cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 16939158     EISSN : 28289250     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 266 Documents
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Pemuda Pedesaan dalam Melakukan Usahatani Padi Sawah Wahyuni Wahyuni; Andri Amaliel Managanta; Ridwan Ridwan
Agropet Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.523

Abstract

Pemuda pedesaan merupakan sumber daya manusia terbaik dalam pembangunan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pemuda pedesaan, usahatani padi sawah, pemenuhan kebutuhan informasi, minat dan Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda pedesaan dalam melakukan usahatani padi sawah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini Minat pemuda di Desa Buyumpondoli untuk melakukan usahatani padi sawah berada dalam kategori sedang. Hal ini dikarenakan pemuda pedesaan lebih memilih bekerja di luar usahatani padi sawah. Tingkat kekosmopolitan yang tinggi cenderung mendorong pemuda untuk beralih dari bekerja di sektor pertanian ke sektor usaha lain yang lebih menguntungkan.
Pengaruh Naungan Terhadap Pertumbuhan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Nangsi Poai; Yunober Mberato; Uti Nopriani
Agropet Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.524

Abstract

Rumput merupakan sumber makanan utama bagi ternak ruminansia untuk dapat hidup, berproduksi dan berkembang biak. Ketersediaan rumput sebagai hijauan pakan ternak merupakan hal yang sangat penting. Rumput berkualitas dalam jumlah yang memadai sepanjang tahun berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas ternak. Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh naungan terhadap pertumbuhan rumput gajah. Penelitian menggunakan uji t berpasangan dengan 2 (dua) perlakuan yaitu tanpa naungan dan diberi naungan paranet. Tiap perlakuan terdiri dari 14 polybag tanaman rumput gajah. Jumlah total tanaman rumput gajah yaitu sebanyak 28 polybag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan rumput gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian naungan tidak berbeda nyata terhadap panjang daun, lebar daun dan tinggi tanaman rumput gajah.
Pengaruh Jarak Tanam dan Jumlah Ruas Stek Terhadap Produksi Rumput (Pennisetum Purpureum) Gajah Yan Alpius Loliwu; Yunober Mberato
Agropet Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.525

Abstract

Hijauan pakan ternak atau biasa disebut Hijauan Makanan Ternak (HMT) merupakan bahan pakan yang sangat penting bagi ternak terutama ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Hijauan pakan ternak menjadi bahan pakan yang sangat disukai oleh ternak ruminansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan (tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun) rumput Gajah yang ditanam dengan jarak dan jumlah ruas stek yang berbeda. Penelitian dilakukan di Kelurahan Tendeadongi Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini meliputi pupuk kotoran ayam dan bibit tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang diperoleh dari Kelurahan Pamona Kecamatan Pamona Puselemba. Metode eksperimental dengan mengggunakan Faktorial 2 x 2. Masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah sebagai berikut: P₁ = 60 cm x 60 cm + 2 ruas stek; P₂ = 60 cm x 60 cm, + 3 ruas stek; P₃ = 80 cm x 80 cm, + 2 ruas stek; P₄ = 80 cm x 80 cm + 3 ruas stek. Pertumbuhan tinggi tanaman rumput Gajah umur 1–8 minggu mempunyai tingkat pertumbuhan yang bervariasi. Tinggi tanaman pada umur 1 minggu sekitar 9 – 11 cm atau rata-rata sebesar 10,17 cm, sedangkan pada akhir pengukuran umur 6 minggu sebesar 42,67 – 882,50 cm. Hasil pengukuran panjang daun rumput Gajah dalam penelitian ini pada Perlakauan P1, P2, P3 dan P4 pada umur 1 minggu relatif sama yaitu P1 : 2,33 cm, P2 : 3,17 cm, P3 : 2,33 cm, dan P4 : 2,67 cm. Pada akhir pengukuran atau umur 8 minggu, tinggi tanaman rumput Gajah berturut turut P1 : 48 cm, P2 : 54,17 cm, P3: 44,50 cm dan P4 : 79 cm. Hasil pengukuran lebar daun rumput Gajah dalam penelitian ini pada Perlakauan P1, P2, P3 dan P4 pada umur 3 minggu relatif sama yaitu P1 : 10 m, P2 : 10 mm, P3 : 8 mm, dan P4 : 10 mm. Pada akhir pengukuran atau umur 8 minggu, lebar daun tanaman rumput Gajah berturut turut P1 : 20 mm, P2 : 29 mm, P3: 26 mm dan P4 : 37 mm. Produksi rumput Gadjah dengan jarak 80 cm x 80 cm dengan jumlah ruas 3 lebih baik dibandingkan dengan jarak tanam 60 cm x 60 dengan jumlah ruas 2.
Kajian Penggunaan Pupuk Kandang Kambing pada Lahan Sawah Bukaan Baru terhadap Produksi Padi Sawah (Oryza Sativa L.) di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Ridwan Ridwan; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pertumbuhan dan hasil produksi terhadap tanaman padi sawah dengan menggunakan pupuk kandang kambing pada lahan sawah bukaan baru di Desa Lape kecamatan poso peisir Kab.Poso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Yaitu dengan mengacak posisi tanaman berdasarkan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa Perlakuan pupuk kandang kambing pada lahan sawah bukaan Baru di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir, berpengaruh nyata terhadap bobot basah gabah dan produksi beras per petak padi sawah. Perlakuan pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton/hektar (P2) merupakan perlakuan terbaik dengan memberikan hasil 52.435 g/petak Padi sawah. Pada penelitian ini dapat diketahui perlakuan yang kurang berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan bahkan sampai pada perolehan hasil yaitu perlakuan (p0) atau tanpa pupuk, hal tersebut dikarenakan perlakuan (p0) menujukan tidak ada dosis pupuk yang diberikan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan dari Kakao menjadi Padi Sawah Sunarmin Sunarmin; Andri Amaliel Managanta; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.527

