cover
Contact Name
I Made Sumarya
Contact Email
sumaryaimade@yahoo.com
Phone
+6281338717933
Journal Mail Official
sumaryaimade@yahoo.com
Editorial Address
Prodi Biologi Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Universitas Hindu Indonesia Jln. Sangalangit Tembau Penatih, Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Widya Biologi
ISSN : 20865783     EISSN : 26556456     DOI : -
Jurnal Widya Bioloogi adalah jurnal open access dan ditelaah oleh mitra bestari bidang biologi, bertuuan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian atau pemikiran ilmiah dan kajian pustaka dalam bidang ilmu biologi dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan ilmu biologi. Fokus dan scope yang ditelaah adalah biologi sains dan biologi terapan.
Articles 68 Documents
EKSTRAKSI DAN FRAKSINASI DAUN BROTOWALI (Tinospora crispa L. Miers) UNTUK INSEKTISIDA NABATI PADA LARVA Plutella xylostella L. I Wayan Suanda; I Made Sumarya
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 01 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pestisida sintetis yang digunakan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) menimbulkan masalah terkait pencemaran lingkungan, kesehatan, terganggunya musuh alami bukan sasaran, resiko pada pengguna dan konsumen serta masalah negatif lainnya. Oleh karena itu perlu dicari alternatif insektisida berbahan baku alami dari tanaman yang berpotensi sebagai pestisida. Brotowali (Tinospora crispa L. Miers) banyak tumbuh di Jawa, Bali dan Maluku, merupakan tanaman berkhasiat obat, antijamur, antibakteri, antinemasida anti antimoluska. Hasil penelitian ekstrak daun brotowali pada konsentrasi 1% dapat menekan aktivitas makan potongan daun kubis secara in vitro sebesar 44,29% dan mortalitas larva Plutella xylostella sebesar 13,33%. Korelasi nyata (r2 = 0,9585) terjadi antara konsentrasi ekstrak daun brotowali dengan penurunan aktivitas makan larva P. xylostella. Hasil fraksinasi ekstrak daun brotowali dari beberapa pelarut didapat 14 kelompok senyawa (fraksi). Fraksi V dengan pelarut etil asetat : heksan (3:7) tersusun oleh 2 senyawa yang memiliki nilai Rf= 0,62 dan Rf = 0,86 merupakan komponen paling aktif. Fraksi V menyebabkan penurunan aktivitas makan larva P. xylostella dengan nilai r2 = 0,9047. Ekstrak daun brotowali memiliki nilai EC50 pada konsentrasi 2,186% dan fraksi V nilai EC50 = 0,054%.
HUBUNGAN KADAR KALSIUM DAN FOSFOR PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DI LABORATIRIUM KLINIK PRODIA DENPASAR Ni Luh Inten Mitadewi Wulandari; Ni Luh Gede Sudaryati; A.A.A Sauca Sunia Widyantari
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 01 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan penyakit kronik yang progresif merusak ginjal sehingga mengganggu kesimbangan cairan dan elektrolit tubuh yang berdampak terhadap semua sistem tubuh. Kelainan yang sering terjadi pada penderita gagal ginjal kronik adalah peningkatan kadar fosfor darah yang dapat memicu terjadinya komplikasi penyakit serius, serta penurunan kadar kalsium darah yang dapat menghambat proses sekresi di ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fosfor anorganik dan kalsium darah pada penderita gagal ginjal kronik yang sudah mendapat terapi hemodialisa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah croos sectional study, dimana dikumpulkan data dari 110 penderita gagal ginjal kronik dengan terapi hemodialisa yang melakukan pemeriksaan kadar fosfor anorganik dan kalsium darah. Prevalensi penderita gagal ginjal kronik yang mengalami hiperfosfatemia sebanyak 55 pasien (50%) dengan rerata kadar fosfor anorganik 6,3 mg/dL, serta prevalensi penderita gagal ginjal kronik yang mengalami hipokalsemia sebanyak 21 pasien (19.1%) dengan rerata kadar kalsium 8.0 mg/dL. Hasil uji korelasi Perason antara kadar Fosfor anorganik dengan kalsium memiliki nilai koefesien korelasi -.096. Nilai sig pada hasil uji adalah 0.317, yang menunjukan hubungan yang tidak signifikan (p>0,05). Pada pasien dengan diagnosis gagal ginjal kronik ditemukan kadar Fosfor anorganik tinggi dengan kadar kalsium yang rendah.
ASAM URAT MENGINDUKSI RESPON INFLAMASI PROLIFERASI VSCM DAN DISFUNGSI SEL ENDOTEL. I Made Sumarya; I Wayan Suanda
