cover
Contact Name
Dr. Otih Rostiana
Contact Email
otihrostiana@gmail.com
Phone
+62251-8321879
Journal Mail Official
buletintro@gmail.com
Editorial Address
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office : Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI) Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111 Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010 E mail : buletintro@gmail.com
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
ISSN : 02150824     EISSN : 25274414     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Focus and Scope Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on spice, medicinal, aromatic and industrial crops that have never been publish in any other scientific publications. Scopes of Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat are: Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Plant Biotechnology, Plant Breeding, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops
Articles 514 Documents
PENGARUH KOLKISIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA TIPE KENCUR ( Kaempferia galanga Linn. ) Nur Ajijah; Nurliani Bermawie
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v14n1.2003.%p

Abstract

Induksi mutasi pada tanaman kencur (Kaempferia galanga  Linn.) dengan menggunakan kolkisin telah dilakukan di Laboratorium Genetika Kelompok Peneliti Plasma Nutfah dan Pemuliaan dan di Rumah Kaca Balittro, Bogor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolkisin terhadappertumbuhan dan produksi dua tipe kencur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengandua faktor dan tiga ulangan.Faktor pertama adalah tipe tanaman (Cileungsi Besar dan Cileungsi Kecil) dan faktor ke dua adalah konsentrasi kolkisin (0, 0,05, 0,1, 0,5 dan 1 %). Kolkisin diaplikasikan dalam bentuk pasta pada matatunas yang terdapat pada rimpang. Setelah itu rimpang ditanam di dalam polibag dengan media tanah di rumah kaca. Pengamatan dilakukan terhadap parameter jumlah anakan; jumlah, panjang, lebar dan,tebal daun; jumlah dan berat basah rimpang per rumpun dan ukuran rimpang pada tanaman generasi ke dua. Data dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5 dan 1%,dilanjutkandengan uji DMRT pada taraf yang sama. Hasil uji F menunjukkan pengaruh kolkisin secara tunggal nyata terhadap parameter panjang dan lebar daun serta jumlah dan berat rimpang per rumpun. Perlakuan kolkisin 0,1 –1 % dapat meningkatkan panjang daun secara nyata dibandingkan dengan kontrol pada umur 3 dan 7 bulan tapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan kolkisin 0,05 %. Pada umur 5 bulan perlakuan kolkisin 1 % tidak berbeda nyata dengan kontrol dan perlakuan lainnya. Perlakuan kolkisin 1 % dapat meningkatkan jumlah dan berat rimpang per rumpun tanaman generasi ke dua sebesar 31,5% dibandingkan dengan kontrol meskipun secara statistik tidak berbeda nyata. Pengaruh tipe tanaman nyata terhadap parameter berat, panjang dan diameter rimpang, dimana tipe Cileungsi Besar memiliki berat, panjang dan diamter rimpang lebih besar dibandingkan tipe Cileungsi Kecil. Pengaruh interaksi nyata terhadap parameter jumlah anakan dan jumlah daun umur 3 bulan serta lebar daun umur 3 dan 5 bulan, namun tidak nyata setelah 7 bulan.Jumlah anakan yang paling banyak untuk tipe Cileungsi Besar dan Cileungsi Kecil masing-masing diperoleh pada perlakuan kolkisin 0,1 % dan 0,5 % tapi tidak berbeda nyata dengan kontrol. Jumlah daun paling banyak pada tipe Cileungsi Besar diperoleh pada perlakuan 0,05 % tapi tidak berbeda nyatadengan kontrol. Pada tipe Cileungsi Kecil jumlah daun paling banyak diperoleh pada perlakuan 0,5 % yang berbeda nyata kontrol. Lebar daun yang paling lebar pada tipe Cileungsi Besar diperoleh pada perlakuan 0,1 % tapi tidak berbeda nyata dengan kontrol dan perlakuan lainnya. Sedangkan untuk tipe Cileungsi Kecil lebar daun paling lebar diperoleh pada perlakuan 0,5 % yang berbeda nyata dengan kontrol dan perlakuan 0,05 % tapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan 0,1 dan 1 %. 
Studi Mengenai Benih Terong KB Maharani Hasanah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 1 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v3n1.1988.18-20

