Articles
74 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 2 (2022)"
:
74 Documents
clear
Pengembangan Aplikasi Sajiloka Menggunakan Metode Scrum
Rayhan Mahardhika Wijaya Wijaya;
Andhik Budi Cahyono
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Memasak kini makin mudah dengan hadirnya e-groceries. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi dalam aktivitas memasak. Berdasar survei awal yang dilakukan, terdapat tiga permasalahan utama yaitu: tidak adanya waktu dalam membeli bahan baku masakan, perasaan jenuh terhadap masakan yang selalu sama, dan adanya kegagalan dalam mencoba resep yang baru dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam cara memasak yang benar. Sajiloka hadir dengan mengadopsi model bisnis e-groceries yang praktis dengan perpaduan produk paket bahasan makanan siap masak dan konten tutorial memasak yang lengkap dengan resep. Pengembangan Sajiloka dilakukan dengan metode scrum yang cepat dan adaptif. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam pengembangannya, yakni inisiasi proyek, eksekusi proyek, dan evaluasi proyek. Eksekusi proyek dilakukan dengan menggunakan sprint. Sedangkan, pada evaluasinya menggunakan scrum metrics berupa velocity dan work capacity. Selain itu terdapat pengujian perangkat lunak secara white box menggunakan unit testing. Hasil dari pengujian nilai keseluruhan pass dengan kata lain sistem bekerja dengan baik
Implementasi REST API Pada Fitur Rencana Strategis Dalam Aplikasi website E-Government (Studi Kasus CV. Atsoft Teknologi)
Muhammad Kevin Naufal Faza Affrianto;
Andhik Budi Cahyono
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
BAPEDDA DIY membutuhkan aplikasi website yang dapat meningkatkan pengelolaan serta pelayanan unuk melakukan pembangunan daerah. CV. Atsoft Teknologi memberikan solusi berupa penawaran aplikasi yang dapat memenuhi permintaan tersebut kepada BAPEDDA DIY. Aplikasi yang ditawarkan adalah E-Government (E-GOV). E-GOV adalah aplikasi berbasis website yang merupakan lanjutan dari SENGGUH (Sistem Evaluasi Pertanggungjawaban Pembangunan Daerah). Aplikasi ini menggunakan REST API untuk mengurangi penggunaan bandwith dan dapat mempercepat proses pertukaran data. Salah satu fitur yang terdapat pada E-GOV yang akan dibahas pada makalah ini adalah fitur rencana strategis program. Fitur ini, dapat memudahkan BAPEDDA DIY untuk melakukan pendataan program rencana pembangunan daerah selama satu periode jabatan kepala daerah. Pembahasan dan hasil yang didapatkan yakni: Arsitektur REST API, Tahap implementasi REST API pada E-Government, Tampilan antarmuka E-Government pada fitur rencana strategis program, Pengujian fitur rencana strategis program. Pada hasil menunjukkan bahwa REST API dapat mempercepat proses pertukaran data antara client dan server serta dapat menghemat penggunaan bandwith. Tujuan dari penelitian ini juga untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman developer dalam mengembangkan aplikasi website dengan teknologi REST API.
Pengujian Otomatis Aplikasi Mobile dengan Teknik Black-box Menggunakan Appium
Andi Rivaldo Rambe;
Hanson Prihantoro Putro, S.T., M.T.
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengujian adalah salah satu langkah paling penting dalam pengembangan sebuah aplikasi. Pengujian perlu dilakukan berulang kali demi memastikan aplikasi yang sedang dikembangkan bebas dari cacat dan error. Pengujian yang dilakukan berulang-ulang secara manual akan menghabiskan banyak waktu dan sumber daya yang diperlukan tim pengembang. Masalah tersebut membutuhkan sebuah solusi untuk memudahkan tim pengembang melakukan pengujian dengan lebih efektif dan efisien, seperti automated testing tools. Appium adalah sebuah alat pengujian yang memudahkan pengembang untuk melakukan pengujian secara otomatis. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efektivitas appium dalam pengujian aplikasi mobile pada aplikasi Jala Mobile. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengujian otomasi pada aplikasi Jala Mobile dengan menggunakan teknik black box testing dan menerapkan siklus STLC. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengujian otomatis yang dilakukan menggunakan Appium efektif dalam menemukan cacat dan error pada aplikasi Jala Mobile dan dapat membantu tim pengembang menghemat waktu dan sumber daya
Pengembangan Back End Menggunakan Laravel Lumen: (Studi Kasus Teknologi.id Event)
Aqshal Marta Yudha;
Andhik Budi Cahyono
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teknologi Id merupakan sebuah website yang menyediakan berita dan forum diskusi bisnis, startup, dan juga informasi seputar teknologi. Seiring berkembangnya komunitas, kegiatan aktif yang membahas tentang dunia teknologi diperlukan untuk dapat menambah wawasan dan ilmu baru seputar teknologi untuk para penggiat ataupun awam. Oleh karena itu, Teknologi Id ingin mengembangkan sebuah layanan baru yang dapat menampung komunitas untuk berkegiatan aktif di bidang teknologi, seperti workshop, webinar, course, dan training. Dikarenakan webiste Teknologi Id berbasis microservices, layanan ini akan dikembangkan menggunakan micro-framework PHP dari Laravel yaitu Lumen. Kemudian, dari sisi back end website ini sendiri akan dikemas ke dalam API yang dibangun dengan Lumen agar dapat memenuhi kemudahan perpindahan data dari service Teknologi Id Event ke service lainnya. Hasil akhir dari pengembangan ini akan menjadi sebuah fitur baru pada website Teknologi Id yang akan mewadahi sebuah publisher untuk dapat mengunggah sebuah event yang diselenggarakannya dan kemudian user dapat melihat serta memesan tiket untuk menghadiri event tersebut.
