cover
Contact Name
Febry Ichwan Butsi
Contact Email
ichwan.butzi@gmail.com
Phone
+6283161745174
Journal Mail Official
ejurnal@stikpmedan.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi "Pembangunan" Jalan Sisingamangaraja No. 84 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
ISSN : -     EISSN : 26227290     DOI : -
Jurnal Communique ini memuat artikel ilmiah yang berasal dari hasil penenelitian dan kajian komunikasi. Kajian ini berasal dari berbagai macam cakupan yakni kajian media , jurnalisme, humas, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran, dan kajian yang relevan dengan ilmu komunikasi. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yakni pada bulan April, dan Otober.
Articles 172 Documents
KONSTRUKSI MAKNA PROFESI OJEK ONLINE (Studi Fenomenologi Pengemudi Ojek Online Perempuan Di Kota Bekasi) Angelina, Sisca Dita; Utamidewi, Wahyu; Nayiroh, Luluatu
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna, motif, dan pengalaman pengemudi ojek online perempuan di Kota Bekasi. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali lebih dalam mengenai konstruksi sosial yang dialami oleh perempuan pengemudi ojek online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama perempuan memilih profesi ini adalah fleksibilitas waktu, kemandirian ekonomi, dan kebutuhan untuk memenuhi tanggung jawab keluarga. Profesi ojek online tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga memberikan makna yang lebih dalam bagi para pengemudi, seperti rasa percaya diri, kemandirian, dan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Namun, perempuan pengemudi ojek online juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk diskriminasi, pelecehan, dan stigma sosial. Meskipun demikian, mereka mampu membangun relasi sosial yang positif dengan sesama pengemudi dan mengembangkan strategi adaptasi untuk mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesi ojek online memiliki makna yang multidimensi bagi perempuan di Kota Bekasi. Selain sebagai sumber penghasilan, profesi ini juga memberikan ruang untuk pengembangan diri, pemenuhan kebutuhan sosial, dan penguatan identitas diri. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan dan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan pengemudi ojek online agar mereka dapat menjalankan profesinya dengan aman dan nyaman.
REPRESENTASI KARAKTER ALPHA FEMALE PADA FILM OUTLAW 2024 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) riza, Rendi alfa; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.480

Abstract

Penelitian ini membahas representasi karakter alpha female dalam film Outlaw (2024), yang diangkat dari kisah nyata Raquel de Oliveira, seorang perempuan yang menjadi gembong narkoba terbesar di Brasil. Film ini menggambarkan perjalanan hidup Rebecca, seorang perempuan yang sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan keras, mengalami kekerasan, dan akhirnya menjadi pemimpin dalam dunia narkoba. Melalui analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini menggali tanda-tanda dan makna yang terkait dengan karakter Rebecca sebagai alpha female, yang memiliki sifat pemberani, percaya diri, ambisius, dan mampu memimpin. Karakter alpha female dalam film ini disorot melalui beberapa adegan, di antaranya: (1) Rebecca yang bebas berekspresi dan tidak terikat oleh norma-norma patriarki, (2) Rebecca yang memimpin geng narkoba dan mengambil keputusan strategis dengan tegas, (3) Rebecca yang menentang pengaruh kekasihnya yang mencoba mengatur hidupnya, dan (4) Rebecca yang menunjukkan sikap ambisius dan percaya diri dengan menggenggam senjata. Penelitian ini menunjukkan bahwa film Outlaw mematahkan stereotipe bahwa perempuan tidak bisa memimpin, dengan menggambarkan Rebecca sebagai sosok yang mampu bersaing dengan laki-laki dalam dunia yang didominasi oleh kekerasan dan persaingan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa film Outlaw berhasil menggambarkan karakter alpha female yang mampu mengejar cita-cita dan mengatasi tantangan hidup tanpa terpengaruh oleh pandangan patriarkal, menegaskan bahwa perempuan juga memiliki hak untuk memimpin dan mencapai kesuksesan
ADORABLE PROJECTS’ DIGITAL MARKETING APPROACHES IN COMPETITIVE FASHION INDUSTRY Ayunda, Kirana Sekar
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.482

