cover
Contact Name
Titik Respati
Contact Email
jiks.unisba@gmail.com
Phone
081312135687
Journal Mail Official
jiks.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
ISSN : "_"     EISSN : 26568438     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) adalah jurnal yang memublikasikan artikel ilmiah kedokteran dan kesehatan yang terbit setiap 6 (enam) bulan. Artikel berupa penelitian asli, laporan kasus, studi kasus, dan kajian pustaka yang perlu disebarluaskan dan ditulis dalam bahasa Indonesia dengan memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) ini merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) selain Global Medical & Health Communication yang telah bereputasi nasional dan internasional.
Articles 211 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri di PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi Livia Assyifa Rachman; Fajar Awalia Yulianto; M. Ahmad Djojosugito; Mia Yasmina Andarini; Tony S. Djajakusumah
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.4341

Abstract

Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2013, satu pekerja di dunia meninggal disebabkan oleh kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja setiap 15 detik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik usia, dan pengetahuan serta hubungan pengetahuan, sikap, lingkungan, pendapatan dan pendidikan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri di PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah karyawan PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi yang bekerja di bagian gudang dan processing (n=80) yang diambil secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden paling banyak adalah dewasa awal (18-40 tahun). Responden juga memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap APD. Tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,17), sikap (p=0,84), pendapatan (p=0,27), lingkungan (p=0,61), pendidikan (p=1,00) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri di PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi. RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDE WITH BEHAVIOR OF USING PERSONAL PROTECTICVE EQUIPMENT IN PT SARANDI KARYA NUGRAHA SUKABUMIBased on the 2013 data from the International Labour Organization (ILO), one worker dies due to workplace accidents and 160 workers suffer from work-related injuries every 15 seconds worldwide. The purpose of this study was to determine the characteristic of age and knowledge and the relationship between knowledge, attitude, environment, income, education with behavior of using personal protective equipment in PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi. The study was analytic observational study with cross sectional approach. The sample was the employee of PT Sarandi Karya Nugraha who worked in processing department (n=80) with simple random sampling. The instrument of this study was questionnaire. The result of the study was most respondents were early adult (18-40 years old). Respondents had a good knowledge and there was no relationship between knowledge (p=0.17), attitude (p=0.84), income (p=0.27), environment (p=0.61), education (p=1.00) with behavior of using personal protective equipment in PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi.
Hubungan Kejadian Stunting dengan Pengetahuan Ibu tentang Gizi di Kecamatan Cikulur Lebak Banten Tahun 2020 silvia gea salsabila; ratna damailia; mirasari putri
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7336

Abstract

Stunting adalah anak-anak usia 0–59 bulan yang panjang atau tinggi badan dibanding dengan usia kurang dari -2SD (WHO child growth standards). Kejadian stunting merupakan  salah satu  masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Stunting dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah pengetahuan ibu tentang gizi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kejadian stunting dengan pengetahuan ibu tentang gizi. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasinya adalah ibu yang memiliki anak dengan stunting maupun tidak stunting yang berusia kurang dari 5 tahun dan tinggal di Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner dan data berat badan terhadap usia yang mengacu pada nilai Z-Score. Analisis data menggunakan chi-square test. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan pengetahuan baik sebesar 30,21%, responden dengan pengetahuan cukup sebesar 35,42% dan responden dengan pengetahuan kurang baik sebesar 34,38%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan kejadian stunting dengan pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,036). Kesimpulan penelitian ini didapatkan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi sebagian besar cukup baik. Terdapat hubungan antara kejadian stunting dan pengetahuan ibu tentang gizi di Kecamatan Cikulur Lebak Banten. Relationship between the Incidence of Stunting and Maternal Knowlage about Nutrition in the Cikulur Lebak district, Banten in 2020Stunting is children 0–59 months of age who are tall or taller than -2SD (WHO child growth standards). The incidence of stunting is one of the nutritional problems experienced by children under five in the world today. Stunting can be caused by many factors, one of which is the mother's knowledge of nutrition. The purpose of this study was to determine the relationship between stunting and maternal knowledge about nutrition. This study was an analytic observational study with a cross sectional design. The population is mothers who have stunted or non-stunting children aged less than 5 years and live in Cikulur District, Lebak Regency who meet the inclusion and exclusion criteria. The level of knowledge was measured using a questionnaire and data on body weight for age which refers to the Z-score value. Data analysis using the chi-square test. The results showed that respondents with good knowledge were 30.21%, respondents with sufficient knowledge were 35.42% and respondents with poor knowledge were 34.38%. The analysis showed that there was a relationship between the incidence of stunting and maternal knowledge about nutrition (p = 0.036). The conclusion from this study found that the level of knowledge of mothers about nutrition was mostly good enough. There is a relationship between the incidence of stunting and maternal knowledge about nutrition in Cikulur Lebak, Banten. 
Scoping Review: Hubungan Stres Kerja dengan Hipertensi pada Tenaga Kesehatan Fani Sugiarti; lia marlia kurniawati; Yuli Susanti
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7319

