cover
Contact Name
I Made Sumarya
Contact Email
sumaryaimade@yahoo.com
Phone
+6281338717933
Journal Mail Official
sumaryaimade@yahoo.com
Editorial Address
Prodi Biologi Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Universitas Hindu Indonesia Jln. Sangalangit Tembau Penatih, Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Widya Biologi
ISSN : 20865783     EISSN : 26556456     DOI : -
Jurnal Widya Bioloogi adalah jurnal open access dan ditelaah oleh mitra bestari bidang biologi, bertuuan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian atau pemikiran ilmiah dan kajian pustaka dalam bidang ilmu biologi dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan ilmu biologi. Fokus dan scope yang ditelaah adalah biologi sains dan biologi terapan.
Articles 75 Documents
KADAR PROTEIN DAN KADAR AIR PADA MAGGOT (Hermetia illucens) DALAM BERBAGAI FASE PERTUMBUHAN Andika W.D.M; Suardana K A.A; Wahyudi I W.
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 14 No 01 (2023): Vol 14 No 01 (2023): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profitabilitas sektor peternakan sangat tergantung pada ketersediaan pakan berkualitas tinggi. Penggunaan komponen pakan belum dihilangkan, dalam arti bahwa persaingan antara makanan dan pakan, terutama pakan sumber protein, terus berlanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai protein dan kadar air maggot yang diambil pada setiap fase perkembangan. Dalam penelitian ini digunakan Prosedur Observasional Analittik. Sampel Maggot diperoleh dari budidaya yang dilakukan oleh Maimagot Organic Farm. Sampel diambil pada tiap fase siklus hidup yaitu fase larva, fase pre puppa dan fase puppa. Tiap fase maggot diambil sampel sebanyak 750 gr dan kemudian dibagi kedalam 9 wadah untuk tiap fasenya masing-masing sebanyak 50 gr. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, dengan Biopond sebagai sumber sampel. Menurut Association of Official Agricultural Chemists, formula menentukan konsentrasi protein. Hasil menunjukkan kadar air pada fase pupa yaitu 58.9656 ± 0,27740%, fase pre pupa memiliki kadar air sebesar 63,5972 ± 0,33007%, sedangkan rerata kadar air tertinggi adalah pada fase larva yaitu 71,6583 ± 0,51480%. Kadar protein pada fase larva yaitu 12.9053 ± 1,67457%, fase pre pupa yaitu 20.9171 ± 0,30983%, dan rerata kadar protein tertinggi pada fase pupa yakni 24.2289 ± 1,28111%. Fase terbaik yang digunakan untuk tambahan pakan ternak adalah pada fase puppa dengan kadar protein tertinggi dan kadar air terendah.
PEMANFAATAN APLIKASI TIKTOK DALAM MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK GENERASI Z Rezfi Ramadhani
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/zn2dmv78

Abstract

Media sosial kini menjadi elemen penting dalam kehidupan Generasi Z, termasukdalam dunia pendidikan. Salah satu platform yang banyak digunakan dan terbukti efektifuntuk mendukung kegiatan belajar adalah TikTok. Melalui fitur-fitur yang menarik sertaformat video singkat, TikTok mampu menyampaikan materi pembelajaran secara visual,interaktif, dan mudah dipahami, khususnya untuk mata pelajaran seperti biologi yangmemiliki tingkat kompleksitas tinggi. Platform ini memungkinkan diterapkannyapembelajaran berbasis audio-visual, mulai dari demonstrasi eksperimen secara virtualhingga penyampaian materi melalui narasi edukatif. Pendekatan tersebut selaras dengangaya belajar khas Generasi Z yang cenderung menyukai tampilan visual dan informasi yangringkas. Lebih dari itu, penggunaan TikTok dalam pembelajaran juga dapat mendorongkreativitas siswa serta meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam proses belajar. Artikelini akan mengulas penggunaan TikTok sebagai sarana pembelajaran biologi, menyorotikeunggulan pendekatan visual, serta meninjau kesesuaiannya dengan kebutuhan danpreferensi belajar Generasi Z.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN KUALITAS AIR UNTUK WIDYA BIOLOGI OPTIMALISASI PRODUKSI INDUK UDANG VANAME UNGGUL DI BALAI PRODUKSI INDUK UDANG UNGGUL DAN KEKERANGAN KARANGASEM, BALI Sundari, N.L.P.A; Sumarya I M; Suardana, A.A.K
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/dh3drg36

