cover
Contact Name
Ahmadhanif
Contact Email
akademika.faiunisla@unisla.ac.id
Phone
+6285706923121
Journal Mail Official
akademika.faiunisla@unisla.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran No. 53A Lamongan
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Akademika
ISSN : 20857470     EISSN : 26218828     DOI : 10.30736
Akademika: Jurnal Studi Islam merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan. Jurnal ini memiliki P-ISSN (2085-7470) dan E-ISSN (2621-8828) yang terbit dua kali setahun ini, bulan Juni dan Desember, berisi kajian-kajian keislaman baik dalam bidang pendidikan, hukum, keagamaan maupun ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 02 (2020): Akademika" : 10 Documents clear
Pola Konflik Keagamaan dan Analisa Peran Stakeholder (Kajian Multisitus di Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso) Abd. Halim Soebahar; Abdul Karim
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.440

Abstract

Konflik keagamaan yang sering terjadi di Indonesia banyak disebabakn oleh perbedaan dalam mehami sumber hukum islam yakni al-Qur’an. Penilitian ini mencoba ingin mengungkap berbagai permasalah yang terjadi dalam perselisihan keagamaan di Kabupaten Jember dan Bondowoso. Hasil Penelitian ini menunjukan: 1) Pola Perselisihan Paham keagamaan di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso diantaranya, yaitu: a) Pola perselisihan paham keagamaan berskala lokal, Nasional dan Internasional. b) Pola keyakinan dan tafsirnya yang kontroversi terhadap teks keagamaan. c) Pelibatan tokoh dengan otoritasnya menyebabkan perselisihan kegamaan ditingkat dearah. d) Model tausiyah kegamaan yang kontroversial dan ujuran kebencian. 2) Peran institusi keagamaan MUI, FKUB dan Kementerian Agama dalam menangani perselisihan paham keagamaan di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso, yaitu: a) Memberi kepastian hukum terhadap ajaran kelompok yang menyimpang dengan fatwa-fatwa yang mencerahkan. b) Organisasi keagamaan melakukan proteksi dini. c) Pembinaan-pembinaan hubungan umat beragama melalui instansi pemerintah dan lembaga swasta. 3) Solusi perselisihan paham keagamaan di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso diantaranya, yaitu: a) Pemerintah berkawajiban untuk menindak tegas dan melarang aktivitas aliran yang dianggap menyimpang. b) Pro aktif masyarakat untuk mengawasi setiap gerak gerik penyebaran ajaran yang disebarkan oleh eks kelompok menyimpang. c) Paham-paham keagamaan bersikap inklusif dan moderat terhadap kelompok lain. d) Strategi dakwah yang berhaluan dakwah rahmatan lil alamin. e) Pembinaan secara continue pasca konflik. f) Membentuk desa siaga konflik. g) Terbentuknya Tim terpadu dari organisasi pemerintah dan non pemerintah.Religious conflicts that often occur in Indonesia are caused by dissenting points of view in understanding the source of Islamic law, namely the al-Qur'an. This study tries to know religious disputes in Jember and Bondowoso Regencies. The results of this study show that: 1) The pattern of disputes over religious understanding in the Jember and Bondowoso regencies includes: a) The pattern of disputes over religious understanding on a local, national and international scale. b) Pattern of controversial beliefs and interpretations of religious texts. c) The involvement of figures with their authority causes religious disputes at the regional level. d) The controversial religious religious sermon littered fully with hate speech. 2) The roles of religious institutions such as MUI, FKUB and the Ministry of Religious Affairs in handling disputes over religious understanding in Jember and Bondowoso regencies, namely: a) Providing legal certainty for deviant group teachings with enlightening fatwas. b) Religious organizations carrying out early protection. c) Fostering religious relations through government agencies and private institutions. 3) The solutions to disputes over religious understanding in the Jember and Bondowoso regencies include: a) The government is obliged to take a firm stand and prohibit activities of religious groups that are considered deviant. b) Pro-active society to take account of any activities in spreading teachings conducted by deviant groups. c) Religious ideas are inclusive and moderate towards other groups. d) Preaching strategies which are oriented towards the so-called rahmatan lil alamin. e) Giving continuous guidance after the conflict. f) Forming conflict alert villages. g) The establishment of an integrated team from both government and non-government organizations.
Relasi Orang Tua dan Lembaga Pendidikan (Kajian atas Peran Paguyuban Kelas dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di SD Kemala Bhayangkari 5 Lamongan) Rokim Rokim
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.445

