cover
Contact Name
Isma Masrofah
Contact Email
isma.masrofah@unsur.ac.id
Phone
+62263-283578
Journal Mail Official
jmtsi@unsur.ac.id
Editorial Address
Universitas Suryakancana, Gd. Fakultas Teknik Jl. Pasir Gede Raya, Cianjur 43216 Tel / fax : (0263) 283 578
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri
ISSN : 25810561     EISSN : 25810529     DOI : https://doi.org/10.35194/jmtsi.v4i1.844
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri (JMTSI) is a publication media for papers with the scope of industrial-engineering field and other relevant fields such as and not limited to: Industrial systems Manufacturing systems Systems Engineering & Ergonomics Industrial Management Supply Chain and Logistics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pengoperasian Overhead Crane Menggunakan Metode SWIFT (Structured What If Technique) di PT. ABC Anthony, Muhamad Bob
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v4i1.889

Abstract

Abstract— PT. ABC is one of the national steel industry companies that has a steel production capacity of three million tons more steel per year and the crane is one of the main equipment used at PT. ABC. Crane has a function as a lifting equipment used to move an object or item from one place to another and the type of crane used at PT. ABC is a type of overhead crane. The use of overhead cranes has various potential hazards both during the routine and non-routine lifting process so that the use of overhead cranes has a very high risk of work accidents. From accident data on overhead crane operations at PT. ABC, there were 27 accident cases from 2016 - 2018 that showed the high level of work accidents that occurred. The SWIFT (Structural What If Analysis) method is a technique for identifying hazards by asking what if (what if) keywords. The purpose of this study was to determine the dangers and risks of overhead crane operations at PT. ABC and provide recommendations for improvements to reduce the level of risk of work accidents. Analysis of the worksheet using the SWIFT (structural what if analysis) method produces 18 potential hazards in overhead crane operations and based on RRN (Risk Rating Number) calculations, there are 9 main priority hazards, 5 medium priority hazards, 2 low priority hazards and 2 priority hazards the lowest. Improvement recommendations are made based on the level of risk with the highest priority to prevent and reduce the risk of work accident in overhead crane operations.Keywords— Overhead crane, Potential hazard, Risk Rating Number, SWIFT. Abstrak— PT. ABC merupakan salah satu perusahaan industri baja nasional yang mempunyai kapasitas produksi baja sebesar tiga juta ton lebih baja per tahunnya dan crane merupakan salah satu peralatan utama yang digunakan di PT. ABC. Crane memiliki fungsi sebagai pesawat angkat angkut yang digunakan untuk memindahkan suatu benda atau barang dari tempat yang satu ke tempat lainnya dan jenis crane yang digunakan di PT. ABC adalah jenis overhead crane. Penggunaan overhead crane mempunyai berbagai potensi bahaya baik itu saat proses pengangkatan yang bersifat rutin maupun non rutin sehingga penggunaan overhead crane memiliki risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi. Dari data kecelakaan pada pengoperasian overhead crane di PT. ABC terdapat 27 kasus kecelakaan dari tahun 2016 - 2018 yang menunjukkan masih tingginya tingkat kecelakaan kerja yang terjadi. Metode SWIFT (Structural What If Analysis) adalah suatu teknik untuk mengidentifikasi bahaya dengan pendekatan bertanya menggunakan kata kunci what if (bagaimana jika). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahaya dan risiko pada pekerjaan pengoperasian overhead crane di PT. ABC serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi tingkat risiko kecelakaan kerja. Analisa lembar kerja menggunakan Metode SWIFT (structural what if analysis) menghasilkan 18 potensi bahaya pada pekerjaan pengoperasian overhead crane dan berdasarkan perhitungan RRN (Risk Rating Number), terdapat 9 bahaya prioritas utama, 5 bahaya prioritas menengah, 2 bahaya prioritas rendah dan 2 bahaya prioritas paling rendah. Rekomendasi perbaikan dibuat berdasarkan tingkat risiko dengan prioritas utama untuk mencegah dan mengurangi tingkat risiko kecelakan kerja pada pengoperasian overhead crane.Kata kunci— Overhead crane, Potensi bahaya, Risk Rating Number, SWIFT. 
Penyelesaian CVRP dengan Menggunakan Savings Algorithm & VBA Excel Sanggala, Ekra
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v4i1.850