Abstract

Kualitas dan pengelolaan air merupakan faktor penentu keberhasilan budidayaudang Vaname (Litopenaeus vannamei), khususnya dalam produksi induk unggul.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pemeliharaan kualitas air yangditerapkan di Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K)Karangasem. Penelitian dilakukan secara deskriptif melalui observasi dan wawancaralangsung dengan pihak pengelola pada 16 Mei 2025. BPIU2K Karangasem menggunakanteknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau empat parameter kunci secara real-time:suhu (28–33°C), pH (7,5–8,5), salinitas (15–34 ppt), dan oksigen terlarut (>5 ppm). Selainitu, penerapan manajemen pemeliharaan kualitas air seperti persiapan bak pemeliharaan,monitoring rutin melalui analisis sampel air di laboratorium (untuk amonia, nitrit, nitrat,pH, salinitas, dan bakteri), pengujian virus (PCR), pengaplikasian probiotik, sertapengendalian hama penyakit penting untuk mencegah penyakit yang menjadi tantanganutama budidaya udang.
PEMANFAATAN LARVA BLACK SOLDER FLY DALAM WIDYA BIOLOGI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SUMBER DI KELURAHAN PEDUNGAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR I Wayan Suanda; Kadek Intan Rusmayanthi; I Wayan Suamandya; A.A.Istri Mirah Dharmadewi
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/er25mg87

Abstract

Produksi sampah dihasilkan dari aktivitas masyarakat dari tingkat rumah tanggamengalami peningkatan, sehingga menjadi basis pengelolaan sampah dari tingkat bawah,mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik. Penanganan sampah masih bersifatkonvensional, yaitu dengan mengumpulkan sampah dari rumah tangga kemudian dibuangke tempat pemrosesan sementara (TPS) atau tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST),sehingga penumpukan sampah sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA).Penumpukan sampah dapat menyebabkan bau busuk, kotor, sumber penyakit danmenimbulkan menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian iniyaitu mengelola sampah secara mandiri melalui inovasi alih teknologi pengelolaan sampahberbasis sumber menjadi lebih bermanfaat dan berkurangnya pengiriman sampah ketempat pemrosesan sementara (TPS). Salah satu inovasi teknologi yang dikembangkanberupa pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan larva black soldier fly dariserangga maggot. Budidaya maggot sangat berpotensi dikembangkan dengan prospekmenggembirakan mengingat sumber pakan berupa sampah organik tersedia sangatmelimpah dan mudah merawatnya. Imago akan bertelur dan menetas meghasilkan larvayang memiliki kemampuan mendegradasi sampah organik dari kulit buah berdaging untuk dikonversi menjadi pupuk organik berupa kasgot. Larva black soldier fly memiliki kandungan protein cukup tinggi dapat diolah menjadi pakan ternak unggas dan pelet untukpakan ikan yang bisa menjadi nilai ekonomi menambah penghasilan.
TEKNOLOGI PEMBENIHAN UDANG VANAME DI BALAI PRODUKSI INDUK UDANG UNGGUL DAN KEKERANGAN KARANGASEM, BALI Ida Ayu Gede Winda Savitri; Ni Ketut Ayu Juliasih; I Nyoman Arsana
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/cgmxsx82

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikananbudidaya di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan penerapan teknologi modern dalam pembenihan udang vaname di BalaiProduksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem, Bali. Metode yangdigunakan adalah observasi deskriptif yang dilakukan pada 16 Mei 2025, dengan fokuspada pemantauan kualitas air, tingkat kelangsungan hidup larva, dan performa produksibenih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring kualitas air berbasis Internetof Things (IoT) mampu menurunkan risiko stres larva hingga 23% dibandingkan metodekonvensional, melalui deteksi dan penanganan fluktuasi suhu dan pH secara real-time.Selain itu, penerapan teknik seleksi famili, sistem aerasi multi-level, dan sirkulasi airotomatis berhasil meningkatkan hatching rate hingga 81%, mating rate 78%, survival rate66%, serta produksi nauplius harian mencapai 1,3 juta ekor. Inovasi-inovasi ini terbuktimeningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi benih berkualitas tinggi, sekaligusmendukung keberlanjutan industri budidaya udang vaname nasional. Temuan inimenegaskan pentingnya integrasi teknologi modern dalam pembenihan udang untukmeningkatkan produktivitas dan daya saing global.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN INDUK UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI BALAI PRODUKSI INDUK UDANG UNGGUL DAN KEKERANGAN KARANGASEM BALI Gusti Ayu Putu Wahyu Purnama Dewi; Ni Luh Gede Sudaryati; A.A.A. Sauca Sunia Widyantari
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/b9ayjc29

