cover
Contact Name
Muhammad Nuh Rasyid
Contact Email
muhammadnurasyid@iainlangsa.ac.id
Phone
+6285372689775
Journal Mail Official
al_ikhtibar@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/ikhtibar/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Ikhtibar : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 2406808X     EISSN : 25500686     DOI : https://doi.org/10.32505/ikhtibar
Jurnal ini adalah jurnal Jurusan Pendidikan Agama Islam yang merupakan ekspektasi dari artikel yang konsen pada problematika dan fenomena dunia pendidikan islam, keagamaan dan kebudayan. Artikel ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, atau kajian teoritis yang berkaitan dengan isu-isu pendidikan islam yang berkembang saat ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
THE ARGUMENTASI FILISOFIS AL-KINDI, IBN RUSYD, DAN AL-FARABI TENTANG KEKEKALAN ALAM Mulyadi, S.Th.I, M.Ag
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.932 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.614

Abstract

Artikel ini ingin membahas tentang pedebatan empat filsuf Islam terkemuka mengenai qadimnya alam yang sampai hari ini masih terus menjadi topik yang terus menjadi perbincangan hangat oleh kalangan pengkaji filsafat dan para teolog. Dalam filsafat Islam hal ini tidaklah merupakan hal yang aneh untuk diperbincangkan. Para failasuf seperti al-Kindi, Ibn Rusyd, al-Farabi, dan al-Ghazali memiliki argumentasi tersendiri terhadap permasalahan qadim dan barunya alam. Seperti Ibnu Rusyd misalnya, dengan berbagai argimentasi yang terpengaruh oleh Aristoteles mengakatan bahwa alam ini qadim. Hal ini mendapat sanggahan keras dari al-Gazali yang ia tuangkan dalam bukunya Thahafuz al-Falasifah. Namun seperti yang kita ketahui bahwa al-Ghazali mengungkapkan kerancuan para failasuf ketika ia telah menjadi seorang sufi. Demikian pula dengan al-Kindi dan al-Farabi, mereka tetap bertahan dengan pendapatnya yang begitu kontroversial. Menganai hal qadim dan baharunya alam kita akan sedikit melihat beberapa argumen dari al-Kindi, Ibnu Rusyd, dan al-Farabi.
PENERAPAN METODE MENGHAFAL (FUN TEORY) DAN PROBLEMATIKANYA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS DI MTS NEGERI 1 LANGSA lestari, irma
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.738 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v6i2.607

Abstract

The method of memorizing (fun theory) is a memorizing activity that is packaged in an exciting way, because memorization is usually done by being alone, sitting for a long time and boring but not with this method, they memorize as easily as smiling, students while laughing, joking without feeling already done deliberately 'ah in large quantities. This study aims to find out (1) How is the concept of the method of memorizing (fun theory) in learning the Qur'an in the Hadith at MTs Negeri 1 Langsa? (2) What are the problems encountered in learning Al-Qur'an Hadith by using the method of memorizing (fun theory)? (3) What are the steps taken in dealing with these problems? In conducting this research researchers used qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Whereas in analyzing data, researchers used the results of interviews and documentation in the field.
MUTIARA TERPENDAM ( ANALISIS TEKS ) DALAM NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA m, khairunnisa
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.147 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v6i2.608