Abstract

Pengaruh Cara dan Waktu Penyulingan Terhadap Mutu Minyak Bunga Cengkeh Nanan Nurdjanah; Tatang Hidayat
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 2 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v9n2.1994.61-66

Abstract

PENGARUH PEMUPUKAN P TERHADAP PRODUKSI DAN SERAPAN P TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) Octivia Trisilawati; Muchamad Yusron
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v19n1.2008.%p

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebutuhan hara P dari pupuk fosfat maupun hayati untuk produksi tanaman nilam (Pogos-temon cablin Benth.) pada tanah Podsolik Jasinga. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Rumah Kaca Cimanggu selama 6 bulan (di dalam polybag berukuran 20 kg). Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok, terdiri dari 2 faktor, diulang 3 kali. Faktor I adalah aplikasi fungi mikoriza arbuskula (FMA), yaitu tanpa FMA dan 500 spora FMA (Glomus sp.1, Glomus sp.2, Acaulospora sp)/tanaman. Faktor II adalah pupuk P/tanaman terdiri dari: a). kontrol, (b) 2 g P2O5, c). 4 g P2O5, d). 6 g P2O5, (e) 8 g P2O5. Sebagai pupuk dasar diberikan 1 kg pupuk kandang/tan., pada perlakuan pupuk P ditambahkan 7,5 g N + 16 g K2O/tan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi FMA nyata meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman serta produksi nilam. Peningkatan bobot segar dan kering akar, batang, daun, bio-mas serta kadar minyak nilam sebesar 65,2 dan 73,8%; 109,5 dan 103,8%; 69,6 dan 73,4%; 88,5 dan 89,5% serta 0,6% dibandingkan tanpa FMA. Pemupukan 2-4 g P2O5/tan. Menghasil-kan produksi nilam dan total serapan hara P, N dan K yang lebih baik dibandingkan dosis pupuk P lainnya. Aplikasi FMA + 2 g P2O5/ tan.menghasilkan kadar minyak nilam tertinggi (3,38%). 
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TONIK RAMBUT EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus nummularia) PADA KELINCI Novriza Sativa; NFN Noviyanti; Risha Amilia Pratiwi; Siti Hindun
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 32, No 1 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v32n1.2021.40-51

Abstract

Tonik rambut merupakan produk perawatan terhadap kerontokan rambut yang praktis, mudah terserap kulit kepala, serta tidak menimbulkan iritasi. Berbagai ekstrak tumbuhan diformulasikan untuk mengatasi kerontokan rambut sebagai alternatif dari tonik rambut berbahan sintetis yang dapat menimbulkan efek samping. Bidara (Ziziphus nummularia) berpotensi mengatasi kerontokan rambut karena mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan yang mengurangi efek negatif dari stres oksidatif pada sel papila kulit kepala. Namun, sampai saat ini belum ada pengujian ekstrak daun bidara terhadap pertumbuhan rambut mamalia. Penelitian ini bertujuan menentukan formula terbaik dari tonik rambut ekstrak daun bidara dan menguji aktivitasnya terhadap pertumbuhan rambut kelinci jantan ras New Zealand. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas MIPA Universitas Garut dari Maret 2020 hingga Maret 2021. Perlakuan yang diuji adalah formulasi tonik rambut yang menggunakan ekstrak etanol daun bidara dengan konsentrasi 3%, 6% dan 12%; akuades (kontrol negatif) dan minoxidil (kontrol positif). Semua perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati adalah karakteristik tonik rambut yang meliputi bau, warna, viskositas, homogenitas, pH, iritasi, pertumbuhan rambut pada kelinci. Formula tonik ekstrak etanol daun bidara 3%, 6%, dan 12% memiliki kualitas bau, warna, viskositas, homogenitas, dan pH yang seragam. Ketiga formula tidak menimbulkan iritasi terhadap kulit kelinci. Konsentrasi ekstrak terbaik untuk formula tonik rambut adalah 3% yang menghasilkan pertumbuhan rambut sebesar 10,67 mm selama 28 hari. Ekstrak etanol daun bidara terbukti meningkatkan pertumbuhan rambut kelinci jantan putih New Zealand lebih baik daripada kontrol dan minoxidil 2%.
DAYA TOLAK EKSTRAK TANAMAN ROSEMARY (Rosmarinus officinalis) TERHADAP LALAT (Musca domestica) Agus Kardinan
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v18n2.2007.%p

