cover
Contact Name
Wahyu Saputra
Contact Email
wahyu@iainponorogo.ac.id
Phone
+6282230400101
Journal Mail Official
alsyakhsiyyah@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah IAIN Ponorogo, Jl. Puspita Jaya, Pintu, Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur, Kode Pos: 63492, Telp. (0352) 3592508
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al-Syakhsiyyah : Journal of Law and Family Studies
ISSN : 27156699     EISSN : 27156672     DOI : https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah
Jurnal Al Syakhsiyyah (Journal Of Law and Family Studies) diterbitkan oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Ponorogo 2 kali dalam setahun. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah pemikiran yang terbuka bagi semua kalangan. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini berupa tulisan-tulisan ilmiah tentang pemikiran konseptual, kajian pustaka, maupun hasil penelitian dalam bidang hukum dan hukum keluarga Islam yang belum pernah dipublikasikan.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023)" : 14 Documents clear
Ijtihad Dalam Hukum Nikah Beda Agama: Studi Perbandingan Tafsir Al-Manar dan Fiqh Lintas Agama Saifullah, Saifullah
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6104

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pemikiran fiqh tentang nikah beda agama dalam tafsir al-Manar dan Fiqih Lintas Agama, serta upaya ijtihad dalam menyelesaikan masalah tersebut. Isu yang dihadapi adalah ketidaksepakatan di antara ulama mengenai hukum nikah wanita Muslimah dengan pria nonmuslim (Ahli Kitab). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasyîd Ridlâ dalam al-Manar memperluas cakupan makna Ahli Kitab dalam konteks pernikahan Muslim dengan wanita Ahli Kitab. Penulis Fiqh Lintas Agama setuju dengan ketiadaan dalil sharih mengenai keharaman pernikahan Muslimah dengan laki-laki Ahli Kitab dan menilai keberlakuan hukum terkait berdasarkan konteks yang berbeda. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut adalah mengkaji implikasi pemikiran dan upaya ijtihad ini dalam pemahaman dan praktik hukum nikah beda agama dalam komunitas Muslim saat ini.
Analysis of Guarantee’s Rights in Marriage by Perspective of Womens’s Study Center of Sunan Kalijaga UIN: A gander Perspective Study Abdilah, Nadhruna'im
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6070

Abstract

Based on the changing meaning of ijbar, which the majority of Indonesians equate with ikrah, especially from the gender perspective of the Women's Study Center at UIN Sunan Kalijaga, researchers are encouraged to do the following research . From the perspective of gender institutions, what is the development of the implementation of Ijbar rights in Indonesia today? Equality, UIN Sunan Kalijaga Women's Studies Center? (3) Women's human rights degraded as a result of forced marriage as a result of the use of ijbar in marriage, based on the perspective of UIN Sunan Kalijaga's Center for Women's Studies What are the legal protections for the research? As a research type, we have adopted a field research with a statutory formal approach. The data analysis method uses descriptive analysis in multiple stages such as pre-study, data processing, data validity check and data analysis. All data were obtained by observation and interview methods. The research showed that after the enactment of the Marriage Law and the compilation of Islamic law, absolute rights to izibals became unenforceable in Indonesia. Many articles indicate that permission for newlyweds or would-be couples is an important part of the wedding ceremony itself. According to UIN Sunan Kalijaga's Center for Women's Studies, Ijbar's conception of her Fiqh There are legal grounds. The basis is in the hadiths of the Prophet found in various hadith books. As one of the concepts forming the legal basis of fiqh in relation to the rule of law, fiqh experts hold mixed opinions on forced marriage (ijbar). The Women's Studies Center at UIN Sunan Kalijaga offers her two types of legal protection in terms of Islamic law to women whose human rights have been violated as a result of marriage to Ijbar rights. First, all women have an equal right to choose a partner. Second, women may be asked by their guardians permission to marry without their knowledge or consent.
Penemuan Hukum Hakim Terhadap Pemberian Izin Pernikahan Beda Agama Ramadhani, Irwan; Nahrowi, Nahrowi
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6297

