cover
Contact Name
Septi Ariadi
Contact Email
dialektika@journal.unair.ac.id
Phone
+6287862459847
Journal Mail Official
dialektika@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa Dalam, FISIP Gedung B Universitas Airlangga Surabaya, East Java, 60286, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Dialektika
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 18580890     EISSN : 27224325     DOI : 10.20473/jsd.v15i1.2020.1-8
Core Subject : Social,
Jurnal Sosiologi Dialektika (JSD) is open access, peer-reviewed and scientific journal published by Universitas Airlangga. The objective of Jurnal Sosiologi Dialektika (JSD) is to publish original research and review articles which advance the theoretical understanding of, promote and report empirical research about the widest range of sociological topics including gender, social development, family and relationship, democracy, conflict, children welfare, social movement, urban and rural society. The journal encourages, and welcomes, submission of papers which report findings using both quantitative and qualitative research methods; articles challenging conventional concepts and proposing new conceptual approaches; and accounts of methodological innovation and the research process.
Articles 130 Documents
Kehidupan keluarga “long distance marital in relationship” Devi Anjas Primasari
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 13 No. 1 (2018): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.3 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v13i1.2018.96-102

Abstract

Keluarga kontemporer dipahami sebagai hubungan di mana individu tinggal bersama dengan komitmen, membentuk unit ekonomi dan mengasuh anak, memiliki identitas yang melekat pada kelompok. Dalam proses kehidupan, masyarakat mengalami perubahan seiring dengan tuntutan kebutuhan dan kebijakan pembangunan atau kebijakan dalam industrialisasi telah memaksa seseorang untuk bermigrasi sementara, hal ini dikarenakan individu tersebut memiliki pekerjaan di sektor industri. Penelitian ini difokuskan pada strategi pasangan suami istri dalam mempertahankan keutuhan keluarga pada pernikahan yang long distance. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif, dengan lokasi penelitian di Kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan terdapat 5 informan dengan menggunakan tiga teori sebagai pisau analisis yaitu teori Perubahan Keluarga oleh William F. Ogburn, teori adaptasi oleh Robert K. Merton, dan teori Komunikasi Interpersonal Joseph A. Devito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan keluarga long distance marital in relationships dihadapkan kepada permasalahan-permasalahan seperti kepercayaan, kejujuran, keuangan, masalah anak, masalah dengan mertua, dan pemenuhan biologis. Setiap keluarga satu dengan yang lain memiliki strategi yang sangat bervariasi. Dengan perbedaan strategi dari masing-masing keluarga memiliki efek tersendiri terhadap keberhasilan pasangan suami istri dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga selama terpisah oleh jarak.
Penegakan hukum terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran tidak masuk dinas Kadek Intan Pramita Dewi
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.523 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v15i1.2020.57-63

Abstract

Kedisiplinan dalam lingkungan keanggotaan polisi merupakan suatu bentuk kredibilitas dan komitmen polri dalam melaksanakan pekerjaannya. Berbagai peraturan dalam kepolisian banyak membahas mengenai kedisiplinan yang harus ditaati oleh para anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan kedisiplinan di lingkungan Kepolisian Udara Pondok Cabe. Adapun Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota polisi yang tidak masuk layanan tanpa izin, dianggap melakukan tindakan disipliner jika hal ini dilakukan selama 30 hari kerja berturut-turut dan dapat dikenai sanksi administratif sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (3) surat Peraturan Kepolisian Nasional No. 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Republik Indonesia. Sanksi administratif dapat berupa rekomendasi pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang prosedur penanganannya dilakukan oleh Provos.
Pengalihan peran sementara pengasuhan anak dari orang tua ke nenek dan kakek M Rizky Alif Zakaria
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.735 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v14i2.2019.120-125

