cover
Contact Name
Titi Tiara Anasstasia, S.T., M.Sc
Contact Email
jurnaltl@upnyk.ac.id
Phone
+6282245765785
Journal Mail Official
tiara.anasstasia@upnyk.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Sleman, Yogyakarta 55283 Telp./ Fax. (0274) 486400, Email:jurnaltl@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian
ISSN : 2460691X     EISSN : 27222799     DOI : https://doi.org/10.31315/jilk
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian (JILK) is a peer-review journal. JLK is biannually published in Maret and September by the Environmental Engineering Department. The journal acts as a publication media of high quality for the student, lecturer, scientists and engineers research, which includes: Environmental management of the mining industry, Environmental management of oil, gas, and geothermal industry, Regional development and disaster mitigation and in a wide range of environmental science and technology
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2023): March" : 6 Documents clear
Kajian Keselamatan Pertambangan pada Kegiatan Pemuatan Bijih PT. J Resources Bolaang Mongondow Putu Agus; Dyah Probowati; Edy Nursanto
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 5, No 2 (2023): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v5i2.7704

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu Untuk menghindari dan mengurangi risiko yang terjadi maka diperlukan manajemen risiko yaitu dengan identifikasi bahaya (Hazard identifikasi bahaya (Hazard dentification). Observasi identifikasi bahaya pada penelitian ini dilakukan di kegiatan pemuatan bijih, dari hasil risiko tersebut dilakukan pengendalian risiko untuk mengurangi dan menghilangkan potensi tersebut. Pengamatan identifikasi bahaya pada penelitian ini dilakukan di kegiatan pemuatan bijih kemudian diketahui hasil penilaian risiko serta pengendalian yang dapat digunakan. Dari hasil penelitian tersebut pada kegiatan pemuatan bijih didapat 5 risiko kecelakaan berdasarkan HIRADC memiliki 3 tingkat risiko extreme dan 2 tingkat risiko high. Selanjutnya dari risiko kecelakaan yang ada dilakukan pengendalian sehingga setelah pengendalian didapatkan 3 tingkat risiko high risk dan 1 tingkat risiko low risk dan 1 tingkat risiko medium risk. Berdasarkan analisis mengenai kecelakaan kerja, maka didapat FR sebesar 1,344 dan SR sebesar 69,9.
Analisis Kualitas Air Dampak Pertambangan Emas Di Aliran Sungai Barito Kabupaten Murung Raya Andrie Natallius Fery; Agus Susanto; Lilik Sulistyowati
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 5, No 2 (2023): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v5i2.9256

Abstract

Mengatasi permasalahan air menjadi kebutuhan segera dan memerlukan kajian dari berbagai penelitian. Sungai Barito kurang menunjang sebagai sumber air baku air minum, perlu dilakukan penelitian dampak pencemaran pertambangan emas skala kecil di aliran sungai Barito Kabupaten Murung Raya. Tujuan Penelitian menganalisa kualitas air sungai, status pencemaran, dan beban pencemaran dampak dari pertambangan emas di aliran sungai Barito Kabupaten Murung Raya. Metode Penelitian deskriptif kuantitatif, 4 titik pengambilan sampel air sungai Barito pada bulan Mei – Juni 2022 , dianalisis dengan Indeks Pencemaran (IP) dan dihitung beban pencemar maksimum (BPM) dan Beban Pencemar Actual (BPA). Hasil menunjukkan kualitas air aliran sungai Barito Kabupaten Murung Raya pada parameter Timbal, TSS, Seng dari hulu, tengah, hilir sampai perbatasan kabupaten sebelah melebihi baku mutu air kelas II PP No. 22 Tahun 2021. Ratarata nilai IP yaitu 1,41 menunjukkan cemar ringan. Beban pencemar total pada parameter TSS sebesar 25.410,4 kg/hari, Timbal (Pb) diperkirakan sebesar 22,7 kg/hari, merkuri (Hg) diperkirakan sebesar 0,3 kg/hari setara dengan 300 gr/hari merkuri buangan dari pertambangan emas di aliran sungai sungai Barito Kabupaten Murung Raya.
Adsorbent Size's Impact On Removing Heavy Metals Mycelia Paradise; Yudha Agung Pratama
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 5, No 2 (2023): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v5i2.9167