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meninjau penemuan hukum terhadap pertimbangan hakim secara formil dan materiil dari Penetapan Nomor:916/Pdt.P/2022/PN.Sby. Isu yang muncul adalah hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam amarnya mengizinkan perkawinan beda agama antara laki-laki Muslim dengan perempuan Kristen. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Dimana sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang menggunakan studi kepustakaan. Kesimpulan penelitian ini yaitu Pertama, penemuan hukum terhadap pertimbangan hakim secara formil, yang digunakan oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya menemukan hukumnya dengan menggunakan metode interpretasi sistematis dan interpretasi sahih atau autentik. Namun dalam pertimbangan hukumnya melewatkan aturan hukum terbaru yaitu Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/PUU-XII/2014 yang menolak perkawinan beda agama dengan eksistensi yang lebih kuat karena hakim Mahkamah Konstitusi tinggi jabatannya dalam pengujian materiil Undang-Undang yang berlaku serta Putusannya bersifat final dan tidak dapat dilakukan upaya banding maupun kasasi. Sehingga amar Penetapan Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby mengizinkan perkawinan beda agama. Kedua, penemuan hukum terhadap pertimbangan hakim secara materiil, hakim menggunakan interpretasi subsumptif, interpretasi sistematis logis dan interpretasi teleologis atau sosiologis, sehingga penemuan hukum oleh hakim merupakan penemuan hukum yang progresif dan hakim dalam menemukan hukum beraliran soziologische rechtsschule.
Praktik Pengasuhan Anak Di Desa Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan Perspektif Hukum Islam dan Undang-undang Perlindungan Anak Septiari, Mutiara; Ramadani, Ramadani
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengasuhan anak dari orang tua sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Pasal 6 No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan Hukum Islam di Desa Bandar Pasir Mandoge Kab. Asahan. Pendekatan yuridis empiris digunakan dalam penelitian ini. Selain itu pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pentingnya orang tua, buruh brondolan sawit untuk memperoleh pendidikan dan dukungan oleh lingkungan dan pemerintah daerah untuk membantu mereka mengembangkan pola asuh yang lebih positif dan terlibat, serta menjaga kesejahteraan dan perkembangan anak-anak mereka. Hal ini juga menunjukkan bahwa Undang-Undang Pasal 6 No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan KHI Pasal 98 Ayat 1 memberikan perlindungan hukum bagi anak-anak dari pola asuh yang otoriter atau kekerasan terhadap anak. Undangan-undang nomor 4 Tahun 1979 tentang kesejahtraan Bilamana tidak ada lagi pihak-pihak yang dapat melaksakan tanggung jawab terhadap anak maka pelaksanaan hak dan kewajiban itu menjadi tanggungjawab Negara.
Perkembangan Ushul Fiqh Di Dunia Kontemporer Abdulah Pakarti, Muhammad Husni; Farid, Diana; Banaesa, Iba; Nurdin, Rahmat; Abdurrohman, Yusup; Basuni, Ilyas
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.7065

Abstract

Since its introduction at the beginning of Islamic history, Ushul Fiqh has undergone significant developments, especially in facing the increasingly complex challenges of modern times. This study aims to analyze the changes and developments that have occurred in Ushul Fiqh so far, as well as the underlying factors. This research discusses the development of Ushul Fiqh in the contemporary world. Ushul Fiqh is a branch of knowledge in the study of Islamic law that aims to identify the methods and principles used in deriving laws from the sources of Islamic law. The method used is a literature review of various primary and secondary sources, such as classic books of Ushul Fiqh, contemporary literature, and scientific articles. A historical approach and conceptual development analysis were used to understand how Ushul Fiqh has changed over time. The research findings show that Ushul Fiqh underwent adjustments and transformations to address contemporary issues such as technology, human rights, bioethics, economics, and modern finance. One of the main factors influencing the development of Ushul Fiqh in the contemporary world is globalization, which has brought new challenges in interacting with different cultures and legal systems. In addition, social and political changes have also played an important role in shaping Ushul Fiqh's views towards more modern issues. This research provides an in-depth understanding of the development of Ushul Fiqh and its relevance in dealing with the complexities of modern times. It is hoped that this research can make a positive contribution to the development of the science of Ushul Fiqh, inspire further studies, and provide guidance for scholars and practitioners of Islamic law in responding to the challenges of contemporary times.
Dualisme Otoritas dalam Pelaksanaan Perkawinan: Studi terhadap Praktik Nikah Sirri di Desa Wonodadi, Plantungan, Kendal, Jawa Tengah Maratus, Nuril Farida
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6130