Abstract

Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) merupakan sebuah masalah logistik yang banyak diteliti oleh para ilmuwan. Salah satu algoritma yang populer untuk menyelesaikannya adalah Algoritma Savings. Jika perhitungan Algoritma Savings dilakukan secara manual tentu akan banyak menghabiskan waktu, oleh karena itu diperlukan sebuah aplikasi untuk membantu menyelesaikan perhitungannya. Visual Basic Application for Excel (VBA Excel) dapat digunakan untuk membuat aplikasi ini. Aplikasi yang dihasilkannya ini dapat menyelesaikan perhitungan Algoritma Savings, walaupun sampai saat ini hanya cocok untuk keperluan latihan dan sebagai media pembelajaran, aplikasi ini masih bisa dikembangkan lagi.
Strategi Pengembangan UKM Gethuk Pisang Guna Melestarikan Makanan Tradisional Cahyono, Wahyu Eko; Kunhadi, Dedy
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v4i1.842

Abstract

Abstract— Small and medium enterprises (SMEs) are business sectors that play an important role as a backbone of a nation or region"s economics. Most problems faced by small and medium enterprises (SMEs) are capital, management and production process. This study aims to give strategic proposals in expanding small and medium enterprises of gethuk pisang for conserving traditional food. The methods used in this research are internal factor evaluation (IFE), external factor evaluation (EFE), and strengths- weaknesses - opportunities - threats (SWOT), so internal factors and external factors that faced by the small and medium enterprises can be identified. Based on SWOT analysis, some analysis strategy can be used to expand the small and medium enterprises of gethuk pisang. Result showed the small and medium enterprises of gethuk pisang were in first quadrant at SWOT cartesian diagram, meant the right strategies were strengths opportunities (SO) or Growth strategy. The strategies that will be used are local government holds traditional food festival, upgrade the quality of the product and use on-line marketing technology. In conclusion, the sales of gethuk pisang products from small and medium enterprises can increase and correlate with income increase, so small and medium enterprises (SMEs) of gethuk pisang can have competitiveness and grow.Keywords— Strategy, Gethuk pisang, IFE, EFE, SWOT.  Abstrak— Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan suatu sektor usaha yang memiliki peran penting sebagai tulang punggung perekonomian suatu negara atau daerah. Sebagian besar permasalahan-permasalahan yang dihadapi UKM adalah permodalan, manajemen, dan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan strategi dalam mengembangkan UKM gethuk pisang dalam melestarikan makanan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan Strengths–Weaknesses - Opportunities-Threats (SWOT), sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor internal yang dimiliki dan faktor-faktor eksternal yang dihadapi oleh UKM. Berdasarkan analisa SWOT, maka akan diperoleh beberapa alternatif strategi yang dapat digunakan dalam mengembangkan UKM gethuk pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM gethuk pisang berada di kuadran I pada diagram kartesius SWOT, yang berarti strategi yang tepat digunakan adalah strategi Strengths Opportunities (SO) atau strategi Growth. Strategi-strategi yang akan digunakan adalah: Pemerintah Daerah mengadakan festival makanan tradisional,  mutu produk lebih ditingkatkan, dan memanfaatkan teknologi media pemasaran on-line. Dengan demikian, produk UKM gethuk pisang dapat terjadi peningkatan penjualan dan berkorelasi dengan peningkatan pendapatan, sehingga UKM gethuk pisang memiliki daya saing dan dapat berkembang.Kata kunci — Strategi, Gethuk Pisang, IFE, EFE, SWOT
Perancangan Strategi Bisnis Dengan Pendekatan Blue Ocean Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus: PD.Hj.Imat Cianjur) Suyudi, Muhammad; Suryana, Hendy
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v4i1.893

Abstract

Abstract— PD. Hj. Imat is a company engaged in the field of food one of the products it produces, namely sale pisang. The development of the current era the company decreased turnover because of the many competitors with the same food field one of them PD. Makmur. So at this time PD. Hj. Imat needs to make a strategy design that provides better future value. Therefore, this research is needed to find out what strategies are suitable for the company. After observing that the company is suitable to use the blue ocean strategy to solve the problems currently faced, the blue ocean strategy functions to design a strategy that focuses on creating new market space through an analysis of the strategy canvas while a four-step framework. The strategy canvas is used to determine the company's position against competitors in the market space. While this four-step framework functions to construct the attributes of the value of pe, buy and create a new curve. From the results of discussions that have been conducted by researchers, the strategy that needs to be applied in the future is to provide a new flavor variant, and the provision of labels on the packaging and the quality of the products must be more considered and improved in the future.Keywords: blue ocean strategy, value innovation, canvas strategy, four-step framework Abstrak— PD. Hj. Imat merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan, salah satu produk yang dihasilkan yaitu sale pisang. Dengan berkembangnya jaman saat ini, perusahaan mengalami penurunan omset karena banyaknya pesaing dengan bidang makanan yang sama, salah satunya adalah PD. Makmur. Pada saat ini, PD. Hj. Imat perlu membuat rancangan strategi yang memberikan nilai lebih baik dengan menggunakan strategi blue ocean. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui strategi yang tepat bagi perusahaan dan dapat bertahan dalam persaingan serta sebagai alternative solusi dalam penyelesaian masalah perusahaan. Hasil pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti, maka strategi yang perlu diterapkan dalam pengembangan produk yaitu untuk memberikan varian rasa baru, pemberian label pada kemasan, dan kualitas produk harus lebih diperhatikan dan ditingkatkan.Kata kunci : strategi blue ocean, inovasi nilai, kanvas strategi, kerangka kerja empat langkah
Penentuan Rute Dan Penjadwalan Pengangkutan Sampah di Kota Bandung Wilayah Bandung Barat dengan Menggunakan Tabu Search Yogaswara, Yogi
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v4i1.844