Abstract

Stres merupakan suatu respons adaptif melalui karakteristik individu dan atau proses psikologis secara langsung terhadap tindakan, situasi dan kejadian eksternal. Stres kerja merupakan kondisi ketegangan yang dapat memengaruhi cara berpikir, emosi, dan kondisi individu. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia maupun di dunia. Hipertensi dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain stres, obesitas, merokok, konsumsi alkohol, usia, jenis kelamin, dan genetik. Stres merupakan kondisi yang dapat dialami semua orang. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan. Tenaga kesehatan merupakan salah satu di antara lima belas belas profesi dengan tingkat stres paling tinggi. Kondisi stres dapat menimbulkan sakit kepala, insomnia serta salah satunya hipertensi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan stres kerja dengan hipertensi pada tenaga kesehatan. Pencarian sistematis dilakukan melalui pencarian database elektronik, yaitu PubMed, Science Direct, Proquest, Google Scholar, dan SpringerLink. Artikel yang di-review adalah yang berkaitan dengan stres kerja dan hipertensi pada tenaga kesehatan. Dari pencarian kata kunci yang ditemukan pada kelima database dicatat pada diagram prisma sebanyak 2.925 artikel dan terdapat 10 artikel yang sesuai untuk direview. Diperoleh hasil bahwa stres kerja berhubungan dengan hipertensi pada tena-ga kesehatan. Kondisi tersebut terjadi karena disfungsi hipotalamus-hipofisis-adrenal dan sistem saraf autonom telah terbukti menjadi sistem pengaturan utama yang terlibat dalam proses terjadinya hipertensi. Relationship of Job Stress with Hypertension in Health workers: Scoping ReviewStress is an adaptive response, through individual and/or direct psychological processes to external actions, situations and events. Mental job stress that can affect ways of thinking, emotions, and individual conditions. Hypertension is one of the main health problems in Indonesia and also in the world. Hypertension can occur due to various factors, including stress, obesity, smoking, alcohol consumption, age, gender and genetics. Stress is a condition that can serve everyone. A health worker is anyone who devotes himself to the health sector. The health worker is one of fifteen high-stress professions. Stress conditions can cause headaches, insomnia and one of them hypertension. This study aims to determine whether there is a relationship between job stress and hypertension among health workers. Systematic searches are carried out through electronic database searches, namely PubMed, Science Direct, Proquest, Google Scholar, SpringerLink. The articles reviewed were those related to job stress and hypertension in health workers. From the keyword search found in the five databases, there were 2,925 articles on the prism diagram and there were 10 articles that were suitable for review. The results show that job stress is related to hypertension in health workers. This condition occurs because the dysfunction of the hypothalamus-pituitary-adrenal and autonomic nervous system has been shown to be the main regulatory system involved in the process of hypertension.
Gambaran BMI dan Tekanan Darah pada Penderita Tuberkulosis dan Non Tuberkulosis di Desa Pangalengan Maretha Puspa Nuraili; Titik Respati; Engkun Sopian Indrayana
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.6420

