cover
Contact Name
Sugeng Nugroho
Contact Email
stagaw.kototabang@bmkg.go.id
Phone
+62752-7446089
Journal Mail Official
megasains@gawbkt.id
Editorial Address
Jalan Raya Bukittinggi - Medan KM.17 Palupuh, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat 26151
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Megasains
ISSN : 20865589     EISSN : 27232239     DOI : https://doi.org/10.46824/megasains
Core Subject : Science,
Buletin MEGASAINS diterbitkan oleh Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototobang sebagai media apresiasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang bersumber dari kegiatan penelitian berbasis ilmu-ilmu meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika (MKKuG), serta lingkungan.
Articles 214 Documents
ANALISIS SEISMIC GAP MENGGUNAKAN ANOMALI GRAVITASI Rahmat, Rahmat setyo yuliatmoko
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi mengenai keberadaan seismic gap dapat dilakukan dengan beberapa metode, seismic gap sebelumnya merupakan zona aktif gempa namun sekarang tidak adanya aktifitas gempa, hal tersebut menjadi berbahaya karena adanya penimbunan stress, sehingga jika terjadi gempa maka akan bisa dipastikan gempa yang dihasilkan akan cukup besar. Hal tersebut menjadi perhatian yang serius dalam mitigasi gempabumi terutama di daerah yang banyak penduduknya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona seismic gap dengan data seismik dan dianalisis dengan data anomali gravitasi. Berdasarkan hasil analisis, Berdasarkan hasil analisis, zona seismic gap berada pada zona transisi anomali gravitasi menengah ke rendah hal ini menandakan perbedaan densitas batuan di daerah transisi tersebut dan adanya punggungan bawah laut sehingga daerah tersebut mengalami locking stress. Gaya tekanan dari lempeng maupun dari aktifitas sesar lokal pada batuan tertahan dalam waktu yang cukup lama, sehingga berpotensi terjadinya gempa besar
VARIASI SUHU UDARA, SUHU TITIK EMBUN, DAN TEKANAN UDARA TERHADAP GAYA ANGKAT PESAWAT DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK TAHUN 2016 Putra, I Dewa Gede Arya
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuaca memiliki peran sangat penting terhadap efisiensi penerbangan. Kerapatan udara rendah membuat pesawat membutuhkan landasan pacu yang panjang ketika lepas landas. Hal tersebut dapat meningkatkan beban kerja mesin untuk menambah kecepatannya di runway. Kondisi atmosfer selalu dinamis dan tidak dapat dikendalikan. Pesawat harus mendapatkan gaya angkat maksimal dengan memperhitungkan kondisi tertentu. Operator penerbangan hanya dapat menyesuaikan dengan kondisi meteorologi tersebut untuk memperhitungkan efisiensi penerbangan. Penelitian ini dilakukan di Bandara Supadio Pontianak menggunakan data observasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak tahun 2016. Data yang digunakan meliputi meliputi suhu udara, suhu titik embun, dan tekanan udara. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa suhu udara memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap gaya angkat pesawat. Gaya angkat maksimum harian terjadi sekitar pukul 05.00 ? 06.00 WIB dan gaya angkat minimum terjadi sekitar pukul 13.00 ? 14.00 WIB. Gaya angkat terbesar bulanan terjadi pada bulan Januari dan terkecil pada bulan Agustus.   Kata kunci: Gaya angkat, kerapatan udara, lepas landas.
VARIABILITAS KUALITAS UDARA TERHADAP AEROSOL BULAN FEBRUARI 2016-2019 Okaem, Tanti Tritama; Saputra, Dodi; Zulgino, Fajri
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.632 KB)

