cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 16939158     EISSN : 28289250     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 266 Documents
Kualitas Spermatozoa Semen Beku Sapi Bali Pada Suhu Thawing Yang Berbeda Imelda R Binangkari; Ngurah Putu Widnyana; Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.538

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas spermatozoa semen beku sapi Bali pada suhu thawing yang berbeda. Yang dilakukan di laboratorium Universitas Sintuwu Maroso. Materi yang digunakan adalah semen beku sapi Bali yang berasal dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu suhu thawing 31°C, 34°C, 37°C dan 40°C dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Viabilitas dan abnormalitas spermatozoa diamati dengan metode pewarnaan eosin-negrosin. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis varians (Anava), jika ada pengaruh akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil pemeriksaan secara mikroskopis menunjukan bahwa rataan persentase motilitas tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 (61,67%)dan terendah pada perlakuan P4 \ (35,00%). Rataan persentase hidup/viabilitas spermatozoa tertinggi pada perlakuan P3 (71,33%) dan terendah pada perlakuan P4 (59%), dan Rataan abnormalitas tertinggi pada perlakuan P4 (15,67%) dan terendah pada perlakuan P1 (7,67%). Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu thawing berpengaruh sangat nyata (P < 0,01)` terhadap kualitas spermatozoa semen beku sapi Bali. Kualitas sperma terbaik diperoleh pada perlakuan P1 (31°C), karena telah memenuhi syarat IB yaitu motilitas spermatozoa >40%, viabilitas spermatozoa >50%, abnormalitas spermatozoa <20%. 
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING (CAPSICUM ANNUM L.) TERHADAP PERLAKUAN PEMANGKSAN DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR REBUNG BAMBU Yulinda Tanari; Moh. Syawal; Marten Pangli
Agropet Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.641

Abstract

ABSTRAKTanaman cabai keriting merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak ditanam di Indonesia karena fungsinya sebagai bumbu masakan. Dalam meningkatkan produksi tanaman cabai keriting perlu melakukan beberapa inovasi seperti perlakuan pemangkasan pucuk dan pemberian pupuk organik cair rebung bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting terhadap perlakuan pemangkasan dan pemberian pupuk organik cair rebung bambu. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Ranononcu kecamatan Poso kota Selatan Kabupaten Poso, pada bulan Juni-Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)  faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama P0 (tanpa pemangkasan), P1 (dipangkas), faktor kedua R0 (tanpa POC), R1 (kosentrasi POC 50 ml/l air), R2 (kosentrasi POC 100 ml/l air), R3 (kosentrasi POC 150 ml/l air). Perlakuan pemangkasan pucuk pada tanaman cabai keriting mampu memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang, jumlah buah terbentuk. Jumlah dan bobot buah terbentuk. Terdapat interaksi pada faktor kombinasi antara pemangkasan dan POC rebung bambu dengan kosentrasi 100 ml/liter air terhadap parameter jumlah buah terbentuk ABSTRACT The curly chili plant is a type of horticultural plant that is widely planted in Indonesia because of its function as a cooking spice. To increase the production of curly chili plants, it is necessary to carry out several innovations such as pruning shoots and applying liquid organic fertilizer to bamboo shoots. This research aims to find out the response of growth and yield of curly chili plants to pruning and application of liquid organic fertilizer for bamboo shoots. This research was carried out in Ranononcu village, Poso Kota Selatan sub-district, Poso Regency, in June-October 2023. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 factors. The first factor is P0 (without trimming), P1 (trimmed), the second factor is R0 (without POC), R1 (POC concentration 50 ml/l water), R2 (POC concentration 100 ml/l water), R3 (POC concentration 150 ml/l l water). The shoot pruning treatment on curly chili plants was able to have a real influence on the number of branches, the number of fruit formed, the number of leaves, and the wet and dry weight of the crown. There is an interaction between the combination factors between pruning and POC of bamboo shoots with a concentration of 100 ml/liter of water on the number of fruit formed parameters.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI DAN FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH Nur Hafni. L; Andri Amaliel Managanta; Ridwan .; Marten Pangli
Agropet Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.642

