cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 16939158     EISSN : 28289250     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 266 Documents
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Gula Pasir terhadap Sifat Sensoris Kefir Susu UHT (Ultra High Temperature) sebagai Minuman Fungsional di Masa Pandemi Covid-19 Uti Nopriani
Agropet Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.357

Abstract

Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat sangat penting harus diperhatikan agar imunitas tubuh meningkat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Salah satu alternatif agar imunitas tubuh meningkat disaat pandemi Covid-19 yaitu dengan rutin mengkonsumsi kefir. Kefir adalah produk susu fermentasi yang dapat dibuat dari bahan baku susu UHT, kolostrum, susu sapi, susu kambing atau susu domba dengan menambahkan starter kefir (grain kefir). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi gula pasir terhadap kefir susu UHT (Ultra High Temperature). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah citarasa, aroma dan tekstur kefir susu UHT. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan konsentrasi gula pasir yaitu tanpa penambahan gula pasir (A0), penambahan gula pasir 5% (A1), penambahan gula pasir 10% (A2), penambahan gula pasir 15% (A3). Tiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pengujian sampel kefir dilakukan oleh 16 panelis. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan penambahan konsentrasi gula pasir memberi pengaruh nyata (P<0,05) terhadap citarasa dan tekstur kefir susu UHT. Perlakuan yang terbaik adalah perlakuan dengan penambahan konsentrasi gula pasir sebanyak 15%.
Tingkat Keberhasilan Sambung Pucuk Alpukat (Persea Americana) pada Waktu Penyambungan yang Berbeda Ahmadi Ahmadi; Ridwan Ridwan; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.358

Abstract

Alpukat (Persea americana). Merupakan tanaman buah berupa pohon. Alpukat berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah. Alpukat ditanam dikawasan tropis dan subtropis, termasuk juga di kawasan Indonesia (Budiana, 2013). Pengembangan tanaman pohon ini di Indonesia mulanya terkonsentrasi di pulau Jawa, namun sekarang menyebar hampir diseluruh Indonesia (Rahmawati, 2010). Perbanyakan dan pengembangan alpukat dapat meningkatkan produktifitas, salah satunya penyambungan (grafting) sambung pucuk. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian tingkat keberhasilan sambung pucuk alpukat pada waktu penyambungan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Penelitian ini dimulai dari bulan Mei-Juni 2019, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan waktu (W) sambung pucuk pada varietas mentega, 5x21 unit tanaman, total 105 bibit alpukat. Dengan perlakuan W1:waktu penyambungan jam 06.00-08.00, W2:waktu penyambungan jam 08.00-10.00, W3:waktu penyambungan jam 10.00-12.00. Berdasarkan hasil penelitian Perlakuan waktu penyambungan entris tidak berpengaruh nyata pada parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang.
Analisis Kandungan Nutrisi Tepung Jagung (Zea mays Lam) dari Desa Uedele Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una untuk Pakan Ternak Ardiansyah R Lapui; Uti Nopriani; Helmi Mongi
Agropet Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.359

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas yang mempunyai peran yang strategis dan berpeluang untuk dikembangkan karena perannya sebagai sumber energi utama bagi ternak unggas. Untuk memenuhi kebutuhan pakan yang terus meningkat jagung harus tetap selalu tersedia dengan tetap memperhatikan kualitas jagung. Salah satu alternatif supaya jagung tetap terjaga kualitas dan tahan lama tanpa mengurangi kandungan nutrisi maka harus diolah menjadi tepung. Selanjutnya jagung yang telah diolah menjadi tepung perlu dianalisis kandungan nutrisinya di Laboratorium karena nilai nutrisi tanaman jagung sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kandungan nutrisi tepung jagung dari Desa Uedele. Parameter kandungan nutrisi yang diamati pada penelitian ini adalah kadar air, abu, protein, serat kasar dan lemak kasar. Penentuan kandungan nutrisi tersebut ditetapkan dengan menggunakan metode analisis proksimat yang direkomendasikan oleh AOAC. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air tepung jagung sebesar 17,02%, abu sebesar 4,21%, protein kasar sebesar 10,57%, serat kasar sebesar 2,41%, dan lemak kasar sebesar 4,60%. Maka dapat disimpulkan bahwa tepung jagung mengandung protein, serat kasar dan lemak kasar yang berpotensi sebagai bahan pakan ternak.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Ekstrak Lengkuas (Alpinia Galangal L) untuk Mengendalikan Serangan Hama Kutu Kebul (Bemisia Tabaci Genn) pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum) Jufri Soputan; Marten Pangli; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.383

