cover
Contact Name
Titik Respati
Contact Email
jiks.unisba@gmail.com
Phone
081312135687
Journal Mail Official
jiks.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
ISSN : "_"     EISSN : 26568438     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) adalah jurnal yang memublikasikan artikel ilmiah kedokteran dan kesehatan yang terbit setiap 6 (enam) bulan. Artikel berupa penelitian asli, laporan kasus, studi kasus, dan kajian pustaka yang perlu disebarluaskan dan ditulis dalam bahasa Indonesia dengan memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) ini merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) selain Global Medical & Health Communication yang telah bereputasi nasional dan internasional.
Articles 211 Documents
Gambaran Status Sosioekonomi Orangtua Murid Usia 5–12 Tahun di SD Pertiwi Kecamatan Bandung Wetan yang Mengalami Gizi Kurang Fildza Khadijah; Samsudin Surialaga; Franseda Franseda
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7383

Abstract

Gizi kurang masih menjadi suatu masalah kesehatan terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kejadian ini adalah kondisi sosioekonomi. Terlepas dari angka kemiskinan yang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir, masih banyak kasus gizi kurang yang ditemukan terutama pada anak usia 5–12 tahun di Kota Bandung.  Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran status sosioekonomi keluarga pada anak usia 5–12 tahun yang mengalami gizi kurang di Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian ini yaitu orangtua dan murid usia 5–12 tahun di SD Pertiwi, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa form antropometri yang disertai dengan panduan pengukuran bagi orangtua untuk menilai status gizi anak dan kuesioner untuk menilai status sosioekonomi orangtua. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif univariat untuk menggambarkan karakteristik variabel gizi dan sosioekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 15,4% dari 130 murid usia 5–12 tahun di SD Pertiwi Kota Bandung mengalami gizi kurang. Sebesar 72,2% murid yang mengalami gizi kurang tersebut berasal dari keluarga dengan status sosioekonomi sedang, sedangkan 16,7% berasal dari keluarga dengan status sosioekonomi rendah. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kejadian gizi kurang pada murid usia 5–12 tahun di SD Pertiwi Kecamatan Bandung Wetan cenderung terjadi pada keluarga dengan status sosioekonomi sedang-rendah. The Socioeconomic Status of Parents with Undernutritioned Children in Students Aged 5–12 Years at SD Pertiwi Bandung Wetan DistrictUndernutrition is still a burden in health problem, especially in developing countries, including Indonesia. One factor related to this incident is the socioeconomic conditions. There are still many cases of undernutrition found especially among children aged 5–12 years in Bandung, despite the poverty rate that has tended to decline in the past few years. The goal of this study was to provide an overview of the socioeconomic status of families with undernutritioned children aged 5–12 years in Bandung. This is a descriptive study with cross sectional design. The subjects of this study are parents and students aged 5–12 years at SD Pertiwi, Bandung Wetan District, Bandung City. The instruments used in this study are an anthropometric form accompanied by the measurement guide for parents to assess the nutritional status of children and a questionnaire to assess the socioeconomic status of parents. This study used univariate analysis methods to describe the characteristics of the nutritional and socioeconomic variables. From the analysis, it was found that as many as 15.4% of 130 students aged 5–12 years at SD Pertiwi, Bandung City, experienced undernutrition. 72.2% of students experiencing undernutrition come from families with moderate socioeconomic status, while 16.7% come from families with low socioeconomic status. From the study, it can be concluded that undernutrition in children aged 5–12 years in SD Pertiwi, Bandung Wetan District, tends to occur in families with moderate to low socioeconomic status.
Perbedaan Kemampuan Menghafal Al-Quran berdasar atas Nilai Z-Score Status Gizi pada Santri Sekolah Dasar Usia 6−12 Tahun di Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung Nur Maulida Najwa Rahima; Ike Rahmawaty Alie; Herry Garna
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7366

