Articles
OPTIMALISASI TIK MELALUI JARINGAN KOMUNIKASI KELOMPOK TANI DI YOGYAKARTA
Fardiah O Lubis;
Fajar Hariyanto;
Ana Fitriana P
Dialektika Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v7i1.1424
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dimanfaatkan oleh petani di Desa Bugel Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta yang menerapkan TIK dalam menyebarkan informasi pertanian kepada sesama petani dan jaringan di luar petani sebagai upaya optimalisasi pemasaran hasil pertanian melalui akses jaringan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media komunikasi yang digunakan dalam optimalisasi penyebaran informasi pertanian dan pemasaran hasil tani pada Kelompok tani Gisik Pranaji dan untuk menjelaskan proses komunikasi melalui jaringan komunikasi kelompok tani Gisik Pranaji Kulon Progo dalam lelang hasil tani. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menggambarkan bahwa TIK berbasis WhatsApp dimanfaatkan anggota kelompok tani Gisik Pranaji sebagai media penyampaian informasi diantara komunitas petani, komunitas pedagang (pembeli hasil pertanian), dan dinas terkait sebagai jaringan komunikasi di luar kelompok tani. Hal ini memainkan peran penting dalam proses pengolahan pertanian dan pemasaran hasil tani dalam membantu petani membuat keputusan dalam proses lelang hasil tani.
MEDIA AND INFORMATION LITERATION: SOCIALIZATION FOR MEMBERS OF PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA
Ana Fitriana Poerana;
Fardiah Oktariani Lubis;
Flori Mardiani Lubis;
Fajar Hariyanto
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v4i1.3749
Abstrak: Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berdasarkan atas realitas situasi komunikasi dan informasi saat pandemi COVID-19 Indonesia. Literasi Media dan Informasi menjadi penting dilaksanakan untuk menumbuhkan dan memberikan pengetahuan dalam menyikapi pemberitaan di media massa serta pemanfaatan media dalam berbagai bidang aktifitas masyarakat. Kegiatan ini melibatkan kelompok masyarakat Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Ajen Cabang 3 Spers Kodam III Siliwangi dan Persit Kartika Chandra Kirana Bataliyon Armed Cabang XXXIX Kodam Siliwangi sebagai mitra, mahasiswa dan tiga orang dosen sebagai tim PkM sesuai dengan kepakaran anggota pengusul pada bidangnyanya masing-masing (Bidang Media Massa, Bidang Komunikasi Lintas Budaya, dan Bidang Komunikasi Pembangunan). Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan sosialisasi. Hasil kegiatan mengindikasikan (1). Mitra PkM telah memiliki pemahaman dasar tentang media dan informasi sebagai saluran komunikasi dan alat untuk pengembangan individu dan masyarakat sehingga dapat menggunakan media dengan bertanggungjawab serta memiliki sikap positif dalam pemanfaatan media informasi (2). Mampu untuk berdaya dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan literasi media.Abstract: The implementation of community service / “Pengabdian kepada Masyarakat” (PkM) is based on the reality of the communication and information situation during the Indonesian COVID-19 pandemic. Media and information literacy is important to be implemented to grow and provide knowledge in responding to mass media coverage and the use of media in various fields of community activity. This activity involves the community group of Persit Kartika Chandra Kirana Branch 3 Ajen Branch 3 Spers Kodam III Siliwangi and Persit Kartika Chandra Kirana Bataliyon Armed Branch XXXIX Kodam Siliwangi, students and three lecturers as the PkM team according to the expertise of the proposing members in their respective fields (Mass Media, Cross-Cultural Communication, and Development Communication). The method used in “Pengabdian kepada Masyarakat” (PkM) is using the socialization approach. Results of activities (1). Community group of Persit Kartika Chandra Kirana have a basic understanding of media and information as a communication channel and a tool’s for individual and community development so that they can use the media responsibly and have a positive attitude in the use of information media (2). Able to be empowered in increasing media literacy knowledge and skills.