Pemanfaatan Chatbot Berbasis Dialogflow dan Google Sheet Api untuk Penyimpanan Laporan Komplain Konsumen Toko Online
IBNU AHMAD KAMAL;
ANDHIK BUDI CAHYONO
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kualitas pelayanan merupakan faktor terpenting dalam proses bisnis online karena dapat mempengaruhi omzet yang didapatkan sebuah toko online. Peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menciptakan pelayanan komplain yang baik. Saat ini pelayanan komplain toko online hanya sebatas mengajukan komplain dan menunggu respon dari penjual sehingga dibutuhkan sistem yang dapat berinteraksi dan melakukan pengumpulan data komplain secara real-time. Bot atau chatbot merupakan sebuah teknologi Intelegensia buatan yang dapat memberikan respon berdasarkan input yang diberikan, penggunaan chatbot dapat membantu melakukan interaksi percakapan secara otomatis antar penjual dan customer. chatbot dapat digunakan untuk mengumpulkan data komplain dan menyimpanya ke Google Sheet menggunakan Sheet API. dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan komplain toko online maka diperlukan sebuah chatbot yang dibangun menggunakan Dialogflow dan memiliki wenhook eksternal untuk menyimpan data pada Google Sheet.
Pengembangan Website License Management dengan Metode Test Driven Development
Indra Taftazani Wisnuaji;
Irving Vitra Paputungan
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ozeva mengembangkan sebuah aplikasi manajemen yang diberi nama Whizeva Application Client yang didalamnya terdapat beberapa aplikasi berbeda yang dapat digunakan setelah membeli lisensi per aplikasi tersebut. Dikarenakan jangka waktu berlangganan yang dapat berbeda diperlukan pengelolaan lisensi yang dapat mempermudah proses pembelian serta monitoring status lisensinya. Guna mendukung proses tersebut, dikembangkanlah solusi cepat berupa aplikasi berbasis website yang dapat digunakan segera setelah proses pengembangan selesai dilakukan. Karena merupakan solusi cepat, maka waktu pengembangan tidak terlalu lama, sehingga focus dari pengembangan ini adalah waktu, struktur sistem, bebas dari error, maintainable dan mudah digunakan. Pengembangan website menerapkan Test Driven Development sebagai metode pengembangan dan MVC sebagai pola arsitekturnya yang dinilai cocok dengan penggunaan website dimana terdapat 3 jenis pengguna berbeda yang mendukung pengembangannya menjadi modular. Dengan menjadi modular membuat pengembangan dan maintainability dari website mengalami peningkatan. Proses pengembangan website ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu pembuatan test case, mengerjakan working code, refactor code, dan diakhiri dengan pengujian akhir berupa black box testing yang terdiri dari functionality dan non functionality testing.
Meteran Listrik Cerdas Berbasis IoT Home Automation Untuk Layanan Listrik Prabayar
Adam Nurfaizi;
Irving Vitra Paputungan;
Kurniawan Dwi Irianto
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Internet of Things (IoT) merupakan solusi baru terkait permasalahan yang dimana teknologi dapat menghubungkan suatu alat dengan jaringan internet, penggunaan Internet of Things (IoT) dapat mempermudah berbagai bidang kebutuhan mulai dari kesehatan, transportasi, pertanian, keamanan dan lain lain. Dengan demikian Internet of Things (IoT) dapat diimplementasikan ke bidang yang diinginkan, khususnya untuk pemantauan arus listrik, dengan kata lain Internet of Things (IoT) dapat mempermudah pengguna dalam pemantauan penggunaan listrik. Pada artikel ini, penggunaan listrik menjadi masalah yang dimana banyaknya pengguna belum memahami bagaimana seharusnya menggunakan listrik untuk kehidupan sehari-hari, banyak dari pengguna yang mungkin akan mendapatkan tagihan tiap bulan yang diluar dugaan, masalah tersebut akan teratasi jika pengguna dapat mengetahui kebutuhan listrik dari alat-alat elektronik yang digunakan. Oleh karena itu Internet of Things (IoT) akan berperan dalam pembangunan meteran cerdas dengan basis sistem monitoring listrik yang dimana nanti akan memberikan hasil dalam bentuk informasi terkait penggunaan listrik sehari-hari, klasifikasi alat elektronik dan acuan penggunaan alat elektronik, sehingga pengguna akan lebih hati-hati dalam menggunakan alat elektronik yang belum diketahui kebutuhan arus listrik yang diperlukan, dengan demikian penggunaan listrik akan jauh lebih efisien, dengan adanya data penggunaan listrik tersebut akan mempermudah pengguna untuk menggunakan alat-alat elektronik dengan lebih bijak.
