cover
Contact Name
Meiana Maulida Hikmawati
Contact Email
lppm@stipram.ac.id
Phone
+62274-485650
Journal Mail Official
jurnalkepariwisataan@stipram.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No. 52B, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55198
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
ISSN : 19079389     EISSN : 27162664     DOI : -
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel atau naskah yang berorientasi pada bidang kepariwisataan, dimana naskah atau artikel tersebut belum pernah dipublikasikan di media lain atau sedang dikirim ke penerbit lain. Artikel atau naskah yang dipublikasikan adalah hasil penelitian atau pendampingan/ konseptual atau studi pustaka namun bersifat obyektif dan sistematis yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang standar dan baku (bisa dipahami). Artikel atau naskah diterbitkan dalam bentuk cetak dan online. Untuk versi online, Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah sudah terindeks Google Schoolar dan Garuda. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah pertama kali terbit pada bulan Januari 2007 dan diterbitkan dalam 3 (tiga) edisi setiap tahunnya, yaitu diterbitkan setiap bulan Januari, Mei dan September.
Articles 319 Documents
ANALISIS POTENSI STORYNOMICS TOURISM PAPUA BARAT: PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS BUDAYA DAN NARASI DI KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK DAN KABUPATEN KAIMANA Utama, Lavendi Kurnia; Thennos, Jessica Nathania
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i1.614

Abstract

AbstractStorynomics tourism acts as an innovative strategy to promote West Papua’s tourism attractiveness by utilizing oral traditions. However, currently there are still few tourist attractions that have successfully developed this concept as part of a marketing strategy. This research aims to analyze Storynomics Tourism in increasing tourist attraction in West Papua through SWOT analysis strategy. The method used in this research is descriptive qualitative research with a content analysis approach. This research will explore data and information related to narratives or stories developed in the object of research, namely the Arfak Mountains Regency and Kaimana Regency. The data obtained is then analyzed through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the narratives connected in tourist destinations such as the Arfak Mountains Nature Reserve and Kampung Lobo in Kaimana, which raise the legends of the Bird of Paradise, the Garuda Bird, and a pair of Anggi lakes, have great potential in storynomics-based tourism development. SWOT analysis suggests the use of storynomics tourism with a focus on the strength of a legend and myth as an alternative West Papua tourism marketing strategy. Through this approach, tourists will be more aware of tourist attractions and gain unique experiences that they can tell after visiting West Papua tourist destinations.Keywords:       Storynomics Tourism; Culture; SWOT; West Papua AbstrakStorynomics tourism berperan sebagai strategi inovatif untuk mengangkat daya tarik wisata Papua Barat dengan memanfaatkan tradisi lisan. Namun, saat ini masih sedikit objek wisata yang berhasil mengembangkan konsep ini sebagai bagian dari strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis Storynomics Tourism dalam meningkatkan daya tarik wisata di Papua Barat melalui strategi analisis SWOT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Penelitian ini akan menggali data dan informasi terkait narasi atau cerita yang dikembangkan dalam objek penelitian, yaitu Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Kaimana. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan narasi-narasi yang terhubung di destinasi wisata seperti Cagar Alam Pegunungan Arfak dan Kampung Lobo di Kaimana, yang mengangkat legenda Burung Cendrawasih, Burung Garuda, dan sepasang danau Anggi, memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis storynomics. analisis SWOT menyarankan penggunaan storynomics tourism dengan fokus pada kekuatan suatu legenda dan mitos sebagai alternatif strategi pemasaran pariwisata Papua Barat. Melalui pendekatan ini, wisatawan akan lebih sadar akan daya tarik wisata serta memperoleh pengalaman unik yang dapat mereka ceritakan setelah mengunjungi destinasi wisata Papua Barat.Kata Kunci:    Storynomics Tourism; Budaya; SWOT; Papua Barat
POLA PERJALANAN WISATA GASTRONOMI: MENELUSURI KULINER JEJAK KERAJAAN MATARAM ISLAM DI YOGYAKARTA Noviati, Fitria; Makiya, Kiki Rizki; Haryanto, Eko
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i1.751

