cover
Contact Name
Nurma Diana Poetri
Contact Email
nurma.diana89@gmail.com
Phone
+6282277769385
Journal Mail Official
gentlebirth.journal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Dewi Sartika - Komp. Perum Citra Raysa Indah - Rantauprapat - Kab. Labuhanbatu - Sumatera Utara
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Gentle Birth
ISSN : -     EISSN : 26230461     DOI : -
Jurnal gentle birth adalah jurnal kebidanan berbahasa Indonesia. Mengangkat tema tentang kesehatan ibu hami, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, akseptor Keluarga Berencana, bayi baru lahir, bayi dan balita
Articles 84 Documents
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA HERNIA NUKLEUS PULPOSUS LUMBAL DENGAN MODALITAS INFRA RED, TENS DAN MC KENZIE EXERCISE Fanta Pratama Ginting; trisno Susilo
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) adalah turunnya kandungan annulus fibrosus dari diskus intervetebralis lumbal pada spinal kanal atau rupture annulus fibrosus dengan tekanan dari nucleus pulposus yang menyebabkan kompresi pada element saraf. terutama banyak terjadi di daerah lumbal dan sehingga menimbulkan adanya gangguan neurologi (nyeri punggung) yang didahului oleh perubahan degeneratif. Fisioterapi pada kondisi HNP berperan dalam mengurangi nyeri serta meningkatkan kekuatan otot, lingkup gerak sendinya (LGS) serta meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional. Tujuan : Untuk mengetahui manfaat pelaksanaan fisioterapi dalam mengurangi rasa nyeri pada nyeri punggung bawah, meningkatkan luas gerak sendi, dan meningkatkan aktifitas fungsional punggung bawah. Kondisi pada Hernia Nukleus Pulposus dengan menggunakan modalitas Infra Red, TENS, dan Mc Kenzie Exercise. Hasil : Setelah dilakukannya terapi sebanyak 3 kali maka didapatkan hasil penilaian nyeri gerak aktif pada T1 : 7 menjadi T3 : 5, nyeri gerak pasif pada T1 : 6 menjadi T3 : 5, nyeri tekan pada T1 : 4 menjadi T3 : 3, nyeri menjalar pada T1 : 6 menjadi T3 : 3, peningkatan luas gerak sendi pada gerakan fleksi aktif T1 : 20 cm menjadi T3 : 25 cm, gerakan fleksi pasif T1 : 25 cm menjadi T3 : 30 cm, dan peningkatan aktifitas fungsional pada T1 : 28% menjadi T3 : 20%. Kesimpulan : Pelaksanaan fisioterapi pada Hernia Nukleus Pulposus dengan modalitas Infra Red, TENS, dan Mc Kenzie Exercise dapat mengurangi nyeri, meningkatkan luas gerak sendi dan meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional pada punggung bawah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN NORMAL DI KLINIK HARAPAN BUNDA KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA TAHUN 2021 Rani Darma Sakti Tanjung; Nani Jahriani
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan fisiologis utama selama persalinan adalah kontraksi uterus. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kontraksi ibu bersalin adalah  Power (tenaga/kekuatan), passenger (janin dan plasenta), passage (jalan lahir), psikologi ibu, penolong (psycian). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan.       Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Klinik Harapan Bunda Kabupaten Padang Lawas Utara. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang, seluruhnya dijadikan sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan di Klinik Harapan Bunda Kabupaten Padang Lawas Utara yaitu Power (tenaga/kekuatan) (p= 0,000 < 0,05), passenger (janin dan plasenta) (p= 0,000 < 0,05), passage (jalan lahir) (p= 0,000 < 0,05), Psikologi ibu (p= 0,000 < 0,05), penolong (Psycian) (p= 0,000 < 0,05).       Disarankan kepada pemilik klinik dan bidan yang ada di klinik agar memberikan informasi atau penyuluhan kepada ibu bersalin tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kontraksi uterus meliputi power, passanger, passage, psikologis, dan psycian sehingga ibu mengerti dan memahami dengan baik dan ibu akan siap ketika terjadi kontraksi uterus. 
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA POST ORIF PLAT AND SCREW FRAKTUR FEMUR 1/3 DISTAL FEMUR DENGAN MODALITAS INFRA RED DAN PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION Pria Sandi Sinaga; Wahyu Wijanarko
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Fracture is a condition where there is discontinuity in the bone. The biggest causes of fractures are work accidents, traffic accidents, and so on. But it can also be caused by pathological or degenerative factors. Fractures can occur in any part of the body, including fractures in the distal 1/3 of the femur. The form of Physiotherapy services for Distal 1/3 Femur Fractures is to reduce edema, reduce pain, increase muscle strength, joint range of motion (LGS) and increase functional activity.  Objective: To find out the benefits of implementing physiotherapy in reducing edema in Distal 1/3 Femur Fractures, reducing pain, increasing muscle strength, increasing joint range of motion (LGS) and increasing functional activity of Femur Fractures. Conditions in Distal 1/3 Femur Fractures using Infrared Red and Propioceptive Neuromuscular Facilitation. . Hasil : Setelah dilakukannya terapi sebanyak 3 kali maka didapatkan hasil penilaian odem pada T1: 48,5cm menjadi T3 : 48 nyeri gerak  pada T1 : 6 menjadi T3 : 5, nyeri tekan pada T1 : 4 menjadi T3 : 3, nyeri diam T1 : 2 menjadi T3 : 1, peningkatan luas gerak sendi pada gerakan fleksi  T1 : 80 cm menjadi T3 : 85 cm, peningkatan kekuatan otot pda T1 : 3 menjadi T3 : 3+, dan peningkatan aktifitas fungsional pada T1 : 36 menjadi T3 : 32. Conclusion: Implementation of physiotherapy on Post ORIF Plate and Screw Fractures of Fe, Ur 1/3 Distal with Infra Red modalities, and Propioceptive Neuromuscular Facilitation can reduce edema, reduce pain, increase joint range of motion, increase muscle strength and increase the ability of functional activities.