Abstract

Malnutrisi dengan status gizi kurang masih menjadi masalah global. Status gizi pada anak dapat memengaruhi tumbuh kembang dan terkait dengan fungsi otak terutama fungsi kognitif (memori). Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung adalah salah satu institusi pendidikan yang mewajibkan para santri menghafal Al-Quran. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan menghafal Al-Quran berdasar atas nilai z-score status gizi pada santri sekolah dasar usia 6–12 tahun di Pondok Pesantren Al Quran Babussalam. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan pendekatan cross sectional selama periode September–November 2020. Penilaian status gizi dengan indikator tinggi badan/usia menggunakan microtoise, kemudian diinterpretasi pada kurva pertumbuhan WHO. Status gizi semua santri adalah normal berdasar atas kriteria WHO. Nilai z-score dikelompokkan menjadi kelompok nilai z-score di atas nol (0), nol (0), dan di bawah nol (0), yaitu s.d. -2. Penilaian kemampuan menghafal Al-Quran menggunakan data sekunder hafalan surat Al-Quran dari wali kelas tiap-tiap tingkat. Jumlah hafalan surat Al-Quran direrata dan dikelompokkan menjadi baik (≥rerata) dan tidak baik (<rerata) berdasar atas kelompok usia. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney dengan hasil nilai p=0,029. Simpulan, terdapat perbedaan kemampuan menghafal Al-Quran berdasar atas nilai z-score status gizi normal pada santri sekolah dasar usia 6−12 tahun di Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung. Differences in the Ability of Memorizing Al-Quran based on the Z-Score of Nutritional Status in Elementary School Students Aged 6−12 Years at the Babussalam Al-Quran Islamic Boarding School, Bandung RegencyMalnutrition with poor nutrition status is a global problem nutritional status in children can affect growth and development and is related to brain function, especially cognitive function (memory). Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam, Bandung Regency, is one of the educational institutions that requires students to memorize the Al-Quran. This study aims to analyze the differences in the ability to memorize Al-Quran based on the z-score of nutritional status in elementary school students aged 6–12 years at the Al Quran Babussalam Islamic Boarding School. This type of quantitative research used analytical observational methods and cross sectional approach design during the period September–November 2020. The nutritional status assessment with height/age indicators using microtoise was then interpreted on the WHO growth curve. The nutritional status of all students is normal based on WHO criteria. The z-score values are grouped into groups of z-score values above zero (0), zero (0), and below zero (0), namely up to -2. Assessment of the ability to memorize Al-Quran using secondary data from the memorization of the Al-Quran letter from the homeroom teacher of each level. The number of memorized letters of the Al-Quran is averaged and grouped into good (≥ average) and bad (<average) based on age groups. Data analysis used the Mann-Whitney test with the result value p=0.029). In conclusion, there are differences in the ability to memorize Al-Quran based on the z-score of normal nutritional status in elementary school students aged 6–12 years at the Babussalam Al-Quran Islamic Boarding School, Bandung Regency.
Hubungan Beban Kerja Fisik dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Kuli Panggul Beras di Pasar Induk Gedebage Emilda Hanifa; Deddy Koesmayadi; Yuli Susanti
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.5668

Abstract

Prevalensi low back pain (LBP) di Indonesia 85–95% terjadi karena penyebab non-spesifik, di antaranya aktivitas fisik yang berat, mengangkat beban terlalu berat, postur tubuh statis saat bekerja, posisi bekerja, faktor gaya hidup, dan faktor psikologis. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan beban kerja fisik dengan kejadian low back pain (LBP) pada kuli panggul beras di Pasar Induk Gedebage. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri atas 33 responden. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden mengalami kejadian LBP sebanyak 29 orang. Responden yang memiliki beban kerja fisik dengan beban 33–52 kg/angkat adalah sebanyak 23 orang dan kejadian LBP sebanyak 19 orang. Hasil ananisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja fisik dan kejadian low back pain (p=0,372), namun terdapat faktor lain yang terkait dengan kejadian LBP, di antaranya usia, masa kerja, posisi angkat, dan skala nyeri. THE RELATIONSHIP OF PHYSICAL WORKLOAD WITH THE INCIDENCE OF LOW BACK PAIN (LBP) IN RICE HIP COOLIES AT PASAR INDUK GEDEBAGEThe prevalence of low back pain (LBP) in Indonesia is about 85–95%, it occurs due to non-specific causes, including heavy physical activity, lifting weights too heavy, static posture at work, working position, lifestyle factors, and psychological factors. The purpose of this study was to determine the relationship of physical workload with the incidence of low back pain (LBP) in rice hip coolies at Pasar Induk Gedebage. This research used observational analytic method with cross sectional approach. The research subjects consisted of 33 respondents. Data were collected by using questionnaires and observations. The results showed that the majority of respondents experienced LBP events as many as 29 people. Respondents who had a physical workload with a load of 33–52 kg/lift were 23 people, and LBP events were 19 people. Statistical analysis showed that there was no significant relationship between physical workload and the incidence of low back pain (p=0.372). Conclusion, there is no relationship between physical workload and the incidence of low back pain in rice hip coolies at Pasar Induk Gedebage, but there are other factors associated with LBP events, including age, work period, lifting position, and pain scale.
Scoping Review: Efek Debu Kapas terhadap Nilai Fungsi Paru pada Pekerja Tekstil Rizka Assyra Jelita; Lisa Adhia Garina; Dadi S Argadiredja
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7386

