cover
Contact Name
Haty Latifah Priatni
Contact Email
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Phone
+62232-871279
Journal Mail Official
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Editorial Address
Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kuningan| Jl. Pangeran adipati No. D4 Kuningan Jawabarat Telp.(0232) 871279 Fax (0232)871279 | Email: herbapharma@stikesherbapharma@stikesmuhammadiyahku.ac.id STIKes Muhammadiyah Kuningan stikes-muhammadiyahku.ac.id
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological
ISSN : -     EISSN : 2722709X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Herbs and Farmacological HERBAPHARMA is an essential reference filled with recent research and other valuable information associated with herbs, spices, and medicinal plants. The Journal serves as a focus point through which investigators and others may publish material of importance to the production, marketing, and utilization of these plants and associated extracts. The journal covers the following topics: growth, development, horticulture, ecology, physiology, genetic, chemistry, and economics. Original articles, review articles, and book reviews provide information of interest to an international audience of researchers, teachers, technicians, and managers involved with production and/or marketing of herbs, spices, and medicinal plants.
Articles 94 Documents
KONSENTRASI HAMBAT DAN BUNUH MINIMUM EKSTRAK ETANOL DAN METANOL KULIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) TERHADAP SALMONELLA THYPI Rosellynia Calyptranti; Eva Luviriani; Linda Safitri
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i1.285

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr) is a type of fruit that is very popular by everyone and is classified as a very abundant fruit. Compound content active in durian skin (Durio zibethinus Murr) such as alkaloids, phenols, flavonoids, tannins, and saponins can inhibit and kill bacteria that function as the antibacterial. The active compound can be obtained through the extraction process with a suitable solvent. This study aims to determine the value and difference between Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of Durian Skin ((Durio zibethinus Murr.) Ethanol and Methanol Extract against Salmonella typhi. Salmonella typhi is a pathogenic bacterium that causes a large number of infections in humans in the form of typhoid fever. This study uses a completely randomized design (CDR). A factorial pattern consisting of 2 factors, namely the solvent factor and the concentration factor. Data analysis used Two Way ANOVA test to find out the comparison of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of Durian Skin (Durio zibethinus Murr.) Ethanol and Methanol Extract against Salmonella typhi. If the data is not normally distributed then followed by a nonparametric statistical test, namely the Kruskal-Wallis test. The result of this study showed that at multilevel dilutions of Salmonella typhi which shows the number of colonies 30-300 CFU/ml at a dilution of 10-7. Durian peel ethanol extract can inhibit Salmonella typhi bacteria in the concentration of 25% and durian peel methanol extract can inhibit bacteria Salmonella typhi at a concentration of 10%. Statistical test results show that there is no difference in the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of Durian Skin ((Durio zibethinus Murr.) Ethanol and Methanol Extract against Salmonella typhi. (Asymp sig. >0,05).
FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL SERAI WANGI (Cymbopongon nardus L.) SEBAGAI SEDIAAN ANTISEPTIK TANGAN TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermis Triani Kurniawati; Rosellynia Calyptranti; Febyayu Anggraeni
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i1.287

Abstract

Kesehatan merupakan investasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) memiliki senyawa aktif yang dapat digunakan untuk pengobatan seperti antibakteri dan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu formulasi gel ekstrak etanol serai wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai gel antiseptik tangan dan untuk mengetahui pengaruh variasi formulasi gel terhadap aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanol serai wangi (Cymbopogon nardus L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Berdasarkan hasil penelitian, uji karakteristik mutu gel antiseptik semua variasi konsentrasi formulasi gel antiseptik tangan ekstrak etanol serai wangi (Cymbopogon nardus L.), pada uji organoleptis dengan mengamati bentuk, warna dan bau, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji pH memberikan karakteristik mutu gel antiseptik yang baik kecuali pada uji viskositas tidak ada formulasi yang memenuhi syarat pada uji viskositas tersebut. Pada variasi konsentrasi ekstrak etanol serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%, menghasilkan rata - rata diameter zona hambat masing - masing sebesar 3,4 mm, 3,5 mm dan 4,1 mm kemampuan penghambatan pada ketiga formulasi gel ekstrak etanol serai wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai sediaan gel antiseptik menunjukkan kategori penghambatan yang tidak peka. Hasil uji one way ANOVA diperoleh nilai signifikasi yaitu (0,676>0,05) tidak terdapat pengaruh variasi formulasi gel ekstrak etanol serai wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai sediaan antiseptik terhadap aktivitas antibateri pada bakteri Staphylococcus epidermidis.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK TABLET KEMPA EKSTRAK DAUN PEPAYA ( Carica Papaya. L) Beta Herilla Sekti; Agung Permata; Neysa Oktadiva S. P
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i1.289