Abstract

Hubungan antara hukum agama dan hukum negara masih menjadi topik yang aktual. Praktik perkawinan sirri masih ada meskipun ada syarat administratif dan keagamaan yang harus dipenuhi. Tujuan penelitian ini selain mendeskripiskan bagaimana praktik perkawinan Sirri di Wonodadi, juga ingin memberikan pemahaman hukum yang holistik untuk mendialogkan antara agama dan negara yang terkesan masih dipahami secara dualistik dalam memahami syarat perkawinan. Sumber primer penelitian berasal dari beberapa pasangan yang melakukan nikah dengan masing-masing motivasinya, juga dilengkapi dengan sumber skunder atau referensi tertulis lain untuk memperkuat analisis. Dualisme otoritas dalam pelaksanaan perkawinan terjadi karena kurangnya koordinasi antara PPN dan ulama setempat. Praktik nikah sirri dapat terjadi karena lemahnya kontrol lembaga negara dan keterbatasan KUA dalam menjalankan tugas fungsionalnya.
Menguak Relasi Agama dan Negara Dalam Sistem Ketatanegaraan Di Indonesia Sutopo, Umarwan; Basri, Achmad Hasan
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6162

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang relasi agama dan Negara serta relevansi hubungan tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta kaitannya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif normative dengan pendekatan pendekatan konseptual dan pendekatan melalui Al Qur’an, Hadis, Ijma’ dan Kiyas serta perundang-undangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Islam dan negara keduanya merupakan hal berbeda, pertama adalah agama yang bersifat transendental dan suci sedang yang kedua adalah hasil peradaban manusia dalam pengaturan hubungan sesama manusia. Namun demikian, dalam perkembangannya terdapat semacam dialektika yang unik, dimana para ulama dan cendekiawan berpandangan bahwa keduanya memiliki relasi yang kuat tidak hanya berasal dari kesimpulan ulama kontemporer, melainkan memiliki sejarah panjang sejak zaman kenabian Muhammad SAW. Di Indonesia, relasi keduanya tampak dalam sejarah negara ini, pertentangan pemikiran tokoh agamawan dan nasionalis muslim di awal-awal kemerdekaan maupun kontak bersenjata mewarnai bukti relasi keduanya. Namun demikian, pada akhirnya, mayoritas muslim tidak memandang bahwa agama (islam) dan negara tidak perlu dipertentangkan. Keduanya justru perlu dielaborasikan dalam perpaduan yang cantik. Islam bisa dijadikan sebagai landasan spirit yang suci dalam penyelenggaraan kekuasaan atau pemerintahan. Lahirnya kementrian agama, Peradilan agama, UU Pernikahan, maupun perda-perda syariah adalah bentuk-bentuk relasi yang relevan antara agama dan negara di Indonesia.This paper examines the relationship between religion and the state and the relevance of these relationships in the life of the nation and state, as well as their relation in Indonesia. This study uses a descriptive normative research method with a conceptual approach and an approach through the Qur'an, Hadith, Ijma' and Kiyas as well as legislation. The research findings show that Islam and the state are two different things, the first is a religion that is transcendental and sacred while the second is the result of human civilization in regulating human relations. However, in its development there is a unique kind of dialectic, where the scholars and scholars are of the view that the two have a strong relationship not only from the conclusions of contemporary scholars, but also having a long history since the time of the prophethood of Muhammad SAW. In Indonesia, the relationship between the two is evident in the history of this country, the conflicting thoughts of religious figures and Muslim nationalists in the early days of independence and armed contact coloring the evidence of their relationship. However, in the end, the majority of Muslims do not see that religion (Islam) and the state do not need to be contradicted. Both actually need to be elaborated in a beautiful combination. Islam can be used as the basis of a holy spirit in the administration of power or government. The birth of the Ministry of Religion, the Religious Courts, the Marriage Law, as well as Sharia Regional Regulations are forms of relevant relations between religion and the state in Indonesia. 
Analysis of Guarantee’s Rights in Marriage by Perspective of Womens’s Study Center of Sunan Kalijaga UIN: A gander Perspective Study Abdilah, Nadhruna'im
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6070