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 01 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar asam urat yang tinggi merupakan faktor etiologi utama dari gout dan patofisiologi jaringan pembuluh darah. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa asam urat dapat menginduksi inflamasi dengan aktivasi sistem imun dan mengubah karakteristik VSMC dan sel endotel, untuk memberi kecenderungan terjadinya proliferasi VSCM dan disfunsi sel endotel (ECD). Asam urat berperan sebagai sinyal berbahaya yang dapat memicu aktivasi NLRP3-implamasom dengan merangsang Toll-like receptor jalur 2/4-Myd88 selanjutnya diaktifkan oleh pathogen-associated molecular patterns (PAMPs) atau damage-associated molecular patterns (DAMPs) untuk membentuk IL-1𝛽 dan IL-18 sebagai sitokin proinflamasi melalui jalur aktivasi NF-KB. IL-1𝛽 melalui reseptornya (IL-1R) pada sel, dan bersama dengan faktor kemotaktik lain, berfungsi sebagai sinyal untuk menarik neutrofil dan sel-sel imun lainnya, sehingga memunculkan respon inflamasi. Konsentrasi asam urat yang tinggi menginduksi proliferasi VSMC dengan penyerapan kedalam VSMC melaui transforter anion organi (OAT) merangsang pembentukan monocyt chemoattractant protein-1 (MCP-1), inflamasi dan meningkatkan siklooksigenase 2 (COX-2) untuk membentuk tromboksan, melalui pengaktifan nuclear transcription factor (NF-KB), dan mitogen activated protein kinase (MAPKs) dan pembentukan platelet-derived growth factor (PDGF). Konsentrasi asam urat yang tinggi menginduksi disfungsi sel endotel melalui pembentukan ROS dengan menginduksi berbagai kaskade pensinyalan dan faktor transkripsi NF-KB, AP-1 menyebabkan ekspresi VCAM-1 dan ICAM-1 dan oksidasi lipid, protein dan DNA membentuk peroksidasi lipid, protein dan fragmentasi DNA. Simpulan asam urat menginduksi respon inflamasi proliferasi VSMC dan disfungsi sel endotel dengan aktivasi sistem imun dan mengubah karakteristik VSMC dan sel endotel, melalui pembentukan ROS aktivasi NLRP3-inflamasom NF-KB, MAPKs dan pembentukan MCP-1, COX2 serta PDGF.
HUBUNGAN SIKLUS MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 2 KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN I.G.A.T.P. Nofianti; N. K. Juliasih; I.W.G. Wahyudi
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 01 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri lebih rentan terkena anemia dibandingkan dengan remaja putra, karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya. Siklus menstruasi ini merupakan salah satu faktor penyebab remaja putri mudah terkena anemia defisiensi zat besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kejadian anemia remaja putri di SMP Negeri 2 Kerambitan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah remaja putri SMP Negeri 2 Kerambitan berjumlah 290 siswi. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Responden yang mengalami anemia sebesar 47 responden (52,8%) dan tidak mengalami anemia sebesar 42 responden (47,2%). Sedangkan responden yang mengalami siklus menstruasi tidak normal sebesar 44 responden (49,4%) dan yang mengalami siklus menstruasi normal sebesar 45 responden (50,6%). Hasil penelitiaan membuktikan ada hubungan hubungan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kerambitan Kabupaten Tabanan dengan nilai p = 0,001.
ANALISIS KADAR SGPT DAN ALP PADA PENGUKIR KAYU DI DESA KUWUM ANCAK, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN Maria Agustina Fitriayu Refi; Ni Putu Rahayu Artini; Ayu Saka Laksmita W
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 01 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekerja pada sebuah industri yang dalam proses produksinya menggunakan bahan kimia, dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satunya dapat menimbulkan gangguan fungsi hati, yang mengakibatkan tingginya kadar SGPT dan ALP. Penelitian ini menggunakan rancangan operational research noneksperimental. Pengambilan darah dilakukan pada 30 pengukir kayu di Desa Kuwum Ancak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kadar SGPT dan ALP diperiksa menggunakan alat fotometer. Hasil pemeriksaan terdapat kadar SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) yang melebihi nilai normal pada dua orang laki-laki, kadar tertinggi sebesar 73,0 ± 0,00 U/L, dengan kadar rata-rata sebesar 31,6 ± 0,02 U/L. Terdapat kadar SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) yang tinggi pada dua orang perempuan, dengan kadar tertinggi sebesar 65,8 ± 0,00 U/L, dengan kadar rata-rata sebesar 21,9 ± 0,02 U/L. Terdapat kadar ALP (Alkaline Phosphatase) melebihi nilai normal pada delapan orang, dengan kadar tertinggi sebesar 349 ± 0,00 U/L, dengan kadar rata-rata sebesar 236 ± 0,1 U/L.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METHANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum Theilade), BAYAM HIAS MERAH (Iresine herbstii Hook.) DAN AZOLLA MERAH (Azolla pinnata R. Br.) I Putu Agus Hendra Wibawa; I Gede Tirta
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 02 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyabiologi.v12i02.2140

