cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 16939158     EISSN : 28289250     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 266 Documents
Pengaruh Berat Badan dan Skor Kondisi Tubuh Terhadap Selang Beranak Kerbau Rawa (Bubalus bubalis) di Kabupaten Poso Yunober Mberato; Yan Alpius Loliwu; I Gusti Nugrah Putu Widnyana
Agropet Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.513

Abstract

Data diperoleh melalui pencatatan dan pengamatan dari 170 ekor induk kerbau. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi yang meliputi selang beranak sebagai variabel terikat dan bobot badan, SKT sebelum beranak dan SKT sesudah beranak sebagai variabel bebas. Ratarata selang beranak, bobot badan , SKT sebelum beranak, SKT sesudah beranak berturut-turut adalah adalah 19, 18 bulan; 440,52 ± 6,26; 3.24 ± 0.55; 2.77±0.04 (rata-rata ± SE). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa koefisien korelasi masing-masing variabel bebas yaitu bobot badan dan SKT sebelum beranak terhadap variabel terikat yaitu selang beranak berturut-turut adalah - 0,51dan -60,75. Koefisien determinasi (R2) yakni kontribusi keragaman bobot badan, SKT sebelum beranak, SKT sesudah beranak adalah 0,49. Variabel bobot badan dan skor kondisi tubuh sebelum beranak yang berpengaruh nyata pada = 5%. Analisis statistik menunjukkan bahwa bobot badan induk dan skor kondisi tubuh sebelum beranak berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap selang beranak Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bobot badan dan Skor Kondisi Tubuh (SKT) sebelum beranak mempengaruhi selang beranak. Kata kunci: selang beranak. Bobot badan, skor kondisi tubuh, kerbau
Respon Tanaman Sawi Terhadap Penambahan Arang Sekam pada Media Tanam Hersom Mengkiso; Kamelia Dwi Jayanti
Agropet Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.514

Abstract

Sawi adalah tanaman sayuran yang mengadung vitamin dan mineral yang tinggi. Media tanam yang baik mengandung bahan organik yang tinggi. Penambahan bahan organik arang sekam diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki mediah tanam. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon tanaman sawi terhadap penambahan arang sekam padi pada media tanam. Penelitian dilaksanakan di Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso pada bulan Oktober sampai November 2017. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok 5 x 4. Perlakuan terdiri dari perbandingan tanah dan arang sekam (kontrol (tanah); 3:1; 1:1; 1:3 dan arang sekam), tiap unit percobaan terdiri dari 6 polybag sehingga seluruhnya terdapat 120 polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan bobot kering tanaman serta volume akar.
Kajian Sifat Kimia Tanah di Bawah Tegakan Lada (Piper nigrum L.) di Dusun Ratalemba Desa Masanni Kecamatan Poso Peisisir Karisma Muhammad; Ita Mowidu
Agropet Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.515

Abstract

Sifat kimia tanah adalah keseluruhan reaksi fisiko-kimia dan kimia yang berlangsung antar penyusun tanah dan bahan yang ditambahkan kepada tanah. Sifat kimia tanah dapat digunakan untuk menilai apakah suatu tanah merupakan tanah yang potensial atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah di bawah tegakan tanaman lada pada berbagai kondisi bentang lahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan dengan cara pengambilan sampel tanah di bawah tegakan lada kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui beberapa sifat kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanah di bawah tegakan lada dengan kondisi bentang lahan datar memiliki tingkat kesuburan lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi bentang lahan landai. Kadar bahan organik (C organik) berkorelasi positif terhadap kadar N, P, K dan KTK tanah. Semakin tinggi kadar bahan organik, semakin tinggi pula kadar N, P, K dan KTK tanah. Berdasarkan hasil analisis beberapa sifat kimia tanah yang dikaitkan dengan kesesuaian lahan untuk lada, maka tanah pada bentang lahan landai memerlukan input yang lebih tinggi untuk menaikkan kategori kelas kesesuaiannya.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Perumbuhan dan Hasil Jagung Pulut (Zea mays certain kulesh) Nelfa Yanti Tadjema; Ita Mowidu
Agropet Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.516