Pola Komunikasi Lintas Budaya pada Pasangan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA)
Dea Malinda;
Fajar Hariyanto;
Fardiah Oktariani Lubis
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 2 No 2 (2020): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35706/jprmedcom.v2i2.4285
Pola Komunikasi Lintas Budaya pada Pasangan WNI dan WNA. Sejak adanya era globalisasi, saat ini semakin banyak terjadi para pelaku hubungan campuran. Orang-orang di seluruh dunia dapat berkomunikasi dengan mudahnya sehingga siapapun dapat menjalin hubungan satu sama lain. Perbedaan bahasa menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi mereka. Disaat para pasangan yang memiliki bahasa yang sama pun dapat memiliki kesalahpahaman begitu pula dengan yang memiliki perbedaan bahasa, bahkan lebih sulit. Walaupun adanya bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional, tidak dapat dipungkiri komunikasi yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar, namun nyatanya tidak semudah itu. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui proses komunikasi yang terjadi pada pasangan WNI; (2) WNA dan untuk mengetahui faktor penghambat saat pasangan WNI dan WNA melakukan komunikasi. Metode yang peneliti gunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur bersama para pasangan wni dan wna. Adapun informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, dengan mengambil orang-orang yang terpilih betul oleh peneliti menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh sampel itu. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi yang terjadi pada pasangan wni dan wna beragam tergantung dari konteks apa yang dikomunikasikan. Namun, pada saat mengambil keputusan cenderung memiliki pola komunikasi sirkular dan pada saat menggunakan bantuan komunikasi cenderung memiliki pola komunikasi primer. Faktor-faktor yang menjadi penghambat saat pasangan wni dan wna melakukan komunikasi diantaranya adalah bahasa, budaya, non verbal, stereotip, persepsi, pengalaman, dan nilai.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pemenuhan Informasi Calon Gubernur Jawa Barat bagi Pemilih Pemula di Kabupaten Karawang
Maulana Rifai;
Fajar Hariyanto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3227
Penelitian ini berupaya menjawab bagaimana pengaruh penggunaan sosial media terhadap pemilih pemula dalam pemenuhan informasi calon gubernur Jawa Barat bagi pemilih pemula di Kabupaten Karawang. Dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan metode survey melalui multistage random sampling terdapat 92 responden dari kalangan pemilih pemula yang merupakan siswa menengah atas. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sub variabel intensitas, isi pesan dan daya tarik konten media sosial terhadap pemenuhan informasi calon gubernur Jawa Barat bagi pemilih pemula di Kabupaten Karawang dengan jumlah masing-masing 11,02%, 18,92% dan 16%.Kata Kunci: Pengaruh, Social Media, Pemenuhan Informasi, Pemilih Pemula
Representasi Peristiwa Pidato Joko Widodo Pada Media kompas.com “Politikus Sontoloyo”: Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk
Bagas Maulana Natadirja;
Mayasari Mayasari;
Fajar Hariyanto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35706/jpi.v5i1.3744
Media pada saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Informasi yang disampaikan oleh media, berdampak pada ideologi dan pemikiran dari masyarakat yang diterima. Representasi bertujuan untuk memberikan gambaran menurut hasil analisis dari peneliti dengan menunjukkan data-data dan berdasarkan informasi atau hasil tulisan yang diteliti. Analisis Wacana Kritis digunakan oleh peneliti untuk menganalisa teks berita yang ditulis oleh kompas.com. Analisis wacana kritis Teun A. van Dijk menganalisa analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Tujuan dari penelitian ini memberikan sisi lain pemberitaan yang diberitakan oleh kompas.com. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan paradigma kritis. Peneliti membuat analisis dan mengkritisi pesan-pesan yang disampaikan dalam pemberitaan kompas.com yang dinilai tidak netral dan cenderung memihak kepada suatu kubu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media kompas.com memiliki kecenderungan memihak kepada kubu Joko Widodo. Sentimen wartawan kompas.com terhadap kubu Prabowo Subianto sangat terlihat dari hasil analisis teks, diperkuat juga dengan hasil analisis kognisi sosial dan konteks sosial. Intensitas tatap muka yang dilakukan oleh wartawan kompas.com ini lebih sering bertemu dengan Joko Widodo, disini membuktikan bahwa memang wartawan tersebut lebih akrab dan memiliki kecenderungan berpihak kepada kubu Joko Widodo.Kata Kunci: Politikus Sontoloyo, Analisis Wacana Kritis, Joko Widodo
Culture Shock Relawan Asing di Kabupaten Karawang, Jawa Barat
Satria Ali Syamsuri;
Fajar Hariyanto;
Fardiah Oktariani Lubis
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.854 KB)
|
DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7804
Culture shock is pyschology name to describe the circumstance and feeling of someone facing different socio-culture environmental condition. This research examines the phenomenon of culture shock in the foreign volunteers in Karawang Regency, they are incorporated in an official government agency from United States namely Peace Corps. The foreign volunteers who become research informants in Indonesia are in teaching program for two years in school, in Batu Jaya and Cilamaya, Karawang Regency. This research using descriptive qualitative method to observe social phenomenon which produces descriptive data on the phenomenon that occurs in the foreign volunteers related to culture shock they experienced. The result of this research shows that the foreign volunteers experiencing level of culture shock on their new cultural environment in Indonesia, where the optimistic phase, the cultural problem phase, and the recovery phase are experienced by them. Until now, the foreign volunteers have entered the adjustment phase. Culture shock atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan gegar budaya merupakan istilah psikologis untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang menghadapi kondisi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Penelitian ini mengkaji fenomena culture shock pada relawan asing yang berada di Kabupaten Karawang, para relawan asing dalam penelitian ini tergabung dalam suatu lembaga resmi pemerintah yang berasal dari negara Amerika yaitu Peace Corps. Para relawan asing yang menjadi informan penelitian berada di Indonesia dalam program mengajar selama dua tahun di sekolah yang berada di Batu Jaya dan Cilamaya, Kabupaten Karawang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dekriptif kualitatif untuk mengamati fenomena sosial yang menghasilkan data deksriptif atas fenomena yang terjadi pada para relawan asing terkait gegar budaya atau culture shock yang dialaminya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para relawan asing mengalami tingkatan culture shock pada lingkungan budaya barunya di Indonesia, dimana fase optimistik, fase masalah kultural dan fase recovery dialami oleh para relawan asing, hingga pada saat ini para relawan asing memasuki fase penyesuaian.