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi penyakit infeksi menular yang paling berbahaya di dunia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak di dunia. Indonesia menempati peringkat kedua bersama Tiongkok. Tuberkulosis suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Proses terjadinya infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis biasanya terjadi secara inhalasi. Penularan penyakit ini sebagian besar melalui inhalasi basil yang mengandung droplet nuclei. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran BMI dan tekanan darah pada penderita tuberkulosis dan non tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain studi cross sectional. Data BMI dan tekanan darah pada pasien tuberkulosis dan non tuberkulosis diperoleh dari survey yang dilakukan di Desa Pangalengan sebanyak 210 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan BMI pada pasien tuberkulos yang telah menyelesaikan pengobatan serta tidak ada perubahan pada tekanan darah terhadap pasien tuberkulosis. OVERVIEW OF BMI AND BLOOD PRESSURE IN PATIENTS WITH TUBERCULOSIS AND NON TUBERCULOSIS IN PANGALENGAN VILLAGETuberculosis is still the most dangerous infectious disease in the world. Indonesia became the country with the highest number of tuberculosis cases in the world. Indonesia ranks second with China. Tuberculosis disease is a contagious disease caused by gercobacterium tuberculosis. The process of infection by Mycobacterium tuberculosis usually occurs inhaled. The transmission of this disease is largely through the inhalation of basil, which contains droplet nuclei. This research aims to determine the description of BMI and blood pressure in patients with tuberculosis and Non tuberculosis. The study uses a descriptive method with a cross sectional study design. BMI and blood pressure Data in tuberculosis and Non-tuberculosis patients was obtained from a survey conducted in Pangalengan village as many as 210 respondents with sample purposive sampling technique. The results showed that there was a BMI change in the patients who had completed the treatment and no changes in blood pressure to tuberculosis patients.
Hubungan antara Posisi Kerja terhadap Keluhan Muskuloskeletal pada Penjahit Pabrik Garmen di Kota Cimahi Agnes Aryani Putri; Arief Budi Yulianti; Ismawati Ismawati
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.5652

Abstract

Penjahit melakukan kegiatan kerja secara berulang dalam waktu yang cukup lama dengan posisi statis atau posisi tidak sesuai dengan kaidah ergonomi dapat menyebabkan keluhan muskuloskeletal yang umumnya berupa rasa nyeri. Keluhan tersebut juga akan berdampak pada kondisi kesehatan dan keselamatan pekerja yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Salah satu penyakit akibat kerja (PAK) yang dapat timbul karena tidak terselenggaranya upaya kesehatan dan keselamatan kerja adalah musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara posisi kerja dan keluhan muskuloskeletal pada penjahit pabrik garmen di Kota Cimahi penelitian dilaksanakan periode Juni–Juli 2019. Instrumen penelitian untuk menilai posisi kerja menggunakan metode rapid entire body assessment (REBA) dan untuk muskuloskeletal menggunakan kuesioner nordic body map (NBM). Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan didapatkan populasi penelitian 46 orang. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Mayoritas posisi kerja adalah risiko sedang dengan keluhan muskuloskeletal rendah (23 orang), sedang (18 orang), dan tinggi (2 orang) sedang yang bermakna (p=0,734). Simpulan, tidak terdapat hubungan posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada penjahit pabrik garmen di Kota Cimahi. Banyak faktor yang dapat memengaruhi hasil seperti IMT, kebiasaan merokok, dan kebiasaan berolahraga. THE RELATION BETWEEN WORK POSITION AND MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS IN GARMENT FACTORY TAILORS IN CIMAHI CITYTailors do repetitive work in a long time with a static position or not in accordance position with ergonomic rules, thus it could cause musculoskeletal complaints that are generally in the form of pain. The complaint will also have an impact on the health and safety conditions of workers which can affect productivity in the workplace. One of the occupational diseases that could arise due to non-implementation of occupational health and safety is musculoskeletal disorders (MSDs). The purpose of this research was to know the relation between work position and musculoskeletal complaints in garment factory tailors in Cimahi City during June–Juli 2019. The research instruments to assess work position is using Rapid entire body assessment (REBA) method, and to assess musculoskeletal complaints is using the Nordic body map (NBM) questionnaire. This research used an observational analytic with cross sectional approach method. The sampling technique used a simple random sampling method, obtained 46 people research population. The data analyzed statistically by chi-square test. The results of this research showed that there was no relation between work position and musculoskeletal complaints in garment factory tailors in Cimahi City with p value >0.734. There are so many factors could influence the result, such as BMI, smoking and exercise habits.
Scoping Review: Efek Musik Sebagai Terapi Tambahan terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Prita Tyara Aulia; Diana Wijayanti; Nuzirwan Acang
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7353