HUBUNGAN CARE GIVER TERHADAP STATUS GIZI DAN KUALITAS HIDUP LANSIA Halimah Tusya Diah Harahap
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perbaikan sosio-ekonomi berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan usia harapan hidup, seiring dengan perubahan demografi pertambahan penduduk lansia secara bermakna akan disertai oleh berbagai masalah dan akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan lansia. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh aktivitas fisik dan care giver pada kelompok lansia terhadap status gizi dan kualitas kehidupan mereka.Desain penelitian ini adalah cross sectional study.Cara yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah purpossive sampling dan besar sampel ditentukan dengan menggunakan Tabel Izaac Michael.Sampel diambil dari Puskesmas Janji. Populasi target adalah lansia berusia ? 60 tahun dan populasi kontrol berusia 50-59 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia sudah tidak bekerja, dan diasuh oleh pasangan hidup mereka (suami/istri). Rerata IMT lansia berada dalam status normal, namun lansia dataran tinggi yang beraktivitas lebih banyak cenderung lebih kurus (x:19.31) dibanding lansia dataran rendah (x:20.41), sedangkan asupan zat gizi lansia berada dibawah 80% AKG. Sekalipuan tidak ada perbedaan yang signifikan (p:0.188) pada tiap kelompok care giver terhadap status gizi, namun care giver yang masih memberikan hal positif terhadap status gizi adalah jika lansia diasuh oleh pasangan dan menantu perempuan mereka.Care giver berhubungan positif dengan kualitas hidup lansia (domain fisik) dengan nilai signifikansi p:0.032.Diperoleh kesimpulan bahwa Aktivitas fisik memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap status gizi dan kualitas hidup, kelompok care giver juga tidak memberikan pengaruh positip terhadap status gizi lansia namun care giver memberikan pengaruh positip pada kualitas hidup (domain fisik).
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI MAN RANTAUPRAPAT TAHUN 2021 Rika Handayani
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is pain in the stomach that comes from uterine cramps and occurs during menstruation. Dysmenorrhea usually results from the excessive release of certain prostaglandins, from uterine endometrial cells. Objectives: was to determine the age frequency distribution of menarche, duration of menstruation, menstrual cycle, body mass index, family history of dysmenorrhoea in grade X adolescent girls of MAN Rantauprapat in 2021.Method:This research type is an analytical survey with cross sectional design. The population in this study were 177 people with simple random sampling technique. Data analysis using Univariate, Bivariate and Multivariate analysis.Results: Bivariate analysis obtained from the Chi-Square test of menarche age showed that p-value .001<.05, menstrual cycle p-value .014 <.05, menstrual duration p-value .002 <.05, Body Mass Index p = value .002 <.05, family history p-value .004<.05. The binary logistic regression test results showed the most influencing variable was Family History with a value of .001 <.005 Exp (B) 4.852.Conclusion: there are effects of menarche age, duration of menstruation and family history of dysmenorrhea. The influencing factor is family history. It is hoped that the school will work together with the local health office to improve health, especially about reproductive health.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA BELL’S PALSY DENGAN MODALITAS INFRA RED, TENS, MASSAGE, DAN MIRROR EXERCISE Indri Nurhaliza; Dewi Agustina
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bell’s Palsy adalah disfungsi otot wajah tipe lower motor neuron yang dipicu oleh keterlibatan saraf wajah secara idiopatik di luar sistem saraf pusat dengan tidak adanya penyakit neurologis lainnya (Lowis & Gaharu, 2012).. Hal ini sangat menyiksa karena dapat mengikis kepercayaan diri seseorang di depan umum. 2 Karena mulutnya miring, mata tidak bisa berkedip dan berair, wajah tampak asimetris dan lain sebagainya Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana proses penatalaksanaan fisioterapi pada penderita Bell’s Palsy dengan pemberian infra red, transcutaneous electrical nerve stimulation, massage dan mirror excercise dalam meningkatkan kekuatan dan aktivitas fungsional otot wajah serta mengurangi nyeri di belakang telinga. Hasil : nilai VAS yaitu pemeriksaan awal (T1) bernilai 4 (cukup nyeri/lebih nyeri) dan pemeriksaan akhir (T4) bernilai 2 (sedikit nyeri). Artinya adalah pasien mengalami penurunan derajat nyeri pada belakang telinga setelah diberikan intervensi fisioterapi sebanyak 4 kali. skala ugo fisch yaitu pemeriksaan awal (T1) 24 point (buruk) dan pemeriksaan akhir (T4) skala 50 point (sedang). Artinya adalah pasien mengalami peningkatan kemampuan fungsional otot wajah setelah diberikan intervensi fisioterapi sebanyak 4 kali, yaitu dari kelumpuhan berat menjadi kelumpuhan sedang. nilai MMT pada otot frontalis yaitu pemeriksaan awal T1 = 0 dan T4 = 3, otot orbicularis oculi T1 = 1 dan T4 = 3, otot zigomaticus mayor T1 = 0 dan T4 = 1, otot orbicularus oris T1 = 1 dan T4 = 3, otot procesus T1 = 1 dan T4 = 3, otot corrugator supercili T1 = 0 dan T4 = 1, dan otot nasalis T1 = 1 dan T4 = 3. Kesimpulan : Penatalaksanaan fisioterapi pada Bell’s Palsy dengan modalitas Infra Red, TENS, Massage dan Mirror  Exercise Terjadi penurunan derajat nyeri pada belakang telinga, Terjadi peningkatan kemampuan fungsional otot wajah, Terjadi peningkatan kekuatan otot wajah
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP KONTRAKSI UTERUS IBU BERSALIN DI KLINIK RUGUN SIDABUKE AMD.KEB TAHUN 2020 Kika Nurjannah; Rani Darma Sakti Tanjung; Awaliyah Ropiah Tanjung
Jurnal Gentle Birth Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v3i2.102

