cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2016): Juli" : 7 Documents clear
Perbedaan Pengaruh Pembelajaran Ekg Lethal Arrhythmia Model Kooperatif Jigsaw dan Metode Ceramah terhadap Pengetahuan pada Mahasiswa S1 Keperawatan Dicky Endrian Kurniawan; Titin Andri Wihastuti; Heri Kristanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 1 (2016): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.111 KB)

Abstract

Pengetahuan perawat tentang EKG lethal arrhythmia perlu diperhatikan. Berbagai penelitian menunjukkan kurangnya pengetahuan perawat dan mahasiswa keperawatan dalam melakukan interpretasi irama EKG. Suatu inovasi diperlukan dalam pembelajaran interpretasi EKG lethal arrhythmia yang dapat meningkatkan pengetahuannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pengaruh pembelajaran EKG lethal arrhythmia model kooperatif jigsaw dan metode ceramah terhadap pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan.Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan non equivalent control group pre test-post test design. Responden sebanyak 40 mahasiswa yang diperoleh dengan purposive sampling dibagi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan diberikan pembelajaran EKG lethal arrhythmia model kooperatif jigsaw dan kelompok kontrol diberikan metode ceramah.Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi uji t tidak berpasangan p=0,916 (p>0,05), yang maknanya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pengaruh pembelajaran EKG lethal arrhythmia model kooperatif jigsaw dan metode ceramah terhadap pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan. Tetapi kedua metode pembelajaran tersebut dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan tentang EKG lethal arrhythmia secara signifikan. Diharapkan perawat sebagai pendidik dapat memilih dan melaksanakan metode pembelajaran EKG lethal arrhythmia dengan tepat.
Analisis Korelasi Status Hemodinamik dengan Survival Pasien Luka Bakar pada Fase Emergency Ida Ayu Agung Laksmi; Ahsan Ahsan; Tina Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 1 (2016): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.518 KB)

Abstract

Gangguan hemodinamik pada luka bakar berat merupakan masalah serius yang paling sering terjadi pada fase emergency. Gambaran status hemodinamik luka bakar dipengaruhi oleh respon fisiologi tubuh terhadap karakteristik luka bakar tersebut. Oleh karena itu faktor hemodinamik pada fase emergency menjadi faktor yang penting untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara status hemodinamik dengan survival pasien luka bakar berat fase emergency di RSUP Sanglah.Penelitian ini merupakan penelitian studi rekam medis yang bersifat analitik dokumenter dengan rancangan retrospektif terhadap 78 sampel rekam medis di RSUP Sanglah dalam periode 2 tahun terakhir. Hasil analisis korelasi diketahui faktor yang berhubungan dengan survival adalah tekanan darah sistolik (p=0.000), respiratory rate (p = 0.000).Dengan demikian pemantauan hemodinamik pada fase emergency merupakan hal yang penting untuk mengevaluasi keefektifan terapi dalam meningkatkan survival pasien luka bakar berat.
Perbedaan Tingkat Kecemasan antara Ibu Hamil Primigravida dan Multigravida dalam Menghadapi Persalinan Siswoto Hadi Prayitno; Sri Aningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 1 (2016): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.504 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan respon yang tidak menyenangkan yang ditandai perasaan ketakutan dan kekhawatiran terlebih pada ibu hamil primigravida maupun multigravida bila akan menghadapi persalinan. Setiap ibu hamil yang akan melahirkan mengalami perasaan takut baik yang belum memilki pengalaman melahirkan maupun yang pernah memilki pengalaman melahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara ibu hamil primigravida dan multigravida dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental jenis korelasional.Penelitian ini dilaksanakan di Bidan Praktik Mandiri (BPM) Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Jumlah subjek primigravida 31 dan multigravida 28 teknik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan HARS (Hamilton Anxiety Rate Scale) untuk mengetahui tingkat kecemasan pada ibu hamil.Hasil subjek yang mengalami tingkat kecemasan multigravida yang disertai hipertensi 13 (44%), yang tidak disertai hipertensi 15 (56%). Sedangkan pada primigravida yang disertai hipertensi 15 (48%) dan yang tidak disertai hipertensi 16 (52%). Dengan uji Mann Whiteney p 0384 > 0.05. Kesimpulan tidak ada perbedaan tingkat kecemasan secara signifikan antara ibu hamil primigravida dan multigravida dalam menghadapi persalinan.
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Peningkatan Perkembangan Motorik dan Emosi Anak Usia Sekolah Helena Pangaribuan; Sri Poeranto; Rini Eko Kapti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 1 (2016): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.428 KB)

Abstract

Perkembangan anak usia sekolah/Middle Childhood berada pada rentang usia 6-12 tahun disebut potensi berkarya versus harga diri rendah. Perkembangan motorik dan emosi sangat penting untuk membentuk kepribadian dan kepercayaan diri. Beberapa penelitian menyebutkan kegagalan dalam mencapai tugas perkembangan dapat menyebabkan anak rendah diri dan mempengaruhi tahap perkembangan berikutnya. Oleh karena itu, dibutuhkan terapi untuk meningkatkan perkembangan motorik dan emosi anak usia sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap peningkatan perkembangan motorik dan emosi. Desain pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan quasi eksperiment pre-post test with control group. Jumlah sampel sebanyak 18 responden pada masing- masing kelompok dengan teknik simple random sampling .Hasil uji T Test terdapat perbedaan perkembangan motorik dan emosi antara sebelum dan sesudah terapi kelompok terapeutik pada kelompok perlakuan (nilai P=0,001). Pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan perkembangan motorik (nilai P=0,67) dan emosi antara sebelum dan sesudah terapi (nilai P=0,53). Terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan perlakuan setelah diberikan terapi kelompok terapeutik. Artinya ada pengaruh pemberian terapi kelompok terapeutik terhadap perkembangan motorik dan emosi anak usia sekolah.Pemberian pelayanan kesehatan perlu meningkatkan upaya promosi kesehatan jiwa berbasis komunitas melalui terapi kelompok terapeutik untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mental.
Peduli Desaku “Sebagai Langkah Dasar untuk Meningkatkan Kepedulian Masyarakat terhadap Demam Berdarah Dengue” Heri Kristanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 1 (2016): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.857 KB)

Abstract

PEDULI DESAKU (Pencegahan Dengue untuk Lingkungan Desa Bunut Wetan-Ku) merupakan program pencegahan penyakit Dengue dengan sasaran ibu rumah tangga yang menjadi peserta pengajian di RW 03, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan warga setelah diterapkan program PEDULI DESAKU. Program PEDULI DESAKU terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu pembentukan Kader JUMANTIK, penyuluhan dengue, pemberian abate, dan pemberian lavender.Jenis penelitian menggunakan metode deskripsi analitik kegiatan. Responden diambil secara purposive sampling. Variabel yang diukur adalah pengetahuan kader jumantik, pengetahuan ibu, evaluasi pemberian abate dan tanaman lavender.Berdasarkan pada uji paired t-test dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan antara uji pre-test dan post-test pada peserta yakni 0.016 (P < 0.05). Hasil post-test setelah dilaksanakannya penyuluhan pada warga tergolong dalam kategori baik yakni dengan nilai rata-rata 88,6. Evaluasi jentik nyamuk didapatkan 73 % rumah warga telah bebas jentik setelah pemberian abate dan pemberian tanaman lavender.Program PEDULI (Pencegahan Demam Berdarah Untuk Lingkungan) dapat dijadikan model untuk menyukseskan program pemerintah dalam menurunkan angka kejadian DBD dalam usaha meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat.
Pengaruh Pembelajaran Tabletop Disaster Exercise (TDE) terhadap Pengetahuan Mahasiswa S1 Keperawatan dalam Memberikan Penatalaksanaan Korban pada Simulasi Tanggap Darurat Bencana Widya Addiarto; Yuyun Yueniwati P.W; Mukhammad Fathoni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 1 (2016): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.283 KB)

Abstract

Besarnya kejadian bencana pada saat ini menuntut perawat memaksimalkan perannya sebagai disaster nursing dalam tanggap darurat bencana sesuai dengan standar International Council of Nursing (ICN). Salah satu cara untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan meningkatkan kesiapsiagaan secara dini yang dilakukan kepada mahasiswa keperawatan melalui pendidikan bencana. Oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran bencana yang efektif dan menarik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pembelajaran tabletop disaster exercise (TDE) terhadap pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan.Penelitian ini merupakan penelitian quasy experimental dengan menggunakan rancangan pre-post test with control group design. Sampel yang digunakan adalah 36 responden, sehingga masing-masing 18 responden pada kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan akan diberikan pembelajaran simulasi TDE, sedangkan kelompok kontrol diberikan modul dan simulasi standar.Hasil uji t-test berpasangan penelitian menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan yang signifikan sebelum dan setelah pemberian intervensi TDE pada masing-masing kelompok menunjukkan nilai (p = 0,000). Sedangkan hasil uji t- test tidak berpasangan untuk mengidentifikasi perbedaan selisih rerata skor pengetahuan pada kedua kelompok didapatkan nilai (p = 0,000). Hal ini artinya terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh pembelajaran simulasi TDE dan metode simulasi standar terhadap pengetahuan mahasiswa.Maka metode Tabletop Disaster Exercise (TDE) dapat dikembangkan pada pembelajaran keperawatan bencana untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Lama Waktu Tinggal Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) di Ruang Emergency Jantung Instalasi (PJT) RSUP Sanglah Denpasar A.A Istri Dalem Hana Yundari; Titin Andri Wihastuti; Tony Suharsono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 1 (2016): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.927 KB)

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan suatu keadaan kegawatdaruratan jantung dengan manifestasi klinis berupa keluhan perasan tidak enak atau nyeri dada yang disertai dengan gejala lain akibat dari iskemia miokard. Penanganan kasus SKA di Instalasi Gawat Darurat (IGD) membutuhkan tindakan yang cepat dan efisien untuk mencegah terjadinya perburukan kondisi pada pasien SKA. Terjadinya pemanjangan lama waktu tinggal pasien di IGD dikatakan menjadi salah satu indikator kurang efektifnya manajemen pelayanan pasien di IGD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama waktu tinggal pasien SKA di ruang emergency jantung PJT RSUP Sanglah Denpasar.Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan desain penelitian observasional analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dengan teknik simple random sampling. Uji yang digunakan adalah Uji Bivariat Korelasi Pearson.Hasil korelasi Pearson menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kecepatan interpretasi hasil EKG (p=0,259) dengan lama waktu tinggal pasien di ruang emergency jantung PJT RSUP Sanglah Denpasar dan ada hubungan waktu keputusan persetujuan perawatan (p<0,001) dengan lama waktu tinggal pasien di ruang emergency jantung PJT RSUP Sanglah Denpasar.Diperlukan adanya upaya dari petugas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien dan keluarga tentang penanganan pasien SKA yang membutuhkan waktu cepat serta perawatan yang intensif sehingga diharapkan dapat membantu dalam mempercepat pemberian keputusan kebersediaan perawatan pasien SKA dari pihak keluarga maupun pasien itu sendiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 7