Abstract

ABSTRAK                                                          Sektor pertanian memiliki peran penting sebagai sumber utama bagi pendapatan petani. Padi adalah salah satu komoditas pertanian utama, karena merupakan kebutuhan pokok bagi penduduk, terutama di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, di mana mayoritas penduduknya adalah petani padi sawah. Penelitian dilakukan dari April hingga September 2019 di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Populasi penelitian mencakup 68 petani padi sawah di desa tersebut. Data diperoleh melalui wawancara dengan semua petani yang menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani padi sawah di Desa Kilo adalah Rp. 3.612.217 per bulan, dengan nilai R/C-ratio sebesar 4,15, yang menunjukkan bahwa usahatani padi sawah di desa layak untuk dijalankan. Faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas meliputi luas lahan, penggunaan pupuk, dan teknik penggunaan peralatan yang tepat, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan pendapatan petani padi sawah di Desa Kilo. ABSTRACTThe agricultural sector plays an important role as the main source of income for farmers. Rice is one of the main agricultural commodities, because it is a staple food for the population, especially in Kilo Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency, where the majority of the population are rice farmers. The study was conducted from April to September 2019 in Kilo Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency. The study population included 68 rice farmers in the village. Data were obtained through interviews with all farmers who were respondents. The results of the study showed that the average income of rice farmers in Kilo Village was IDR 3,612,217 per month, with an R/C-ratio value of 4.15, indicating that rice farming in the village is feasible to run. Factors that influence productivity include land area, fertilizer use, and proper equipment use techniques, all of which contribute to increasing the productivity and income of rice farmers in Kilo Village.. 
Pengaruh Berat Badan dan Skor Kondisi Tubuh Terhadap Selang Beranak Kerbau Rawa(Bubalus bubalis ) di Kabupaten Poso Yunober Mberato; Yan Alpius Loliwu; I Gusti Ngurah Putu Widnyana
Agropet Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.643

Abstract

Abstrak: Data diperoleh melalui pencatatan dan pengamatan dari 170 ekor induk kerbau. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi yang meliputi selang beranak sebagai variabel terikat dan bobot badan, SKT sebelum beranak dan SKT sesudah beranak sebagai variabel bebas. Rata-rata selang beranak,  bobot badan , SKT sebelum beranak, SKT sesudah beranak berturut-turut adalah adalah 19, 18 bulan; 440,52 ± 6,26; 3.24 ± 0.55; 2.77±0.04  (rata-rata ± SE). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa koefisien korelasi masing-masing variabel bebas yaitu bobot badan dan SKT sebelum beranak terhadap variabel terikat yaitu selang beranak berturut-turut adalah -0,51dan -60,75.  Koefisien determinasi (R2) yakni kontribusi keragaman bobot badan, SKT sebelum beranak, SKT sesudah beranak adalah 0,49. Variabel bobot badan dan skor kondisi tubuh sebelum beranak yang berpengaruh nyata pada  = 5%. Analisis statistik menunjukkan bahwa bobot badan induk dan skor kondisi tubuh sebelum beranak berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap selang beranak Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bobot badan  dan Skor Kondisi Tubuh (SKT)  sebelum beranak mempengaruhi selang beranak. Abstract: Data were obtained through recording and observation of 170 buffalo mothers. Data analysis was carried out using regression analysis which included calving interval as the dependent variable and body weight, SKT before calving and SKT after calving as independent variables. The average calving interval, body weight, SKT before calving, SKT after calving respectively were 19, 18 months; 440.52 ± 6.26; 3.24 ± 0.55; 2.77 ± 0.04 (mean ± SE). The results of statistical analysis showed that the correlation coefficient of each independent variable, namely body weight and SKT before calving to the dependent variable, namely calving interval, were -0.51 and -60.75 respectively. The coefficient of determination (R2) namely the contribution of body weight diversity, SKT before calving, SKT after calving was 0.49. The variables of body weight and body condition score before calving had a significant effect on  = 5%. Statistical analysis showed that the body weight of the mother and the body condition score before calving had a significant effect (P<0.01) on the calving interval. Based on the results of this study, it can be concluded that body weight and Body Condition Score (BSC) before calving affect the calving interval.
PENGARUH PEMBERIAN DOLOMIT DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL DAN KUALITAS BAWANG MERAH LEMBAH PALU (Allium cepa L. Var Lembah Palu) Marten Pangli; Yulinda Tanari; Anisa Eka Rizki Lestari
Agropet Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.644

