cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6,247 Documents
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI KEUANGAN DIGITAL BAGI MASYARAKAT NON-LITERASI TEKNOLOGI Wellie Sulistijanti; Fahry Reza; Retno Triswandari; Bahagia Bahagia; Taswati Nova Wijayaningrum
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57502

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan penggunaan aplikasi keuangan digital bertujuan untuk meningkatkan literasi, keterampilan, serta kesiapan masyarakat non-literasi teknologi dalam memanfaatkan layanan keuangan berbasis digital. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui demonstrasi langsung dan praktik berulang yang didukung oleh pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual peserta mengenai fungsi dan manfaat aplikasi keuangan digital, disertai dengan peningkatan keterampilan operasional dalam penggunaan fitur-fitur dasar secara mandiri. Dari aspek afektif, terjadi pergeseran sikap dari skeptis menjadi lebih terbuka dan adaptif terhadap teknologi digital. Secara sosial-ekonomi, program ini berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan rumah tangga serta membuka peluang pemanfaatan aplikasi untuk kegiatan ekonomi produktif. Peningkatan aksesibilitas terhadap layanan keuangan digital juga mendorong integrasi peserta ke dalam ekosistem keuangan modern dan memperkuat inklusi keuangan. Namun, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan capaian yang signifikan antara kondisi awal dan akhir peserta, meskipun terdapat variasi berdasarkan karakteristik individu. Secara keseluruhan, program ini berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan, tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam membangun kepercayaan diri, kesadaran, dan kesiapan masyarakat untuk beradaptasi secara berkelanjutan dalam era digital.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN MEDIA GALON BEKAS UNTUK OPTIMALISASI LAHAN SEMPIT DI GRIYA MASANGAN ASRI, SUKODONO Risma A’limathus Zuriah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57568

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa ikut serta dalam membantu proses pendampingan budidaya ikan lele dengan media galon bekas untuk optimalisasi lahan sempit di Griya Masangan Asri, Sukodono yang dilaksanakan secara tatap muka selama 2 hari. Pendampingan budidaya ikan lele dengan media galon bekas untuk optimalisasi lahan sempit di Griya Masangan Asri dimulai dengan diadakannya rapat koordinasi bersama para perangkat lingkungan Griya Masangan Asri. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development). Proses ini dimulai dengan tahap inventarisasi aset, di mana para warga secara bersama-sama mengidentifikasi potensi ketertarikan warga dalam kegiatan ini. Aset-aset ini mencakup partisipasi aktif warga, serta sumber daya lokal lainnya. Mulai dari Teknik Pengumpulan data ini menggunakan Metode Wawancara dan Observasi sehingga peneliti memperoleh informasi yang akurat dan relevan. Analisis SWOT menunjukkan, bahwasannya kegiatan ini memiliki beberapa keunggulan, yakni kerjasama antara mahasiswa dan warga, serta kegiatan pendampingan budidaya ikan lele dengan media galon bekas membawa warga menuju hal yang sangat positif dan membuahkan hasil. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Griya Masangan Asri, Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo membantu pengurus PKK dan para warga untuk mengkoordinir kegiatan budidaya ikan lele dengan media galon bekas untuk mengoptimalisasi lahan sempit. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan pendampingan budidaya ikan lele dengan media galon bekas untuk optimalisasi lahan sempit telah tercapai. Kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan partisipasi dalam membantu membimbing budidaya ikan lele menggunakan botol plastik bekas untuk mengoptimalkan lahan terbatas di Griya Masangan Asri, Sukodono, yang dilakukan secara langsung selama dua hari. Bimbingan budidaya ikan lele menggunakan botol plastik daur ulang untuk mengoptimalkan lahan terbatas di Griya Masangan Asri dimulai dengan pertemuan koordinasi dengan para pemimpin masyarakat Griya Masangan Asri. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ABCD (Pengembangan Komunitas Berbasis Aset). Proses dimulai dengan fase inventarisasi aset, di mana warga secara kolaboratif mengidentifikasi potensi minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Aset-aset ini meliputi partisipasi aktif warga dan sumber daya lokal lainnya. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi untuk memastikan peneliti memperoleh informasi yang akurat dan relevan. Analisis SWOT mengungkapkan bahwa inisiatif ini memiliki beberapa kekuatan, yaitu kolaborasi antara pelajar dan warga, serta program pendampingan budidaya ikan lele menggunakan wadah plastik daur ulang, yang telah membawa warga menuju hasil yang sangat positif dan menghasilkan hasil yang nyata. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat di Griya Masangan Asri, Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo membantu panitia PKK dan warga mengkoordinasikan kegiatan budidaya ikan lele menggunakan botol plastik bekas untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas. Secara keseluruhan bantuan dapat disimpulkan bahwa tujuan program budidaya ikan lele menggunakan botol plastik bekas untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas telah tercapai.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK DALAM PERSEMBUHAN LUKA DAN AMR PADA SAPI TERINFEKSI PMK Esti Dhamayanti; Siti Kurniawati; Axel Jeconiah; Reza Arkan Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.51236