Abstract

Banyaknya orang tua yang memandang sebelah mata tentang kelas masyarakat yang ada di sebuah sekolah. Ini hanya sebatas mereka tahu bahwa masyarakat hanyalah alat penghimpun dana dan tidak berpengaruh bagi pendidikan anak. Nyatanya banyak di sekolah yang mempunyai struktur kemasyarakatan tetapi hanya untuk formalitas saja. Mereka akan pindah saat ada kunjungan. Oleh karena itu penulis mengangkat judul ini untuk mengetahui bagaimana sebenarnya peran masyarakat. Hasil penelitian dapat disimpulkan menjadi tiga hal, yaitu: (1) asosiasi kelas berperan sangat penting dalam prestasi belajar siswa. Peran masyarakat tersebut antara lain: kegiatan tahunan setahun dua kali, kegiatan sehari-hari dalam memantau pembelajaran di sekolah, kegiatan kelompok kelas dalam mengikuti kegiatan di sekolah dan kegiatan sosial. (2) Faktor pendukung terbentuknya perkumpulan kelas meliputi keterbukaan guru dalam menghadapi keluhan wali tentang pembelajaran anak, adanya motivasi dari komite sekolah, besarnya keinginan wali sendiri dan menghindari kesalahpahaman antara guru dan orang tua. (3) Bagaimana mengatasi faktor penghambat pergaulan dengan kegigihan guru dan ketua masyarakat memberikan motivasi dan dorongan akan pentingnya peran orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.The number of parents looking one eye about the class of society that exist in a school. This is only to the extent that they know that the community is only a means of collecting funds and there is no effect for children’s education. In fact many in schools that have the structure of the community but just for formality only. They will move when there is a visit. Therefore the author raised this title to know how the role of the actual community. The results can be concluded into three things, they are: (1)class associations play so important role in student achievement. The role of the community they are: annual activities a year twice, daily activities in monitoring learning in schools, class group activities in following activities at school and social activities. (2) Factor supporting the formation of class associations include teacher opennes in the face of the guardian’s complaints about child’s learning, there is motivation from school committe, the magnitude of the wishes of the guardians themselves and avoiding misunderstandings between teachers and parent. (3) How to overcome the factors inhibiting the association with the persistence of teachers and chairperson of the commounity provide motivation and encouragement of the importance of the role of parents in improving student achievement
Pengembangan Budaya Toleransi dalam Pembelajaran PAI di SMA Semen Gresik A'idatul Fadlilah; Moch. Bachrurrosyady Amrulloh
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.441

Abstract

Pendidikan toleransi menjadi keharusan pada saat ini, khususnya di dunia pendidikan, karena melalui pendidikan inilah nilai-nilai kerukunan menjadi kokoh.sistem pendidikan agama sangat penting dan perlu ditingkatkan, sehingga yang dihasilkan sistem itu bukan orang-orang yang hanya berpengetahuan agama tetapi juga berakhlak mulia. Dengan mengadakan pendidikan agama yang membawa kepada pandangan luas dan sikap terbuka serta mementingkan dan meningkatkan di dalamnya pembinaan kerukunan antar agama diharapkan dapat terwujud dan berkembang dalam masyarakat, maka dari itu Pendidikan toleransi dibutuhkan guna menciptakan kehidupan yang indah dengan banyak perbedaan didalamnya, di SMA Semen Gresik merupakan sekolah swasta yang tidak berlatar agama namun bisa menerima siswanya dari manpun dan dari berbagai latar belakang yang berbeda pula sehingga tidak ada perbedaan diantara mereka. Permasalahan yang dikaji adalah: 1) Bagaimana proses pengembangan budaya toleransi dalam pembelajaran PAI di SMA Semen Gresik 2) Bagaimana output dari proses pengembangan budaya toleransi di SMA Semen Gresik. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Proses pengembengan toleransi dalam pembelajaran PAI yakni dengan menggunakan sebuah pendekatan saintifik yang mana didalam pendekatan tersebut terdapat beberapa metode diantaranya pembiasaan, diskusi kelompok2) output dari proses pengembangan tolernasi dalam pembelajaran PAI diantaranya Menghargai perbedaan, menghargai kebaikan orang lain, keterbukaan, senang dan bahagia dalam berinteraksi dengan orang lain, membantu orang tanpa melihat latar belakang mereka yang berbeda, tidak diskriminatif dengan sesama, yang mana telah ada pada  diri peserta didik.Tolerance education is a necessity at this time, especially in the world of education in seeding the values of harmony. The religious education system is very important and needs to be improved, so that the resulting system is not people who only have religious knowledge but also have a noble morality.  By implementing religious education that brings a broad view and open attitude, emphasizes and increases in it, the development of interfaith harmony is expected to be realized and developed in society. Therefore tolerance education is needed to create a beautiful life littered fully with many differences in it. Senior High School (SMA) Semen Gresik is a private school that has no religious background but could accept students from anywhere and various different backgrounds so that there is no difference between them. The problems studied are: 1) How is the process of developing a culture of tolerance in SMA Semen Gresik 2) What is the output of the process of developing a culture of tolerance in SMA Semen Gresik. The results show that: 1) The process of developing tolerance in SMA Semen Gresik is by using a scientific approach with such methods as habituation and group discussion, 2) The output of the process of developing tolerance in SMA Semen Gresik includes respect for differences, respect for the kindness of others, openness, frendly and happy in interacting with other people, helping people regardless of their different backgrounds, not discriminating others.
Penerapan Total Quality Managemen sebagai Pengembangan Budaya Mutu Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Siswadi SD Al Hikmah Surabaya Wahyuni Ahadiyah
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.446