Abstract

Novel merupakan sebuah karya yang mengungkapkan seluruh episode perjalanan hidup tokoh-tokoh ceritanya. Pada era globalisasi ini bangsa Indonesia mengalami ketertinggalan dibandingan dengan negara lain dalam hal ilmu pengetahuan. Salah satu upaya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan ialah dengan cara banyak membaca buku baik buku pelajaran maupun buku-buku novel. Membaca merupakan salah satu kegiatan menganalisis dan menginterpretasikan yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan atau nilai-nilai kehidupan dari sebuah buku. Namun kebanyakan masyarakat Indonesia sangat kurang berminat dalam membaca novel umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais Dan Rangga Almahendra. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian pustaka (library research) dan pendekatan deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data yang merujuk kepada berbagai sumber lain yang relevan. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan prinsip analisis isi (content analysis). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Cerita Novel Bulan Terbelah diLangit Amerika mengandung nilai-nilai pendidikan Islam seperti nilai aqidah, nilai syari?ah, dan nilai akhlak yang dapat diambil manfaatnya khususnya dalam dunia pendidikan, menambah wawasan terhadap peristiwa sejarah yang terjadi dalam kehidupan si penulis tersebut, dan meningkatkan minat baca terhadap novel-novel islami dalam memahami pesan suatu karyasastra.    
KONSEP AL-MAHDI DALAM TEOLOGI SYI’AH DAN SUNNI nuh, muhammad
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.239 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v6i2.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Al-Mahdi di kalangan Syiah dan Sunni, latar belakang munculnya konsep Al-Mahdi di kalangan Syiah dan Sunni, dan implikasi konsep Al-Mahdi terhadap perilaku keagamaan di kalangan Syiah dan Sunni. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang Library Researh (Studi Kepustakaan) yaitu meneliti tentang konsep Al-Mahdi dalam Teologi Syiah dan Sunni. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah buku-buku tentang Al-Mahdi yang ditulis dan beredar di kalangan Syiah dan Sunni serta buku tentang Syiah dan Sunni yang ditulis oleh para pakar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Paham Al-Mahdi dalam pandangan Syiah merupakan doktrin yang mengajarkan tentang adanya Imam sebagai juru selamat yang akan menyelamatkan umat manusia dari segala penindasan dan Imam tersebut berasal dari keturunan Ali ra. dan Fatimah ra. Sementara itu paham Mahdiisme di kalangan Sunni dipahami sebagai simbolis akan adanya para pembaharu yang akan datang untuk memperbaiki umat manusia dan ia bisa berasal dari keturunan mana saja, baik Ali ra. maupun yang lainnya, (2) Latar belakang munculnya paham Mahdiisme di kalangan Syiah, didominasi adanya faktor kekalahan politik pada masa lalu. Sementara itu, di kalangan Sunni paham Mahdiisme muncul sebagai tandingan terhadap paham Mahdiisme Syiah, dan (3) Implikasi paham Mahdiisme di kalangan Syiah adalah munculnya gerakan politik, sosial dan keagamaan pengikutnya. Sementara itu di kalangan Sunni, paham Mahdiisme memberikan harapan, akan tetap adanya manusia ? baik sendiri atau bersama-sama ? untuk memperbaiki umat manusia.
PENGARUH METODE TIME LINE BERBANTU STICKY NOTE COLOUR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MTS TERPADU LANGSA wati, maulinda
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.502 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v6i2.606

Abstract

Pembelajaran sejarah akan memberikan contoh teladan yang sempurna kepada pembinaan tingkah laku ideal. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan adalah melalui metode pembelajaran time line berbantu sticky note colour. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  apakah penerapan metode time line berbantu sticky note colour berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran SKI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode time line berbantu sticky note colour terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI kelas VIII MTsS Terpadu Langsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental designs.Quasi eksperimental design terdiri dari beberapa bentuk desain dan peneliti menggunakan nonequivalen control grup. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsS Terpadu Langsa. Berdasarkan hasil uji coba sehingga dapat disimpulakn bahwa instrument memenuhi syarat untuk pengumpulan data dalam penelitian ini. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus uji Mann Whitney. Taraf nyata pengujian dalam satu arah adalah 0,05. Nilai tabel adalah 127 dan nilai statistik hitung= 4,5.  Maka hitung = 4,5 ? tabel127  jadi Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Tidak ada Pengaruh Metode Time Line Berbantu Sticky Note Colour Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Kelas VIII-E MTsS Terpadu Langsa.
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM ISLAM Teuku, Teuku Amnar Saputra
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.957 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.610

Abstract

Abstract Indonesia as a multicultural country has the potential to cause conflict in society. Islam as the majority religion must be able to be rahmatan lil alamin for all Indonesian people. This study aims to discuss the ontology and epistemology foundation of multicultural education and how the concept and foundation of Multicultural education in Islam. Multicultural education is an excellent concept applied in the very pluralistic world of education in Indonesia. The purpose of multicultural education itself is to make students pluralistic and able to minimize ethnic, racial, cultural and religious conflicts. The concept of Multicultural education is a concept that is very in accordance with the essence of the teachings of Islam as a religion that is rahmatan lil'alamin and very appreciates the diversity that exists in this world as Firman Allah SWT in Surah Al-Hujurat ayat 13.
KONFERENSI PENDIDIKAN ISLAM SEDUNIA Sembiring, Irvan Mustofa Sembiring
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.091 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.611