Abstract

Pengamatan Aerosol merupakan salah satu program pengukuran yang dilakukan di Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren konsentrasi Aerosol (Black Carbon, Particulate Matter (PM10) dan Scattering Coefficient) di Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang dan untuk melakukan penelitian terhadap dampak kemunculan titik panas di Sumatera dengan pemantauan Aerosol. Penelitian ini dilakukan menggunakan data pengamatan pada bulan Februari 2016-2019. Metode yang digunakan yaitu dengan pengamatan yang dilakukan selama 24 jam melalui instrumen Catcos Magee Scientific Aethalometer untuk pengamatan Black Carbon, BAM 1020 untuk pengamatan PM10, Ecotech M9003 Integrating Nephelometer untuk pengamatan Scattering Coefficient dan pantauan titik panas (hotspot) di pulau Sumatera diambil dari data harian titik panas dari Satelit MODIS (Terra, Aqua, dan SNPP) dengan tingkat kepercayaan diatas 70%. Hasil penelitian ini menunjukan konsentrasi PM 10 dan Aerosol Scattering Coeficient  meningkat pada Februari 2019 dengan bertambahnya jumlah titik panas yaitu 367 titik dan arah pergerakan angin dominan dari timur dan timur laut. Sedangkan peningkatan titik panas pada tahun 2018 meningkatkan konsentrasi Black Carbon dan PM10
IDENTIFIKASI PENYEBARAN SUMBER KABUT ASAP KE WILAYAH SUMATERA BARAT BULAN AGUSTUS 2019 Saputra, Dodi; Okaem, Tanti Tritama; Rinaldi
Megasains Vol 10 No 02 (2019): Megasains Vol.10 No.02 Tahun 2019
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar Pulau Sumatera termasuk diantaranya provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Barat pada bulan Agustus 2019 mengalami musim Kemarau. Kondisi ini dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan sebagian masyarakat memanfaatkan situasi ini untuk melakukan perluasan lahan dengan cara pembakaran. Kebakaran hutan menyebabkan peningkatan parameter Particulate Matter (PM10) pada masing-masing provinsi. Dengan melihat pergerakan massa udara dengan metode Hysplit dan jumlah titik api menggunakan satelit Terra-Aqua BMKG, jumlah titik panas tertinggi pada provinsi Riau dengan nilai PM10 tertinggi 220 mg/m3. Pergerakan massa udara yang dominan dari daerah terdampak kebakaran hutan memberikan dampak secara langsung ke wilayah provinsi Sumatera Barat dengan konsentrasi PM10 mencapai level sedang.
PERBANDINGAN MODEL KOPEL ECMWF SYSTEM 4 DAN CFSV2 UNTUK PREDIKSI MUSIM DI INDONESIA Muharsyah, Robi
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk membandingkan curah hujan harian keluaran langsung (raw) dari dua model kopel: European Center Medium Weather Forecast System 4 (S4) dan Climate Forecast System Version 2 (CFSv2) sebagai model prediksi musim operasional pada periode Juni, Juli dan Agustus (JJA) dan Desember, Januari dan Februari (DJF). Kemampuan kedua model diukur berdasarkan ketersediaan prediksi reforecast yang diverifikasi terhadap data observasi curah hujan Global Precipitation Climatology Project (GPCP) dan Southeast Asian Observation - Southeast Asian Climate Assessment and Dataset (SA-OBS SACAD) untuk wilayah Bumi Maritim Indonesia (BMI). Ukuran verifikasi yang dipakai berupa bias aktual, bias relatif, spread anggota ensemble dalam bentuk boxplot dan akumulasi curah hujan per musim, serta korelasi spasial. Hasilnya, untuk DJF, kemampuan kedua model cenderung overestimate untuk wilayah perairan di sekitar tipe-C. Sebaliknya, untuk prediksi curah hujan di daratan keduanya underestimate. Sementara itu, untuk JJA, bias kedua model saling berkebalikan khususnya di pulau Kalimantan. Kajian ini juga menggunakan metode post-processing statistik koreksi bias untuk mengetahui pengaruhnya terhadap semua anggota ensemble pada kedua model
