cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 16939158     EISSN : 28289250     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 266 Documents
Analisis Keuntungan Komoditi Padi Sawah Di Kelurahan Petirodongi Kecamatan Pamona Utara Marten Pangli
Agropet Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan usahatani padi sawah di Kecamatan Pamona Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara langsung dan pengisian kuesioner serta mengakses situs resmi dari instansi terkait. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dapat dilihat bahwa nilai NPV = Rp. 410.955 > 0, hal ini berarti bahwa usahatani padi sawah layak untuk dijalankan. Nilai BCR = 1,01 > dari 1 maka dapat dinyatakan bahwa usahatani padi sawah berdasarkan perhitungan nilai BCR layak untuk dijalankan. Nilai IRR = 52,722 > tingkat bunga berlaku (18%), dengan demikian dapat dinyatakan bahwa usahatani padi sawah layak untuk dijalankan. Nilai PBP 2 tahun 22 hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi pada usaha tani padi sawah sebesar    Rp. 24.419.940. Break Even Point selama 2 tahun 11 bulan 17 hari dapat diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan usahatani padi sawah untuk mencapai jumlah pendapatan sama dengan jumlah biaya. Titik BEP dicapai pada angka  Rp. 25.829.188.
Analisis Pendapatan Petani Ternak Sapi Di Desa Molores Kabupaten Morowali Utara Helmi Mongi
Agropet Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.168

Abstract

Suatu kebiasaan yang sering dijumpai pada masyarakat tani Indonesia adalah melaksanakan dua atau lebih kegiatan usahatani secara bersama. Sebagai contoh usahatani antara  sektor tanaman pangan dengan sektor peternakan atau sektor perkebunan dengan sektor peternakan.Indikasi dari pola usaha tani tersebut dapat dilihat dari jumlah ternak yang dimiliki hanya terdiri dari 2 atau 3 ekor pemeliharaan ternak seperti ini pun dilakukan dengan mengandalkan pada pengalaman turun temurun yang dimiliki oleh masyarakat tani. Menurut Dirjen Peternakan bahwa sistem pemeliharaan ternak skala rumah tangga dapat memenuhi permintaan daging lokal, oleh sebab itu peternak tradisional tidak dapat disepelekan keberadaannya.Dalam rangka mengetahui kegiatan usahatani ternak sapi di Kabupaten Morowali Utara khususnya Desa Molores, maka perlu dilakukan penelitian analisis pendapatan usahatani ternak sapi. Data yang telah dikumpulkan, ditabulasi kemudian dianalisis secara kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kelayakan usahatani.Rata-rata pendapatan usahatani responden peternak sapi di Desa Molores, Kabupaten Morowali Utara adalah sebesar Rp. 7.575.692, dengan rata-rata total biaya dikeluarkan Rp. 424.308 dan rasio atau perbandingan penerimaan dan biaya R/C-ratio yaitu 18.85. Hal ini menunjukan bahwa usahatani ternak sapi yang dikelola oleh  responden di Desa Molores, Kabupaten Morowali Utara layak diusahakan.Untuk meningkatkan kualitas dan produksi usahatani ternak diDesa Molores Kabupaten Morowali Utara, diharapkan pemerintah memperhatikan perkembangan masyarakat dalam pengelolaan usahatani ternak sapi.
Interval Waktu Penyambungan Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Pada Tanaman Kakao Ridwan Ridwan; Abdul Rahim Saleh
Agropet Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan tunas sambung pucuk dari setiap klon kakao yang dicobakan dengan interval waktu yang berbeda. Penelitian dilakukan di Desa Nggawia Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una - Una, pada bulan februari sampai april tahun 2013. Bahan yang digunakan berupa bibit kakao lokal umur 3 bulan (batang bawah), mata entres klon Sul 01 (Sulawesi 01). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sambung pucuk pada klon kakao yang terdiri dari:  W1 ;  waktu penyambungan pagi hari jam 8-9 pagi pada suhu 260C; W2 adalah waktu penyambungan siang hari jam 11-13 siang pada suhu 320C;  dan W3 adalah waktu penyambungan sore hari jam 15-17 sore pada suhu 300C. Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 9 satuan penelitian dan tiap satuan penelitian menggunakan sepuluh bibit tanaman (batang bawah), sehingga jumlah total bibit tanaman yang digunakan adalah 90 bibit tanaman. Pengamatan variabel berupa Pertumbuhan tinggi tanaman, Jumlah daun, Diameter batang, Persentase entres yang mati (PEM), Persentase entres dorman (PED), dan Persentase  bibit jadi (PBJ). Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan waktu penyambungan pada waktu sore hari dengan tingkat suhu 300C memberikan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang yang paling tinggi dibandingkan waktu penyambungan pada waktu pagi dan siang hari. Penyambungan yang dilakukan pada waktu sore hari mempunyai persentase entres mati dan entres dorman lebih rendah dan kemampuan tumbuh bibit yang lebih tinggi dibandingkan penyambungan yang dilakukan pada waktu pagi dengan suhu 260C dan siang hari dengan suhu 320C. 
Isolasi dan Identifikasi Cendawan Berguna Asal Poso Potensinya Sebagai Agens Pengendali Serangga Hama Meitry Tambingsila
Agropet Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.170