Abstract

Peternakan sapi perah merupakan sektor peternakan yang menyediakan sumber protein hewani susu sebagai sumber protein hewani. Kesehatan sapi perah, oleh karena itu, perlu menjadi prioritas peternak untuk meningkatkan produksi susu baik secara kualitas maupun kuantitas. Gangguan kesehatan yang dapat menyerang sapi perah dan menimbulkan dampak pada produksi susu yaitu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan resistensi antibiotik (AMR). Upaya meningkatkan pengetahuan peternak mengenai gangguan penyakit diperlukan untuk melakukan penanganan pada penyakit, salah satunya melalui sosialisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek dari pengabdian masyarakat melalui edukasi kepada peternak sapi perah untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai persembuhan luka pada sapi perah yang terinfeksi PMK dan mencegah AMR. Terdapat 25 peternak sapi perah Kelompok Peternak Sapi Perah (KPSP) Sumber Rejeki yang mengikuti sosialisasi, pre-test, dan post-test untuk mengukur kemampuan peternak sebelum dan sesudah sosialisasi. Data kemudian diolah menggunakan Shapiro-Wilk dan Wilcoxon signed rank. Terdapat peningkatan rata-rata nilai dari pre-test dan post-test, yaitu 85.2 menjadi 94.4. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk (p<0.05), uji lanjutan berupa Wilcoxon signed rank test (p<0.05). Terdapat efek sosialisasi terhadap pengetahuan peternak mengenai persembuhan luka dan AMR pada sapi PMK.
EDUKASI DAN SKRINING ANEMIA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI Fayakun Nur Rohmah; Siti Arifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.51710

Abstract

Anemia pada remaja putri berdampak negatif pada prestasi akademik dan kesehatan jangka panjang. Di SD Muhammadiyah Karangkajen I dan II, pengetahuan mengenai anemia masih rendah, dan skrining belum pernah dilakukan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan melakukan skrining anemia. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang pencegahan anemia, memeriksa kadar Hemoglobin (Hb), membagikan tablet tambah darah (tablet Fe), dan memberikan lembar monitoring konsumsi tablet Fe. Evaluasi edukasi dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan siswi tentang anemia. Hasil skrining menunjukkan prevalensi anemia yang tinggi, dengan 47% siswi terdiagnosis. Program edukasi terbukti efektif, dengan peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan peserta dari 56 (pre-test) menjadi 81 (post-test). PkM ini berhasil mengidentifikasi masalah anemia yang signifikan dan meningkatkan pemahaman siswi. Tindak lanjut medis diperlukan bagi siswi yang anemia, serta program edukasi yang berkelanjutan
EDUKASI TENTANG CARA PENCEGAHAN PENYAKIT LEPTOSPIROSIS DI PESANTREN MAHASISWA AN-NUR SURABAYA: - Satriya Wijaya; Akas Yekti Pulih Asih; Novera Herdiani; Bambang Edi Suwito
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.52813