Abstract

AbstractCulinary tourism has become a common concept, which has now developed into gastronomic tourism. The meaning of gastronomy itself is not limited to food alone, but also includes cultural and historical elements of the place where the food originated. This study identifies gastronomic tourism by exploring the culinary heritage of the Islamic Mataram Kingdom in Yogyakarta. Through qualitative methodology, including interviews, field observations, and focus group discussions, this study identifies and maps gastronomic sites related to the Kingdom's heritage. The findings of this study highlight the cultural and historical significance of the identified culinary practices and their potential to enrich the tourism experience. By proposing a structured travel pattern for gastronomic tourism, this study contributes to preserving culinary heritage and advancing sustainable tourism development in Yogyakarta. This study also produces a gastronomic travel pattern of the Islamic Mataram Kingdom in Yogyakarta which is displayed through a travel map.Keywords:  Gastronomy; Travel Pattern; Mataram IslamAbstrakIstilah wisata kuliner akhirnya menjadi sebuah konsep yang umum, yang kini berkembang menjadi wisata gastronomi. Makna dari gastronomi sendiri tidak terbatas pada makanan semata, namun juga mencakup unsur budaya dan sejarah tempat makanan tersebut berasal. Penelitian ini mengidentifikasi wisata gastronomi dengan mengeksplorasi warisan kuliner jejak Kerajaan Islam Mataram di Yogyakarta. Melalui metodologi kualitatif, termasuk wawancara, observasi lapangan, dan diskusi kelompok terfokus, penelitian ini mengidentifikasi dan memetakan situs gastronomi yang terkait dengan warisan Kerajaan tersebut. Temuan penelitian ini menyoroti signifikansi budaya dan sejarah dari praktik kuliner yang diidentifikasi dan potensinya untuk memperkaya pengalaman wisata. Dengan mengusulkan pola perjalanan terstruktur untuk wisata gastronomi, penelitian ini berkontribusi untuk melestarikan warisan kuliner dan memajukan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Yogyakarta. Penelitian ini juga menghasilkan sebuah pola perjalanan gastronomi jejak mataram Islam di Yogyakarta yang ditampilkan melalui peta perjalanan.Kata Kunci:  Gastronomi; Pola Perjalanan; Mataram Islam
MEDIA SOSIAL SEBAGAI KATALIS OVERTOURISM: STUDI KASUS DI DESA CANGGU, BALI Sukariyanto, I Gede Made; Kurniawan, Gregorius Andika Rio; Asmarani, I Gusti Ayu Ratih
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 3 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v18i3.778

Abstract

AbstractThe rapid development of tourism in Bali, particularly in Canggu Village, Badung Regency, has led to overtourism, affecting the community’s economic, social, and cultural aspects. Social media is considered one of the key drivers behind the increasing number of tourist visits. This study aims to analyze the influence of social media on overtourism in Canggu Village. A quantitative approach was employed using a simple random sampling technique with 100 tourist respondents, both domestic and international. Data were analyzed using simple linear regression. The results reveal that social media has a positive and significant effect on overtourism among domestic tourists, with a significance value of 0.007 (< 0.05). For international tourists, the effect is also positive but insignificant. These findings indicate that social media plays an important role in increasing tourist visits to Canggu Village, which consequently leads to traffic congestion, land use changes, and cultural degradation. Strengthening local cultural activities and planning sustainable transportation systems are necessary to mitigate the negative impacts of overtourism in the area.Keywords:       Social Media, Overtourism; Sustainable Tourism; Canggu Village; Tourists AbstrakPesatnya perkembangan pariwisata di Bali, khususnya di Desa Canggu, Kabupaten Badung, telah menimbulkan fenomena overtourism yang memengaruhi aspek ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Media sosial dipandang sebagai salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap fenomena overtourism di Desa Canggu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik simple random sampling terhadap 100 responden wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap overtourism pada wisatawan nusantara dengan nilai signifikansi 0,007 (< 0,05). Sementara itu, bagi wisatawan mancanegara, pengaruh media sosial juga positif namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Canggu, yang berdampak pada kepadatan lalu lintas, perubahan fungsi lahan, hingga degradasi nilai budaya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan aktivitas budaya lokal serta perencanaan transportasi berkelanjutan untuk meminimalisir dampak overtourism di kawasan tersebut.Kata Kunci:    Media Sosial; Overtourism; Pariwisata Berkelanjutan; Desa Canggu; Wisatawan
OPTIMALISASI PRODUK SUVENIR BAMBU BERDASARKAN PREFERENSI WISATAWAN DI SAUNG ANGKLUNG UDJO DENGAN METODE HOUSE OF QUALITY Sanjaya, Artha; Sabilla, Dipty Maura; Kusumawardhani, Seruni; Wasilah, Deanawati Insani; Gandawijaya, Gandawijaya; Radhitanti, Asri
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.777

Abstract

AbstractTourism industry in Indonesia is currently recovering from the devastating impact of the COVID-19 pandemic. The majority of experts, at 46.15%, believe that the development of quality and innovative tourism destinations that meet consumer expectation plays a crucial role in the future growth of the tourism sector. Emphasizing the preservation and development of local culture is crucial to enhance tourists’ consumer experiences and make them more authentic and meaningful. Experts promote sustainability and environmental responsibility in development of tourism, strengthening education and public awareness of sustainable, quality, and regenerative tourism to preserve Indonesia’s tourism sustainability. SAUNG ANGKLUNG UDJO (SAU) is a cultural gem in West Java, Indonesia, that offers a unique blend of traditional Sundanese arts. Visitors can immerse themselves in angklung performances, participate in angklung production workshops, and even purchase bamboo craft merchandise from the store. In an effort to promote the sustainability of angklung and bamboo merchandise production, the SAU partners with local craftsmen within the SAU area. As the post-Covid19 pandemic recovery progresses, the contribution of bamboo crafts to the SAU merchandise business declines to its lowest point. Each consumer has unique preferences for merchandise products. Through consumer preference research at SAU using the House of Quality method, it is hoped that a meeting point will occur between consumer expectations and product merchandise strategies that can be developed by local artisans around SAU in supporting the growth of a strong and sustainable tourism ecosystem.Keywords: Sustainable Tourism; Consumer Preferences; Bamboo Merchandise; House of QualityAbstrakKondisi pariwisata Indonesia sedang mengalami proses pemulihan setelah pandemi Covid-19. Mayoritas pakar sebesar 46,15% percaya pengembangan destinasi pariwisata berkualitas dan inovatif sesuai dengan ekspektasi pengunjung memiliki peran penting dalam pertumbuhan sektor pariwisata di masa depan. Pelestarian dan pengembangan budaya lokal butuh perhatian sehingga pengalaman konsumen wisatawan menjadi lebih autentik dan bermakna. Pakar mendorong keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan dalam setiap aspek pengembangan aktivitas pariwisata serta memperkuat pendidikan dan pemahaman masyarakat tentang pariwisata berkelanjutan, berkualitas, dan terus melakukan regenerasi dalam kontribusi menjaga kelestarian dan kualitas pariwisata Indonesia. Saung Angklung Udjo adalah destinasi budaya Sunda di Jawa Barat yang menawarkan keunikan khas pertunjukkan angklung, workshop produksi angklung, dan toko suvenir bambu yang dapat dibeli wisatawan. Dalam upaya menunjang keberlangsungan produksi angklung dan suvenir bambu, SAU bermitra dengan pengrajin lokal di sekitar kawasan. Namun seiring pemulihan kondisi dari pandemi Covid19, kontribusi suvenir bambu terus mengalami penurunan di level terendah. Salah satu sebabnya dikarenakan setiap konsumen memiliki preferensi yang berbeda terhadap produk suvenir yang ditawarkan. Melalui penelitian preferensi konsumen wisatawan Saung Angklung Udjo dengan metode House of Quality, diharapkan terjadi titik temu antara ekspektasi konsumen wisatawan dengan strategi suvenir bambu yang mampu dikembangkan perajin di sekitar Saung Angklung Udjo dalam mendukung tumbuhnya ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.Kata Kunci:  Pariwisata Berkelanjutan; Preferensi Konsumen; Suvenir Bambu; House of Quality
TRANSFORMASI DIGITAL MARKETING DESA WISATA MELALUI KEMAS ULANG INFORMASI Prasetyo, Hendi; Satriawati, Zahrotun; Irawati, Novi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.603

