cover
Contact Name
Meiana Maulida Hikmawati
Contact Email
lppm@stipram.ac.id
Phone
+62274-485650
Journal Mail Official
jurnalkepariwisataan@stipram.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No. 52B, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55198
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
ISSN : 19079389     EISSN : 27162664     DOI : -
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel atau naskah yang berorientasi pada bidang kepariwisataan, dimana naskah atau artikel tersebut belum pernah dipublikasikan di media lain atau sedang dikirim ke penerbit lain. Artikel atau naskah yang dipublikasikan adalah hasil penelitian atau pendampingan/ konseptual atau studi pustaka namun bersifat obyektif dan sistematis yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang standar dan baku (bisa dipahami). Artikel atau naskah diterbitkan dalam bentuk cetak dan online. Untuk versi online, Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah sudah terindeks Google Schoolar dan Garuda. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah pertama kali terbit pada bulan Januari 2007 dan diterbitkan dalam 3 (tiga) edisi setiap tahunnya, yaitu diterbitkan setiap bulan Januari, Mei dan September.
Articles 319 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN DANAU KAOLIN SEBAGAI DESTINASI WISATA KEBUGARAN DI BANGKA TENGAH Afif, Muhammad; Ardiansyah, Ardiansyah; Sulasdi, Nur Ain Desta
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.933

Abstract

ABSTRACTThis study examines the potential for economic transformation in the Bangka Belitung Islands Province, which has long depended on the tin mining sector, through the development of Lake Kaolin as a wellness tourism destination. In the context of post-pandemic economic recovery, increasing public awareness of health and well being, along with the urgent need to diversify regional income sources, positions wellness tourism as a strategic alternative for tourism development. Lake Kaolin possesses distinctive post mining landscapes and natural beauty that support relaxation, meditation, and health oriented tourism experiences, while also attracting visitors and stimulating local economic growth. The objectives of this study are to identify the tourism potential of Lake Kaolin within the wellness tourism framework, to formulate effective and sustainable development strategies, and to analyze its impact on community welfare and regional economic recovery. This research employs a qualitative descriptive method using the Attraction Based Tourism approach and SWOT analysis. Purposive sampling was applied, utilizing both primary and secondary data sources. The study was conducted in the Lake Kaolin area, West Bangka Regency. The findings indicate that Lake Kaolin’s main strengths lie in its unique natural landscape and tranquil environment that support wellness-based activities, despite existing limitations in infrastructure, supporting facilities, and human resource capacity. The proposed development strategies focus on holistic wellness tourism packages through the optimization of natural and human resources, digital promotion via social media, inter-institutional collaboration, and the empowerment of local micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to achieve sustainable tourism management.Keywords:       Tourism; Regional Revenue; Economy; Strategy; Wellness ABSTRAKPenelitian ini mengkaji potensi transformasi ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan timah melalui pengembangan Danau Kaolin sebagai destinasi wisata kebugaran (wellness tourism). Dalam konteks pemulihan ekonomi pascapandemi, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan, serta kebutuhan diversifikasi sumber pendapatan daerah, menjadikan wisata kebugaran sebagai alternatif pengembangan pariwisata yang strategis. Danau Kaolin memiliki keindahan alam dan karakteristik unik lanskap pascatambang yang berpotensi mendukung aktivitas relaksasi, meditasi, dan pengalaman wisata berbasis kesehatan, sekaligus menarik kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata Danau Kaolin dalam kerangka wellness tourism, merumuskan strategi pengembangan yang efektif dan berkelanjutan, serta menganalisis dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dan pemulihan ekonomi daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Attraction Based Tourism dan analisis SWOT. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Penelitian dilaksanakan di kawasan Danau Kaolin, Kabupaten Bangka Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Danau Kaolin terletak pada keunikan alam dan suasana yang mendukung wisata kebugaran, meskipun masih terdapat keterbatasan infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya manusia. Strategi pengembangan difokuskan pada pengembangan paket wisata kebugaran secara holistik melalui optimalisasi sumber daya alam dan manusia, pemanfaatan media sosial, kerja sama antar lembaga, serta pemberdayaan UMKM lokal guna mewujudkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.Kata Kunci:    Pariwisata; Pendapatan Daerah; Ekonomi; Strategi; Kebugaran
MENYAMBUT TURIS MENJAGA TRADISI: ANALISIS PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP KEHADIRAN WISATAWAN DI PULAU AY BANDA NEIRA Layyina, Ulya; Pangastuti, Widiya; Sembai, Thomas; Kurniawan, Ndaru; Salsabila, Athaya
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.860