Abstract

Kakao salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Tahun 2017 – 2018 lahan kakao di Kabupaten Poso mengalami penurunan luas areal salah satu penyebabnya alih fungsi lahan, contohnya yaitu dilakukan alih fungsi lahan di Desa Masamba dari lahan kakao menjadi padi sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor–faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan dan menganalisis perbedaan pendapatan kakao dan padi sawah. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode sensus dengan responden 24 petani padi sawah dan 20 petani kakao kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis R/C ratio, analisis uji beda nyata, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani padi sawah lebih besar selama 1 tahun yaitu sebesar Rp 22.486.559 dan pada kakao sebesar Rp –9.155.064 selain itu variabel luas lahan dan produksi berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan petani melakukan alih fungsi lahan
Analisis Pendapatan Petani Jagung Kuning di Desa Mire Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-Una Moh. Ahmad Goga; Marten Pangli; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.528

Abstract

Sektor pertanian juga mempunyai peranan penting dalam mengatasi kemiskinan, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, sering dihadapkan pada permasalahan pengetahuan petani yang masih relatif rendah, keterbatasan modal, lahan garapan yang sempit serta kurangnya keterampilan petani yang nantinya akan berpengaruh pada penerimaan petani. Hal ini menyebabkan produksi jagung mengalami penurunan sebesar 317.717 ton pada tahun 2015 dan produksi meningkat kembali sebesar 380.650 ton pada tahun 2018 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya usaha tani jagung dan mengetahui tingkat pendapatan usaha tani di Desa Mire Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-una. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner pada 63 petani jagung. Parameter amatan yang diamati adalah indentitas responden, biaya pestisida, tenaga kerja, produksi, penerimaan usaha tani, dan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah rata-rata biaya yang dikeluarkan responden sebesar Rp. 4.667.063/MT dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh responden sebesar Rp. 12.842.460/petani.
Pengaruh Badan Usaha Milik Desa Sumber Sejahtera terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah Indah Kurnia; Andri Amaliel Managanta; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.529

Abstract

Sektor pertanian dapat memiliki kemampuan menghasilkan peningkatan pendapatan bagi petani. Saat pasca panen kapasitas penggilingan padi belum bisa menampung hasil panen petani yang berdampak pada bertumpuknya gabah.Sehingga Pemerintah Desa Masamba mendirikan usaha BUMDes pengilingan padi Sumber Sejahtera.Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani di Desa Masamba dan mengetahui pengaruh usaha pengilingan padi Sumber Sejahtera Terhadap Pendapatan Petani.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2019 di Desa Masamba kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan populasi yaitu seluruh petani yang tergabung dalam anggota penggilingan padi Sumber Sejahtera berjumlah 41 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh pendapatan petani yang tergabung dalam anggota penggilingan Sumber Sejahtera sebesar Rp. 2.418.409 per bulan, dengan nilai R/C - ratio yaitu 1,84> 1 berarti petani yang tergabung dalam usaha BUMDes dikatakan untung. Adapun faktor yang memengaruhi pendapatan petani yaitu penjualan produk samping, penggunaan herbisida dan penggunaan insektisida, dimana penjualan produk samping dan penggunaan herbisida secara tepat dapat meningkatkan pendapatan petani, berbeda dengan penggunaan insektisida yang meningkat mengurangi pendapatan petani.
Tingkat Layu Pentil pada Berbagai Jenis Klon Kakao Ridwan Ridwan; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.530