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistole ≥140 mmHg dan diastole ≥90 mmHg, diukur dua kali, selang waktu lima menit dalam keadaan tenang. Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2013 tercatat 25,8% dan menjadi 34,1% pada 2018. Pengobatan hipertensi selain menggunakan obat, dapat diberi terapi non-farmakologis, salah satunya adalah terapi musik. Tujuan penelitian ini menganalisis efek musik sebagai terapi tambahan terhadap pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan Scoping Review, dengan mencari artikel dari database Science Direct, Neliti, dan DOAJ diperoleh 2.784 artikel. Hasil skrining yang sesuai kriteria inklusi sebanyak 474 artikel. Hasil uji kelayakan berdasar atas PICOS dan setelah dilakukan telaah kritis terdapat enam artikel yang memenuhi syarat. Penelitian dilakukan pada periode September–Desember 2020. Hasil telaah dan analisis dari enam artikel menyatakan pemberian musik selama 15–25 menit memengaruhi tekanan darah dan terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dengan setelah diberikan musik pada penderita hipertensi. Selain itu, lima artikel menyatakan terdapat perbedaan tekanan darah pada penderita hipertensi yang tidak diberikan terapi musik. Tiga artikel menyatakan terdapat perbedaan efek penurunan tekanan darah antara kelompok intervensi musik dan kelompok yang tidak diberikan intervensi musik. Alunan musik dapat menstimulasi tubuh mengeluarkan molekul nitric oxide yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian terapi musik efektif terhadap pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Scoping Review: Music Effects as Additional Therapy on Controlling Blood Pressure in Hypertensive PatientsHypertension was an increase in systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg, measured twice, five minutes apart in a calm state. The prevalence of hypertension in Indonesia in 2013 was recorded at 25.8% and became 34.1% in 2018. Treatment of hypertension in addition to using drugs, can be given non-pharmacological therapy, which is music therapy. The purpose of this study was to analyze the effect of music as an additional therapy on controlling blood pressure in hypertensive patients. This research is a Scoping Review, by searching articles from the database Science Direct, Neliti, and DOAJ obtained 2,784 articles. The screening results that matched the inclusion criteria were 474 articles. The results of the feasibility test were based on PICOS and after a critical review there were six articles that met the requirements. The research was conducted in the period September–December 2020. The results of the study and analysis of six articles stated that giving music for 15–25 minutes affected blood pressure and there were differences in blood pressure before and after being given music to people with hypertension. In addition, five articles stated that there were differences in blood pressure in hypertensive patients who were not given music therapy. Three articles stated that there were differences in the effect of lowering blood pressure between the music intervention group and the group that was not given music intervention. The music can stimulate body to release nitric oxide molecules which cause blood vessels to dilate so that can lower blood pressure. The conclusion of this study is that music therapy is effective in controlling blood pressure in hypertensive patients.
Systematic Review: Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Egidia Setya Fitriani; Ratna Dewi Indi Astuti; Dede Setiapriagung
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7390

Abstract

Skabies adalah penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan global. Penyakit skabies masuk ke dalam 12 penyakit yang sering terjadi di Indonesia. Skabies dapat terjadi akibat beberapa faktor risiko salah satunya adalah personal hygiene. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren. Metode adalah Systematic review dengan kata kunci “personal hygiene” dan “kejadian skabies” pada santri di Pondok Pesantren dengan desain penelitian cross-sectional sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan skrining menggunakan kriteria kelayakan ( Eligibility Criteria ) yang terdiri atas P (Population) santri di Pondok Pesantren, I (Intervention) kuesioner untuk menilai personal hygiene, C (Comparation) membandingkan personal hygiene yang baik dengan buruk dan O (Outcome) hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies serta artikel yang lolos critical apprisal. Hasil penelitian, penderita skabies di Pondok Pesantren sebesar 46,8% dengan confidence interval 95% adalah 44,8 – 48,8%,  personal hygiene yang buruk pada santri sebanyak 42,5% dengan confidence interval 95% adalah 40,4 – 44,6% dan terdapat 24 dari 27 artikel menyatakan terdapat hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies di pondok pesantren  Kesimpulan, personal hygiene berhubungan dengan kejadian skabies. Systematic review: the Relationship of Personal Hygiene and the Incidence of Scabies in Boarding SchoolScabies is a disease that is still a global health problem. Scabies is one of the 12 most common diseases in Indonesia. Scabies can occur due to several risk factors, one of which is personal hygiene. Purpose: This study aims to determine the relationship of personal hygiene with the incidence of scabies in Islamic boarding schools. Methods: Systematic review  with the keywords "personal hygiene" and "scabies incidence" in students at Islamic boarding schools with a cross-sectional research design in accordance with inclusion and exclusion criteria, screening using Eligibility Criteria. consisting of P (Population) of students at Islamic boarding schools, I (Intervention) questionnaire to assess personal hygiene, C (Comparation) comparing good and bad personal hygiene and O (Outcome) the relationship of personal hygiene with the incidence of scabies and articles that pass critical apprisal. Results: The number of scabies sufferers in Islamic boarding schools was 46.8% with a 95% confidence interval was 44.8 – 48.8%, poor personal hygiene among the students was 42.5% with a 95% confidence interval was 40.4 – 44.6% and 24 out of 27 articles stated that there was a relationship between personal hygiene and the incidence of scabies in Islamic boarding schools. Conclusion: Personal hygiene is related to the incidence of scabies.
Pengaruh Paparan Asap Rokok Tersier terhadap Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida Mencit Putra Zam Zam Rachmatullah; Samsudin Surialaga; Annisa Rahmah Furqaani
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.5847