Abstract

Bawang merah lokal Palu merupakan salah satu komoditas unggulan spesifik Sulawesi Tengah sehingga penting dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dolomit, pupuk kandang ayam dan kombinasi antara dolomit dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas bawang merah lembah Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 ulangan. Faktor 1 : dosis dolomit yaitu tanpa dolomit, 1 ton/ha, 1,5 ton/ha dan 2 ton/ha. Faktor 2 : dosis pupuk kandang ayam yaitu : 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi kombinasi antara dolomit dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata pada parameter jumlah dan bobot umbi  ABSTRACTLocal shallot of Palu is one of the best commodity and specific in Central Sulawesi that is important to plant. The objective of the research was to find out the effect of Dolomite, chicken manure and the combination of Dolomite and chicken manure on the growth, the yield and the quality of shallot of Palu Valley. The research used the Randomized Block Design in 3 repeated of factorial design. Factor I: Dosages of Dolomite were without Dolomite, 1 tons/ha. 1,5 tons/ha and 2 tons/ha. Factor II : Dosages of chicken manure were 10 tons/ha, 20 tons/ha, and 30 tons/ha. The finding of the research obtains that the application of dolomite and chicken manure combination affects significant on the measurement of plant heighn number and fresh weight of bulbs. 
ANGKA KOSEPSI SAPI BALI PASCABERANAK YANG DI INSEMINASI BUATAN PADA WAKTU YANG BERBEDA I Gusti Ngurah Putu Widnyana; Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.645