Abstract

Salah satu hama penting yang menyerang tanaman cabai adalah kutu kebul (Bemisia tabaci Genn). Serangga ini bertindak sebagai vektor virus. Jenis virus yang dapat ditularkan oleh kutu kebul diantaranya Closterovirus, Carlavirus, Nepovirus, potyvirus, dan Rod-shape DNA virus. Pengendalian hama ini biasanya dengan insektisida sintetik namun dalam upaya meminimalisir dampak negative dari insektisida sintentik, alternative lain dengan menggunakan tanaman yang memiliki potensi sebagai insektisida yaitu lengkuas (A. galangal L) yang mengandung minyak atsiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi ekstrak rimpang lengkuas dalam mengendalikan serangan hama kutu kebul pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di desa Watuawu, Kab. Poso, Kec. Lage selama 3 bulan yakni mulai dari bulan Maret - Mei 2020. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga berjumlah 20 percobaan. Adapun perlakuan yang diuji adalah : P0 = tanpa perlakuan, P1 = ekstrak rimpang lengkuas 5%, P2 = ekstrak rimpang lengkuas 15%, P3 = ekstrak rimpang lengkuas 25%, P4 = ekstrak rimpang lengkuas 35%. Parameter amatan meliputi jumlah daun terserang, jumlah cabang terserang, intensitas serangan hama. Apabila amatan dianalisis dengan sidik ragam menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur pada taraf 5% (BNJ 0,005). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa larutan insektisida nabati ekstrak lengkuas pada perlakuan ke-4 (P4) dengan dosis 35% berpengaruh nyata dalam mengendalikan serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci genn) pada tanaman cabai. Ekstrak rimpang lengkuas berpotensi sebagai insektisida nabati.
Daya Toksisitas Piper Betle Terhadap Hama Kacang Hijau (Callosobruchus maculatus) di Tempat Penyimpanan Meitry Tambingsila; Alvent Maichel Salu; Nurnilam Pakaya
Agropet Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.457

Abstract

Callosobruchus maculates F. merupakan hama utama kacang-kacangan ditempat penyimpanan dan menyebabkan kerugian yang berarti. Upaya alternative yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kerusakan dan kerugian oleh hama ini, berupa pemanfaatan daun sirih (Piper betle) karena kandungan senyawa bioaktif pada daun sirih bersifat insektisidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya toksisitas tepung daun sirih (Piper betle) dan mendapatkan dosis tepung daun sirih (Piper betle) yang efektif mematikan hama Callosobruchus maculatus F. pada kacang hijau di penyimpanan. Penelitian dengan metode eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan. Perlakuan yang diuji yaitu: S0= 0g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S1= 5g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S2= 10g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S3= 15g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S4= 20g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S5= 25g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S6= 30g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau. Adapun parameter amatan yang akan diamati yaitu 1) Mortalitas Harian C. maculatus F (%); 2) Mortalitas Total C. maculatus F (%); 3) Penyusutan Berat Biji Kacang Hijau (%); dan 4) Lethal Dose 50% (LD50) dan Lethal Dose 95% (LD95). Data hasil penelitin akan dianalisis dengan menggunakn Analysis of Variance (ANOVA). Hasil Penelitian menunjukan bahwa tepung daun sirih berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas imago C.maculatus dan Persentase mortalitas mencapai 83,33% pada dosis 30gr tepung daun sirih. LD50  tepung daun sirih yaitu 14,79gr dan LD95 yaitu 41,99gr. 
Rekayasa Lingkungan Perakaran Melalui Sistem Rorak untuk Meningkatkan Serapan Hara pada Tanaman Kakao Ita Mowidu; Endang Sri Dewi HS
Agropet Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.476