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah melihat krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonsia. Sehingga perlu peningkatan mutu pendidikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyuluruh. Tujuan penelitian ini dilakukan: 1) untuk mengetahui bagaimana budaya mutu sekolah di Al Hikmah Surabaya, 2) mengetahui bagaimana prestasi siswa Al Hikmah Surabaya,3) bagaimana upaya pengembangan budaya mutu sekolah di Al Hikmah Surabaya dalam meningkatkan prestasi siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancanngan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui Wawancara mendalam, Observasi partisipatif, dan Studi dokumentasi. Teknik analisis data, melalui tahapan reduksi, display, dan veriifkasi. Sedangkan untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan cara Triangulasi.Penelitian ini difokuskan pada: 1). Budaya mutu sekolah di SD Al Hikmah Surabaya yang memiliki karakteristik  berikut: (a) Sekolah fokus pada kepuasan pelanggan, (b) Mengutamakan pentingnya sumber daya manusia, (c) Memiliki standart kinerja yang tinggi, (d) Budaya sekolah terdefinisi degan jelas. 2). Prestasi siswa SD Al Hikmah dapat dilihat dari: (a) prestasi yang meliputi akdemik,  (b) prestasi non akademik, termasuk kegiatan ekstrakulikuler, dan (c) ibadah dan akhlak  yang sesuai dengan tujuan sekolah, “Berbudi dan Berprestasi”. 3).Upaya mengembangkan budaya mutu di SD Al Hikmah fokus pada: a) Orientasi mutu pendidikan, b) Pelayanan sekolah, c) Komitmen sekolah terhadap mutu, d) Kurikulum sekolahThe background of this study is to look at the multidimensional crisis hitting the nation. On this stand it is necessary to improve the quality of educationasan effort to improve the quality of Indonesian human resourcescomprehensively. The objectives of this study are: 1) to find out the school quality culture in SD Al Hikmah Surabaya, 2) to find out the students' achievement in Al Hikmah Surabaya?, 3) to find out the efforts in developing the school quality culture in SD Al Hikmah Surabaya in increasing student achievement. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data collection is carried out through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies. Data analysis techniques are through such stages as reduction, display, and verification. Meanwhile, to test the validity of the data is carried out through triangulation. This study is focused on: 1). The school quality culture in SD Al Hikmah Surabaya which has the following characteristics: (a) Focusing on customer satisfaction, (b) Prioritizing the importance of human resources, (c) Having high performance standards, (d) School culture is clearly defined. 2). Student achievements in SD Al Hikmah could be seen from: (a) achievements which include academics, (b) non-academic achievements, including extracurricular activities, and (c) worship and morals which are in accordance with school goals, "Being virtuous and obtaining achievement" 3). The ffforts to develop a quality culture in SD Al Hikmah focus on: a) Orientation of educational quality, b) School services, c) School commitment to quality, d) School curriculum.
Pembentukan Karakter Islami Melalui Budaya Religius (Studi Kasus di MI Al Huda Kedonglo Ngronggot Nganjuk) Miftah Kusuma Dewi
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.439