Abstract

Papaya leaf (Carica Papaya L.) is a plant that contains alkaloids, flavonoids, tripertinoids, saponins and tannins that are useful for treating diabetes. This study aims to obtain compressed tablets of papaya leaf extract and determine the effect of the concentration of PVP K30 as a binder on the physical properties of compressed tablets. The study used an experimental method, with a comparison of formula 1 = 1%, formula 2 = 3% and formula 3 = 5% and tested the physical properties of tablets. The results showed that the tablets met the requirements and only one formula did not meet the tablet friability test. The conclusion of the research on compressed tablets of papaya leaf extract with different concentrations of PVP K30 as a binder met the requirements for the physical test of tablets
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SERUM WAJAH EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Herliningsih Herliningsih; Gina Maryatus Sholihah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.339

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai kandungan senyawa aktif polifenol seperti flavonoid, kuersetin dan kaemferol. Senyawa polifenol sebagian besar terdapat dalam tanaman yang berperan sebagai antioksidan alami. Selain itu, daun kelor (Moringa oleifera Lam.) juga mengandung vitamin C dan vitamin E lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikannya dalam sediaan serum wajah kemudian dilakukan evaluasi mutu sehingga dapat diketahui formula sediaan serum wajah yang baik sesuai dengan SNI No.16-4954-1998. Metode penelitian ini adalah eksperimental di Laboratorium dengan membuat 4 formula yang terdiri dari F0 sebagai basis serum, F1 3%, F2 4%, dan F3 5%. Evaluasi mutu sediaan serum wajah meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, bobot jenis, viskositas, daya sebar, uji stabilitas dan uji cemaran mikroba. Hasil semua formula sediaan serum wajah ekstrak etanol daun kelor menunjukan warna hijau muda hingga hijau tua, semi transparan, tekstur kental, berbau khas, dan homogen. Nilai pH yaitu 6. Nilai bobot jenis berada pada rentang 1,02–1,03 gram/mL. Nilai viskositas pada rentang 1160 cP – 2220 cP dengan nilai daya sebar 7. Hasil uji stabilitas pada suhu ruang, suhu dingin dan suhu panas tetap stabil selama penyimpanan 28 hari tidak ada perubahan dari pengamatan organoleptik, homogenitas serta pH, namun terjadi penurunan nilai viskositas pada penyimpanan suhu ruang dan suhu panas. Dan hasil uji cemaran mikroba dengan uji Angka Lempeng Total dari ke-4 formula memenuhi syarat <102 koloni/mL. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor dapat diformulasikan menjadi sediaan kosmetik serum wajah dan telah memenuhi syarat mutu sesuai SNI.
FORMULASI SEDIAAN SPRAY SOLUTIO EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) DAN MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) SEBAGAI ANTI NYAMUK DENGAN VARIASI KONSENTRASI PROPILENGLIKOL Riski Maulana; Imas Maesaroh
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.341