Abstract

Paparan debu kapas yang terus-menerus di tempat kerja dapat menimbulkan gangguan kesehatan pernapasan seorang pekerja, terutama pekerja tekstil. Hal ini terjadi karena debu kapas merupakan campuran kompleks dari beberapa komponen yang dapat memicu reaksi dalam tubuh manusia, seperti respons alergi atau proses lain yang tidak dapat dipahami sepenuhnya. Tujuan scoping review ini adalah menganalisis efek debu kapas terhadap nilai fungsi paru pada pekerja tekstil. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode scoping review berupa pencarian data beberapa artikel. Sampel berasal dari jurnal internasional yang berkaitan dengan efek debu kapas terhadap nilai fungsi paru pada pekerja tekstil. Database yang digunakan pada penelitian ini adalah Pubmed, Science Direct, Proquest, dan EBSCO dengan jumlah artikel yang didapat sebanyak 1.436 artikel. Hasil skrining dan uji kelayakan sebanyak 15 artikel. Hasil scoping review menunjukkan bahwa dari 15 artikel, sebagian besar penelitian menyatakan pekerja yang terpapar debu kapas mengalami penurunan nilai fungsi paru yang diukur setelah shift kerja dan memiliki nilai fungsi paru yang lebih rendah dibanding dengan kelompok kontrol. Sebagian besar artikel menyatakan parameter fungsi paru yang dipengaruhi oleh debu kapas adalah VEP1 dan berupa pola gangguan napas obstruktif. Berdasar atas kajian pada keseluruhan artikel, paparan debu kapas dapat menurunkan nilai fungsi paru pada pekerja tekstil. Scoping Review: the Effect of Dust on the Cotton Textile Workers Lung FunctionContinued exposure to cotton dust in the workplace can cause respiratory health problems for workers, especially textile workers. This occurs due to cotton dust is a complex mixture of several components that can trigger reactions in the human body, such as an allergic response or other processes that cannot be fully understood. The aim of this scoping review is to analyze the effect of cotton dust on value of pulmonary function in textile workers. This research was conducted using a scoping review method in the form of searching data from several articles. Samples come from international journals related to the effect of cotton dust on the value of lung function in textile workers. The databases used in this study were Pubmed, Science Direct, Proquest, and EBSCO, with a total of 1,436 articles. Screening results on articles and articles that passed the eligibility test were 15 articles. The results of the scoping review show that of the 15 articles, most of the studies stated that workers who were exposed to cotton dust had decreased lung function values measured after work shift and had lower lung function values than the control group. Most of the studies stated that the lung function parameter affected by cotton dust was FEV1 and most of the studies also mentioned that exposed workers experienced an obstructive pattern. Based on the study of the entire article, cotton dust exposure can reduce the value of lung function in textile workers.
Efek Antimikroba Ekstrak Air Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap Bakteri Shigella dysenteriae Secara In Vitro Qyana Al Farisi; Yuke Andriane; Miranti Kania Dewi
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7452