Abstract

Pondok Pesantren Mahasiswa An-Nur merupakan Ponpes yang letaknya di Jalan Wonocolo gang modin nomor 10A Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya yang mempunyai jumlah santri dari kalangan mahasiswa yang berkuliah di UINSA, UNUSA dan beberapa kampus lain yang dekat dengan Pesantren. Berdasarkan survey awal yang dilakukan tim pengabdian masyarakat, bahwasanya santri belum pernah mendapatkan edukasi tentang cara atau upaya pencegahan penyakit leptospirosis, selain itu beberapa santri juga masih belum mengerti akan pentingnya berperilaku sehat dan menjaga kesehatan diri dengan optimal. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pondok pesantren, melakukan intervensi untuk meningkatkan pemberdayaan warga santri sehingga kedepannya dapat mewujudkan kondisi pesantren yang sehat yang meliputi : a) Melakukan edukasi tentang cara pencegahan yang tepat dan efektif untuk penyakit menular khususnya penyakit leptospirosis; b) Melakukan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesantren dan pentingnya asupan nutrisi gizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh bagi setiap individu santri; c) Memberikan sumbangan sarana prasarana kesehatan dasar seperti kotak Obat P3K beserta perlengkapan P3K. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai cara pencegahan penyakit menular khususnya leptospirosis yang tepat dan efektif, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesantren dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesantren dan pentingnya asupan gizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh setiap individu santri.
PENGEMBANGAN DESA WISATA HIJAU BILEBANTE LOMBOK MELALUI BRANDING BERKELANJUTAN DENGAN DESIGN CINDERAMATA Jati Paras Ayu; Stephanny Lianardo; Yesi Pandu Pratama Wibowo DC; Siti Adelita Raif Khadijah; Dewi Rachmawati; Ayu Rakhmi Tiara Hamdani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.53229

Abstract

Pariwisata sebelum pandemi menunjukkan rendahnya perhatian wisatawan terhadap keberlanjutan, di mana keputusan berwisata lebih dipengaruhi oleh kenyamanan dan biaya daripada aspek ramah lingkungan. Situasi pandemi global kemudian menjadi titik balik yang memaksa sektor pariwisata beradaptasi dan membangun ketahanan melalui praktik yang lebih berkelanjutan dan berbasis komunitas. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan program Desa Wisata sebagai strategi pemulihan sekaligus penguatan destinasi lokal. Salah satu yang masuk dalam kategori Desa Wisata Hijau adalah Desa Bilebante, Lombok Tengah. Meski memiliki potensi lingkungan dan budaya yang kuat, masyarakat desa belum memiliki pemahaman memadai terkait branding destinasi. Melalui program pelatihan ini, anggota Pokdarwis diberikan pemahaman mengenai branding serta keterampilan praktis dalam merancang logo dan mengimplementasikannya pada produk merchandise berupa gelas kayu berukir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman branding sebesar 85%, peningkatan keterampilan desain hingga 80%, serta 75% peserta mampu mengoperasikan mesin laser engraving untuk produksi cinderamata. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan terstruktur mampu meningkatkan kapasitas branding desa wisata, memperkuat identitas visual, serta membuka peluang ekonomi melalui produk bernilai promosi.
PENGARUH KONSISTENSI PASOKAN BAHAN BAKU TERHADAP EFISIENSI PRODUKSI UMKM KERUPUK PAK SUBUR Muhammad Fahlevi; Bernadetta Elvina Putri Purnomo; Batsyeba Mensilaura Naibaho; Agus Ristono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.55512

Abstract

UMKM Kerupuk Pak Subur merupakan produsen makanan ringan tradisional yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku utama seperti tepung tapioka dan minyak goreng. Ketidakkonsistenan pasokan bahan baku menyebabkan hambatan dalam proses produksi serta menurunkan efisiensi kerja. Pengabdian ini menganalisis pengaruh konsistensi pasokan bahan baku terhadap efisiensi produksi menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung di lokasi produksi, wawancara dengan pemilik dan karyawan bagian pembelian, serta dokumentasi hasil produksi selama tiga bulan. Analisis dilakukan dengan membandingkan ketepatan waktu pasokan terhadap tingkat efisiensi produksi dan jumlah output yang dihasilkan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ketika pasokan bahan baku tiba tepat waktu sebesar 85% dari total periode pengamatan, efisiensi produksi meningkat sebesar 23% dibandingkan kondisi pasokan yang tidak teratur. Nilai korelasi sebesar 0,82 menunjukkan hubungan positif kuat antara konsistensi pasokan dan efisiensi produksi. Pemasok yang memiliki kinerja stabil membantu menjaga kontinuitas bahan baku dan menekan pemborosan waktu kerja. Perencanaan pengadaan bahan yang lebih teratur dan komunikasi aktif dengan pemasok menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi serta mempertahankan keberlanjutan produksi pada UMKM Kerupuk Pak Subur.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI TEH CASCARA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI KOPI DI KABUPATEN GAYO LUES Faoeza Hafiz Saragih; Andri Yusman Persada; Saiful Mahdi; Danar Hadisugelar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56334