Abstract

Companies are compelled by the digital age's competitive phenomenon to not only develop innovative products but also to enhance customer loyalty and fortify their emotional bonds with them. In order to preserve and improve client relationships, Adorable Projects, a local fashion brand in Indonesia, uses digital marketing techniques. This study intends to examine these tactics. Data was gathered using semi-structured interviews, observations, and literature reviews as part of a descriptive qualitative methodology. According to the results, Adorable Projects makes good use of digital marketing techniques like social media, e-commerce, and themed material. The implementation of Integrated Marketing Communication (IMC) also contributes to the development of a unified brand experience across platforms. The brand's competitive position in the local market is strengthened by these strategies, which also improve customer engagement. Furthermore, the implementation of Integrated Marketing Communication (IMC) ensures a consistent brand experience across numerous platforms, reinforcing the company's identity and values. Key techniques include using visually appealing material customized to certain audiences, utilizing live-streaming features on e-commerce platforms for real-time interaction, and exploiting platform-specific features to improve customer accessibility and trust. The findings of this study are a great resource for businesses in similar industries trying to improve their digital marketing and IMC strategies. This study emphasizes the need of connecting campaigns with customer patterns and preferences in order to achieve long-term success in the competitive fashion business.
ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN DAIHATSU GRAN MAX PADA POSTINGAN INSTAGRAM @DAIHATSUIND Pradana, Adhyaksa Surya; Andiyansari, Popi
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.484

Abstract

Pesatnya Perkembangan teknologi pada era digital menciptakan ragam aktivitas bermasyarakat yang tak lepas dari media elektronik, salah satunya dalam bermedia sosial pada Instagram. Instgaram menjadi salah satu pusat media sosial yang sampai sekarang terus berkembang dan diminati oleh masyarakat, instagram banyak digunakan sebagai sumber informasi salah satunya adalah akun @daihatsuind yang merupakan akun yang mengunggah konten informasi produk Daihatsu salah satunya adalah produk Gran Max. Melalui konten tersebut muncul berbagai informasi seperti keunggulan produk Gran Max. Hal ini yang menarik peneliti untuk meneliti konten postingan pada akun instagram @daihatsuind.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat pada konten akun @daihatsuind dalam pemanfaatan teknologi yang canggih melalui media Instagram pada konten postingan @daihatsuind. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian dokumentasi. Tekhnik pengambilan data yang penulis gunakan adalah purpossive sampling dan menggunakan teknik analisis teori semiotika Roland Barthes guna mengetahui minat masyarakat pada Daihatsu Gran Max yang tersusun dari sebuah tanda berupa denotasi, konotasi dan mitos pada postingan @daihatsuind.Hasil dari analisis semiotik terhadap konten di akun @daihatsuind yang dikemas dalam bentuk screenshoot foto mempererlihatkan bahwa adanya postingan yang membuat msyarakat menyukai produk Gran Max, dimana akun @daihatsuind memanfaatkan konten untuk memposting informasi yang bermanfaat dan tidak hanya memberikan ruang gosip.
KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM NARASI KENABIAN ANALISIS SEMIOTIK AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA DENGAN KOMUNIKASI DIGITAL ERA MODERN ,, Bustami; ,, Abdullah
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.498

