic of scale is important in determining the efficient size of production. Economic of scale may be determined using production function, cost function, and profit function. The profit function which widely used for empirical study is the Cobb-Douglas profit function. But this functions is well known very restrictive. The translog profit function is a class of general function, but is rarely used to study the economic of scale. This paper presents a derivation of the criteria to determine economic scale for profit functions in general. The criteria, then, is used for Cobb-Douglas and translog profit functions. The criteria derived for the translog profit function is completely different from the one found in the existing literature. The criteria in the existing literature have many caveats. The criteria formula derived in this paper is very useful for empirical study and for correcting the existing formula. The criteria is used to study rice farming in irrigated low-land in West Sumatera. The finding shows that the rice farming is at increasing return to scale. The main source of the economics of scale is land.IndonesianPenentuan ekonomi skala usaha sangat penting untuk menetapkan skala usaha yang efisien. Ekonomi skala usaha dapat ditentukan dengan mempergunakan fungsi produksi, fungsi biaya dan fungsi keuntungan. Fungsi keuntungan yang banyak dipergunakan dalam studi skala usaha hingga saat ini adalah fungsi keuntungan Cobb-Douglas. Namun fungsi keuntungan ini bersifat membatasi. Fungsi keuntungan translog bersifat umum tetapi masih jarang dipergunakan dalam studi skala usaha. Studi literatur terbatas yang dilakukan penulis ditemukan satu penelitian empiris yang mempergunakan fungsi keuntungan translog untuk menentukan ekonomi skala usaha. Tulisan ini berhasil menurunkan kriteria umum penentuan skala usaha dengan fungsi keuntungan. Dengan kriteria umum tersebut diturunkan kriteria penetapan ekonomi skala usaha untuk fungsi Cobb-Douglas dan translog. Kriteria yang diturunkan untuk fungsi translog berbeda dengan yang terdapat pada literatur yang ada. Literatur tersebut terutama dalam tulisan ini sangat berguna untuk dipakai dalam penelitian empiris sekaligus memperbaiki rumus kriteria yang ada saat ini. Rumus tersebut cukup operasional untuk diterapkan. Rumus tersebut kemudian diterapkan untuk menganalisa usahatani padi di lahan beririgasi dataran rendah di Sumatera Barat. Penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani tersebut berada dalam penerimaan skala bertambah. Luas lahan garapan merupakan penentu utama ekonomi skala usaha.
Hubungan Kompetensi Penyuluh dengan Karakteristik Pribadi, Persepsi Penyuluh terhadap Dukungan Kelembagaan dan Persepsi Penyuluh terhadap Sifat Inovasi Cyber Extensión Zahron Helmy; nFN Sumardjo; Ninuk Purnaningsih; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v31n1.2013.1-18

Abstract

EnglishCyber extension may empower agricultural extension workers through preparation of timely and relevant agricultural information in supporting decision making process to deliver information to the farmers. Many factors affect use of information technology. This study aims to analyze correlation among the extension workers’ characteristics and perceptions towards institutional support with the extension workers’ perceptions of innovation nature and the extension workers’ competence in cyber extension use. The research uses the Spearman rank correlation (rs) for the analysis. Locations of study were carried out in the Regencies of Kuningan and Bekasi, West Java Province. Data were collected from October to December 2012.The results show that the extension workers’ competence in using cyber extension have significant correlation with the extension workers’ characteristic, i.e. age variable (rs = 0.114*). Perception on cyber extension innovation nature has a significant correlation with the extension workers’ perception on the institutional support (rs = 0.371**). Competence in using cyber extension has a significant correlation with the extension workers’ perceptions on institutional support (rs=0.19**). It is necessary to conduct some activities, i.e., mapping of agricultural extension workers’ ability, designing cyber extension training for agricultural extension workers, implementing the field days for cyber extension utilization in Agricultural Extension Centers in regency level, building networks, and improving infrastructure of cyber extension facilities.IndonesianCyber extension dapat meningkatkan keberdayaan penyuluh melalui penyiapan informasi pertanian yang tepat waktu, dan relevan dalam mendukung proses pengambilan keputusan penyuluh, guna penyampaian data dan informasi pertanian kepada petani dan kelompok taninya. Permasalahannya adalah banyak faktor yang memengaruhi dalam pemanfaatan teknologi informasi tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik penyuluh, persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan dengan persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi cyber extension dan kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyber extensión. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mencari hubungan antar peubah, dengan metode sensus menggunakan korelasi Rank Spearman (rs). Lokasi penelitian Kabupaten Kuningan dan Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dan waktu penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai Desember 2012. Hasil penelitian menunjukkan hubungan nyata kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension dengan karakteristik penyuluh melalui indikator umur (rs= 0,114*). Persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi cyber extension mempunyai hubungan nyata dengan persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan sebesar (rs= 0,371**). Kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension mempunyai hubungan nyata dengan persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan sebesar (rs= 0,19**). Kesimpulan adalah terdapat hubungan nyata antara karakteristik penyuluh dan persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan dengan persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi cyber extension, dan terdapat hubungan nyata antara persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi dengan kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyberextension. Terdapat hubungan nyata antara karakteristik penyuluh dan pesepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagan dengan kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension. Saran adalah membuat klasifikasi atau pemetaan terhadap kemampuan penyuluh, merancang pelatihan, membuka hari lapangan pemanfaatan cyber extension di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan, membangun jejaring kerjasama, dan meningkatkan fasilitasi sarana prasarana cyber extension.
Risiko Sebagai Determinan Produksi Usaha Tani Padi: Suatu Penemuan di Tiga Wilayah Agroekosistem Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu Aman Djauhari; Budiman Hutabarat
Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v18n1.1999.56-66