Abstract

Pola asuh adalah sekelompok sikap orang tua yang berkomunikasi dengan anak-anak mereka yang menciptakan suasana emosional di mana perilaku pengasuhan diungkapkan. Peran aktif orang tua adalah upaya langsung terhadap anak-anak dan peran penting lainnya dalam menciptakan lingkungan sosial pertama oleh anak-anak bukan untuk nenek dan kakek. Studi ini berfokus pada mentransfer peran sementara pengasuhan anak dari orang tua ke nenek dan kakek dan bagaimana kakek nenek merawat anak di antara ibu yang bekerja. Penelitian ini menggunakan teori aksi sosial dari teori pengasuhan Max Weber dan Baumrind. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, informan dalam penelitian ini adalah sembilan belas anggota keluarga dengan latar belakang keluarga yang berbeda. Lokasi penelitian dilakukan dalam keluarga yang mentransfer peran pengasuhan kepada nenek dan kakek di kota Surabaya. Teknik penentuan informan menggunakan teknik bola salju. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara mendalam dan berpartisipasi langsung di lapangan. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah sembilan belas informan berdasarkan bagaimana proses mentransfer peran pengasuhan anak dari orang tua ke kakek-nenek. Melihat faktor pengasuhan yang bergeser, orang tua yang sibuk bekerja, pengasuhan anak oleh kakek-nenek hingga cucu mereka kurang asertif dan selalu menaati keinginan cucunya, kematian orang tua, ditemukannya orang tua dan munculnya trauma bagi perawatan orang lain yang bukan dari keluarga besar.
Optimalisasi satuan lalu lintas Polres Gresik dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas akibat pelanggaran muatan I Made Parwita
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 14 No. 1 (2019): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.256 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v14i1.2019.44-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi satuan lalu lintas untuk menanggulangi kecelakaan akibat pelanggaran muatan. Metode yang digunakan yakni penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah yang telah dilakukan satuan lalu lintas Polres Gresik dalam menanggulangi kecelakaan yang disebabkan kelebihan muatan adalah langkah preemtif (berupa sosialisasi), preventif (perencanaan rekayasa lalu lintas, perencanaan kawasan tertib lalu lintas) dan langkah represif (penilangan dan melaksanakan operasi gabungan). Kendala yang dihadapi oleh Polres Gresik dalam mengoptimalkan satuan lalu lintas Polres Gresik dalam menanggulangi kecelakaan yang disebabkan kelebihan muatan adalah minimnya kesadaran pengemudi yang mementingkan pendapatan daripada keselamatan lalu lintas, kurang tegasnya anggota dalam menindak pelanggar kelebihan muatan, pelanggaran waktu beroperasi kendaraan yang terjadi secara berpola, kurangnya kerjasama dari Dinas Perhubungan dan kendala penempatan barang bukti. Upaya optimalisasi satuan lalu lintas Polres Gresik dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kelebihan muatan adalah memaksimalkan sosialisiasi tata cara pengangkutan yang benar kepada para pengusaha pemilik barang, transporter dan pengemudi yang bekerjasama dengan dinas perhubungan Kabupaten Gresik, melakukan sosialisasi pentingnya melakukan pengujian kendaraan bermotor, bekerjasama dengan pihak asuransi kendaraaan untuk menghilangkan asuransi kecelakaan akibat pelanggaran muatan, dan memaksimalkan rekayasa lalu lintas untuk melakukan penataan moda share material.
Peranan satgas Dwelling Time Polres Pelabuhan Tanjung Perak terhadap penurunan angka Dwelling Time Ardian Satrio Utomo
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 13 No. 2 (2018): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.686 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v13i2.2018.132-140

Abstract

Kasus yang ditemukan di Pelabuhan Tanjung Perak adalah akumulasi kontainer lebih dari 6-7 hari. Hal ini tentu sangat merugikan berbagai pihak. Tujuan kajian ini adalah untuk mencari tahu dan menganalisa peranan kepolisian nasional terhadap penurunan tingkat waktu berdiam di Pelabuhan Tanjung Perak. Semakin lama waktu tinggal, semakin tinggi biaya logistik barang. Dalam studi ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi lamanya waktu tinggal hingga 6 sampai 7 hari di Pelabuhan Tanjung Perak masih banyak yang tidak dilaporkan punahnya ilegal, kerjasama lintas sektoral di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan gugus tugas waktu tinggal masih belum optimal dan kurang perilaku kesadaran terhadap Importir. Peran polisi dalam mengurangi waktu tinggal di Pelabuhan Tanjung Perak seperti melaksanakan kegiatan tindakan di lapangan sebagai tindak lanjut pengawasan waktu tinggal untuk mencegah punahnya ilegal; melakukan pengamatan dan patroli ke tempat, objek di dalam terminal kontainer; melaksanakan pengamanan pada saat tinggal pos; melampirkan stiker peringatan ke kontainer yang telah ada selama lebih dari sepuluh hari; koordinasi dengan lembaga lintas sektoral, dan melakukan kegiatan informasi dan komunikasi melalui media. 
Produksi bersih dan model kerjasama sebagai upaya mitigasi emisi gas rumah kaca pada sektor industri Muryani Muryani
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 13 No. 1 (2018): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.19 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v13i1.2018.48-65