Abstract

Jumlah perokok aktif saat ini semakin meningkat sehingga perokok pasif dan residu yang tersisa atau paparan asap tersier juga meningkat. Salah satu dampak buruk rokok dapat menyebabkan dislipidemia, di antaranya peningkatan kadar kolesterol total dan trigliserida. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh paparan asap rokok tersier terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida. Penelitian ini merupakan eksperimental in vivo dengan subjek penelitian mencit yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan dan kelompok perlakuan yang diberikan paparan asap rokok tersier selama 29 hari. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan FK Unisba selama bulan Maret–April 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar kolesterol dan trigliserida antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p>0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa paparan asap rokok tersier belum memengaruhi kadar kolesterol total dan trigliserida. Durasi paparan asap rokok akut dengan intensitas ringan yang diberikan pada penelitian ini diduga belum memengaruhi metabolisme lipid. EFFECT OF THIRDHAND SMOKE EXPOSURE ON TOTAL CHOLESTEROL AND TRIGLYCERIDE LEVEL IN MICENowadays, an increase in the number of active smokers also indicates an increase in passive smokers and residual smoke or thirdhand smoke exposure. One of the impact of cigarette is dyslipidemia, characterized by elevation level of total cholesterol and triglycerides. The objective of the study was to analyze the effect of thirdhand smoke exposure on the level of total cholesterol and triglycerides. This study used an in vivo experimental design with one cigarette a day and 20 mice as the subject. The subjects divided into 2 groups, the control group received no treatment and the treatment group received thirdhand smoke exposure for 29 days. The study was conducted of Laboratorium Hewan FK Unisba during March–April 2009. The result of the study showed there was no significant difference in the level of total cholesterol and triglycerides among the control group and the treatment group (p>0.05). The result indicated that thirdhand smoke exposure had no effect on the level of total cholesterol and triglycerides. The duration of acute cigarette smoke exposure with low intensity given in this study suspected to not affect the lipid metabolism.
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies pada Santri di Pesantren Kabupaten Bandung Ryan Majid; Ratna Dewi Indi Astuti; Susan Fitriyana
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.5590

Abstract

Skabies adalah salah satu penyakit yang masih tinggi di negara berkembang. Di Indonesia, prevalensi penyakit skabies mencapai 6,8%. Faktor risiko penyakit skabies adalah kepadatan hunian, kontak langsung maupun tidak langsung, dan personal hygiene. Personal hygiene menjadi faktor yang memengaruhi kejadian skabies khususnya pada kalangan santri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara personal hygiene dan kejadian skabies pada santri di salah satu Pondok Pesantren Kabupaten Bandung tahun 2019. Penelitian menggunakan metode analitik observasional pendekatan cross-sectional dengan prosedur dimulai dengan pemeriksaan oleh tim dokter untuk mengecek sampel apakah terkena skabies atau tidak dan memberikan kuesioner tentang personal hygiene yang telah divalidasi. Pada penelitian ini sampel berjumlah 60 responden yang didapatkan dengan metode simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil analisis data menunjukkan personal hygiene belum baik (55%), kejadian skabies yang tinggi (53%), dan terdapat hubungan antara personal hygiene dan kejadian skabies pada santri di salah satu Pondok Pesantren Kabupaten Bandung (p=0,042). Simpulan, personal hygiene adalah salah satu faktor risiko yang dapat berpengaruh terhadap kejadian skabies. THE CORRERATION OF PERSONAL HYGIENE AND SCABIES INCIDENCE ON SANTRI IN PESANTREN BANDUNG DISTRICTScabies is one of the disease which have high prevalence in developing countries. In Indonesia, the prevalence of scabies is up to 6.8%. Risk factors of scabies are dense habitat, direct and indirect contact, and personal hygiene. Personal hygiene is the factor that influence the incidence of scabies in santri. Aim of this study is to determine the correlation between personal hygiene and scabies incidence on santri in one of the Pesantren in Kabupaten Bandung 2019. The study was conducted using descriptive analytic method with cross-sectional approach with the procedure starts from examination to diagnose samples whether the samples are scabies or not and followed by samples filling a validated questionnaire about personal hygiene. Samples were taken with subjects as many as 60 subjects with simple random sampling method. The data were analysed with using chi-square test. The results of data analysis showed that personal hygiene on samples was bad (55%), scabies incidence was high (53%), and there was a correlation between personal hygiene and scabies incidence on santri in one of the Pesantren in Bandung district (p=0.042). In conclusion, personal hygiene is one of the risk factor that can influence the incidence of scabies.
Scoping Review: Pengaruh Bensin terhadap Peningkatan Kadar LDL pada Plasma Darah Tikus Yola Noveraz Nasa; Nugraha Sutadipura; Santun Bhekti Rahimah
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7382