Abstract

Abstract― The route determination Model is commonly known as the Vehicle Routing Problem (VRP), VRP deals with determining the route to produce the best route in problems involving more than one vehicle with a certain capacity to serve a number of customer's point according to their respective demands, one of the main purpose of route determination is to minimize total distances. PD. Kebersihan Kota Bandung has been facing one of the problems related to vehicle routing since the route used for waste transport by the company currently does not pay attention to the location and distance of the TPS to be visited, resulting in a longer total distance of 564, 30 km. With the current routes, the company does not have a definite schedule of trash transport, this problem concern involve for trashbin heap. Therefore, VRP research was conducted to determine the transportation of waste routes in West Bandung area by producing solutions that can be proposed to reduce the total distances. The research was solved using the Tabu Search method, the application of this method requires the initial solution. In this study, the saving and sequential method insertion used to create the initial solution, then the initial solution was done repair by using the Tabu Search algorithm. The result of data processing with taboo Search generates 15 routes with the total mileage for each day of 448.48 km. Total distance generated by Tabu Search resulted in a decline of 115.82 km or give a savings of 20.53% from Total distance with the current route. Based on the route comes from Tabu Search, there is a schedule for garbage transport schedules in the TPS and obtained the total time of service by 15 vehicles on each day of 63.45 hours. Abstrak― Model penentuan rute pada umumnya dikenal dengan Vehicle Routing Problem (VRP), VRP berkaitan dengan penentuan rute untuk menghasilkan rute terbaik dalam permasalahan yang melibatkan lebih dari satu kendaraan dengan kapasitas tertentu untuk melayani sejumlah titik pelanggan sesuai dengan permintaan masing-masing, tujuan penentuan rute ini salah satunya adalah untuk meminimumkan jarak tempuh. Penentuan rute menjadi salah satu permasalahan PD. Kebersihan Kota Bandung yang bergerak dibidang pengangkutan sampah, karena rute yang digunakan oleh perusahaan saat ini tidak memperhatikan lokasi dan jarak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang akan dikunjungi, sehingga menghasilkan total jarak tempuh yang lebih jauh yaitu sebesar 564,30 km. Dengan rute yang digunakan saat ini, perusahaan tidak memiliki jadwal pengangkutan sampah secara pasti yang memberikan kekhawatiran timbulnya penumpukan sampah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian VRP untuk menentukan rute pengangkutan sampah diwilayah Bandung Barat dengan menghasilkan solusi yang dapat diajukan untuk mengurangi total jarak. Penelitian ini diselesaikan dengan menggunakan metode Tabu Search, penerapan metode ini memerlukan adanya solusi awal. Dalam penelitian ini, metode saving dan sequential insertion yang digunakan untuk membuat solusi awal, selanjutnya solusi awal tersebut dilakukan perbaikan dengan menggunakan algoritma Tabu Search. Hasil pengolahan data dengan Tabu Search menghasilkan 15 rute dengan total jarak tempuh untuk setiap harinya sebesar 448,48 km. Total jarak yang dihasilkan Tabu Search menghasilkan penurunan sebesar 115,82 km atau memberikan penghematan sebesar 20,53% dari total jarak dengan rute saat ini. Berdasarkan rute yang dihasilkan dari Tabu Search, selanjutnya dilakukan penjadwalan pengangkutan sampah disetiap TPS dan memperoleh waktu pelayanan yang dibutuhkan oleh 15 kendaraan setip harinya sebesar 63,45 jam.
Analysis of Coconut Supply Chain as Industry Potential in Sula Islands Regency, North Maluku Province Sutoni, Akhmad
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v4i1.874