Abstract

Cendawan berguna banyak mendapat perhatian karena potensinya sebagai entomopatogen yang dapat mematikan stadia tertentu serangga. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi ciri morfologi cendawan. Isolasi dilakukan dengan cara mengumpulkan bangkai serangga (cadaver) yang selanjutnya dibawah ke labotratorium untuk diisolasi pada media PDA dan identifikasi cendawan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis yaitu mengamati ciri-ciri morfologi.ditemukan empat jenis cendawan dari ketiga genus yang berhasil diisolasi dan diidentifikasi yaitu Aspergillus flavus, Penicillium, sp, Aspergillus Niger dan Fusarium sp.
Analisis Keuntungan Kombinasi Usaha Peternakan Sapi dan Komoditi Kakao Di Desa Korolama Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara Panji Berkat Th. Lakiu
Agropet Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui tingkat keuntungan kombinasi usahatani penggemukan ternak sapi dan perkebunan Kakao di Desa Korololama Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang digunakan sebanyak 2 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara langsung dan pengisian kuesioner serta mengakses situs resmi dari instansi terkait.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa nilai NPV untuk responden 1 sebesar yaitu Rp. 108.934.344 dan responden 2 sebesar Rp. 92.732.803. Dari hasil perhitungan nilai BCR untuk responden 1 sebesar 5,63 dan responden 2 sebesar 5,62.  Berdasarkan perhitungan nilai IRR untuk responden 1 dan 2 masing-masing sebesar 17,91%. Dari usaha perkebunan kakao, di samping menghasilkan biji kakao yang dapat langsung dijual, usaha ini juga menghasilkan limbah yaitu kulit buah yang sangat banyak. Kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain  untuk pakan ternak, juga dapat digunakan untuk menghangatkan ternak dan mengusir serangga dengan membakar kulit kakao yang sudah kering. Untuk usaha peternakan sapi potong, limbah yang belum dimanfaatkan oleh petani antara lain kotoran, tanduk dan kulit. Kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang bagi usaha tani padi sawah dan perkebunan kakao. Kotoran sapi juga, dengan bantuan teknologi dapat diolah menjadi gas bio yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kayu bakar dan minyak untuk memasak bahkan dalam skala besar dapat digunakan sebagai pembangkit listrik untuk rumah tangga petani. 
Kajian Toleransi Salinitas Pada Perkecambahan Dan Pertumbuhan Awal Beberapa Genotipe Jagung Di Lahan Salin Tarakan Nur Indah Mansyur; Siti Zahara
Agropet Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.172

Abstract

Penggunaan tanaman jagung yang toleran terhadap salinitas merupakan langkah praktis dan ekonomis, sehingga perlu perakitan varietas jagung toleran salinitas dan berdaya hasil tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon beberapa genotipe jagung respon beberapa genotipe jagung tahap perkecambahan dan pertumbuhan awal terhadap salinitas. Penelitian ini di laksanakan di Tarakan, mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2012, menggunakan Rancangan Acak Kelompok 2 faktor yaitu faktor genotip jagung (G) dan faktor  konsentrasi NaCl (K). Faktor Genotipe jagung (G) terdiri dari 4 aras yaitu : G1 (hasil persilangan varietas NK 33 x Bisi 12), G2 (hasil persilangan varietas NK 33 x DK 979), G3 (hasil persilangan P3 x Bisi 12), G4 (hasil persilangan DK 979 x Bisi 12). Faktor  Konsentrasi NaCl (K) yang terdiri dari 4 aras yaitu : K0 (NaCl 0 ppm), K1 (NaCl 500 ppm), K2 (NaCl  1000 ppm), K3 (NaCl 1500 ppm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan salinitas (kosentrasi NaC) dan perbedaan genotip berpengaruh tidak nyata terhadap parameter laju perkecambahan (hari), persentase perkecambahan benih (%), dan tinggi bibit (cm). Perlakuan salinitas (kosentrasi NaCl) berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit (cm) dan panjang akar utama bibit (cm), tetapi perbedaan genotip berpengaruh tidak nyata. 
Uji Efektivitas Cendawan Fusarium sp Potensinya Sebagai Entomopatogen Terhadap Kepik Pengisap Buah Kakao (Helopeltis Sulawesi : HEMIPTERA) Meitry Tambingsila
Agropet Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.173