Abstract

AbstractIn today's digital era, the internet and social media have become the main sources of information for tourists. Therefore, it is important for tourism destinations to repackage information with effective digital strategies. The purpose of this study was to determine the digital marketing transformation of tourism villages through information repackaging. This study was conducted using a qualitative method using literature study data collection techniques. The results of the study can describe that there are various stages that can be carried out to support the digital marketing transformation of tourism villages through information repackaging. The process of repackaging information in tourism product diversification is an important aspect that involves research, analysis, and re-presentation of information to create an interesting experience for prospective tourists. In this process, information is collected comprehensively to provide a clear picture of relevant tourist attractions, attractions, accommodations, culinary, culture, and history. Recommendations for further research include the use of a field-based empirical approach, exploration of tourist perceptions of the effectiveness of information content and its impact on visiting decisions, comparison of media strategies (print and digital), and analysis of the contribution of local community digital literacy to the success of digital marketing of tourist destinations.Keywords: Information Repackaging; Digital Marketing; Tourism VillageAbstrakDi era digital saat ini, internet dan media sosial telah menjadi sumber utama informasi bagi para wisatawan. Oleh karena itu, penting bagi destinasi pariwisata untuk melakukan kemas ulang informasi dengan strategi digital yang efektif. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui transformasi digital marketing desa wisata melalui kemas ulang informasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Hasil penelitian dapat menguraikan bahwa terdapat berbagai tahapan yang dapat dilakukan untuk mendukung transformasi digital marketing desa wisata melalui kemas ulang informasi. Proses kemas ulang informasi pada diversifikasi produk pariwisata merupakan aspek penting yang melibatkan penelitian, analisis, dan penyajian ulang informasi guna menciptakan pengalaman menarik bagi calon wisatawan. Dalam proses ini, informasi dikumpulkan secara komprehensif untuk memberikan gambaran yang jelas tentang objek wisata, atraksi, akomodasi, kuliner, budaya, dan sejarah yang relevan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup penggunaan pendekatan empiris berbasis lapangan, eksplorasi persepsi wisatawan terhadap efektivitas konten informasi serta dampaknya terhadap keputusan berkunjung, perbandingan strategi media (cetak dan digital), serta analisis kontribusi literasi digital masyarakat lokal terhadap keberhasilan pemasaran destinasi wisata secara digital.Kata Kunci:  Kemas Ulang Informasi; Digital Marketing; Desa Wisata
EVALUASI KINERJA LAYANAN GLAMPING BUKIT LINTANG SEWU BANTUL BERDASARKAN INDIKATOR SAPTA PESONA Nursiana, Adinoto; Rohman, Nur; Sutrisno, Sutrisno; Kiswantoro, Amin; Budhijono, Fongnawati
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.780