Abstract

Perkembangan zaman dengan kecanggihan teknologi yang begitu cepat memiliki dampak besar bagi kehidupan. Walaupun perkembangan teknologi sangat bermanfaat bagi manusia tetapi juga tidak sedikit memiliki dampak buruk. Perkembangan yang semakin cepat ini perlu adanya filter/penyaring supaya manusia dapat menggunakan teknologi dengan benar. Maka sejak dini anak diajarkan tentang pendidikan karakter supaya dapat berperilaku dengan baik. Penting sekali membentuk karakter anak melalui metode pembiasaan di lingkungan keluarga, sekolah dan tempat tinggal dengan nilai-nilai kebaikan, dengan pembiasaan tersebut karakter akan tumbuh dan berkembang secara positif sesuai ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pendidikan karakter Islami melalui pembiasaan religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan guru dan kepala madrasah, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh tentang pembiasan-pembiasaan religius yang diterapkan adalah pembiasaan (3S) Senyum, Salam dan Sapa, baca senyap, sholatdhuha berjamaah, SKL madrasah, shalatdhuhur berjamaah dan ekstra kerohanian. Sedangkan mengenai pendidikan karakter Islami melalui pembiasaan religius adalah menerapkan pembiasan religius yang dilakukan setiap hari sebagai proses pembentukan karakter anak untuk berperilaku mulia, taat ibadah, jujur, toleran, peduli lingkungan, bertanggungjawab dan menjadi pondasi akidah bagi anak.The rapid technological sophistication and changes have a big impact on life. Although technological developments are very beneficial for humans, they also have a bad impact. All this requires a filter so that humans can use technology properly. From an early age children are taught about character education so that they could behave well. It is very important to shape children's character through the method of habituation in such environments as family, school and surrounding community with good values. Through such habituation the character will grow and develop positively in accordance with the Islamic teachings. This study aims to describe Islamic character education through religious habituation. This research uses a descriptive qualitative approach. Meanwhile, qualitative data were obtained from interviews with teachers and principals of madrasa, observation and documentation. The results of the research regarding the applied religious habits are so-called 3S (senyum, salam and sapa) silent reading, dhuha prayer in congregation, madrasah SKL, dhuhur prayer in congregation and extra-curricular spiritual activities. Meanwhile, the Islamic character education through religious habituation is performing religious activities every day as a process of building children's character to behave well, be obedient, honest, tolerant, environmental, responsible and become the foundation of children's faith.
Artikulasi Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Kitab Ta’lim al-Muta’allim di SMP Plus Ar Rahmat Bojonegoro Nurotun Mumtahanah; Elok Nuriyyah Pratama; Ahmad Suyuthi
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.442

Abstract

Sebagai salah satu problem yang sering muncul dalam proses pembelajaran tentang bagaimana pola hubungan antara guru dan peserta didik. Kaidah Kitab Ta’lim al-Muta’allim perlu diimplementasikan dalam lembaga pendidikan. Eksistensi pelaksanaan manajemen pendidikan yang terkandung dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim sebagaimana yang diterapkan dalam lembaga-lembaga pendidikan. seperti apa yang sudah diterapkan oleh kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa Manajemen Pendidikan dalam kitab Ta’lim al-muta’allim sangatlah bagus diterapkan dalam lembaga pendidikan saat ini. Pengajaran tentang cara menjadi seorang siswa dan guru yang baik. Pemikiran dan keyakinan Syekh Az Zarnuji tentan kaifiyah etika menuntut ilmu yang itu semua dapat meraih kemanfaatan dan keberkahan ilmu. Manajemen pendidikan yang mengamalkan kaidah kitab Ta’lim al-Muta’allim di SMP Plus Ar Rahmat tentang Pembiasaan karakter yang di terapkan dalam kaidah Ta’lim al-Muta’allim adalah kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, fokus kepada tujuan, pantang menyerah, kesederhanaan, menghargai proses, pentingnya keseimbangan ihtiar lahir dan batin, need of achievment, dan beberapa filosofi hidup dan motto yang berisi motivasi. Eksistensi manajemen pendidikan kitab Ta’lim al-Muta’allim di Ar-Rahmat yang masih begitu eksis pelaksanaannya.As one of the problems often arising in the learning process on the pattern of relationships between teachers and students, the rules of the so-called Ta'lim al-Muta'allim need to be implemented in educational institutions. The implementation of education management contained in the Ta'lim a-Muta'allim as applied in educational institutions as what implemented by the principal. The results of the study show that the education management in the Ta'limul Muta'allim is extremely important applied in educational institutions today. It teaches on how to be a good student and teacher. The thoughts of Syekh Az Zarnuji on the ethics of studying in addition to achieving the benefits and blessings of knowledge. Educational management that practices the rules as contained in the Ta'lim al-Muta'allim in Ar Rahmat about the character habituation is honesty, discipline, hard work, focus on goals, never give up, simplicity, respect for the process, the importance of balance of physical and spiritual exercise, need of achievement, and several life philosophies and mottos that contain motivation.
Fiqh Pandemi: Tinjauan Kritis terhadap PP No. 21 Tahun 2020 tentang PSBB dengan Pendekatan Sadd al-Dhari’ah Ja'far Shodiq; Muh. Mahrus Ali Ridho; Mufidul Abror
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.218

