cover
Contact Name
Meiana Maulida Hikmawati
Contact Email
lppm@stipram.ac.id
Phone
+62274-485650
Journal Mail Official
jurnalkepariwisataan@stipram.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No. 52B, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55198
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
ISSN : 19079389     EISSN : 27162664     DOI : -
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel atau naskah yang berorientasi pada bidang kepariwisataan, dimana naskah atau artikel tersebut belum pernah dipublikasikan di media lain atau sedang dikirim ke penerbit lain. Artikel atau naskah yang dipublikasikan adalah hasil penelitian atau pendampingan/ konseptual atau studi pustaka namun bersifat obyektif dan sistematis yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang standar dan baku (bisa dipahami). Artikel atau naskah diterbitkan dalam bentuk cetak dan online. Untuk versi online, Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah sudah terindeks Google Schoolar dan Garuda. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah pertama kali terbit pada bulan Januari 2007 dan diterbitkan dalam 3 (tiga) edisi setiap tahunnya, yaitu diterbitkan setiap bulan Januari, Mei dan September.
Articles 319 Documents
HERITAGE TOURISM DEVELOPMENT POTENTIAL THROUGH QR CODE AS AN EDUCATIONAL TOOL AT SEKANAK RIVER, PALEMBANG Widyawan, Indria; K, Jesica Triane; Erwen, Ivana Valencia
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.816

Abstract

ABSTRACTPalembang is the oldest city in Indonesia, rich in historical and cultural values. However, the lack of public knowledge about the city’s historical background has contributed to the limited attention given to its heritage tourism potential, despite its designation as the “Venice of the East”. This study was conducted in the Sekanak River area of Palembang. A qualitative descriptive approach was employed to gain an overview of efforts that can be undertaken, using methods such as observation, documentation, and literature review. The data obtained were subjected to qualitative analysis and presented in a descriptive manner. The results of the study highlight three main strategic approaches that local government can implement to develop heritage tourism through the use of QR codes as an educational tool along the Sekanak River: identifying the Sekanak area, reviewing the QR code model, and compiling a list of heritage tourism potentials to be inntegrated into the system.Keywords:      Heritage Tourism; QR Code; Educational Tool; Sekanak River ABSTRAKPalembang merupakan kota yang diakui sebagai salah satu yang tertua di Indonesia dengan nilai sejarah yang tinggi dan makna budaya yang mendalam. Kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar terhadap sejarah masa lalu Kota Palembang membuat minimnya perhatian yang diberikan kepada kota yang dikenal dengan julukan “Venesia dari Timur” ini dalam hal potensi wisata heritage yang terdapat di setiap sudut jantung kota. Penelitian ini berlokasi di kawasan Sungai Sekanak Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh informasi mendalam yang berkaitan dengan pengembangan yang dapat diupayakan dengan cara observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Data yang telah dikumpulkan dianalisis melalui pendekatan kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif untuk menggambarkan temuan secara komprehensif. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat 3 hal utama yang dapat diupayakan pemerintah guna mengembangkan wisata heritage melalui kode QR sebagai sarana edukasi di Sungai Sekanak, yaitu mengidentifikasi kawasan Sekanak, meninjau model kode QR dan menyajikan daftar potensi wisata heritage yang akan ditampilkan dalam sistem.Kata Kunci:     Pariwisata Warisan Budaya; Kode QR; Alat Edukasi; Sungai Sekanak
ANALISIS INTERAKSI DIGITAL PADA JASA OPEN TRIP PENDAKIAN GUNUNG DI KOTA BANDUNG Fadia, Naila; Aziz, Firman; Ferdiana, Ryan; Utami, Nova Nurmulya; Salsabila, Nasywa Azalia Rahma; Salimwijaya, Florencia
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.766