Abstract

Penelitian daya tolak ekstrak tanaman rosemary (Rosmarinus officinalis) terhadap la-lat Musca domestica telah dilakukan pada tahun 2006 di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) serta di IPB. Pembuat-an minyak atsiri (penyulingan) dan sediaan perlakuan yang akan diuji dilakukan di Balit-tro, sedangkan pengujiannya dilakukan di La-boratorium Parasitologi dan Entomologi Ke-sehatan, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet Kedokteran Hewan, IPB. Penelitian dirancang dalam acak lengkap, 5 perlakuan berupa konsentrasi rosemary (20%; 10%; 5%; 2,5% dan 0%) dan 5 ulangan dengan meng-gunakan alat dan metode standar. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa minyak atsiri rose-mary bersifat sebagai pengusir (repellent) lalat dan juga dapat mengakibatkan lalat jatuh (knock down) yang diamati pada menit ke 30 dan 60 setelah aplikasi. Pengaruh rosemary pada konsentrasi 2,5% hingga 20% terhadap lalat adalah terusir dan jatuh dengan kisaran efektifitasnya antara 12,7% hingga 42,6%.
Effect of Rhizome Type to Viability, Growth, and Productivity of Three Turmeric Varieties Nur Laela Wahyuni Meilawati; NFN Melati; Devi Rusmin
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 2 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v29n2.2018.101-109

Abstract

Turmeric development to fulfil market demand as raw material for herbal industry requires qualified planting material in adequate quantities. This study aimed to evaluate the effect of varieties and seeds type of turmeric to the seeds efficiency, seeds viability, plant performance and rhizome yield. This experiment was conducted at the greenhouse of Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI), Bogor and Cicurug Research Installation, Sukabumi from November 2016 to July 2017. The study was arranged in split plot with 3 replications. The main plot was three varieties of turmeric: Curdonia, Turina 2 and Turina 3. The subplot was eight types of seeds-rhizome: (a) single finger rhizome, (b) finger rhizome with one branch, (c) finger rhizome with >1 branches, (d) mother rhizome split 2 horizontally, (e) mother rhizome split 2 vertically, (f) mother rhizome split 4 horizontally, (g) mother rhizome split 4 vertically and (h) whole mother rhizome. Parameters measured were seeds viability, growth and rhizomes yield. Seeds efficiency of Curdonia and Turina 2 can be achieved by using finger rhizome of about 0.49 t.ha-1 for both varieties,  rhizome yields of 6.63 t.ha-1 and 11.45 t.ha-1 respectively. Another alternative were the use of 0.47 t.ha-1 mother rhizome split 4 vertically, yielding 9.65 t.ha-1 and 14.20 t.ha-1 fresh rhizome for Curdonia and Turina 2 varieties, consecutively. However, for Turina 3 variety, the seeds efficiency was shown by using mother rhizome split 4 horizontally of 0.66 t.ha1 and yielding fresh rhizome  of 17.44 t.ha-1. 
KARAKTERISTIK AGRONOMI BEBERAPA AKSESI DAN VARIETAS NILAM PADA UMUR PANEN BERBEDA Muhamad Djazuli
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Agronomical Characteristics of Some Patchouli Accessions and Varieties at Several Harvest TimesInternal factor (genetic) and external fac-tor (ecological condition) strongly affect growth and productivity of patchouli. The objective of this study is to find out the agronomical characteristics of some ac-cessions, protoplast fusion, somaclones, and varieties of patchouli at 4, 5, 6 months after planting (MAP). For finding those agronomic characteristics, a pot ex-periment was conducted at Cimanggu Research Station, Bogor from May to De-cember 2009. The experiment was ar-ranged in randomized block design with 3 replicates. 12 accessions/varieties of pat-chouli consist of 4 somaclones, 4 acces-sions of protoplast fusion, 3 high yielding varieties, and 1 local variety were tested in this experiment. Growth and production components, number of oil gland and oil content of leaf were observed at 4, 5, and 6 MAP, while patchouli oil content were observed at 4 MAP. Results showed that protoplats fusion of PS 32 accession reveal the highest growth and biomass compo-nents compared to other accessions and varieties tested. Lower oil content of PS 32. The highest oil production per plant were found at PS 18 and PS 17. There is a linier correlation between oil content and number of oil gland in the leaf from 12 patchouli accessions and varieties tested. Patchouli alcohol content from the six pat-chouli accessions and varieties tested at 4 MAP were higher than 30%, being higher than minimal PA content for export. From those results it is indicated that even-though PS 18 and PS 17 accessions have high oil content, those accessions have some java patchouli genes characters, therefore evaluation of PS 18 and PS 17 to biotic and abiotic stress conditions are needed. 
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN JENIS PEMBALUT TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK JAMBU MENTE Azmi Dhalimi
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v14n1.2003.%p