Abstract

ABSTRACTAy Island, located in Banda Neira, Central Maluku, is a tourism destination that combines natural beauty, colonial heritage, and the production of nutmeg and kenari. This potential attracts both domestic and international tourists, yet also presents challenges related to social and cultural impacts. This study aims to examine the community’s perspectives on the presence of tourists in Ay Island. A qualitative approach was employed, with data collected through focus group discussions and in-depth interviews involving five active members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and one representative from the Village-Owned Enterprise (BUMNEG) selected using purposive sampling. The findings indicate that local residents generally welcome tourist visits due to opportunities for cultural and linguistic exchange. However, concerns were expressed regarding potential negative impacts, particularly tourist attire considered inconsistent with local social norms and the risk of cultural value degradation. Nevertheless, the community holds high expectations that tourism will foster economic growth and improve access to education. These findings underscore the importance of sustainable tourism management strategies that not only optimize tourism potential for economic development but also safeguard local values for the well-being of Ay Island’s community. To advance these findings, further research should engage other strategic actors beyond the local community (Pokdarwis), including local government, business operators, and tourists to develop both a comprehensive understanding and an integrative governance model for sustainable tourism on Ay Island, Banda Neira.Keywords: Community Perspectives; Tourists; Ay Island; Banda Neira  ABSTRAKPulau Ay di Banda Neira, Maluku Tengah, merupakan destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, warisan sejarah kolonial, serta penghasil rempah pala dan kenari. Potensi ini menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara, namun juga menghadirkan tantangan terkait dampak sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji perspektif masyarakat terhadap kehadiran wisatawan di Pulau Ay. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara terhadap lima anggota aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan satu perwakilan dari Badan Usaha Milik Negeri (BUMNEG) yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menyambut positif kedatangan wisatawan karena adanya peluang kolaborasi budaya dan bahasa. Namun, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak negatif, khususnya gaya berpakaian wisatawan yang dinilai tidak sesuai dengan norma sosial dan risiko degradasi nilai budaya setempat. Meskipun demikian, masyarakat memiliki harapan besar agar sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses pendidikan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya mengoptimalkan potensi wisata untuk kemajuan ekonomi, tetapi juga menjaga nilai-nilai lokal demi kesejahteraan masyarakat Pulau Ay. Untuk mengembangkan temuan ini, penelitian lanjutan disarankan melibatkan aktor strategis lain di luar komunitas lokal (Pokdarwis), seperti pemerintah daerah, pelaku usaha, dan wisatawan guna membangun pemahaman komprehensif sekaligus model tata kelola yang integratif bagi pariwisata berkelanjutan di Pulau Ay, Banda Neira.Kata Kunci : Perspektif Masyarakat; Wisatawan; Pulau Ay; Banda Neira
KESADARAN LINGKUNGAN DAN SIKAP WISATAWAN TERHADAP GREEN MARKETING HOTEL DI LABUAN BAJO Cembes, Yulita Sridewi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.1075

Abstract

ABSTRACTThis research aims to describe tourists’ environmental awareness and their attitudes toward hotel green marketing in Labuan Bajo, using a quantitative descriptive approach with 96 respondents. Data were collected through questionnaires distributed to tourists who stayed in Labuan Bajo hotels between October and December 2025. The results show that, overall, tourists strongly agree they understand (cognitive) and care (affective) about environmental issues in tourism. However, their willingness to act environmentally friendly (conative) way remains at the “agree” category, which is lower than the cognitive and affective dimensions. Regarding hotel green marketing, tourists’ attitudes toward green product and green place fall into the “strongly agree” category, while attitudes toward green price and green promotion are in the “agree” category. This suggests that tourists strongly support eco-friendly hotels, but they are not fully willing to pay more or fully trust hotel green marketing claims. Overall, this study reveals a gap between environmental attitudes and actual commitment. Tourists express strong approval of eco-friendly hotels, yet this approval weakens when green practices ae associated with higher prices and promotional claims they do not fully trust. Future research is recommended to explore how perceptions of price and value influence tourists’ attitude toward green pricing and green promotion, as well as the factors that can increase their willingness to pay more. A qualitative approach can be used to investigate tourists’ motivations, barriers, and considerations, including their level of trust in the sustainability claims.Keywords: Environmental Awareness; Green Product; Green Price; Green Place; Green PromotionABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran lingkungan wisatawan dan sikap mereka terhadap green marketing hotel di Labuan Bajo, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 96 responden yang memenuhi kriteria, yakni wisatawan yang menginap di hotel-hotel Labuan Bajo antara periode Oktober – Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara keseluruhan wisatawan sangat setuju bahwa mereka memahami (kognitif) dan peduli (afektif) terhadap isu lingkungan dalam pariwisata. Namun, kesediaan mereka untuk bertindak secara ramah lingkungan (konatif) berada pada kategori “setuju), yang lebih rendah dibandingkan dimensi kognitif dan afektif. Terkait green marketing hotel, sikap wisatawan terhadap green product dan green place berada pada kategori “sangat setuju”, sedangkan sikap terhadap green price dan green promotion berada pada kategori “setuju”. Hal ini berarti bahwa walaupun wisatawan sangat mendukung praktik hotel yang ramah lingkungan, mereka belum sepenuhnya bersedia untuk membayar dengan harga lebih tinggi dan belum sepenuhnya yakin dengan klaim ramah lingkungan yang dipromosikan hotel. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran lingkungan dan komitmen nyata. Wisatawan sangat menghargai praktik ramah lingkungan, namun tidak diikuti dengan kesediaan yang tinggi untuk membayar lebih mahal dan belum sepenuhnya percaya dengan promosi keberlanjutan hotel. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti bagaimana persepsi harga memengaruhi sikap wisatawan terhadap green price dan green promotion, serta faktor-faktor yang dapat meningkatkan kesediaan mereka untuk membayar lebih. Pendekatan kualitatif dapat digunakan untuk menggali motivasi hambatan, dan pertimbangan wisatawan secara lebih mendalam, termasuk tingkat kepercayaan mereka terhadap klaim keberlanjutan yang disampaikan hotel.Kata Kunci: Kesadaran Lingkungan; Green Product; Green Price; Green Place; Green Promotion
STRATEGI PROMOSI PERTUNJUKAN ADAT BAGI WISATAWAN KAPAL PESIAR DI PELABUHAN GILI MAS, LOMBOK Prayuda, Danu Satria; Prayuda, I Putu Septian Adi; Supriyadi, Erri
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.1062

Abstract

ABSTRACT The rapid growth of the global cruise tourism industry has encouraged destinations in Indonesia to strengthen ports as gateways for international tourists. Gili Mas Port in Lombok has strategic potential due to its proximity to leading tourist destinations and the richness of Sasak culture. However, tourism promotion particularly traditional performances as sustainable attractions, has not yet been managed optimally and in an integrated manner. This study aims to analyze tourism promotion strategies for cruise ship passengers at Gili Mas Port and to identify the challenges encountered. The research employed a qualitative descriptive approach using participatory observation, in-depth interviews with key stakeholders (KSOP Lembar, PT Pelindo, Tourism Office, NTB Regional Tourism Promotion Board, travel agent associations, and cruise tourists), and documentation studies. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that traditional performances are still presented mainly as ceremonial welcoming events and have not been optimally integrated into an Integrated Marketing Communication (IMC) strategy. In addition, the use of digital media remains limited. The main challenges include stakeholder coordination, limited duration of cruise tourists’ visits, and the absence of a sustainable cultural promotion model. This study recommends strengthening culture-based IMC strategies to enhance the competitiveness of cruise tourism in Lombok. Keywords: Traditional Performances; Promotion; Cruise Tourism; IMC; Gili Mas Port ABSTRAKPerkembangan industri wisata kapal pesiar global mendorong destinasi di Indonesia untuk memperkuat pelabuhan sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara. Pelabuhan Gili Mas Lombok memiliki potensi strategis karena kedekatannya dengan destinasi unggulan dan kekayaan budaya Sasak. Namun, promosi daya tarik wisata, khususnya pertunjukan adat sebagai atraksi berkelanjutan, belum dikelola secara optimal dan terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi promosi daya tarik wisata kepada wisatawan kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pemangku kepentingan (KSOP Lembar, PT Pelindo, Dinas Pariwisata, BPPD NTB, asosiasi travel agent, dan wisatawan kapal pesiar), serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi pertunjukan adat masih bersifat seremonial, belum terintegrasi secara optimal dalam strategi komunikasi pemasaran terpadu (IMC), dan pemanfaatan media digital masih terbatas. Tantangan utama meliputi koordinasi antar-stakeholder, keterbatasan durasi kunjungan wisatawan kapal pesiar, serta belum adanya model promosi budaya yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi IMC berbasis budaya lokal untuk meningkatkan daya saing pariwisata kapal pesiar di Lombok. Kata Kunci : Pertunjukan Adat; Promosi; Kapal Pesiar; IMC; Pelabuhan Gili Mas
WISATA EDUKASI MANGROVE DAN PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN PULAU UNTUNG JAWA Pratama, Akbar Tegar; Demolingo, Ramang H
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.920

Abstract

ABSTRACTThis study aims to formulate strategies for developing mangrove tourism education and waste management in support of sustainable tourism on Untung Jawa Island. The study uses a qualitative approach with a case study design, through in-depth interviews, participatory observation, and data analysis using triangulation techniques to verify the results from tourism managers, the Environmental Agency, and tourists. The results show that Untung Jawa Island already has a collaborative environmental management system between the Environmental Agency, tourism awareness groups, and the local community. Community participation in waste sorting reaches 90%, but approximately 50% of the total accumulated waste comes from outside the region. Mangrove tourism education is implemented through interpretive activities such as mangrove planting and beach cleanups, which can increase tourists' understanding and concern for the environment. However, challenges still arise due to waste from outside the region and tourist behavior that is not yet fully disciplined. This study emphasizes that the success of sustainable tourism is determined by the integration of mangrove tourism education, tourist awareness, waste management, community participation, and institutional support on an ongoing basis.Keywords: Mangrove Tourism Education; Waste Management; Tourist Awareness; Sustainable Tourism ABSTRAKPenelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan edukasi wisata mangrove dan pengelolaan sampah dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Pulau Untung Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis data menggunakan teknik triangulasi untuk memverifikasi hasil dari pengelola wisata, Dinas Lingkungan Hidup, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Untung Jawa telah memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang kolaboratif antara Dinas Lingkungan Hidup, kelompok sadar wisata, dan masyarakat lokal. Partisipasi warga dalam pemilahan sampah mencapai 90%, namun sekitar 50% dari total sampah yang menumpuk berasal dari kiriman luar wilayah. Edukasi wisata mangrove diterapkan melalui kegiatan interpretatif seperti penanaman mangrove dan pembersihan pantai, yang mampu meningkatkan pemahaman serta kepedulian wisatawan terhadap lingkungan. Namun, tantangan masih muncul akibat sampah kiriman dan perilaku wisatawan yang belum sepenuhnya disiplin. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata berkelanjutan ditentukan oleh integrasi edukasi wisata mangrove, kesadaran wisatawan, pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat, dan dukungan kelembagaan secara berkelanjutan.Kata Kunci: Edukasi Wisata Mangrove; Pengelolaan Sampah; Kesadaran Wisatawan; Pariwisata Berkelanjutan
PENGARUH FENOMENA AURA FARMING DAN PREFERENSI WISATA SPIRITUAL TERHADAP MINAT BERKUNJUNG PADA FESTIVAL PACU JALUR Erlangga, Aditya; Latif, Bagus Syarifuddin
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.925

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the influence of aura farming phenomena and spiritual tourism preferences with tourist interest in visiting the Pacu Jalur Festival in Kuantan Singingi Regency, Riau. This study uses a quantitative approach with an associative survey design. Data were collected through a closed questionnaire distributed to 100 respondents who had never attended the Pacu Jalur Festival. Data analysis was performed using descriptive statistics and Spearman's correlation test, considering that the research data did not meet the assumption of normality. The results showed that influence of aura farming phenomena and spiritual tourism preferences had a positive and significant relationship with tourist interest in visiting, both partially and simultaneously. These findings indicate that the emotional and spiritual experiences felt by tourists play an important role in shaping their interest in cultural festivals. This study provides practical implications for destination managers and local governments in designing strategies for the development and promotion of cultural festivals based on spiritual experiences and local wisdom values. Keywords: Aura Farming; Spiritual Tourism; Cultural Festival; Tourist Intention; Pacu Jalur ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena aura farming dan preferensi wisata spiritual dengan minat berkunjung wisatawan pada Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 100 responden yang belum pernah menghadiri Festival Pacu Jalur. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman, mengingat data penelitian tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh fenomena aura farming dan preferensi wisata spiritual memiliki hubungan positif dan signifikan dengan minat berkunjung wisatawan, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman emosional dan spiritual yang dirasakan wisatawan berperan penting dalam membentuk ketertarikan terhadap festival budaya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasi dan pemerintah daerah dalam merancang strategi pengembangan dan promosi festival budaya berbasis pengalaman spiritual dan nilai kearifan lokal. Kata Kunci : Aura Farming; Wisata Spiritual; Festival Budaya; Minat Wisatawan; Pacu Jalur
HUBUNGAN DAYA TARIK DAN EDUKASI BUDAYA DIGITAL TERBADAP MINAT WISATAWAN MENGUNJUNGI RUANG IMERSIFA MUSEUM NASIONAL INDONESIA Cahyaningrum, Nilam Dwi; Demolingo, Ramang H
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.921

Abstract

ABSTRACTLow museum attendance, especially among the younger generation, is the main reason behind this. The National Museum is innovating through Ruang ImersifA, a 360˚ video mapping exhibition that utilizes the concept of metaverse tourism as a strategy to increase cultural appeal and educational value. This study uses a quantitative approach with primary data. The research population consists of tourists who visited the National Museum's Immersive Room. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using the Spearman's rank correlation non-parametric statistical method. The results show that there is a positive and strong relationship between the independent and dependent variable, namely Attractiveness and Tourist Interest (r = 0,741, p = 0,000) and Digital Cultural Education and Tourist Interest (r = 0,675, p = 0,000) in the Immersive Space of the National Museum. The conclusion of this study is that digital-based technological innovations, such as those applied in the Immersive Space, are very effective as a dual strategy to create an attractive and educational experience, thereby increasing tourist interest in visiting the National Museum. It is recommended that managers continue to increase investment in digital infrastructure and enrich interactive educational content.Keywords: Tourist Attraction; Digital Cultural Education; Tourist Interest; Immersive Space; National Museum ABSTRAK Rendahnya minat kunjungan museum, terutama di kalangan generasi muda, menjadi latar belakang utama. Museum Nasional berimovasi melalui Ruang ImersifA, sebuah pameran video maping 360˚ yang memanfaatkan konsep metaverse tourism sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik dan nilai edukasi budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data primer. Populasi penelitian adalah wisatawan yang mengunjungi Ruang ImersifA Museum Nasional. Data dikumpulkan melalui kuisioner berskala likert dan dianalisis menggunakan metode statistik non-parametrik Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan kuat antara variabel independen dan variabel dependen yaitu Daya Tarik dengan Minat Wisatawan (r = 0,741, p = 0,000) dan Edukasi Budaya Digital dengan Minat Wisatawan (r = 0,675, p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah inovasi teknologi berbasis digital, seperti yang diterapkan pada Ruang ImersifA, sangat efektf sebagai strategi ganda untuk menciptakan pengalaman yang menarik (attractive) sekaligus edukatif, sehingga mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Museum Nasional. Disarankan bagi pengelola untuk terus meningkatkan investasi pada infrastruktur digital dan memperkaya konten edukasi yang interaktifKata Kunci: Daya Tarik Wisata; Edukasi Budaya Digital; Minat Kunjungan Wisatawan; Ruang ImersifA; Museum Nasional
ANALISIS KEBERLANJUTAN WISATA KOTA MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY BASED TOURISM DI YOGYAKARTA Susanto, Hery; Awaluddin, Murtiadi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.918

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the condition of sustainable city tourism in Yogyakarta, identify the role and contribution of Community Based Tourism (CBT) in supporting the sustainability of city tourism, and formulate a strategy for developing sustainable city tourism through the Community Based Tourism (CBT) approach in city tourism destinations in Yogyakarta. This type of research is descriptive research with a mixed method approach. The population in the study were tourism managers, local communities, tourists, and local governments. Samples were taken using purposive sampling, including 20 tourism managers, 50 local communities, and 50 tourists from each location. Data were obtained through primary data, namely in-depth interviews, questionnaires, and direct observation, and secondary data from official documents, government reports, and literature studies. The results of the study indicate that the sustainability of city tourism in Yogyakarta is in the fairly good category but not yet optimal. The principle of Community Based Tourism (CBT) has been applied in several aspects, such as community involvement in tourism program planning and providing opportunities for women's roles in managing tourism businesses. Based on field findings, there are five main strategies that need to be implemented to improve the sustainability of city tourism through CBT in Yogyakarta, iincreasing community involvement, strengthening transparency and equitable distribution of economic benefits, sustainable training and capacity development, strengthening local cultural preservation and measured and sustainable environmental management.Keywords: Tourism Sustainability; Community Based Tourism; Development StrategyAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi keberlanjutan wisata kota di Yogyakarta, mengidentifikasi peran dan kontribusi Community Based Tourism (CBT) dalam mendukung keberlanjutan wisata kota dan merumuskan strategi pengembangan wisata kota berkelanjutan melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT) pada destinasi wisata kota di Yogyakarta. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed method. Populasi dalam penelitian yaitu pengelola wisata, masyarakat lokal, wisatawan, dan pemerintah daerah. Sampel diambil menggunakan purposive sampling, mencakup 20 pengelola wisata, 50 masyarakat lokal, dan 50 wisatawan dari masing-masing lokasi. Data diperoleh melalui data primer yaitu wawancara mendalam, kuesioner, dan observasi langsung dan data sekunder dari dokumen resmi, laporan pemerintah, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan wisata kota di Yogyakarta berada pada kategori cukup baik namun belum optimal. Prinsip Community Based Tourism (CBT) telah diterapkan di beberapa aspek, seperti pelibatan masyarakat dalam perencanaan program wisata dan pemberian kesempatan peran perempuan dalam pengelolaan usaha wisata. Berdasarkan temuan lapangan, terdapat lima strategi utama yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan wisata kota melalui CBT di Yogyakarta yaitu meningkatkan keterlibatan masyarakat, memperkuat transparansi dan pemerataan manfaat ekonomi, pelatihan dan pengembangan kapasitas berkelanjutan, penguatan pelestarian budaya lokal dan pengelolaan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.Kata Kunci: Keberlanjutan Wisata; Community Based Tourism; Strategi Pengembangan
HOTEL RESPONSES TO GUEST REVIEWS ON TRIPADVISOR: A CASE STUDY OF A FIVE STAR HOTEL IN SEMARANG Patria, Aditya Nur; Mawardinata, Adith
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i3.873

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze hotel responses to guest reviews on an online review platform, TripAdvisor. The data was based on a TripAdvisor page of a five-star hotel in Semarang. The background to this study is based on reviews with low ratings, causing the five-star hotel did not get full rating on the website. The research used qualitative approach. The data collected were based on 532 words of hotel responses corresponding to 1,498 words of guests’ reviews. Ten moves of hotel responses were used as analytical tools. The finding indicated that opening pleasantries, expressing gratitudes and closing pleasantries were the most frequent moves in hotel responses. This leaves the specific issues complained by the guests unaddressed. Furthermore, apologies only appeared in responses toward lower rating reviews while invitation to second visit only appeared in responses toward 4-rating reviews. The implication of this study requires further research on hotel responses toward more specific issues or higher rating reviews.Keywords:       Hotel Responses; Tripadvisor; Five Star Hotels; Reputation ManagementABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan hotel terhadap ulasan tamu di platform ulasan online, TripAdvisor. Data berdasarkan pada laman TripAdvisor dari sebuah hotel bintang lima di Semarang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ulasan dengan peringkat rendah, yang menyebabkan hotel bintang lima tersebut tidak mendapatkan peringkat maksimum di situs web. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan sejumlah 532 kata tanggapan hotel yang sesuai dengan 1.498 kata ulasan tamu. Sepuluh langkah tanggapan hotel digunakan sebagai alat analisis. Temuan menunjukkan bahwa salam pembuka yang ramah, ungkapan terima kasih, dan salam penutup yang ramah merupakan langkah yang paling sering digunakan dalam tanggapan hotel. Hal ini meninggalkan masalah spesifik yang dikeluhkan tamu tanpa penyelesaian. Selain itu, permintaan maaf hanya muncul dalam tanggapan terhadap ulasan dengan peringkat rendah, sementara undangan untuk kunjungan kedua hanya muncul dalam tanggapan terhadap ulasan dengan peringkat 4. Implikasi studi ini memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai tanggapan hotel terhadap masalah yang lebih spesifik atau ulasan dengan peringkat lebih tinggi.Kata Kunci:    Respon Hotel; Tripadvisor; Hotel Bintang Lima; Managemen Reputasi
PENGARUH FASILITAS DAN KUALITAS PENYELENGGARAAN EVENT TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG PENTAS SENI ECCITAZIONE Amanda, Zahra; Dewi, Liliana
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.923

Abstract

ABSTRACTThis study investigates the influence of facilities and event quality on visitor satisfaction at the Pentas Seni Eccitazione event held at SMA Yadika 1 Jakarta. School art performances play an important role not only as a medium for student creativity but also as a strategic tool for building a positive institutional image. This research aims to examine the partial and simultaneous effects of facilities and event quality on visitor satisfaction. A quantitative research approach was employed, with data collected from 130 respondents through structured questionnaires distributed to event visitors. The data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis with the assistance of IBM SPSS version 25. The results indicate that both facilities and event quality have a positive and significant effect on visitor satisfaction. Furthermore, event quality was found to have a more dominant influence compared to facilities. Simultaneously, the two independent variables explain 79.2% of the variance in visitor satisfaction, while the remaining percentage is influenced by other factors outside the model. These findings emphasize the importance of continuous improvement in facilities and the maintenance of high-quality event management to enhance visitor experience and ensure the sustainability and success of school art events.Keywords: Facilities; Event Quality; Visitor Satisfaction; Art Performance; Event Management ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas dan kualitas penyelenggaraan terhadap kepuasan pengunjung pada acara Pentas Seni Eccitazione di SMA Yadika 1 Jakarta. Pentas seni sekolah tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi kreativitas siswa, tetapi juga berperan penting dalam membangun citra positif lembaga pendidikan. Penelitian ini mengkaji pengaruh fasilitas dan kualitas penyelenggaraan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada 130 responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas dan kualitas penyelenggaraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung, dengan kualitas penyelenggaraan memiliki pengaruh yang lebih dominan. Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 79,2% variasi kepuasan pengunjung, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas secara berkelanjutan serta pengelolaan acara yang berkualitas untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan keberhasilan acara seni sekolah.Kata Kunci: Fasilitas; Kualitas Penyelenggaraan; Kepuasan Pengunjung; Pentas Seni; Manajemen Event

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 3 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 3 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 2 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 01 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 3 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 03 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 2 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 03 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 02 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 01 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 3 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 2 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 03 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 02 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 01 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 3 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 03 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 02 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 01 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 03 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 02 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 01 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 03 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 9, No 3 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah More Issue