Abstract

Kematian akibat infeksi Shigella, terutama Shigella dysenteriae dapat mencapai lebih dari 10% terutama pada anak dan lanjut usia pada kondisi tanpa pemberian terapi yang efektif. Siprofloksasin merupakan lini pertama untuk pengobatan infeksi Shigella, akan tetapi obat ini memiliki beberapa kekurangan di antaranya harga yang mahal dan resistensi. Daun mengkudu merupakan tanaman tradisional yang diduga memiliki efek antimikro dan diharapkan dapat menjadi alternatif terapi antibiotik bagi Shigella dysenteriae yang saat ini sudah banyak mengalami resistensi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antimikro ekstrak air daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium murni. Zona hambat ditentukan melalui metode difusi cakram. Objek penelitian yang digunakan adalah Shigella dysenteriae ATCC nomor 13313. Sampel uji berupa ekstrak air daun mengkudu konsentrasi 100%, kontrol positif (siprofloksasin) dan kontrol negatif (aquadest) dengan 9 kali pengulangan. Hasil uji antimikro dengan metode difusi cakram menunjukkan tidak terbentuk zona hambat pada ekstrak air daun mengkudu konsentrasi 100%. Hal tersebut menunjukkan ekstrak air daun mengkudu konsentrasi 100% tidak memiliki efek antimikro terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Kadar flavonoid, tanin, dan alkaloid yang terdapat dalam ekstrak air daun mengkudu konsentrasi 100% pada penelitian ini kemungkinan belum cukup untuk menghasilkan efek yang diharapkan. Antimicrobial Effect of Water Extract of Noni (Morinda citrifolia L.) Leaves against Shigella dysenteriae In VitroDeath due to infection with Shigella, especially Shigella dysenteriae, can reach more than 10%, especially in children and the elderly in conditions without effective therapy. Ciprofloxacin is the first line for the treatment of Shigella infection, however this drug has several disadvantages including high price and resistance. Noni leaf is a traditional plant that is thought to have antimicrobial effects and is expected to be an alternative antibiotic therapy for Shigella dysenteriae which is currently experiencing a lot of resistance. The purpose of this study was to determine the antimicrobial effect of the water extract of noni leaves (Morinda citrifolia L.) on Shigella dysenteriae bacteria. This research is a pure laboratory experimental study. The zone of inhibition is determined by the disc diffusion method. The research object used was Shigella dysenteriae ATCC number 13313. The test sample was a water extract of noni leaves with a concentration of 100%, positive control (ciprofloxacin) and negative control (aquadest) with 9 repetitions. The results of the antimicrobial test using the disc diffusion method showed no inhibition zone was formed in the water extract of noni leaves with a concentration of 100%. This shows that a water extract of noni leaves with a concentration of 100% did not have an antimicrobial effect against the Shigella dysenteriae bacteria. The levels of flavonoids, tannins, and alkaloids contained in the water extract of noni leaves with a concentration of 100%  in this study may not be sufficient to produce the expected effect.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Penderita Talasemia Anak di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Tahun 2019 Jamaluddin Kamil; Tito Gunantara; Yani Dewi Suryani
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.5848

Abstract

Talasemia merupakan penyakit genetik dan kronis yang dapat menyebabkan anemia berat sehingga mengganggu kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor apa saja yang memengaruhi kualitas hidup penderita talasemia anak di RSUD Al- Ihsan Kabupaten Bandung tahun 2019. Subjek penelitian adalah pasien talasemia anak di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil menggunakan teknik total sampling dengan jumlah subjek 65 orang. Desain penelitian bersifat analitik dengan rancangan potong lintang. Penelitian menggunakan alat berupa kuesioner pediatric quality of life (PedsQL) yang berisi 23 pertanyaan. Hasil analisis univariat didapatkan kualitas hidup total subjek penelitian adalah buruk dengan rerata skor 68,9. Fungsi fisik, emosi, dan sekolah buruk dengan nilai rerata skor <80. Analisis bivariat dengan chi square test didapatkan hubungan bermakna antara faktor-faktor dengan kualitas hidup dengan nilai p≤0,05. Analisis multivariat dengan multiple logistic regression test didapatkan faktor yang paling dominan memengaruhi kualitas hidup yaitu fungsi sosial dengan koefisien beta 1,823 dan nilai p=0,039. Simpulan, rerata kualitas hidup penderita talasemia anak di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung adalah buruk. Fungsi yang terganggu yaitu fungsi fisik, emosi, dan sekolah. Faktor yang paling dominan memengaruhi kualitas hidup dengan nilai tertinggi yaitu fungsi sosial. FACTORS THAT INFLUENCE THE QUALITY OF LIFE OF CHILDREN WITH THALASSEMIA IN RSUD AL-IHSAN BANDUNG IN 2019Thalassemia is a genetic and chronic disease that can cause severe anemia that disrupts the quality of life. The purpose of this study was to determine the description and factors that influence the quality of life of children with thalassemia in RSUD Al-Ihsan Bandung in 2019. The subjects were pediatric thalassemia patients in RSUD Al-Ihsan Bandung who met the inclusion criteria. Data were taken using a total sampling technique with a total 65 subjects. This study design was analytic with cross sectional design. This study used a tool of a Pediatric Quality of Life (PedsQL) questionnaire containing 23 questions. Univariate analysis results found that the total quality of life of the study subjects was poor with a mean score of 68.9. Physical, emotional, and school functions were poor with an average score of <80. Bivariate analysis with chi square test found a significant relationship between factors with quality of life with a p value ≤0.05. Multivariate analysis with multiple logistic regression test found that the most dominant factor affecting the quality of life was social function with a beta coefficient of 1.823 (p=0.039). Conclusions, the average quality of life of children with thalassemia in RSUD Al-Ihsan in Bandung is poor. Functions that are disrupted are physical, emotional, and school functions. The most dominant factor influencing the quality of life with the highest value is social function.
Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Anak Usia 2–5 Tahun di Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Citra Kartika; Yani Dewi Suryani; Herry Garna
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.5597