Pembuatan Tampilan Qiscus Robolabs Menggunakan Metode Design Thinking
Wijoyo Budi Prasetyo;
Elyza Gustri Wahyuni, S.T., M.Cs.
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Robolabs merupakan sebuah platform add-on Multichannel Chat dari Qiscus. Robolabs berfungsi sebagai integrator antara bot engine dengan Qiscus Multichannel Chat. Qiscus memberikan kemudahan bagi para pelaku bisnis dalam membuat chatbot, karena Robolabs ini codeless atau tanpa coding. Dikarenakan ada penambahan fitur pada Robolabs, perlu adanya penyesuaian pada tampilan di Qiscus Robolabs. Oleh karena itu dilakukan proses redesign serta pembuatan tampilan fitur baru. Metode Design Thinking digunakan dalam proses pembuatan desain Qiscus Robolabs. Design Thinking merupakan sebuah pendekatan desain yang berpusat pada manusia (human centris) untuk menyelesaikan sebuah masalah dan menghadirkan sebuah inovasi baru. Penggunaan metode ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh user serta memberikan solusi baru untuk user.
Perancangan User Experience Dan User Interface Pada Mobile App PeduliPanti Dengan Metode Design Thinking
Anwarudin Kurniawan;
Erika Ramadhani
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract— Tidak semua panti asuhan dapat memenuhi kebutuhan sandang dan pangan anak-anak asuh. untuk memenuhi kebutuhan ini tidak jarang panti asuhan mengadakan penggalangan dana secara mandiri. Hal ini tentunya mengalami beberapa kendala seperti membutuhkan waktu lama, tidak mencakup seluruh donatur yang ada, dan membutuhkan tenaga lebih untuk melaksanakannya. Makalah ini akan menjabarkan proses prototyping Mobile App PeduliPanti untuk mempermudah dan mengatasi kendala yang ada. Mobile App ini dibuat menggunakan pendeatan Design Thinking yang memiliki beberapa tahapan dalam pengerjaannya seperti empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Mobile App PeduliPanti akan menyediakan donasi secara Online. Selain itu, Mobile App ini akan menyediakan informasi panti asuhan yang letaknya dekat maupun yang jauh dengan pengguna.Keywords—PantiAsuhan, Mobile App, Design Thinking, Donasi, Online.
Implementasi Continuous Innovation Framework dalam Pengembangan Startup Sajiloka pada Tahap Problem-Solution Fit
Abyan Ahmad Nurrasyid;
Andhik Budi Cahyono
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini banyak startup bermunculan, tetapi dalam perjalanannya 90% berakhir pada kegagalan. Faktor terbesar kegagalan adalah karena startup membuat produk yang tidak dibutuhkan pasar. Sehingga penting bagi startup untuk memastikan solusi yang dirancang sudah dapat menyelesaikan permasalahan customer (problem-solution fit) sebelum produk dikembangkan dan dirilis. Sajiloka merupakan sebuah startup yang hadir guna menyelesaikan hambatan memasak di masyarakat. Sebagai startup tahap awal, ide dan model bisnis Sajiloka masih berupa rancangan dan belum teruji. Ada berbagai macam pendekatan metodologi dan framework yang dapat dipakai dalam pengembangan startup, seperti Design Thinking, Lean Startup, Jobs To Be Done, Business Model Design, dan Lean Canvas. Setiap pendekatan mempunyai kelebihannya masing-masing. Hal ini kemudian mendasari lahirnya pendekatan Continuous Innovation Framewok yang mengintegerasikan pendekatan-pendekatan tersebut menjadi suatu pendekatan baru. Pengembangan startup Sajiloka dilakukan dengan mengimplementasikan Continuous Innovation Framewok pada tahap problem-solution fit. Tahapan yang dilakukan yaitu pemodelan ide bisnis dengan Lean Canvas (modeling), penentuan prioritas Lean Canvas (prioritizing), serta pengujian bagian aspek bisnis pada Lean Canvas (testing). Tahapan testing dipecah dalam langkah penemuan masalah (problem discovery), perancangan solusi (solution design) hingga pengujian solusi (offer delivery). Dari implementasi tersebut berhasil ditemukan beberapa permasalahan yang layak untuk diselesaikan. Permasalahan tersebut kemudian coba diselesaikan dengan perancangan solusi dan diujikan dalam bentuk prototype. Hasilnya didapat bahwa solusi yang dihasilkan sudah dapat menyelesaikan permasalahan.