Media Film Sebagai Sarana Pembelajaran Pendidikan Karakter Peserta Didik SD/MI Nurul Huda Cikampek
TRI Widya;
Fajar Hariyanto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35706/jpi.v7i2.8206
Film merupakan suatu cerita yang dituturkan kepada penonton melalui rangkaian gambar bergerak secara berkesinambungan. Film menayangkan berbagai cerita yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang baik untuk diterapkan, seperti film dengan genre keluarga yang mengandung pesan-pesan moral sederhana tentang tolong menolong, keberanian, kebenaran, cinta kasih dan sebagainya. Latar belakang pada penelitian ini adalah adanya kegiatan outing class nonton bareng film di bioskop untuk menunjang pembelajaran bagi peserta didik kelas VI (enam) di SD/MI Nurul Huda Cikampek. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan dampak pelaksanaan pada pendidikan karakter melalui media film dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan mengahadirkan lima informan yang terdiri dari guru dan murid kelas enam (VI) SD/MI Nurul Huda Cikampek. Kata Kunci: media film, pendidikan karakter, anak
REPRESENTASI MAKNA DISFUNGSI KELUARGA PADA FILM DUA HATI BIRU
Sofia Hanum Deanova;
Fajar Hariyanto;
Ema Ema
Journal Publicuho Vol. 8 No. 4 (2025): November - January - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35817/publicuho.v8i4.839
This study aims to analyse the representation of family dysfunction in the film Dua Hati Biru using Roland Barthes' semiotic approach. The film was chosen as the object of study due to its potential to portray social realities, particularly those involving young family dynamics. This research employs a descriptive qualitative method with a semiotic analysis focusing on three layers of meaning: denotative, connotative, and myth. Data were obtained through direct observation of selected scenes and analysed to identify signs of family dysfunction. The findings reveal that Dua Hati Biru represents family dysfunction through four main forms: unclear parental role boundaries, lack of physical space separation among family members, the presence of shameful family secrets, and power imbalances within the household. These representations demonstrate how popular media can reflect the complexity of family life and shape public perception of familial roles and functions. The study concludes that film, as a form of communication media, serves not only as entertainment but also as a powerful tool for social education. This research is expected to contribute to the academic discourse on media and communication and to serve as a reference for future studies related to family issues in popular media.
GAYA KOMUNIKASI EQUALITARIAN DAN DYNAMIC DALAM MEMBANGUN KEAKTIFAN BELAJAR AWARDEES IISMA 2024
Ahmad Faruq Baihaqi;
Fajar Hariyanto;
Rastri Kusumaningrum
Journal Publicuho Vol. 8 No. 4 (2025): November - January - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35817/publicuho.v8i4.860
Recognising that dynamic lecturer-student interaction profoundly influences learning effectiveness in multicultural environments, this study aims to analyse lecturers' communication styles in fostering engagement among IISMA 2024 awardees at Prince of Songkla University, Thailand. Using a qualitative descriptive method, data were gathered from the Faculty of Management Sciences, Bachelor of Business Administration Program lecturers via semi-structured online interviews, moderate participant observation, and literature review. Results indicate that lecturers primarily employ Equalitarian and Dynamic communication styles. These styles successfully cultivate an equitable, interactive, and supportive learning environment, encouraging active student participation in expressing opinions, asking questions, and collaborating on projects.
RESPON KONSUMEN STARBUCKS INDONESIA TERHADAP ISU BOIKOT BRAND TERAFILIASI ISRAEL: (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Starbucks Coffee)
Ilham Jaelani;
Fajar Hariyanto;
Ana Fitriana Poerana
Journal Publicuho Vol. 8 No. 4 (2025): November - January - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35817/publicuho.v8i4.976
This study aims to examine the responses of Starbucks Indonesia consumers to the boycott issue involving brands affiliated with Israel. The boycott emerged as a form of solidarity with the humanitarian conflict in Palestine and sparked public debate regarding ethical consumption and loyalty to global brands. This research uses a descriptive qualitative approach, involving eight informants who are active Starbucks consumers in Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document studies, and analysed using thematic methods. The findings show that consumer responses fall into three main categories: (1) consumers who remain loyal due to considerations of product quality and lifestyle; (2) consumers who take a neutral stance by occasionally purchasing while also supporting local products; and (3) consumers who refuse to buy as a form of social and religious concern. These findings indicate that consumer decisions regarding boycott issues are influenced by individual perceptions, social values, and emotional attachment to the brand. This study is expected to contribute to consumer behaviour research, particularly in the context of socio-political issues that affect preferences toward global brands.