Abstract

AbstractGlamping, a blend of hotel comfort and camping experience, has emerged as a popular nature-based tourism trend. Bukit Lintang Sewu Glamping in Bantul, Yogyakarta, offers natural attractions but requires risk management to ensure safety, comfort, and service reliability. This study aims to identify operational service aspects needing improvement and those providing competitive advantages, based on the Sapta Pesona concept. Conducted in 2024 at Bukit Lintang Sewu, Bantul, the research employed a mixed-method QUAN+qual approach, involving 100 tourists aged ≥17 years and interviews with managers and local residents. Data were analyzed using Importance Performance Analysis (IPA). Results show that only 28% of the 36 measured indicators meet tourist needs, while 11% require urgent improvement, particularly in Safety and Memory aspects, such as jogging tracks, infrastructure maintenance, Wi-Fi reliability, and suggestion boxes. Ten indicators performed well, four had low performance with low importance, and fifteen were considered excessive. In conclusion, management should prioritize improving basic health facilities, cleanliness, infrastructure upkeep, and staff responsiveness. Recommendations include regular evaluations, staff skill enhancement, and optimizing visitor feedback to maintain glamping sustainability and competitiveness. Future research should expand to other glamping sites in Yogyakarta and across Indonesia to identify broader improvement priorities.Keywords:  Glamping; Sapta Pesona; Importance Performance Analysis; Risk Management; Bukit Lintang SewuAbstrakGlamping menjadi tren wisata alam yang menggabungkan kenyamanan hotel dengan pengalaman berkemah. Glamping Bukit Lintang Sewu di Bantul, Yogyakarta, menawarkan daya tarik alam, namun memerlukan pengelolaan risiko untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kepastian layanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aspek layanan operasional yang memerlukan perbaikan dan yang menjadi keunggulan kompetitif, berdasarkan konsep Sapta Pesona. Penelitian dilakukan di Bukit Lintang Sewu, Bantul pada 2024, menggunakan metode campuran QUAN+qual dengan 100 responden wisatawan berusia ≥17 tahun, serta wawancara dengan pengelola dan masyarakat sekitar. Data dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil menunjukkan dari 36 indikator, hanya 28% memenuhi kebutuhan wisatawan, 11% memerlukan perbaikan segera, khususnya pada unsur Aman dan Kenangan, seperti jogging track, keterawatan infrastruktur, kehandalan Wi-Fi, dan kotak saran. Sepuluh indikator berkinerja baik, empat berkinerja rendah dengan kepentingan rendah, dan lima belas dianggap berlebihan. Kesimpulannya, pengelola perlu fokus pada peningkatan fasilitas kesehatan dasar, kebersihan, pemeliharaan infrastruktur, serta responsivitas staf. Disarankan evaluasi berkala, peningkatan keterampilan petugas, dan optimalisasi umpan balik pengunjung untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing glamping. Penelitian selanjutnya dapat diperluas ke glamping lain di Yogyakarta dan wilayah lain di Indonesia.Kata Kunci:  Glamping; Sapta Pesona; Importance Performance Analysis; Manajemen Risiko; Bukit Lintang Sewu
PELESTARIAN DAN REVITALISASI RUMAH TRADISIONAL BATAK TOBA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI DANAU TOBA Lase, Apriliani; Lase, Apriliana; Tambunan, Jessica Ignatia
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.722

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the impact of traditional Batak Toba houses as a potential tourist attraction that is currently heading towards extinction and how the concept of preservation and revitalization is in maintaining tourist attractions. This study adopts a mixed method/combining quantitative and qualitative approaches (mix methods). Data collection techniques use in-depth interviews, questionnaires, observations, documentation studies, literature studies and online data searches. Primary data sources obtained directly from direct observation and interviews consisting of the government and private sectors (stakeholders), as well as distributing questionnaires using Google Form to 100 respondents with purposive sampling techniques and based on tourist visits who have visited the Lake Toba area based on the point of attraction of visiting, cleanliness conditions, security guarantees, satisfaction with management services, satisfaction with tourist attractions, satisfaction during tourism. The results of the study showed that tourist responses to the quality of the Traditional House tourist attraction still have a high percentage value of 60.8% and are followed by a level of satisfaction in tourism of 45.7%. However, the point of cleanliness still has a low percentage of 20.6, meaning the importance of improving cleanliness in the tourist area located in the Lake Toba area, Samosir. Good attention and cooperation from the local government to the private sector is very important to maintain and preserve buildings so as to create comfort for tourists who visit, as well as tourism awareness that is very necessary to be increased to support progress in the Lake Toba tourist area. The role of the community is also very much needed in the development of traditional house tourism objects so that they do not go extinct but this area increasingly shows its identity in its preservation and revitalization..Keywords: Traditional Batak House; Attraction; Tourist Visits; Revitalization; Lake TobaAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak rumah adat Batak Toba sebagai potensi objek wisata yang saat ini mulai menuju kepunahan serta bagaimana konsep preservasi dan revitalisasi dalam mempertahankan objek wisata. Penelitian ini menggunakan metode campuran/kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mix methods). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, angket, observasi, studi dokumentasi, studi pustaka dan penelusuran data daring. Sumber data primer diperoleh langsung dari observasi dan wawancara langsung yang terdiri dari pihak pemerintah dan swasta (stakeholders), serta penyebaran angket menggunakan Google Form kepada 100 responden dengan teknik purposive sampling dan berdasarkan kunjungan wisatawan yang pernah berkunjung ke kawasan Danau Toba berdasarkan daya tarik kunjungan, kondisi kebersihan, jaminan keamanan, kepuasan terhadap pelayanan pengelola, kepuasan terhadap objek wisata, kepuasan selama berwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon wisatawan terhadap kualitas objek wisata Rumah Adat masih memiliki nilai presentase yang tinggi yaitu 60,8% dan diikuti dengan tingkat kepuasan dalam berwisata sebesar 45,7%. Namun, poin kebersihan masih memiliki presentase yang rendah yaitu 20,6 yang berarti pentingnya peningkatan kebersihan di kawasan wisata yang terletak di kawasan Danau Toba Samosir tersebut. Perhatian dan kerjasama yang baik dari pemerintah daerah hingga pihak swasta sangat penting untuk menjaga dan melestarikan bangunan sehingga tercipta kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung, serta kesadaran wisata yang sangat perlu ditingkatkan untuk mendukung kemajuan di kawasan wisata Danau Toba. Peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam pengembangan objek wisata rumah adat agar tidak punah namun kawasan ini semakin menunjukkan jati dirinya dalam pelestarian dan revitalisasinya.Kata Kunci: Rumah Adat Batak; Daya Tarik; Kunjungan Wisatawan; Revitalisasi; Danau Toba
BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA CAPING DI KELURAHAN BANSIR LAUT PONTIANAK TENGGARA Sari, Nur Kumala; Anasi, Putri Tipa; Adlika, Nur Meily
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.748

Abstract

AbstractCaping Tourism Village is a community-based destination that utilizes natural resources and local culture as its main attractions. This study aims to identify and analyze the forms of community participation in the development of Caping Tourism Village, located in Bansir Laut Subdistrict, Southeast Pontianak. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that community participation is manifested through contributions of ideas in planning, physical involvement in development activities, utilization of local resources, application of traditional skills, and voluntary financial support. Furthermore, participation is also reflected in the collective spirit, shared ownership of the tourism space, and sustainable local innovation. These forms of engagement contribute not only to physical improvements but also to increased environmental awareness, economic empowerment, and preservation of local cultural identity. Comprehensive community involvement has played a crucial role in the success of Caping Tourism Village, which was selected among the top 300 villages in the 2024 Indonesian Tourism Village Award (ADWI). These findings emphasize that community empowerment is a key foundation for developing inclusive, competitive, and sustainable tourism destinations.AbstrakKampung Wisata Caping merupakan destinasi wisata berbasis komunitas yang memanfaatkan sumber daya alam dan budaya lokal sebagai daya tarik utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Wisata Caping di Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat diwujudkan melalui kontribusi ide dalam perencanaan, keterlibatan fisik dalam pembangunan, pemanfaatan sumber daya lokal, penerapan keterampilan tradisional, serta dukungan finansial swadaya. Selain itu, partisipasi juga tercermin dalam semangat kolektif, kepemilikan sosial atas kawasan wisata, dan munculnya inovasi lokal yang berkelanjutan. Partisipasi ini tidak hanya berkontribusi pada aspek fisik pembangunan, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan, memperkuat ekonomi lokal, serta melestarikan warisan budaya. Keterlibatan masyarakat yang menyeluruh menjadi pendorong utama keberhasilan Kampung Wisata Caping hingga masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2024. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan fondasi penting dalam pengembangan destinasi wisata yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN BERBASIS OMOTENASHI PADA RESTORAN JEPANG DI YOGYAKARTA: PERSPEKTIF KEPUASAN PENGUNJUNG Salindri, Yerika Ayu; Atiqah, Annisaa Nurul
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.791