Abstract

 Abstrak: Peranan sapi Bali sangat penting dalam pembangunan subsektor peternakan, sehingga untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi Bali perlu dilakukan sistem perkawinan secara iseminasi buatan. IB merupakan program yang telah dikenal oleh peternak sebagai teknologi reproduksi ternak yang efektif. Keberhasilan program IB dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain, ternak betina itu sendiri keterampilan inseminator, ketepatan waktu IB, deteksi berahi, handling semen dan kualitas semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kosepsi sapi bali pascaberanak yang di iseminasi pada waktu yang berbeda. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso selama tiga bulan mulai bulan Juni hingga Agustus 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode percobaan lapang dengan sampel sebanyak 25 ekor sapi Bali yang di IB dengan waktu yang berbeda sebagai berikut,  P1 = inseminasi dilakukan 0 - 5 jam setelah birahi, P2 = inseminasi dilakukan 6 - 11 jam setelah birahi, P3 =  inseminasi dilakukan 12 - 17 jam setelah birahi dan P4 = inseminasi dilakukan 18 - 23 jam setelah birahi dan P5 = inseminasi dilakukan 24 - 29 jam setelah birahi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Angka konsepsi sapi bali pasca beranak yang di inseminasi buatan pada 0 – 5, 6 – 11, dan 24 – 29 jam setelah timbulnya birahi adalah 0 (nol) atau tidak menghasilkan angka konsepsi Angka konsepsi sapi bali pasca beranak yang di IB pada 12 – 17 dan 18 – 23 jam setelah timbulnya birahi menghasilkan angka konsepsi 100 yang bermakna bahwa IB yang dilakukan pada waktu tersebut menghasilkan kebuntingan 100 %. Waktu yang terbaik untuk melakukan inseminasi buatan pada sapi bali pasca beranak adalah 12 – 23 jam setelah timbulnya birahi.ABSTRACT: The role of Bali cattle is very important in the development of the livestock subsector, so to increase the productivity of Bali cattle, it is necessary to carry out a mating system by artificial insemination. IB is a program that has been recognized by farmers as an effective livestock reproduction technology. The success of the IB program is influenced by several things, including the female cattle themselves, the skills of the inseminator, the timeliness of IB, heat detection, semen handling and semen quality. This study aims to determine the conception rate of Bali cattle after calving which are inseminated at different times. The research was conducted in Padalembara Village, Poso Pesisir Selatan District, Poso Regency for three months from June to August 2020. The method used in the research was a field experiment method with a sample of 25 Balinese cattle that were inseminated at different times as follows, P1 = insemination was carried out 0 - 5 hours after estrus, P2 = insemination was carried out 6 - 11 hours after estrus, P3 = insemination was carried out 12 - 17 hours after estrus and P4 = insemination was carried out 18 - 23 hours after estrus and P5 = insemination was carried out 24 - 29 hours after estrus. The data obtained were analyzed descriptively and presented in tabular form. The results of the study showed that the conception rate of Balinese cows after calving that were artificially inseminated at 0-5, 6-11, and 24-29 hours after the onset of estrus was 0 (zero) or did not produce a conception rate. The conception rate of Balinese cows after calving that were IB at 12-17 and 18-23 hours after the onset of estrus produced a conception rate of 100, which means that the IB carried out at that time resulted in 100% pregnancy. The best time to perform artificial insemination on Balinese cows after calving is 12-23 hours after the onset of estrus. 
DIVERSIFIKASI PENDAPATAN PETANI KAKAO MELALUI SISTEM PERTANIAN AGROFORSTRI Asyifa Ayu Wulandari; Endang Sri Dewi. HS; Abdul Rahim Saleh
Agropet Vol 20 No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.646

Abstract

ABSTRAK: Tanaman kakao yang dibudidayakan dalam sistem agroforestri telah memberikan penghasilan jutaan keluarga petani dari produk biji kakao yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sistem agroforestri juga memberikan manfaat terhadap peningkatan pendapatan petani melalui produk lain selain biji kakao melalui produksi buah-buahan dan bahan baku produk lainnya yang dapat dikonversi kedalam rupiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penerapan sistem agroforestri berbasis kakao terhadap pendapatan petani melalui diversifikasi produk. Penelitian ini dilaksanakan di Lape kebun milik petani yang terletak di kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei melalaui wawancara dan observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Struktur pohon dalam sistem agroforestri menunjukkan perbedaan pada variabel jumlah spesies pohon pohon pelindung 8.71 dan kerapatan buah 65.70 pada kerapatan tinggi. Kinerja ekonomi sistem menunjukkan adanya perbedaan pada jumlah produk yang dijual dan produk yang dikonsumsi sendiri pada kerapatan tinggi sedangkan produksi kakao dan basal kakaotidak menunjukkan adanya perbedaan pada kerapatan rendah, kerapatan sedang dan kerapatan tinggi. Sistem agroforestri berbasis kakao di Lape mampu mendiversifikasi produk pada kerapatan pada kerapatan tinggi sebesar Rp. 12.821.000 per tahun dengan tingkat kerapatan pohon pelindung 15 sampai 19 pohon pada luas areal 1000 m2 sehingga mendapatkan tambahan pendapatan selain dari penjualan biji kakao. ABSTRACT: Cocoa plants cultivated in agroforestry systems have provided income for millions of farming families from cocoa bean products which have high economic value. The agroforestry system also provides benefits in increasing farmers' income through products other than cocoa beans through the production of fruit and other product raw materials that can be converted into rupiah. This research aims to identify the impact of implementing a cocoa-based agroforestry system on farmer income through product diversification. This research was carried out in a farmer's Lape plantation located in Poso Pesisir sub-district, Poso Regency, Central Sulawesi. The method used in this research is a survey method through interviews and field observations. The sampling technique was carried out deliberately (purposive sampling). The number of samples used was 21 farmers. Tree structure in the agroforestry system shows differences in the variable number of shade tree species 8.71 and fruit density 65.70 at high density. The economic performance of the system shows that there is a difference in the number of products sold and products consumed at high density, while the production of cocoa and cocoa basalt does not show any difference at low density, medium density and high density. The cocoa-based agroforestry system in Lape is able to diversify products at a high density of IDR. 12,821,000 per year with a protective tree density level of 15 to 19 trees on an area of 1000 m2 so as to obtain additional income apart from selling cocoa beans.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN SEMANGKA (Citrullus Lanatus) Yulinda Tanari; Sofyudin .; Marten Pangli
Agropet Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.647