Abstract

Konsumsi bensin sejak tahun 2000 sampai 2014 meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor setiap tahun. Bensin memiliki dampak negatif terhadap lingkungan berupa polusi dan terhadap kesehatan seperti gangguan paru, ginjal, penyakit kulit, serta perubahan profil lipid berupa peningkatan kadar low-density lipoprotein (LDL) yang dapat meningkatkan angka kejadian penyakit jantung koroner dan sindrom metabolik. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh paparan bensin terhadap kadar LDL pada plasma darah manusia yang dimulai dengan kajian terhadap hewan coba. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan prosedur scoping review dengan cara mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi karya ilmiah sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi serta diskrining menggunakan kriteria kelayakan (Eligibility criteria). Hasil penelitian didapatkan sepuluh artikel dari jumlah awal 10.486 artikel yang ditemukan dari kata kunci. Sepuluh artikel yang sesuai dengan PICO (Population: tikus; Intervention: bensin, lead atau benzene;  Comparison: tikus yang tidak dipaparkan bensin, lead atau benzene; Outcome: kadar LDL pada plasma darah) menunjukkan peningkatan kadar LDL plasma pada kelompok tikus yang diberi paparan bensin, timbal atau benzena daripada kelompok kontrol. Hal tersebut diakibatkan stres oksidatif dari induksi lead atau benzene yang menekan aktivitas antioksidan dan meningkatkan reactive oxygen species di tubuh sehingga terjadi cidera hepar dan metabolisme lipoproteinpun terganggu. Pada akhirnya bensin yang memiliki komponen benzene atau lead mengakibatkan peningkatan kadar LDL plasma. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh bensin terhadap kadar LDL pada plasma darah tikus dan beberapa komponen bensin yang berperan, yaitu timbal dan benzena. Scoping Review: Effect of Gasoline on Increasing Blood Plasma LDL Levels in Rats Gasoline consumption from 2000 to 2014 increased along with the increase in the number of motorized vehicles each year. Gasoline harms the environment in the form of pollution and on the health of lung, kidney, skin diseases, and changes in the lipid profile in the form of increased levels of low-density lipoprotein (LDL) which can increase the incidence of coronary and metabolic heart disease. This study aimed to determine the effect of gasoline exposure on LDL levels in human blood plasma starting with a study of experimental animals. The research method used is descriptive with a scoping review procedure by identifying, analyzing, and evaluating scientific papers according to inclusion and exclusion criteria and screening using eligibility criteria. The research results obtained ten articles from the initial number of 10,486 articles found from keywords. Ten PICO-compliant articles (Population: rats; Intervention: gasoline, lead or benzene; Comparison: rats not exposed to gasoline, lead or benzene; Results: LDL levels in blood plasma) showed increased plasma LDL levels in the group of rats exposed to gasoline, lead or benzene control group. This is due to oxidative stress from lead or benzene induction which suppresses antioxidant activity and increases reactive oxygen species in the body, resulting in liver injury, impaired lipoprotein metabolism. In the end, gasoline which has benzene or lead component causes an increase in plasma LDL levels. This study concludes that there is an effect of gasoline on LDL levels in rat blood plasma, and several components of gasoline that play a role, namely lead and benzene.

Page 8 of 22 | Total Record : 211