Abstract

Komunikasi nonverbal memiliki peranan yang krusial dalam interaksi antar manusia, dan Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam juga mengandung berbagai referensi mengenai bentuk komunikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan komunikasi nonverbal. Metode yang diterapkan adalah studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik, yang melibatkan pengumpulan dan kajian terhadap ayat-ayat yang relevan serta interpretasinya dari berbagai kitab tafsir yang diakui. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mencakup berbagai bentuk komunikasi nonverbal, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak mata, sentuhan, jarak fisik, dan penampilan. Beberapa contoh yang diuraikan mencakup ekspresi wajah orang beriman dan orang kafir pada hari kiamat, gerakan menundukkan kepala sebagai simbol kepatuhan, tatapan mata yang mencerminkan emosi tertentu, serta norma jarak dan sentuhan dalam interaksi antara lawan jenis. Al-Qur'an memanfaatkan elemen komunikasi nonverbal ini untuk menyampaikan pesan moral, memberikan panduan perilaku, serta menggambarkan kondisi psikologis tokoh-tokoh dalam narasi. Sebagai kesimpulan, komunikasi nonverbal mendapatkan perhatian yang signifikan dalam Al-Qur'an sebagai bagian yang tak terpisahkan dari interaksi manusia. Pemahaman mengenai aspek ini dapat memperkaya penafsiran Al-Qur'an dan memberikan wawasan yang berharga tentang etika komunikasi dalam konteks Islam.
KOMUNIKASI PROFETIK DALAM KELUARGA STUDI ANALISIS KONSEP PENDIDIKAN LUKMAN AL-HAKIM DALAM AL-QUR'AN Siregar, Alya Rahmayani; ,, Abdullah
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.499

Abstract

Komunikasi profetik dalam konteks keluarga adalah suatu pendekatan yang berlandaskan pada nilai-nilai kenabian, yang mencakup amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan), nahi munkar (mencegah kemungkaran), serta iman kepada Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pendidikan yang diajarkan oleh Lukman Al-Hakim dalam Al-Qur'an sebagai salah satu model komunikasi profetik dalam lingkungan keluarga. Pendekatan ini mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, moral, dan etika dalam interaksi keluarga, terutama antara orang tua dan anak. Dengan menggunakan metode analisis tafsir dan kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa dialog antara Lukman Al-Hakim dan anaknya (QS. Luqman: 12–19) mencerminkan prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dan edukatif. Prinsip-prinsip tersebut meliputi: (1) pengajaran tauhid sebagai dasar yang utama, (2) pembiasaan untuk berbuat baik kepada orang tua, (3) pengendalian diri dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, (4) ajakan untuk melaksanakan salat dan berbuat kebaikan, (5) larangan terhadap sikap sombong, dan (6) anjuran untuk bersikap sederhana. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan yang diajarkan oleh Lukman Al-Hakim dapat berfungsi sebagai panduan praktis bagi komunikasi dalam keluarga modern yang dihadapkan pada tantangan globalisasi dan perubahan nilai. Kata kunci seperti "komunikasi profetik," "pendidikan keluarga," "Lukman Al-Hakim," "Al-Qur'an," dan "nilai-nilai kenabian" menjadi elemen penting dalam pengembangan pendekatan komunikasi yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini, keluarga dapat berperan sebagai sarana yang efektif dalam membangun generasi yang berkarakter, beriman, dan bertanggung jawab.
Komunikasi Interpersonal di Era Digital: Tantangan dan Dampak Chat GPT fili, mantri kromo fandith; Kurniati, Nia; Rahman, Miftakhul
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.503

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, telah membawa perubahan signifikan terhadap pola komunikasi interpersonal di era digital. ChatGPT tidak hanya digunakan untuk membantu tugas sehari-hari tetapi juga menjadi media curhat virtual yang mampu memberikan respons personal dan cepat, sehingga banyak individu merasa nyaman berbagi cerita dan mendapatkan dukungan emosional melalui platform ini. Fenomena ini menunjukkan transformasi besar dalam cara manusia berinteraksi, di mana batas antara hubungan manusia dan mesin semakin kabur. Di sisi lain, penggunaan ChatGPT juga menghadirkan tantangan serius, seperti ketergantungan berlebihan yang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis, isolasi sosial akibat menurunnya kualitas interaksi langsung, risiko privasi data, dan keterbatasan AI dalam menunjukkan empati. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur untuk mengeksplorasi dampak penggunaan ChatGPT terhadap komunikasi interpersonal. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun teknologi ini memberikan manfaat berupa akses informasi yang cepat dan dukungan emosional yang dirasakan aman, penggunaannya harus tetap seimbang dengan interaksi manusia yang autentik untuk menjaga kualitas hubungan interpersonal. Regulasi yang ketat, literasi digital, dan pemahaman mendalam terhadap batasan AI sangat diperlukan agar teknologi ini dapat digunakan secara optimal tanpa mengorbankan aspek penting dari komunikasi manusia.
POLITICAL COMMUNICATION AND PERSONAL BRANDING: A CASE STUDY OF THE CAMPAIGN OF JAKARTA DPRD CANDIDATE WILLIAM ADITYA SARANA IN THE 2024 ELECTION Muslim, Patriot
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.508

