cover
Contact Name
Ilham Fitrahriansyah
Contact Email
kppub.hki@unsika.ac.id
Phone
+6282117345670
Journal Mail Official
jprmedcom@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. H.S. Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Journalism, Public Relation, and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)
ISSN : -     EISSN : 27156508     DOI : http://dx.doi.org/10.35706/
JPRMEDCOM diterbitkan sebagai upaya Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Singaperbangsa Karawang untuk mempromosikan pendekatan interdisiplin yang mengakomodasi penelitian terkini di Indonesia terkait dengan jurnalistik, public relation dan media ilmu komunikasi. JPRMEDCOM berharap dapat menerbitkan temuan penelitian secara teratur dan berkala, dan menjadi jurnal rujukan untuk bidang jurnalistik, public relation, media dan ilmu komunikasi di Indonesia. Bentuk elektronik dari JPRMEDCOM diharapkan dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia dan memberikan manfaat bagi publik yang lebih luas.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2020): JPRMEDCOM" : 6 Documents clear
Pengelolaan Konten Instagram oleh Humas PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat dalam Meningkatkan Informasi Publik Siti Choerunnisa; Aat Ruchiat Nugraha
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 2 No 2 (2020): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v2i2.3591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan konten Instagram @PLN_Jabar oleh Divisi humas PLN Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di kantor PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat yang terletak di Jalan Asia Afrika No.63, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLN Jawa barat melakukan pengelolaan konten Instagram meliputi 3 aspek. Pertama, aspek informasi meliputi pengelolaan penyampaian informasi tentang perusahaan dan ketenagalistrikan guna transparansi informasi yang valid agar masyarakat lebih mengenal tentang perusahaan. Kedua, aspek komunikasi yakni pihak perusahaan berinteraksi dengan pelanggannya melalui komentar interaktif dan unggahan yang menggugah kepedulian. Ketiga, aspek edukasi dimana perusahaan mencoba meliterasi masyarakat melalui sosialisasi media sosial untuk memperluas wawasan dan melawan hoax guna menciptakan kehidupan berlistrik yang baik dan benar. Keseluruhan aspek tersebut dikemas melalui tahapan perencanaan konten yang terdiri dari pemilihan konten mingguan, perancangan desain, dan penentuan waktu unggahan.
Pola Komunikasi Lintas Budaya pada Pasangan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) Dea Malinda; Fajar Hariyanto; Fardiah Oktariani Lubis
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 2 No 2 (2020): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v2i2.4285

Abstract

Pola Komunikasi Lintas Budaya pada Pasangan WNI dan WNA. Sejak adanya era globalisasi, saat ini semakin banyak terjadi para pelaku hubungan campuran. Orang-orang di seluruh dunia dapat berkomunikasi dengan mudahnya sehingga siapapun dapat menjalin hubungan satu sama lain. Perbedaan bahasa menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi mereka. Disaat para pasangan yang memiliki bahasa yang sama pun dapat memiliki kesalahpahaman begitu pula dengan yang memiliki perbedaan bahasa, bahkan lebih sulit. Walaupun adanya bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional, tidak dapat dipungkiri komunikasi yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar, namun nyatanya tidak semudah itu. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui proses komunikasi yang terjadi pada pasangan WNI; (2) WNA dan untuk mengetahui faktor penghambat saat pasangan WNI dan WNA melakukan komunikasi. Metode yang peneliti gunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur bersama para pasangan wni dan wna. Adapun informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, dengan mengambil orang-orang yang terpilih betul oleh peneliti menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh sampel itu. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi yang terjadi pada pasangan wni dan wna beragam tergantung dari konteks apa yang dikomunikasikan. Namun, pada saat mengambil keputusan cenderung memiliki pola komunikasi sirkular dan pada saat menggunakan bantuan komunikasi cenderung memiliki pola komunikasi primer. Faktor-faktor yang menjadi penghambat saat pasangan wni dan wna melakukan komunikasi diantaranya adalah bahasa, budaya, non verbal, stereotip, persepsi, pengalaman, dan nilai.
Representasi Bandung TV Sebagai Media Pelestari Budaya Sunda Melalui Program Tayangan Bentang Parahyangan: - Yulia Sariwaty Syaripudin; Maya Retnasary; Mukhamad Arief Basuki
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 2 No 2 (2020): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v2i2.4414

Abstract

Bentang Parahyangan merupakan acara musik pop Sunda di Bandung TV, yang dibuat sebagai apresiasi terhadap seniman Jawa Barat, khususnya seniman Sunda. Melalui program acara Bentang Parahyangan diharapkan masyarakat dapat turut serta melestarikan dan mengembangkan potensi budaya Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program acara Bentang Parahyangan sebagai media pelestari budaya Sunda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan, program acara Bentang Parahyangan menjembatani eksistensi para budayawan Sunda dalam upaya melestarikan adat tradisi melalui bahasa, pakaian adat dan perkembangan musik pop Sunda, serta sebagai media edukasi mengenai kebudayaan Sunda.
Makna Make-Up Korea Bagi Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang Refsi Meitri Monica; Siti Nursanti; Oky Oxygentri
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 2 No 2 (2020): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v2i2.4521