Abstract

Radikal bebas adalah senyawa atau molekul yang menjadi salah satu penyebab utama berbagai macam penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung, diabetes, dan lainnya. Beberapa tahun terakhir, aktivitas antioksidan dari senyawa fenolik tumbuhan menjadi perhatian khusus bagi industri obat dan pangan sebagai pengganti antioksidan sintetik. Senyawa antosianin adalah salah satu senyawa tumbuhan yang dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Antosianin adalah pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan, pigmen ini memberikan warna pada bunga, buah, dan daun tumbuhan. Warna yang ditimbulkan oleh antosianin dapat bermacam-macam mulai dari merah, biru kemerahan, ungu, biru, hijau, hingga kuning tergantung dari tingkat keasaman (pH) lingkungan sekitar. Diduga tumbuhan yang memiliki warna merah memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari beberapa tanaman yang memiliki warna merah seperti jahe merah, bayam hias merah dan azolla merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga ekstrak tumbuhan, ekstrak azolla merah memiliki kemampuan sebagai antioksidan paling tinggi, diikuti oleh ekstrak bayam hias merah dan azolla merah. Ketiga ekstrak memiliki kemampuan sebagai antioksidan dengan kategori sangat lemah.
KONSUMSI TABLET FE MENURUNKAN PREVALENSI ANEMIA DAN MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI UPTD PUSKESMAS TAMPAKSIRING II Dewa Ayu Made Novia Dewi; I Nyoman Arsana; I Wayan Suarda
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 02 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyabiologi.v12i02.2141

Abstract

Anemia dapat diartikan sebagai kurangnya kadar haemoglobin (Hb) dalam darah terutama akibat kurangnya zat besi (Fe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia serta pengaruh konsumsi tablet Fe terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Tampaksiring II. Penelitian menggunakan rancagan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua ibu hamil yang mendapat asupan tablet Fe dan melakukan pemeriksaan hemoglobin di UPTD Puskesmas Tampaksiring II dalam periode Januari 2019 sampai dengan April 2021. Prevalensi anemia dihitung dengan menentukan prosentase anemia dari seluruh sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis wilcoxon rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia sebelum konsumsi tablet Fe sebesar 18,8% atau 73 orang dari 389 ibu hamil, sedangkan prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia setelah konsumsi tablet Fe menurun menjadi sebesar 0,3% atau hanya terjadi pada 1 orang dari 389 ibu hamil. Konsumsi Table Fe mampu meningkatkan kadar haemoglobin secara signifikan (p<0,01; Wilcoxon Signed Rank Test), dimana rata-rata kadar Hb sebelum konsumsi tablet Fe sebesar 11,18 g/dl, sedangkan rata-rata kada Hb sesudah konsumsi tablet Fe meningkat menjadi 12,31 g/dl. Kesimpulan, Konsumsi tablet Fe menurunkan prevalensi anemia ibu hamil periode Januari 2019 sampai dengan April 2021 dan meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Tampaksiring II.
TOTAL COLIFORM DAN ESCHERIA COLI AIR SUMUR BOR DAN SUMUR GALI DI KABUPATEN GIANYAR Korniasih N.W; I M. Sumarya
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 02 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyabiologi.v12i02.2142