Abstract

Jagung pulut (Zea mays certain Kulesh) mengandung pati dalam bentuk amilopektin yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis jagung lainnya. Jagung pulut memiliki rasa manis, pulen dan beraroma khas sehingga digemari banyak orang. Untuk memenuhi permintaan jagung pulut, pemberian pupuk kandang kambing yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah merupakan salah satu cara yang dapat digunakan. Telah dilakukan percobaan lapangan dengan pemberian berbagai dosis pupuk kandang kambing (0, 5, 10, 15 dan 20 ton/ha) diulang 4 kali yang diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK) untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap panjang dan diameter tongkol serta bobot biji pipilan kering per petak, tetapi terhadap parameter lainnya pengaruhnya tidak nyata. Aplikasi 20 t/ha pupuk kandang kambing memberikan pertumbuhan terbaik dan hasil biji jagung pulut pipilan kering per petak tertinggi (1,72 kg setara dengan 1,43 t/ha) yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Kakao (Theobroma cacao L) di Desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Febrianto Moa'e; Ita Mowidu; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.517

Abstract

Penilaian kesesuaian lahan bermanfaat untuk mengetahui potensi sumber daya lahan mendukung usahatani dan memprediksi penelitian yang bertujuan untuk menentukkan kelas kesesuaian lahan actual bagi kakao di Desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara. Penelitian deskriptif dilakukan dengan survei, deksipsi profil dan pengambilan sampel tanah yang di analisis sifat fisik dan kimianya dilaboratorium Ilmu Alamiah Dasar Universitas Sintuwu Maroso dan laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan wilayah Kodina termasuk tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas kedalaman tanah, wilayah Menci sesuai marjinal (S3, rc, na) dengan faktor pembatas, tekstur agak kasar serta kadar N dan K sangat rendah, wilayah Korobono Kodi sesuai marjinal (S3, nr, na) dengan faktor pembatas pH, N dan K sangat rendah. Wilayah Pewatua sesuai marginal (S3, nr, na) dengan faktor pembatas KB dan NPK sangat rendah. Wilayah Marige sesuai marginal (S3, rc, nr, na, lp) dengan faktor pembatas tekstur agak kasar, kedalaman tanah, KB, pH, NPK sangat rendah dan batuan dipermukaan. Wilayah Langgoe sesuai marginal (S3, nr, na, eh) dengan faktor pembatas KB, pH, P&K sangat rendah, kemiringan lereng serta batuan dipermukaan. Wilayah Marosapa sesuai marginal (S3, nr) dengan faktor pembatas KB. Faktor pembatas kedalaman tanah bersifat permanen (tidak dapat diubah) sehingga wilayah kodina tidak cocok ditanami kakao. Wilayah lain dapat ditanami kakao apabila faktor pembatas diperbaiki dengan pemberian bahan organik, pupuk, kapur (dolomit) atau pembuatas teras.
Manajemen Pengelolaan Ternak Sapi di Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Panji Berkat Lakiu
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.518

Abstract

Pengembangan peternakan sapi di Indonesia pada dasarnya bertujuan meningkatkan produksi daging dalam negeri untuk mengantisipasi tingginya permintaan daging. Hal tersebut memberikan peluang bagi peternak, terutama peternakan sapi rakyat untuk lebih meningkatkan produksi. Penelitian ini dilakukan di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat padang penggembalaan semi alami, dimana padang tersebut masih terdapat rumput atau tanaman pakan alami akan tetapi sudah terdapat campur tangan manusia agar produksinya dapat ditingkatkan. Pada musim kering dengan produksi hijauan tiap 1 m2 sebesar 249,26 gram maka diperoleh total produksi hijauan makanan ternak sebanyak 37,39 ton/ha. Pengambilan responden secara purposive random sampling. Produksi rumput di padang penggembalaan desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso pada musim kering sebanyak 37,39 ton/150 ha/tahun dan pada musim hujan 42,01 ton/150 ha/tahun. Daya tampung padang penggembalaan Desa Tokilo pada musim kering adalah 3,78 unit ternak dan pada musim hujan adalah 6,37 unit ternak. Ketersediaan pakan hijauan ternak di padang penggembalaan dapat memenuhi kebutuhan bahan keringnya dan menyebabkan ternak tidak kekurangan hijauan makanan ternak.
Perbandingan Pertumbuhan dan Hasil Stoberi (Fragaria sp.) Serta Kadar Lengas Tanah yang Menggunakan naungan dan Tanpa Naungan Uswatun Khasanah; Kamelia Dwi Jayanti
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.519