Abstract

Bagi mahasiswi yang ingin tampil cantik dalam segala hal, untuk membuat penampilan mahasiswi menjadi cantik salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menggunakan Make Up. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengalaman komunikasi sebelum dan sesudah mahasiswi ketika menggunakan Make Up, motif penggunaan Make Up di kalangan mahasiswi dan makna  penggunaan Make Up bagi mahasiswi. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Singaperbangsa Karawang dan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi yang diterima bisa berupa pujian dan beberapa mendapatkan perkataan yang kurang baik. Motif penggunaan Make Up dikarenakan faktor internal yaitu sadar akan kekurangan fisik dan kesukaan mahasiswi terhadap Make Up dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari teman, Beauty Vlogger dan tutorial video di Youtube. Makna penggunaan Make Up bagi mahasiswi adalah keinginan untuk tampil sempurna, ingin mendapatkan perhatian dari lingkungan disekitarnya dan adanya kepuasan dan kebanggaan dari dalam dirinya. Dampak negatif penggunaan Make Up adalah bagi kesehatan, alergi, jerawat, iritasi, merusak kulit, kurang percaya diri, ketergantungan, dan perilaku konsumtif. Sedangkan dampak positifnya adalah kepercayaan diri, ajang belajar Make Up, dan menjadi mata pencaharian dengan cara merias.
Representasi Pria Metroseksual pada Iklan OVO-Tokopedia Edisi Playcoy Wa Ode Sitti Nurhaliza; Ratna Puspita; Pipit Dwi Lestari
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 2 No 2 (2020): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v2i2.4555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pria metroseksual dalam iklan OVO-Tokopedia edisi Playcuy. Tujuan penelitian ini untuk mengeatahui level realitas, level representasi  dana level ideologi pria metroseksual direpresentasikan dalam video iklan OVO-Tokopedia Edisi Playcoy. Dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske, peneliti ini mengungkapkan apa yang ingin disampaikan iklan OVO-Tokopedia sedisi Playcuy melalaui tokoh pria metroseksual. Hasil yang diperoleh menunjukkan Level realitas pada representasi pria metroseksual pada iklan OVO-Tokopedia edisi Playcuy. Dalam iklan ini pria metroseksual menonjolkan cara berpakaian trendi yang digambarkan melalui aksesoris yang melengkap di tokoh pria. Realitas yang ditampilkan dalam iklan OVO-Tokopedia edisi Playcoy menggambarkan pria pekerja, sukses, narsis dan percaya diri. Hal ini teridentifikasi dari penampilan, kostum, perilaku hingga gesture serta ekspresi tokoh pria. Selanjutnya, level representasi terdapat dua bagian yakni kode teknis dan representasi konvensional. Kode teknis seperti pengambilan gambar dan lighting. Pengambilan gambar menggunakan teknis close up, medium long shoot dan long shoot. Terkahir, level ideologi dalam iklan OVO-Tokopedia edisi Playcuy merepresntasikan pria metroseksual. Hal ini ditunjukan melalui tampilan yang dibaluti kdoe verbal dan nonverba. Secara iklan ini merepresentasikan pria metroseksual yang konsumnerime, kapitalisme dan narsisme. Ketiga hal tersebut muncul dalam iklan OVO-Tokopedia edisi Playcuy.
Makna dan Alasan Dibalik Orang Tua Memberikan Fasilitas Gadget Kepada Anak Usia Dini Muhamad Andre Juliansyah; Veny Purba
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 2 No 2 (2020): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v2i2.4593

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari manusia pasti tidak terlepas dari kebutuhan berkomunikasi. Salah satu alat yang dibutuhkan untuk berkomunikasi yaitu gadget (handphone). Kecanggihan teknologi yang begitu pesat banyak menawarkan fitur yang beragam dan memberikan dampak positif sehingga semua kalangan memiliki gadget bahkan anak usia dini pun sudah memiliki gadget. Akan tetapi terlepas dari dampak positif yang dihasilkan oleh gadget, adapun dampak negatif dari penggunaan gadget untuk anak-anak seperti resiko terkena radiasi, penyalahgunaan konten sensitif, resiko menjadi pengguna yang aktif (ketergantungan) dan tidak bersosialisasi dengan orang lain, dan lain sebagainya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa alasan para orang tua memfasilitasi gadget kepada anak yang masih berusia dini. Teori analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori fenomenologi yang dikemukakan oleh Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dengan studi literatur sedangkan teknik analisis data yang dipakai yaitu triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan memberikan orang tua memberikan fasilitas gadget kepada anaknya yaitu karena sebagai media pembelajaran, untuk alat komunikasi, sebagai alat bermain, dan untuk menyenangkan anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 6