Abstract

AbstractDigital technology has transformed how businesses interact with consumers, including in mountain hiking open trip services. This study aims to analyze the forms of digital interaction implemented by service providers to build customer engagement and influence purchasing decisions. A descriptive qualitative method was applied through in-depth interviews with the owner and two customers of Baskara Trip, complemented by participatory and digital observations via Instagram and WhatsApp. The results show that Instagram plays a key role in promotion and initial communication, while WhatsApp is used for technical coordination and more personal interactions. Digital communication is considered effective in delivering information and building trust; however, challenges remain, such as slow response times and unstructured information. The study recommends implementing chatbots, live Q&A sessions, and optimizing interactive content to enhance the quality of digital services and customer experience. This research offers practical implications for tourism business actors in developing more responsive and efficient digital communication strategies.AbstrakPerkembangan teknologi digital telah mengubah cara pelaku usaha berinteraksi dengan konsumen, termasuk dalam jasa open trip pendakian gunung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi digital yang diterapkan oleh penyedia jasa open trip dalam membangun keterlibatan pelanggan serta memengaruhi keputusan pembelian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan dua pelanggan Baskara Trip, serta observasi partisipatif dan digital melalui Instagram dan WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan penting dalam promosi dan komunikasi awal, sedangkan WhatsApp digunakan untuk koordinasi teknis dan komunikasi yang lebih personal. Interaksi digital dinilai efektif dalam menyampaikan informasi dan membangun kepercayaan, tetapi tantangan masih ada seperti keterlambatan respons dan kurangnya struktur informasi. Studi ini merekomendasikan penggunaan chatbot, sesi tanya jawab langsung (live Q&A), serta optimalisasi konten interaktif guna meningkatkan kualitas layanan digital dan pengalaman pelanggan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha pariwisata dalam mengembangkan strategi komunikasi digital yang lebih responsif dan efisien.
FROM FARM TO TABLE: MENGUNGKAP POTENSI PENGALAMAN WISATA KULINER BERBASIS PERIKANAN BUDIDAYA Fajriasanti, Ruwaida; Harja, Oktomi; Hidayatullah, Muhammad Adieb; Ahmadi, Lukman; Anggara, Anak Agung Putu Gede Puja
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.761

Abstract

AbstractThis study explores the potential development of farm-to-table (FTT)-based culinary tourism within the context of freshwater aquaculture in Batu Kumbung Village, West Lombok, Indonesia. While the FTT concept is widely applied in agriculture, its implementation in aquaculture particularly freshwater is still underexplored. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, and participant observations. Findings reveal that local catfish farming practices align with sustainability principles through the use of earthen ponds, organic feed, and traditional tools. Meanwhile, the village’s flagship product, mandalika catfish, contributes to local food security and is processed into various value-added dishes reflecting a zero-waste philosophy. The integration of aquaculture and culinary activities within a holistic FTT experience offers an authentic, multisensory, and inclusive form of participatory tourism. This study contributes to the growing literature on aquaculture tourism and highlights FTT as a viable model for sustainable rural tourism.AbstrakPenelitian ini mengkaji potensi pengembangan pariwisata kuliner berbasis farm to table (FTT) dalam konteks budidaya perikanan air tawar di Desa Batu Kumbung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Meskipun konsep FTT telah banyak dikembangkan dalam sektor pertanian, penerapannya dalam sektor perikanan khususnya air tawar masih relatif jarang dibahas. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik budidaya ikan lele di Batu Kumbung telah mencerminkan prinsip keberlanjutan melalui penggunaan kolam tanah, pakan organik, dan alat-alat tradisional. Ikan lele mandalika sebagai komoditas unggulan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal, tetapi juga telah diolah menjadi berbagai produk kuliner khas yang mendukung implementasi zero waste. Integrasi aktivitas budidaya dan pengolahan kuliner dalam satu rangkaian pengalaman FTT berbasis masyarakat dinilai mampu menciptakan wisata partisipatif yang autentik, multisensori, dan inklusif. Temuan ini memperkaya literatur tentang minawisata dan membuka peluang pengembangan wisata kuliner berbasis perikanan sebagai alternatif pariwisata berkelanjutan.
SEGMENTASI WISATAWAN DI MEDIA SOSIAL BERBASIS KLASTER: BAGAIMANA WISATAWAN BERINTERAKSI DENGAN KONTEN PERJALANAN WISATA? Maheswari, Aulia Dinda; Setiyorini, Heri Puspito Diyah; Khaerani, Rijal
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.747