Abstract

Stunting adalah kondisi gizi kronik yang diakibatkan oleh pemberian nutrisi yang tidak seimbang dengan kebutuhan berdasar atas indeks panjang badan menurut usia dengan nilai melampaui <–2 Standar Deviasi (SD). Efek jangka pendek stunting salah satunya dapat memengaruhi perkembangan motorik. Stunting dan perkembangan motorik erat kaitannya dengan kuantitas dan kualitas nutrisi yang masih terbatas sehingga proses perkembangan saraf yang dibutuhkan untuk fungsi motorik menjadi terganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan motorik kasar dan halus pada anak usia 2–5 tahun di Desa Panyirapan, Kec. Soreang, Kab. Bandung periode Agustus–September 2019. Penelitian ini merupakan analitik observasional menggunakan desain kasus kontrol dengan prosedur matching. Subjek dipilih menggunakan teknik pemilihan purposive sampling didapat sampel 37 anak untuk tiap kelompok kasus dan kontrol. Penilaian perkembangan motorik kasar dan halus menggunakan kuesioner praskrining perkembangan aspek motorik kasar dan halus. Data status stunting didapat berdasar atas skor-z indeks tinggi badan menurut usia kurang dari –2 SD. Analisis data menggunakan Uji McNemar. Hasil uji diperoleh status gizi stunting kemungkinan 5,02 kali (IK95%: 1,46–17,21) mengalami suspek gangguan perkembangan motorik kasar (p=0,013) serta kemungkinan 6,28 kali (IK95%: 1,85–21,39) mengalami suspek gangguan perkembangan motorik halus dibanding dengan status gizi tidak stunting (p=0,012). Simpulan, terdapat hubungan stunting dengan perkembangan motorik kasar dan halus pada anak usia 2–5 tahun. CORRELATION BETWEEN STUNTING WITH GROSS AND FINE MOTOR DEVELOPMENT OF CHILDREN AGED 2–5 YEARS OLD IN PANYIRAPAN SUBDISTRICT SOREANG BANDUNGStunting is a chronic nutritional condition caused by the intake of nutrients that are not balanced with the needs based indicator of body length for age with values exceeding <-2 Standard Deviation (SD). One of the short-term effects of stunting can affect motor development. Stunting and motor development are closely related to the quantity and quality of nutrients that are still limited so that the process of nerve development needed for motor function is disrupted. This study aims to determine the relationship of stunting with gross and fine motor development in children aged 2–5 years in Panyirapan subdistrict, Soreang, Bandung. This study was an observational analytic using a case control design with matching procedures. Subjects selected by purposive sampling technique obtained 37 samples of children for each case and control group. Gross and fine motor development was measure using kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP). Stunting was measured by indicator of body length for age (z-score) less than –2SD. Data analysis using McNemar test. The test results obtained that stunting has a possibility of 5.02 times (95%CI: 1.46–17.11) suspected of impaired gross motor development (p=0.013), and a 6.28 times probability (95%CI: 1.85–21.39) had suspected impairment of fine motor development compared with non-stunting (p=0.012). Conclusion, there is an correlation between stunting with gross and fine motor development in children aged 2–5 years.
Scoping Review: Pengaruh Mendengarkan Murottal Al-Quran terhadap Tingkat Stres Orang Dewasa Edwina Sukmasari Yunus; Pandith A Arismunandar; Dadang Rukanta
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7503