Abstract

Based on the changing meaning of ijbar, which the majority of Indonesians equate with ikrah, especially from the gender perspective of the Women's Study Center at UIN Sunan Kalijaga, researchers are encouraged to do the following research . From the perspective of gender institutions, what is the development of the implementation of Ijbar rights in Indonesia today? Equality, UIN Sunan Kalijaga Women's Studies Center? (3) Women's human rights degraded as a result of forced marriage as a result of the use of ijbar in marriage, based on the perspective of UIN Sunan Kalijaga's Center for Women's Studies What are the legal protections for the research? As a research type, we have adopted a field research with a statutory formal approach. The data analysis method uses descriptive analysis in multiple stages such as pre-study, data processing, data validity check and data analysis. All data were obtained by observation and interview methods. The research showed that after the enactment of the Marriage Law and the compilation of Islamic law, absolute rights to izibals became unenforceable in Indonesia. Many articles indicate that permission for newlyweds or would-be couples is an important part of the wedding ceremony itself. According to UIN Sunan Kalijaga's Center for Women's Studies, Ijbar's conception of her Fiqh There are legal grounds. The basis is in the hadiths of the Prophet found in various hadith books. As one of the concepts forming the legal basis of fiqh in relation to the rule of law, fiqh experts hold mixed opinions on forced marriage (ijbar). The Women's Studies Center at UIN Sunan Kalijaga offers her two types of legal protection in terms of Islamic law to women whose human rights have been violated as a result of marriage to Ijbar rights. First, all women have an equal right to choose a partner. Second, women may be asked by their guardians permission to marry without their knowledge or consent.
Ijtihad Dalam Hukum Nikah Beda Agama: Studi Perbandingan Tafsir Al-Manar dan Fiqh Lintas Agama Saifullah, Saifullah
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6104

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pemikiran fiqh tentang nikah beda agama dalam tafsir al-Manar dan Fiqih Lintas Agama, serta upaya ijtihad dalam menyelesaikan masalah tersebut. Isu yang dihadapi adalah ketidaksepakatan di antara ulama mengenai hukum nikah wanita Muslimah dengan pria nonmuslim (Ahli Kitab). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasyîd Ridlâ dalam al-Manar memperluas cakupan makna Ahli Kitab dalam konteks pernikahan Muslim dengan wanita Ahli Kitab. Penulis Fiqh Lintas Agama setuju dengan ketiadaan dalil sharih mengenai keharaman pernikahan Muslimah dengan laki-laki Ahli Kitab dan menilai keberlakuan hukum terkait berdasarkan konteks yang berbeda. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut adalah mengkaji implikasi pemikiran dan upaya ijtihad ini dalam pemahaman dan praktik hukum nikah beda agama dalam komunitas Muslim saat ini.
Dualisme Otoritas dalam Pelaksanaan Perkawinan: Studi terhadap Praktik Nikah Sirri di Desa Wonodadi, Plantungan, Kendal, Jawa Tengah Maratus, Nuril Farida
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v5i1.6130

Abstract

Hubungan antara hukum agama dan hukum negara masih menjadi topik yang aktual. Praktik perkawinan sirri masih ada meskipun ada syarat administratif dan keagamaan yang harus dipenuhi. Tujuan penelitian ini selain mendeskripiskan bagaimana praktik perkawinan Sirri di Wonodadi, juga ingin memberikan pemahaman hukum yang holistik untuk mendialogkan antara agama dan negara yang terkesan masih dipahami secara dualistik dalam memahami syarat perkawinan. Sumber primer penelitian berasal dari beberapa pasangan yang melakukan nikah dengan masing-masing motivasinya, juga dilengkapi dengan sumber skunder atau referensi tertulis lain untuk memperkuat analisis. Dualisme otoritas dalam pelaksanaan perkawinan terjadi karena kurangnya koordinasi antara PPN dan ulama setempat. Praktik nikah sirri dapat terjadi karena lemahnya kontrol lembaga negara dan keterbatasan KUA dalam menjalankan tugas fungsionalnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 14