cover
Contact Name
Alfridus Gado
Contact Email
alfridusg@gmail.com
Phone
+6282144658484
Journal Mail Official
alfridusg@gmail.com
Editorial Address
Jurnal TEKNOSIAR Fakultas Teknik Universitas Flores Jl. Sam Ratulangi Ende Kelurahan Paupire Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende NTT
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
TEKNOSIAR
Published by Universitas Flores
ISSN : 19075197     EISSN : 27212270     DOI : https://doi.org/10.37478/teknosiar
Core Subject : Engineering,
TEKNOSIAR: Journal of Engineering is a media publication published twice a year (in April and October) by the Faculty of Engineering, University of Flores. The aim is as a forum for scientific communication and also disseminates research results, literature studies, funds in the form of design results, study results, case studies and modeling in engineering and engineering management with the scope of: Civil Engineering (structure, transportation, development of water resources , geotechnical engineering, and construction / project management), Architecture (theory, architecture history and design; Architectural science and technology; Urban architecture and urban design; Home and residential architecture; Interior and exterior design; Flores cultural architecture).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober" : 6 Documents clear
Pengaruh Penambahan Serat Daun Pandan Laut Terhadap Sifat Mekanik Beton Fransiskus Xaverius Ndale; Marselinus Padhi Pi
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.136 KB)

Abstract

Kelemahan beton sebagai bahan konstruksi adalah tegangan tarik yang rendah dan sifatnya yang getas, karena itu beton membutuhkan perkuatan berupa tulangan tarik untuk menahan tegangan tarik yang terjadi. Untuk mengurangi terjadinya retakan atau kerusakan pada beton maka dilakukan dengan menambahkan serat kedalam campuran beton. Dalam penelitian ini serat yang yang digunakan sebagai bahan tambah dalam pembuatan adukan beton adalah serat yang terbuat dari serat daun pandan laut yang diambil dari tepi pantai Nanganesa Kabupaten Ende.Beton berserat merupakan suatu campuran antara semen, agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambahan (Serat Daun Pandan Laut) yang menyebabkan terjadinya interaksi antara material pembentuknya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode perencanaan beton berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dapat diketahui bahwa hasil kuat tekan beton normal memperoleh nilai kuat tekan sebesar 22,90 Mpa dan kuat tariknya sebesar 6,51 Mpa. Beton dengan penambahan serat daun pandan laut dengan komposisi serat sebagai berikut : serat daun pandan laut 1% memperoleh hasil kuat tekan sebesar 16,57 Mpa,. Untuk kuat tarik belah beton serat 1% sebesar 7,61 Mpa,. Beton berserat 2%, memperoleh hasil kuat tekan sebesar 19,15 Mpa, Kuat tarik belah 2% memperoleh hasil kuat tarik sebesar 7,80 Mpa, dan serat 3% memperoleh hasil kuat tekan sebesar 12,45 Mpa,. Kuat tarik belah 3% memperoleh hasil kuat tarik sebesar 7,81 Mpa,Dari hasil analisa test kuat tekan dan kuat tarik belah beton dengan menambahkan serat daun pandan laut kedalam campuran beton maka, semakin banyak menggunakan serat daun pandan laut kedalam campuran beton maka semakin besar nilai kuat tarik yang diperoleh. Sedangkan untuk nilai kuat tekannya, semakin banyak menggunakan serat daun pandan laut kedalam campuran beton, maka semakin menurun nilai kuat tekan yang dihasilkan.
Perencanaan Konstruksi Perkerasan Lentur Jalan Raya Pada Ruas Jalan Wolotopo – Ngalupolo – Reka Di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende Thomas Aquino Arif Sidyn; Muksin
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.802 KB)

Abstract

Pembangunan prasarana jalan dalam rangka pengembangan sistim transportasi daerah, telah berorientasi pada pembangunan prasarana jalan pada ruas jalan Wolotopo-Ngalupolo dan Ngalupolo-Reka (Sta. 12 + 000 sampai dengan Sta. 20 + 250), ruas jalan Ngalupolo-Reka baru dibangun pada tahun 2011-2012 dengan kondisi masih jalan tanah. Perencanaan peningkatan jalan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis perkerasan lentur jalan baru yang diperlukan sesuai beban lalu lintas yang direncanakan. Metode Analisa Komponen SKBI.2.3.26.1987-UDC: 625.73. Dimana langkah-langkah analisis perhitungan menggunakan : Perhitungan LHR, Perhitungan Ekivalensi Beban Sumbu Tiap Jenis Kendaraan (E), Nilai Daya Dukung Tanah, Menentukan ITP. Dari hasil penelitian dan setelah dilakukan analisis sesuai spesifikasi yang diinginkan diperoleh, untuk perencanaan tebal lapisan perkerasan pada ruas jalan Wolotopo-Ngalupolo dan Ngalupolo-Reka di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende dengan umur rencana 20 tahun adalah : Lapisan Permukaan (Surface course) menggunakan Lasbutag setebal 5 cm, Lapisan Pondasi Atas (Basecourse) menggunakan Agregat Kelas A setebal 15 cm, dan Lapisan Pondasi Bawah (Sub base course) menggunakan Agregat Kelas B setebal 10 cm.
Identifikasi Gerakan Tanah Di Wilayah Kampus Universitas Flores Veronika Miana Radja
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.663 KB)