Abstract

EnglishProduction risk is always found in every agricultural production process. Risk which is defined as probability of economic lost for a production decision maker to use a certain strategy of production process will always be one of the factors to be considered. A risk measurement study of rice farming in three ecosystems in Jambi, South Sumatera and Bengkulu was conducted in financial year of 1996/1997, to support the food crop production out of Java program.  A simple model that can use a normal tested distribution of crop cut yield of rice was used. Results show that in tidal swamp ecosystem the probability of lost was very small (<1 ,5%) in irrigation was larger (<3,5%), while in upland situation was largest (20%). The potential lost depends upon the probability if production falls below the break even yield and cash expenditure. In current state of art, the tidal swamp ecosystem shows the production risk amount about Rp 73,000 each hectare, in irrigation ecosystem Rp 294,000 each hectare and upland ecosystem Rp 268,000 each hectare. Analysis of each technology separately was suggested. High risk in upland ecosystem makes the rice farming not so dependable, many farmers supplement it with other non farm job and substituted with other more profitable crops. It is suggested that in irrigation scheme a more timely water management and adoption of more early maturing high yielding varieties in the down stream.IndonesianRisiko produksi selalu ada pada setiap usaha tani pertanian. Risiko yang diterjemahkan dengan peluang merugi bagi pengambil keputusan untuk mengadopsi suatu strategi proses produksi akan selalu menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan. Suatu studi pengukuran risiko pada usaha tani padi di tiga ekosistem di Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu telah diadakan pada tahun 1996/1997 untuk mendukung program perluasan produksi tanaman pangan ke luar Jawa. Suatu model yang mudah memanfaatkan sebaran normal dari hasil ubinan digunakan dalam pengukuran risiko pada usaha tani. Pada ekosistem pasang surut menunjukkan peluang yang kecil (1,5%) pada ekosistem irigasi peluang merugi lebih besar (< 4 %) dan pada ekosistem ladang peluang merugi terbesar (20%). Besarnya potensi merugi sangat tergantung kepada potensi produktivitas di bawah produksi impas dan besarnya biaya tunai. Pada situasi sekarang maka di ekosistem pasang surut dapat mencapai Rp.73.000 tiap hektar, di ekosistem sawah irigasi dapat mencapai antara Rp.294.000- Rp.562.000 tiap hektar dan di ekosistem ladang dapat mencapai Rp.268.000. Analisis menurut karakteristik teknologi masing-masing dianjurkan. Risiko yang tinggi pada ekosistem ladang menjadikan usaha tani padi bukan usaha tumpuan, disuplemen dengan usaha lain dan banyak petani mengganti dengan tanaman lain yang lebih menguntungkan. Implikasi kebijaksanaan pada daerah irigasi ialah pengaturan air yang lebih mantap dan adopsi jenis unggul yang lebih sesuai (genjah) terutama daerah pelayanan hilir.
Resource Utilization Efficiency of Rice Production in South Sulawesi Yusuf Maamun
Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v4n2.1985.49-55

Abstract

There is no available abstract from the Print Edition

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue