cover
Contact Name
Isma Masrofah
Contact Email
isma.masrofah@unsur.ac.id
Phone
+62263-283578
Journal Mail Official
jmtsi@unsur.ac.id
Editorial Address
Universitas Suryakancana, Gd. Fakultas Teknik Jl. Pasir Gede Raya, Cianjur 43216 Tel / fax : (0263) 283 578
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri
ISSN : 25810561     EISSN : 25810529     DOI : https://doi.org/10.35194/jmtsi.v4i1.844
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri (JMTSI) is a publication media for papers with the scope of industrial-engineering field and other relevant fields such as and not limited to: Industrial systems Manufacturing systems Systems Engineering & Ergonomics Industrial Management Supply Chain and Logistics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
Analisis Risiko Postur Kerja dengan Metode Nordic Body Map, RULA dan REBA pada Proses Manual Material Handling Pabrik Kecap Rezki, Annisa Sabarina; Maksum, Apid Hapid; Herwanto, Dene; Rahmat, Muhamad Taufiq
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v7i2.2677

Abstract

Repetitive manual material handling and incorrect movements can result injury to workers. At the Kecap Segi Tiga Majalengka Company, several workers had complaints of low back pain, shoulder pain, leg pain, and others after work. This study focused on analyzing the work posture risks of two workers in the washing and labeling bottles section. The used method was the NBM questionnaire after work and observation. The data that has been collected then processed using the Nordic Body Map (NBM), RULA, and REBA methods. The three methods produce a score that indicating the high risk of injury of work posture. NBM method showed result that bottle-washing workers felt more pain with a value of 52 compared with labeling workers who have a value of 49. The RULA method produces a score of 7 for both jobs which means the way it included the process works in risky activities and needs work repair right now. While the REBA method found that the bottle washing process resulted in a total score of 11 (Very High), Action Level 4, and required immediate repairs and the installation of soy sauce bottle labels it resulted in a total value of 9 (High), Action Level 3, and needed immediate corrective action. Konsep Manual Material Handling yang ada di dalam suatu kegiatan usaha berpotensi menimbulkan cedera pada tubuh pekerja jika dilakukan secara repetitif dengan waktu lama. Pada Perusahaan Kecap Segi Tiga Majalengka, didapati beberapa pekerja memiliki keluhan seperti nyeri pinggang, nyeri pundak, sakit kaki, dan lain-lain setelah bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko yang dihasilkan dari postur kerja kedua pekerja yang berada di bagian pencucian dan pemasangan label botol Perusahaan Kecap Segi Tiga Majalengka. Metode yang digunakan adalah dengan pengisian kuesioner Nordic Body Map ditambah metode observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dengan metode Nordic Body Map (NBM), RULA, dan REBA. Ketiga metode tersebut menghasilkan nilai yang mengindikasikan bahwa postur kerja yang dimiliki berisiko tinggi menimbulkan cedera. Metode NBM menunjukkan bahwa pekerja pencucian botol cenderung lebih merasa sakit dengan nilai 52 dibandingkan dengan pekerja pemasangan label yang bernilai 49. Untuk metode RULA didapati bahwa kedua pekerjaan tersebut menghasilkan nilai yang sama yaitu 7 yang berarti cara kerja proses tersebut termasuk pada kegiatan yang berisiko dan memerlukan perbaikan kerja sekarang juga. Sedangkan metode REBA mendapati bahwa proses pencucian botol menghasilkan nilai total 11 (Sangat Tinggi), Action Level 4, dan memerlukan perbaikan saat itu juga dan untuk pemasangan label botol kecap menghasilkan nilai total 9 (Tinggi), Action Level 3, dan perlu tindakan perbaikan segera.
Evaluasi Usability pada Website Universitas Pancasila Menggunakan Metode Eye Tracking dan System Usability Scale Zein, Fauziah; Ningtyas, Desinta Rahayu
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v7i2.3425

Abstract

Website took an important role in online activities, especially in academic institution. Website in academic institution not only as an information media for students and lecturer but also show a professionalism of that academic institution. Website is a representation of academic institution in cyberspace. A website that functions properly is not enough, it is necessary to have other things that can be considered so that users who visit the website can feel comfortable, effective and efficient and the most important thing is that the website must be usable. To determine the usability level of website of Universitas Pancasila using eye tracking method and System Usability Scale (SUS). The result of eye tracking method for profile menu in website Universitas Pancasila that is structural organization, history of Universitas Pancasila, and the strategic goals of Universitas Pancasila successfully conveyed to respondent, on the contact menu of website Universitas Pancasila that is campus contact list and maps location of Universitas Pancasila successfully conveyed to the respondent, and in registration menu of website Universitas Pancasila that is general information for D3&S1 programmes and flow of registration was successfully conveyed to the respondent. As for the results of the assessment scores using the System Usability Scale, an analysis was obtained that the tests that had been carried out on the university profile menu, contacts, and registration on the Pancasila University website showed a score of 74.5833 which was on a grade scale C or good, where the results of these values it can be concluded that the three menus that are the object of usability testing are good.Website mengambil peranan penting dalam beraktivitas secara online, salah satunya dalam dunia Pendidikan. Website bagi perguruan tinggi tidak hanya sekadar wadah atau fasilitas umum yang bisa digunakan oleh mahasiswa dan dosen, namun dapat juga memberikan kesan profesionalisme bagi perguruan tinggi tersebut. Website bagi suatu perguruan tinggi merupakan representasi perguruan tinggi tersebut di dalam dunia maya. Website yang berfungsi dengan baik saja tidak cukup, maka perlu adanya hal lain yang dapat diperhatikan agar para pengguna yang mengunjungi website tersebut dapat merasakan kenyamanan, efektif dan efisien serta yang paling utama adalah website tersebut harus bersifat usable. Untuk mengetahui tingkat usability website Universitas Pancasila perlu dilakukan pengujian dan pengamatan menggunakan metode eye tracking dan System Usability Scale (SUS). Berdasarkan pengujian menggunakan metode eye tracking diperoleh hasil analisis yaitu pada menu profil Universitas bagian struktur organisasi, sejarah Universitas Pancasila dan sasaran strategis Universitas Pancasila berhasil tersampaikan kepada responden, pada menu kontak di bagian daftar kontak kampus 1 dan pada bagian maps atau peta letak Universitas Pancasila berhasil tersampaikan kepada responden, dan pada menu pendaftaran bagian menu persyaratan peserta pada informasi umum program D3&S1 dan alur pendaftaran berhasil tersampaikan kepada responden. Sedangkan untuk hasil skor penilaian menggunakan System Usability Scale, diperoleh analisis bahwa pengujian yang telah dilakukan terhadap menu profil universitas, kontak, dan pendaftaran pada website Universitas Pancasila menunjukkan hasil skor 74,5833 yang berada pada grade scale C atau good, di mana hasil nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga menu yang menjadi objek pengujian usability sudah baik.
Analisis Potensi Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja pada Bagian Mesin Molding dengan Metode Hazard and Probability Study (HAZOP) di PT. XYZ Pasaribu, Tigor Gabriel; Sari, Rianita Puspa
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v7i2.2644

Abstract

PT. XYZ is a company engaged in manufacturing elastomer switches with a molding machine as one of the machines in the production process at the company. Based on field observations, many workers are not prioritizing work safety by disobeying work procedures in the molding machine section, in which there are work activities that have the potential to cause work accidents, including operating molding machines, dry ice molding machines, moving molds, washing chemicals molds and repairing molds. Data analysis was carried out using descriptive data analysis techniques using the Hazard and Operabilty (HAZOP) method. Based on the results of observations and interviews with employees including operators, operator leaders and the Committee for Occupational Safety and Health, that there are a total of 44 potential or occupational hazard risks and are related to every job in the molding machine section, with a description of the high risk of 41% or 18 risk, moderate risk of 52% or 23 risk, and low risk of 7% or 3 risk. From the results of the identification of the risk assessment, it shows that there are still dangerous risks for workers with a high level of 41%, which means that control and corrective actions must be taken so that the work risk will not become a work accident in every activity or work on the molding machine.  PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing elastomer switch dengan mesin molding sebagai salah satu mesin dalam proses produksi di perusahaan tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak para pekerja yang kurang dalam mengutamakan keselamatan kerja dengan tidak menaati prosedur kerja di bagian mesin molding yang di dalamnya terdapat aktivitas kerja yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja meliputi kegiatan pengoperasian mesin molding, dry ice mesin molding, pemindahan mold, washing chemical mold dan repairing mold. Analisa data dilakukan dengan teknik analisa data secara deskriptif dengan metode Hazard and Operabilty (HAZOP). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap karyawan yang meliputi operator, leader operator dan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, bahwa terdapat jumlah potensi atau risiko bahaya kerja terdapat 44 risiko dan berkaitan pada setiap pekerjaan di bagian mesin molding, dengan uraian yaitu, risiko tinggi sebesar 41% atau 18 risiko, risiko sedang sebesar 52% atau 23 risiko, dan risiko rendah sebesar 7% atau 3 risiko. Dari hasil identifikasi penilaian risiko tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat risiko-risiko membahayakan bagi para pekerja dengan level yang tinggi sebesar 41% yang berarti harus dilakukan tindakan pengendalian dan perbaikan agar risiko kerja tersebut tidak akan menjadi kecelakaan kerja di setiap kegiatan atau pekerjaan pada bagian mesin molding.
Optimalisasi Waktu Istirahat Berdasarkan Tingkat Beban Kerja Fisiologis (Studi Kasus: CV Eja Nursery, Kutai Kartanegara) Fathimahhayati, Lina Dianati; Pawitra, Theresia Amelia; Purnomo, Tri Budi
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v7i2.3245

Abstract

Work in rubber plantations is considered a physically demanding type of work. Several negative impacts can occur when the physical workload exceeds the physiological capacity of the workers. Chronically, this condition can lead to excessive fatigue. One approach to addressing this issue is through ergonomic evaluation. Ergonomic evaluation is conducted to ensure that the workload does not exceed the capabilities of the workers. Based on this background, it is necessary to conduct research on determining the workload of rubber farmers based on physiological criteria in order to determine the optimal rest time for workers. This is aimed at reducing work fatigue, which not only has a detrimental effect on the workers' health but also on work quality and performance. The method used in this research is by measuring the heart rate before, after, and during work every hour. From this heart rate data, calculations will be made for energy expenditure, oxygen consumption, and %CVL (cardiovascular load). The workload categories will be determined based on the calculations. Subsequently, the calculation for determining the optimal rest time for workers will be based on the workload level. The research shows that the workload experienced by rubber farmers in CV. Eja Nursery, Kutai Kartanegara Regency, can be classified as light to moderate. Before starting work, the average heart rate of the farmers is 75 bpm, while during work, it increases to an average of 101 bpm. After completing work, the average heart rate decreases to 97 bpm due to reduced work activity. The average oxygen consumption of rubber farmers is 0.9 liters per minute, which falls into the category of light workload. The energy expenditure ranges from low to moderate, with an average of 3.4 kcal/minute during work. Energy consumption is 1.7 kcal/minute. The average cardiovascular load experienced by the farmers is 25.6%, which falls into the category of light workload, indicating no significant burden. Based on the calculations of physiological workload, it can be concluded that the energy requirements of each rubber farmer are below the standard limit, indicating no physiological fatigue. The recommended rest time according to the ILO allowance standard is 25% of the work time.Pekerjaan di perkebunan karet termasuk jenis pekerjaan yang banyak membutuhkan tenaga fisik. Sejumlah dampak buruk dapat terjadi saat beban fisik suatu pekerjaan telah melampaui kapasitas fisiologis yang dimiliki pekerja. Keadaan seperti ini secara kronik dapat mengakibatkan terjadinya kelelahan berlebihan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan evaluasi ergonomi. Evaluasi ergonomi dilakukan untuk memastikan bahwa beban kerja tidak melebihi batas kemampuan yang dimiliki seorang pekerja. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan penelitian mengenai penentuan tingkat beban kerja petani karet berdasarkan kriteria fisiologis sehingga nantinya dapat ditentukan waktu istirahat yang optimal untuk pekerja. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kelelahan kerja yang tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan pekerja tapi juga pada kualitas dan performansi kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pengukuran denyut jantung pada saat sebelum, sesudah, dan saat melakukan pekerjaan setiap 1 jam sekali. Kemudian dari data denyut jantung ini akan dilakukan perhitungan konsumsi energi, konsumsi oksigen dan %CVL (cardiovascular load). Setelah itu, ditentukan tingkat kategori beban kerja berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan. Selanjutnya ditentukan perhitungan penentuan waktu istirahat pekerja yang optimal berdasarkan tingkat beban kerja tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat beban kerja yang dialami oleh petani karet di CV. Eja Nursery Kabupaten Kutai Kartanegara dapat dikategorikan sebagai ringan hingga sedang. Sebelum memulai pekerjaan, rata-rata denyut jantung petani adalah 75 bpm, sedangkan saat mereka sedang bekerja, rata-rata denyut jantungnya naik menjadi 101 bpm. Setelah selesai bekerja, rata-rata denyut jantung turun menjadi 97 bpm karena aktivitas kerja menurun. Konsumsi oksigen rata-rata oleh petani karet adalah 0,9 liter per menit, yang termasuk dalam kategori beban kerja ringan. Rata-rata pengeluaran energi berkisar antara rendah hingga sedang, dengan rata-rata 3,4 kkal/menit saat bekerja. Konsumsi energi adalah sebesar 1,7 kkal/menit. Rata-rata beban kardiovaskular yang dialami oleh petani adalah 25,6%, yang termasuk dalam kategori beban kerja ringan, yang berarti tidak ada pembebanan yang signifikan. Dari perhitungan beban fisiologis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan energi setiap petani karet masih berada di bawah batas standar, sehingga tidak ada kelelahan fisiologis yang terjadi. Waktu istirahat yang disarankan sesuai standar kelonggaran ILO adalah 25% dari waktu kerja.
Penerapan Jig & Fixture pada Produksi Massal di Industri Manufaktur Setiawan, Indra; Setiawan, Rohmat; Zahabiyah, Rifdah; Lestari, Tri Darma; Triantoro, Viko Wahyu; Farrel, Vincensius; H., Yoga Andriko; Puspita, Windy Yuliana
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v7i2.3165

Abstract

The development of the manufacturing industry in the current era of globalization is growing very rapidly as demonstrated by technological advances applied to the modern manufacturing industry. High demand from consumers requires consistency in the quantity, shape and size of a product or component to be evenly distributed in terms of quality. Other problems faced are high production costs, long processing times and unachieved productivity. In line with this, the manufacturing industry, especially mass production, requires a tool to be able to overcome these problems. Jigs & fixtures are one solution that can be used to overcome this problem. This research aims to review papers regarding the application of jigs & fixtures used in mass production systems in the manufacturing industry. This research was carried out using a systematic literature review (SLR), starting from searching, collecting, grouping and gap analysis. As a result of identifying several papers, information was obtained that jigs & fixtures can be applied to reduce production time, reduce production costs, increase productivity and improve product quality. The use of jigs & fixtures also helps reduce preparation time and allows for reduced machining time. Perkembangan industri manufaktur pada era globalisasi saat ini berkembang sangat pesat yang ditunjukkan dengan kemajuan teknologi yang diterapkan pada industri manufaktur modern. Tingginya permintaan dari konsumen mengharuskan konsistensi jumlah, bentuk, dan ukuran suatu produk atau komponen harus merata dari segi kualitas. Permasalahan lainnya yang dihadapi yaitu tingginya biaya produksi, waktu proses yang panjang dan produktivitas yang tidak tercapai. Sejalan dengan hal itu, industri manufaktur khususnya pada produksi massal diperlukan sebuah alat untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut. Jig & fixture adalah salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau artikel mengenai penerapan jig & fixture yang digunakan pada sistem produksi massal di industri manufaktur beserta manfaatnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sistematic literature review (SLR) berbasis statistik deskriptif yaitu dimulai dari penelusuran, pengumpulan, pengelompokan dan analisis kesenjangan. Hasil dari identifikasi beberapa artikel didapatkan informasi bahwa jig & fixture dapat diaplikasikan untuk mengurangi waktu produksi, mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kualitas produk. Penggunaan jig & fixture juga membantu mengurangi waktu persiapan dan memungkinkan pengurangan waktu permesinan.
Implementasi Metode Six Sigma Untuk Mereduksi Cacat Pada Produksi Sendok Premium (Studi Kasus PT. ABC) Wirakusuma, Kadex Widhy; Kadriadi, Kadriadi; Primisa Purba, Ari Pranata
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v7i2.2728

Abstract

PT ABC is a company in the manufacturing industry that produces premium spoons. The raw material used is 304 stainless steel. The high volume of defective production impacts reducing the level of customer satisfaction so that it indirectly causes losses to the company. The maximum defect rate determined and allowed by the company is 4.25% of total production. This study aims to determine critical defects and provide alternative improvements to reduce the level of product defects and increase the sigma level in making premium spoons. In this study, the Six Sigma method is used to determine the sigma level to be used as a reference in making corrective actions; the existing condition shows that the sigma level is 4.29, indicating that corrective steps need to be taken. The results showed that by analyzing Pareto diagrams, three critical defects occurred in spoon products: warping 98 pieces, freckles 102 pieces, and Discoloration 99 pieces. The root Cause Analysis method is used to identify factors that cause defects in spoons. The FMEA method is used to provide alternative improvements by reducing the potential for failure by considering the RPN value, where the RPN value of warping defects is 60, the RPN value of freckles defects is 60, and the highest RPN value obtained by Discoloration defects is 64. At the improvement stage, alternative improvements are given; from the proposed improvements, a decrease in the number of defects is obtained, which for warping defects is 15.5%, freckles are 16%, and Discoloration is 12.8% with a total decrease in the number of defects is 44.3%. From the results of the improvements that have been implemented, the DPMO value is 7,800 with a sigma level of 4.74. PT ABC adalah sebuah perusahaan dibidang industri manufaktur yang memproduksi sendok premium. Bahan baku yang digunakan yaitu stainless steel 304. Tingginya volume produksi yang cacat berdampak pada menurunnya tingkat kepuasan konsumen sehingga secara tidak langsung menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Tingkat kecacatan maksimum yang telah ditentukan dan diizinkan perusahaan adalah 4,25% dari total produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cacat kritis dan memberikan alternatif perbaikan yang dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat cacat produk serta meningkatkan level sigma pada proses pembuatan sendok premium. Pada penelitian ini metode Six Sigma digunakan untuk mengetahui level sigma sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat tindakan perbaikan, kondisi eksisting menunjukkan bahwa level sigma bernilai 4,29, kondisi ini menunjukkan perlu dilakukan langkah perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan analisis diagram pareto terdapat 3 jenis cacat kritis yang terjadi pada produk sendok: warping 98 buah, freckles 102 buah, dan Discoloration 99 buah. Metode Root Cause Analysis digunakan untuk mengidentifikasi faktor yang menjadi penyebab terjadinya cacat pada sendok. Metode FMEA digunakan untuk memberikan alternatif perbaikan dengan mereduksi potensi terjadinya kegagalan dengan mempertimbangkan nilai RPN, di mana nilai RPN cacat warping adalah sebesar 60, nilai RPN cacat freckles adalah sebesar 60 dan nilai RPN tertinggi diperoleh oleh cacat Discoloration adalah sebesar 64. Pada tahapan improve diberikan alternatif perbaikan, dari usulan perbaikan diperoleh tingkat penurunan jumlah cacat yang di mana untuk cacat warping sebesar 15,5%, freckles adalah sebesar 16%, dan Discoloration sebesar 12,8% dengan total nilai penurunan jumlah cacat adalah 44,3%. Dari hasil perbaikan yang sudah diterapkan, diperoleh nilai DPMO sebesar 7.800 dengan level sigma bernilai sebesar 4.74.
Analisis Penerapan Health Safety and Environment dengan Metode Fault Tree Analysis dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja di Laboratorium PT. XYZ Roswandi, Iwan; Pratama, Oki; Junaedi, Didi
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v7i2.2435

Abstract

Abstrak— Pesatnya perkembangan perindustrian saat ini menuntut perusahaan harus memiliki karyawan yang banyak sehingga harus memperhatikan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja para karyawannya agar kecelakaan kerja dapat di minimalisir. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah tingkat kecelakaan kerja yang berpengaruh pada tThe current rapid development of the industry requires companies to have a large number of employees so that they must pay attention to the occupational health and safety conditions of their employees so that work accidents can be minimized. The purpose of this research is to find out whether the level of work accidents has an effect on the level of employee productivity using the fault tree analysis method. From the research results obtained, the frequency rate of work accidents in 2019-2021, where accidents did not increase but decreased, but productivity decreased in 2020, namely 99,95% , this was influenced by the level of the number of hours worked which increased but rose again in in 2021 of 99,98%. Meanwhile, productivity in 2019 was 99,97%. The results of this study are that work productivity increases when the number of work accidents is getting smaller. However, overall the implementation of HSE in this company has been quite good, seen from the relatively small number of work accidents that have occurred in the last 3 years. Pesatnya perkembangan perindustrian saat ini menuntut perusahaan harus memiliki karyawan yang banyak sehingga harus memperhatikan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja para karyawannya agar kecelakaan kerja dapat di minimalisir. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah tingkat kecelakaan kerja yang berpengaruh pada tingkat produktivitas karyawan dengan metode fault tree analysis. Dari hasil penelitian yang didapat , tingkat frekuensi kecelakaan kerja pada tahun 2019-2021, dimana kecelakaan tidak mengalami kenaikan namun mengalami penurunan, namun produktivitas mengalami penurunan ditahun 2020 yaitu 99,95% hal ini di pengaruhi oleh tingkat jumlah jam kerja yang meningkat namun kembali naik di tahun 2021 sebesar 99,98%. Sedangkan produktivitas di tahun 2019 yaitu 99,97%. Hasil dari penelitian ini adalah produktivitas kerja semakin meningkat apabila angka kecelakaan kerja semakin kecil. Namun secara keseluruhan penerapan HSE di perusahaan ini sudah cukup baik dilihat dari jumlah kecelakaan kerja yang terjadi cukup kecil dalam 3 tahun terakhir.

Page 1 of 1 | Total Record : 7