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Early Initiation Breaxfreeding adalah proses bayi mulai menyusu sendiri segerasetelah dilahirkan. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttestdesign. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang memasuki trimester III yang bersedia menjadiresponden dengan jumlah 20 orang. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupawawancara dan lembar observasi. Pengolahan data uji statistic Wilcoxon.Hasil penelitian dimana kontraksiuterus ibu bersalin sebelum diberikan perlakuan IMD mayoritas dalam katagori buruk sebanyak 12 orang (60%)dan minoritas dalam katagori baik sebanyak 8 orang (40%). Sementara kontraksi uterus ibu bersalin sebelumdiberikan perlakuan IMD mayoritas dalam katagori baik sebanyak 17 orang (85%) dan minoritas dalamkatagori baik sebanyak 2 orang (15%). Uji Wilcoxon diperoleh hasil signifikan (0,003) jauh lebih rendah daristandart signifikan dari 0,05 yang artinya data Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh InisiasiMenyusui Dini Terhadap Kontraksi Uterus Pada Ibu Bersalin Di Kinik Rugun Sidabuke Amd.Keb Tahun 2021.
HUBUNGAN SIKAP DAN TINDAKAN BIDAN TERHADAP PENANGANAN RETENSIO PLASENTA DI KLINIK BERSALIN MARIA TAHUN 2017 Oktafiana Manurung
Jurnal Gentle Birth Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Gentle Birth
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v3i1.96