Abstract

Bawang putih dan serai wangi selain kegunaannya untuk bahan dapur, juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan obat pengusir nyamuk. Bawang putih dan serai wangi mengandung unsur senyawa kimia seperti minyak atsiri, geraniol, sitronellal, dan allicin yang dapat digunakan untuk bahan pengusir nyamuk. Pembuatan spray solutio untuk kulit diperlukan penambahan kosolven, salah satunya yaitu propilenglikol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi propilenglikol yang mepmberikan pengaruh paling baik terhadap sifat fisik larutan spray solutio ekstrak bawang putih (Allium sativum L) dan minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus L). serta melakukan uji evaluasi fisik diantaranya uji organoleptik, uji derajat keasaman (pH), uji stabilitas pada suhu ruang, uji viskositas dan uji berat jenis. dibuat 3 formula sediaan spray solutio, pada F1 (spray dengan konsentrasi propilen glikol 5%), F2 (spray dengan konsentrasi propilen glikol 10%), F3 (spray dengan konsentrasi propilen glikol 20%). Hasil dari evaluasi fisik sediaan spray solutio hingga setelah dilakukan uji stabilitas suhu ruang menunjukkan bahwa untuk uji organoleptik tidak mengalami perubahan bentuk, dan bau, namun untuk warna sediaan mengalami perubahan pada tiga minggu terakhir, uji derajat keasaman (pH) pada semua formula hasilnya tetap stabil pada pH 6 dan masih memenuhi syarat pH kulit sediaan topikal, untuk uji viskositas pada formula 3 merupakan formula terbaik karena memiliki nilai 1,412 Cp dan masuk rentan standar nilai visoksitas yaitu 1,27-1,87 Cp, dan untuk uji berat jenis formula 3 juga adalah yang paling baik karena memenuhi nilai standar berat jenis yaitu 1,01-1,1 g/ml. Kata kunci : Ekstrak bawang putih, minyak atsiri serai wangi, propilenglikol, spray solutio.
FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT Nurindah Fatkhurrohmah; Imas Maesaroh
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.345

Abstract

Tabir surya merupakan salah satu sediaan krim yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan buah naga merah merupakan salah satu tanaman yang mengandung antioksidan dengan senyawa flavonoid,fenolik dan saponin yang dapat melindungi kulit dari radikal bebas dan paparan sinar matahari. Asam stearat berfungsi sebagai emulgator pada pembuatan sediaan krim jika direaksikan dengan basa kalium hidroksida atau trietanolamin yang dapat digunakan untuk menetralkan krim , variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat pada sediaan berpengaruh terhadap kualitas fisik krim, konsentrasi trietanolamin dan asam stearat yang semakin tinggi akan berpengaruh pada nilai pH dan daya sebar tetapi tidak berpengaruh pada organoleptik, homogenitas, dan stabilitas krim. sediaan krim tabir surya ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dilihat dari parameter organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan stabilitasnya. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan membuat 4 formula sediaan dengan konsentrasi ekstrak buah naga merah 0,64% dan memiliki konsentrasi trietanolamin dan asam stearat yang berbeda yaitu ( F1 ) 2%:10%, (F2) 4%:10%, (F3) 2%:14% dan (F4) 4%:14%. Berdasarkan parameter organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan stabilitas konsentrasi trietanolamin dan asam stearat yang memenuhi syarat yaitu pada konsentrasi 4%:14%.
FORMULASI SEDIAAN GEL ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale rosc. var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HIDROKSIETIL SELULOSA DAN GLISERIN Imelda Ayu Sagita; Rina Nurhayatina
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.348

Abstract

Salah satu permasalahan kulit yang sering dijumpai pada kalangan remaja dan dewasa saat ini adalah gangguan jerawat. Jerawat merupakan penyakit kulit yang timbul akibat peradangan kronik Folikel Pilosebasea. Jahe merah (Zingiber officinale rosc. var. rubrum) adalah tanaman yang telah banyak diteliti memiliki aktivitas anti bakteri terhadap Propionibacterium acnes yang merupakan salah satu penyebab jerawat. Untuk mengatasi jerawat bisa diobati secara topical. Salah satu bentuk topical yang sering digunakan untuk pengobatan jerawat adalah bentuk sediaan gel. Pada penelitian ini digunakan hidroksietil selulosa sebagai gelling agent dan gliserin sebagai humektan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penurunan konsentrasi hidroksietil selulosa dan pengaruh peningkatan konsentrasi gliserin terhadap formulasi sediaan gel anti jerawat ekstrak etanol 96% rimpang jahe merah. Gel dibuat dalam 3 formula dengan masing-masing konsentrasi hidroksietil selulosa : gliserin (1,5%:10%), (2%:15%) dan (2,5%:20%). Kemudian dilakukan pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan (F1) berwarna kuning, khas jahe, agak kental, (F2) berwarna kuning kecoklatan, khas jahe, agak kental dan (F3) berwarna kuning kecoklatan, khas jahe, kental. Untuk hasil uji daya sebar hanya (F1) dan (F2) yang memenuhi range daya sebar sesuai syarat untuk sediaan topical. Dan untuk hasil uji homogenitas, pH dan daya lekat ketiga formula stabil memenuhi syarat.
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK KULIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT Fina Nurhidayani; Nur Azizah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.363