Abstract

Pemanasan global telah menyita perhatian dunia bahkan akan semakin bertambah besar dimasa yang akan datang mengingat akibat yang ditimbulkannya UNO, melalui program lingkungan UNEP (United Nations Environment Programme) dan Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization, WMO) membentuk The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada 1988 untuk meneliti dan menganalisa isu-isu ilmu pengetahuan yang muncul. Makalah ini akan membahas tentang emisi GRK dari empat industri yaitu baja, aluminium, semen dan kimia.Guna mengantisipasi meningkatnya emisi GRK maka keempat industri ini perlu melakukan kerjasama. Model kerjasama apa yang paling tepat juga akan dibahas pada makalah ini.Selanjutnya alternatif solusi yang bisa. Ada beberapa emisi GRK dari sektor industri, mulai dari industri kimia, baja, semen dan alumunium. Dalam Protocol Kyoto, tersedia tiga mekanisme fleksibel dalam upaya pencapaian target penurunan emisi GRK, yaitu Emissions Trading (ET) atau perdagangan emisi antar negara maju, Joint Implementation (JI) atau pelaksanaan penurunan emisi secara bersama sama antar negara maju, dan Clean Development Mechanism (CDM) atau kerjasama antara negara maju dan negara berkembang. Studi ini menyimpulkan bahwa salah satu cara yang strategis untuk melindungi atmosfir adalah dengan cara mengontrol penggunaan sumber daya alam melalui emisi GRK.
Diversi sebagai bentuk penyelesaian perkara pidana anak di tingkat penyidikan dalam kasus kejahatan kesusilaan di wilayah hukum Polda Jatim Fahmi Noor Adly
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.722 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v15i1.2020.26-32

Abstract

Fenomena anak yang berhadapan dengan hukum menarik perhatian untuk dikaji lebih jauh. Sebagaimana diketahui bahwasanya bagi seorang pelanggar hukum berusia dibawah 18 tahun, segala bentuk penyelesaian perkara akan berdampak pada perkembangan kepribadian anak. Maka dari itu, diversi merupakan salah satu jalan yang perlu dipertimbangkan oleh penyidik untuk tetap melanjutkan perkara ataupun menghentikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan diversi sebagai bentuk penyelesaian perkara pidana anak di tingkat penyidikan dalam kasus kejahatan kesusilaan di wilayah hukum Polda Jatim serta untuk menganalisis hal-hal yang menjadi faktor penghambat dalam penerapan diversi. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan diversi, adapun penyidik yang berperan ialah penyidik khusus anak yang mana dalam pelaksanaan penangkapan, penahanan, dan pemeriksaan anak dilakukan dalam suasana kekeluargaan, serta penyidik wajib meminta pertimbangan atau saran dari pembimbing kemasyarakatan. Sedangkan faktor penghambat dalam pelaksanaan diversi selama ini yang berlangsung di wilayah hukum Polda Jatim, sepenuhnya dikarenakan adanya permasalahan internal dan eksternal.
Aplikasi Go Sigap sebagai wujud peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dengan berbasis teknologi informasi Engkos Sarkosi
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.227 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v14i2.2019.84-94