Abstract

Manajemen pemeliharaan induk udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang efektifmenjadi faktor kunci dalam menunjang keberhasilan program pembenihan dan budidayaudang di Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem,Bali. Kualitas dan kesehatan induk sangat menentukan mutu benih yang dihasilkan,terutama dalam hal ketahanan terhadap penyakit dan kecepatan pertumbuhan.Keberhasilan proses pembenihan ini sangat ditentukan oleh penerapan manajemen yangtepat meliputi pengendalian kualitas air, pemberian pakan yang sesuai, sanitasilingkungan, seleksi induk serta pemantauan kesehatan induk secara rutin. Tujuandilaksanakannya observasi di BPIU2K adalah untuk mempelajari manajemenpemeliharaan induk udang vaname secara langsung, baik dari aspek biologis maupunteknis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasilangsung, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil observasi menunjukan bahwamanajemen pemeliharaan induk udang vaname di BPIU2K Karangasem dilaksanakansecara terstandar mencakup pengelolaan kualitas air, pemberian pakan bernutrisi, sanitasirutin, seleksi induk berkualitas berdasarkan performa reproduksi dan kondisi fisiologis,serta pemantauan kesehatan berkala untuk mencegah terjadinya penyakit dan memastikankelayakan induk sebelum proses pemijahan. Manajemen ini mendukung keberhasilanreproduksi dan menghasilkan benih unggul secara konsisten.
WIDYA BIOLOGI STRATEGI BIOSEKURITI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DALAM PRODUKSI INDUK UDANG VANAME UNGGUL DI BPIU2K KARANGASEM Ariastuti, I; Wahyudi. I. W; Sudiartawan. I. P
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/2psxh069

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati dan mengevaluasi penerapan strategi biosekuriti dan pengendalian penyakit dalam produksi induk udang vaname unggul diBPIU2K Karangasem. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancaradengan teknisi, serta studi pustaka. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa strategibiosekuriti yang diterapkan mencakup karantina induk, sanitasi fasilitas, manajemenkualitas air, penggunaan probiotik, sistem filtrasi biofloc, dan vaksinasi. Penerapan strategiini mampu menurunkan prevalensi penyakit, meningkatkan kualitas induk, sertamemperkuat keberlanjutan produksi. Kolaborasi antara teknisi, peneliti, dan pembudidayamenjadi faktor pendukung keberhasilan sistem ini. Simpulan, strategi biosekuriti yangditerapkan di BPIU2K Karangasem terbukti efektif dalam mencegah penyebaran penyakitdan menjaga kualitas induk udang vaname.
PERBEDAAN HASIL KULTUR LINEN INFEKSIUS DAN NON INFEKSIUS PASIEN POST LAUNDRY DI UNIT BINATU RSUD SINGASANA Suwandani, N.M.A.; Sumarya I M; Sudaryati, N.L.G
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/kpa6vm30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil kultur linen infeksius dan non infeksius pasien post laundry di Unit Binatu RSUD Singasana. Penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional dilakukan dengan mengambil sampel pada rentang waktutertentu dari bulan Juli hingga Agustus 2024. Sampel yang masing – masing sebanyak 30 linen infeksius dan non infeksius yang berupa seprai, sarung bantal dan selimut pasien post laundry, di swab dan dikultur pada media blood agar selama 24 jam pada suhu 37 derajat C. Koloni yang tumbuh kemudian dihitung jumlahnya. Data jumlah koloni yang tumbuh di analisis secara statistik deskriptif dan Uji beda dengan Uji Mann-Whitney pada taraf signifikansi a = 0,05 serta dibandingkan dengan standar kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah koloni linen infeksius dan non infeksius adalah 1,6000±0,83405 CFU/100 cm2 dan 0,6667±0,30070 CFU/100 cm2. Seluruh (100 %) linen non infeksius memenuhi standar kesehatan yaitu jumlah koloninya < 20 CFU/100 cm2, dan linen infeksius sebanyak 29 (96,7%). Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil kultur antara linen infeksius dengan linen non infeksius (p > 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil kultur linen non infeksius 100% memenuhi standar kesehatan dan linen non infeksius 96,7%. Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil kultur linen infeksius dengan linen non infeksius pasien post laundry di RSUD Singasana.
KANDUNGAN PADA BUAH PARE SEBAGAI OBAT DIABETES MELITUS Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari, Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 02 (2025): Vol. 16 No. 02 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ca0a5121

Abstract

The prevalence of degenerative diseases is increasing along with the increasing prosperity of society. Medicinal plants are proven to be one of the sources for raw materials for anti-diabetes mellitus drugs because among these plants have compounds that are efficacious as anti-diabetes mellitus. In this study, a literature approach or literature review method was used. Bitter melon plants are reported to contain secondary metabolites in the form of saponins, flavonoids, polyphenols, and beta carotene. These compounds are thought to stimulate the repair of beta cells so as to increase the process of insulin production. bitter melon fruit extract can increase the rate of cell metabolism through increasing and utilizing glucose by target cells whose effects are antidiabetic.
D-Dimer, C-Reactive Protein, and Neutrophil-Lymphocyte Ratio As Indicators of the Severity of Covid-19 Patients ARSANA, I NYOMAN; Susilawati, Ni Wayan; Sudaryati, Ni Luh Gede
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 02 (2025): Vol. 16 No. 02 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vb8m7k17

Abstract

https://docs.google.com/document/d/1r4A1q90nlA_fpPFh62C_qqP2C8moJIji/edit?usp=sharing&ouid=106483118819211017969&rtpof=true&sd=true