Abstract

Presiden Indonesia memulai mengadakan pembatasan interaksi sosial mulai dari tingkat dasar sampai regional untuk mencegah penyebaran virus Corona di bebrapa wilayah Indonesia. Virus Corona adalah virus yang membahayakan dan pembatasan ini sangat penting sekali apalagi di wilayah-wilayah yang masyarakatnya tidak bisa diatur dan tidak memungkinkan untuk mencegah meluasnya virus tersebut di wilayah-wilayah itu. Karena virus Corona telah memakan korban lebih dari seribu orang. Data korban ini tertanggal 28 Maret 2020. Pembahasan Ini dianggap sebagai bagian dari pembelajaran normatif yg konseptual. Sedangkan tema dari pembahasan ini adalah; Regulasi tentang Penerapan Pembatasan interaksi sosial. Sasaran dari pembelajaran ini adalah; 1. Pengetahuan tentang kaidah-kaidah hukum di Indonesia yang mengatur tentang pembatasan interaksi sosial mulai dari tingkat lokal sampai regional. 2.Pengetahuan tentang pembatasan interaksi sosial ditunjumau dari sisi pemutusan mata rantai virus. Sedangkan hasil dari pembahasan ini adalah; 1. Regulasi yang dipakai presiden untuk pembatasan interaksi sosial pada peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2020. Seperti pada ayat 1 pasal 4 yang didalamnya mencantumkan larangan bepergian ke sekolahan untuk belajar dan larangan bepergian ke tempat kerja untuk bekerja yang hal ini termasuk bagian dari pembatasan terhadap hak-hak kemanusiaan, 2. Pembatasan ini dinilai  menjadi wasilah untuk menjaga nyawa masyarakat Indonesia namun di sisi lain mencabut pembatasan ini hukumnya wajib.The President of Indonesia began to implement social restrictions ranging from local to regional level to prevent the spread of the Corona virus in several parts of Indonesia. The Corona virus is a dangerous one and these restrictions are very important, especially in areas where the community cannot be controlled and it is not possible to prevent the spread of the virus in these areas. Moreover the Corona virus has killed more than a thousand people. The Corona deaths data is dated March 28, 2020. This study is considered as part of conceptual normative one. While the theme of this study is the Regulation on the implementation of social interaction restrictions. The objectives of this study are; 1. the understanding of legal principles in Indonesia that regulate the social interaction restrictions from local to regional levels. 2. the understanding of social interaction restrictions viewed from the breaking of the chains of infection. While the results of this study are; 1. The regulation used by the president to implement social interaction restrictions are the government regulation number 21, 2020. As in paragraph 1, article 4, which includes the prohibition on going to school and traveling to work which is part of the restrictions on human rights, 2. These restrictions are considered to be a means of protecting the lives of the Indonesian people but on the other hand lifting the restrictions is obligatory.
The Kiai’s Efforts In Developing Multicultural Education In Pesantren Langitan Widang Tuban Victor Imaduddin Ahmad; Sudarto Murtaufiq
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.443