Abstract

Abstrak: Semangka (Citrullus Lanatus) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae (labu-labuan), Buah semangka mempunyai kandungan vitamin A, vitamin C, dan vitamin lainnya serta antioksidan kuat yang bermanfaat bagi kesehatan dan dapat mencegah dehidrasi karena banyaknya air di dalamnya. Untuk mempertahankan permintaan produksi, perlu melakukan teknik budidaya tanaman yang baik salah satunya dengan melakukan pemberian pupuk agar memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman semangka, Salah satu pupuk organik yang mampu menunjang kebutuhan unsur tamanan semangka yaitu pupuk guano. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk guano dan dosis yang terbaik dari penggunaan pupuk guano pada tanaman semangka. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Ranononcu Kecamatan Poso Kota Selatan Kabupaten Poso. Berada pada titik koordinat Latitude –1.4224330 dan Longitude 120.7649870, Sulawesi Tengah, dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2024. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang menggunakan Pupuk Guano sebagai perlakuan dengan 5 taraf dosis yaitu S0 : Tanpa Gupuk Guano (kontrol), S1 : Pupuk Guano 5 ton/ha (2.800 gram/bedengan), S2 : Pupuk Guano 10 ton/ha (5.600 gram/bedengan), S3 : Pupuk Guano 15 ton/ha (8.400 gram/bedengan), S4 : Pupuk Guano 20 ton/ha( 11.200 gram/bedengan). Belum ditemukan dosis yang tepat untuk pertumbuhan tanaman semangka. 
POROSITAS DAN KADAR AIR TERSEDIA TANAH DI BAWAH TEGAKAN JATI Lucky Lutfiana; Ita Mowidu; Endang Sri Dewi HS
Agropet Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.648

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik porositas dan Kadar Air tersedia di bawah tegakan tanaman jati di kelurahan Lawanga Tawongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.  Sampel tanah utuh dan tidak utuh diambil di bawah tegakan pohon jati di kelurahan Lawanga Tawongan untuk dianalisis sifat fisiknya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di bawah tegakan pohon jati di Kelurahan Lawanga Tawongan memiliki rata-rata porositas tanah 55,86%, kadar air tanah jenuh 92,46%, kadar air tanah kapasitas lapangan 85,42%, kadar air tanah titiklayu permanen 13,29% dan kadar air tersedia 72,13% Strategi yang harus diperhatikan dibuat saluran drainase permukaan pada bentang lahan yang datar untuk menghindari terjadinya genangan jika curah hujan tinggi Di Kelurahan Lawanga Tawongan. ABSTRACT: The research aims to find out the physical characteristics of the soil under a stand of teak plants in Lawanga Tawongan village. The research method uses descriptive methods. Whole and incomplete soil samples taken under a teak tree in the Lawanga Tawongan village for analyzed its physical properties. The analysis results show that the soil under the Teak tree in Lawanga Tawongan Village have an average BV soil 1.09 g/cm3, BJ soil 2.49 g/cm3, soil porosity 55.86%, water content saturated soil 92.46%, soil water content field  capacity  85.42%,  water  content  permanent  point  wilt  soil 13.29%, available water content 72.13% and pores drainage 7.05%. The strategy that must be considered is making drainage channels surface on a flat landscape to avoid these happening puddles if rainfall is high in Lawanga Tawongan Village. 
PERAN USAHATANI NILAM DALAM MENDUKUNG PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA Indrawan .; Andri Amaliel Managanta; Abdul Rahim Saleh
Agropet Vol 20 No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.649