Abstract

AbstractSocial media plays a critical role in modern destination marketing, as individuals increasingly rely on these platforms to guide their travel decisions. This study segments tourists based on their interactions with social media, offering insights to help stakeholders in the tourism industry develop more efficient marketing strategies. Using the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory, the research examines variables such as online atmospherics, perceived usefulness, perceived enjoyment, flow experience, attitude, revisit intention, and further usage intention. A questionnaire-based survey was conducted with 400 respondents, primarily college students. Data were analyzed using factor-cluster analysis, including Principal Component Analysis (PCA) and K-Means clustering. The findings identified four key social media interaction factors: immersive, future trip scouting, destination desire, and happy scroll moments. Additionally, five tourist segments emerged: joyful exploration, destination appeal, travel visioning, captivating, and combination. This study enhances the S-O-R theory, particularly its organism component, by providing insights into how social media interactions influence tourist market segmentation. The results offer practical guidance for destination managers to refine content creation strategies and improve marketing effectiveness by addressing the factors and segments identified in this research.Keywords: Tourist Segmentation; Social Media; Cluster Analysis; SOR Theory  AbstrakMedia sosial memainkan peran penting dalam pemasaran destinasi modern, karena individu semakin bergantung pada platform ini untuk memandu keputusan perjalanan mereka. Studi ini mengelompokkan wisatawan berdasarkan interaksi mereka dengan media sosial, menawarkan wawasan untuk membantu pemangku kepentingan di industri pariwisata mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efisien. Dengan menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), penelitian ini menguji variabel-variabel seperti online atmospherics, perceived usefulness, perceived enjoyment, flow experience, attitude, revisit intention, dan further usage intention. Survei berbasis kuesioner dilakukan terhadap 400 responden, terutama mahasiswa. Data dianalisis menggunakan analisis faktor-klaster, termasuk Principal Component Analysis (PCA) dan K-Means. Temuan ini mengidentifikasi empat faktor utama interaksi pada media sosial: immersive, future trip scouting, destination desire, dan happy scroll moment. Selain itu, lima segmen wisata muncul: joyful exploration, destination appeal, travel visioning, captivating, dan combination. Studi ini menyempurnakan teori S-O-R, khususnya komponen organisme, dengan memberikan wawasan tentang bagaimana interaksi media sosial mempengaruhi segmentasi pasar wisatawan. Hasilnya menawarkan panduan praktis bagi pengelola destinasi untuk menyempurnakan strategi pembuatan konten dan meningkatkan efektivitas pemasaran dengan mengatasi faktor dan segmen yang diidentifikasi dalam penelitian ini.Kata Kunci : Segmentasi Wisatawan; Media Sosial; Analisis Kluster; Teori SOR 
CULTURAL COMMODIFICATION AND ITS IMPLICATION IN TOURISM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Erwen, Ivana Valencia; Shielline, Patricia; Poluan, Regina Calista; Wangsa, Vanessa; Pratama, Wisnu; Widyawan, Indria
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.757

Abstract

AbstractCommodification refers to the process of transforming goods, services, ideas, or cultural practices into commodities that can be bought, sold, or traded in the market. This process often alters cultural traditions to meet market demands. This literature review examines how tourism commodifies cultural practices, frequently stripping them of their original meanings and significance. The review aims to explore the impacts and implications of this transformation on the broader tourism market by analyzing various theoretical frameworks. Our objectives include understanding how commodification occurs in different contexts, evaluating its effects on cultural identity and traditional practices, and identifying strategies to preserve cultural heritage while promoting sustainability in tourism development. Based on previous research on cultural commodification and its effects, future strategies should focus on creating authentic cultural experiences that educate visitors, enrich local communities, and protect traditions from the pressures of commercial interests.AbstrakKomodifikasi mengacu pada proses mengubah barang, jasa, ide, atau praktik budaya menjadi komoditas yang dapat dibeli, dijual, atau diperdagangkan di pasar. Proses ini sering mengubah tradisi budaya untuk memenuhi permintaan pasar. Tinjauan literatur ini meneliti bagaimana pariwisata mengkomodifikasi praktik budaya, sering kali menghilangkan makna dan signifikansi aslinya. Tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dan implikasi dari transformasi ini pada pasar pariwisata yang lebih luas dengan menganalisis berbagai kerangka teoritis. Tujuan kami termasuk memahami bagaimana komodifikasi terjadi dalam konteks yang berbeda, mengevaluasi dampaknya terhadap identitas budaya dan praktik tradisional, dan mengidentifikasi strategi untuk melestarikan warisan budaya sambil mempromosikan keberlanjutan dalam pengembangan pariwisata. Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang komodifikasi budaya dan efeknya, strategi masa depan harus berfokus pada menciptakan pengalaman budaya otentik yang mendidik pengunjung, memperkaya komunitas lokal, dan melindungi tradisi dari tekanan kepentingan komersial.
TINJAUAN GEOGRAFIS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA COKRO KECAMATAN TULUNG KABUPATEN KLATEN Maharani, Najwa Putri
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i3.844