Abstract

                                                                                                                                        Abstrak Pada saat dunia Barat mengalami kemajuan, dunia Muslim tidak lagi mendominasi ilmu pengetahuan bahkan tertinggal dengan kedatangan paham sekuler Barat yang mendominasi ilmu pengetahuan dengan corak kemodernannya, sehingga muncullah kekhawatiran-khawatiran bagi pemikir Muslim. Atas dasar itu dibentuklah konferensi pendidikan Islam sedunia. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi pendidikan Islam dalam perpspektif konferensi pendidikan Islam sedunia. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian pustaka (library research). Hasil dari karya ilmiah ini menginformasikan Pertama, Seminar pendidikan Islam sedunia ini tidak ditentukan waktunya, seminar ini bisa kapan saja dibentuk sesuai dengan kesepakatan. Kedua, Kurikulum pendidikan Islam bersifat universal yang mencakup dalam berbagai aspek. Ketiga, Tidak ada istilah dikotomi ilmu pengetahuan yang memisahkan antara ilmu pengetahuan umum dengan ilmu pengetahuan keagamaan. Keempat, Integrasi ilmu pengetahuan mesti dilakukan. kelima, Integrasi kurikulum bagi lembaga-lemabaga pendidikan Islam mesti dilakukan apalagi saat ini berada pada zaman industri 4.0.
PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF IBNU SINA Hambali, Hambali Alman Nasution
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.488 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.612

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan perspektif Ibnu Sina dalam pendidikan karakter, pemikiran pendidikan menurut Ibnu Sina bertujuan bahwa pendidikan tidak hanya transfer pengetahuan saja, tetapi disertai dengan transfer nilai. Dalam penenelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode dekriptif kualitatif, dengan menggunakan penelitian literatur. Hasil penelitian yang diperoleh Ibnu Sina ia mengungkapkan bahwa karakter manusia tumbuh dan berkembang bila bagaimana kita memberikan pendidikan yang sesuai dengan potensi-potensi peserta didik. Ibnu sina memandang bahwa pendidikan sebagai sarana untuk menjadikan peserta didik mulia dan berbudi pekerti luhur bukan hanya sekedar pada pengetahuanya.   Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Perspektif Ibnu Sina
MOTIVASI SANTRIWATI DAYAH SALAFIYAH BIREUEN MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI Rafidhah, Rafidhah Hanum; RIJAL, FAKHRUL
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.398 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.613

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah santriwati dayah salafiyah yang belum menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sering diasumsikan sebagai kaum yang menutup diri dan cenderung apatis terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke  perguruan tinggi. Untuk mengetahui bagaimana persepsi santri terhadap perguruan tinggi dan untuk mengetahui dorongan dan tantangan santri dayah salafiyah Bireuen untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan dalam penelitian ini adalah motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebenarnya sangat antusias dikarenakan pendidikan di perguruan tinggi dapat menambah khazanah keilmuan seiring dengan tuntutan kemajuan zaman. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung dan menghambat santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di antara faktor pendukungnya adalah adanya dukungan dan anjuran dari pimpinan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dukungan dari orang tua dan keluarga terutama dalam bidang materil juga merupakan faktor pendukung bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Adapun yang menjadi faktor penghambat bagi santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah kekurangan ekonomi, usia yang lanjut dan pemikiran santriwati sendiri yang telah mengikat pemikirannya untuk berkembang dan maju.  
PERSENTUHAN ISLAM DENGAN PERADABAN YUNANI DAN PERSIA SEBAGAI LATAR BELAKANG TUMBUHNYA KAJIAN FILSAFAT saparuddin Rambe
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3 No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam artikel ini akan mengkaji bagaimana Islam mengenal istilah pemikiran filsafat. Dalam Islam istilah filsafat berasal dari kata falsafah atau filsafat. Islam mengambil istilah ini dari bahasa Yunani, yang pada hakikatnya pemikiran filsafat Islam dipengaruhi oleh pemikiran Yunani. Kata filsafat itu sendiri berasal dari kata philosopia, yaitu dari kata philos (cinta) dan shopia (kebijaksanaan), yang jika digabungkan menjadi cinta kebijaksaan; dalam nomenklatur Islam baik di dalam Alquran maupun hadis tidak ditemukan kata-kata filsafat akan tetapi hikmah yang memiliki arti sama dengan filsafat yaitu kebijkasanaan dan kearifan

Page 6 of 28 | Total Record : 277