Abstract

Murottal adalah pembacaan Al-Quran yang sesuai dengan tajwidnya ditambah dengan tartil (perlahan, tidak tergesa-gesa dengan mahraj yang jelas dan benar) dan dilagukan berdasar atas ilmu nagham. Sama halnya dengan terapi musik, banyak penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa salah satu efek Murottal Al-Quran adalah dapat menurunkan tingkat stres. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh murottal Al-Quran terhadap tingkat stres orang dewasa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode scoping review yang merupakan pencarian data melalui penelitian-penelitian sebelumnya dengan memfiltrasi penelitian-penelitian tersebut berdasar atas PICOS: Population, Intereention, Clontrol and Study. Pada penelitian ini, artikel-artikel yang di-review berasal dari jurnal nasional dan internasional yang berkaitan dengan pengaruh murottal Al-Quran terhadap stres. Berasal dari negara Malaysia dengan jumlah total artikel sebanyak 3 dan menggunakan dua database: Google Scholar dan Pubmed. Hasil scoping review ini menunjukkan bahwa mendengarkan murottal Al-Quran dapat menurunkan tingkat stres yang ditandai dengan penurunan hormon stres dan peningkatan gelombang alfa otak. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh murottal Al-Quran terhadap tingkat stres. Scoping Review: the Effect of Listening to Murottal Al-Quran on the Stress Level of Adults Murottal is the recitation of the Quran according to its tajwid coupled with tartil (slowly, not in a hurry with clear and correct mahraj) and is chanted based on the study of nagham. The same with music therapy, many previous studies have shown that one of the effects of Murottal Al-Quran is reducing stress levels. The purpose of this study was to determine the effect of the murottal Al-Quran on the stress level of adults. This research was conducted using scoping review method, which is the search for data through previous studies by filtering these studies based on PICOS: Population, Intervention, Control and Study. In this study, the articles reviewed was chosen from national and international journals related to the influence of Murottal Al-Quran on stress.  These articles are from Malaysia with a total of 4 articles, using two databases: Google Scholar and Pubmed. The results of this scoping review shown that listening to murottal Al-Quran reduces stress level characterized by the decrease in stress hormone and the increase in brain alpha waves. Therefore, it can be that there is influence of murottal Al-Quran on stress.
Scoping Review: Pengaruh Paparan Bensin terhadap Kadar ALT dan AST pada Pekerja SPBU Dinarita Sari Nurhalimah; Santun Bhekti Rahimah; Dede Setiapriagung
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7453

Abstract

Paparan bensin sering dikaitkan dengan efek buruk pada tubuh termasuk kerusakaan pada hepar. Salah satu pekerja yang memiliki risiko tinggi terpapar bensin secara inhalasi adalah pekerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kerusakan hepar dapat diketahui dengan pemeriksaan fungsi hepar salah satunya pemeriksaan enzim hepar, yaitu ALT dan AST. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh paparan bensin terhadap kadar ALT dan AST pada pekerja SPBU. Metode penelitian menggunakan Scoping Review dengan mengindentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi artikel publikasi ilmiah yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, kriteria kelayakan sehingga diperoleh sebelas jurnal. Kata kunci yang digunakan “Gasoline workers” AND “ALT’ dengan artikel populasi pekerja SPBU, intevensi paparan bensin, perbandingan kelompok kontrol, dan hasil kadar ALT dan AST. Penelitian dilakukan pada Oktober sampai Desember 2020. Hasil penelitan didapatkan sebanyak sebelas artikel dengan empat artikel menyatakan ada perubahan signifikan pada ALT dan AST, dua artikel mengatakan hanya ALT yang mengalami perbedaan signifikan, dan lima artikel mengatakan tidak terdapat perubahan signifikan ALT dan AST. Kesimpulan penelitian terdapat perbedaan hasil ALT dan AST di berbagai artikel dapat dipengaruhi oleh faktor seperti variasi durasi dan konsentrasi bahan bakar terpapar, metode yang digunakan, perbedaan faktor lainnya seperti usia, jenis kelamin, BMI, merokok, konsumsi alcohol, atau pengabaian alat pelindung diri, kerusakan sel masif, serta dapat disebabkan oleh regenerasi sel hepar. Scoping Review: the Effect of Gasoline Exposure on ALT and AST Levels in Petrol Station AttendantsGasoline exposure often associated to adverse health effects including hepatic injury. Petrol station attendants are the most risky exposed to gasoline by inhalation due to occupational. Hepatic injury may be identified by examining the liver function such as liver enzyme, ALT and AST. This study aims to determine effect gasoline exposure on AST and ALT levels in petrol station attendants. This research method used Scoping Review by identifying, analyzing, and evaluating scientific publication articles that is in accordance with the inclusion and exclusion criteria, eligibility criteria thus eleven articles were obtained. Keyword used are “Gasoline workers” AND “ALT”, articles relevant to petrol station attendants population, gasoline exposure, control group, and ALT and AST levels. This research was conducted from October to December 2020. The result showed from eleven articles, four articles reported there was a significant differences in AST and ALT, two articles reported there was significant difference in ALT, and five articles reported there was no significant change in ALT nor AST. The conclusion of this study is difference in result may be influenced by other factor such as variation, duration, concentration of exposed fuel, method used, age, sex, smoking, alcohol consumption or neglect of personal protective equipment, massive cell destruction, also liver cell regeneration may take a role.
Systematic Review: Efektivitas Siprofloksasin Topikal pada Pengobatan Otitis Media Supuratif Kronik Anissha Fitry Oktavianita; Tety H Rahim; Lelly Yuniarti
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7363