PENDUGAAN MUSIM TANAM TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH WIDIYANTO, SOFIAN
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum, ketersediaan air tanah mempengaruhi jadwal tanam pangan (padi, jagung, cabai, tomat dan kentang). Penyusunan neraca air dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas lahan kering melalui penentuan pola dan jadwal tanam yang sesuai dengan ketersediaan air tanah (KAT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga musim tanam tanaman pangan (padi, jagung, kentang, cabai, tomat) di lahan kering dan basah berdasarkan model neraca air. Data yang digunakan dalam analisis ketersediaan air tanah meliputi curah hujan bulanan dari pos hujan di Kabupaten Parigi Moutong, data suhu udara dari stasiun Meteorologi Mutiara Palu dan Stasiun Meteorologi Lalos Toli-Toli sebagai acuan dalam teori Mock yang digunakan untuk mencari suhu di pos hujan tempat penelitian berdasarkan ketinggian,  serta fisik tanah yang terdiri dari nilai kapasitas lahan (KL) dan titik layu permanen (TLP) wilayah Sulawesi Tengah, metode yang digunakan adalah neraca air lahan melalui perhitungan thornhwaite. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kecamatan Palasa, Ampibabo dan Torue kurang cocok untuk tanaman padi karena ketersediaan air tanah di wilayah tersebut tidak mencukupi untuk tanaman padi, sebaiknya di wilayah tersebut dilakukan penanaman jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air, seperti jagung, tomat, cabai dan kentang namun jika irigasi diwilayah tersebut dalam kondisi baik, wilayah tersebut dapat ditanami tanaman padi. Kecamatan Moutong, Siniu, Sausu, Suli, Toribulu, Tinombo Selatan, Dolago dan Baliara cocok untuk tanaman padi dan rata-rata di wilayah tersebut mempunyai 1 (satu) kali musim tanam
ANALISIS SIKLOGENESIS SIKLON TROPIS DAHLIA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT HIMAWARI Endriani, Zenita; Fauziah, Annisa
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan rendah yang muncul di lintang tropis yang terbentuk dan berkembang di wilayah lautan luas, dampak dari adanya siklon tropis jika melintas mendekati daratan adalah dapat menyebabkan kerusakan dan bencana di beberapa wilayah. Indonesia menjadi salah satu wilayah yang terdampak adanya Siklon Tropis. Untuk memprakirakan kemunculan dan kekuatan dari siklon tropis dibutuhkan analisis, baik dari pembentukan hingga tahap meluruh (siklogenesis). Dalam penelitian ini penulis menggunakan satelit Himawari-8 dan teknik Dvorak untuk menganalisis Siklon Tropis Dahlia yang baru-baru ini melewati wilayah perairan selatan Indonesia. Penulis menganalisis siklogenesis dahlia dari lapisan bawah hingga lapisan atas troposfer. Adapun parameter yang dianalisis baik dari pola struktur pembentukan awan, vortisitas, kelembaban udara dan windshear vertikal. Hasil analisis menunjukkan terjadinya pola perubahan struktur pembentukan awan dari hari ke hari, vortisitas maksimum menunjukkan nilai yang sangat signifikan ketika terbentuknya mata badai, kelembaban maksimum terjadi pada sabuk pumpunan awan, windshear vertikal yang cenderung bernilai lemah selama pertumbuhan siklon serta pembentukan konvergensi yang semakin terpola ketika tahap matang dan perlahan semuanya meluruh ketika tahap punah
ANALISIS SIKLOGENESIS SIKLON TROPIS DAHLIA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT HIMAWARI Endriani, Zenita; Fauziah, Annisa
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2342.204 KB) | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.1