Abstract

Saat ini pengendalian dengan menggunakan agens hayati cendawan entomopatogen (pathogen serangga) menjadi salah satu alternative untuk menjawab persoalan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) di lapang dan dampak negative pengendalian OPT dengan pestisida sintetik. Fusarium sp adalah salah satu cendawan yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen karena dapat mematikan stadia tertentu dari serangga hama. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Fusarium sp. potensinya sebagai entomopatogen terhadap Kepik Pengisap Buah kakao (Helopeltis Sulawesi :Hemiptera). Penelitian dilakukan di laboratorium Ilmu Alamiah Dasar Fakultas Pertanian Unsimar Poso mulai bulan Juli hingga Oktober 2015.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), ulangan 6 kali. Perlakuan dicobakan adalah konsentrasi spora yakni 104, 105, 106 dan 107yang aplikasikan pada ninfa Kepik Pengisap Buah Kakao. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi suspensi spora Fusarium sp. menyebabkan mortalitas ninfa H. Sulawesi.sebesar100% dan perlakuan konsentrasi spora 104adalah perlakuan  terbaik dan memberikan tingkat kematian yang sama dengan perlakuan lainnya.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bayam (Amaranthus spinosus L) Pada Berbagai Jenis Media Tanam Kamelia Dwi Jayanti; Erycx Stheven Ponggele
Agropet Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2015 di Desa Tinompo, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu tanah (M1), tanah + pupuk kandang ayam (M2), tanah + pecahan batu bata (M3), serta tanah + pupuk kandang + pecahan batu bata (M4). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M4 (tanah + pupuk kandang + pecahan batu bata) merupakan perlakuan terbaik pada semua parameter amatan.
Penilaian Petani Terhadap Multifungsi Pertanian Padi Sawah Anorganik Dan Organik Di Desa Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Marianne Reynelda Mamondol; Silvany Annatje Taariwuan
Agropet Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.175

Abstract

The purposes of this research are to find out the differences of the knowledge and assessment owned and given by inorganic and organic rice field farmers on the functions of rice field farming in terms of economic, social-cultural, and environmental aspects. Primary data is collected from rice field farmers in Tonusu Village through survey, using questionnaire and interview. 20 farmers determined as respondents through quota sampling, consist respectively of 10 farmers who applying inorganic and organic rice farming. Study is conducted by identifying the agriculture multifunctionality  on the aspects of economic, social-cultural, and environment.  Data is analyzed descriptively and tested with t test for 2 independent samples. Result demonstrates that there is difference of the knowledge between inorganic and organic farmers on the functions of rice field farming.  The average number of functions known by inorganic respondents is  71,56 %, less than that of organic respondents with the value of 91,67 %, particularly on the functions of farm women’s role, soil quality, biodiversity, environment pollution indicator, and food security. Besides, there is difference of the assessment made by both groups on the application of the rice field functions.  The average of functions given high assessment by inorganic respondents is 27,08 %, less than that of organic respondents with the value of 46,04 %, on the functions of farmer solidarity, soil quality, biodiversity, environment pollution indicator, farming attraction, and food security. Therefore, the agriculture multifunctionality in organic rice field farming is better than that of the inorganic system. 
Analisis Margin Pemasaran Biji Kakao Kering di Desa Bancea Kecamatan Pamona Selatan Silvany Annatje Taariwuan
Agropet Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.176

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran     dan   besarnya margin pemasaran  biji kakao kering. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan survey. Penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang diselidiki dengan melukiskan keadaan obyek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya. Jumlah sampel petani 10 orang dan pedagang pengumpul 2 orang, sedangkan  pedagang besar  2 orang  dan eksportir 1 orang  yang ada di Kabupaten. Dengan seluruh responden berjumlah  15 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran yang ada di desa bancea ada tiga saluran pemasaran biji kakao kering dengan Margin pemasaran biji kakao kering yang terbesar   Rp.6.500, ada pada pedagang pengumpul dan margin terkecil Rp.1.500, ada pada pedagang besar.  untuk memperpendek saluran pemasaran biji kakao kering dan  memperkecil margin pemasaran biji kakao kering,adalah membangun/menghidupkan kembali kelompok tani kakao,Gapoktan dan koperasi  yang mewadai petani kakao guna menampung hasil panen kakao serta meningkatkan posisi tawar petani kakao terhadap pedagang. Diharapkan adanya intervensi Pemerintah daerah Kabupaten Poso dalam hal perbaikan infrastruktur transportasi guna memudahkan akses langsung ke eksportir.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2026): Vol 23 No 1 Tahun 2026 Vol 22 No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22, No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22, No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 22 No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 21 No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20 No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 19, No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19, No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 18, No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 16, No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 15, No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15 No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 15, No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 14, No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14 No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14 No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet Vol 13 No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13, No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13 No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 13, No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12, No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12, No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 11, No 1 (2014) Vol 11 No 1 (2014) Vol 10 No 2 (2013) Vol 10, No 2 (2013) Vol 10 No 1 (2013) Vol 10, No 1 (2013) Vol 9, No 1 (2012) Vol 9 No 1 (2012) More Issue