Abstract

AbstractTourism is closely linked to service, and restaurants, as tourism stakeholders, strive to offer unique and authentic experiences to attract visitors. Japanese restaurants in Yogyakarta adopt the Japanese omotenashi service standard as a key attraction. This study aims to (1) assess visitor satisfaction with the service and (2) describe variables influencing satisfaction with Japanese style food and beverage services in Yogyakarta’s Japanese restaurants. The research employs qualitative and quantitative methods, with the population being customers of these restaurants. The sample size was adjusted due to the uncertain population size. Primary data were collected through observations and interviews, while secondary data came from omotenashi related literature. Data collection occurred naturally, with the researcher as the key instrument, using observation, interviews, and questionnaires. The analysis shows that omotenashi implementation positively impacts visitor satisfaction. Visitors are satisfied with the unique experience and excellent service. However, among the 5S elements (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsukei), seiton (tidiness) and seiso (cleanliness) do not significantly affect satisfaction. Yogyakarta’s community tends to overlook tidiness and cleanliness, despite restaurants maintaining well-kept spaces, prompt service, and attentive staff. Thus, efficient, diligent, and responsive service is more valued, while tidiness and cleanliness are not primary factors for satisfaction.Keywords:       Quality; Service; Customer Satisfaction; Omotenashi AbstrakPariwisata sangat terkait dengan pelayanan, dan restoran sebagai pelaku pariwisata berlomba menyediakan pengalaman unik untuk menarik wisatawan. Restoran Jepang di Yogyakarta mengadopsi standar omotenashi Jepang untuk meningkatkan daya tarik layanan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap layanan dan (2) mendeskripsikan variabel yang memengaruhi kepuasan terhadap layanan makanan dan minuman ala Jepang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan populasi pelanggan restoran Jepang di Yogyakarta. Sampel disesuaikan karena jumlah populasi belum pasti. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder dari literatur omotenashi. Pengumpulan data dilakukan secara alami, dengan peneliti sebagai instrumen kunci, menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan omotenashi berpengaruh positif terhadap kepuasan pengunjung. Pengunjung merasa puas dengan pengalaman unik dan pelayanan terbaik. Namun, dari unsur 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsukei), aspek seiton (kerapian) dan seiso (kebersihan) tidak signifikan memengaruhi kepuasan. Masyarakat Yogyakarta cenderung tidak memprioritaskan kerapian dan kebersihan, meskipun restoran menunjukkan tempat terawat, pelayanan cepat, dan pelayan tanggap. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan yang ringkas, tekun, dan responsif lebih dihargai, meskipun kerapian dan kebersihan bukan faktor utama kepuasan.Kata Kunci:    Kualitas; Pelayanan; Kepuasan Pelanggan; Omotenashi
PENGEMBANGAN AGROWISATA DESA GEDANGAN MELALUI PEMASARAN INOVATIF BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL Al Ariyah, Mochammad Reizza
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.769

Abstract

AbstractThe use of information technology in the digital era plays a key role in driving economic growth, including in rural areas. Gedangan Village, located in Sidayu District, Gresik Regency, has significant natural potential but faces challenges in promoting and marketing its local products. This study aims to examine the role of digital technology, particularly through the development of a website, as a promotional tool for local agro-tourism and village products. A qualitative approach was employed, using data collected through observations, in-depth interviews with village officials, and literature review. The findings show that the website effectively expands promotional reach, improves market access, and enhances local digital skills. As a result, it contributes to increased community income, strengthens product competitiveness, and supports sustainable rural economic development. The website serves as a strategic platform to introduce local potential to national and international markets. Future research is recommended to explore the integration of other digital tools such as social media, e-commerce platforms, or mobile applications to further enhance promotional strategies. Long-term evaluation of the technology’s impact on community welfare and the sustainability of local potential is also essential. Thus, digital technology can be continuously developed as an adaptive and innovative village development strategy.AbstrakPemanfaatan teknologi informasi di era digital menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk di wilayah pedesaan. Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, memiliki potensi alam yang besar namun terkendala dalam promosi dan pemasaran produk lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran teknologi digital, khususnya melalui pembuatan website, sebagai media promosi agrowisata dan produk unggulan desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, serta studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanfaatan website mampu meningkatkan jangkauan promosi, membuka akses pasar yang lebih luas, serta mendorong peningkatan keterampilan digital masyarakat. Dampaknya mencakup peningkatan pendapatan, penguatan daya saing produk lokal, dan pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan. Website menjadi sarana strategis dalam memperkenalkan potensi lokal ke pasar nasional dan internasional. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan mengeksplorasi integrasi teknologi lain seperti media sosial, e-commerce, atau aplikasi mobile guna memperkuat efektivitas promosi digital. Selain itu, penting dilakukan evaluasi jangka panjang terhadap dampak implementasi teknologi terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan potensi desa. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital dapat terus ditingkatkan sebagai strategi pengembangan desa yang adaptif dan inovatif.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 3 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 3 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 2 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 01 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 3 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 03 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 2 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 03 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 02 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 01 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 3 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 2 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 03 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 02 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 01 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 3 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 03 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 02 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 01 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 03 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 02 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 01 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 03 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 9, No 3 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah More Issue