cover
Contact Name
Muhammad Nuh Rasyid
Contact Email
muhammadnurasyid@iainlangsa.ac.id
Phone
+6285372689775
Journal Mail Official
al_ikhtibar@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/ikhtibar/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Ikhtibar : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 2406808X     EISSN : 25500686     DOI : https://doi.org/10.32505/ikhtibar
Jurnal ini adalah jurnal Jurusan Pendidikan Agama Islam yang merupakan ekspektasi dari artikel yang konsen pada problematika dan fenomena dunia pendidikan islam, keagamaan dan kebudayan. Artikel ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, atau kajian teoritis yang berkaitan dengan isu-isu pendidikan islam yang berkembang saat ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
Konsep Pendidikan Karakter Qur’ani Muklish Lc, M.Pd.I
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah tentang orang-orang besar yang diabadikan Allah Swt. di al-Qur’an memberikan petunjuk pembelajaran yang beragam. Tulisan singkat ini bertujuan menjelaskan konsep pendidikan karakter Qur’ani dari aspek kesabaran. Terdapat banyak kisah yang dapat dijadikan contoh, salah satunya kisah kesabaran nabi Yusuf as. dalam menjalani proses kehidupannya yang penuh dengan ujian dan cobaan. Dari kisah nabi Yusuf as. tersebut, beberapa hikmah yang dapat dijadikan konsep pendidikan karakter bagi anak didik. Analisis singkat melalui kajian tafsir tarbawi ini mencoba mengungkap konsep pendidikan karakter tersebut.
HAMKA: KONSEP PENDIDIKAN INTEGRAL DALAM AL-AZHAR Maulizar M.TH
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang terjadi di Madrasah atau sekolah yang selama ini terjadi dirasa belum mampu mengintegrasikan antara berbagai konsep atau teori keilmuan sains dan dimensi nilai agama seperti nilai etika, nilai teologis, dan lain-lain. Padahal, dalam al-Qur'an terutama dalam surat al-Alaq ayat 1-5 mengandung petunjuk bahwa dalam pendidikan harus ada integrasi antara berbagai ilmu, baik itu ilmu-ilmu umum maupun ilmu-ilmu agama. Hal itu dikarenakan bahwa pada hakekatnya semua ilmu berasal dari Allah swt,. Kemudian tulisan ini ditujukan untuk mengetahui secara mendalam tentang konsep pendidikan integral yang ada dalam al-Qur’an terutama yang terdapat dalam surat al-Alaq ayat 1-5 dan mendeskripsikan tentang konsep pendidikan integral Hamka. Menurut tafsiran Hamka terhadap surat al-Alaq ayat 1-5 bahwa memuat konsep pendidikan integral, seharusnya dalam pendidikan terdapat kesatuan sistem ilmu pengetahuan sebagai proses hubungan dialektis antara jasmani dan rohani serta lingkungan manusia dalam memahami ayat-ayat Tuhan, serta dalam menuntut ilmu pengetahuan harus selalu menyandarkan kepada Allah swt.,. Selain itu, Pendidikan integral menurut Hamka merupakan pendidikan yang ditujukan untuk mewujudkan manusia (peserta didik) yang kaffah.
KONSEP MORAL GURU DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Tb. Endayani & Wan Samsinah ftik
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moral merupakan tingkah laku seseorang sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan yang diimplementasikan untuk berinteraksi dengan pencipta maupun sesama manusia. Dalam pembinaan moral terhadap peserta didik guru harus terlebih dahulu memiliki moral yang baik. Para tokoh Islam sangat banyak yang membicarakan mengenai moral guru, salah satunya adalah Imam Al-Ghazali. Penulis merasa tertarik untuk melihat pemikiran Imam Al-Ghazali terhadap pendidikan moral dan dikaitkan dengan moral guru dalam pendidikan Islam, kemudian dicatat dalam karya ilmiah yang berjudul ”Konsep Moral Guru Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali”. Pembahasan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui konsep moral dalam perspektif Imam Al-Ghazali dan konsep moral guru dalam pendidikan agama Islam. Adapun metode yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah deskriptif analisis. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa konsep pendidikan moral menurut Imam Al-Ghazali lebih cenderung melatih diri untuk berakhlak mulia dan menghilangkan sifat-sifat yang keji. Selanjutnya Guru haruslah mendidik dengan hati dan sikap yang terbuka dan tabah, bersikap penyantun dan penyayang, menjaga kewibawaan dan kehormatannya dalam bertindak, menghindari dan menghilangkan sikap angkuh terhadap sesama, bersifat lemah lembut dalam menghadapi problem peserta didiknya yang tingkat IQ nya rendah serta membinanya sampai pada taraf maksimal, meninggalkan sifat marah dalam menghadapi problem peserta didiknya, meninggalkan sifat yang menakutkan pada peserta didik, terutama pada peserta didik yang belum mengerti atau mengetahui, memperhatikan pertanyaan-pertanyaan peserta didik, walaupun pertanyaannya itu tidak bermutu dan tidak sesuai dengan masalah yang diajarkan, menerima kebenaran yang diajukan oleh peserta didiknya, menjadikan kebenaran sebagai acuan dalam proses pendidikan, walaupun kebenaran itu datangnya dari peserta didik.
PENGAWASAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN DALAM KONSEP AL-QUR’AN DAN HADIS Khairul Husna, S.Pd.I, M.Pd
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monitoring and Evaluation of education based on the values ​​of Islam as contained in the Koran and the Hadith as well as in the minds of the clergy and the practice of the history of the Islam.Dalam process, Islamic education makes an ideal destination as a target to be achieved in programs and products processed in Islamic education or educational output Islam. Actions and activities should be goal-oriented or a predetermined plan to determine the achievement of an objective evaluation of activities, namely. With the evaluation, then an activity can be known or determined tarap progress. Success or failure in achieving its goal of Islamic education can be seen after the evaluation of the output dihasilkannya.Untuk know the achievement of learning objectives or competencies expected by learners obtained through evaluation. In other words, the assessment or evaluation used as a tool to determine an educational purpose is achieved or not. Or to see the extent of student learning outcomes has reached its goal. In the evaluation of Islamic education is one component of the system of Islamic education should be done in a systematic and planned as a tool to measure the success or targets to be achieved in terms of Islamic education and the learning process in Government Elementary School Gampong Meutia Langsa.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGAWASAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR BUNGA AL-QUR`AN ACEH SINGKIL Desriadi .
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the researcher’s desire to examine the school’s principal ability to lead, supervise, operate the systems, procedures, organizations, businesses and rules under his leadership. Of course, it is required the underlying skills, particularly in the leadership field for the harmony of a school principal’s assignments and roles. Therefore, the researcher proposed the problem that how is the leadership approach conducted by school principal's in supervising the quality of Islamic education studies in SD Bunga Al-Qur`an? From the research, there are three findings: (1) The interpersonal communication of the school principal in supervising the quality of Islamic education studies in SD Bunga Al-Qur`an conducted in various ways, persuasively, administratively, directly and indirectly; (2) Decision-makings by the school principal in supervising the quality of Islamic education studies in SD Bunga Al-Qur`an conducted collectively, and conducted by performing meetings or deliberations previously; (3) The implementation of the reward system in supervising the quality of Islamic education studies in SD Bunga Al-Qur`an conducted to the teachers in SD Bunga Al-Qur`an when there were meetings attended by all teachers, at the beginning of school year, or when there were school activities.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGEMBANGAN BUDAYA KEISLAMAN DI SMP N 3 LANGSA Muhammad Affan M.Pd.I
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP Negeri 3 Langsa merupakan sekolah yang berupaya meningkatkan mutu dan keunggulan sekolahnya melalui penerapan nilai-nilai budaya keislaman, pada dimensi struktural dan dimensi kultural. Penerapan budaya Islami disekolah adalah alternatif dalam membangun generasi yang cerdas IPTEK dan IMTAQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif analisis melalui penelitian fenomonologi, tekhnik pengumpulan data yang digunakan meliputi : (1) wawancara mendalam, (2) observasi dan (3) dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Data yang terkumpul di analisis dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data dilakukan melalui prosedur trianggulasi. Keunggulan manajemen dalam pengembangan budaya keislaman di SMP Negeri 3 Langsa diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, implementasi nilai-nilai islami di lingkungan sekolah, dan karakter islami siswa di SMP Negeri 3 Langsa yang semuanya terpantau oleh guru. Oleh karena itu diharapkan SMP Negeri3 Langsa dapat berkembang menjadi SMP IT dan sekolah sehat serta lestari berbasis lingkungan hidup. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan informasi, wawasan pemikiran dan pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam bagi penyusun pada khususnya dan dunia pendidikan Islam pada umumnya, sebagai bahan masukan dalam meningkatkan kualitas sekolah dan sebagai bahan masukan khususnya dalam hal manajemen budaya keislaman di sekolah
SEJARAH PERKEMBANGAN PESANTREN DARI TRADISIONAL KE MODERN Saparuddin Rambe M.Pd.I
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Keberadaan pesantren hampir sama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Di awal-awal pesantren dikenal dengan sistem pendidikannya tradisional yang disebut dengan pesantren salafiyah, ketradisionalannya dapat dilihat dari sistem pemondokan para santri, materi pelajaran, metode yang digunakan dalam menyampaikan materi, sistem pembelajaran yang tidak berkelas, pengorganisasiannya, dan sistem pengevaluasiaanya. Namun seiring berjalan waktu, ditengah kompetisi sistem pendidikan yang ada, pesantren bertranformasi menjadi pesantren modern yang disebut dengan pesantren khalafiyah. Perubahan ini terjadi sebagai bentuk respon dari lembaga pendidikan yang didirikan oleh Belanda. Dimana pada saat itu memberikan kesempatan kepada rakyat pribumi untuk belajar di sekolah rakyat yang sifat non keagamaan.