Abstract

Abstract— The supply chain management of the coconut industry in the Sula Islands district is still felt to be ineffective and inefficient. The advantage of effective supply chain management is to get maximum speed when goods and services move through the supply chain channel, lower costs, and increase added value for customers and product competitiveness in the market. The purpose of this study is to identify and analyze the management of the coconut industry supply chain. The method used is descriptive qualitative analysis. Those who play a role in the coconut supply chain in the Sula Islands district are farmers, collectors I, collectors II, owners of home industries, transport vehicle owners and marine vessels as modes of transportation. With this supply chain channel, there are only a few benefits for farmers and business operators. The added value of coconut and copra is very small, meaning that the economic value obtained is very small. To provide greater economic value for residents of the Sula Islands district, especially for coconut farmers and coconut entrepreneurs, so coconut fruit must be processed not only until copra, but made in industrial scale coconut oil.Keywords— Supply Chain; Coconut; Industry; Coconut oil; Sula Islands Regency. Abstrak— Manajemen rantai pasok industri kelapa di kabupaten Kepulauan Sula masih dirasakan belum efektif dan efisien. Keuntungan manajemen rantai pasok yang efektif adalah   untuk   mendapatkan   kecepatan   maksimal pada saat barang dan jasa bergerak melalui jalur rantai pasok, menurunkan biaya, serta meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan dan daya saing produk di pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis   pengelolaan   rantai   pasokan industri kelapa. Metode yang digunakan adalah Analisis deskriptif kualitatif.  Yang berperan dalam rantai pasokan kelapa di kabupaten Kepulauan Sula adalah petani, pengepul I, pengepul II, pemilik industri rumahan, pemilik kendaraan angkut dan kapal laut sebagai moda transportasi. Dengan jalur Rantai Pasokan seperti ini hanya sedikit keuntungan yang didapat oleh petani maupun pelaku usaha. Nilai Tambah dari Kelapa dan Kopra sangat kecil, berarti Nilai ekonomi yang didapatpun sangat kecil. Untuk memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi penduduk kabupaten Kepulauan Sula, terutama bagi petani Kelapa dan pelaku usaha Kelapa, makanya buah Kelapa harus diolah tidak hanya sampai Kopra, tetapi dibuat minyak Kelapa berskala industri.Kata kunci— Rantai Pasok; Kelapa; Industri; Minyak Kelapa; Kabupaten Kepulauan Sula.
Penentuan Lokasi Sentra IKM Galendo untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Ciamis Nurhayaty, Maria; Orshella, Devy Dwi
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v4i1.745

Abstract

Abstract— Traditional food can provide a good image and economic improvement in an area. Ciamis Regency is known as a region producing traditional food, one of which is Galendo. The center of the sale and purchase of Galendo products in Ciamis Regency is still centered in a wholesale market that is less strategic. This research proposes the determination of the location of the Galendo IKM center and the development of various integrated facilities and infrastructure by the central government, which can be shared by other Galendo IKM. The determination of the location of the Galendo IKM center is analyzed by the center of gravity method. The distance of IKM location, production output, and transportation costs from 21 Galendo producers in the Cijeungjing, Cilame, Jendral Soedirman, Pawindan, Pamalayan, Sadananya, and Baregbeg areas are used to calculate the total transportation costs from each IKM location. The initial coordinate point is the location of the Ciamis Main Market which is compared with the 4 proposed coordinate points in order to produce the lowest total transportation costs. The total cost from the initial location of the Main Market is IDR 95,532,205. Whereas the total cost at proposed location 1 is only around Rp 80,015,976 which is lower than the initial location in the wholesale market. Keywords— center of gravity; galendo; distance; IKM centers; total cost. Abstrak— Keberadaan makanan tradisional suatu daerah dapat mengangkat citra positif daerah tersebut. Kabupaten Ciamis dikenal akan daerah penghasil berbagai jenis makanan tradisional, salah satu diantaranya adalah galendo. Kegiatan jual beli produk galendo di Kabupaten Ciamis masih berpusat di pasar induk yang lokasinya dinilai kurang strategis. Penentuan lokasi sentra IKM galendo diperlukan berikut dengan pengembangan berbagai sarana dan prasarana terpadu oleh pemerintah pusat, yang dapat digunakan bersama oleh para pelaku IKM. Penentuan lokasi sentra IKM galendo dilakukan menggunakan metode center of gravity. Jarak antar lokasi IKM, beban berupa output produksi, dan biaya transportasi dari 21 produsen Galendo yang tersebar di daerah Cijeungjing, Cilame, Jendral Soedirman, Pawindan, Pamalayan, Sadananya, dan Baregbeg digunakan untuk mengitung total biaya transportasi dari masing-masing titik lokasi IKM. Titik koordinat awal adalah lokasi Pasar Induk Ciamis yang dibandingkan dengan 4 titik koordinat usulan guna menghasilkan total biaya transportasi yang paling rendah. Total biaya jika sentra berada di lokasi awal yakni Pasar Induk, adalah mencapai Rp 95.532.205. Sedangkan total biaya di lokasi usulan 1 hanya berkisar Rp 80.015.976 yang lebih rendah dibandingkan dengan lokasi awal di pasar induk.   Kata kunci— center of gravity; galendo; jarak; sentra IKM; total biaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7