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh bakteri yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Mengatasi masalah jerawat dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami seperti kulit kentang (Solanum tuberosum L.). Kulit kentang mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas sediaan facial wash gel ekstrak kulit kentang terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 10%, 15%, dan 20% melalui zona hambat yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji aktivitas antibakteri metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa facial wash gel ekstrak kulit kentang pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% tidak memiliki aktivitas anti bakteri. Sedangkan sediaan facial wash gel dengan konsentrasi ekstrak 20% memiliki aktivitas antibakteri melalui zona hambat sebesar 3,7 mm, 4,7 mm, dan 2,6 mm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan gel pembersih wajah ekstrak kulit kentang 20% ​​memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Kata Kunci: facial wash gel, kulit kentang, Propionibacterium acnes, zona hambat.
FORMULASI SEDIAAN SPRAY HAND SANITIZER DARI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) DAN PERASAN BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) SEBAGAI ANTIBAKTERI Wilda Yuniar; Marini Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.365

Abstract

Daun Salam (Syzigium polyanthum (Wight.) Walp) dan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) yang mengandung senyawa flavonoid dan minyak atsiri yang mempunyai fungsi sebagai antibakteri, antivirus dan memiliki aroma yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak daun salam (Syzigium polyanthum (Wight.) Walp) dan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) sebagai bahan alami pembuatan sediaan spray hand sanitizer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium yang dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi ekstrak daun salam dan perasan buah jeruk nipis yang sama yaitu 1% ; 35% dan dibedakan pada gliserin yang bermanfaat sebagai humektan dengan konsentrasi (F1) 10%, (F2) 15%, (F3) 20%. Dilakukan uji fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, dan uji waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji organoleptik dari setiap formula berbeda warna, dalam segi bentuk sediaan cair dan memiliki bau aroma khas yang sama bau khas jeruk nipis. Uji homogenitas ketiga formula menunjukkan sediaan yang homogen. Uji pH ketiga formula memiliki nilai yang sama yaitu 4. Uji waktu mengering pada ketiga formula berbeda dimana F1=28 detik, F2=32 detik, dan F3 35 detik. Kata Kunci: Antibakteri, Antivirus, Daun salam (Syzigium polyanthum (Wight.) Walp), Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle), Spray Hand Sanitizer.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP CREAM DARI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus (F.A.C.Weber) Britton dan Rose) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Herlina Herrlina; Sukmawati Sukmawati
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.377

Abstract

Kosmetik menjadi kebutuhan manusia khususnya kaum perempuan. Ada beberapa macam kosmetik rias bibir seperti: bentuk cairan, krayon, dan krim. Lip cream termasuk sediaan lipstik berbentuk cair yang dapat melembabkan bibir lebih lama di bandingkan dalam bentuk padat. Salah satu contoh yang dapat dijadikan pewarna alami adalah buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C. Weber) Britton & Rose) karena mengandung pigmen antosianin yang berfungsi sebagai pigmen warna.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah buah naga merah dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam sediaan lip cream . Metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimental laboratorium. Ekstrak buah naga merah dibuat dalam tiga formula sediaan lip cream dengan konsentrasi F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Uji evaluasi yang digunakan antara lain : uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik sediaan lip cream dilihat dari adanya perbedaan warna F1 berwarna ungu, F2 berwarna ungu muda, dan F3 berwarna ungu pekat.

Page 6 of 10 | Total Record : 94