Abstract

Gerakan tanah adalah bencana alam yang sering terjadi di daerah perbukitan dan pegunungan seperti di Flores. Untuk mengidentifikasi gerakan tanah di suatu wilayah, salah stunya adalah dengan menggunakan sistem informasi geografis. Dengan menggunakan parameter sebaran gerakan tanah dan beberapa peta parameter seperti data sondir, kemiringan lereng, tekstur tanah, kedalaman tanah, permeabilitas tanah, tingkat pelapukan, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, kedalaman muka air tanah yang dibuat dalam suatu format.Peta tersebut digunakan untuk menghitung kepadatan dari gerakan tanah masing-masing unit. Perhitungan berdasarkan luas gerakan tanah perunit dan nilai bobot masing-masing unit pada peta parameter.Selanjutnya merancang peta zona kerentanan gerakan tanah dari semua jumlah nilai bobotnya. Hasilnya dilakukan perbandingan dengan peta hasil pemetaan langsung di lapangan (data sekunder). Perbandingan dari kedua hasil tersebut dibuat kesimpulan akhir peta gerakan tanah final yang dikelompokan menjadi empat zona yaitu zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah, zona kerentanan gerakan tanah rendah, zona kerentanan gerakan tanah menengah dan zona kerentanan gerakan tanah tinggi.
Pengaruh Waktu Perendaman Beton Dalam Air Laut Dapat Menurun Kualitas Beton Mikael Wora; Yuventinus Segu
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.051 KB)

Abstract

Lingkungan agresif dapat membawa dampak yang merugikan terhadap kualitas beton karena lingkungan ini banyak mengandung zat-zat kimia yang bersifat reaktif terhadap unsur-unsur dalam beton sehingga dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi pada beton. Biasanya pada air laut yang banyak mengandung garam sulfat. Benda uji berbentuk silinder ukuran 15 cm x 30 cm dan mutu beton rencana f’c = 25 Mpa. Perencanaan Campuran beton berdasarkan metode SK-SNI-T-15-1990-03. Waktu rendam di air laut berumur 3,7, 14, 21, dan 28 hari dan rendam langsung di air laut lokasi pantai Ende. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil yang peneleitian beton yang tidak direndam dengan air laut kuat tekan 25,75 Mpa dan kuat tarik 3,13 Mpa, Beton yang direndam di air laut; umur 3 hari kuat tekan 24,40 mpa dan kuat tarik 2,78 Mpa, umur 7 hari kuat tekan 23,96Mpa dan kuat tarik 2,63Mpa, umur 14 hari kuat tekan 23,47 Mpa dan kuat tarik 2,62 Mpa, umur 21 hari kuat tekan 22,39 Mpa dan kuat tarik 2,48 Mpa, umur 28 hari kuat tekan 21,32 Mpa dan kuat tarik 2,26 Mpa. Maka disimpulkan bahwa beton yang terendam di air laut semakin lama direndam maka kekuatannya semakin menurun.
Perancangan Gedung Bank Nusa Tenggara Timur Cabang Ende Sebagai Bangunan Hemat Energi Shirly Wunas; Petrus Jhon Alfred Depa Dede; Kalixtus Tani
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.134 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi telah merosot tajam dan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan negatif yang cukup besar. Laju inflasi meningkat cepat dan jauh melampaui dari yang biasa dialami pada tahun – tahun sebelum krisis. Kondisi perbankan semakin rawan dan kepercayaan masyarakat semakin merosot, khususnya sejak pencabutan ijin usaha 16 bank pada bulan Nopember 1997 lalu. Bank NTT cabang Ende terus mengadakan pengembangan usaha baik dengan penambahan sarana maupun dengan peningjkatan mutu pelayanannya. Seiring dengan kebutuhan diatas maka bank NTT cabang Ende bermaksud mendirikan gedung baru yang menggantikan serta dapat menampung kegiatan bank NTT yang diraskan perlu adanya peningkatan sarana fisik(bangunan) mengingat pesatnya kemajuan perekonomian di Kabupaten Ende. Gedung hemat energi adalah gedung yang menggunakan lebih sedikit energi tanpa mengurangi kualitas layanan energi. Melalui implementasi hemat energi (pada desain dan operasional bangunan), pengelola bangunan akan meraih keuntungan finansial besar, ikut membantu mengurangi emisi GRK, dan terlibat aktif menjaga suplai listrik di Kabupaten Ende.
Kampung Adat Koanara Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Di Kawasan Kelimutu Ende-Flores Silvester Masias Siso
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.271 KB)

Abstract

Desa Koarana memiliki Kampung Koanara dimana masih memiliki kehidupan budaya tradisional. Hal ini menjadi aset utama yang menjadi objek wisata. Kehidupan masyarakat di kampung tradisional serta adat dan tradisi merupakan kekayaan budaya yang dapat diangkat menjadi daya tarik wisata. keaslian sangat dibutuhkan untuk mengembangkan daya tarik wisata di tempat ini. Namun pada kenyataan, Kampung yang mempunyai kekayaan budaya, kini semakin mengalami penurunan kualitas dari budayanya. Modernnisasi menjadi salah satu masalah yang dihadapi di Kampung Koanara.Tujuan penelitian: Menemukenali kelokalan yang dimiliki oleh Kampung Koanara, Menemukenali aspek yang perlu dibenahi untuk mendukung kelokalan sebagai daya tarik wisata alternatif di Kampung Koanara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan dan pemanfaatan dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara mendalam khususnya tetang kelokalan di Kampung Koanara. Selain itu juga dilakukan pengumpulan data sekunder berupa dokumen yang dapat menunjang penelitian ini.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa; Kelokalan Koanara telah mengalami perubahan baik kelokalan yang bersifat fisik maupun non fisik. Aspek yang perlu dibenahi untuk mendukung kelokalan Koanara sebagai daya tarik wisata adalah dengan membenahi diri, sehingga dapat menyuguhkan daya tarik yang dapat memberikan kesan unik kepada wisatawan. Dalam hal ini mengembalikan keaslian lokalitas yang merupakan ciri khas Koanara.

Page 1 of 1 | Total Record : 6