Abstract

Siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan rendah yang muncul di lintang tropis yang terbentuk dan berkembang di wilayah lautan luas, dampak dari adanya siklon tropis jika melintas mendekati daratan adalah dapat menyebabkan kerusakan dan bencana di beberapa wilayah. Indonesia menjadi salah satu wilayah yang terdampak adanya Siklon Tropis. Untuk memprakirakan kemunculan dan kekuatan dari siklon tropis dibutuhkan analisis, baik dari pembentukan hingga tahap meluruh (siklogenesis). Dalam penelitian ini penulis menggunakan satelit Himawari-8 dan teknik Dvorak untuk menganalisis Siklon Tropis Dahlia yang baru-baru ini melewati wilayah perairan selatan Indonesia. Penulis menganalisis siklogenesis dahlia dari lapisan bawah hingga lapisan atas troposfer. Adapun parameter yang dianalisis baik dari pola struktur pembentukan awan, vortisitas, kelembaban udara dan windshear vertikal. Hasil analisis menunjukkan terjadinya pola perubahan struktur pembentukan awan dari hari ke hari, vortisitas maksimum menunjukkan nilai yang sangat signifikan ketika terbentuknya mata badai, kelembaban maksimum terjadi pada sabuk pumpunan awan, windshear vertikal yang cenderung bernilai lemah selama pertumbuhan siklon serta pembentukan konvergensi yang semakin terpola ketika tahap matang dan perlahan semuanya meluruh ketika tahap punah
ANALISIS SIKLOGENESIS SIKLON TROPIS DAHLIA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT HIMAWARI Endriani, Zenita; Fauziah, Annisa
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2342.204 KB) | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.1

Abstract

Siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan rendah yang muncul di lintang tropis yang terbentuk dan berkembang di wilayah lautan luas, dampak dari adanya siklon tropis jika melintas mendekati daratan adalah dapat menyebabkan kerusakan dan bencana di beberapa wilayah. Indonesia menjadi salah satu wilayah yang terdampak adanya Siklon Tropis. Untuk memprakirakan kemunculan dan kekuatan dari siklon tropis dibutuhkan analisis, baik dari pembentukan hingga tahap meluruh (siklogenesis). Dalam penelitian ini penulis menggunakan satelit Himawari-8 dan teknik Dvorak untuk menganalisis Siklon Tropis Dahlia yang baru-baru ini melewati wilayah perairan selatan Indonesia. Penulis menganalisis siklogenesis dahlia dari lapisan bawah hingga lapisan atas troposfer. Adapun parameter yang dianalisis baik dari pola struktur pembentukan awan, vortisitas, kelembaban udara dan windshear vertikal. Hasil analisis menunjukkan terjadinya pola perubahan struktur pembentukan awan dari hari ke hari, vortisitas maksimum menunjukkan nilai yang sangat signifikan ketika terbentuknya mata badai, kelembaban maksimum terjadi pada sabuk pumpunan awan, windshear vertikal yang cenderung bernilai lemah selama pertumbuhan siklon serta pembentukan konvergensi yang semakin terpola ketika tahap matang dan perlahan semuanya meluruh ketika tahap punah
PENDUGAAN MUSIM TANAM TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH WIDIYANTO, SOFIAN
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2058.745 KB) | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.2