Abstract

The presence of Muslim clerics (kiai) in Langitan Islamic boarding school (pesantren) Widang Tuban is very unique to be taken into account, especially from their duties and function. They have provided direction or input in curriculum preparation, created an evaluation system, formulated institutional rules and organized the life of the entire pesantren community as well as their role as community leaders. This study focuses more on the efforts of kiai in developing multicultural Islamic education for considering that this pesantren has undergone changes and renewal but is not inseparable from traditional roots which are proven to be laden with multicultural educational values. In reality, this kind of pesantren has produced many students and graduates who have inclusive, moderate and tolerant viewpoints. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection is caccried out through such methods as observation, interviewes and documents. The results of this study showed that the efforts of the kiai in developing multicultural Islamic education in Pesantren LangitanWidang Tuban are: firstly, building a multicultural Islamic education epistemology based on the al-Qur'an and Hadith. Secondly, sharpening the values of multiculturalism in curriculum. Thirdly, fostering students' spiritual growth (spiritualization of students).
Peran Agama dalam Kesehatan Mental (Kajian Psikologis atas Kisah Maryam Binti Imran dalam QS Maryam: 18-22) Azka Salsabila; Muhammad Shodiq Masrur
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.286

Abstract

al-Qur’an adalah firman dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Manusia hidup tanpa al-Qur’an akan mengalami keresahan dan kehilangan tujuan hidup. Sebab al-Qur’an merupakan pedoman dalam segala aspek dan mampu memberikan solusi atas segala permasalahan hidup manusia, baik dari segi fisik atau mental. Bukti tersebut sudah terbukti kebenaranya di dalam Surat Maryam, sebagaimana Maryam binti Imran ketika mengalami persoalan hidup seacara mental, mampu terselesaikan hanya dengan berpedoman pada firman Allah. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan peran agama dalam menyelesaikan permasalahan hidup dan menyembuhkan psikis yang dihadapi Maryam Binti Imran. Jenis penelitian ini kepustakaan, sumber data yang diambil buku-buku, jurnal, ayat al-Qur’an yang relevan, pengumpulan data dengan cara (library research)dan metode analisis data mengunakan analisis deskriptif dan interpretatif. Hasil dari penelitian ini ialah dengan memperkuat iman dan tauhid dengan beribadah sesuia dengan tuntunan yang Allah dan Rasul ajarkan akan mengantarkan manusia pada kebahagiaan dan kesehatan mental serta mampu mengoptimalkan potensi pada diri manusia.The Qur'an is the word and love of Allah to His servants. Humans living without the Qur'an will experience anxiety and loss of purpose in life. Because the Qur'an is a guide in all aspects and is able to provide solutions to all problems of human life, both in terms of physical or mental. The evidence has been proven true in the Letter of Mary, as Maryam bint Imran when experiencing mental life problems, can be resolved only by referring to the word of God. The purpose of this writing is to describe the role of religion in solving life's problems and healing psychics faced by Maryam Bint Imran. This type of research is literature, data sources taken by books, journals, relevant Qur'anic verses, data collection by means of (library research) and data analysis methods use descriptive and interpretive analysis. The results of this research are to strengthen faith and monotheism by worshiping in accordance with the guidance that Allah and the Apostle teach will lead people to happiness and mental health and be able to optimize the potential in humans.
Polemik dan Konstribusi al-Shafi’i dalam Diskursus Yurisprudensi Islam Dwi Aprilianto; Salman Zahidi
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.444

Abstract

Artikel ini mencoba membahas tentang siapa pendiri atau pelopor Usul al-fiqh (prinsip-prinsip fiqih). Pasalnya, ada beberapa wakil dari beberapa kepala madhab yang mengaku sebagai pendiri bidang tersebut. Lantas, benarkah Syafi'i yang dikenal sebagai "ahli arsitek fikih" orang pertama yang merintis bidang usul al-fiqh. al-Syafi'i dikenal sebagai pelopor mazhab qodim dan jadid yang muncul setelah sekian lama belajar di berbagai pusat hukum di seluruh dunia. Lingkungan yang dialaminya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan pemikiran sejarah dan juga menawarkan metode pemikiran yang sistematis, pemikiran logika fiqh.This article tries to discuss the issue of who the founder or pioneer of Usul al-fiqh (the principles of Islamic jurisprudence) is. This is because there are severalal legations from several principal of Madhab claimed they are the founders of the field. So, is it trueal-Shafi'i known as "master architect of jurisprudence" the first person who pioneered the field of Usul al-fiqh. al-Shafi'i is well known as pioneer of "qodim" and "jadid" schools of thought which emerged after a long period of study in various legal centers around the world. This environment he experienced made a significant contribution to the development of historical thought and also offered a method of throught that was systematic, thought the logic of fiqh.

Page 1 of 1 | Total Record : 10