Abstract

Otitis media supuratif kronik atau OMSK merupakan proses inflamasi kronik yang terjadi pada telinga bagian tengah yang diakibatkan oleh bakteri, ditandai dengan perforasi membran timpani serta ottorhoea yang terjadi secara terus menerus. Bakteri penyebab paling umum adalah Pseudomonas aeruginosa. Pengobatan OMSK dapat menggunakan antibiotik topikal siprofloksasin. Beberapa penelitian menunjukkan antibiotik topikal lebih efektif dibanding dengan antibiotik sistemik. Tujuan peneltian ini adalah menganalisis efektivitas siprofloksasin topikal pada pengobatan otitis media supuratif kronik. Penelitian ini merupakan systematic review dengan database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, Proquest, Springer Link, Cochrane Library, dan EBSCO HOST dengan jumlah artikel yang didapat sebanyak 599 artikel. Hasil skrining pada artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 344 artikel dan kriteria eksklusi sebanyak 340 artikel. Setelah dilakukan telaah kritis, artikel yang di-review sebanyak empat artikel. Penelitian dilakukan pada periode Maret–Desember 2020. Hasil telaah dan analisis dari empat artikel menunjukkan bahwa siproflokasin topikal lebih efektif dibanding dengan topikal neomisin, framisetin gramisidin-deksametason (FGD), dan asam borik pada pengobatan otitis media supuratif kronik. Parameter kesembuhan gejala ottorhoea, perforasi membran timpani, serta kualitas pendengaran. Kesimpulan penelitian ini adalah siprofloksasin topikal efektif pada pengobatan otitis media supuratif kronik. Systematic Review:  Efectiveness of Topical Ciprofloxacin in the Treatment of Chronic Suppurative Otitis MediaChronic suppurative otitis media or CSOM is an chronic inflammatory process that occurs in the middle ear, which is caused by bacteria with perforation of the tympanic membrane and the presence of ottorhoea. The most common causative bacteria is Pseudomonas aeruginosa. Topical antibiotic using ciprofloxacin can be used to treat for CSOM. Several studies have shown topical antibiotic to be more effective than systemic antibiotics. The aim of this study was to analyze the effectiveness of ciprofloxacin in the treatment of chronic suppurative otitis media. The study was conducted using systematic review method and database used in this study were Google Scholar, Science Direct, Proquest, Springer Link, Cochrane Library, and EBSCO HOST with 599 articles of journals obtained. The screening result on articles in accordance with the inclusion citeria were 344 articles and the exclusion criteria were 340 articles. The results of critical appraisal as many 4 articles.The study was conducted during March–December 2020. The results of review dan analysis from 4 articles of each study, topical ciprofloxacin was more effective topical neomycin, framycetin gramicidin-dexamethasone (FGD), and boric acid in the treatment of chronic suppurative otitis media. The parameters for relieving of symptomatic symptoms, perforation of tympanic membrane, and hearing quality. The conclusion of this study is that ciprofloxacin topical is more effective in the treatment of chronic suppurative otitis media.

Page 9 of 22 | Total Record : 211