Abstract

Secara umum, ketersediaan air tanah mempengaruhi jadwal tanam pangan (padi, jagung, cabai, tomat dan kentang). Penyusunan neraca air dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas lahan kering melalui penentuan pola dan jadwal tanam yang sesuai dengan ketersediaan air tanah (KAT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga musim tanam tanaman pangan (padi, jagung, kentang, cabai, tomat) di lahan kering dan basah berdasarkan model neraca air. Data yang digunakan dalam analisis ketersediaan air tanah meliputi curah hujan bulanan dari pos hujan di Kabupaten Parigi Moutong, data suhu udara dari stasiun Meteorologi Mutiara Palu dan Stasiun Meteorologi Lalos Toli-Toli sebagai acuan dalam teori Mock yang digunakan untuk mencari suhu di pos hujan tempat penelitian berdasarkan ketinggian,  serta fisik tanah yang terdiri dari nilai kapasitas lahan (KL) dan titik layu permanen (TLP) wilayah Sulawesi Tengah, metode yang digunakan adalah neraca air lahan melalui perhitungan thornhwaite. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kecamatan Palasa, Ampibabo dan Torue kurang cocok untuk tanaman padi karena ketersediaan air tanah di wilayah tersebut tidak mencukupi untuk tanaman padi, sebaiknya di wilayah tersebut dilakukan penanaman jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air, seperti jagung, tomat, cabai dan kentang namun jika irigasi diwilayah tersebut dalam kondisi baik, wilayah tersebut dapat ditanami tanaman padi. Kecamatan Moutong, Siniu, Sausu, Suli, Toribulu, Tinombo Selatan, Dolago dan Baliara cocok untuk tanaman padi dan rata-rata di wilayah tersebut mempunyai 1 (satu) kali musim tanam

Page 1 of 22 | Total Record : 214


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2024): Megasains Vol. 15 No. 1 Tahun 2024 Vol 14 No 2 (2023): Megasains Vol. 14 No. 2 Tahun 2023 Vol 14 No 2 (2023): Megasains Vol.14 No.2 Tahun 2023 Vol 14 No 1 (2023): Megasains Vol.14 No.1Tahun 2023 Vol 13 No 2 (2022): Megasains Vol.13 No.02 Tahun 2022 Vol 13 No 1 (2022): Megasains Vol.13 No.1 Tahun 2022 Vol 12 No 2 (2021): Megasains Vol. 12 No. 2 Tahun 2021 Vol 12 No 2 (2021): Megasains Vol.12 No.2 Tahun 2021 Vol 12 No 1 (2021): Megasains Vol.12 No.1 Tahun 2021 Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020 Vol 11 No 2 (2020): Megasains Vol.11 No.2 Tahun 2020 Vol 11 No 2 (2020): Megasains Vol. 11 No. 2 Tahun 2020 Vol 11 No 1 (2020): Megasains Vol 11 No.1 Tahun 2020 Vol 11 No 1 (2020): Megasains Vol. 11 No.1 Tahun 2020 Vol 10 No 02 (2019): Megasains Vol.10 No.02 Tahun 2019 Vol 10 No 2 (2019): Vol 10 No 2 (2019) Vol 10 No 2 (2019): Megasains Vol. 10 No. 2 Tahun 2019 Vol 10 No 1 (2019): Vol 10 No 1 (2019) Vol 10 No 1 (2019): Megasains Vol. 10 No. 1 Tahun 2019 Vol 9 No 1 (2018): Megasains Vol. 9 No. 1 Tahun 2018 Vol 9 No 1 (2018): Vol 9 No 1 (2018) Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 (2017) Vol 8 No 1 (2017): Megasains Vol. 8 No. 1 Tahun 2017 Vol 7 No 3 (2016): Vol 7 No 3 (2016) Vol 7 No 3 (2016): Megasains Vol. 7 No. 3 Tahun 2016 Vol 7 No 2 (2016): Megasains Vol. 7 No. 2 Tahun 2016 Vol 7 No 2 (2016): Vol 7 No 2 (2016) Vol 7 No 1 (2016): Vol 7 No 1 (2016) Vol 7 No 1 (2016): Megasains Vol. 7 No.1 Tahun 2016 Vol 6 No 3 (2015): Megasains Vol. 6 No.3 Tahun 2015 Vol 6 No 3 (2015): Vol 6 No 3 (2015) Vol 6 No 1 (2015): Vol 6 No 1 (2019) Vol 6 No 1 (2015): Megasains Vol. 6 No.1 Tahun 2015 Vol 4 No 3 (2013): Vol 4 No 3 (2013) Vol 4 No 3 (2013): Megasains Vol. 4 No.3 Tahun 2013 More Issue