Abstract

ABSTRAK : Nilam merupakan komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan oleh para petani, terutama karena harganya yang relatif tinggi, yaitu sekitar Rp. 450.000 per kilogram. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya nilam sebagai salah satu sumber penghasilan rumah tangga. Kontribusi usahatani menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana usaha tani nilam mampu memberikan pengaruh pada pendapatan keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan usaha tani nilam serta menentukan seberapa besar kontribusi usaha tersebut terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli hingga September 2022 di Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan populasi penelitian terdiri dari 80 petani di Desa Molowagu dan Desa Kambutu yang menjalankan usaha tani nilam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani nilam di wilayah ini layak untuk dikembangkan dan memiliki potensi sebagai sumber penghasilan keluarga. Kontribusi usaha tani nilam terhadap pendapatan bulanan keluarga tercatat sebesar 76% atau Rp. 1.381.168, meskipun angka ini masih di bawah Upah Minimum Kabupaten Tojo Una-Una sebesar Rp. 2.390.739, sementara pendapatan dari kegiatan non-usaha tani menyumbang 24% atau Rp. 436.250. Data ini mengindikasikan bahwa usaha tani nilam memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. ABSTRACT: Patchouli is a plantation commodity that is widely cultivated by farmers, especially because the price is relatively high, which is around IDR 450,000 per kilogram. This condition encourages people to develop patchouli cultivation as a source of household income. The contribution of farming is an important indicator to measure the extent to which patchouli farming is able to influence the income of farmer families. This study aims to assess the feasibility of patchouli farming and determine how much the business contributes to the income of farmer families in Batudaka District. This study was conducted from July to September 2022 in Batudaka District, Tojo Una-Una Regency, with a study population consisting of 80 farmers in Molowagu Village and Kambutu Village who run patchouli farming businesses. The results of the study showed that patchouli farming in this area is feasible to be developed and has the potential as a source of family income. The contribution of patchouli farming to monthly family income was recorded at 76% or IDR 1,381,168, although this figure is still below the Tojo Una-Una Regency Minimum Wage of IDR. 2,390,739, while income from non-farming activities contributed 24% or Rp. 436,250. This data indicates that patchouli farming has a significant contribution to the income of farming families in Batudaka District.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2026): Vol 23 No 1 Tahun 2026 Vol 22 No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22, No 2 (2025): Volume 22 No 2 Tahun 2025 Vol 22 No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 22, No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025 Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024 Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 21 No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024 Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20 No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023 Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023 Vol 19, No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022 Vol 19, No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022 Vol 18, No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021 Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020 Vol 16, No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019 Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019 Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15, No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018 Vol 15, No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 15 No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018 Vol 14 No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14, No 2 (2017): Volume 14 No 02 Tahun 2017 Vol 14 No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 1 (2017): Volume 14 No 01 Tahun 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet Vol 13 No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13, No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016 Vol 13, No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 13 No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016 Vol 12, No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12 No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015 Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 12, No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015 Vol 11, No 1 (2014) Vol 11 No 1 (2014) Vol 10 No 2 (2013) Vol 10, No 2 (2013) Vol 10 No 1 (2013) Vol 10, No 1 (2013) Vol 9, No 1 (2012) Vol 9 No 1 (2012) More Issue