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of political communication and personal branding strategies employed by William Aditya Sarana in building strong relationships with voters and shaping public perception. Utilizing social media as a primary tool, these strategies have shown positive impacts on voter support, particularly among young and urban communities. However, challenges in managing criticism and negative issues highlight the need for politicians to develop mature strategies for image management in the digital era. This research contributes to the understanding of political communication and personal branding in contemporary politics, providing insights into how young politicians can leverage these strategies for success. The findings underscore the importance of understanding the target audience, maintaining message consistency, and effectively handling criticism. While this study provides significant insights, its scope is limited to a single politician, suggesting a need for further research involving diverse subjects and methodologies.
PENGGUNAAN MULTI AKUN PSEUDONYM DI INSTAGRAM SEBAGAI MANAJEMEN PRIVASI GEN Z Kurniawan, Berlian Oktaviano; Hapsari, Swita Amallia
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.514

Abstract

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi melalui media sosial, khususnya Instagram. Sesuai dengan data survei oleh dataindonesia.id pada akhir Oktober 2022 dengan 989 responden mengungkapkan bahwa lebih dari separuhnya menggunakan multiple accounts. Fenomena penggunaan multiple accounts dengan identitas pseudonym menjadi tren di kalangan Gen Z sebagai cara untuk mengelola privasi dan identitas digital mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana multi akun pseudonym di Instagram sebagai manajemen privasi oleh gen z yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki dalam mengatur batasan privasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data triangulasi berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah dua orang, terdiri dari satu informan perempuan dan satu informan laki-laki yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Teori Communication Privacy Management (CPM) dengan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pseudonym pada multiple accounts Instagram memiliki pola berbeda sesuai tujuan dan tingkat privasi yang diinginkan, mencakup public pseudonym yang terkait identitas asli, initially non-public pseudonym yang hanya dikenali komunitas tertentu, dan initially unlinked pseudonym yang terputus dari identitas asli. Manajemen privasi Gen Z di Instagram menunjukkan perbedaan berdasarkan gender, dimana perempuan lebih protektif dengan membatasi informasi keluarga dan personal branding secara sistematis, sementara laki-laki lebih fokus pada perlindungan dari dampak negatif seperti hate comments dan menggunakan akun tambahan untuk ekspresi diri yang lebih bebas.
Representasi Kecanduan dalam Film No More Bets Marcellino, Bernhard Samuel; Herwandito, Seto; ,, Sampoerno
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v7i2.521

Abstract

Kecanduan adalah titik dimana seseorang atau kelompok kehilangan kontrol dalam diri nya. Sebab,kecanduan ini bisa terpengaruh dari lingkungan keluarga atau pun lingkungan sekitar tempat kita bermain. Salah satu film dari negara China yang berjudul No More Bets memberikan banyak sekali pesan didalamya ,diantaranya tentang Penipuan dan Judi. Gu Tianzhi adalah pelaku dan juga korban dari bahaya nya kecanduan ini,karena dengan kecanduan berjudi itu akan merelakan segala galanya untuk mendapatkan keuntungan yang cepat tanpa harus bekerja dengan giat. Peneliti menggunakan analisis semiotika John Fiske,dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske peneliti dapat meneliti dan menganalisis representasi kecanduan dalam film