Abstract

Effect of Light Intensity and Bandage on The Successs ofGrafting of CashewA field trial was conducted at the Cikampek Experimental Garden, Spice and Medicinal Crops Research Institute, from November 1997 to March 1998, aiming at the effect of light intensity and bandage on the success of shoot grafting of cashew (Anacardium occidentale). The experimental was performed with a split-plot design 3 replicat and 10 plant/treatment. The treatments were (1) Light intensity (main plot) consisted of 30% (place under shadow of cashew), 23% (under cinnamon), 27% (under leaves of palm), and 100% (whithout shade). (2) Material for bandage (as sub plot) such as white plastic, black plastic, para film, and selotif. The result showed that the highest number of grafting success was 68,8% obtained by the interaction of white plastic bandage with 30% light intensity, (temperature 320 C, and humidity 60%). The highest shoot was is 16,5 cm, shown by the interaction of white plastic with 100% light intensity. Therefore white plastic color is the best bandage for shoot grafting compared to the other material. There was no interaction effect of light intensity with kind of bandage on the number of leaves. 
STUDI PENDAHULUAN PEMURNIAN EKSTRAK BIJI KEMALAKIAN (Croton tiglium) DENGAN TEKNIK SOLID PHASE EXTRACTION (SPE) Yuningsih Yuningsih; R. Damayanti
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n2.2010.%p

Abstract

Ketersediaan obat sintetik untuk peng-obatan penyakit HIV sangat terbatas, sehingga diperlukan pengembangan meto-de analisis Phorbol 13-decanoate (derivat phorbol ester) dalam ekstrak metanol dan petroleum eter biji kemalakian (Croton tiglium) sebagai obat alternatif. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan isolasi derivat phorbol ester dengan teknik solid phase extraction (SPE) sebagai bahan aktif penghambat proliferasi human immuno-deficiency (HIV). Biji kemalakian dikoleksi dari Kebun Percobaan Balittro dan dieks-traksi dengan metanol dan petroleum eter kemudian ekstrak dimurnikan dengan menggunakan cartridge C18 dan dielusi dengan masing-masing pelarutnya. Hasil masing-masing elusi dikeringkan dengan alat rotary evaporator dan dispotkan pada plat kromatografi lapis tipis (KLT silika gel 60 F254). Hasil konfirmasi metode dengan uji perolehan kembali menunjukkan cukup baik, yaitu 125 dan 115% dengan 3 ulangan dari masing-masing ekstrak. Kandungan Phorbol 13-decanoate dalam ekstrak metanol dan ekstrak petroleum eter masing-masing 2.500 dan 115 ppm. 

Filter by Year

1986 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 2 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 32, No 1 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 2 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 1 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 2 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 1 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 2 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 1 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 28, No 1 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 2 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 1 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 23, No 1 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 1 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 2 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 1 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 2 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 1 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 2 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 1 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 2 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 1 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 13, No 2 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 13, No 1 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 12, No 1 (2001): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 11, No 2 (2000): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 10, No 1 (1999): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 2 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 2 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 1 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 2 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 1 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 2 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 1 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 2 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 1 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 2 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 1 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 2 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 1 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 2 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 1 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 2 (1986): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 1, No 1 (1986): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat More Issue