Abstract

This research aims to identify geographical factors, assess the level of feasibility, and analyze development strategies for Cokro Tourism Village. This research used a quantitative approach with a survey method. The data used consisted of primary data obtained through field observations and interviews, and secondary data sourced from institutions, journals, books and village profiles. The analysis techniques used included geographical analysis, analysis of the Supportability of Tourism Objects and Attractions (ADO-ODTWA) using the scoring method, descriptive percentage analysis, and IFE, EFE, and SWOT matrix analysis. The results showed that influential geographical factors include landform, rock, air temperature, and slope. Based on the ADO-ODTWA assessment, attractions, infrastructure, and activities are classified as very potential, accessibility is classified as potential, while accommodation is classified as less potential. The descriptive analysis assessment also shows that attractions and activities are in the high potential category, while accessibility, accommodation, and infrastructure are in the potential category. Based on SWOT analysis, Cokro Tourism Village is in quadrant I with an X value of 0.83 and Y value of 1.62, which indicates a progressive strategy.
PARIWISATA KREATIF SEBAGAI KATALIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: STUDI KASUS BATIK BOROBUDUR TINGAL ART Haryadi, Ganung; Mistriani, Nina
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.781

Abstract

AbstractThis study examines the role of creative tourism based on batik craftsmanship in community empowerment, focusing on the Batik Borobudur Tingal Art case. The background addresses the potential of creative tourism in empowering local communities through skill development, cultural preservation, and socio-economic welfare improvement. The main objective is to explore the impact of batik-based creative tourism on community empowerment around Borobudur and its contribution to preserving Borobudur’s culture. A qualitative approach is employed with data collection methods including participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, complemented by quantitative data on community participation rates. The findings indicate that creative tourism based on batik significantly contributes to local skill development, the preservation of Borobudur’s culture, and the diversification of livelihoods and socio-economic welfare of the local community. In conclusion, creatively managed and inclusive tourism can be an effective driver for sustainable development in cultural-based tourism destinations like Borobudur, enhancing cultural sustainability and improving the quality of life for local communities.Keywords: Creative Tourism; Community Empowerment; Batik Craftsmanship; Borobudur; Sustainable DevelopmentAbstrakStudi ini mengkaji peran pariwisata kreatif berbasis batik dalam pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada Batik Borobudur Tingal Art. Kajian berfokus pada potensi pariwisata kreatif dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui pengembangan keterampilan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi. Tujuan utama adalah untuk mengeksplorasi dampak pariwisata kreatif berbasis batik terhadap pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar Borobudur serta kontribusinya dalam pelestarian budaya Borobudur. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, yang dilengkapi dengan data kuantitatif terkait tingkat partisipasi masyarakat. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa pariwisata kreatif berbasis batik memberikan dampak signifikan dalam pengembangan keterampilan lokal, pelestarian budaya Borobudur, serta peningkatan diversifikasi mata pencaharian dan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Kesimpulannya, pariwisata kreatif yang dikelola secara inklusif dan strategis dapat menjadi pendorong pembangunan berkelanjutan yang efektif di destinasi wisata berbasis budaya seperti Borobudur, dengan meningkatkan keberlanjutan budaya dan kualitas hidup masyarakat lokal.Kata Kunci: Pariwisata Kreatif; Pemberdayaan Masyarakat; Kerajinan Batik; Pembangunan Berkelanjutan
PEMANFAATAN DESIGN THINKING UNTUK PROMOSI EKOWISATA MELALUI TIKTOK DI BUDIDAYA LEBAH MADU PASUNDAN MARGAWINDU Rahmah, Tasya Laila; Saputra, Yudha Munajat; Sukirman, Oman
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i3.876