Abstract

Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu kabupaten produsen kopi utama di Provinsi Aceh yang terkenal dengan jenis biji kopi gayo dan produksi 1.393 ton. Banyaknya jumlah produksi menghasilkan limbah kopi yang cukup besar dan limbah yang dihasilkan tidak diolah untuk menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi karena hanya di buang di sekitar lahan untuk menjadi kompos. Oleh sebab itu perlu dilakukan inovasi untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi teh cascara agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan petani. Metode pelaksanaan pengabdian dibuat secara sistematis dan pasrtisipatif sehingga petani dapat melakukan praktik langsung. Dari hasil pelaksanaan didapatkan bahwa petani mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengolahan limbah kulit kopi menjadi teh dan dapat dipasarkan untuk menambah pendapatan bagi keluarga.
PENGUATAN EMPAT PILAR BERBANGSA DAN BERNEGARA SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT PERSATUAN BANGSA Madaskolay Viktoris Dahoklory
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.56604

Abstract

Istilah empat pilar kebangsaan pertama kali digagas dan diperkenalkan oleh Taufiq Kiemas yang menjabat sebagai Ketua MPR RI periodesasi 2009-2014. Taufik Kiemas menawarkan penguatan empat pilar kebangsaan melalui pendidikan politik kebangsan berupa pendalaman mengenai nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai upaya memperkuat persatuan bangsa guna mencegah terjadinya disintegrasi bangsa. Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan melalui penyuluhan hukum bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang empat pilar berbangsa dan bernegara yaitu: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam penyuluhan hukum ini menggunakan metode diskusi panel, melalui beberapa tahapan yaitu: (i) Beragam; (ii) menyampaikan materi; (iii) tanya jawab-jawaban; dan (iv) Kesimpulan. Hasil kesimpulan Pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 100/PUU-XI/2013, istilah atau frasa “empat pilar berbangsa dan bernegara” telah bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Sebab kedudukan Pancasila bukan merupakan pilar (tiang), melainkan dasar negara. Oleh karena itu, terkait dengan tugas kewajiban dan anggota MPR RI dalam memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinnerka Tunggal Ika, dapat diubah istilah, slogan atau frasa menjadi “satu dasar dan tiga pilar” berbangsa dan bernegara. Jadi kedudukan Pancasila sebagai dasar bangsa dan negara yang berfungsi sebagai fondasi bagi tegak dan berdirinya tiang (pilar) ketiga yaitu UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
OPTIMALISASI PERAN PEREMPUAN DESA DALAM BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN TANAMAN KELUARGA BERBASIS POTENSI LOKAL Bambang Irawan; Rasti Amelia; Alba Robbniva; Meisha Fradisti; Adelia Rahmadina; Santi Apriliana; Aisyah Ananda Alfitria; M. Sulthan Zaky; Naswa Anszahra; Gita Nurjanah; Rahmat Kurniawan; Ismail Ismail; Fatimah Azzahra; Siti Salwa Haquita; Violita Valentina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56653

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan peran perempuan desa dalam budidaya dan pengolahan Tanaman Obat Keluarga melalui pendekatan pendidikan masyarakat berbasis partisipatif. Topik ini dipilih karena meskipun sebagian besar perempuan desa telah mengenal TOGA, pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan sederhana di tingkat rumah tangga dan belum dikelola secara produktif. Selain itu, pengetahuan mengenai teknik budidaya yang tepat, pengolahan pascapanen, pengemasan, serta potensi pemasaran produk herbal masih relatif rendah. Tanaman yang dibudidayakan dalam kegiatan ini antara lain jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), kencur (Kaempferia galanga), serai (Cymbopogon citratus), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan model pendidikan masyarakat partisipatif yang melibatkan kelompok perempuan desa seperti PKK dan dasawisma. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta kuesioner sederhana sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi materi, praktik langsung budidaya dan pengolahan Tanaman Obat Keluarga (learning by doing), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, motivasi, dan partisipasi aktif peserta dalam pengelolaan Tanaman Obat Keluarga. Dengan demikian, model pendidikan masyarakat yang kontekstual dan partisipatif terbukti efektif dalam memberdayakan perempuan desa, meningkatkan ketahanan kesehatan keluarga, serta membuka peluang pengembangan ekonomi rumah tangga berbasis produk herbal.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026) Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026) Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026) Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026 Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025 Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025 Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025 Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025 Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025 Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025 Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024 Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024 Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024 Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024 Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024 Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024 Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023 Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023 Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023 Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023 Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023 Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022 Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022 Vol. 3 No. 1 (2022): volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021 Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021 Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 Vol. 1 No. 3 (2020): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2020 Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2020 Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020 Vol. 1 No. 2 (2020): Juni 2020 More Issue