Abstract

Indonesia menjadi negara penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Meskipun demikian, produksi kakao masih rendah jika dibandingkan dengan kedua negara tersebut. Rendahnya produksi kakao antara lain disebabkan oleh produktivitas tanah yang rendah yang tidak mampu menyediakan unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao. Oleh sebab itu perlu dilakukan rekayasa lingkungan perakaran untuk meningkatkan ketersediaan dan serapan hara oleh tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun petani di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir pada bulan September sampai Desember 2021. Unit percobaan diatur menurut rancangan bujur sangkar latin (RBSL). Perlakuan yang diterapkan adalah pembuatan rorak pada pertanaman kakao tua klon Sulawesi yang terdiri dari kontrol (tanpa rorak), rorak 1, 2 dan 4. Tiap perlakuan diulang 4 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 1 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 16 tanaman percobaan.  Kontribusi penelitian terhadap ilmu pengetahuan adalah (1) memberikan gambaran hubungan rekayasa lingkungan perakaran dengan ketersedian dan serapan hara tanaman kakao; (2) menciptakan teknologi tepat guna dalam meningkatkan produksi kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi rorak pada pertanaman kakao tua meningkatkan kadar N total dan P tersedia dalam tanah. Pada kondisi tanah dengan kandungan bahan kasar tinggi, aplikasi rorak menurunkan kadar C organik dan KTK tanah pada 2 bulan setelah aplikasi. Serapan N tanaman lebih tinggi pada aplikasi rorak, tetapi serapan P lebih rendah pada 2 bulan setelah aplikasi rorak
Pengaruh Pemangkasan Daun Dan Tasel Terhadap Produksi Jagung Pulut (Zea Mays L. Ceratina) Fiki Ratowo; Yulinda Tanari; Marten Pangli
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.493

Abstract

Jagung sebagai tanaman pangan di Indonesia menduduki urutan kedua setelah padi, namun jagung mempunyai peranan yang tidak kalah penting dibandingkan padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan daun dan tasel terhadap hasil produksi jagung pulut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bewa Kecamatan Lore Selatan Kabupaten Poso, pada bulan April sampai Juni 2020. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial terdiri dari 4 taraf yaitu : P0= Tampa perlakuan, P1= Pengkasan 50% daun atas, P2= Pemangkasan 50% daun bawah, P3= Pemangkasan 50% daun atas + tasel, P4= Pemangkasan 50% daun bawah + tasel. Pemangkasan daun dan tasel berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap diameter tongkol, panjang tongkol, bobot tongkol dengan biji, bobot tongkol tanpa biji dan bobot biji pipilan kering. Perlakuan pemangkasan 50% daun atas dan tasel (P3) memberikan rata – rata hasil terbaik dari perlakuan lainnya.
Mortalitas Walang Sangit Akibat Aplikasi Ekstrak Daun Paitan Arlini Kawura; Ita Mowidu; Endang Sri Dewi Hs
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.496