Abstract

Penyelenggaraan kebijakan dengan berbasis teknologi informasi (TI) melalui aplikasi yang bisa diakses langsung melalui ponsel adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari serta harus dilaksanakan oleh setiap instansi pemerintahan. Kepolisian Resor Gresik melakukan inovasi pelayanan publik dalam rangka mewujudkan program Promoter dari Kapolri dan melaksanakan reformasi birokrasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi melalui program yang bernama “Go Sigap”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyiapkan aplikasi go sigap sebagai wujud peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dengan berbasis teknologi infomasi. Peneliti menggunakan metode desktiptif kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi maupun dokumentasi secara mendalam agar mampu mendapat data yang valid. Hasilnya, pembentukan go sigap sebagai inovasi kebijakan berbasis teknologi dan informasi telah sesuai dengan tahapan pada pembentukan kebijakan berbasis inovasi teknologi informasi yakni melalui tahapan (1) pengetahuan (knowledge); (2) bujukan (persuasion); (3) keputusan (decision); (4) pelaksanaan (implementation); dan (5) konfirmasi (confirmation). Ada beberapa kendala dalam mempersiapkan go sigap mulai dari anggaran, penyiapan teknologi bahkan SDM.
Faktor penyebab perdagangan orang di wilayah hukum Polres Malang Kota Yuliana Plantika
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 14 No. 1 (2019): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.699 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v14i1.2019.9-15

Abstract

Perdagangan anak telah berkembang dalam bentuk jaringan kejahatan terorganisir dan tidak terorganisir, baik antar negara maupun domestik, sehingga menjadi ancaman bagi masyarakat. Perdagangan anak terjadi di berbagai daerah termasuk di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memeriksa faktor-faktor korban perdagangan anak di wilayah hukum Kepolisian Kota Malang. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan perundang-undangan, pendekatan konsep dan studi kasus. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang mendasari terjadinya perdagangan anak adalah faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor pendidikan, faktor sosial budaya, tidak adanya kesetaraan gender dan faktor penegakan hukum.
Dialogis historikalitas dalam memahami teks Soeharto di era demokrasi Zamrud Kondang Drajati
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 13 No. 2 (2018): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.942 KB) | DOI: 10.20473/jsd.v13i2.2018.103-113

Abstract

Belakangan ini terjadi fenomena masyarakat rindu Soeharto. Salah satu gaya kerinduan itu adalah ditemukan sejumlah lukisan mural berisi kritikan halus tapi tajam namun bergenre menghibur tentang seorang Soeharto yang beredar di publik. Teks Soeharto itu, yakni teks Soeharto yang berbunyi “Piye Kabare Bro…?, Penak Jamanku To Le…?”. Teks ini ditemukan pada stiker atau gambar dibak-bak truk, mobil angkutan umum, mobil angkutan barang atau pick up, baju atau kaos, papan di jalanan, baliho, dan buku. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretatif. Studi ini mengupas makna dan opini masyarakat mengenai teks Soeharto yang muncul pada era Demokrasi saat ini dengan bantuan pisau analisis Hermeneutika oleh Hans Georg Gadamer. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa,  fenomena  tersebarnya  teks  Soeharto pada era Demokrasi ini dapat dilatarbelakangi oleh berbagai motif yang mengatasnamakan kerinduan rakyat pada Era Soeharto, yakni: motif ekonomi, motif politik, motif  sosial,  motif moralitas,  motif  humor,  dan  motif  iklan (propaganda) berupa pemberitahuan maupun ajakan, motif penunjukan identitas diri dan motivasi kritikan terhadap pemerintahan saat ini untuk kehidupan yang lebih baik. Selain itu terdapat 4 analisis Dialogis Historikalitas Gadamer, diantaranya: Pertama bildung, yaitu barang-barang yang menggunakan teks Soeharto, bahasa jawa dan bahasa gaul, baju safari, jas hitam dan peci, baju loreng, rokok klobot cigarillos, senapan api. Kedua sensus communis, yaitu opini masyarakat mengenai tersebarnya teks Soeharto dan makna senyuman, serta lambaian tangan Soeharto. Ketiga pertimbangan, yaitu makna senyuman Soeharto dan peci. Dan keempat selera, yaitu bahasa jawa dan bahasa gaul, baju safari, jas hitam dan peci, baju loreng, serta pandangan positif dan negatif teks Soeharto.

Page 4 of 13 | Total Record : 130