Abstract

Air bersih yang digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari, kualitasnya harus memenuhi syarat Kesehatan. Salah satunya adalah Total Coliform dan Escherichia coli nya. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan Total Coliform dan Escherichia coli air sumur bor dan sumur gali di Kabupaten Gianyar. Penelitian dilakukan dengan memeriksa Total Coliform dan Escherichia coli terhadap 15 sampel air yang terdiri dari lima sampel air PDAM sebagain kontrol, lima sampel air sumur bor dan lima sampel air sumur gali di Kabupaten Gianyar. Data hasil penelitian berupa Total Coliform dan Escherichia coli dianalisis secara komparasi dengan membandingkannya terhadap standar baku mutu air menurut Permenkes RI No. 32 tahun 2017. Setelah dilakukan pengukuran terhadap Total Coliform dan Escherichia coli dari air PDAM, air sumur bor dan sumur gali di Kabupaten Gianyar, diperoleh hasil bahwa air PDAM, air sumur bor dan air sumur gali mengandung Total Coliform rata-rata secara berturut-turut adalah 0, 15,6 dan 16 NPM/100 mL, Escherchia coli rata-rata 0, 9,8 dan 11,8 NPM/100 mL. Standar baku mutu air menurut Permenkes RI No. 32 tahun 2017 menetapkan bahwa Total Coliform air max 50 NPM/100 mL dan Escherichia coli 0 NPM/100 mL, maka air PDAM memenuhi syarat baku mutu, air sumur bor dan sumur gali Total Coliformnya memenuhi syarat tapi Escherchia colinya melampaui syarat baku mutu yang ditetapkan. Berdasarkan Hasil tersebut disimpulkan bahwa air sumur bor dan air sumur gali tidak memenuhi syarat baku mutu air menurut Permenkes RI No.32 tahun 2017.
TEKNIK DIAGNOSTIK KONVENSIAL DAN LANJUTAN UNTUK INFEKSI BAKTERI DAN RESISTENSI ANTIBAKTERI DI INDONESIA Maharani Pertiwi K; Khairunnisa Kusuma Wulandari; Habiba Anggraeny Rodja; Ucik Ghorizatul Urjiyah; Evi Fibriani; Feby Arlingga Putri
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 02 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyabiologi.v12i02.2143

Abstract

Infeksi bakteri patogen menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan munculnya strain bakteri yang resistan terhadap antibiotik. Upaya penegakan diagnosa infeksi bakteri terutama yang resisten antibiotik menjadi salah satu strategi pengendaliannya. Teknik diagnostik mikrobiologi yang cepat, mudah dan harga terjangkau diperlukan untuk mendeteksi keberadaan bakteri patogen, membedakan antara infeksi virus atau bakteri, mengidentifikasi resistensi antibiotik pada bakteri, dan untuk mengetahui agen anti mikroba mana yang harus digunakan dalam terapi. Pada umumnya, pemeriksaan mikrobiologi pada laboratorium medis dilakukan melalui teknik konvensional, yaitu kultur bakteri dalam media buatan, isolasi dan purifikasi isolat, pengamatan makroskopis, uji biokimia dan uji kepekaan antibiotik. Teknik diagnostik lanjutan pemeriksaan infeksi bakteri, yaitu secara molekuler melalui metode amplifikasi gen (Polymerase Chain Reaction, PCR). Metode ini dapat memberikan identifikasi patogen dan dapat mendeteksi keberadaan gen resistensi atau protein resistensi. Kombinasi teknik konvensional dan molekuler adalah pilihan terbaik untuk penegakan diagnosa infeksi bakteri dan identifikasi strain resistan antibakteri, serta penentuan tindakan pengendalian dan pencegahan yang tepat terhadap infeksi. Kajian pustaka ini menyajikan teknik diagnostik yang dapat diaplikasikan di laboratorium medis untuk mengidentifikasi infeksi bakteri, sehingga memberikan wacana dan mendorong pengembangan teknik pemeriksaan mikrobiologi yang lebih efektif dan efisien.
Pemanfaatan Daun Sirih sebagai Loloh (Obat Tradisional Bali) untuk Mencegah Komorbid COVID-19 I Made Sumarya
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 12 No 02 (2021): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyabiologi.v12i02.2144

Abstract

Penyakit virus corona (COVID-19) yang disebabkan oleh virus corona 2 sindrum pernapasan akut berat (SARS-CoV-2) awalnya di mulai di Wuhan Cina pada Desember 2019, menyebar keseluruh dunia dan mempengaruhi lebih dari 180 negara. Sebagai kasus yang menyebar secara global telah dicatat bahwa orang-orang dengan penyakit kronis yang mendasar yang sudah ada sebelumnya lebih memungkinkan untuk terserang virus dan menjadi lebih parah. Pasien COVID-19 dengan riwayat penyakit penyerta memiliki prognosis penyakit yang parah dengan peningkatan risiko kematian yang semakin tinggi. Komorbiditas (penyakit penyerta) COVID-19 yang sudah ada sebelumnya dan paling umum adalah hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Sirih merupakan tanamam obat yang sudah dikenal selama berabad-abad, daunnya banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit mengndung senyawa bioaktif seperti polifenol, alkaloid, steroid, saponin, dan tannin, memiliki aktivitas farmakologi sebagai antikanker, antidiabetes dan cardiovascular effect. Di Bali daun sirih banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional yang dikenal dengan loloh, dibuat dengan cara direbus untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Karena daun sirih mengandung senyawa aktif dan memiliki aktivitas sebagai anti kanker, antidiabetes dan cardiovascular effect dapat disimpul kan bahwa daun sirih dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional (loloh) yang murah dan praktis untuk mencegah penyakit komorbid COVID-19.