Abstract

AbstractThis study aims to design ecotourism promotional content for Budidaya Lebah Madu Pasundan Margawindu in Sumedang using the TikTok platform. A qualitative descriptive approach was applied, utilizing the five stages of design thinking: empathize, define, ideate, prototype, and test. Data were collected through interviews with the destination owner and a TikTok content creator, as well as an online survey of 100 millennial and Gen Z TikTok users. The findings revealed that voice-over, cinematic, talking head, and photo slide were the most preferred content types. Four videos were created and uploaded to the destination’s official TikTok account, and analyzed using TikTok insights. The voice-over video gained the highest views, while talking head and photo slide formats generated the most interactions. This research highlights TikTok's potential as a strategic tool for promoting ecotourism in an engaging and accessible manner. The limitations of this study include the short data collection period and the regional scope of the sample. Future research is recommended to expand the sample size and monitoring period.Keywords: TikTok; Ecotourism; Promotional Content; Design ThinkingAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang konten promosi ekowisata menggunakan platform TikTok pada destinasi Budidaya Lebah Madu Pasundan Margawindu di Sumedang. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan lima tahapan design thinking: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemilik destinasi, kreator konten TikTok, dan survei daring terhadap 100 pengguna TikTok dari generasi milenial dan Z. Hasil menunjukkan bahwa jenis konten yang disukai adalah voice over, cinematic, talking head, dan photo slide. Empat video dirancang dan diunggah ke akun TikTok resmi destinasi, dianalisis menggunakan TikTok Insights. Video voice over memperoleh tayangan tertinggi, sementara talking head dan photo slide menghasilkan interaksi lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok efektif sebagai media promosi ekowisata. Keterbatasan penelitian ini adalah durasi pengumpulan data yang terbatas dan sampel yang terbatas wilayah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel dan periode pemantauan.Kata Kunci : Tiktok; Ekowisata; Konten Promosi; Design Thinking
PENGARUH FASILITAS WISATA TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG KELAM KABUPATEN SINTANG Javada, Aliiffillya; Anasi, Putri Tipa; Harjanti, Diah Trismi; Wiyono, Hadi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i1.749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat fasilitas wisata, tingkat kepuasan pengunjung di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam Kabupaten Sintang dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara fasilitas wisata terhadap kepuasan pengunjung di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 31 responden yang pernah mencapai puncak Taman Wisata Alam Gunung Kelam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat fasilitas wisata yang diukur dalam indikator atraksi, aksesibilitas dan amenitas di TWA Gunung Kelam sebesar 87,09%, dinilai “Sangat Baik” oleh responden, sedangkan tingkat kepuasan pengunjung dalam indikator pelayanan dan harga memperoleh hasil keseluruhan sebesar 86,43% dengan kategori “Sangat Puas”. Berdasarkan hasil uji t linear sederhana diperoleh taraf sig. <0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh yang cukup signifikan antara fasilitas wisata terhadap kepuasan pengunjung. Maka dapat disimpulkan bahwa fasilitas wisata berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam.
DAMPAK WISATA RELIGI GOA MARIA SENDANGSONO TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT SEMAGUNG Suharyono, Edy
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.896

Abstract

Goa Maria Sendangsono merupakan destinasi wisata ziarah yang memiliki nilai spiritual dan sejarah penting bagi umat Katolik di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak ekonomi dan budaya dari keberadaan wisata ziarah Goa Maria Sendangsono terhadap masyarakat di Semagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ekonomi, keberadaan Goa Maria Sendangsono memberikan kontribusi positif melalui membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan melalui tambahan pendapatan, serta membuka lapangan pekerjaan. Dampak ekonomi ini tidak menyebabkan ketimpangan harga yang signifikan atau ketergantungan berlebihan terhadap sektor pariwisata, sehingga perekonomian masyarakat tetap stabil dan berkelanjutan. Dari segi budaya, keberadaan kawasan wisata ziarah tidak menggantikan atau menggeser budaya lokal masyarakat Semagung, tidak ditemukan pertukaran budaya yang signifikan antara pedagang dan peziarah, serta tidak terjadi komersialisasi budaya melainkan strategi pelestarian budaya. Dengan demikian, norma sosial dan identitas budaya masyarakat tetap terjaga tanpa perubahan yang mencolok.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 3 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 3 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 2 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 01 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 3 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 03 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 2 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 03 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 02 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 01 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 3 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 2 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 03 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 02 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 01 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 3 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 03 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 02 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 01 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 03 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 02 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 01 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 03 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 9, No 3 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah More Issue