Abstract

Retensio plasenta merupakan salah satu penyebab perdarahan yang sering terjadi pada kala  tiga  persalinan.  Menurut  WHO  25%  kematian  maternal  disebabkan  oleh  perdarahan pascapersalinan,  dari  angka  tersebut  16-17%  disebabkan  oleh  retensio  plasenta.  Bidan merupakan  salah  satu  tenaga  kesehatan  yang  memiliki  posisi  penting  dan  strategis  dalam penurunan  Angka  Kematian  Ibu  (AKI).  Apabila  plasenta  belum  lahir  melebihi  waktu  tiga puluh menit setelah bayi lahir, maka bidan dapat memberikan pertolongan kegawatdaruratan kebidanan dan penanganan perdarahan sesuai dengan indikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  sikap  dan  tindakan  bidan  terhadap  penanganan  retensio  plasenta  di  Klinik Bersalin  Maria  Tahun  2017.  Desain  penelitian  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah deskriptif,  besar  sampel  sebanyak  30  orang  dengan  metode  pengambilan  sampel  total sampling.  Penelitian  dilakukan  pada  bulan  Oktober  tahun  2016  sampai  Maret  Tahun  2017. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk penelitian sikap dan lembar observasi untuk penelitian tindakan, serta dilengkapi dengan data demografi responden. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  mayoritas  responden  memiliki  sikap  positif  terhadap  penanganan retensio  plasenta  yakni  sebanyak  28  orang  (93,3%)  sedangkan  untuk  tindakan,  mayoritas responden  memiliki  tindakan  cukup  terhadap  penanganan  retensio  plasenta  yakni  sebanyak 16  orang  (15,3%).  Dari  hasil  penelitian  ini  diharapkan  bidan  praktek  swasta  dapat memberikan  pelayanan  kebidanan  sesuai  dengan  standart  operational  procedure  khususnya pada manajemen aktif kala tiga agar perdarahan akibat retensio plasenta dapat dihindari.
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PENATALAKSANAAN DISMENORE DI SMK AL ITTIHAD AEK NABARA KECAMATAN BILAH HULU KABUPATEN LABUHANBATU TAHUN 2022 Indah permata sari; Halimah Tusya’diah Harahap; Novica jolyarni D
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 2 (2022): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v5i2.90

Abstract

Dismenore adalah kondisi medis yang terjadi sewaktu haid atau menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit didaerah perut maupun panggul. Menurut WHO angka dismenore di dunia sangat besar rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap Negara mengalami dismenore. Di Amerika Serikat diperkirakan hampir 90% wanita mengalami dismenore dan10-15% mengalami dismenore berat yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun dan ini akan menurunkan kualitas hidup. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang penatalaksanaan dismenore. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dari laporan di SMK AL Ittihad Aek Nabara. Jumlah sampel remaja putri sebanyak 127 responden, tekhnik pengambilan sampel yaitu random sampling diambil 25% dari jumlah populasi dengan jumlah sampel sebanyak 32  responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden  mengenai pengetahuan remaja putri tentang penatalaksanaan mayoritas pengetahuan kurang yaitu sebanyak 15 responden (46,9%). Berdasarkan variabel umur,hasil penelitian menunjukan bahwa responden mayoritas dengan berpengetahuan kurang pada umur 16-18  tahun sebanyak 15 orang (46,9%).Dari variabel sumber informasi, hasil penelitian  responden yang mayoritas berpengetahuan kurang yang tidak mendapatkan sumber informasi berjumlah 12 orang (37,5%).  Hasil dari variabel pengalaman, hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan responden  mayoritas berpengetahuan kurang yang tidak memiliki pengalaman sebanyak 10 orang (31,3%).   Berdasarkan hasil penelitian dari diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pengetahuan reponden mengenai pengetahuan remaja putri tentang penatalaksanaan disminore yaitu kurang. Dengan adanya penelitian ini diharapkan kepada remaja putri menambah pengetahuan tentang pengetahuan remaja putri tentang penatalaksanaan dismenore di SMK AL Ittihad Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu
PENGARUH PUCUK DAUN KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS) TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM KLINIK ALISAH TREISYA DI KOTA MEDAN 2021 Novica Jolyarni D; Sinta Friti Br.Simatupang; Delfi Rosefitri
Jurnal Gentle Birth Vol 4, No 2 (2021): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v4i2.105

Abstract

Ketidak cukupan produksi ASI merupakan alasan utama seorang ibu untuk penghentian pemberian ASI secara dini, Lagtagogum sintesis tidak banyak dikenal dan harganya relative mahal serta mengandung efek samping. Kandungan senyawa sipinon & polifenol dalam daun kacang panjang (Vigna Sinensis L) memiliki efek laktagogum sehingga dapat meningkatkan produksi ASI dan melancarkan ASI. Penelitian ini bertujuan Membuktikan pengaruh pemberian pucuk daun kacang panjang berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu Nifas. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian quasy eksperimen dengan rancangan one group pretest dan postest. Dan sampel 16 ibu Postpartum yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diberikan pada ibu Postpartum sebanyak 250 g selama 7 hari. Instrumen yang di gunakan adalah lembar kuesioner.penelitian ini dilakukan dengan uji wilcoxon didapatkan bahwa responden yang telah diberikan pucuk daun kacang panjang dapat meningkatkan produksi ASI sebanyak 75 % dan yang cukup meningkat sebanyak 25%. Hail analisis didapatkan p 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada peningkatan  produksi ASI pada ibu Postpartum. Dapat disimpulkan pucuk daun kacang panjang dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu Postpartum