Abstract

Stroberi merupakan buah yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun sebagai olahan makanan serta mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Stroberi pada umumnya dibudidayakan pada dataran tinggi dengan kondisi iklim yang sejuk, sehingga penanaman di dataran rendah memerlukan modifikasi iklim agar dapat menciptakan kondisi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan dan produksi stroberi yang diberi naungan dan tanpa naungan. Penelitian ini menggunakan uji t berpasangan yang terdiri dari 2 perlakuan (ternaungi dan tanpa naungan). Setiap perlakuan diulang sebanyak 25 kali sehingga terdapat 50 polibag. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan antara jumlah buah, bobot buah dan kadar lengas tanah pada perlakuan ternaungi dan tanpa ternaungi. Jumlah dan bobot buah stroberi pada perlakuan tanpa naungan cenderung lebih tinggi dibandingkan perlakuan naungan, sedangkan kadar lengas tanahnya lebih rendah.
Pengaruh Perbandingan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma Kakao L.) Yoel Bobi Fitra Lambaniga; Ridwan Ridwan; Marten Pangli
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.520

Abstract

Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga setelah pantai gading dan Ghana. Hasil kakao indonesia tahun 2011 sebesar 0.12 ton/ha, Sulawesi tengah tahun 2013 0,52 ton/ha dan kabupaten poso tahun 2013 0,76 ton/ha. Hasil tersebut jauh lebih rendah dari target nasional sebesar 2 ton/ha. Salah satu penyebab rendahnya hasil kakao adalah rendahnya kualitas bibit yang disebabkan oleh media tanam yang kurang sesuai. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan awal bibit sambung pucuk di desa Didiri kabupaten Poso pada bulan Maret sampai Juli 2017. Perlakuan media campuran tanah, pasir dan pupuk kandang kambing (1:1:1; 2:1:1; 1:2:1; 1:1:2) diulang 6 kali diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK). Parameter yang diamati adalah persentasi tumbuh, jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap jumlah tunas, jumlah daun, dan panjang tunas pada 38 hari setelah penyambungan. Komposisi media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang kambing dengan perbandingan 1:1:2 memberikan pertumbuhan awal bibit yang palingbaik.
Analisis Produksi dan Kualitas Pakan Ternak Kerbau di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Yunober Mberato; Panji Berkat Lakiu; Helmi Mongi
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.521

Abstract

Padang pengembalaan sebagai tempat tumbuh tanaman dan mempunyai potensi sebagai tempat tumbuh pakan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran produksi dan kualitas pakan kerbau. Penelitian ini dilakukan di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat padang penggembalaan semi alami, dimana padang tersebut masih terdapat rumput atau tanaman pakan alami akan tetapi sudah terdapat campur tangan manusia agar produksinya dapat ditingkatkan. Pada musim kering dengan produksi hijauan tiap 1m2 sebesar 249,26 gram maka diperoleh total produksi hijauan makanan ternak sebanyak 37,39 ton/ha. Adapun produksi rumput di padang penggembalaan Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso pada musim kering sebanyak 37,39 ton/150 ha/tahun. Untuk musim hujan terdapat 42,01 ton/150 ha/tahun. Untuk daya tampung padang penggembalaan Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso pada musim kering adalah 3,78 unit ternak dan pada musim hujan adalah 6,37 unit ternak. Ketersediaan pakan hijauan ternak dipadang penggembalaan Desa Tokilo dapat memenuhi kebutuhan bahan keringnya sehingga ternak tidak kekurangan makanan ternak.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Padi Sawah (Oryza Sativa L.) di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Finalin Debora Manuakali; Ita Mowidu; Marten Pangli
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.522

Abstract

Evaluasi kesesuaian lahan adalah proses penilaian penampilan atau keragaman lahan jika digunakan untuk tujuan tertentu. Hasil evaluasi kesesuaian lahan digunakan untuk menentukan klasifikasi kesesuaian lahan tersebut untuk pengguraan tertentu. Oleh sebab itu telah dilakukan Penelitian yang bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan untuk padi sawah dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas padi di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso pada bulan Maret sampai April 2018. Analisis sifat fisik tanah dilakukan di Laboratorium llmu Alam Dasar universitas sintuwu Maroso Poso, iedangkan analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Balai pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelas kesesuaian lahan untuk pidi sawah di desa Tokilo adalah sesuai marginal 53 (rh) dengan faktor pembatas retensi hara, yaitu kejenuhan basa dan pH yang rendah. Faktor pembatas retensi hara dapat diatasi dengan pemberian kapur dan penambahan pupuk, baik pupuk organik maupun anorganik.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2026): Vol 23 No 1 Tahun 2026 Vol 22, No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22 No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22, No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 22 No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21 No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20 No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 19, No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19, No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 18, No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16, No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 15, No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15, No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 15 No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 14 No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14, No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14, No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14 No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet Vol 13 No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13, No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13, No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 13 No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12, No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12, No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 11 No 1 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013) Vol 10 No 2 (2013) Vol 10 No 1 (2013) Vol 10, No 1 (2013) Vol 9 No 1 (2012) Vol 9, No 1 (2012) More Issue