KONTRIBUSI POLA ASUH DAN KONSEP DIRI SEBAGAI UPAYA MELEJITKAN PRESTASI AKADEMIK PEMBELAJAR Rita Sari M.Pd .
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama, tempat peserta didik menerima pendidikan dan bimbingan dari orang tuanya atau anggota keluarga lainnya. Keluargalah peletak dasar kepribadian peserta didik sehingga pola asuh yang diterapkan di dalam keluarga harus berlandaskan kepada Alquran dan Hadis. Kesuksesan dan kegagalan yang dialami peserta didik dalam belajar sangat berhubungan dengan pola asuh orang tuanya. Konsep diri peserta didik nantinya akan memengaruhi pencapaian hasil belajar akademik mereka. Peserta didik dengan konsep diri negatif, cenderung kehilangan motivasi dan minat yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya hasil belajar akademik. Jadi pola pengasuhan orang tua berdampak pada pembentukan konsep diri anak. Semakin baik persepsi anak terhadap orang tuanya maka akan semakin positif konsep diri yang dimiliki anak.
LATAR BELAKANG BERDIRINYA JAM'IYAH MAHMUDIYAH LI THALIBIL KHAIRIYAH TANJUNG PURA LANGKAT: Zainal Dahlan .
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to provide a complete and precise picture associated with the religious, social, political, and intellectual conditions that melatarlakangi establishment of Jam'iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah Tanjung Pura Langkat. The findings of the research inform that: first, Jam'iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah Tanjung Pura Langkat was born on 22 Muharram 1330/31 December 1912 in East Sumatra on the initiative of Sultan Langkat along with ulama and society. Secondly, there are several factors behind the establishment of Jam'iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah, namely: religious factors, Jam'iyah Mahmudiyah was established with the aim to socialize ideology in accordance with Islamic teachings and in accordance with those adopted by Sultan Langkat. Social factors, Jam'iyah Mahmudiyah was established with the aim to legitimize the position of Sultan Langkat. Political factors, for the Sultan to get support from the community and in fact the institution is used very well by Sultan Langkat in his political navigation. The intellectual factor, for the society prosperous through the education provided by Sultan Langkat.
MADRASAH DALAM PUSARAN OTONOMI DAERAH Muhammad Affan M.Pd.I
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara dejure, persoalan madrasah sebagai sekolah umum yang berciri khas Islam sudah terselesaikan sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang diakui sama dengan sekolah. Namun secata defacto madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama masih termarginalkan. Momentum reposisi madrasah adalah saat berlakunya UU No. 32 tahun 2004 tentang pelimpahan sejumlah kewenangan pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah sehingga merubah sistem sentralisasi menjadi desentralisasi. Melalui manajemen desentralisasi memberi keuntungan pada madrasah melaksanakan Proses Belajar Mengajar sesuai dengan kebutuhan yang dikondisikan untuk kebutuhan lokal. Otonomi daerah memungkinkan setiap daerah untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam mengembangkan madrasah. Karena madrasah secara historil-kultural baik dulu dan memiliki tugas dan peran yang besar dalam memajukan pendidikan danp peningkatan mutu masyarakat Indonesia.

Page 8 of 28 | Total Record : 274