Abstract

Numerous variables affect how well adsorption works. The material's surface area is a crucial factor in adsorption. The speed of adsorption by powder material is greater than by granular material. It is related to its surface area. The study aimed to compare the changes of dissolved heavy metals and water pH after adsorption using 60 and 100-mesh adsorbent. A hot plate stirrer was used to carry out adsorption for 5, 10, and 15 minutes. The result showed that the pH of the water changed to neutral after adsorption using 100 mesh adsorbent. Water pH did not meet quality standards after adsorption with 60 mesh adsorbent. The heavy metal Fe in water decreased with an effectiveness rate of 99.5% within 5 minutes of contact time. The concentration of Fe met the quality standards, both in adsorption using 60 and 100 mesh adsorbents. The concentration of Mn did not meet the quality standards. The effectiveness rate of reducing Mn was only 48.6% within 15 minutes of contact time.
Analisis Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Jawa Tengah Putu Gema Bujangga Waisnawa; Novia Mawar Sari; Agus Bambang Irawan
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 5, No 2 (2023): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v5i2.9300

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu kondisi bahaya yang terjadi, yang melibatkan unsur panas, bahan bakar dan udara / oksigen (lazim disebut segitiga api) yang bisa mengakibatkan kerusakan hutan dan atau hasil hutan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan (Peraturan Menteri Kehutanan, 2009). Kebakaran hutan dan lahan secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor yakni faktor alami dan faktor aktivitas manusia yang di luar kontrol dan tidak bertanggungjawab. Pengaruh iklim global El-Nino yang menyebabkan kemarau berkepanjangan membuat vegetasi menjadi kering dan gersang dan sangat gampang terbakar jika terkena percikan api. Di sisi lain, faktor manusia dan kegiatannya yang di luar kontrol terutama yang berkaitan dengan pembakaran sengaja untuk pembukaan lahan juga menjadi faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji bahaya (hazard) kebakaran hutan dan lahan dengan pendekatan analisis kuantitatif berupa pembobotan (scoring) dan penampalan (overlay), dengan hasil akhir berupa indeks bahaya kebakaran hutan dan lahan, luasan kelas bahaya administratif dan penyajian peta bahaya kebakaran hutan dan lahan untuk gunung Merbabu, Sindoro dan Sumbing. Pengecekan lapangan dilakukan sebagai upaya supervisi hasil analisis dan kajian agar tersaji kajian bahaya kebakaran hutan dan lahan yang akurat.
Efektifitas Pengolahan Limbah Cair Pengalengan Ikan pada Lahan Basah Buatan dengan Tanaman Air Untuk Menurunkan COD, TSS, Nitrogen dan Phosfat Dhikma Pristika Melenia; Euis Nurul Hidayah
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 5, No 2 (2023): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v5i2.10050

Abstract

Limbah cair pengalengan ikan di kota Tuban menjadi suatu permasalahan lingkungan, mengingat banyaknya industri perikanan di Kota Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kadar parameter COD, TSS, Phosfat dan Nitrogen pada limbah cair pengalengan ikan. Penelitian ini memanfaatkan 3 jenis tanaman air yang berbeda yaitu tanaman bambu air, tanaman sirih gading dan tanaman lembang. Tujuan lain dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas tanah liat sebagai media pada pengolahan lahan basah buatan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa lahan basah buatan dengan tanaman lembang, sirih gading dan bambu air mampu untuk menurunkan parameter pencemar pada limbah cair pengalengan ikan. Didapatkan hasil bahwa debit 5L / hari lebih baik daripada variasi debit 8L / hari. Tanaman sirih gading dan tanaman lembang memberikan hasil penyisihan parameter yang lebih baik dibandingkan tanaman bambu air. Waktu detensi yang lebih lama akan memberikan hasil yang paling optimum.
Pengelolaan Risiko Banjir Lahar Hujan Gunungapi Semeru Sektor Tenggara, Lumajang, Jawa Timur Eko Teguh Paripurno; Awang Hendrianto Pratomo; Nandra Eko Nugroho; Wahyu Sugeng Triadi; Wiratama Putra
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 5, No 2 (2023): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v5i2.7762

Abstract

Sabtu, 4 Desember 2021, Gunungapi Semeru mengalami erupsi memuntahkan material awan panas guguran dan banjir lahar hujan ke sekitar Sungai Besuk Kobokan di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Banyaknya korban yang jatuh pada erupsi Gunungapi Semeru 2021 diakibatkan karena adanya pusat aktivitas masyarakat di sekitar Sungai Besuk Kobokan serta kurangnya peringatan dan pengetahuan masyarakat akan pengurangan risiko bencana. Penelitian ini dilakukan untuk mengupayakan pengelolaan risiko bencana di sub urusan sistem peringatan dini banjir lahar hujan Gunungapi Semeru. Fokus penelitian ini ada pada layanan pemantauan bahaya pada beberapa parameter yang mempengaruhi terjadinya banjir lahar hujan berbasis infrastruktur Internet of Things dan cloud computing yang akurat dan real-time.

Page 1 of 1 | Total Record : 6