Abstract

Kakao salah satu komunitas ekspor penting Indonesia yang akhir-akhir ini banyak mengalami masalah dalam system budidaya dan salah satunya layu pentil kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat layu pentil pada berbagai jenis klon kakao. Pelaksanaan penelitian pada bulan maret 2018 sampai bulan mei 2018 di Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisisr Utara Kabupaten Poso.  Penelitian Ini menggunakan Rancangan acak Kelompok denga 4 perlakuan.  Adapun Perlakuan dalam Penelitian Ini P1 (klon Kakao Lokal hijau) P2 (klon Kakako Lokal merah).P3 KM01 (klon kakao M01),P4 (klon Kakao 45)Hasil Penelitian maka dapat disimpulkan bahwa jenis klon kakao berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah pentil yang terbentuk, jumlah pentil yang layu, presentase pentil layu dan jumlah pentil yang menjadi buah. Rata-rata diameter pentil pada berbagai jenis klon kakao tidak berpengaruh nyata pada umur 3,5,7,9 dan 13, tetapi berpengaruh nyata pada umur 11 minggu.
Pendapatan Petani Padi Sawah di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Bernadus Jendy Rukmanto; Marten Pangli; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.532

Abstract

Usaha tani bertujuan menghasilkan produktivitas yang optimal untuk memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya, sehingga perlu untuk mengetahui seberapa besar biaya dan tingkat pendapatan yang di peroleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani padi sawah di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat. Penelitian ini mengunakan metote  pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling), sampel yang berasal dari jumlah 349 petani dengan tingkat kesalahan 10% yang diambil  sebanyak 78 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa produksi beras sebesar 128.700 Kg/MT dengan produksi rata-rata  sebesar 1.400 kg/ha/MT. Jumlah rata-rata biaya yang dikeluarkan responden sebesar Rp. 9.729.402 /MT, dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh responden adalah sebesar Rp. 3.236.496  /Ha/MT dan Kelayakan R/C ratio memperoleh nilai sebesar 1,33. Berdasarkan kreteria diperoleh nilai R/C ratio > 1 yang berarti usaha tani padi sawah layak untuk diusahakan.
Pengaruh Pemberian Arang Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Mini (Pannisetum purpureum cv. Mott.) Risky Dzulqaida; Uti Nopriani; Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.533

Abstract

Arang tempurung kelapa adalah produk yang diperoleh dari pembakaran tidak sempurna terhadap tempurung kelapa. Arang tempurung  kelapa dapat dijadikan pupuk organik karena mengandung unsur hara P, dan K,dimana unsur ini dibutuhkan oleh tanaman untuk membentuk protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian arang tempurung kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini. Parameter yang diamati yaitu panjang daun, lebar daun, jumlah daun, berat segar dan berat kering. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan yakni tanpa dosis tempurung kelapa, penambahan dosis arang tempurung kelapa sebanyak 5 gram/kg tanah, penambahan dosis arang tempurung kelapa sebanyak 10 gram/kg tanah dan penambahan dosis arang tempurung kelapa sebanyak 15 gram/kg tanah. Tiap perlakuan terdiri dari 5 (lima) ulangan. Hasil  penelitian menunjukan  bahwa  pemberian arang tempurung kelapa berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan  panjang daun, lebar daun, berat segar dan berat kering, akan tetapi pemberian arang tempurung kelapa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap  jumlah daun.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2026): Vol 23 No 1 Tahun 2026 Vol 22 No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22, No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22, No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 22 No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 21 No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20 No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 19, No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 19, No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 18, No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 16, No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 15, No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15, No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 15 No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 14, No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14 No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14 No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet Vol 13 No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13, No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13 No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 13, No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12, No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 12, No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 11, No 1 (2014) Vol 11 No 1 (2014) Vol 10 No 2 (2013) Vol 10, No 2 (2013) Vol 10, No 1 (2013) Vol 10 No 1 (2013) Vol 9, No 1 (2012) Vol 9 No 1 (2012) More Issue