Abstract

Padi merupakan penghasil beras yang menyuplai pangan utama di Indonesia. Salah satu faktor pembatas produksi padi adalah adanya serangan hama walang sangit yang menyerang pada fase masak susu. Daun paitan merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai pestisida nabati. Maka dari itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun paitan terhadap mortalitas walang sangit. Penelitian berbagai konsentrasi ekstrak daun paitan (0, 10, 20, 30, 40 dan 50 %) yang diulang 4 kali disusun menurut rancangan acak lengkap (RAL). Setiap unit terdiri dari 1 pot padi fase masak susu yang diinvestasikan 5 ekor nimfa walang sangit instar 5 dan diberi sungkup. Ekstrak daun paitan diaplikasikan sesuai dengan perlakuan pada walang sangit sebelum dimasukkan ke dalam pot padi bersungkup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun paitan berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama walang sangit. Konsentrasi ekstrak daun paitan 30% menyebabkan mortalitas walang sangit 85% dan berbeda tidak nyata dengan konsentrasi 40 dan 50%. LT-50 pada konsentrasi 30, 40, dan 50% adalah 5 hari. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa LD-50 selama 5 hari diperoleh pada konsentrasi ekstrak daun paitan 14%.
Pengaruh Berbagai Dosis Asam Humat Terhadap Hasil Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Nurul Afifah Lapatoro; Toyip Toyip; Ridwan Ridwan
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.498

Abstract

Kedelai merupakan salah satu produk pangan berprotein nabati tinggi, harga jual kedelai yang relatif baik di pasaran yang membuat pecinta kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan tanaman, pengaruh berbagai varietas terhadap pertumbuhan dan interkasi antara pemberian dosis asam humat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai Mei 2022 di Desa Bega Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 10 kombinasi perlakuan. Faktor 1 yang yaitu Varietas V1 = Grobogan dan V2= Dega 1 dan Faktor 2 Asam Humat AH1 = 500 ppm, AH2 = 1000 ppm, AH3 = 1500 ppm, AH4 = 2000 ppm dan AH5 = 2500 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga dibutuhkan 30 plot percobaan. Pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang akar, bobot kering akar, bobot kering batang, bobot kering daun, jumlah polong hampa, jumlah polong penuh dan bobot 100 butir biji kering. Perlakuan asam humat tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.  Perbedaan varietas berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 2, 5 dan 8 MST dan tidak berpengaruh terhadap variabel pengamatan lainnya.  Tidak terdapat interaksi antara pemberian dosis asam humat dengan varietas kedelai.
Karakterisasi Klon Lokal Kakao untuk Bahan Batang Bawah pada Sambung Pucuk yang dikembangkan Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan Akmal Akmal; Taruna Shafa Arzam
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.500

Abstract

Revegetasi tanaman kakao di Sulawesi Selata menggunakan berbagai jenis klon local sebagai batang bawah. Belum ada informasi karakter klon local kakao Sulawesi untuk dijadikan batang bawah dalam sambung pucuk. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan biji dari berbagai jenis klon local tanaman kakao yang memenuhi syarat sebagai batang bawah pada sambung pucuk. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juni – Agustus 2022, di lokasi pembibitan PT MARS Incorporated, Desa Buntu Batu, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu. Penelitian dalam bentuk percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok,  yang terdiri dari 6 perlakuan (jenis klon) dan 5 kali ulangan. Jenis-jenis klon yang digunakan, yaitu : klon   Sulawesi 1(K1), klon   Sulawesi 2(K2), klon Muchtar 1(K3), klon Muchtar 6 (K4), klon Buntubatu 1 (K5) dan klon Tahir (THR) (K6). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Klon mo1, klon MO6 dan klon BBO1 telah memenuhi syarat untuk dijadikan batang bawah untuk dibanding klon Sulawesi 1 dan Sulawesi 2 berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang.  

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2026): Vol 23 No 1 Tahun 2026 Vol 22 No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22, No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22, No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 22 No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 21 No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20 No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 19, No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 19, No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 18, No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 16, No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 15, No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15, No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 15 No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 14, No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14 No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14 No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet Vol 13 No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13, No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13 No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 13, No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12, No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 12, No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 11, No 1 (2014) Vol 11 No 1 (2014) Vol 10 No 2 (2013) Vol 10, No 2 (2013) Vol 10, No 1 (2013) Vol 10 No 1 (2013) Vol 9, No 1 (2012) Vol 9 No 1 (2012) More Issue